OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Minggu, 10 Juni 2018

Amerika Dan Eropa Ketakutan, Indonesia Yang Dulu Taat Dan Patuh Kini Mulai Beringas

Amerika Dan Eropa Ketakutan, Indonesia Yang Dulu Taat Dan Patuh Kini Mulai Beringas

10Berita, Perlawanan dari pihak indoensia dalam beberapa waktu lalu tealah membuktikan bahwa indonesia kini tidak takut dengan ancaman yag di berikan oleh amerika dan eropa.

foto: tribunnews.com

Ancaman embargo dari amerika lantaran indonesia akan membeli pesawat Sukhoi SU-35 tak digubris indonesia dan tetap melakukan kerja sama dengan rusia

Pemerintah AS telah menyatakan ketidaksukaannya terhadap Indonesia yang ingin sekali membeli Sukhoi Su-35 dari Rusia. Hal itu terjadi karena militer AS khawatir jika Sukhoi Su-35 sampai dimiliki Indonesia, maka kekuatan udara Indonesia akan sulit ditandingi oleh Australia.

Hal ini telah terbukti dengan persiapan Australia di masa kini, yang juga telah memperkuat jajaran militernya, baik udara maupun laut dengan dibuatnya The Future Submarine Program (SEA 1000) atau Collins-class submarine replacement project.

Coba bayangkan, pada tahun 2017 saja, Angkatan Udara Rusia saat ini baru mengoperasikan 12 pesawat tempur Su-35 sejak tahun 2008. Itu artinya, pesawat ini masih baru dikembangkan. Jadi cukup beralasan jika AS dan sekutunya Australia, Singapura dan Malaysia takut jika Indonesia memiliki pesawat tempur canggih ini.

foto: dream.co.id

Lalu minyak CPO yang mendapat ancaman boikot dari eropa dibalas indonesia dengan ancaman dari pihak Lion Air Gruop yang akan membatalkan pembelian ratusan pesawat Airbush.

Pihak Lion Air Gruop menilai alasan uni eropa terkait boikot minyak CPO dinilai mengada ngada dan tidak masuk akal.

Justru kini indonesia yang mengancam amerika dan eropa. indonesia yang mulai giat mengembangkan pembuatan alusista terbukti mampu bersaing dengan pihak luar. dimana banyak produk alusista indonesia yang banyak dipesan negara asia bahkan merambah ke negara eropa. ini menjadi bukti bahwa kualitas alusista buatan indonesia tidak bisa dianggap sepele

Beberapa alutsista buatan negri yang banyak diminati negara lain:

1. TANK ANOA

Alutsista buatan indonesia terbaru yang pertama produksi asli Indonesia yang paling banyak diminati adalah kendaraan tempur bernama Anoa. Kendaraan tersebut merupakan tank lapis baja yang sangat kuat sehingga memiliki tingkat keamanan tinggi.

Berdasarkan tingkat keamanan yang dimilikinya, tidak mengherankan jika negara lain, seperti, Malaysia, Nepal, dan Brunei Darussalam memiliki ketertarikan yang cukup tinggi untuk memiliki kendaraan tempur tersebut. Selain hal tersebut, masih terdapat sejumlah kelebihan lain yang dimiliki oleh tank Anoa,

2. Rudal

foto: dream.co.id

Alutsista produksi Indonesia yang satu ini juga cukup banyak diminati oleh pasukan militer negara lain. Salah satu alasan yang melatarbelakangi banyak negara membeli Rudal produksi Indonesia adalah tingkat kecanggihan yang dimilikinya mampu disejajarkan dengan sejumlah produk Rudal lain.

3. kapal SSV

foto: jejaktapak.com

Kapal yang memiliki panjang 123 meter dan lebar 21 meter ini diproduksi atas hasil lelang internasional yang diadakan Kementerian Pertahanan Filipina pada 2014 silam yang dilengkapi dengan persenja taan canggih dan pendaratan tiga helikopter ditambah fasilitas hanggar.

Kapal ini sekaligus dapat menampung hingga 621 penumpang dan mampu bertahan di lautan selama 30 hari dengan bobot maksimal 7.200 ton. Kecepatannya mencapai 16 knots dengan mesin pendorong 2 x 2,920 KW serta mampu menampung tank, kendaraan tempur, mobil rumah sakit hingga kapal patroli dan transporter .

4. senapan pindad

foto: liputan6.com

Sejumlah senjata buatan Pindad juga banyak dipesan oleh negara luar. PT Pindad mampu memproduksi berbagai jenis senjata antara lain; jenis senapan serbu (SSI-VI, SS2-V2, SS1-V3, SS1-V5), Senapan sniper (SPR-1) pistol (P-1, P-2), revolver (R1-V1, R1-V2, RG-1 (tiper A), RG-1 (tipe c), senapan sabhara/polisi (Sabhara V1 and Sabhara V2), senjata penjaga hutan, pistol profesional magnum, peluncur granat, dan pelindung tubuh (personal body protection).

Produk-produk yang dihasilkan itu banyak dipesan oleh negara-negara di luar negeri. Senapan serbu SS-2 merupakan produk langganan negara-negara Afrika seperti Zimbabwe, Mozambik, dan Nigeria. Selain itu, Thailand dan Singapura juga kerap memesan senjata tersebut.

5. peluru

Peluru buatan Pindad berkaliber 5,56 mm, 7,62 mm dan 9 mm. Peluru-peluru tersebut dikirim ke Singapura, Filipinan, Bangladesh, hingga ke Amerika Serikat (AS).

Untuk Singapura, sudah beberapa tahun belakangan negara singa putih itu telah memesan 10 juta peluru. Sementara, pada 2009 lalu, satu juta peluru telah diekspor ke AS dengan nilai transaksinya mencapai USD 200.000.

6. Kepala roket Smoke Warhead

Kualitas Smoke Warhead buatan negri ini mengalahkan produk serupa buatan pabrikan sejumlah negara maju, di antaranya; Amerika Serikat dan Rusia. Smoke Warhead adalah kepala roket dengan diameter 70 mm dan cocok dipasangkan dengan roket pasangan pesawat seperti Super Tucano.

Sumber refrensi:

Www.merdeka.com/uang/imbas-pelarangan-cpo-lion-air-group-boikot-impor-ratusan-airbus.html

Www.indocropcircles.wordpress.com/2018/01/30/amerika-serikat-ancam-embargo-indonesia-jika-beli-pesawat-tempur-su-35-rusia/

Www.news.okezone.com/read/2017/09/17/337/1777756/ini-beberapa-alutsista-buatan-dalam-negeri-yang-bikin-kagum

www.riau24.com/berita/baca/80446-ini-alutsista-buatan-indonesia-yang-diminati-negara-lain/

Gerindra akan pertimbangkan duet Prabowo-Amien Rais di Pilpres 2019

Gerindra akan pertimbangkan duet Prabowo-Amien Rais di Pilpres 2019

prabowo dan amien rais. ©2014 merdeka.com

10Berita Partai Gerindra menghormati keputusan Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais yang bersedia maju di Pilpres 2019. Kendati demikian, Gerindra tegas posisi Capres untuk Ketua Umum Prabowo Subianto.

Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade menjelaskan partainya akan menjaring nama-nama yang nantinya masuk untuk diduetkan dengan Prabowo, termasuk Amien Rais. Terkait kapan akan dibicarakan, Andre mengatakan pertemuan antara pimpinan partai akan digelar setelah perhelatan Pilkada Serentak akhir bulan ini.

"Kalau bicara Capres Pak Prabowo, tapi kan tentu Cawapres kita akan rundingkan bersama siapapun orangnya," ujar Andre ketika dihubungi merdeka.com, Minggu (10/6).

Andre menegaskan Prabowo sudah final sebagai Capres yang diusung. Gerindra telah menutup pintu bagi tokoh lain jika ingin diusung sebagai Capres.

"Prabowo final Capres kami hanya satu tidak ada nama lain. Kalau siapapun tokoh yang akan running bicara sebagai cawapres," imbuhnya.

Sementara itu, Andre yakin PAN akan terus bersama dengan koalisi Gerindra. Menurutnya, komunikasi selama ini berjalan baik. Dia yakin PAN mau ikut mengusung Prabowo sebagai Capres 2019.

"Optimis PAN dukung Pak Prabowo," imbuhnya.

Diketahui, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais menyatakan bersedia maju di Pilpres 2019. Amien dalam pidatonya saat buka puasa di rumah dinas Ketua MPR Zulkifli Hasan menuturkan, PAN mencalonkan bersama Ketua Umum Zulkifli Hasan, Sutrisno Bachir dan Hatta Rajasa.

(mdk/cob)

Sumber : merdeka 

Ketakutan Terbesar Israel Terhadap Indonesia Akhirnya Terjadi!

Ketakutan Terbesar Israel Terhadap Indonesia Akhirnya Terjadi!

https://www.rt.com/news/369963-netanyahu-trump-iran-nuclear/

10Berita, Industry (9/62018) melaporkan bahwa Indonesia kembali terpilih menjadi anggota tidak tetap DK PBB mewakili kawasan Asia Pasifik untuk menggantikan Kazakhstan yang masa masa keanggotannya akan segera berakhir tahun ini.

Bersama dengan Indonesia, empat anggota baru lainnya adalah Afrika Selatan mewakili kawasan Afrika, Republik Dominika untuk kawasan Amerika Latin dan Karibia serta Jerman dan Belgia untuk kawasan Eropa Barat dan negara lain.

https://www.teraslampung.com/soal-pengusiran-imigran-menlu-retno/

Menteri Luar Negeri, RI Retno Marsudi melalui konfererensi video langsung usai mengikuti acara pemilihan anggota tidak tetap DK PBB dalam Majelis Umum PBB di New York mengatakan bahwa Indonesia akan memberikan perhatian lebih terhadap isu Palestina.

"Isu Palestina akan menjadi perhatian Indonesia selama Indonesia menjadi anggota di Dewan Keamanan PBB," ujar Retno.

http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/hukum/14/12/08/ng9dq4-hebattolak-amnesty-jokowi-bakal-tetap-jalankan-eksekusi-mati

Menurut admin perkataan Menlu RI tersebut memang terlihat biasa-biasa saja bagi negara lainnya, namun hal tersebut tidak berlaku bagi Israel. Sikap Indonesia yang terang-terangan membela dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina akan langsung bergesekan dengan kepentingan Israel yang ingin mengklaim tanah Palestina dan mendirikan negara 'ilegal' di kawasan tersebut.

Dengan masuknya Indonesia menjadi anggota DK PBB, kekuatan 'jual' politik dan pengaruh Indonesia di mata dunia internasional juga akan meningkat drastis, sehingga akan membuat lobi Israel kepada para pemimpin dunia untuk menekan pejuang Palestina akan jauh lebih sulit ke depannya. Apalagi bila Israel sampai berani melakukan serangan militer terhadap Palestina, bisa jadi Indonesia akan marah besar dan mendesak PBB untu melakukan intervensi militer, bagaimana pendapatmu?

Sumber:

www.industry.co.id/read/35707/palestina-perhatian-indonesia-selama-jadi-dk-pbb

MUI: Kunjungan ke Israel Rusak Citra Indonesia

MUI: Kunjungan ke Israel Rusak Citra Indonesia


10Berita, JAKARTA - Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhyidin Junaidi menanggapi isu kunjungan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) ke Israel yang saat ini ramai diperbincangkan. Menurut dia, kunjungan tersebut tidak perlu dilakukan karena hal itu secara etika diplomasi, politik dan agama sangat bertentangan.

"Apalagi kunjungan yang dibalut dengan ornamen budaya dilakukan saat ratusan warga Palestina dibunuh secara biadab oleh tentara Israel," ujar Muhyidin dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (9/6/2018), seperti dilansir Republika.co.id.

Menurut dia, jika kunjungan itu tetap dilakukan maka akan menabrak rambu konstitusi dan akan merusak citra Indonesia dan mengganggu hubungan Indonesia dengan Palestina dan bangsa Arab.

Menurut dia, kesepakatan extra ordinary summit OKI di Jakarta tentang penyelamatan Alquds Syarif secara gamblang dinafikan dan diabaikan.

"MUI minta agar yang bersangkutan diberikan sanksi moral dan sebagainya dan administratif karena telah melakukan moral hazard yang sangat berbahaya bagi perjuangan bangsa Palestina," ucapnya.

Muhyidin menjelaskan, alasan kunjungan yang disampaikan untuk mengubah konflik menjadi kerja sama adalah slogan yang absurd dan usang. Karena, Israel menjadikannya sebagai trap (jebakan) untuk merayu pihak-pihak tertentu untuk menjadi mitranya guna memperbaiki citra negara Yahudi di dunia International.

"Kunjungan tersebut sangat melukai perasaan umat Islam. Indonesia dan masyarakat dunia yang cinta damai," tegas Muhyidin.

Diberitakan sebelumnya, Israel telah mengundang Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang juga Katib Aam (Sekjen) Suriyah PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf menjadi pembicara di Israel.

Pengundangnya adalah the Israel Council on Foreign Relations (ICFR), forum independen mempelajari dan membahas isu-isu kebijakan luar negeri, terutama terkait Israel dan bangsa Yahudi. ICFR beroperasi dengan bantuan WJC (World Jewish Congress/Kongres Yahudi Dunia).

Dalam salinan surat undangan, Yahya diminta menyampaikan kuliah umum berjudul Shifting Geopolitical Calculus: From Conflict to Cooperation. Acaranya digelar pada Rabu pekan depan (13 Juni 2018) pukul enam waktu setempat di the David Amar Worldwide North Africa Jewish Heritage Center, Yerusalem.

Wartawan Israel, Simon Arann, melalui akun twitternya juga menginformasikan akan datanganya Yahya Cholil Staquf ke Israel.

Dengan bahasa Ibrani, Simon Arann menulis:

למרות שאין יחסים דיפלומטיים ביו ישראל לאינדונזיה,
איש הדת האינדונזי הבכיר,
מזכ"ל פורום אנשי הדת
Kyai Haji Yahya Cholil Staquf,
מוזמן להרצאה במכון דיין בשבוע הבא.

רמז לבאות??...
ברוך הבא לישראל!!

Terjemahan:
[Meskipun tidak ada hubungan diplomatik antara Israel dan Indonesia,
Ulama senior Indonesia,
Sekretaris Jenderal NU
Kyai Haji Yahya Cholil Staquf,
Diundang ke ceramah di Institut Dayan minggu depan.

Selamat datang di Israel !!]

למרות שאין יחסים דיפלומטיים ביו ישראל לאינדונזיה,
איש הדת האינדונזי הבכיר,
מזכ"ל פורום אנשי הדת
Kyai Haji Yahya Cholil Staquf,
מוזמן להרצאה במכון דיין בשבוע הבא.

רמז לבאות??...
ברוך הבא לישראל!! pic.twitter.com/M0HaLMdpDr

— שמעון ארן شمعون آران (@simonarann) 7 Juni 2018


Undangan bagi Yahya itu muncul di tengah kecaman dunia terhadap Israel yang telah membantai ratusan warga Gaza Palestina yang melakukan aksi di perbatasan Gaza. Bahkan Jumat pekan lalu seorang relawan medis Razan An-Najjar tewas ditembak sniper tentara Israel.

Israel memang getol mengundang tokoh dan ulama Indonesia. Negara Bintang Daud ini berharap mereka yang pernah diundang mau menyebarluaskan propaganda Israel tidak sebengis sangkaan kaum muslim di Indonesia.

Sumber :Portal Islam 

Mengejutkan, Anak Petani: Celengan Kucing Ini Untuk Palestina, Syaikh!

Mengejutkan, Anak Petani: Celengan Kucing Ini Untuk Palestina, Syaikh!


10Berita, “Sungguh, bukan mereka yang membutuhkan kita, namun justru kitalah yang membutuhkan mereka!”

Wajah jamaah tertunduk, meresapi setiap kata-kata yang diucapkan Syaikh Anwer melalui penerjemahnya.

Sore itu adalah sore terakhir dalam perjalanan agenda safari Ramadhan bersama ulama Palestina yang diadakan Sadaqa Mulia dan Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Tolitoli.

Hujan deras masih mengguyur halaman Masjid Darul Hijrah desa Tinigi, sebuah desa kecil di pelosok Tolitoli sebagian besar jamaah masjid duduk penuh takzim menyimak kajian Ashar hari itu.

Namun berbeda dengan seorang gadis kecil, dengan wajah mungil yang penuh semangat. Dari barisan shaf perempuan, dia berjalan cepat menuju ke depan berusaha menerobos shaf jamaah laki-laki agar bisa lebih dekat dengan sang Syaikh.

“Sebentar, Dik” ucap salah satu jamaah menahannya. “Kalau mau cium tangan atau mau foto bareng, sebentar selesai Syaikh ceramah baru bisa,” lanjutnya lagi sambil tersenyum.

Wajah anak itu tertunduk, mencoba duduk kembali sembari memegang sesuatu yang sedari tadi dipeluk erat di dalam kerudung mukena birunya.

“Kelak di akhirat nanti…” Syaikh anwer melanjutkan kajiannya. “Ketika Allah bertanya; apakah yang telah kau berikan untuk menjaga masjid suciKu, Masjid al-Aqsa?” lanjutnya.

“Para penduduk Palestina itu sudah mempunyai jawaban yang pasti; Kami telah korbankan jiwa kami, harta kami, rumah kami, keluarga kami, sampai nyawa kami utk menjaganya!” lanjut Syaikh Anwer sambil menahan haru.

Suasana semakin syahdu, hujan di luar mulai reda menyisakan gerimis yang masih menari bersama alunan suara kodok, merdu menyenandungkan tasbih pada Penciptanya.

“Tahukah antum sekalian,” ucap syaikh, “Bahkan penduduk Palestina itu berkata; kami di sini siap untuk mewakili kewajiban setiap umat muslim di seluruh dunia untuk menjadi martil demi menjaga Masjid al-Aqsa dan kota suci Palestina!”

Jamaah tertunduk haru, sebagian mulai membasuh matanya yang mulai berkaca-kaca. Seperti ada perasaan rindu, ada perasaan menyesal, ada semangat yang tengah berkecamuk dalam dada. Semua bercampur menjadi satu membayangkan wajah-wajah teduh warga Kota Suci itu..

“Lalu bagaimana dengan antum sekalian di sini, wahai saudaraku?” Bergetar, Syaikh Anwer bertanya pada jamaah. “Apa yang hendak kalian jawab ketika nanti di akhirat Allah menanyakan hal yang sama? Sudahkah antum sekalian menyiapkan jawabannya?” ungkapnya.

Tak ada yang mampu menjawab. Jamaah membisu, larut dalam suasana harunya. Tiba-tiba dari barisan shaf laki-laki, berdiri sosok gadis kecil tadi. Sekuat tenaga ia berlari menuju Syaikh, tak ada lagi yang mampu menahan bahkan mengejarnya.

Syaikh Anwer kaget, melihat sosok gadis kecil berlari ke arahnya kemudian langsung memeluknya erat, menangis sejadi-jadinya dalam pelukannya seolah tak ingin lepas lagi.

Syaikh membalas pelukannya sembari mengalungkan sebuah syal untuk anak itu. Perlahan dari balik kerudungnya, gadis kecil tadi mengeluarkan sebuah benda mungil berwarna hijau.

“Ini untuk Palestina, Syaikh!” masih dalam tangisnya, anak itu menyerahkan celengan kucingnya kepada Syaikh.

Sontak seluruh isi masjid bergemuruh, lantunan takbir saling bersahutan dari lisan jamaah. Ucapan hamdalah terus bersenandung menaungi setiap ruangannya.

Sore itu, dari sang gadis kecil, putri dari seorang petani dan guru ngaji itu, jamaah diajarkan tentang makna keikhlasan, tentang makna kedermawanan, tentang makna menjadi seorang muslim sejati, yang pasti kan merasa sakit ketika saudara muslim lain tengah tersakiti.

Dari gadis kecil itu pulalah kita diajarkan tentang makna “Infaq Terbaik”. Yang kita tak pernah tahu, entah telah berapa lama tabungannya itu dikumpulkan untuk masa depannya. Namun ia sadar bahwa di belahan bumi lain, ada saudaranya yang lebih membutuhkan..

Perlahan, satu persatu jamaah mulai berdiri, berebut ingin memberikan infaq terbaiknya, berlomba-lomba dengan segala kemampuannya untuk mengobati duka saudara-saudaranya di Palestina. Paling tidak, kelak ketika Allah bertanya apa yang telah diberikan untuk Masjid Al Aqsa, mereka sudah punya jawabannya.

Sore itu, langit di luar sudah mulai cerah, hujan telah benar-benar berhenti, namun gerimis-gerimis lembut kini telah berpindah menggenangi wajah-wajah para jamaah yang rindu akan saudara-saudaranya yang nun jauh di sana.

“Birruh biddam nabdika ya Aqsa!”

Oleh: Jefry Akase

Sumber :bersamadakwah

Wartawan Senior: REZIM PARANOID, Abad Kegelapan Akademisi dan Perguruan Tinggi Kita, Mengingatkan Masa INKUISISI

Wartawan Senior: REZIM PARANOID, Abad Kegelapan Akademisi dan Perguruan Tinggi Kita, Mengingatkan Masa INKUISISI


Abad Kegelapan Akademisi dan Perguruan Tinggi Kita

Oleh: Hersubeno Arief
(Wartawan senior)

Dunia akademis dan perguruan tinggi kita sedang memasuki abad kegelapan. Persekusi dan stigma radikal yang disematkan oleh BNPT dan Menristek Dikti mengingatkan kita pada masa-masa inkuisisi di Spanyol (1.478- 1. 834), di Italia (1.208-1.834).

Inkuisisi (Roman Catholic Tribunal) adalah sebuah pengadilan yang dibentuk oleh gereja Katolik Roma untuk memberantas praktik-praktik agama yang dinilai sebagai bid’ah. Tidak boleh ada pemikiran yang berbeda apalagi bertentangan dengan doktrin dan keyakinan gereja. Para pemimpin gereja adalah pemilik monopoli kebenaran.

Tujuan inkuisisi adalah quoniam punitio non refertur primo & per se in correctionem & bonum eius qui punitur, sed in bonum publicum ut alij terreantur, & a malis committendis avocentur. Hukuman bukan dijatuhkan terutama dan demi perbaikan dan kebaikan si terhukum, melainkan demi kebaikan masyarakat agar orang-orang lain menjadi takut dan menjauhkan diri dari kejahatan-kejahatan yang hendak mereka lakukan. Jadi targetnya adalah efek jera massal di masyarakat.

Tak lama setelah dinasti Ummayah (711-1.492) jatuh di Andalusia, Raja Spanyol Ferdinand dan Ratu Isabella mengeluarkan sebuah dekrit yang kemudian dikenal sebagai Dekrit Alhamra (1492). Warga Yahudi dan Islam diperintahkan keluar Spanyol. Bila ingin tetap bertahan harus pindah agama menjadi Katolik. Mereka yang menolak berpindah agama disiksa dan banyak yang dibunuh.

Di Italia seorang filsuf, astronom, dan ahli matematika Galileo Galelei diadili oleh gereja Katolik karena mendukung teori Copernicus bahwa bumi mengelilingi matahari. Sebuah keyakinan yang bertentangan dengan doktrin gereja. Galileo pada tanggal 13 Februari 1633 diadili dan dijatuhi hukuman seumur hidup. Ada yang menyebut Galileo dihukum mati. Profesor matematika di Universitas Padua, Italia itu meninggal dunia pada tahun 1642.

Di Indonesia sejumlah guru besar dan tenaga pengajar di beberapa perguruan tinggi saat ini sedang menghadapi sidang kode etik dan diberhentikan dari jabatannya, karena diduga menjadi pendukung Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Para Rektor dan petinggi kampus menjelma menjadi hakim yang suci, seperti petinggi gereja pada awal abad ke-15. Sementara Menristek Dikti menjadi semacam Paus yang sangat berkuasa dan pemegang otoritas kebenaran.

Di ITS Dekan Fakultas Teknologi Kelautan Profesor Daniel M Rosyid dan beberapa orang dosen lainnya diberhentikan sementara dari jabatannya karena sebuah postingan di medsos yang menyebut mereka sebagai pendukung HTI.

Di Universitas Diponegoro, Semarang Profesor Suteki seorang guru besar ilmu hukum juga diberhentikan sementara dan menjalani sidang kode etik. Suteki pernah menjadi saksi ahli di Mahkamah Konstitusi (MK) untuk HTI yang mengajukan judicial review  atas pembubaran HTI oleh Depkumham. Suteki disidang karena postingan statusnya di medsos yang mendukung khilafah. Ribuan orang menandatangani petisi yang dibuat untuk mendukungnya.

Di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta dua orang tenaga pengajarnya juga dinonaktifkan karena diduga menjadi anggota HTI. Di kampusnya Presiden Jokowi ini Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dicekal ketika akan menyampaikan ceramah Ramadhan di masjid kampus. Sementara di ITB sebuah organisasi mahasiswa yang diduga berafiliasi dengan HTI dibekukan.

Menristek Dikti M Nasir memberikan ultimatum yang sangat keras “Kembali ke pangkuan NKRI, atau dipecat.” Sebuah statemen yang sulit kita bayangkan akan keluar dari mulut seorang menteri yang nota bene juga akademisi.

Statemen Nasir mengingatkan kita pada masa Orde Baru ketika lembaga seperti Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Komkamtib) masih sangat eksis dan berkuasa.

Nasir juga menyatakan akan mendata dan memonitoring nomor HP dan akun medsos para tenaga pengajar dan mahasiswa. “Kami lakukan pendataan. Dosen harus mencatat nomor hp yang dimiliki. Mahasiswa medsosnya dicatat. Tujuannya agar mengetahui lalu lintas komunikasi mereka itu seperti apa dan dengan siapa,” ujarnya.

Pernyataan Nasir merupakan respon atas sebuah data yang dilansir oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bahwa sebanyak tujuh perguruan tinggi negeri (PTN) yang terpapar radikalisme. Ketujuh PTN itu adalah UI, IPB, ITB, UGM, Undip, Unair, dan Unibraw.

Sungguh dahsyat! Kita bisa membayangkan betapa waktu seorang Menristek Dikti dan jajarannya akan habis tersita untuk mengawasi lalu lintas komunikasi di HP dan medsos. Berdasarkan data BPS 2014 total perguruan tinggi di Indonesia sebanyak 3.280. Terdiri dari 99 PTN, dan 181 PTS. Total jumlah mahasiswanya sebanyak kurang lebih 5.8 juta orang. Dengan tenaga pengajar sebanyak 250 ribu orang. Saat ini diperkirakan jumlah mahasiswa dan dosen di Indonesia sebanyak 8 juta orang.

Menristek mengaku akan menggandeng Kementrian Kominfo untuk mengawasi HP dan medsos mahasiswa dan dosen. Belum ada respon dari Menteri Kominfo atas tambahan beban kerja dari rekan di kabinetnya itu.

Rezim paranoid

Tindakan Nasir tadi semakin menunjukan indikasi yang kuat bahwa rezim Jokowi sedang panik, dan paranoid. Semua kegiatan masyarakat ingin mereka awasi dan kendalikan. Sebuah situasi yang disebut sebagai Orwellian. Mengacu pada sebuah novel karya George Orwell “1984” dimana sebuah rezim mengontrol secara keras dan brutal warganya melalui manipulasi, propaganda, penolakan, dan “unperson“. Seseorang yang masa lalunya dihapuskan dari ingatan publik.

Ciri-ciri tersebut dalam batas-batas tertentu sudah muncul di bawah pemerintahan Jokowi. Seseorang yang kritis, berbeda pendapat dengan pemerintah distigma, dilarang atau dihalang-halangi berceramah, dihukum, atau dinonaktifkan dari jabatannya.

Kementrian Agama mengeluarkan rekomendasi ulama yang boleh menyampaikan ceramah, sejumlah masjid juga disebut terindikasi radikal.

Bersama Menristek, Menteri Agama dan pemerintah telah menjelma menjadi pemilik monopoli kebenaran. Coba perhatikan kriteria daftar 200 mubalig dari Kemenag: kemampuan agama yang mumpuni, reputasi yang baik, dan berwawasan kebangsaan. Jadi kemenag menjadi pemegang otoritas keilmuan, reputasi, dan wawasan kebangsaan sekaligus. Sementara Menristek Dikti lebih tegas lagi. “Kembali ke pangkuan NKRI, atau dipecat!.”

Sejak kapan seorang Menristek menjadi pemegang otoritas dan bisa menentukan seseorang cinta NKRI atau tidak? Menjalankan UUD 45 atau tidak? Pancasilais, atau tidak?

Sejak kapan seorang Menristek Dikti menjadi seorang “Panglima Kopkamtib” yang berwenang membatasi kebabasan akademis? Sejak kapan di negara demokrasi kebebasan berpikir, berpendapat dibatasi.

Kemerdekaan berekspresi, berpendapat secara lisan maupun tulisan adalah fitur utama demokrasi. Seseorang boleh menyatakan apa saja pendapatnya, termasuk masalah khilafah. Kita boleh tidak setuju, tapi tidak boleh membatasi pendapat orang lain, apalagi melarang dan menindasnya dengan otoritas kekuasaan. Yang tidak boleh ketika sebuah gagasan dipaksakan, apalagi kemudian melakukan perlawanan bersenjata.

Mengacu pada inkuisisi, proses persekusi, stigma radikal, dan berbagai stigma lainnya terhadap kelompok oposisi maupun mereka yang kritis terhadap pemerintah, tujuannya untuk menakut-nakuti masyarakat. Namun dalam sebuah negara demokrasi, Anda juga bebas memilih. Tunduk dan patuh pada kekuasaan, atau melawan dan memperjuangkan sebuah kebebasan.

Sumber: https://www.hersubenoarief.com/artikel/abad-kegelapan-akademisi-dan-perguruan-tinggi-kita/

Insha Allah Lebaran Tahun Ini Bareng

Insha Allah Lebaran Tahun Ini Bareng


10Berita -ALLAH akan meningkatkan derajat orang yang beriman dan berilmu (Al Qur’an,  Almujadillah:11). Jadi Allah akan mengangkat derajat manusia di dunia maupun di akhirat, tidak cukup hanya beriman saja, akan tetapi juga berilmu.

Menurut jumhur ulama pengertian ilmu di sini termasuk sain dan teknologi.

Allah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan menetapkan orbitnya, supaya kalian mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu. Allah menjelaskan tanda-tanda (kebesarannya) bagi orang yang berilmu (Alqur’an, Surah Yunus: 5).

Mungkin istilah Fiqih Sain tidak terlalu akrab di kalangan ulama kita, akan tetapi sejatinya masalah ini sudah lama dipraktikan. Sebagai contoh; perintah berhaji hanya menyinggung kendaraan unta (Alqur’an, Surah Al Hajj: 27), sementara kini  orang yang menunaikan ibadah haji menggunakan kendaraan mobil, kapal laut, dan pesawat udara.

Jadi unta ditempatkan sebagai simbol kendaraan yang fungsinya sebagai alat transportasi, bukannya kalau berhaji harus naik unta. Contoh lain, di zaman Nabi dan para sahabat, setiap kali akan melakukan salat lima waktu mereka akan melihat ke langit. Salat Subuh dilakukan saat terbit fajar di Timur, salat Magrib dilakukan saat matahari terbenam di Barat, Zuhur saat matahari berada tegak lurus di atas kepala, dan demikian seterusnya.

Saat teknologi jam ditemukan, waktu salat kemudian dikonversikan ke jam. Selanjutnya, setiap kali akan menunaikan salat wajib lima waktu, orang cukup melihat jam dan tidak perlu lagi melihat ke langit. Jadi melihat ke langit, bukan bagian dari ritual salat, akan tetapi untuk memastikan waktu salat saja. Bahkan kini dengan aplikasi, suara azan sebagai pengingat waktu bisa muncul dari handphone kita.

Hal serupa seharusnya juga dilakukan untuk menentukan pergantian bulan dalam kalender Hijriyah, karena hal ini berimplikasi pada hari penting dalam Islam, seperti saat menentukan Ramadhan dan Idul Fitri.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Saat teknologi belum maju, kita berdebat antara cara rukyah (melihat langsung posisi bulan) dengan Hisab (perhitungan Astronomi posisi bulan). Setelah munculnya teknologi modern, khususnya yang berbasis satelit yang dapat melihat posisi bulan kapan saja tanpa terhalang cuaca, maka perdebatan bergeser, antara prinsip Wujudul Hilal (bulan nampak berdasarkan pandangan dengan teknologi) dengan prinsip Imkanu Rukyah (bulan dianggap terlihat dari Bumi).

Kedua prinsip ini sama-sama menggunakan teknologi mutakhir dan dapat dilakukan kapan saja. Dengan prinsip ini, menjadi kabur cara pandang hisab dan rukyah, karena keduanya dilakukan secara bersamaan.

Tahun ini, menurut Ketua Asosiasi Dosen Falak Indonesia Ahmad Izzudin, secara alamiah posisi Bulan akan berada sekitar 7 derajat pada awal Bulan Syawwal mendatang. Dengan demikian kriteria Imkanu Rukyah (2 atau 3 derajat) akan terlampaui, demikian juga prinsip Wujudul Hilal yang menggunakan prinsip di atas 0 derajat. Dengan demikian Insya Allah Idul Fitri tahun 2018 ini akan bareng jatuh pada: 15 Juni.

Ketua LAPAN Thomas Djamaluddin bahkan memprediksi sampai dua tahun ke depan, fenomena alam ini tidak akan berubah.

Kalau demikian adanya, mengapa tidak segera diumumkan agar masyarakat luas mendapat kepastian? Jika Sidang Isbat dianggap masih diperlukan, mengapa harus menunggu H-1, padahal dengan teknologi yang kita miliki, sidang Isbat bisa dilakukan kapan saja. Bahkan, kini mulai muncul aplikasi yang bisa diakses melalui handphone untuk melihat posisi bulan dari berbagai belahan bumi, sehingga masyarakat awam pun akan bisa melihat kapan datangnya Ramadhan atau Idul Fitri.

Akhirnya saya hanya ingin mengingatkan, agar Kementrian Agama melakukan kegiatan-kegiatan yang memberi manfaat kepada umat, dan jangan sampai terlambat menyadarinya, karena hal ini bisa menjatuhkan kredibilitasnya. [***]

Penulis: Dr. Muhammad Najib, Direktur Eksekutif Center for Dialogue and Cooperation among Civilization

Sumber :Eramuslim 

Segel Pulau Reklamasi, Anies BANJIR Pujian Bekas Relawan Jokowi

Segel Pulau Reklamasi, Anies BANJIR Pujian Bekas Relawan Jokowi


10Berita, Langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyegel ratusan bangunan di Pulau D Reklamasi Teluk Jakarta menuai apresiasi dari bekas relawan Joko Widodo.

Mantan relawan Jokowi yang tergabung dalam Komunitas Relawan Sadar Indonesia (Korsa) menilai bahwa tindakan itu merupakan bukti konsistensi Anies terhadap janji kampanye.

“Selain itu, juga menjadi bukti Anies pro terhadap penegakan hukum berkeadilan,” tutur Koordinator Korsa Amirullah Hidayat dalam keterangan tertulis, Sabtu 9 Juni 2018.

Langkah dan tindakan luar biasa ini, sambungnya, harus didukung oleh seluruh rakyat Indonesia. Sebab kebijakan ini penuh risiko dan tantangan.

“Seperti kita ketahui bersama bahwa proyek reklamasi ini bisa berjalan karena di-backup dan didukung oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo,” ujarnya.

Dia kemudian mencontohkan saat Pemerintahan Jokowi, melalui Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan yang ngotot agar reklamasi terus berlanjut. Bahkan supaya proyek reklamasi berjalan, dibuat langkah skenario penerbitan sertifikat oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Meski dengan prosedur yang tidak sesuai dengan administrasi. Tentu kebijakan penyegelan ini penuh risiko yang dihadapi oleh Gubernur DKI Jakarta ini,” ujar Amir.

Sumber: RMOL

PKS: Semakin Tebar Fitnah, Semakin Jelas Akan Kalah

PKS: Semakin Tebar Fitnah, Semakin Jelas Akan Kalah


10Berita – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sohibul Iman menuliskan sebuah cuitan yang membahas oknum-oknum yang justru gencar menebar fitnah di bulan Ramadan.

Dilansir TribunWow.com, melalui akun Twitter @msi_sohibulimanyang ia tulis pada Kamis, (7/6/2018).

Sohibul Iman merasa prihatin dengan kondisi fitnah di bulan ramadan yang marak dilakukan sejumlah oknum.

Ia berpesan sebaiknya di bulan ramadan ini menjadikan umat islam semakin gencar beribadah.

Inilah cuitan Sohibul Iman selengkapnya:

“Di Ramadhan orang-orang beriman berburu rahmat, ampunan, dan syurga dengan beribadah baik yang wajib maupun sunnah.

Dan berusaha menghindari dosa dan juga yang mubah.

Tapi saya heran ada pihak2 yang di Ramadhan ini malah gencar tebar fitnah.

Apa mereka masih percaya akhirat? Apa yang sedang mereka buru? #KembaraJiwa

Jika yang diburu itu kekuasaan burulah dengan cara yang benar bukan dengan fitnah nan keji.

Fitnah yang membabi buta menunjukan kepanikan dan ketakutan hadapi kontestasi terbuka.

Semakin tebar fitnah semakin jelas akan kalah. Lebih baik tenangkan diri, burulah lailatul qodar. Lbh mulia dari kekuasaan.

Ktk sdh tdk mampu melawan arus perubahan yg makin hari disambut rakyat (#2019GP), jalan pintas yg mungkin adlh dg membungkam pr pembawa pesan tersebut (kill the messangers) secara moral (character assasination).

Ada yang difitnah selingkuh, teroris, dsb. Duh kekuasaan sdh membutakan hati.

Tp seperti kata Ernest Hemingway, “man can be destroyed but not defeated”.

Para pembawa pesan perubahan itu bisa saja dihancurkan tapi mereka tidak dapat ditaklukkan.

Pesan2 perubahan akan terus hidup dan melawan semua yang merintanginya sekalipun para messanger-nya dihancurkan. Tentu dengan izin Allah swt,” tulisnya.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Diketahui, gerakan #2019Ganti Presiden bermula dari Ketua DPP Partai PKS, Mardani Ali Sera.

Diketahui sebelumnya, dalm waktu dua bulan terakhir beredar beberapa atribut seperti gelang, kaus dengan #2019GantiPresiden.

Awalnya, gerakan itu secara terang-terangan dilakukan oleh Mardani Ali Sera.

Bahkan, saat acara Indonesia Lawyer Club (ILC), Mardani Ali Sera membagikan gelang yang betuliskan #2019GantiPresiden.

Oleh Mardani, gelang karet tersebut disebut sebagai komunikasi milenial.

Kemudian gerakan itu juga diikuti oleh partai Gerindra.

Kini, gerakan tersebut makin mereka gencarkan dengan pembuatan video klip lagu #2019 Ganti Presiden.[]

Sumber :tribunnewsn

Rizieq Teriak Koalisi Keumatan, SBY Mulai Tabuh Genderang Perang buat Jokowi!

Rizieq Teriak Koalisi Keumatan, SBY Mulai Tabuh Genderang Perang buat Jokowi!

BANDARpost, Meski secara elektoral Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab tak memiliki kekuatan dan posisi tawar politik, tetapi harus diakui, kharismanya masih cukup berpengaruh di kalangan elite politik, khususnya yang berseberangan dengan Presiden Jokowi.

Habib Rizieq duduk bersebelahan dengan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto. (Gambar: news.detik.com)

Rizieq masih diposisikan sebagai "trigger" identitas keislaman eksklusif yang mampu membangkitkan gairah politik untuk menumbangkan Jokowi. Gerindra, misalnya, meski bukan parpol berbasis Islam, tetapi para elite-nya merasa sangat "enjoy" ketika diberi stempel Islam.

Begitu dominannya pengaruh kharisma Rizieq, elite Gerindra makin percaya diri untuk memulangkan Jokowi ke tempat asalnya, Solo Jateng.

Demikian juga dengan Demokrat. Meski secara langsung tidak berkiblat pada Rizieq, pola permainan dan komunikasi politiknya, disadari atau tidak, mengikuti alur "tarian politik" yang dikembangkan Rizieq melalui Persaudaraan Alumni (PA) 212.

Begitulah, ketika Gerindra makin pede untuk menumbangkan Jokowi, Demokrat pun ikut latah. Ketum Demokrat SBY yang selama ini dikenal sebagai politisi senior yang santun pun tak pelak lagi terpengaruh manuver Gerindra.

Presiden ke-6 RI itu menyerukan kepada segenap kader Demokrat, baik di tingkat eksekutif maupun legislatif untuk mengawasi program-program Jokowi, khususnya terkait isu pengentasan kemiskinan dan pencegahan ketimpangan.

Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Gambar: news.detik.com)

Hal itu diserukan SBY saat memberi sambutan di acara Safari Ramadan dan Temu Kader di JCC, Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Sabtu (9/6/2018). Ia meminta kadernya mengingatkan pemerintah tentang keadilan sosial sebagai pengamalan sila ke-5 Pancasila (news.detik.com, 09 Juni 2018).

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ani Yudhoyono saat berfoto bersama kader Demokrat dalam acara temu kader dan safari ramadhan di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (9/6/2018). (Gambar: tribunnews.com)

Seruan itu bisa ditafsirkan sebagai pukulan genderang perang politik ala SBY yang lembut, tetapi menusuk tajam. Jika dilihat gelagatnya, kemungkinan besar Demokrat akan kian menjauh dari Jokowi.

Bukan mustahil pula bakal merapat ke Prabowo atau membangun poros baru bersama PKB dan PAN. Kita tunggu saja! ***

Sumber :UC News