OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Rabu, 13 Juni 2018

Wanita Ini Beberkan “Ranking 1 Bukan Kunci Sukses”, Ini Cara Deteksi Kecerdasan Anak yang Tepat

Wanita Ini Beberkan “Ranking 1 Bukan Kunci Sukses”, Ini Cara Deteksi Kecerdasan Anak yang Tepat

10Berita, Mungkin bunda selama ini melihat kecerdasan anak berdasarkan ranking, tapi taukah selama ini bunda salah, ada ilmu dan tips yang tepat mendeteksi kecerdasan ana lewat nilai rapor yang ada perhitungannya.

Salah satu akun facebook membagikan ilmunya untuk para orang tua, supaya bisa melihat potensi yang dimiliki anak bunda.

Pasti bunda juga sering melihat rapor anak seusai pembagian, tapi kadang hanya melihatnya saja, atau jika dapat ranking ya sudah dibiarkan saja.

Padahal mengetahui kemampuan, kecerdasaan, potensi anak sangat penting juga, karena bisa dikembangkan dan didukung agar lebih maju dan lebih sukses nantinya.

Akun facebook bernama Diana Agustin, menuliskan ilmu yang sangat berguna dan bermanfaat bagi bunda yang ingin mejadikan anaknya sukses nanti.

Seperti ini tulisan asli Diana Agustin yang diunggah di akun Facebooknya:

Akhir bulan Desember adalah penerimaan raport buat para putra-putri kita. Saya ikut bahagia di hari yang penuh ceria ini , dan ijinkan saya berbagi tips buat bapak ibu semua.

Tips berikut barangkali memiliki sudut pandang yang mungkin berbeda. Namun jika perspektifnya sama, alhamdulillah. Yang utama semoga bermanfaat untuk kita semua.

Raport adalah *Progress Report Pembelajaran* laporan perkembangan ananda selama satu semester dalam menempuh seperangkat materi pelajaran dan *BUKAN hasil akhir*

Oleh karenanya saat menerima raport lakukan hal-hal berikut:

[1] Tutup raport terlebih dulu! Tanyakan kpd ananda Pelajaran apa yg ia sukai dan siapakah guru yg ia sukai. Ini akan berpengaruh terhadap nilai di dalam raport.

Belajar adalah hasil kerja mental emosional (EQ) yg kemudian mengarahkan kemampuan kognitif nya (IQ) untuk meresponnya untuk memperoleh nilai-nilai belajar.

[2] Buka raport. Fokus kepada nilai TERTINGGI yg ada di raport. Coba cek adakah signifikansi dg pelajaran yg diminati anak dan gurunya yang dia sukai.

Sekali lagi FOKUS lah kepada NILAI TERTINGGI karena disitulah KELEBIHAN ananda. Itulah Anugerah terindah dari Tuhan Allah yang diberikan. Terima dan Syukuri!

Berikan senyuman dan ucapan dg kalimat yg berisi pujian, apresiasi dan penghargaan dg tulus kpd ananda atas prestasinya.

[3] Perhatikan nilai nilai yg tertinggi dan nilai nilai pelajaran yg rendah. Perhatikan pembagian secara sederhana untuk memudahkan memetakan Oka (otak kanan) dan oki (otak kiri).

Kelompok pelajaran otak kiri (matematika, IPA/sains, fisika, kimia, biologi, teknik dll) dan otak kanan ( bahasa, seni,IPS,)

Jika Ananda dominannya di Oki maka arahkan nantinya ke jurusan sesuai bidang Otak kiri. Demikian sebaliknya.

Raport Ini juga bermanfaat untuk mendeteksi kecerdasan sekaligus penjurusan!

Jangan sekali kali memaksakan anak yg dominan di pelajaran otak kanan, misalnya, untuk kuliah / sekolah menengah di jurusan golongan otak kiri semisal Matematika, IPA, kedokteran, teknik dll.

Selain kasihan kepada anak, karena menjadi beban, juga kecerdasan anak memang bukan disitu,akhirnya hasilnya/prestasiny menjadi kurang maksimal.

[4] Tanyakan kepada ananda, nilai pelajaran apa yg rendah, mengapa bisa terjadi dan bagaimana solusinya untuk selanjutnya! Ini sekaligus berguna bagi penguatan fondasi jiwa dan mental anak.

Melatih anak agar ia menerima diri apa adanya. Memaafkan diri dan ikhlas atas kekurangan kita sbg hamba Alloh yg lemah, kurang, sehingga memotivasi diri untuk memperbaiki.

Kecerdasan spiritual (SQ) dan keimanan yg kokoh dibangun dg melihat diri bahwa manusia memiliki sekian banyak KELEBIHAN sekaligus KELEMAHANNYA…!

Maka latihlah ananda untuk belajar menerima diri apa adanya.

[5] Jangan sekali kali MEMBANDING BANDINGKAN dengan anak lain!* Karena anak anda adalah unik, berbeda dan HANYA SATU DI DUNIA tidak ada duanya.

Allah sudah memberi Fitroh terbaik! Bakat, minat, kecerdasan, modalitas belajar dan potensi yang khas yg berbeda dengan anak lain.

So Jangan dibandingkan! Karena putra putri Anda Tidak ada bandinganya. Tulisan dari sahabat berikut ini juga layak untuk diperhatikan:

Berhentilah Memamerkan Ranking Puta-putri Anda
Yang terpenting dari pendidikan itu bukan ranking. Hakekat dari pendidikan itu adalah menjadikan anak anda:

Mencintai aktivitas membaca untuk mencari pengetahuanBbisa berpikir logisTahu nilai-2 benar dan salahMampu mengembangkan bakatnyaPunya semangat juang untuk mewujudkan apa yang dia inginkan secara disiplin & konsisten.

Berhentilah Anda Menjadikan Ranking Putra-putri Sebagai Kunci Dari Keberhasilan
Ketika kita menjadikan ranking sebagai bukti keberhasilan pada anak kita, dampak terbesar adalah pada titik itulah kita berfokus. Kenyataannya TIDAK!

Saat anak anda mencintai membaca maka mereka menguasai banyak pengetahuan, tidak peduli apakah mereka punya ranking baik atau buruk.Saat anak anda bisa bepikir logis maka mereka akan mampu membangun visi dan impian mereka. Visi dan impian mereka itu tidak bisa dinilai per semester atau per semester untuk diperbandingkan antara anak satu dengan anak lainnya.Saat anak anda tahu mana nilai yang benar dan mana yang salah maka mereka akan punya integritasSaat mereka mengenal bakat mereka yang sesungguhnya maka mereka akan mampu menghasilkan karya dan dedikasi yang terbaikSaat anak anda punya semangat juang maka itulah kunci sejatinya kesuksesan hidup.

Dan ini semua tidak bisa diranking. Jika anda fokus pada ranking maka anda akan kehilangan nilai-nilai yang hakiki dalam pendidikan.

Kalau anda harus kompromi dengan sistem pendidikan sekolah maka “kompromi” anda adalah, usahakan anak anda SELALU naik kelas dan bergairah menjalani aktivitas sekolahnya.

Terakhir
Maknai nilai raport anak anda hanya sebagai salah satu indikator untuk tahu mana titik lemahnya, mana titik unggul.

Semoga dg raportan yg bapak ibu terima, semakin memotivasi untuk tumbuh kembangnya potensi dan kecerdasan serta bakat minat ananda.

Raportan bukan Raport Amal Baik dan Buruk Hari Akhir, bukan. Buku Raport ananda bukan catatan amal baik dan buruk hari akhir nanti, yang tidak bisa diperbaiki.

Raport bukan hasil akhir, ia adalah catatan hasil belajar ananda yg masih bisa dievaluasi dan diperbaiki!

Sumber: Info Seputar Jatim

Penyakit itu 90% Berasal Dari Pikiran, 10%-nya Dari Pola Makan. Gak Percaya? Ini Buktinya

Penyakit itu 90% Berasal Dari Pikiran, 10%-nya Dari Pola Makan. Gak Percaya? Ini Buktinya

10Berita, Penyakit itu 90% berasal dari pikiran, 10%-nya dari pola makan. Gak Percaya? Lihat Orang Gila, makan apa pun fisiknya sehat karena pikirannya selalu happy

Berikut korelasi daftar penyakit dengan pikiran negatif:

Marah
Marah selama 5 menit akan menyebabkan sistem imun tubuh kita mengalami depresi 6 jam.

Dendam dan Menyimpan Kepahitan
Ini akan menyebabkan imun tubuh kita mati. Dari situlah bermula segala penyakit, seperti stress, kolesterol, hipertensi, serangan jantung, rhematik, arthritis, stroke (perdarahan/penyumbatan pembuluh darah).

Stres
Jika kita sering membiarkan diri kita stress, maka kita sering mengalami gangguan pencernaan.

Khawatir
Jika kita sering merasa khawatir, maka kita mudah terkena penyakit nyeri punggung.

Mudah Tersinggung
Jika kita mudah tersinggung, maka kita akan cenderung terkena penyakit insomnia (susah tidur).

Kebingungan
Jika kita sering mengalami kebingungan, maka kita akan terkena gangguan tulang belakang bagian bawah.

Merasa Takut Berlebihan
Jika kita sering membiarkan diri kita merasa takut yang berlebihan, maka kita akan mudah terkena penyakit ginjal.

Prasangka Buruk
Jika kita suka ber-negative thinking, maka kita akan mudah terkena dyspepsia (penyakit sulit mencerna).

Emosi
Jika kita mudah emosi dan cenderung pemarah, maka kita bisa rentan terhadap penyakit hepatitis.

Apatis
Jika kita sering merasa apatis (tidak pernah peduli) terhadap lingkungan, maka kita akan berpotensi mengalami penurunan kekebalan tubuh.

Menganggap Sepele
Jika kita sering menganggap sepele semua persoalan, maka hal ini bisa mengakibatkan penyakit diabetes.

Kesepian
Jika kita sering merasa kesepian, maka kita bisa terkena penyakit demensia senelis (berkurangnya memori dan kontrol fungsi tubuh).

Bersedih dan Merasa Rendah Diri
Jika kita sering bersedih dan merasa selalu rendah diri, maka kita bisa terkena penyakit leukemia

Nah, makanya mulai sekarang kurang-kurangin deh beban pikiran dari pada jadi stres terus sakit kan gak enak

Sumber: Tips Dokter Cantik

Selasa, 12 Juni 2018

Tuding OTT KPK Janggal dan Bela Kader yang Terjerat Korupsi, PDI P Dicibir Warganet

Tuding OTT KPK Janggal dan Bela Kader yang Terjerat Korupsi, PDI P Dicibir Warganet


10Berita, PDI P membela dan tidak memecat dua kadernya, yaitu Wali Kota Blitar Muhammad Samanhudi Anwar dan Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, yang menjadi tersangka KPK.

Sekjen PDI P Hasto Kristiyanto mengatakan, penetapan tersangka terhadap dua kadernya itu, bermuatan politis. Dia menyebut, hal itu terindikasi kuat dengan rivalitas dalam pilkada di Blitar dan Tulungagung.

“Ketika kami turun ke Blitar, sepertinya ada pihak-pihak tertentu yang ingin jadi wasit dalam pilkada. Kemudian menggunakan berbagai upaya termasuk menggunakan hukum sebagai alat kekuasaan. Dan ketika kami bertemu rakyat di Tulungagung, mereka mengatakan ini bagian dari rivalitas pilkada,” kata Hasto usai melepas pemudik di Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Selasa 12 Juni 2018.

Oleh karena itu, lanjut Hasto, PDI P percaya bahwa Samanhudi dan Syahri tidak bersalah. Bahkan, kata Hasto, PDI P akan memberikan bantuan hukum kepada mereka.

“Karena itu kami lebih percaya apa yang dikatakan rakyat itu, karena elektabilitas Pak Syahri Mulyo itu mencapai 63 persen, dan Pak Samanhudi Wali Kota Blitar 92 persen. Artinya basis legitimasi sangat kuat,” tegas Hasto.

“Kami tetap memberikan dukungan, dengan melakukan advokasi di Tulungagung dan Blitar, karena ada politisasi di situ. Ada agenda-agenda tersembunyi di mana rakyat menyuarakan itu, ini ada hal yang aneh. Kalau daerah lain kami langsung pecat seketika, tapi kali ini kami bisa pastikan ini berdasar suara rakyat yang kami temui, ini tentang rivalitas pilkada,” imbuhnya.

Terlebih, menurut Hasto, penetapan tersangka oleh KPK juga sangat janggal. Sebab, dalam aksi Operasi Tangkap Tangan tersebut, dilakukan bukan kepada Samanhudi maupun Syahri, melainkan hanya pihak swasta.

“Jadi dua hari sebelum hari H terjadi OTT ada tim kampanye lawan yang mengatakan akan terjadi kejadian hal yang luar biasa. Dan kami tahu siapa orangnya itu, yang akan mengubah peta poltik di Tulungagung. Apalagi tidak ada OTT terhadap Samanhudi dan Syahri Mulyo,” terangnya.

Hasto khawatir, jika pemberantasan korupsi dilakukan tanpa mengedepankan aspek pencegahan, maka bisa terjadi suatu benturan di masyarakat.

“Karena di masa lalu itu oknum-oknum KPK tidak terlepas dari kepentingan politik di luarnya. Siapa yang bisa memastikan bahwa tidak ada pesanan terkait hal tersebut? Karena prosesnya betul menyolok dan betul tidak terlepas dari dinamika pilkada,” tutup Hasto.

------
Melihat PDI P yang tidak memecat kadernya yang terkena korupsi, PDI P pun dikecam warganet.

Berbeda dengan Partai Demokrat yang tegas memecat kader bermasalah.

Jangankan yang korupsi, yang melecehkan agama saja diproses hukum. Eh... ini PDI P justru pasang badan membela kader yang korup.

— Warta🌐Politik™ (@wartapolitik) June 12, 2018

PDIP keterlaluan sudah tau korupsi merampok uang negara merugikan rakyat bangsa dan negara masih aja di bela astagfirullah

— Sultan H (@SultanH15213868) June 12, 2018

Biar ga nyanyi....

— Ratik (@riz_kh4n) June 12, 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Hamas-Fatah Kompak Kecam Chalil Yahya Staquf

Hamas-Fatah Kompak Kecam Chalil Yahya Staquf

10Berita , Ramallah- Gerakan Fatah dan Hamas kompak mengecam kehadiran KH Chalil Yahya Staquf dalam forum Komite Yahudi Amerika di Yerusalem. Katib Aam PBNU yang juga menjabat sebagai Wantimpres itu dianggap telah melakukan kejahatan terhadap Palestina dan Muslim dunia.

“Partisipasi Yahya Staquf selaku Sekjen organisasi Muslim Indonesia Nahdlatul Ulama dalam forum ini di Yerusalem adalah pengkhianatan terhadap agama, Al-Aqsa, rakyat Palestina dan negara-negara Arab serta Islam,” ungkap Juru bicara Fatah, Osama Al Qawasmi seperti dikutip dari Palestinow.

Selain itu, dia menghimbau agar pemerintah Indonesia dan warga Indonesia untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang menjual diri mereka kepada ‘setan’ dan ingin menjadi instrumen di tangan Zionis Israel.

Selaras dengan Fatah, Hamas turut mengecam kedatangan Chalil Yahya Staquf. Dalam pernyataanya seperti dikutip dari laman resminya, Hamas menilai kunjungan tersebut telah menghina perjuangan rakyat Palestina sekaligus menghina Indonesia. Mengingat, posisi Indonesia yang sejak lama mendukung kemerdekaan Palestina dan tidak berdiplomasi dengan Israel.

“Di saat kami menghargai sikap bersejarah Indonesia dalam mendukung hak-hak rakyat Palestina dan perjuangan mereka untuk bebas dan merdeka, kami terpaksa menyatakan kecaman kami atas tindakan tercela ini,” ungkap Hamas pada Senin (11/06/2018).

“Ini tidak hanya penghinaan terhadap rakyat Palestina dan pengorbanan mereka, tetapi juga bagi rakyat Indonesia di mana yang sudah sejak lama mendukung perjuangan Palestina,” sambungnya.

Menurut Hamas, kunjungan tersebut bentuk dukungan terhadap Israel. Hamas menyebutkan bahwa Israel telah melakukan banyak kejahatan dan merampas hak-hak rakyat Palestina.

“Hamas berpendapat bahwa kunjungan ini merupakan dukungan besar bagi rezim fasis ini dan bentuk legitimasi serta memberikan lebih banyak perlindungan atas kejahatan yang mereka lakukan terhadap rakyat kami untuk seterusnya,” tukas Hamas.

Sumber: Palestinow,Hamas.ps
Redaktur: Syafi’i Iskandar, Kiblat.

Rocky Gerung; Bukan Dosen Radikal yang Bahayakan Kampus, Tapi…

Rocky Gerung; Bukan Dosen Radikal yang Bahayakan Kampus, Tapi…

10Berita – Ahil Filsafat, Rocky Gerung menanggapi isu kampus yang berkaitan dengan tindakan radikalisme.

Dilansir TribunWow.com dari akun Twitter @rockygerung pada Senin (11/6).

Mulanya, mantan dosen UI ini mengkritisi dunai pendidikan di Indonesia.

Rocky Gerung menilai, jika loyalitas guru seharusnya pada ilmu pengetahuan, bukan pada pemerintah.

“Loyalitas guru bukan terhadap pemerintah, melainkan terhadap pengetahuan. Itu dalilnya,” tulisnya.

Setelah itu Rocky melanjutkan bahwa dosen yang radikal tidak membahayakan kampus.

Namun, menurutnya, jenis dosen yang feodal yang membahayakan kampus.

“Bukan dosen radikal yang membahayakan kampus, melainkan dosen feodal,” cuit Rocky Gerung.

Rocky Lantas melanjutkan bahwa yang dimaksud dosen feodal adalah dosen yang menyingkirikan kolega demi menghamba pada atasan.

“Feodal itu menyingkirkan kolega demi menghamba kepada atasan. Ingin kuasa tapi budak. Itu paradoksnya,” tulisnya.

Diketahui sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) diminta menjelaskan metodologi apa yang digunakan dalam menentukan bahwa sebuah perguruan tinggi terpapar radikalisme.

“Dari BNPT harus menjelaskan metodologi dalam menentukan kampus yang terpapar radikalisme,” terang Rektor Universitas Paramadina, Firmanzah dalam diskusi bertajuk Gerakan Radikal di Kampus, Sabtu (9/6/2018) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Diketahui, BNPT telah merilis hasil penelitian mereka tentang tujuh perguruan tinggi negeri yang menjadi tempat berkembangnya radikalisme.

Ketujuh kampus tersebut yakni Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Diponegoro, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Airlangga dan Universitas Brawijaya. (tn)

Sumber :Eramuslim 

2016 Tolak Undangan Dialog ke Israel, KH Cholil Nafis: Itu Hanya untuk Melegitimasi Israel Saja

2016 Tolak Undangan Dialog ke Israel, KH Cholil Nafis: Itu Hanya untuk Melegitimasi Israel Saja



10Berita, JAKARTA —KH Cholil Nafis, Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat mengungkapkan bahwa dirinya pernah diundang untuk hadir ke Israel.

Saya sudah pernah diundang tahun 2016 untuk hadir ke sana (Israel), meskipun saya niatnya menyampaikan kebenaran tapi dilarang para kiai,” ujar Kyai Cholil dalam akun twitter @cholilnafis, Selasa (12/6/2018).

Karena dilarang para kyai, ia pun urung menghadiri undangan ke Israel. “Menurut para masyayikh akan menjadi kontra produktif dan hanya jadi racun bagi saya. Tahun 2017 saya mengikuti konferensi kemerdekaan Paletina di Lebanon,” jelas Kyai Cholil.

Kepada Voa Islam, Kyai Cholil mengungkapkan bahwa model dialog sudah sering digunakan kepada Israel, tapi tidak berbuah hasil. Justru undangan dialog akan dimanfaatkan Israel.

“Biasanya hanya untuk melegitimasi saja dan memberi gambaran bahwa didalamnya tak seperti yang diberitakan oleh media,” tegas Kyai Cholil.* [Syaf/]

Sumber : voa-islam.com

Pengamat Pendidikan; Apa Urgensinya BIN Masuk Kampus?

Pengamat Pendidikan; Apa Urgensinya BIN Masuk Kampus?

10Berita – Pengamat Pendidikan Indra Charismiaji menilai, Badan Intelijen Negara (BIN) tidak perlu masuk ke kampus-kampus untuk mengetahui kebenaran isu radikalisme di perguruan tinggi. Dia bahkan mempertanyakan urgensi atas usulan BIN masuk ke kampus-kampus tersebut.

“Apa hasil yang mau dicapai? Kalau penangkapan teroris seperti di UNRI sih sah-sah saja. Tapi kalau cuma untuk survei, sayang aja APBN-nya,” ungkap Indra saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (12/6).

Indra menilai, sebaiknya pemerintah fokus pada pembenahan sistem pendidikan di Indonesia mulai dari jenjang sekolah dasar hingga pendidikan tinggi. Sebab merujuk pada beberapa survei seperti yang dilakukan Wahid Foundation, Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta dan lainnya, menurut Indra, telah membuktikan, radikalisme dan intoleransi memang sudah masuk ke pendidikan dari level dasar sampai tinggi.

“Menurut saya butuh sistem pendidikan nasional baru yang benar-benar berlandaskan Pancasila dan UUD 1945,” ungkap Indra.

Kendati begitu, dia juga tidak ingin jika sistem pendidikan yang baru mengacu pada sistem pendidikan ala Orde Baru. Di masa Orba pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) dan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) hanya menjadi sekadar hapalan saja.

“Untuk rumusannya mungkin bisa diawali dengan rekomendasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP),” kata dia.

Sebelumnya, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta Badan Intelijen Negara (BIN) masuk ke kampus-kampus. Hal ini dikatakan Bambang menindaklanjuti data yang didapat pemerintah terkait sejumlah perguruan tinggi yang mahasiswanya sudah terpapar radikalisme. “Saya mendorong komisi I untuk menggerakan BIN untuk menyebar ke kampus apakah informasi itu benar adanya atau hanya isapan jempol,” kata pria yang akrab disapa Bamsoet itu di Duren Tiga Jakarta Selatan, Senin (11/6). (rol)

Sumber : rol,

Camat Bilang e-KTP Djarot Tak Sah, Ternyata Ini Aturan Urus Pindah Domisili Versi Kemendagri

Camat Bilang e-KTP Djarot Tak Sah, Ternyata Ini Aturan Urus Pindah Domisili Versi Kemendagri

10Berita, Djarot Saiful Hidayat memperlihatkan e-KTP kalau dia sudah menjadi warga Kota Medan

Calon gubernur Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat sekeluarga hanya butuh waktu sebulan untuk mendapatkan KTP elektronik Medan.

Dengan bangga, laki-laki berkacamata itu pun menunjukkan KTP elektroniknya. Foto Djarot memegang KTP Medan pun langsung terpajang di media sosial.

Kepada wartawan, Djarot mengaku sudah melengkapi administrasi dan prosedur perpindahan dari DKI Jakarta ke Medan sejak bulan lalu.

"Sekarang kami terdaftar sebagai warga Jalan Kartini, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia. Kami siap hijrah dan tinggal di sini," kata Djarot di Hotel Polonia Kota Medan, belum lama ini.

Diberitahu bahwa masih banyak warga Medan yang belum punya KTP dan mengeluhkan lambat serta ribetnya mengurus KTP, dia mengatakan, permasalahannya di sistem.

"Kalau sistem berjalan, dua hari selesai, asal blangkonya ada. Kalau Djoss menang, urus KTP saya jamin dua hari siap, asal syaratnya," janjinya.

"Disdukcapil kasih surat pengantar ke kelurahan. Sekarang single identity number jadi gampang, nomor NIK-nya sama, tinggal alamatnya yang beda. Tidak ada yang sulit," sambung dia.

Camat Medan Polonia M Agha Novrian yang dikonfirmasi wartawan perihal KTP Djarot mengaku belum menerima sama sekali laporan perpindahan domisi Djarot ke wilayahnya.

"Saya cek ke kelurahan, belum ada informasi dan menandatangani KTP atas nama Djarot Saiful Hidayat," kata Agha.

Dijelaskannya, kalau seseorang berpindah alamat di KTP-nya, ia harus membawa surat pindah dari daerah asal ke kelurahan yang akan menjadi tempat tinggal barunya.

Kelurahan akan meneruskan ke camat untuk mengeluarkan rekomendasi ke Disdukcapil.

Sampai berita ini diturunkan, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan OK Zulfi yang coba dikonfirmasi tidak menjawab panggilan masuk ataupun membalas pesan singkat yang dikirim Kompas.com.

Tak miliki E-KTP

Berbeda dengan Djarot, sejumlah warga Medan masih kesulitan mendapatkane-KTP. Seperti Muhammad Ichram (35), warga Medan Helvetia.

Sudah dua tahun lebih Ichram tak memiliki KTP elektronik. Ia mengaku lelah bolak-balik menanyakan ke kantor Disdukcapil Kota Medan.

"Capeklah aku bolak-balik ke sana, terus tak ada blangko katanya. Udah itu, baru lewat pukul 10.00 sudah tutup pendaftaran kata petugasnya," kata Ichram dengan mimik kesal.

Begitu juga dengan Yuni (45), warga Medan Tuntungan. Sudah setahun ia tak punya KTP karena harus mengurus surat pindah terlebih dahulu dari domisi lamanya di Kabupaten Karo.

"Repotlah mengurus KTP ini, mesti bolak-balik, itu pun tak siap juga," tutur pedagang sayur ini.

Kemendagri pastikan sah

Sementara itu, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Zudan Arief Fakrulloh mengatakan, pengurusan e-KTP baru Djarot telah sesuai prosedur.

Hal itu didasarkan pada hasil penelusuran rekaman data pengurusan e-KTP milik Djarot.

"Hasil penelusuran kami terhadap history data yang bersangkutan dalam database kependudukan menunjukkan bahwa e-KTPBapak Djarot Saiful Hidayat adalah e-KTP asli atau sah yang diterbitkan melalui prosedur yang benar," ujar Zudan seperti dikutip dari laman resmi Kemendagri, Senin.

Zudan menyayangkan pernyataan Camat Medan Polonia M Agha Novrian.

Sebab, kata dia, camat tersebut justru tak paham aturan serta prosedur baru dalam pengurusan e-KTP.

"Camat Medan Polonia menyatakan harus membawa surat pindah dari asalnya ke kelurahan. Nanti dari kelurahan diteruskan ke camat. Setelah ada rekomendasi dari kecamatan baru ke Disdukcapil tidak tepat," terang Zudan.

Padahal, kata Zudan, aturan baru yang ada saat ini tak lagi mensyaratkan adanya pengantar dari RT, RW, lurah, kepala desa, dan camat dalam pengurusan dan penerbitan e-KTP.

"Kecuali, pengurusan dan penerbitan e-KTPuntuk pertama kalinya," kata Zudan.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Bahtiar mengimbau agar aparat atau pejabat di daerah tak asal mengeluarkan pernyataan jika belum paham aturan.

"Kepada aparat kecamatan khususnya terkait soal e-KTP agar selalu berkoordinasi kepada instansi teknis Dukcapil setempat sebelum membuat pernyataan-pernyataan supaya tidak menimbulkan mis-informasi kepada masyarakat luas," kata Bahtiar.

Sumber : TRIBUN-MEDAN.com

[PilGub Jateng] Trend Sudirman-Ida Naik, Ganjar-Yasin Turun

[PilGub Jateng] Trend Sudirman-Ida Naik, Ganjar-Yasin Turun


10Berita, Sebagai gubernur 4 tahun, Ganjar Pranowo pasti populer. Elektabilitas ya belum tentu. Petani, nelayan, santri, buruh, supir angkot, pada geram. Ganjar kerap didemo.

Grafik berbagai survei memperlihatkan tendensi merosot dan terus terpuruk. Sejak Desember 2017-Mei 2018, trend elektabilitas Ganjar-Yasin turun dari 79% ke 41%.

Sebaliknya, Dirman-Ida mengalami akselerasi naik sekitar 300% dalam lima bulan terakhir. Bila trend ini terus bertahan, niscaya Jateng bakal punya Gubernur baru.

Selain masalah ektp, kasus Tasdi, untimely Yasin (premature), Ganjar dinilai tidak punya program yang bagus, dianggap gagal turunkan angka kualitas kemiskinan, ngga punya terobosan dan ngga "njawani". Ganjar bikin heboh. Jingkrak-jingkrak nonton konser Europe di saat Sudirman Said menghadiri pengajian di Pesantren Tegalrejo.

Ganjar-Yasin punya program "sekolah tanpa sekat" dan "rumah sakit tanpa dinding". Diksinya absurd sekali. Sulit dipahami.

Reputasi Sudirman-Ida bersih. Sekali pun badai fitnah ditebar, emas ya emas. Sudirman Said anti korupsi. Dia disingkirkan dari kabinet oleh konspirasi tingkat tinggi setelah dia bongkar skandal "Papa Minta Saham".

Beda dengan Ganjar-Yasin yang hanya ditopang oleh mesin politik PDIP dan sedikit faktor Nahdliyin Pro Yasin, ke empat parpol pengusung Dirman-Ida selalu solid. Plus, munculnya berbagai "relawan mandiri" membuat Sudirman-Ida sulit kalah.

"Tidak ada bayangan kalah," kata Mbak Ida.

Tantangan terakhir Sudirman-Ida adalah duel di Hari Pencoblosan. Kemungkinan kecurangan selalu ada. Money politic, intimidasi, premanisme dan ajakan golput di daerah basis mesti ditangkal. Minimnya budget saksi merupakan titik lemah "Paslon Nomor Loro". Karena itu, militansi relawan dan kader partai pengusung amat dibutuhkan. Semoga Jateng punya gubernur baru.

THE END

Penulis: Zeng Wei Jian

Sumber :Portal Islam 

Melawan Cina, 'New York Times' Sebut Susi Pudjiastuti 'Agak Gila'

Melawan Cina, 'New York Times' Sebut Susi Pudjiastuti 'Agak Gila'

10Berita, Susi Pudjiastuti mengunjungi warga yang tinggal di pesisir Pantai Bobuyan Desa Paisulamo, Kecamatan Labobo, Banggai Luwuk, Rabu (16/5). (Humas KKP)

MENTERI Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti, menjadi perhatian medai asing New York Times pada edisi Sabtu (9/6/2018). Menteri asal Pangandaran yang sempat sebentar menjadi siswa SMAN 1 Yogyakarta ini disebut 'agak gila' karena berani menantang China.

Dalam artikel 'Saturday Profile' di edisi online www.nytimes.com, media terkemuka Amerika Serikat itu mengangkat keberanian dan sikap tegas Susi menghadapi China dalam penenggelaman kapal pencuri ikan.

"Keluarga saya menganggap saya sedikit gila," kata Susi yang diwawancarai di kampung halamannya di Pangandaran. Dalam artikel berjudul A 'Little Bit of a Nut Case' Who's Taking On China (Seorang 'Agak Gila' yang Menantang China), New York Timesmenyebut Susi bukan tipikal perempuan Indonesia konvensional, apalagi seorang menteri yang konvensional.

Menurut New York Times, mungkin memang dibutuhkan sedikit kegilaan untuk menantang Beijing, mengacu penangkapan dua kapal penangkap ikan China di perairan Natuna pada Juni 2016. Kebijakan Susi memberantas Illegal, Unreported, Unregulated Fishing (IUUF) memang tegas untuk semua kapal pencuri ikan, termasuk dari negara-negara Asia Tenggara. Namun keberaniannya berkonfrontasi dengan Beijing yang mengejutkan dunia.

"Dengan lebih dari 13.000 pulau, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, namun kedaulatan maritimnya telah lama diabaikan. Ketika ia ditunjuk sebagai menteri pada 2014, Susi menyatakan perang terhadap kapal-kapal nelayan asing yang telah merambah perairan teritorial Indonesia," tulis media tersebut.

Mengutip data Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), pencurian ikan oleh kapal asing menyebabkan Indonesia mengalami kerugian hingga satu miliar dolar AS setiap tahunnya. New York Times menyatakan sejak Susi menerapkan langkah tegas itu, sekitar 10.000 kapal nelayan asing dulu mencuri ikan di perairan Indonesia kini tak berani lagi. Stok perikanan Indonesia pun melonjak dua kali lipat pada periode 2013 hingga 2017.

Ketegangan dengan Beijing berawal ketika China memasukkan sebagian perairan Natuna di Laut China Selatan ke dalam peta teritorialnya yang disebut nine-dashed line(sembilan garis putus-putus). Insiden penangkapan ikan pada 2016 terjadi di perairan yang berada dalam zona ekonomi eksklusif Indonesia, sebagaimana didefinisikan oleh hukum maritim internasional.

Namun Kementerian Luar Negeri China memprotes dan menyebut jalur laut itu sebagai 'tempat penangkapan ikan tradisional' mereka. Susi membantahnya dengan tegas. "Orang-orang Indonesia berlayar ke Madagaskar di zaman kuno. Haruskah kami mengklaim seluruh Samudera Hindia sebagai 'tempat penangkapan ikan tradisional' kami?" tandasnya kepada New York Times. (Bro)

Artikel ini telah diterbitkan versi cetaknya di Harian Kedaulatan Rakyat, Senin (11/06/2018)