OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Senin, 25 Juni 2018

Demokrat: JK-AHY di Pilpres 2019! Jika Masih Ingin Berkuasa, Kenapa Bukan AHY-SBY Saja?

Demokrat: JK-AHY di Pilpres 2019! Jika Masih Ingin Berkuasa, Kenapa Bukan AHY-SBY Saja?

TribunNews.com

10Berita, Di ajang Pilpres 2019 ini, Partai Demokrat tak lagi mengambil sikap diam seperti yang dilakukannya Pilpres 2014 lalu. Karena itu, partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini berkomitmen memacu elektabilitas partai dan sekaligus elektabilitas sang putra mahkota, Agus Harimuri Yudhoyono (AHY). Terutama untuk mengusung AHY sebagai Cawapres.

Namun, hingga saat ini, belum ada satu partai pun yang menyepakati putera sang pendiri Partai Demokrat tesebut. Bahkan Jokowi yang diharapkan menggandeng AHY, di hari-hari belakangan ini justru semakin menjauh. Hal ini ditunjukkan dengan tensi politik antara Demokrat dan PDIP yang semakin memanas.

Latas itu pula, Demokrat menawarkan gagasan memasangkan Jusuf Kalla atau JK dengan Agus Harimurti Yudhoyono, sebagai calon presiden dan calon wakil presiden.

"Ketika masyarakat ingin AHY cawapres, ya kami lebih fokus di situ.” Partai akan memasangkan putra sulung SBY itu dengan tokoh senior. Partai menilai formasi AHY dan tokoh senior akan lebih bagus, kata Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean, seperti dikutip di laman Tempo.co(22/06/2018).

Viva.co.id

Lantas apakah Jusuf Kalla bersedia? Di beberapa kesematan, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menegaskan bahwa dirinya akan beristirahat setelah menjabat sebagai wakil dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). JK justru menginginkan Indonesia dipimpin oleh orang-orang muda.

"Saya seperti biasa tetap merencanakan istirahat sambil ngurus pendidikan, ngurus agama," kata JK, seperti dikutip di laman Detik.com (17/06/2018).

Antara JK dan SBY, terpaut usia sekitar 7 tahun. JK lahir pada 15 Mei 1942, sedangkan SBY lahir pada 9 September 1949. Dengan kata lain, usia JK lebih tua dari SBY, sang Ketua Umum Partai Demokrat yang juga ayah dari AHY.

Kumparan.com

Lantas, mengapa Demokrat tidak menyandingkan AHY-SBY saja di Pilpres 2019? Bukankah selama melaksanakan safari politik ke berbagai daerah di Indonesia, SBY mengaku menerima bayak masukan dari masyarakat. Bahkan tak sedikit yang meminta agar dia maju lagi menjadi presiden di 2019?

"Selama melakukan lawatan di lebih dari 35 kabupaten/kota di Jawa, memang banyak rakyat yang meminta saya untuk maju lagi, jadi presiden lagi. Agar, program-program pro rakyat dulu dihidupkan kembali,” kata SBY seperti keterangan Humas Partai Demokrat ke wartawan, seperti dikutip di laman Kumparan.com (24/04/2018).

Bukanlah jadi sebuah kebetulan jika SBY kembali maju di Pilpres 2019, namun posisinya sebagai Cawapresnya AHY agar tidak melanggar ketentuan UU Pemilu. Dengan demikian, selain program-program SBY selama dua priode yang lalu masih bisa dilanjutkan, SBY juga bisa dengan mudahnya membuat AHY semakin matang karena didampingi secara langsung. Soal dukungan koalisi, tentunya masih banyak pimpinan partai yang loyal dengan SBY.

Sumber : UC News 

Ini Lho Pecahan Rupiah yang Ditarik BI

Ini Lho Pecahan Rupiah yang Ditarik BI

10Berita  Bank Indonesia (BI) akan menarik sejumlah uang pecahan rupiah. Pecahan rupiah yang akan ditarik BI adalah pecahan rupiah tahun emisi 1998-1999 dengan batas waktu terakhir 30 Desember 2018.

Ada empat (4) pecahan rupiah tahun emisi 1998-1999 yang akan ditarik BI. Berikut adalah keempat pecahan rupiah tersebut:thn 

1. Pecahan Rupiah Rp10.000.

Pecahan rupiah pertama yang akan ditarik BI ini adalah pecahan rupiah tahun emisi 1998. Pecahan rupiah Rp10.000 ini bergambar Cut Nyak Dhien.

2. Pecahan Rupiah Rp20.000

Pecahan rupiah yang kedua adalah pecahan rupiah Rp20.000. Pecahan rupiah Rp20.000 adalah pecahan rupiah tahun emisi 1998 dan bergambar Pahlawan Pendidikan, Ki Hadjar Dewantara.

3. Pecahan Rupiah Rp50.000

Pecahan rupiah ketiga adalah pecahan rupiah Rp50.000. Pecahan rupiah Rp50.000 adalah pecahan rupiah tahun emisi 1999 dan bergambar Pahlawan Nasional yang telah menciptakan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Wage Rudolf Soepratman.

4. Pecahan Rupiah Rp100.000

Pecahan rupiah keempat yang akan ditarik BI adalah pecahan rupiah Rp100.000. Pecahan rupiah Rp100.000 adalah pecahan rupiah tahun emisi 1999 dan bergambar dua Pahlawan Nasional yang merupakan tokoh proklamator dan Presiden-Wakil Presiden pertama Indonesia, Soekarno dan M. Hatta. Tambahan, pecahan rupaiah ini berbahan polymer atau plastik.

Sumber : Ngelmu.co

Ronda Keliling Cegah Politik Uang, Sudirman Ida Didoakan Warganet Menang

Ronda Keliling Cegah Politik Uang, Sudirman Ida Didoakan Warganet Menang


10Berita, Tim Pemenangan dan Relawan Sudirman Said-Ida Fauziyah bakal turun tangan mengamankan dan mengawal suara sampai tingkat TPS.

Hal itu dilakukan sebagai upaya agar tidak ada kecurangan dalam Pilgub Jateng, Rabu 27 Juni 2018. Salah satunya dengan menggelar ronda keliling di setiap TPS se Jawa Tengah.

"Ini sebagai upaya untuk menjaga marwah Pilgub Jateng agar tak terjadi kecurangan, ataupun politik uang di Jateng," kata Juru Bicara Tim Pemenangan Sudirman Said-Ida Faiziyah, Sriyanto Saputro seperti diberitakan Kantor Berita RMOLJateng.

Ia menambahkan, seluruh kader dan relawan akan menggerakan ronda keliling atau roling di setiap TPS se Jateng. Gerakan ini sekaligus untuk memastikan semua warga Jateng bisa hadir dan menggunakan hak pilihnya.

"Karena sampai saat ini masih ada persoalan DPT bermasalah. Kami ingin KPUD menyelesaikan maksimal Senin 25 Juni 2018," ujarnya.

Warganet pun berkomentar.


— ~GeMa TGB~ (@depe_pgas) June 25, 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Lebih Dari Separuh Tentara “Israel” Konsumsi Ganja

Lebih Dari Separuh Tentara “Israel” Konsumsi Ganja

10Berita, TEL AVIV  – Lebih dari separuh tentara yang bertugas di militer “Israel” telah mengisap ganja pada tahun lalu, laporan terbaru oleh “Israel” Anti-Narkoba Authority (IADA) mengatakan.

Militer “Israel” mengadopsi kebijakan yang lebih lunak tentang penggunaan ganja pada bulan Januari 2017, yang memungkinkan tentara Pasukan Pertahanan “Israel” (IDF) untuk merokok hingga lima kali saat tidak bertugas.

Menurut data statistik IADA, keputusan untuk melonggarkan tindakan disipliner demi “pengobatan bukan penegakan kriminal” hanya meningkatkan penggunaan ganja, karena tentara mengatakan bahwa bahkan di pangkalan militer, penggunaan narkoba lebih tinggi daripada sebelumnya, seperti dilansir Daily Sabah.

Laporan itu mengatakan 54,3 persen tentara “Israel” mengatakan mereka menghisap ganja selama setahun terakhir, dan 40,9 persen mengatakan mereka menggunakan obat itu dalam sebulan terakhir.

Bahkan bagi mereka yang menghisap ganja selama bertugas atau lebih dari lima kali tidak menghadapi pengadilan militer atau tuntutan kriminal di bawah peraturan saat ini, menurut surat kabar berbahasa Ibrani Yedioth Ahronoth.

Tentara IDF mengatakan bahwa komandan mereka telah mengizinkan penggunaan narkoba, dan bahkan memungkinkan mereka untuk mendapatkan keamanan.

“Saya memberi tahu komandan saya, komandan peleton dan komandan kompi bahwa saya menghisap ganja dan saya tidak memiliki izin untuk mengkonsumsi ganja dalam hal surat izin medis atau hal semacam itu, tetapi saya berjanji kepada mereka bahwa saya melakukannya ketika saya pulang dan bukan di pangkalan, dan mereka tidak punya masalah dengan itu,” kata seorang tentara di sebuah unit rahasia.

“Saya bahkan menjalani klasifikasi keamanan setelah saya mengatakan kepadanya bahwa saya menghisap ganja,” tambah prajurit yang tidak disebutkan namanya itu.

Prajurit lainnya mengatakan para komandan juga menghisap ganja.

“Para komandan juga merokok, staf merokok, sersan medis merokok, semua orang merokok, jadi siapa yang akan menegakkan peraturan ini? Komandan kompi mungkin tidak merokok tetapi sadar akan semua tentara yang merokok. Dia melihat mereka, tapi dia mengabaikannya. Itu tidak mengganggunya, jika mereka tidak dalam kegiatan operasional atau tidak ada bahaya,” kata tentara itu.

Laporan itu mengatakan aplikasi pengiriman pesan Telegram telah menjadi platform penjualan ganja, dengan beberapa penjual menawarkan diskon untuk tentara “Israel” berseragam.

Beberapa tentara telah mengambil tindakan sebagai penjual ganja untuk menambah penghasilan mereka.

Seorang tentara yang tidak ingin disebutkan namanya yang bekerja di wilayah Palestina yang diduduki berkata:

“Saya membeli dua ratus gram ganja dan menjualnya dalam paket 5 atau 10 gram. Saya menghasilkan 10.000 hingga 15.000 shekel bersih per bulan. Saya membeli per gram ganja sekitar 35 shekel dan menjual ke pelanggan saya di 60 shekel per gram. Orang “Israel” suka menggunakan narkoba. Mereka suka melarikan diri dari stres, dan menemukan sedikit ketenangan.” (Rafa/)

Sumber :arrahmah.com

Erdogan Yang Menang, Media Barat Yang Uring-uringan, Akhirnya KETAMPOL

Erdogan Yang Menang, Media Barat Yang Uring-uringan, Akhirnya KETAMPOL



10Berita, Pemilu Parlemen dan Pilpres Turki yang digelar serentak Ahad kemarin 24 Juni 2018, memang menjadi sorotan dunia, baik Timur maupun terutama Barat.

Berbagai upaya Barat lakukan untuk menjegal Erdogan, dari mulai kampanye untuk mencitrakan buruk sosok Erdogan, maupun secara ekonomi dengan terus menggempur mata uang Turki Lira yang membuat jatuh parah.

Namun makar Barat sia-sia. Erdogan memenangkan Pilpres dengan satu putaran meraih 52,5% suara. Sedang AKP dan MHP, koalisi kerakyatan yang dibentuk Erdogan meraih suara mayoritas Parlemen 53,62%.

Dari rakyat Palestina hingga pengungsi Suriah bersuka cita atas kemenangan Erdogan.

Namun yang uring-uringan tetep media-media Barat.

— Guardian news (@guardiannews) 24 Juni 2018


Seperti Guardian, yang pagi ini menurunkan artikelnya berjudul "Totalitarian tyrant or trusted leader? Turkish voters split on Erdoğan"...

Link: https://www.theguardian.com/world/2018/jun/24/totalitarian-tyrant-or-trusted-leader-turkish-voters-split-on-erdogan

NYINYIRAN Guardian dibalas...

"Whatever your Angle he already won the election," komen @sleepycicero.

"He has made a lot to be a trusted one. For me and in fact, Erdogan is the modern hero of Turkey and turkish people. There is no doubt about it!" tamparan keras @Eraldmk.

‏"Very much trusted leader," timpal @Nihavend1453.

Whatever your Angle he already won the election

— CESARE BORGIA (@sleepycicero) 24 Juni 2018

He has made a lot to be a trusted one. For me and in fact, Erdogan is the modern hero of Turkey and turkish people. There is no doubt about it!

— ا ر ا ل د (@Eraldmk) 24 Juni 2018

— Mohamed Omar Hussein (@shiinetown) 24 Juni 2018

Very much trusted leader.

— Şöyle Garip İndividual (@Nihavend1453) 24 Juni 2018

Sumber : PORTAL ISLAM 

Menjelang Pilkada Serentak, SBY: Harapan Saya, Pemerintah dan Seluruh Jajarannya Dapat Netral

Menjelang Pilkada Serentak, SBY: Harapan Saya, Pemerintah dan Seluruh Jajarannya Dapat Netral

10Berita, BOGOR—Menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah serentak yang dilakukan pada 27 Juni 2018 mendatang, Ketua Umum DPP Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono meminta BIN, TNI dan Polri tetap netral.

SBY mengungkapkan selama dirinya berkuasa, tidak pernah menggunakan kekuatan negara untuk memenangkan parpolnya.

“Harapan saya pribadi, juga harapan rakyat saya yakini, negara, pemerintah, BIN, Polri dan TNI netral,” kata SBY, pada Sabtu (24/6/2018) kemarin.

Terkait netralitas tersebut, SBY mengatakan selama 10 tahun berkuasa, dirinya mengenal pemerintah dan TNI.

Menurut SBY , karena selama 10 tahun itu lah, ia menyampaikan agar negara, pemerintah termasuk BIN, TNI dan Polri bersikap netral, meskipun dulu dirinya juga capres 2009 meskipun parpolnya juga ikut dalam pemilu, dan tahun 2014 elektabilitas PD sedang rendah.

“Tetapi saya tidak pernah menggunakan kekuatan yang harusnya netral, untuk memenangkan partai yang saya pimpin. Tidak apa-apa kalah, sebagai mana Demokrat pada tahun 2014 lalu,” katanya.

Sedikitnya ada tiga harapan yang disampaikan SBY. Harapan agar aparat pemerintah netral juga telah disampaikannya pada kegiatan di Madiun 18 Juni lalu. Harapan pertamanya, ia sampaikan agar pelaksanaan Pilkada Jabar dan Pilkada serentak seluruh Indonesia berlangsung secara damai dan demokratis.

“Demokratis artinya jujur dan adil,” ucapnya.

Harapan berikutnya, rakyat Indonesia memilih siapa yang diyakini mampu memimpin, sebagai pemimpin yang baik. Masyarakat diajak menggunakan hati nuraninya dalam menentukan pemimpin, jangan mau dipaksa atau dibawah tekanan untuk memilih yang tidak disukai, dan juga jangan silau dengan iming-iming.

“Sebab kalau salah satu dua memilih karena iming-iming, maka menyesalnya lima tahun. Karena ternyata bukan itu yang terbaik memimpin Jabar, atau provinsi lainnya seluruh Indonesia,”pungkasnya. []

SUMBER:REPUBLIKA

Neraca Perdagangan Indonesia Diyakini akan Kembali Defisit

Neraca Perdagangan Indonesia Diyakini akan Kembali Defisit


10Berita , JAKARTA -- Pengamat ekonomi Asian Development Bank (ADB) Insitute Eric Sugandi memperkirakan neraca perdagangan Indonesia akan kembali mengalami defisit sebesar 611 juta dolar AS pada Mei 2018. Angka itu lebih kecil dari defisit pada April 2018 yang sebesar 1,62 miliar dolar AS.

"Total ekspor Indonesia diperkirakan naik 5 persen (year on year/yoy) dan total impor naik 13,8 persen (yoy). Total neraca dagang terjadi defisit sebesar 611 juta dolar AS," kata Eric ketika dihubungi Republika.co.id, Senin (25/6).

Ia menjelaskan, impor Mei 2018 meningkat akibat impor barang konsumsi untuk kebutuhan selama Ramadhan. Sementara, ekspor mengalami kenaikan terutama didorong kenaikan harga minyak dunia namun tidak sebesar kenaikan impor.
 
Hal itu serupa dengan jajak pendapat yang dilakukan Reuters. Dikutip dari Nasdaqpada Jumat (22/6), 10 ekonom meyakini akan terjadi defisit neraca dagang sebesar 380 juta dolar AS pada Mei 2018. Angka itu lebih kecil dari defisit pada April 2018 yang sebesar 1,62 miliar dolar AS dan menjadi defisit terbesar dalam empat tahun terakhir.

Ekspor Indonesia bulan Mei diperkirakan akan mengalami pertumbuhan 8,38 persen secara tahunan (year on year/yoy). Hal itu lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekspor April 2018 yang sebesar 9,01 persen.

Sementara, impor diperkirakan akan melambat menjadi 13,88 persen (yoy) pada Mei 2018. Hal itu jauh lebih rendah dibandingkan kenaikan 34,68 persen (yoy) pada April 2018.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengaku pemerintah berfokus untuk membenahi defisit neraca perdagangan yang terjadi sepanjang 2018. Hal itu ia sampaikan terkait dengan risiko imbas perang dagang terhadap Indonesia.

"Perang dagang itu antara negara-negara besar, imbasnya bisa negatif, bisa positif. Indonesia akan lebih banyak menyiapkan urusannya sendiri. Sejak dua sampai tiga bulan lalu kurs terganggu kemudian neraca perdagangan kita masih negatif," kata Darmin di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta pada Kamis (21/6).

Ia menjelaskan, impor dalam beberapa waktu terakhir meningkat tajam karena dipengaruhi oleh persiapan lebaran. Selain itu, ekspor juga mengalami perlambatan terutama karena kebijakan negara tertentu seperti India yang mengenakan bea masuk tinggi kepada produk minyak kelapa sawit.

"Perdana Menteri India (Narendra Modi) sudah datang ke sini beberapa pekan lalu dan Presiden (Joko Widodo) sudah menitip tolong diperhatikan bahwa kita punya kerja sama perdagangan. Masa kita dikenakan bea masuk yang tinggi?" kata Darmin.  

Sumber :Republika.co.id 

Terlibat Pilkada, IPW Desak Kapolri Copot Kapolda Sumut dan Wakapolda Kepri

Terlibat Pilkada, IPW Desak Kapolri Copot Kapolda Sumut dan Wakapolda Kepri

Ilustrasi

10Berita - Ind Police Watch (IPW) mendesak Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mencopot Kapolda Sumatera Utara dan Wakapolda Kepulauan Riau. Pasalnya, kedua pejabat Polri tersebut tidak mampu menjaga netralitasnya sebagai anggota kepolisian di Pilkada 2018.

IPW menilai, Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw dan Wakapolda Kepri Brigjen Yan Fitri sudah melanggar Pasal 4 dan Pasal 6 tentang 13 Pedoman Netralitas Polri Dalam Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 yang dikeluarkan Kapolri Tito Karnavian pada 16 Januari 2018.

Dalam Pasal Pasal 4 disebutkan, anggota Polri dilarang menghadiri, menjadi pembicara/narasumber pada kegiatan deklarasi, rapat, kampanye, pertemuan politik, kecuali di dalam melaksanakan pengamanan yang berdasarkan surat perintah tugas. Sedangkan Pasal 6 menegaskan, anggota Polri dilarang melakukan foto bersama dengan pasangan calon kepala/wakil kepala daerah/caleg.

Ketua Presidium IPW, Neta S Pane mengungkapkan dalam kasus Kapolda Sumut dan Wakapolda Kepri, kedua pejabat Polri itu melakukan pertemuan dengan tokoh dan kader partai yang sama, yakni PDIP.

"Kapolda Sumut hadir dalam acara PDIP dan foto bersama serta menunjukkan dua jari. Sementara Wakapolda Kepri bertemu dengan pimpinan PDIP setempat dan timses Paslon," ungkap Neta, Senin, 25 Juni 2018.

Neta menegaskan, tindakan kedua pejabat Polri itu jelas-jelas melanggar 13 Pedoman Netralitas Polri yang dikeluarkan Kapolri. Untuk itu, IPW Kapolri bersikap tegas dan konsisten pada Pedoman yang sudah dikeluarkannya agar sebagai pimpinan tidak dilecehkan bawahannya.

"Sikap tegas itu adalah dengan cara mencopot Kapolda Sumut dan Wakapolda Kepri dan menggantikannya dengan pejabat kepolisian yang mampu menjaga netralitasnya," tegas Neta.

Neta menegaskan, Polri harus tetap profesional dan mampu menjaga netralitasnya dalam setiap kondisi. Agar masyarakat percaya pada Polri dan tidak terjadi benturan di akar rumput akibat pemihakan Polri dalam Pilkada.

Menurutnya, Sikap tegas dan konsisten Kapolri diperlukan agar bawahannya tidak seenaknya bermain politik praktis untuk kepentingan sesaat yang sangat merugikan Polri secara jangka panjang.

"IPW mengimbau semua pihak agar mau menjaga profesionalisme dan netralitas Polri dan jangan menyeret nyeret Polri kepada kepentingan pribadi maupun kepentingan kelompok yang pragmatis," kata Neta.

Sebelumnya, Kapolri telah mencopot Wakapolda Maluku Brigjen Hasanuddin, setelah melakukan kampanye untuk mendukung Paslon Irjen (Purn) Murad Ismail di Pilgub 2018. Tindakan cepat dan tegas Kapolri Tito tersebut mendapat apresiasi dari IPW.

Sumber :Riau online 

PETJAHHH... Kemenangan Erdogan Dirayakan di Berbagai Negara

PETJAHHH... Kemenangan Erdogan Dirayakan di Berbagai Negara


10Berita, Para pendukung Erdogan di berbagai negara Eropa dan Timur Tengah merayakan keberhasilan atas kemenangan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Pemilu yang baru saja digelar pada hari Minggu (24/6/2018).

[video]

— Ragıp Soylu (@ragipsoylu) 25 Juni 2018

— ANADOLU AJANSI (@anadoluajansi) 25 Juni 2018


LONDON

Minggu malam, lebih dari 200 orang Turki merayakan di jalan-jalan London setelah rilis hasil pemilu tidak resmi yang menunjukkan keberhasilan Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Para pendukung di Hyde Park London meneriakkan slogan untuk mendukung Erdogan dan Partai Keadilan dan Pembangunan (AK). Mereka juga menari dan menyanyikan lagu-lagu Turki.

Anggota Persatuan Demokrat Internasional dan Asosiasi Fikri Asim yang berbasis di Newcastle, dua organisasi yang mewakili Turki di Inggris dan Eropa, juga ikut serta dalam perayaan tersebut.

BERLIN

Di Jerman, pendukung AK Party juga merayakan keberhasilan pemilihan Erdogan. Para pendukung yang bersukacita turun ke jalan-jalan ibukota Berlin dan Kerpen dekat Cologne, meneriakkan slogan-slogan dan membunyikan klakson mobil-mobil mereka.

PARIS

Di Paris, sekelompok orang Turki merayakan keberhasilan Erdogan. Mereka berkumpul di Lembaga Turki-Prancis, melambaikan bendera Turki dan AK Partai.

BELANDA

Warga Turki yang tinggal di kota Belanda Rotterdam berkumpul di depan Konsulat Jenderal Turki dengan bendera Turki di tangan mereka, meneriakkan slogan-slogan menunjukkan sukacita.

Orang-orang Turki yang tinggal di Belanda berkumpul di depan Konsulat Jenderal dan kemudian membentuk konvoi untuk tur kota.

MAKEDONIA

Di Makedonia, ratusan pendukung Erdogan dan AK berkumpul di Skopje untuk merayakan keberhasilan pemilihan mereka.

Orang-orang di pusat kota melambaikan bendera Turki dan AK Partai serta poster Erdogan.

SERBIA

Sementara itu, ratusan orang di kota mayoritas Muslim Serbia di selatan negara itu, Novi Pazar, juga berkumpul di pusat kota untuk merayakan keberhasilan Erdogan.

BOSNIA

Secara terpisah, warga ibukota Bosnia Sarajevo serta warga Turki dengan tempat tinggal sementara berbondong-bondong ke jalan untuk merayakan keberhasilan pemilihan AK Partai dan keberhasilan Erdogan.

Perayaan dimulai di depan Universitas Internasional Sarajevo (IUS), di mana sebuah kolom mobil muncul dengan bendera nasional Turki dan Bosnia dan Herzegovina bersama dengan bendera Partai AK dan poster Presiden Erdogan. Mobil-mobil kemudian pergi ke pusat kota di mana orang-orang melambai-lambaikan bendera.

SWISS

Di Swiss, sekelompok orang merayakan hasil di jalanan Zurich dan melambai-lambaikan bendera Turki.

AUSTRIA

Di Austria, warga Turki di ibu kota Wina juga bersukacita atas keberhasilan Erdogan dalam pemilihan Turki. Mereka juga mengibarkan bendera dan meneriakkan slogan-slogan yang mendukung Turki dan Erdogan.

QATAR

Di Ibukota Qatar, di tempat-tempat wisata Doha orang-orang merayakan keberhasilan Erdogan.

LIBANON

Di kota Tripoli di utara Lebanon dan di distrik Shabba di Nebatiye, ratusan kendaraan warga Turki dan Lebanon merayakan keberhasilan Erdogan.

Sejumlah besar orang di ibukota Beirut berkumpul di sebuah kota barat dan mengikuti hasil pemilihan dengan seksama.

PAKISTAN

Ibukota Pakistan konvoi dengan kendaraan kelompok yang terdiri dari orang-orang Turki dan Pakistan berkumpul di wilayah G-6 di Islamabad.

Warga menetapkan tur kemenangan kota dengan alat-alat Turki dan Pakistan bendera, lambang kota sebelum turun Masjid Raja Erdogan Faisal dan meneriakkan slogan-slogan yang mendukung Turki.

SUDAN

Setelah hasil pemilihan, orang-orang Turki yang tinggal di Sudan merayakan dengan konvoi mobil di jalan-jalan Khartoum, ibukota, sementara pemerintah Sudan juga mendukungnya.

Sumber :Portal Islam 

Sampaikan Selamat, Syaikh Yusuf al-Qaradawi: Kemenangan Erdogan Kebaikan Bagi Umat Islam

Sampaikan Selamat, Syaikh Yusuf al-Qaradawi: Kemenangan Erdogan Kebaikan Bagi Umat Islam


10Berita, Ketua Persatuan Ulama Islam Internasional (الإتحاد العالمي لعلماء المسلمين), Syaikh Yusuf al-Qaradawi menyampaikan ucapan selamat atas kemenangan Recep Tayyip Erdogan dalam Pemilu Turki yang digelar hari Ahad kemarin (24/6/2018).


Erdogan meraih suara 52,5% dan memenangkan Pilpres satu putaran. Sedang koalisi AKP dan MHP juga berhasil meraih suara mayoritas parlemen 53,62%.

Melalui akun twitternya yang memiliki jumlah followers 2,36 juta, ulama asal Mesir yang kini menetap di Qatar menyampaikan ucapan selamat atas nama Ketua Persatuan Ulama Islam Internasional:

نهنئ الشعب التركي بكل أطيافه بنجاح العرس الديمقراطي، ونهنئ الرئيس أردوغان وحزب العدالة والتنمية بالفوز في الانتخابات الرئاسية والبرلمانية، وندعو الله تعالى أن يؤيدهم ويعينهم على ما فيه خير تركيا والأمة الإسلامية

"Kami ucapkan tahni'ah untuk semua rakyat Turki dengan susksesnya menggelar pesta demokrasi. Dan kami juga mengucapkan tahni'ah kepada presiden Erdogan dan AKP atas kemenangannya pada pilpres dan pemilu legislatif. Kami mendoakan agar Allah senantiasa menguatkan dan menolong mereka demi kebaikan Turki dan umat Islam."

نهنئ الشعب التركي بكل أطيافه بنجاح العرس الديمقراطي، ونهنئ الرئيس أردوغان وحزب العدالة والتنمية بالفوز في الانتخابات الرئاسية والبرلمانية، وندعو الله تعالى أن يؤيدهم ويعينهم على ما فيه خير تركيا والأمة الإسلامية. pic.twitter.com/MLv5qyDFAi

— يوسف القرضاوي (@alqaradawy) 24 Juni 2018


Sumber :Portal Islam