OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Rabu, 27 Juni 2018

Yahya Staquf Menyakiti Al-Qur'an di Bulan Turunnya Al-Qur'an?

Yahya Staquf Menyakiti Al-Qur'an di Bulan Turunnya Al-Qur'an?


Oleh: Dwi Maulidiniyah

(Koordinator pusat Back to Muslim Identity Community)

Sebulan sudah kita berpuasa di bulan Ramadhan, dimana bulan turunnya Al-Qur’an, yaitu sebuah pedoman hidup sebagai petunjuk dan Al furqan (pembeda antara yang haq dan yang bathil) sebagaimana terdapat dalam Al-Baqarah ayat 120.

Sudah sangat jelas dan tidak dapat dibantah oleh apapun dan oleh siapa pun firman Allah ini, bahwa Al Qur’an adalah  petunjuk kita dalam kehidupan agar kita selalu berada dalam keadaan yang haq( benar) dan menghindari yang bathil (salah), maka untuk membedakan haq dan bathil ini kita membutuhkan Al Qur’an yang selalu berlaku disetiap zaman.

Jika kemudian seorang Yahya Staquf, menyatakan bahwa Al-Quran ini hanya sebuah dokumen sejarah, tentu hal ini sangat tidak benar. Di dalam Al Qur’an pun menceritakan tentang hari akhir (kiamat) yang terdapat di dalam  beberapa surat di Al-Qur’an, tidak hanya satu.

Maka sudah jelas salah, jika firman Allah tentang kiamat itu dikatakan sejarah, karena belum pernah terjadi. Begitu pun, ketika di dalam Al-Qur’an terdapat kabar tentang air asin dan air tawar tidak pernah bersatu, beribu tahun setelah Al-Quran ini pun turun , seorang ilmuan barat menemukan apa yang difirmankan Allah beribu tahun sebelumnya ,salah satunya di laut mediterania dan laut atlantik di selat giblartar.Maha besar Allah.

Jadi sungguh tidak pantas, jika seorang manusia, apalagi dia seorang muslim, kemudian mengatakan bahwa AL-Quran adalah dokumen sejarah yang perlu dikaji ulang dan disesuaikan dengan kondisi saat ini.

Miriis. Pada realitasnya beribu-ribu tahun Al Qur’an selalu cocok di setiap zaman.  Zaman lah yang harusnya mengikuti Al-Qur’an,bukan Al-Qur’an yang mengikuti zaman sehingga harus diubah agar sesuai zaman. Naudzubillah…

Sebagaimana ketika kita melakukan sebuah perjalanan, maka untuk sampai pada suatu tujuan kita akan melihat petunjuk, jika petunjuk menunjukan belok kanan, maka kita akan mengikutinya. Jika kita berjalan tidak sesuai petunjuk, maka kita akan tersesat dan jauh dari tujuan.

Begitu pun hidup ini, ketika Allah mengatakan bahwa Al Qur’an adalah petunjuk hidupnya manusia, maka kita tidak boleh membantah, menawar apalagi kemudian menghapuskan isi dari petunjuk itu semau kita karena kita akan tersesat jika melakukannya.

Ketika  petunjuk peta saja kita sami’na wa atha’na, maka begitu kita harus bersikap yang sama kepada Al-Qur’an, sami’na wa atha’na. Menjadikan Islam sebagai sebuah rujukan hidup kita, rujukan perilaku kita, rujukan keputusan kita, bahkan rujukan pergerakan kita sebagai aktivis mahasiswa.

Maka setelah usainya Bulan Ramadhan ini, bulan turunnya Al-Quran, bulan dimana kita dicuci agar setelahnya ketaqwaan kita kepada Allah bertambah, mari menjadikan Islam dan Al Qur’an sebagai visi dan pedoman gerakan kita sebagai aktivis mahasiswa. [syahid/]

Sumber :voa-islam.com

Ini Kewenangan Baru Erdogan Usai Menang Pilpres 2018

Ini Kewenangan Baru Erdogan Usai Menang Pilpres 2018

10Berita – Presiden Recep Tayyip Erdogan semakin mengukuhkan cengkramannya sebagai pemimpin di Turki setelah memenangkan pemilihan umum akhir pekan kemarin.

Erdogan dan koalisi Aliansi Rakyat berhasil memperolah 53 persen suara, mengalahkan enam pesaingnya dalam pemilu.

Kemenangan ini memungkinkan Erdogan, yang telah lebih dari 15 tahun berkuasa, untuk memperpanjang masa jabatannya hingga 2028 mendatang.

Selain itu, masa jabatan diperoleh berikut kewenangan baru yang dicanangkan lewat perubahan konstitusi 2017 lalu. Didukung referendum, reformasi disahkan parlemen sekitar April 2017.

Periode pemerintahan baru diperlukan sebagai persyaratan implementasi perubahan tersebut. Karena alasan itulah Erdogan memutuskan menggelar pemilu sela.

Di bawah aturan baru ini kewenangan parlemen berkurang, sementara peran perdana menteri dihapuskan. Dengan begitu, Erdogan bertindak sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan dan pemimpin partai berkuasa dalam waktu bersamaan.

Selain itu, undang-undang baru juga memberikan keleluasaan bagi Erdogan untuk mengeluarkan dekrit. Dia juga diberi kewenangan menunjuk sendiri menteri kabinetnya dan sebagian besar anggota badan peradilan tertinggi negara tanpa konfirmasi parlemen.

Konstitusi baru juga memberi keleluasaan Erdogan untuk mengusulkan sendiri anggaran negara serta mengontrol aktivitas militer maupun polisi.

Sejak pertama diusulkan awal 2017 lalu, perubahan konstitusi ini telah menimbulkan gejolak dalam politik Turki.

Sejumlah kelompok oposisi menilai langkah ini menjadikan presiden berkuasa penuh tanpa ada mekanisme pengecekan yang bisa menjamin pemerintah tetap transparan dan akuntabel. Sebagian pihak menganggap reformasi konstitusi memperbesar celah rezim otoriter berkembang dalam pemerintahan.

Muharrem Ince, pemimpin partai oposisi Partai Aliansi Nasional, menyebut perubahan konstitusi itu sebagai ancaman terhadap demokrasi Turki.

“Satu orang menjadi kepala badan legislatif, eksekutif, sekaligus peradilan. Ini adalah kekhawatiran akan ancaman bagi kelangsungan hidup negara,” kata pesaing utama Erdogan dalam pemilu kepada wartawan seperti dikutip CNN.

“Turki telah meninggalkan nilai-nilai demokrasi dan hubungannya dengan sistem parlementer yang dimilikinya. Kita sekarang berada dalam kekuasaan satu orang–tidak ada mekanisme mencegah aturan kesewenang-wenangan. Kami sangat khawatir tentang situasi ini.” (CNN/Ram)

Sumber : Eramuslim

Sang Munafik?

Sang Munafik?


Oleh: Leli Ferlina (Aktivis Dakwah Media Sosial)

Belakangan ini dihebohkan oleh seseorang yang menghadiri undangan dari Komite Yahudi Amerika, ternyata keputusannya menuai kontroversi, bahkan hingga kecaman dari berbagai pihak termasuk Umat Islam di Indonesia juga di palestina, serta kecaman dari HAMASH, dan organisasi lainnya.

Kehadirannya kesana menuai berbagai konflik, yang pertama memalukan para pejuang di palestina juga para pendukung dan relawannya. Namun tidak hanya itu, dengan disertai ucapannya yang menghina Al-Qur’an dan Hadits berupa ucapan “Al-Qur’an dan Hadits adalah dokumen sejarah“. Sungguh ini tidak hanya memalukan umat islam namun juga menghinakan islam dan Rasulnya.

Ucapannya seperti para penolak Al-qur’an dizaman Rasulullah “ini adalah ucapan orang-orang dahulu, ini adalah dongeng-dongeng dizaman dulu, sudah beda zamannya sudah tidak berlaku dizaman sekarang“  ( Al Furqan ayat 4-6, Al Anbiya ayat 2-5, Al Anfal ayat 30-31, Saba’ ayat 43- 45, shaad ayat 1-8)

Sungguh ini adalah penghinaan yang dilakukan oleh muslim dihadapan orang-orang kafir, ini adalah tindakan yang diinginkan oleh mereka dimana seorang muslim mengatakan “ Al- Qur’an hanyalah dongeng, kisah-kisah masa lalu yang tidak perlu diyakini, yang tidak sesuai dengan zaman sekarang”.

Ketika seorang muslim mengatakan ini, maka perlu dipertanyakan kembali keimannannya terhadap Al-Qur’an, serta keislamannya. Yang dimana Al-qur’an merupakan KalamAllah, dan setiap mulim pasti meyakini bahwa Al Qur’an bukan sekedar dongeng dizaman dahulu, dengan adanya kisah Fir’aun dan lainnya, yang dimana kisah ini terdapat dalam kitab samawi bukan berarti Al-Qur’an mengadopsi kitab tersebut, tapi berarti kisah tersebut benar adanya.

Sangat disayangkan seorang muslim berkata seperti ini, sudah sangat layak dia disebut ‘munafik’, saya dan pastinya umat islam diseluruh dunia mengharapkan orang tersebut mengklarifikasi ucapannya tersebut.

Hingga tak ada lagi kalimat yang menyatakan bahwa Al-Qur’an hanyalah dokumen sejarah, cerita rekaan, fiktif dan penghinaan lainnya terhadap Al Qur’an.

Jika hal ini terus dibiarkan ini akan menghancurkan akidah umat islam, terutama bagi anak muda yang tidak mengerti tafsir, tidak hafal hadits sedikitpun. [syahid/]

Sumber :voa-islam.com

Exit Poll LKPI: Paslon Asyik Unggul

Exit Poll LKPI: Paslon Asyik Unggul

10Berita Selain Indonesia Development Monitoring (IDM),  Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) juga menggelar survei Exit Poll pada Pilgub Jawa Barat dalam rangka mengetahui opini publik yang dilakukan sesaat sebelum masuk dan setelah keluar dari bilik suara. Hasil Exit Poll LKPI mengungkapkan kemenangan sementara ini diperoleh pasangan Sudrajat-Akhmad Syaikhu.

Seperti yang diketahui, Exit poll digunakan sebagai instrumen untuk mengetahui kecenderungan pola perilaku pemilih.

Dilansir dari Jitunews, terkait dengan Exit Poll LKPI, Direktur Eksekutif LKPI, Arifin Nur Cahyono, mengatakan, jumlah data yang masuk 2.498 jawaban dari pemilih di TPS yang sudah melakukan pencoblosan di bilik suara mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan 09.30 WIB pagi waktu Indonesia Barat. Data yang masuk dari seluruh TPS di 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat.

Hasil dari Exit Poll LKPI didapatkan nomor urut 1, yakni pasangan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum dipilih sebanyak 19,1 persen, nomor urut 2 pasangan Hasanuddin dan Anton Charliyan 17,7 persen. Sedangkan, nomor urut 3 Pasangan Sudrajat dan Ahmad Syaikhu 31,2 persen, nomor urut 4 pasangan Mizwar dan Dedi Mulyadi 30,1 persen, dan tidak menjawab sebanyak 1,9 persen.

Selanjutnya, Arifin mmenyebutkan alasan masyarakat memilih kandidat yang dipilih di bilik suara karena karakter kepimimpinan yang tegas 34,7 persen, karena visi dan misi-nya 22,1 persen, diusung oleh partai yang menjadi pilihan 16,2 persen, tokoh nasional/tokoh partai yang mengusung kandidat 22,2 persen dan yang tidak menjawab 4,8 persen.

Arin menuturkan prediksi dari hasil Exit Poll LKPI ini, pasangan yang akan menang di Pilkada Jawa Barat kemungkinan besar pasangan Sudrajat dan Ahmad Syaikhu. AKan tetapi, menurut Arifin, diperlukan pengawasan yang ketat dari saksi di setiap TPS untuk mengamankan suara pasangan Asyik ini.

“Diperlukan ketelitian dan kedisiplinan dari saksi yang berada disetiap TPS, untuk memastikan tidak ada kecurangan yang terjadi, hal itu dikarenakan suara pasangan calon Sudrajat dan Ahmad Syaikhu dengan pasangan Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi, terpaut sangat tipis,” pungkasnya.

Perlu diketahui, pada Exit Poll LKPI, metode pengambilan atau penentuan TPS sebanyak 1.249 TPS oleh LKPI dilakukan dengan mengunakan metode Multistage Random Sampling dan Exit Poll di setiap TPS diseleksi 2 pemilih secara random dan proposional sesuai sebaran TPS yang tersebar di kecamatan dan desa kelurahan di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, survei exit poll ini memiliki tingkat Margin Of Error ± 2,75 % pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sumber : Ngelmu.co

TEGAS! Istana: Pekerja Asing Tak Wajib Bisa Bahasa Indonesia, Warganet: WNI Jadi Babu di Negeri Sendiri

TEGAS! Istana: Pekerja Asing Tak Wajib Bisa Bahasa Indonesia, Warganet: WNI Jadi Babu di Negeri Sendiri


10Berita, Istana Kepresidenan membantah pemerintah akan mewajibkan para tenaga kerja asing (TKA) untuk memahami Bahasa Indonesia sebagai syarat bagi mereka untuk bisa bekerja di dalam negeri.

Menurut juru bicara Presiden Joko Widodo, Johan Budi Sapto Prabowo, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 yang mengatur TKA, tidak memuat ketentuan itu.

"Tidak benar ada Peraturan Presiden yang mewajibkan TKA untuk bisa Bahasa Indonesia ketika bekerja di Indonesia, tidak ada," ujar Johan Budi di Jakarta, Selasa, 26 Juni 2018 seperti dilansir Viva.

Johan Budi menyampaikan, Perpres hanya memuat ketentuan bahwa perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan TKA diharuskan menyediakan fasilitas pelatihan bagi mereka untuk bisa memahami Bahasa Indonesia.

"Bukan TKA-nya yang diwajibkan, tapi perusahaannya yang diwajibkan menyediakan fasilitas pelatihan kepada TKA," ujar Johan Budi.

Diketahui, media The New York Times memberitakan bahwa Perpres Nomor 20 Tahun 2018 memuat ketentuan supaya para TKA mampu berbahasa Indonesia. Pemberitaan mengutip juga pernyataan yang berisi keberatan dari sejumlah pemangku kepentingan.

Melihat berita ini, warganet pun menjadi berang. Kebijakan ini dinilai merugikan bangsa sendiri. Berikut komentarnya.

— Rezim Sandiwara🌀 (@detektive88) June 26, 2018

— Hilik Ku Aink.... (@kangsemproel) June 26, 2018


WOOOY ISTANA WOOY , JAGA HARGA DIRI BANGSA, KALO MAU KERJA DI INDONESIA WAJIB BISA BAHASA INDONESIA

— Wishnu Wijaya (@WishnuWJY) June 27, 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Wow… BerKTP Jakarta, Mendagri Tjahjo Terdaftar Nyoblos di Jateng

Wow… BerKTP Jakarta, Mendagri Tjahjo Terdaftar Nyoblos di Jateng

10Berita, Setelah sebelumnya ramai kasus Djarot Saiful Hidayat yang secara ajaib langsung mendapatkan KTP Medan Sumatera Utara, kini kasus yang tak kalah heboh kembali terjadi.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo yang sudah lama memiliki KTP Jakarta ternyata masih terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT) Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2018.

Hal ini membuktikan kinerja KPU sebagai penyelenggara pemilu masih jauh dari kata baik. Karena seharusnya sudah terdeteksi saat pencocokan data pemilih. Politisi PDI-Perjuangan ini tak menampik hal tersebut. Ia mengakui bersama keluarganya telah ber-KTP Jakarta namun masih terdaftar sebagai pemilih di kampung halamannya.

“Saya dan beberapa keluarga saya masih terdaftar di sini. Padahal sudah ber-KTP Jakarta semua. Pilkada kemarin saya nyoblos di Jakarta, enggak di sini,” kata Tjahjo di Semarang, Rabu (27/6/2018) seperti dikutip CNN Indonesia.

Tjahjo mengelak kedatangannya ke TPS di Jalan Citarum, Semarang Timur Kota Semarang bukan untuk ikut memilih tetapi untuk mengklarifikasi kejanggalan tersebut.

Katanya, ia ingin memastikan kertas suara atas namanya tidak digunakan oleh pihak-pihak yang tak bertanggungjawab.

Pembaca percaya dengan pernyataan ini?

Sumber : Ngelmu.co

Humas Polri: Segera Laporkan Jika Ada Polisi yang Tidak Netral

Humas Polri: Segera Laporkan Jika Ada Polisi yang Tidak Netral

10Berita, JAKARTA—Terkait isu tidak netralnya Aparatur Sipil Negara (ASN) di pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2018 ditanggapi oleh Karo Penmas Humas Polri Brigjen M. Iqbal.

Iqbal mengajak masyarakat untuk melaporkan oknum polisi yang bertindak tidak netral, kemudian Polri telah mengeluarkan edaran agar aparat bersikap profeisonal dan netral dalam Pilkada Serentak.

Polri turut menyebar nomor khusus untuk memudahkan masyarakat melaporkan aparat yang tidak netral.

“Tolong sampaikan ke publik nomor hotline Divisi Propam Polri. Email divpropam99@gmail.com dan nomor telepon 021-7218615,” kata qbal, pada Selasa (26/6/2018) kemarin.

Iqbal mengatakan Polri menerima segala macam bentuk pengaduan masyarakat yang berkaitan dengan ketidaknetralan Polri. Namun, masyarakat harus menyertakan bukti dalam pelaporan.

“Ini sebagai media pengaduan masyarakat apabila menemukan oknum polri yang tidak netral dalam Pilkada Serentak 2018 ini. Bisa sertakan video atau foto,” pungkasnya.

Pilkada serentak akan digelar 27 Juni 2018 di 171 daerah. Pemerintah menetapkan tanggal tersebut sebagai hari libur nasional. []

SUMBER: CNN,  Islampos.

Menyesal Kenal Sudradjat

Menyesal Kenal Sudradjat


10Berita – Saat ini tahapan Pilgub Jawa Barat sudah memasuki masa tenang. Peperangan telah usai dan tinggal menunggu perolehan hasil suara. Saya tidak akan kampanye memilih Sudrajat-Syaikhu untuk menghormati masa tenang. Saya hanya ingin sedikit mengenang momen perkenalan dengan Sudrajat.

Sejak ditetapkan Partai Gerindra sebagai bakal calon Gubernur Jawa Barat, saya agak kesulitan mencari latar belakang dan sepak terjangnya. Saya googling “Jenderal Sudrajat” yang muncul malah mantan Panglima ABRI Almarhum Edi Sudrajat. Saya googling “Sudrajat Jawa Barat”, yang muncul malah Ajat Sudrajat mantan pemain Persib. Dalam hati berkata, “Siapa sih orang ini…?”.

Hingga akhirnya kami janjian dan bertemu di salah satu tempat ngopi. Kala itu Sudrajat ditemani istrinya Sally Salziah. Di saat calon gubernur lain sibuk blusukan kesana kemari, Sudrajat malah santai mengisi waktu bersama istri. Di saat calon lain berlomba eksis di sosial media, Sudrajat tak kunjung membuat akun pribadi. Sudrajat benar-benar cagub yang aneh.

Dari pertemuan itu saya baru tahu latar belakangnya. Dia seorang purnawirawan bintang dua lulusan kampus ternama Harvard University, serta pernah menjabat berbagai posisi strategis. Mulai dari Kapuspen TNI, Dirjen Strategi Pertahanan Kemenhan, atase pertahanan di London dan Washington, hingga duta besar Indonesia di China.

Sudrajat bercerita bagaimana strategi dan proses perjalanan China dari negara biasa menjadi negara yang maju secara ekonomi dan ditakuti dunia. Sudrajat memahami konsep itu. Dan dia ingin menerapkannya di Jawa Barat. Bagaimana caranya? Tentu tidak bisa dipaparkan dalam debat cagub yang hanya diberi durasi bicara dua menit.

Di Harvard University dia belajar tentang manajemen pemerintahan sipil. Pengetahuan tentang good goverment dan good governance dia kuasai. Buktinya dari sekian banyak jabatan strategis yang pernah dia duduki, tidak ada satu pun yang meninggalkan cacat korupsi.

Untuk ukuran jenderal yang pernah menjadi duta besar dan pernah bertugas di benua Eropa, Amerika dan Australia, idealnya Sudrajat menjadi orang yang bergelimang harta. Namun dia memilih biasa saja. Malahan Sudrajat menjadi calon gubernur termiskin dibanding para kompetitor lainnya yang secara usia lebih muda.

Bagi saya, Sudrajat pantas rasanya bila menjadi figur yang belagu dan sombong bila dilihat dari sederet prestasi dan sepak terjangnya. Tapi dia tetap menjadi pribadi yang rendah hati, pendengar yang baik saat berdiskusi, dan tidak pernah menggurui. Karakter urang Sunda pisan.

Sudrajat matang secara pemikiran, pengalaman dan kemampuan. Bisa berbahasa China, fasih berbahasa Inggris, halus saat berbahasa Sunda, dan sistematis bila berbahasa Indonesia. Dan yang pasti dia sangat mengerti ajaran ayat suci dan ajaran ayat konstitusi. Setiap diskusi dengan Sudrajat, selalu ada ilmu baru yang didapat.

Jawa Barat bukan Kota Bandung yang hanya dihuni dua juta jiwa atau Kabupaten Purwakarta yang hanya berpenduduk satu juta. Jawa Barat memiliki 46 juta jiwa dengan beragam latar belakang dan persoalan. Jawa Barat tidak pantas dikelola si “akang” yang baru kemarin sore. Jawa Barat harus dikelola oleh seorang “bapak” yang berpengalaman, bijak, arif dan tegas.

Sudrajat memang tidak jago akting seperti Deddy Mizwar. Sudrajat juga tidak eksis dan narsis di sosmed seperti Ridwan Kamil. Sudrajat selalu tampil orsinil apa adanya. Bagi dia, ketulusan dan kejujuran jauh lebih penting dari sekadar pencitraan. Terlebih, di Pilgub Jabar ini Sudrajat bukan orang yang ngebet mencalonkan, melainkan rela dicalonkan.

← Halaman sebelumnya Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3

Hampir setengah tahun saya mengenal Sudrajat. Kesimpulannya, saya menyesal mengenal Sudrajat. Menyesal mengapa baru sekarang saya mengenal Sudrajat. Menyesal mengapa bukan dari dulu figur seperti ini muncul ke permukaan. Mutiara terpendam dari Tanah Pasundan.

Sebagai ganjaran dari penyesalan yang saya alami, saya ikhlas berjuang untuk memenangkan Sudrajat. Kenapa? Karena saya tak ingin warga Jawa Barat ikut menyesal tak memilih Sudrajat. Seorang yang sangat nyunda, nyakola, nyantri jeung nyantika. Seorang putra daerah dengan kualitas internasional.(kl/)

Penulis: TB Ardi Januar

Sumber : swamedium, Eramuslim.com

Polling: 90 Persen Responden Minta MUI Keluarkan Fatwa Haram Berkunjung ke Israel

Polling: 90 Persen Responden Minta MUI Keluarkan Fatwa Haram Berkunjung ke Israel


10Berita, JAKARTA —Kunjungan Yahya Cholil Staquf Katib Aam PBNU ke Israel baru-baru ini menuai polemik. Banyak pihak yang menilai kunjungan tersebut bertolak belakang dengan semangat Indonesia memperjuangkan kemerdekaan bangsa Palestina.

Kunjungan warga Indonesia ke Israel bukanlah yang pertama. Beberapa tahun lalu, sejumlah pemimpin media massa Indonesia juga berkunjung ke Israel dan bertemu dengan PM Benjamin Netanyahu. Kunjungan ini pun menuai kontroversi.

Agar kasus serupa tak kembali terulang, ada usulan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengeluarkan fatwa haram berkunjung ke Israel. Salah satu pihak yang mengusulkan adalah Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR RI.

Menurut Fahri, berkunjung ke Israel lebih banyak mudaratnya. "Supaya tidak ada kejadian seperti ini lagi, sebaiknya majelis ulama membuat fatwa tentang kunjungan ke Israel itu dinyatakan haram aja. Supaya tidak ada lagi orang ke sana. Sebab, pergi ke negara yang dikuasai zionis itu, pertama, secara keagamaan lebih banyak mudaratnya. Apalagi elite-elite karena zionis ini pintar betul dia ngolah orang," kata Fahri baru-baru ini. (Baca: Israel Kembali Lakukan Kebiadaban, Kunjungan Yahya Staquf Dinilai Tak Berdampak Positif)

Kemudian dalam jajak pendapat Voa-Islam.com, mayoritas responden menilai MUI perlu mengeluarkan fatwa haram berkunjung ke Israel. Klik: Hasil Polling Fatwa Haram Berkunjung ke Israel

Dari 684 suara yang masuk melalui media sosial Twitter, sebanyak 90% responden meminta agar MUI mengeluarkan fatwa berkunjung ke Israel. Sementara 10% responden menilai MUI tidak perlu mengeluarkan fatwa tersebut. 

Polling ini berlangsung selama 24 jam dari Selasa hingga Rabu (19-20/6/2018).* [Syaf/]

Sumber :voa-islam.com

Gegara Meme Amien Rais, Mantan Direktur Indosat Kena Masalah

Gegara Meme Amien Rais, Mantan Direktur Indosat Kena Masalah


10Berita, Mantan direktur PT Indosat Syakieb Sungkar kesandung masalah setelah memposting foto meme Amien Rais yang diunggah di akun facebooknya

Syakieb dipolisikan Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ke Bareskrim Polri, Selasa (26/6/2018).

Yang dipermasalahkan adalah, meme yang diunggah pada Senin (25/6/2018) pukul 21.08 WIB itu dianggap melecehkan.

Sebab, foto tersebut adalah sebuah meme dengan kepala dan wajah Amien Rais.

Namun, tubuhnya bertelanjang dana disertai kain compang-camping yang terlilit di pinggang serta tanpa menggunakan alas kaki. Dalam meme itu diberi caption 'jalan kaki Jogja-Monas'.


Kuasa hukum alumni IMM, Wa Ode Nur Zaenab di Bareskrim Polri, menyatakan, unggahan itu disebutnya sudah cukup menjadi bukti.

“Nampak dideskripsikan sebagai seorang gelandangan atau orang gila yang tidak pantas,” jelas dia, Selasa malam (26/6/2018).

Hal itu tak sebanding dengan Syakieb sebagai seorang intelektual, terpelajar, profesional dan lulusan universitas ternama di Bandung.

Ia juga sudah sangat paham akan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), tak seharusnya mengunggah foto tersebut.

“Yang bersangkutan tidak selayaknya lakukan hal demikian, posting foto seorang tokoh yang merendahkan dengan sedemikian rupa,” sebut Wa Ode.

Atas perbuatannya, Syakieb diduga tidak hanya melanggar pasal 27 ayat 3 dan 28 aya 2 UU ITE, dia juga dinilai melanggar pasal 28 ayat 2 di undang-undang yang sama.

Sebab, Amien katanya merupakan tokoh bangsa, agama, dan orang yang memiliki peran penting di kalangan Muhammadiyah.

“Ini sudah masuk ke SARA sebenarnya,” tegas Wa Ode.

Dalam laporannya, pihaknya menyertakan barang bukti berupa postingan gambar yang diunggah Syakieb.

Dia berharap dengan laporan ini menjadi pelajaran bagi mereka yang berniat menghina martabat seseorang atau kalangan tertentu di sosial media.

Sementara, Sekjend Kornas Forum Komunikasi Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM) Azrul Tanjung mengatakan pihaknya sangat tersinggung dengan postingan tersebut.

“Kita anggap tidak pantas, tidak senonoh karena dilakukan secara terbuka di media sosial Facebook, ya kita melaporkan beliau. Saya berharap segera Polri mengusut kasus ini sebagaimana seharusnya,” kata Azrul di samping Wa Ode.

Saksi pelapor Dr. (Cdt) Eneng Humaeroh, Spdi., MA. dalam pernyataan persnya, Selasa (26/6/2018) mendesak polisi untuk segera mengusut tuntas tindakan kriminal berupa pencemaran mama baik dan penghinaan tersebut dengan segera melakukan penangkapan dan memproses hukum pemilik akun facebook yang diketahui sebagai profesional di bidang telekomunikasi dan lulusan universitas di Chicago dan lulusan PTN ternama di Indonesia.

(Alumni IMM melaporkan ke Bareskrim Polri)

Berdasar liputan JawaPos.com mencoba mengonfirmasi mantan Direktur PT Indosat Syakieb Sungkar. Namun, sampai saat ini belum ada respons.

Sumber:
Pojoksatu
Mediaharapan

***

Berdasar penelusuran, unggahan meme Amien Rais sudah tidak didapati di laman akun facebook Syakieb Sungkar (https://www.facebook.com/syakieb.sungkar).

Di akun facebook Syakieb Sungkar tertulis di biodata:
- Director of Sales di AXIS GSM YG BAIK
- Citizen di MyRepublic
- Bekerja di PT. Mora Telematika Indonesia (MORATELINDO)
- Bekerja di Art
- Pernah bekerja sebagai Director of Sales di PT. Indosat Tbk
- Mengambil jurusan Management di The University of Chicago
- Jurusan Digital Telecommunications di Cable and Wireless College, Coventry
- Jurusan Teleco di Institut Teknologi Bandung
- Bersekolah di ITB(institut teknologi bandung)
- Tinggal di Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Sumber : PORTAL ISLAM