OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Jumat, 29 Juni 2018

Gerindra Yakin Pasangan ‘Asyik’ Menang Jika Tak Ada Kecurangan

Gerindra Yakin Pasangan ‘Asyik’ Menang Jika Tak Ada Kecurangan


10Berita – Wakil Ketua Umum DPD Partai Gerindra Jawa Barat, Anggawira, yakin pasangan calon gubernur (cagub) Sudrajat dan cawagub Ahmad Syaikhu (Asyik) menang di Pilkada Jawa Barat (Jabar). Menurut dia, pasangan Asyik bisa kalah jika terjadi kecurangan.

“Survei terakhir menyebutkan Asyik unggul dibandingkan paslon (pasangan calon) lain. Insya Allah kami menang jika tidak ada kecurangan,” kata Anggawira seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Rabu (27/6).

Ia mencatat hasil survei terakhir yang dirilis Pusat Kajian Opini Publik (Puskopi), Senin (25/6), menyebut, dari hasil jajak pendapat pada 17-23 Juni 2018 yang melibatkan 1.769 responden yang seluruhnya warga Jabar, sebanyak 33,9 persen menyatakan akan memilih pasangan Asyik. Sementara itu, yang memilih Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi sebanyak 29,3 persen, yang memilih Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum sebanyak 23,3 persen, dan yang memilih pasangan TB Hasanuddin-Anton Charliyan hanya 10,7 persen.

Untuk mengantisipasi kecurangan, lanjut Anggawira, pihaknya mengerahkan tiga saksi di setiap tempat pemungutan suara (TPS) untuk memantau dan mengawasi pelaksanaan pencoblosan. “Hari ini kami juga melakukan exitpoll. Insya Allah dengan ini (semua TPS) bisa diawasi dan potensi kecurangan bisa kita minimalisir,” ujarnya.

Di Jabar terdapat 7.635 TPS dengan jumlah pemilih yang tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT) mencapai 31.735.133 orang. Di setiap TPS, ada 22.905 saksi dari Partai Gerindra. Anggawira menambahkan, Gerindra juga optimistis pasangan yang diusung partai ini di pemilihan bupati (pilbup) Cirebon, yakni pasangan Kalinga-Santy, akan menang karena unggul dalam beberapa survei yang telah dirilis.(kl/)

Sumber :republikaonline

Pemerintah Tegaskan Pekerja Asing Tak Wajib Bisa Bahasa Indonesia

Pemerintah Tegaskan Pekerja Asing Tak Wajib Bisa Bahasa Indonesia

10Berita – Istana Kepresidenan membantah pemerintah akan mewajibkan para tenaga kerja asing (TKA) untuk memahami Bahasa Indonesia sebagai syarat bagi mereka untuk bisa bekerja di dalam negeri.

Menurut juru bicara Presiden Joko Widodo, Johan Budi Sapto Prabowo, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 yang mengatur TKA, tidak memuat ketentuan tersebut.

“Tidak benar ada Peraturan Presiden yang mewajibkan TKA untuk bisa Bahasa Indonesia ketika bekerja di Indonesia, tidak ada,” ujar Johan Budi di Jakarta, Selasa (26/06).

Johan Budi menyampaikan, Perpres hanya memuat ketentuan bahwa perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan TKA diharuskan menyediakan fasilitas pelatihan bagi mereka untuk bisa memahami Bahasa Indonesia.

“Bukan TKA-nya yang diwajibkan, tapi perusahaannya yang diwajibkan menyediakan fasilitas pelatihan kepada TKA,” ujar Johan Budi.

Diketahui, media The New York Times memberitakan bahwa Perpres Nomor 20 Tahun 2018 memuat ketentuan supaya para TKA mampu berbahasa Indonesia. Pemberitaan mengutip juga pernyataan yang berisi keberatan dari sejumlah pemangku kepentingan. (vv)

Sumber :Eramuslim 

Zionis Israel Akan Luncurkan Proyek Kereta Api Tel Aviv-Riyadh

Zionis Israel Akan Luncurkan Proyek Kereta Api Tel Aviv-Riyadh

10Berita – Analis politik Yahudi, Dana Feiss, mengatakan bahwa Israel akan membuka jalur kereta api yang menghubungkan Tel Aviv dengan ibukota Arab Saudi, Riyadh. Informasi ini ia sampaikan di salah satu acara di stasiun TV Channel 12 Israel.

Laporan ekslusif yang baru pertama kalinya diungkap ini menyebutkan bahwa disamping dengan Riyadh, proyek kereta api ini juga akan membuka jalur ke Eropa.

Feiss kemudian menegaskan bahwa rencana ini telah disetujui oleh PM. Israel Benjamin Netanyahu beserta menteri Perhubungan Israel Yisrael Katz.

Ia kemudian menyebut tujuan dari proyek ini untuk kepentingan dagang. “Proyek ini diberi nama Peace Bars yang bertujuan untuk membuka rute komersial dari Mediterania ke teluk Arab, yang disebut Israel dengan nama teluk Persia,” jelasnya.

Jalur kereta api yang menghubungkan Israel dengan Kerajaan Arab Saudi ini nantinya akan melintasi perbatasan Yordania, dan kota Jenin yang berada di bagian utara Tepi Barat.

Proyek ini tidak lepas dari usaha Amerika Serikat untuk menghubungkan Israel dengan negara-negara kawasan, yang salama ini merasa terancam dengan Iran. Pihak pemerintah Israel sendiri mengklaim telah mengantongi dukungan internasional sehingga dapat memperbaiki citra terhadap Timur Tengah. (dwt)

Sumber :Eramuslim 

Kamis, 28 Juni 2018

Lembaga Survey “Kredibel” Telah Berubah Jadi Peserta Lomba Tebak-tebakan Pilkada

Lembaga Survey “Kredibel” Telah Berubah Jadi Peserta Lomba Tebak-tebakan Pilkada

Oleh: Pangeran Togel

Persis seperti nasibnya tim Jerman yang babak belur dan gugur di babak penyisihan secara tragis, demikian juga nasib lembaga survey, yang katanya menjadi semacam alat termometer politik di setiap Pilkada, Pileg dan Pilpres.

Sejumlah lembaga survey yang katanya “kredibel” tersebut gagal menebak hasil Pilkada, babak belur ditumbangkan oleh hasil Pilkada di Jawa Barat, Jawa Tengah dan sejumlah daerah lainnya.

Di Jawa Barat, mayoritas lembaga survey “kredibel” menempatkan pasangan Sudrajad-Syaikhu di urutan ke tiga dengan menebak perolehan suara antara 7 hingga 9 persen. Kenyataannya, Pasangan Sudrajad-Syaikhu justru melambung tinggi perolehan suaranya, bersaing ketat dengan perolehan suara yang diraih Ridwan Kamil.

Demikian juga di Jawa Tengah, hampir mayoritas lembaga survey “kredibel” menebak perolehan suara pasangan Sudirman-Ida sangat rendah, yaitu antara 17 hingga 20 persen. Kenyataannya Sudirman-Ida berhasil meraih perolehan suara di atas 40 an persen mendekati pasangan Ganjar-Taj.

Jika diibaratkan lomba tebak tebakan, maka pemenang lomba tebak-tebakan kali ini justru dimenangkan oleh LKPI, sebuah lembaga survey pendatang baru dan berada di papan bawah. Tebakan LKPI mendekati akurat yang menempatkan Sudirman-Ida dan Sudrajad-Syaikhu unggul di Pilkada Jateng dan Jabar.

LKPI persis seperti tim sepak bola Korsel yang selalu jadi tim papan bawah, tapi berhasil mengusir Jerman sebagai sang juara bertahan dari medan kurusetra Piala Dunia 2018.

Mari lanjutan lomba tebak tebakan menuju Pilpres 2019 yang mengunggulkan Joko Widodo di urutan teratas tanpa pesaing. Konon katanya, sejumlah lembaga tebak tebakan telah membuat hasil tebakan pada Pilpres 2019, katanya tidak ada kandidat yang bisa kalahkan Joko Widodo. Hanya kotak kosong yang dapat bersaing mengalahkan figur janji kosong.[***]

Sumber : Konfrontasi

Plak! Akibat Tak Sabar Tunggu KPU, Komjen Iriawan Bungkam Para Pendukung Ridwan Kamil

Plak! Akibat Tak Sabar Tunggu KPU, Komjen Iriawan Bungkam Para Pendukung Ridwan Kamil

Referensi pihak ketiga

10Berita, Klaim kemenangan yang dilakukan oleh kubu Ridwan Kamil di Pilkada Jabar terlalu tergesa-gesa.Klaim itu didasari oleh hasil quick count sejumlah lembaga survey. Padahal jika ditilik angka perolehan Paslon Ridwan Kamil-Uu (Rindu) dan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) tidak terpaut jauh.

Misalnya survei versi SMRC, Rindu memperoleh 32,26% sedangkan Asyik 29,58%. Dengan kisaran selisih 2,68% angka ini sangat mungkin berubah dihitungan real count KPU.

Litbang Kompas-Referensi pihak ketiga

Ingat, quick count bukanlah suara sesungguhnya. Lembaga survey seperti SMRC hanya mengambil sampel di 400 TPS dari total 74.948 TPS di Jawa Barat. Harus disadari bersama bahwa tingkat keakuratan hitungan quick count sangat tergantung pada sampling yang dilakukan.

Itulah sebabnya mengapa saya katakan klaim kemenangan yang disertai suguhan airmata dan sujud syukur itu terlalu dini dan tergesa-gesa. Sabar, tunggu KPU.

Tapi agaknya euforia publik pendukung terlanjur besar hingga KPU pun diabaikan. Padahal sikap ini berpotensi membawa gesekan. Katakanlah misalnya, hasil hitung cepat meleset dan justru membawa paslon Asyik sebagai pemenangnya. Tuduhan, cercaan, kecurigaan pasti akan muncul.

Referensi pihak ketiga

Nah, terkait dengan potensi itulah Penjabat Gubernur Jawa Barat M. Iriawan menghimbau kepada masyarakat agar menunggu hasil resmi penghitungan suara pada 9 Juli 2018 nanti untuk menjaga situasi agar tetap kondusif pasca pilkada.

Lebih lanjut ia juga punya permintaan khusus kepada paslon yang terlanjur bergembira ria itu.

“Kami himbau juga kepada para paslon hormati dulu proses penghitungan suara resmi, boleh merasa unggul tapi tunggu dulu hasil dari KPU. Kami harap untuk menahan diri saja,” ucapnya (tempo.co/27/06/2018).

Plak!

Referensi pihak ketiga

Tepat sasaran. Ya, semestinya jangan dulu ada yang merasa unggul. Cobalah menahan diri sebab semua bisa saja terjadi.

Sumber :UC News 

Apa Kata YLKI soal MK Tolak Akui Ojek Online sebagai Angkutan Umum?

Apa Kata YLKI soal MK Tolak Akui Ojek Online sebagai Angkutan Umum?



10Berita  -Mahkamah Konstitusi (MK) baru saja menolak permohonan pelegalan ojek online (ojol) sebagai alat transportasi umum.

Putusan tersebut diambil terhadap uji perkara Nomor 41/PUU-XVI/2018 yang diajukan para pengemudi ojol.

"Amar putusan mengadili, menolak permohonan para pemohon untuk seluruhnya," ujar Ketua Pleno, Anwar Usman seperti tertulis di website resmi MK (28/6/2018).

Pasalnya, MK menganggap sepeda motor bukan kendaraan yang aman untuk dijadikan sebagai angkutan umum.

Senada dengan MK, Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi memberikan komentarnya.

Acc (setuju) dengan putusan MK,” katanya saat dihubungi GridOto.com melalui pesan singkat (28/6/2018).

Ketua Harian YLKI, Tulus Abadi

Sebelumnya, Tulus memang pernah memberikan tanggapannya terkait hal ini.

Menurut dia, jika pemerintah memaksakan memasukkan sepeda motor ke dalam kategori angkutan umum, Indonesia akan ditertawakan negara-negara lain.

"Ya, ini menurut saya ancaman yang sangat serius dan Indonesia akan menjadi bahan tertawaan dunia kalau sampai regulasinya diubah dan kemudian mengakui angkutan roda dua menjadi angkutan umum," ujar Tulus dalam sebuah diskusi di Hotel Milenium, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Atas dasar itu, dia menilai kendaraan roda dua tidak pantas masuk dalam kategori angkutan umum.

"Jangan memaksa pemerintah mengatur itu dengan cara menjadikan sepeda motor jadi angkutan umum, karena itu melanggar UU lalu lintas,” ujarnya.

Kita tahu dari segi safety, sepeda motor adalah moda kendaraan yang tidak safety sehingga tidak layak menyandang transportasi umum," lanjutnya.

Tulus juga meminta DPR tidak merevisi Undang-undang Lalu Lintas untuk memasukkan kendaraan roda dua menjadi angkutan umum.

"Kami minta betul DPR jangan sampai mengubah UU lalu lintas dengan mengakomodasi sepeda motor sebagai angkutan umum hanya untuk mendulang suara dalam pilkada atau pilpres,” sebutnya.

“Jangan sampai mempertaruhkan keselamatan publik hanya karena faktor itu," pungkasnya.

Sumber : GridOto.com

15 Inspirasi Desain Kamar Mandi Outdoor Bernuansa Alam Nan Segar

15 Inspirasi Desain Kamar Mandi Outdoor Bernuansa Alam Nan Segar

10Berita, Dalam sebuah rumah hunian, kamar mandikini memiliki porsi tersendiri dan berkembang menjadi tempat yang multifungsi. Nggak hanya menjadi tempat untuk membersihkan diri, tetapi sekaligus juga untuk memanjakan diri. Sehingga, diperlukan desain yang sesuai dengan mood sang penghuni rumah.

Nah, jika kamu ingin sesuatu yang berbeda untuk kamar mandimu kelak, cobalah ambil konsep kamar mandi outdoor atau terbuka. Kamar mandi nggak harus didesain tertutup atau ‘terkurung’, namun juga bisa didesain sedemikian rupa agar terasa seperti sedang di alam bebas namun tetap terjaga privasinya. Selain itu, penggunaan konsep kamar mandi outdoor juga ditujukan untuk mencegah kelembapan yang menimbulkan bau nggak sedap dan munculnya kuman dan bakteri.

Advertisement

Nah, sebagai inspirasi, berikut ini Hipwee Tips berikan gambaran mengenai tampilan kamar mandi outdoor yang dijamin bikin kamu mupeng setengah mati!

1. Desain ini biasanya dicirikan dengan memberikan ruang terbuka dan tanaman hijau yang diletakkan di dalamnya

Atap terbuka dan tanaman di dalamnya via www.google.co.id

2. Batu-batuan alam bisa menjadi pilihan penutup dinding agar menambah kesan tropis pada kamar mandi. Sedangkan atapnya menggunakan desain kayu yang semi terbuka. Boleh juga menambahkan item lain seperti kursi kayu sebagai aksen

Dinding batu-batuan alam via www.ozarchitects.com

3. Perpaduan material batuan dengan semen untuk dinding pun nggak kalah kesan alaminya. Belum lagi jika ditambah atap ranting kayu, serasa di daerah pedalaman!

Perpaduan material batu dan semen hingga atap ranting kayu via www.bangunrumahmas.com

4. Dengan menggunakan desain menyerupai kolam tepat di bagian bawah shower dapat menjadi miniatur air terjun di dalam kamar mandi yang menyegarkan pikiran

Miniatur air terjun via www.dekoruang.top

5. Terletak di bagian samping rumah dengan atap yang nggak seluruhnya terbuka ini, sudah bisa jadi konsep kamar mandi outdooryang asri dengan tumbuhan sejenis palem di sekitarnya

Berada di samping rumah dengan atap setengah terbuka via www.baliholidayvilla.com

6. Gunakan semen ekspos untuk material bathub dan wastafel. Jangan lupa pakai material batu alam untuk pelapis dindingnya, ya!

Semen ekspos untuk bathub dan wastafel via blog.bluprin.com

6. Meski terpisah dari rumah utama, sepetak kamar mandi yang terbuat dari material kayu tanpa atap ini rasanya lebih privat, ‘kan?

Terpisah dari rumah utama via griya-aksen.blogspot.co.id

7. Untuk meminimalisir daun kering yang berjatuhan dari tanaman, kamu bisa pisahkan antara shower dan juga peletakkan tanamannya dengan menggunakan pintu yang bisa dibuka-tutup

Pisahkan dengan sebuah pintu via id.pinterest.com

8. Tak apa jika kamu menginginkan kamar mandi tertutup namun tetap bernuansa alami. Gunakan material kayu yang disusun sejajar untuk dinding dan atapnya, lantas tutupi dengan bahan semi transparan

Kayu disusun sejajar untuk dinding dan atap via au.pinterest.com

8. Pisahkan bagian yang kering dan basah. Misalnya bagian yang basah hanya area untuk membilas tubuh, sementara area toilet dan wastafel biarkan menjadi bagian yang kering. Khusus untuk area basah sebaiknya berada di bagian yang terpapar sinar matahari agar sisa air yang menggenang cepat menguap

Kebun mini via inspirationseek.com

9. Penggunaan material alami seperti kayu gelondong pada dinding dan langit-langit menambah kesan natural pada kamar mandi, juga batu-batuan sebagai lantainya serta area outdoor yang dapat membuatmu merasakan relaksasi

Penggunaan kayu gelondong via blog.bluprin.com

10. Kamu bisa juga membuat konsep jalan setapak untuk menuju shower, dengan dinding yang seluruhnya terbuat dari batu dan tanaman rambat menjuntai di sekelilingnya

Jalan setapak via www.silverestrella.com

11. Memisahkannya dari ruangan indoordengan menggunakan pintu kaca jadi ide bagus untuk tampilan yang lebih minimalis

Minimalis via blog.bluprin.com

12. Mengadopsi keindahan hutan, taman dan pegunungan dapat menyegarkan pikiran dan badan kita. Konsep kamar mandi ini cocok diterapkan jika kamu memiliki rumah khusus yang jauh dari keramaian

Konsep hutan dan taman via www.cntraveller.com

13. Ingin lebih natural lagi? Perbanyak tanaman dan material kayu di sekitar shower-mu!

Perbanyak tanaman via au.pinterest.com

14. Nuansa tropis yang alami pun dapat diterapkan pada desain kamar mandi kontemporer. Berikan sentuhan aksesoris yang berupa vanities dengan bahan marmer dan lain-lain

Kontemporer via housely.com

15. Perhatikan warna lampu dan kap yang dipakai. Gunakan lampu yang terang atau kemerahan dan kap lampu yang berupa anyaman. Batuan yang disebar di lantai pun bisa pilih yang berwarna putih bersih

Pemilihan kap lampu via www.spelldesigns.com

Meski terlihat cantik dan unik, konsep terbuka tentunya membuat lebih banyak kotoran yang masuk ke dalam kamar mandi. Sehingga kamu perlu membersihkannya secara teratur mulai dari perabotan, lantai, hingga bak penampungan air. Semoga menjadikan inspirasi buatmu yang mendamba kamar mandi bernuansa alam bebas, ya!

Sumber : Hipwee

Menanti Nyali Taipan Pengklaim Pulau Pari

Menanti Nyali Taipan Pengklaim Pulau Pari


10Berita, SULAIMAN Hanafi — biasa dipanggil Katur — mutung. Sejak lebaran, dia sudah membayangkan bakal menatap langsung wajah Pintarso Adijanto, orang yang melaporkannya ke kepolisian pada Juni 2017 dan membuatnya duduk di kursi pesakitan sebagai terdakwa kasus penyerobotan lahan. Tapi, orang yang dinanti tak menunjukkan batang hidungnya.

Sulaiman dan Pintarso bak bumi dan langit. Sulaiman cuma warga Pulau Pari, satu pulau di selatan gugusan Kepulauan Seribu, Jakarta. Paling banter, dia pernah menjabat ketua rukun tetangga setempat.

Sebaliknya, Pintarso adalah pebisnis papan atas. Dia bos PT Resource Alam Indonesia Tbk, salah satu gergasi batubara di Tanah Air. Dia juga pemilik PT Bumi Pari Asri, perusahaan yang mengklaim menguasai hampir 90 persen lahan di Pulau Pari.

Perkara tanahlah yang mempertemukan Sulaiman dan Pintarso. Klaim Pintarso bakal menggusur sekitar 300 keluarga atau lebih dari 1.000 jiwa yang telah menghuni pulau tersebut lebih dari tiga puluh tahun, termasuk Sulaiman.

Hendak membangun pelesiran bertaraf internasional, Pintarso rupanya tak main-main dengan klaimnya. Dia pun melaporkan warga ke kepolisian dengan tudingan penyerobotan lahan dan pungutan liar, sehingga total ada sebelas warga yang hingga kini berurusan dengan kepolisian dan pengadilan.

Sulaiman juga kian kecewa karena perkaranya diteruskan polisi dan jaksa meskipun Ombudsman tiga bulan silam telah memutuskan 76 sertifikat tanah milik perusahaan Pintarso cacat administrasi. Kantor Pertahahan Jakarta Utara, menurut Ombudsman, serampangan menerbitkan puluhan sertifikat tersebut, terlebih monopoli lahan di Pulau Pari dinilai melabrak Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.

Walhasil, bagi Sulaiman, satu-satunya ‘obat’ bagi kekecewaannya adalah menatap langsung wajah Pintarso. Tapi sayang, sang taipan tak jua muncul di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa 26 Juni 2018.

“Pintarso harus bertanggung jawab dong,” ujar Sulaiman. “Dia yang melaporkan saya, ya harus hadir beri keterangan, bahwa dia bermasalah sama saya.”

Di Pengadilan, Sulaiman didakwa oleh jaksa telah melanggar Pasal 167 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang masuk ke rumah atau pekarangan orang lain tanpa izin. Rumah yang diklaim milik PT Bumi Pari adalah rumah milik Surdin yang dijadikan “rumah sewa” untuk turis Pulau Pari.

Sulaiman sendiri sebenarnya hanya pengelola rumah sewa itu. Dia berbagi hasil dengan Surdin, juga seorang warga pulau, dengan porsi 80 persen untuk Surdin dan 20 persen untuk Sulaiman.

Pariwisata di Pulai Pari memang dikelola swadaya oleh warga setempat. Pelancong bisa menikmati keindahan Pantai Perawan dan Pantai Bintang di pulau tersebut hanya dengan tarif masing-masing Rp 5.000 dan Rp 2.500. Uang itu, menurut warga, akan digunakan untuk menjaga kebersihan pulau, yang cuma berjarak dua jam berlayar dari Pelabuhan Muara Karang, Jakarta Utara.

Malang bagi Sulaiman, Pintarso mengklaim rumah sewa yang menghidupi Sulaiman dan keluarganya selama ini berdiri di atas lahan PT Bumi Pari. Malang juga bagi warga lain sebab hampir tak tersisa lagi lahan bagi mereka di pulau seluas 41,32 hektare tersebut, kecuali sebuah masjid yang berstatus tanah wakaf dan sebuah laboratorium oseanologi milik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Kuasa hukum Sulaiman, Tigor Hutapea, menilai tuduhan penyerobotan lahan kepada kliennya mengada-ada. Pasalnya, tanah yang dimanfaatkan untuk membangun rumah sewa telah dihuni warga selama puluhan tahun sementara PT Bumi Pari baru mengklaim kepemilikan pada 2015.

“Ini upaya kriminalisasi untuk membungkam warga yang menolak privatisasi pulau,” ujar Tigor.

Tigor juga meminta Hakim Ramses Pasaribu agar memaksa Pintaro hadir di persidangan. Sesuai Pasal 160 KUHAP ayat 1, menurut Tigor, Pintarso sebagai saksi pelapor wajib setor muka di pengadilan.

“Ini sidang pemeriksaan saksi, sehingga kami berkeras Pintarso dihadirkan lebih dulu, bukan saksi-saksi lain,” katanya.

Menurut Tigor, kehadiran Pintarso di pengadilan sangat penting untuk mengklarifikasi beberapa hal penting, seperti klaim kepemilikan tanah Pintarso yang justru dimentahkan oleh temuan Ombudsman dan klaim Pintarso bahwa dia mengenal Sulaiman. Menurut Tigot, kliennya sama sekali tak mengenal Pintarso, bahkan tak pernah melihat wajah sang taipan. Klaim tersebut dinilai penting karena akan menjelaskan, apakah Pintarso dan keluarganya pernah membangun atau memanfaatkan lahan di Pulau Pari atau tidak.

Hakim pun mengabulkan permintaan Tigor dan memutuskan menunda persidangan hingga 5 Juli 2018. Tigor juga meminta Pintarso dipanggil kembali dan jika tak jua hadir, dia harus dihadirkan paksa.

Dalam Persidangan Selasa 26 Juni 2018, jaksa menghadirkan dua saksi. Mereka adalah Ben Yitzhak, kepala sekuriti PT Bumi Pari, dan Muhammad Sholeh, seorang yang mengaku mengaku pernah menyewa dan menginap di rumah sewa yang dikelola Sulaiman.

Selain Sulaiman, warga lain amat mendamba kehadiran Pintarso, orang yang menurut mereka telah membuat kehidupan warga pulau jumpalitan selama dua tahun terakhir. “Saya ingin lihat muka Pintarso, seperti apa sih dia,” ujar Mustaghfirin, salah satu warga yang sempat mendekam di balik jeruji penjara berkat tudingan pungutan liar Pintarso.[](Ngaenan)

Sumber :IndoPress

Kata JK ke Calon yang Kalah di Quick Count: Bisa Saja Berubah!

Kata JK ke Calon yang Kalah di Quick Count: Bisa Saja Berubah!

10Berita, Penghitungan suara pilkada serentak 2018 masih terus berlangsung, ada pihak yang mengaku menang berdasarkan Quick count lembaga-lembaga survei, walaupun belum diumumkan oleh KPU.

Namun ada “kabar menggebirakan” dari Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), JK meminta para calon kepala daerah yang kalah dalam penghitungan suara Pilkada Serentak 2018 versi quick count menunggu keputusan KPU. Menurut JK, semua bisa berubah.

“Kalau penghitungan cepat belum final. Kalau yang dekat-dekat bisa saja berubah. Kita tunggu saja, hasil KPU yang menentukan,” ujar JK setelah jadi pembicara di acara Jakarta Foreign Correspondents Club (JFCC) Members di Ayana Midplaza Hotel, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (28/6/2018).

JK juga mengapresiasi pilkada serentak yang berjalan damai. Banyak orang bergembira, sebutnya, karena pilkada berjalan transparan.

“Kita apresiasi bahwa luar biasa ini damai, tidak ada apa-apa. Semua transparan. Orang bergembira. Tidak banyak daerah bisa begitu,” tuturnya.

Hasil quick count pilkada direspons berbeda oleh sejumlah calon. Ada yang legawa mengakui kekalahan, ada juga yang belum menyerah serta menanti hasil resmi.

Mereka yang langsung legawa di antaranya cagub Jabar nomor urut 2 Tb Hasanuddin. Cagub yang diusung PDIP ini berada di posisi buncit di quick count sejumlah lembaga survei. Dia mengakui kekalahan setelah hasil quick count keluar.

Sumber : Ngelmu.co

Hasil Pilkada 2018 dan Peta Pilpres 2019

Hasil Pilkada 2018 dan Peta Pilpres 2019

10Berita – Pilkada serentak pada 2018 memunculkan sejumlah kejutan besar. Merujuk hasil hitung cepat versi lembaga survei, ada dua hasil yang paling menyita perhatian, yakni kemenangan Ridwan Kamil di Jawa Barat (Jabar), Khofifah Indar Parawansa di Jawa Timur (Jatim), dan Edy Rahmayadi di Sumatra Utara.

Lewat Pilkada dari 2017 hinga 2018, kita juga menyaksikan sebuah anomali, yakni oposisi yang bisa mencuri suara signifikan di basis kekuatan pemerintah, seperti Jawa Tengah, Sumatra Utara, DKI, dan Banten. Sisi yang menarik juga perihal kekalahan partai pengusung utama Jokowi, PDI Perjuangan di mayoritas daerah kunci pada pemilihan presiden 2019.

Mari kita telaah secara saksama.

1. Antara Jokowi dan PDIP

Sejatinya, partai yang mengusung Jokowi di Pilpres 2019 amat penting untuk menyatukan langkahnya di Pilkada Jabar dan Jatim sebagai konsolidasi jelang Pilpres 2019. Sebab dua daerah itu merupakan lumbung suara.

Di Jabar ada 31,7 juta pemilih, sedangkan Jatim punya 30,1 juta. Dengan total pemilih Pilpres 2019 yang mencapai 196,5 juta, maka Jabar dan Jatim punya bobot sekitar 30 persen dari total pemilih nasional.

Tak berlebihan maka jika ada teori bahwa Jabar dan Jatim akan menentukan siapa Presiden Indonesia 2019. Dengan kenyataan itu jadi amat menarik untuk menyaksikan sesama partai koalisi Jokowi justru saling bertempur, bukan justru menyatukan satu langkah demi 2019.

Beberapa jam menjelang pencoblosan di Jatim, ada pernyataan dari Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto yang menyebut Jokowi mendukung Khofifah Indar Parawansa untuk jadi gubernur. Padahal di sisi lain, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri turun gunung untuk memenangkan rival Khofifah, yakni Gus Ipul dan Puti Soekarno.

Pernyataan itu membuat PDIP berang dan menyebut Airlangga sedang mengadu domba Jokowi dan Mega. Satu hal yang bisa diamati serius bahwa Ketum Golkar yang tak lain adalah menteri Jokowi.

Sang menteri secara terbuka berani menyebut posisi politik sang presiden di Jatim. Di sisi lain, Jokowi tak pernah membantah secara langsung pernyataan Airlangga.

Apa seberani itu seorang Airlangga mencatut nama Jokowi? Atau justru pernyataan Airlangga itu adalah sikap politik Jokowi yang sesungguhnya?

Tak hanya di Jatim, Jabar juga memperlihatkan sebuah anomali. Ridwan Kamil nyatanya merupakan calon yang paling awal didukung Nasdem. Sama seperti Golkar, Nasdem merupakan partai yang secara sukarela menyerahkan tiket pilpres 2019 pada Jokowi.

Suara Golkar di DPR mencapai 16,2 persen. Jika ditambah Nasdem yang mengantongi 6,4 persen maka Jokowi sudah aman maju untuk 2019 dengan suara total di atas 20 persen presidential threshold. Makin manis lagi bagi Jokowi, sebab dia bisa maju dengan keleluasaan untuk mencalonkan wapres pilihannya sendiri.

Golkar dan Nasdem memberi tiket pada Jokowi tanpa embel-embel tuntutan terkait posisi cawapres. Jokowi jelas punya posisi tawar sangat tinggi dan cukup strategis di kedua partai itu. Sebab dengan Nasdem dan Golkar saja, Jokowi sudah cukup mengantongi tiket untuk bertarung di 2019.

Di sisi lain, PDIP justru lebih aktif dalam mendikte penentuan siapa cawapres Jokowi. Posisi tawar Jokowi di PDIP pun coba dikerdilkan di sejumlah kesempatan dengan sebutan bahwa dia hanya seorang petugas partai.

Karena itu, di balik manuver politik Nasdem di Jabar dan Golkar di Jawa Timur, banyak yang menilai ada sosok Jokowi yang pegang kunci.

Jokowi bisa jadi sedang menguji mesin politik Nasdem dan Golkar sekaligus menaikkan posisi tawarnya di PDIP. Dengan kemenangan Nasdem di Jabar dan Golkar di Jatim, Jokowi jauh lebih percaya diri untuk menentukan siapa cawapresnya tanpa tekanan elite partainya.

Memang, ada sejumlah isu terkait tarik ulur cawapres Jokowi. Pria Solo itu tampak tak nyaman dengan sikap beberapa partai yang mendikte penentuan cawapres.

Dan berkaca pada hasil Pilkada, Jokowi tampaknya akan semakin mantab dalam memilih cawapres dari kalangan profesional. Sebab hasil di Pilkada membuktikan sejumlah calon yang berlatar nonkader adalah calon yang dikehendaki rakyat.

Sebagai contoh, Edy Rahmayadi yang berlatar militer. Atau Ridwan Kamil, Anies Baswedan, dan Nurdin Abdullah yang punya latar akademisi dan profesional. Pun halnya Khofifah yang notabene kini bukan kader partai manapun.

Jadi berkaca dari hasil Pilkada kali ini, tak berlebihan jika nantinya Jokowi lebih memilih menunjuk seorang profesional nonkader partai sebagai pendampingnya.

Walhasil, Jokowi tampak coba mengubah embel-embelnya dari petugas partai menjadi penguasa partai. Kini Jokowi bisa menerapkan strategi //take it or leave it// pada partai yang kerap mendiktenya terkait penentuan cawapres 2019.

Itu berarti elite yang kerap melabeli Jokowi sebagai petugas partai, mau tak mau harus menerima siapapun cawapres yang dipilih Jokowi. Jika tidak maka, Jokowi bisa meninggalkan mereka dengan kendaraan Nasdem dan Golkar yang telah terbukti keampuhannya di sejumlah Pilkada.

Jadi pertanyaan besarnya, apakah Jokowi akan tetap bersama PDIP?

2. Peluang Oposisi di 2019

Pilkada serentak juga membuka peta persaingan baru antara partai pengusung Jokowi dengan oposisi. Sebab di sisi lain, oposisi mencatat sejumlah peningkatan suara di daerah yang pada 2014 menjadi basis kekuatan Jokowi.

Hasil di DKI pada 2017 tentu menggambarkan kekuatan oposisi. Formula kekuatan oposisi terletak pada kesolidan mesin partai, seperti PKS dan Gerindra.

Tapi kekuatan utama dari oposisi Jokowi adalah keberadaan alumni Gerakan 212. Tak bisa dipungkiri, Pilkada DKI 2017 telah menciptakan spektrum baru dalam perpolitikan nasional.

Warna baru muncul dalam perpolitikan nasional adalah kekuatan antara umat dan ulama dalam Gerakan 212. Sifat dari gerakan ini begitu cair dengan ulama yang menjadi motor dari setiap gerakan umat.

Kesuksesan Gerakan 212 ini makin tergambang dari hasil Pilkada serentak 2018. Yang paling fenomenal adalah melejitnya suara Sudirman Said-Ida Fauziah di Jawa Tengah. Di basis kekuatan utama pemerintah, Sudirman mampu mencuri lebih dari 40 persen suara. Padahal, dia berlaga di kandang banteng yang dikenal sebagai basis kekuatan PDIP.

Sumatera Utara yang juga menjadi basis PDIP juga berhasil direbut oleh koalisi Gerindra lewat kemenangan telak Edy Rahmayadi dan Musarajekshah. Padahal, hitungan sebelum Pilkada hasil survei menunjukkan perolehan suara dari pasangan ini hanya terpaut tipis dari Djarot-Sihar.

Tapi, gerakan ulama yang dimotori Tengku Zulkarnain dan ustaz kondang Abdul Somad mampu membalik konstelasi di Sumatera Utara. Pun halnya di Jawa Barat. Sudjarat-Syaikhu yang popularitas awalnya hanya di bawah tujuh persen, tiba-tiba bisa menyodok.

Ini tak terlepas dari gerakan masif para ulama yang ramai membanjiri media sosial untuk mendukung Sudrakat-Syaikhu.

Walhasil, mengukur kekuatan oposisi sepanjang Pilkada 2018 jangan sekadar mengukur hasil menang kalah. Tapi dengan melihat kenaikan elektabilitas yang signifikan di tiap wilayah yang jadi kantong oposisi.

← Halaman sebelumnya Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3 4 5

Memang, di Jabar dan Jateng, koalisi oposisi masih kalah dari kubu pemerintah versi lembaga survei. Tapi yang perlu dicermati adalah kenyataan bahwa yang diajukan oposisi di kedua daerah itu adalah calon yang relatif tak populer, baik calon gubernur atau wakilnya.

Ini berbeda saat Aher memenangkan Pilgub Jabar dua periode sebelumnya. Saat itu Aher menggandeng wakil yang punya tingkat popularitas tinggi, yakni Dede Yusuf dan Dedy Mizwar.

Dengan calon yang punya popularitas rendah saja, oposisi bisa meraih angka 30 persen di Jabar dan 40-an persen di Jateng. Jadi bisa dibayangkan kekuatan oposisi bila mencalonkan kandidat yang punya popularitas tinggi. DKI Jakarta, Banten, Kalimantan Timur, dan Sumatra Utara sudah jadi buktinya.

Dengan deretan fakta tersebut, kubu koalisi patut mewaspadai kekuatan oposisi di Pilpres 2019. Tapi di sisi lain, oposisi juga mesti menyiapkan calon yang punya bekal popularitas yang mumpuni untuk menantang Jokowi.

Mungkin inilah saat yang tepat bagi petinggi Gerindra, PKS, PAN, atau bisa jadi Demokrat untuk menimbang siapa calon yang paling punya bekal popularitas dan akseptabilitas untuk menantang Jokowi di 2019.

Boleh jadi nama-nama itu mulai satu dan dua hari ini mulai dirundingkan oleh kekuatan oposisi yang disokong oleh Gerakan 212. Nama yang bisa jadi mengerucut pada Prabowo, Gatot Nurmantyo, Anies Baswedan, AHY, Aher, atau bisa saja Jusuf Kalla yang pindah perahu. (rol)

Oleh: Abdullah Sammy, Jurnalis Republika

Sumber :Eramuslim