OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Sabtu, 30 Juni 2018

Novel Baswedan Minta Media Islam Soroti Masalah Korupsi

Novel Baswedan Minta Media Islam Soroti Masalah Korupsi


Novel Badwedan bersama Ketua DSKS Ustadz Muinuddinillah Basri

10Berita, KARANGANYAR – Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan meminta media Islam untuk proaktif dalam pemberantasan korupsi di Indonesiai. Dengan mengedepankan nilai-nilai agama, Novel berharap media Islam dapat memberikan sentuhan baru dalam upaya pemberantasan korupsi.

“Yang pertama, terutama bagi media Islam marilah kita terus menyoroti dan terus memantau setiap korupsi yang terjadi dengan harapan bisa dilihat menjadi permasalahan publik dan mendorong untuk diusut dengan tuntas,” katanya kepada Jurnalislam.com belum lama ini.

Media Islam bisa memberikan semacam pembelajaran bagi masyarakat bahwa melakukan tindak korupsi hanya akan berujung pada kehinaan dunia dan akhirat. “Hal ini suatu hal yang bisa dimunculkan oleh media Islam,” ujarnya.

Novel juga meminta media Islam untuk tetap kritis terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah dan aparat yang dirasa melindungi para pelaku tindak pidana korupsi.

“Saya juga berharap media Islam mau mengkritisi setiap kebijakan-kebijakan pemerintah atau tindakan penegak hukum yang justru melindungi atau menutupi perilaku-perilaku korupsi atau membiarkan dan lain-lain. Hal ini penting, karena peran media adalah membuka, memberikan pembelajaran bagi masyarakat umum, dan mengkritisi,” paparnya.

Novel mengungkapkan, saat ini KPK sedang menghadapi banyak ujian. Kasus penyerangan kepada dirinya pun hingga saat ini belum menemui titik terang. Novel berpesan kepada rekan-rekannya di KPK untuk bersabar dan terus saling menguatkan.

“Kita terus menguatkan semangat dan stamina karena berjuang juga membutuhkan stamina,” kata dia.

“Kita harus keluar dari zona nyaman, orang di KPK adalah sebagai pejuang bukan orang yang hanya bekerja biasa tetapi orang yang berjuang memberantas korupsi,” tegasnya.

Sumber :Jurnal Islam 

Jumat, 29 Juni 2018

Wow, Djarot-Sihar Menang di Seluruh Lapas dan Rutan Sumut

Wow, Djarot-Sihar Menang di Seluruh Lapas dan Rutan Sumut

10Berita Ternyata pasangan nomor urut 2 Calon Gubernur Sumatera Utara, Djarot-Sihar, menang dalam menarik hati para narapidana di seluruh Sumut. Pasangan ini menang dari lawannya, pasangan Edy-Musa.

Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus mengungguli Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah dalam pilgub yang diikuti ribuan warga binaan di lapas, rutan, dan cabang rutan di provinsi Sumut. Kemenangan Darot-Sihar ini di seluruh lapas dan rutan di Sumut diungkapkan oleh Humas Kanwil Kemenkumham Sumatra Utara Josua Ginting.

Josua mengatakan bahwa ada 5.113 warga binaan yang ikut memilih. Mereka tersebar di 39 lapas, rutan, dan cabang rutan yang berada di bawah Kemenkumham Sumut. Saat Pilkada serentak 2018, diketahui bahwa dari 5.113 narapidana tersebut, 2.525 narapidana memilih pasangan Dajrot-Sihar dan 2.130 narapidana yang memilih pasangan Edy-Musa.

“Untuk paslon nomor urut satu, 2.130 orang, paslon nomor dua, 2.525 orang. Ada 161 surat suara yang tidak sah,” kata Josua, Jumat (29/6), dikutip dari Republika.

Josua menegaskan bahwa pelaksanaan pilgub di seluruh unit pelayanan terpadu (UPT) di bawah Kemenkumham Sumut berjalan tanpa kendala berarti. Para narapidana tersebut mengikuti pilgub dengan baik dan terkendali.

“Sampai saat ini, kanwil tidak ada menerima laporan dari tiap UPT yang dalam pelaksanaan pilgub ada kendala. Semua berjalan dengan baik,” jelas Josua.

Namun, meski memenangkan suara narapidana, posisi Djarot-Sihar berubah. Dalam penghitungan yang ditampilkan KPU di situsnya pada pukul 14.15 WIB, dari 91,38 persen suara yang masuk, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah memperoleh 57,69 persen, sementara Djarot-Sihar sebesar 42,31 persen.

Sumber :Ngelmu.co

Tokoh JIL Nyinyiri PKS, Jawaban-Jawaban Netizen Ini Telak!

Tokoh JIL Nyinyiri PKS, Jawaban-Jawaban Netizen Ini Telak!


Saidiman Ahmad



10Berita, Tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) Saidiman Ahmad berkomentar nyinyir soal PKS usai Pilkada Serentak 2018. Ia pun mengaitkan dengan paham keagamaan yang menurutnya fundamentalis.

“Saya perhatikan, kandidat-kandidat PKS susah sekali mengucapkan selamat pada pasangan calon yang unggul dalam hitung cepat. Kenapa PKS begitu? Apakah ini terkait dengan tradisi dan paham keagamaan yang mereka anut, suatu paham eksklusif, tertutup, dan fundamentalis?” kata Saidiman Ahmad melalui akun Twitter pribadinya, @saidiman, Kamis (28/6/2018).

Twit itu memantik puluhan komentar yang umumnya memberikan jawaban atas kicauan nyinyir itu.

“Saya perhatikan, Ahokers susah sekali mengucapkan selamat pada pasangan Gub DKI Terpilih Bang @aniesbaswedan dan bang @sandiuno . Kenapa Ahokers begitu? Apakah ini terkait dengan tradisi dan paham keagamaan yang mereka anut, suatu paham eksklusif, tertutup, dan fundamentalis?” kata @Itang_Makatita



“Twet asbun. Pinteran dikit napa. Nih kelakuan jagoan lu..” kata @KepakElang sembari melampirkan tautan berita Djarot tinggalkan sertijab Anies.

“Saya perhatikan, pak Djarot idola mas susah sekali mengucapkan selamat pada pasangan calon yang unggul dalam hitung cepat. Kenapa begitu? Apakah ini terkait dengan tradisi dan paham keagamaan yang mereka anut, suatu paham eksklusif, tertutup, dan fundamentalis?” kata @qaqqah.

Baca juga: Terkejut Suara Asyik Meroket, Ade Armando: Terlalu Riskan Sebut Ridwan Kamil Menang

Saya perhatikan, pak Djarot idola mas susah sekali mengucapkan selamat pada pasangan calon yang unggul dalam hitung cepat. Kenapa begitu? Apakah ini terkait dengan tradisi dan paham keagamaan yang mereka anut, suatu paham eksklusif, tertutup, dan fundamentalis? https://t.co/D70lZ2sf4f

— Bukan Yang Mulia (@qaqqah) 29 Juni 2018

Sumber :Portal Islam 

Ini Bukti Jokowi “Khianati” Megawati

Ini Bukti Jokowi “Khianati” Megawati

10Berita - Pada Pilpres 2014 Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, memberikan tiket kepada Joko Widodo untuk bertarung melawan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Berkat solidnya dukungan PDIP dan partai pengusung lainnya, pasangan Jokowi-JK berhasil unggul dari pasangan Prabowo-Hatta.

Namun, menjelang pilpres 2019, ketidakharmonisan antara Jokowi dan Megawati mulai terlihat.

Megawati yang dinilai selalu menganggap Jokowi sebagai Petugas Partai inilah yang membuat Jokowi mulai membelot.

Pasalnya, suka atau tidak Jokowi merupakan Presiden Pilihan rakyat di pilpres 2014 lalu.

Pembangkangan Jokowi mulai terlihat saat lembaga Anti Rasuah mulai mencokok kepala daerah yang berasal dari PDIP satu persatu. Padahal, pilkada serentak akan segera dimulai.

OTT KPK ini, tentu saja mencoreng partai yang dibidani oleh Megawati Soekarnoputri. Akibatnya, terbentuklah opini di masyarakat bahwa kepala daerah yang berasal dari PDIP banyak yang korupsi.

Melihat aksi dari Lembaga anti rasuah ini memang sedikit mencengangkan. Pasalnya, keputusan PN Jakarta Selatan yang memerintahkan KPK untuk mentersangkakan mantan wakil presiden Boediono dalam kasus Skandal Century tak dilakukan oleh KPK dan akhirnya kasus skandal Century menguap. Pertanyaannya adalah kenapa KPK begitu getol melakukan OTT disaat menjelang pilkada serentak?

Jokowi dengan entengnya mengatakan, tidak ingin mencampuri urusan KPK agar dianggap tidak melakukan intervensi.

Kemudian, dalam menghadapi pilkada serentak, Jokowi terlihat tidak sejalan dengan Megawati. Untuk membahas sedikit apa yang terjadi, di media sosial sudah tersebar soal pembahasan yang menyebut Siasat Jokowi dan Golkar “Khianati” Megawati. Berikut rangkuman yang diperoleh redaksi

1.Sebelum bahas Pilkada Sulsel, saya akan bedah scr tuntas Pilkada Jateng. Setelah Jatim dan Jabar, semakin jelas langkah Jokowi dalam mengalahkan jago-jago Megawati dan PDIP termasuk di Jateng. Smart move by Jokowi. Membuktikan bhw dia tdk sepolos yang kita semua kira

2.Benang merahnya mulai kelihatan. Jokowi berusaha keluar dari “ketiak” Megawati dan PDIP. Kita masih ingat dukungan Golkar kpd Ganjar diberikan last minute. Sblmnya 3 Parpol sdh mendukung scr penuh: PDIP, Demokrat dan Nasdem. Golkar dukung belakangan.

3.Menurut sumber di Jateng, terlambatnya Golkar berikan dukungan kpd Ganjar, dikarenakan Jokowi melalui Airlangga Hartarto meminta Golkar mencari dan mendukung Paslon lain di Jawa Tengah utk imbangi calon PDIP. Jokowi tdk ingin PDIP menang di kandang banteng…

4.Upaya ini gagal krn Golkar kesulitan mencari figur yg dapat menandingi elektabilitas Ganjar. Berbeda dgn Jawa Timur dimana Jokowi minta Golkar memenangkan Khofifah. Dan ini terjadi… Khofifah menang, legitimasi PDIP dan Megawati tergerus di Jatim…

5.Kesulitan cari figur baru inilah yg membuat Golkar akhirnya mendukung Ganjar. Dukungan ini pun tdk disertai dgn kinerja kader Golkar di Jateng yg membiarkan Ganjar bertarung sendiri bersama PDIP. Koalisinya setengah hati…

6.Golkar tdk mungkin mendukung Sudirman Said krn waktu itu Golkar melihat elektabilitas SS sgt kecil utk dpt menandingi Ganjar. Sbnrnya kalau Golkar ikut dukung SS, kejadiannya bisa berbeda. SS mungkin bisa menang…

7.Fakta ini menunjukkan scr nyata “pemberontakan” Jokowi thd Megawati dan PDIP dilakukan dgn sgt terstruktur dan sistematis melalui kendaraan politik Golkar. Peran Golkar cukup besar utk membantu “pemberontakan” Jokowi…

8.Jokowi ingin hegemoni PDIP di pulau Jawa melemah. Prediksi saya Jokowi sdh tidak terima hanya dianggap sbg petugas partai. Harga dirinya terasa diinjak-injak setiap saat Megawati berkoar-koar bhw tanpa Megawati, Jokowi bukan siapa-siapa. Padahal dia Presiden yg dipilih rakyat.

9.Jokowi ingin buktikan bahwa dirinya “the real president” bukan petugas partai. PDIP cukup kewalahan dgn “pengkhianatan” Jokowi bersama Golkar. Apakah PDIP tau rencana “busuk” Jokowi dlm melemahkan PDIP ?

10.Prediksi saya, PDIP tau. Itulah mengapa sdh terjadi bbrp kali pertemuan antara Prabowo-Puan. Bukan hanya sekali. Ini mungkin arah Politik PDIP di thn 2019. PDIP siapkan alternatif Prabowo-Puan utk melemahkan Jokowi. Menarik utk mengamati “konflik” Megawati vs Jokowi ini

11.Prediksi konflik Jokowi vs Megawati sampai terendus koran asing. Koran The Strait Times Singapura menyebutnya sebagai “Battle of Jokowi vs Mega”. Konflik ini nyata dan akan bergulir menuju pencalonan Pilpres di bukan Agustus ini.(KONF/CELOTEHPOLOTIK)

Sumber :Konfrontasi

Tempat-Tempat Sejuk dan Hijau di Arab Saudi

Tempat-Tempat Sejuk dan Hijau di Arab Saudi

10Berita – Memiliki wilayah dengan kontur padang tandus, Arab Saudi dikenal sebagai negara yang sangat panas saat siang, dan sangat dingin saat malam hari. Akan tetapi pandangan Saudi sebagai negara berpadang pasir yang panas sepertinya bisa dihilangkan, karena ternyata Saudi punya tempat yang hijau dan indah.

Seperti dikutip merdeka.com dari berbagai sumber, berikut beberapa tempat di Saudi yang hijau dan sejuk. Banyak yang tidak percaya kalau di Saudi ada tempat tak terduga seperti ini;

Lembah hijau Wadi Al-Bardani

Belum banyak yang tahu ada lembah paling indah di Kerajaan Saudi. Wadi Al-Bardani, adalah salah satu lembah yang berada di Bareq, sebelah utara Mahayil Asir.

Di Wadi Al-Bardani, pengunjung akan disuguhkan dengan pemandangan mengesankan, sebuah sungai yang selalu mengalir dari kota Al Mashbah ke Wadi Baqrah, dan dikelilingi dengan pegunungan. Warga sekitar bisa menggunakan air sungai untuk bertani dan beternak.

Sawah subur di perbatasan Yaman

Selain lembah, Saudi juga memiliki sawah yang subur di wilayah Asir terletak di sisi barat daya Arab Saudi, yang sebagian besar penghuninya adalah suku Asir.

Lebih mengejutkan lagi, sawah subur ini berada di perbatasan Yaman, dengan luas 76.963 kilometer persegi, dengan penduduk sekitar 1,9 juta jiwa.

Secara geografis, Asir terletak di dataran tinggi sehingga menerima lebih banyak curah hujan dibanding wilayah lain Arab Saudi. Wilayah ini terletak di ketinggian 3.000 meter dari permukaan laut di Jabal Sawda. Setiap tahun wilayah ini menerima curah hujan 300-500 milimeter.

Kota Taif

Menuju kota ini dibutuhkan waktu satu jam dari Kota Mekkah. Banyak pengamanan yang siap melindungi pengunjung, karena tempatnya yang berada di atas perbukitan berbatu. Karena terletak di dataran tinggi, kotanya cukup hijau dan sejuk.

Tak hanya berbatu, beberapa wilayahnya juga ada yang ditumbuhi rerumputan. Cocok bagi pengunjung yang ingin berpiknik sambil menikmati sejuknya udara di Kota Ta’if.

Kota ini melambangkan sisi lain wilayah Arab Saudi yang ternyata tak semuanya didominasi oleh tanah gersang dan padang pasir. (mdk)

Sumber :Eramuslim

Pengamat; Sudah Gak Zaman Menang Pilkada, Suara Pilpres Bisa Aman

Pengamat; Sudah Gak Zaman Menang Pilkada, Suara Pilpres Bisa Aman

10Berita – Anggapan kemenangan di satu daerah otomatis bisa mengamankan suara Pemilihan Presiden di daerah tersebut tidak sepenuhnya diamini.

“Bagi saya teori yang memenangkan kepala daerah akan berimplikasi kepada Pilpres itu kebenaranya hanya 20 persen, 80 persennya imajinasi,” ujar pengamat politik, Ray Rangkuti saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (29/6).

Menurutnya, ketokohan seorang calonlah yang menjadi penentu kemenangan, bukan lagi hitung-hitungan soal penguasaan daerah oleh partai politik pengusung kepala daerah.

“Terganutng siapa calonnya, kalau misalnya ditingkat nasional tidak bagus, meskipun parpol pengusung menang di seluruh Pilkada maka dia akan kalah juga,” ujar direktur eksekutif Lingkar Madani Indonesia ini.

Sebab, kata Ray, sekarang ini era kemajuan teknologi dan terbukanya informasi. Kepala Daerah tidak lagi bisa secara terang-terangan mendukung salah satu calon dengan menggerakkan seluruh aparatur sipil negara (ASN).

“Jadi situasi yang diterapkan pada zaman orde baru di mana bisa menggerakkan PNS sudah nggak bisa sekarang ini,” pungkasnya. ()

Sumber : rmol

Trump dan Putin Akan Bertemu di Helsinki, Berikut 5 Alasannya

Trump dan Putin Akan Bertemu di Helsinki, Berikut 5 Alasannya


Presiden Donald Trump dan Presiden Vladimir Putin. (Aljazeera.net)

10Berita – Washington. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin akan bertemu di ibu kota Finlandia, Helsinki pada 16 Juli mendatang. Pertemuan ini akan menjadi pertemuan formal pertama antara kedua pemimpin.

Rencana pertemuan datang saat hubungan Amerika-Rusia sedang pelik: Rusia dituding melakukan intervensi pada pemilihan presiden AS 2016 lalu, serta dukungannya pada rezim Suriah yang terus berjalan.

Helsinki menjadi pilihan logis untuk pertemuan Trump dan Putin. Ini tak terlepas dari karena peran historis yang dimainkannya dalam hubungan AS-Rusia (atau Soviet) dan untuk masalah logistik kedua pemimpin.

Berikut adalah lima alasan mengapa Helsinki masuk akal sebagai lokasi untuk pertemuan:

Situs Perjanjian Helsinski

Tahun 1975, Presiden AS Gerald Ford bertemu dengan pemimpin Soviet Leonid Brezhnev untuk menandatangani Perjanjian Helsinki. Sebuah deklarasi bersama untuk meningkatkan hubungan antara negara komunis dan kapitalis selama Perang Dingin. Pertemuan juga diikuti oleh perwakilan dari 3 negara Eropa dan Amerika Utara.

Meski tak mengikat, perjanjian itu datang sebagai pendingin hubungan AS dan Soviet, sebagai negara adikuasa bersenjata nuklir paling kuat di dunia.

Dari fakta sejarah tersebut, tampaknya Helsinki menjadi pilihan tepat untuk pertemuan antara Donald Trump dan Vladimir Putin.

George H.W. Bush dan Mikhail Gorbachev Bertemu di Helsinki

Tahun 1990, sesaat sebelum runtuhnya Uni Soviet, Presiden AS George Bush Sr bertemu dengan Presiden Uni Soviet Mikhail Gorbachev. Pertemuan ini juga digelar di Helsinki. Keduanya membahas krisis dunia kala itu: eskalasi di Teluk Persia, yang akhirnya mengarah pada Perang Teluk I.

Mengingat kesulitan pemimpin Soviet yang semakin meningkat dan keengganan warga Rusia terhadap keterlibatan asing setelah kampanye berlarut-larut di Afghanistan, Bush pada akhirnya tidak meminta Gorbachev untuk mengirim pasukan guna menghadapi Saddam Hussein.

“Di Helsinki, Presiden Gorbachev dan aku bertemu, semoga dapat memperkuat pendekatan kita bersama terhadap tindakan agresi yang tidak dapat dibenarkan ini,” kata Bush saat mendarat di Finlandia.

Pertemuan itu menawarkan satu lagi preseden historis bagi Finlandia, sebagai sebuah situs di mana para pemimpin Amerika dan Rusia berkumpul di masa lalu.

Finlandia Bukan Bagian NATO

Finlandia merupakan wilayah netral bagi Trump dan Putin karena bukan bagian NATO. seperti diketahui, NATO merupakan aliansi militer yang dibentuk untuk melindungi Eropa dari agresi Rusia (Soviet) kala itu. Selama Perang Dingin pun, Finlandia menjadi penyeimbang bagi Barat dan Timur.

Status non-NATO Finlandia juga menawarkan Trump kesempatan untuk membuat semacam gerakan simbolis yang membawa beban signifikan dalam hubungan internasional: Dia meninggalkan wilayah NATO untuk bertemu dengan Putin. Sebuah langkah yang menggarisbawahi kritikannya terhadap pemimpin NATO baru-baru ini.

Trump Telah Ada di Eropa

Ada pula alasan praktis mengapa Helsinki jadi pilihan. Pada hari-hari menjelang pertemuan, Trump telah berada di Eropa – pertama untuk pertemuan NATO, dan kemudian untuk kunjungannya ke Inggris yang lama tertunda.

Hal itu membuatnya lebih mudah secara logistik bagi Trump untuk bertemu dengan Putin di benua tersebut.

Sehari Sebelumnya Putin Ada di Rusia

Piala Dunia 2018 yang berlangsung di Rusia, akan berakhir di Moskow pada 15 Juli – sehari sebelum jadwal pertemuan Trump dan Putin. Helsinki berjarak kurang dari dua jam perjalanan dari Moskow, menjadikannya lokasi yang nyaman bagi Putin. (whc/)

Sumber :dakwatuna

Hasil Pilkada Serentak 2018, Bukti Jokowi Tak Lagi Menguntungkan PDI P

Hasil Pilkada Serentak 2018, Bukti Jokowi Tak Lagi Menguntungkan PDI P


10Berita,  Sudah selayaknya PDI Perjuangan mengevaluasi dukungan kepada Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019. Terbukti, keberadaan Jokowi tidak memberikan efek elektoral untuk banteng moncong putih.

Demikian disampaikan Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima) Sya'roni, Jumat 29 Juni 2018.

"Dari lima pagelaran Pilgub di Jawa hanya satu yang dimenangkan oleh PDI P yakni di Jawa Tengah. Sementara di empat pilgub lainnya, PDI P mengalami kekalahan yakni di Jakarta, Banten, Jawa Barat dan Jawa Timur. Jokowi efek nol besar," kata Sya'roni.

Kekalahan telak PDI Perjuangan di ajang Pilkada 2018 patut menjadi alasan mengevaluasi pencapresan Jokowi. Menurut hitung cepat (quick count) yang dirilis sejumlah lembaga survei, PDI P hanya meneguhkan kemenangan sebanyak 23,5 persen saja atau hanya menang di empat propinsi dari 17 pilgub yang digelar 27 Juni 2018.

"Dan yang paling menyesakkan adalah PDI P terpuruk di Pulau Jawa. PDI P hanya menang di Jawa Tengah, itupun dengan selisih suara sedikit dari rivalnya. Selebihnya, yakni Jawa Barat dan Jawa Timur, PDI P sebagai partai penguasa mengalami kekalahan," katanya.

Sya'roni pun meyorot kemenangan Khofifah Indar Parawangsa dan Ridwan Kamil di Pilgub Jawa Timur dan Jawa Barat. Sesaat setelah rilis quick count keduanya langsung menyatakan mendukung Presiden Jokowi di Pilpres 2019.

Pernyataan Khofifah dan Kamil membingungkan karena di sisi lain Presiden Jokowi adalah kader PDI P yang semestinya berkonstribusi untuk kemenangan cagub PDI P. Tapi nyatanya di dua daerah tersebut figur yang diusung PDI P mengalami kekalahan, bahkan untuk Jawa Barat menduduki posisi buncit.

"Pernyataan yang disampaikan oleh Ridwan Kamil dan Khofifah bisa mengundang kecurigaan bahwa memang Jokowi tidak mendukung cagub yang diusung oleh PDI P. Buktinya, sebagai parpol penguasa sangat tidak masuk akal PDI P bisa terjungkal di posisi buncit di Pilgub Jabar," tukas Sya'roni.

Sumber: RMOL

Polisi Perancis gagalkan rencana teroris ultranasionalis untuk membunuh para imam & wanita berjilbab

Polisi Perancis gagalkan rencana teroris ultranasionalis untuk membunuh para imam & wanita berjilbab

10Berita, PARIS – Otoritas Perancis telah menuntut 10 tersangka ekstremis sayap kanan sehubungan dengan dugaan berkomplot untuk menyerang Muslim, kata sumber pengadilan, Kamis (28/6/2018).

Kesembilan pria dan seorang wanita, yang berusia antara 32 hingga 69 tahun, ditangkap dalam penggerebekan di seluruh Perancis pada Sabtu pekan lalu. Mereka muncul di hadapan hakim pada Rabu malam (27/6) dan didakwa dengan “konspirasi teroris kriminal,” kata sumber itu.

Beberapa juga dituduh melanggar undang-undang senjata api dan pembuatan atau kepemilikan alat peledak.

Polisi telah mengaitkan 10 orang itu dengan kelompok yang kurang dikenal yang disebut Action des Forces Operationnelles (Aksi Pasukan Operasional), yang mendesak orang Perancis untuk memerangi Muslim.

Para tersangka memiliki “rencana yang tidak jelas untuk melakukan tindakan kekerasan yang menargetkan orang-orang yang beragama Islam”, sumber yang dekat dengan penyelidikan itu kepada AFP, Senin.

Senapan, pistol dan granat buatan sendiri ditemukan selama penggrebekan di Paris, pulau Mediterania Corsica dan wilayah Charentes-Maritimes barat.

Jaksa mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Rabu (27/6) bahwa 36 senjata api dan ribuan amunisi disita, termasuk barang-barang di satu rumah tersangka yang dapat digunakan dalam pembuatan sejenis peledak peroksida organik.

Para tersangka termasuk seorang perwira polisi pensiunan, yang diidentifikasi hanya sebagai Guy S., diduga pemimpin kelompok itu, menurut sumber yang dekat dengan penyelidikan. Seorang mantan tentara juga tergabung dalam kelompok ini.

Perancis tetap waspada tinggi menyusul gelombang serangan jihadis yang telah menewaskan lebih dari 240 orang sejak 2015.

Para pejabat telah mendesak orang-orang untuk tidak mengarahkan individu radikal dengan sekitar 6 juta Muslim Perancis. Namun demikian, kekerasan anti-Islam terus meningkat.

Situs Guerre de France (War for France) dari Operasi Pasukan Bayangan menggambarkan sebuah adegan pertempuran apokaliptik di bawah Menara Eiffel, dan mengklaim untuk mempersiapkan “tentara warga negara Prancis untuk pertempuran di wilayah nasional.”

Televisi TF1 di Prancis mengatakan kelompok itu merencanakan untuk menargetkan para imam dan tahanan Islam radikal setelah mereka dibebaskan dari penjara, serta para wanita berjilbab di jalan yang dipilih secara acak.

Perancis mencatat 72 aksi anti-Muslim tahun lalu, naik dari 67 pada 2016. (Althaf/)

Sumber :arrahmah.com

Pangeran William Menolak Bertemu Wali Kota Israel di Yerusalem

Pangeran William Menolak Bertemu Wali Kota Israel di Yerusalem

10Berita  YERUSALEM – Pangeran William dari Inggris dikabarkan menolak permintaan Walikota Israel Nir Barkat untuk bertemu di Yerusalem.

Menurut sebuah laporan berita TV Hadashot, Rabu (28/6/2018), Nir Barkat meminta bertemu di Yerusalem dengan anggota kerajaan Inggris, yang telah tinggal di Hotel King David di Yerusalem.

Pangeran William dan anggota kerajaan Inggris lainnya merupakan tamu kehormatan di resepsi yang digelar Konsulat Inggris di Yerusalem Timur pada Rabu malam, dan akan menghabiskan sebagian besar hari terakhir kunjungannya, Kamis (28/6), di kota itu.

Pejabat kedutaan Inggris memberi tahu Barkat bahwa pangeran Willian akan senang bertemu dengannya di resepsi yang diadakan pada Selasa di kediaman duta besar Inggris di Ramat Gan, tetapi pangeran itu tidak akan bertemu di Yerusalem.

Pangeran Willian pada hari Selasa bertemu di Yerusalem  dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan dengan Presiden Reuven Rivlin.

Bagaimanapun, lansir Times of Israel, pertemuan oleh Pangeran Willian dengan walikota Barkat di Yerusalem, akan menyiratkan pengakuan Inggris terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Barkat menolak tawaran itu dan tidak menghadiri resepsi pada Selasa malam. Dia menyampaikan pesan, melalui laporanTV, bahwa jika mereka tidak bisa bertemu di Yerusalem, dia lebih suka tidak bertemu Pangeran Wiliam sama sekali.

(ameera/)

Sumber :arrahmah.com