OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Kamis, 05 Juli 2018

BENARKAH Anies Baswedan Capres Pilihan SBY dan Jusuf Kalla?

BENARKAH Anies Baswedan Capres Pilihan SBY dan Jusuf Kalla?


10Berita,   Tidak ada yang meragukan kedekatan Gubernur DKI Jakarta Prof. Dr. Anies Rasyid Baswedan dengan Presiden RI ke Enam Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Anies pernah menjadi anggota Partai Demokrat saat ikut konvensi kandidat partai berlambang mercy itu pada tahun 2008 lalu, dan juga beberapa kali teribat dalam Tim kerja khusus yang dibentuk pemerintahan SBY pada periode 2004 – 2014 silam.

Dengan Jusuf Kalla, jangan ditanya, semasa masih menjabat sebagai Rektor di Universitas Paramadina yang didirikan oleh Cendikiawan Muslim Dr. Anies berulang kali pula ikut serta dalam tim kerja bersama Jusuf Kalla. Dan di Pilpres 2014 silam, saat JK berpasangan dengan Jokowi, Anies adalah tim utama JK.

Masuknya Anies ke dalam percaturan politik sebagai perserta Pilkada DKI tahun 2017 lalu, juga adalah berkat tangan dingin JK. Konon, gara gara JK mendorong Anies dan Sandiaga, hubungan Sang Saudagar dan Jokowi sempat dikabarkan memanas meski isu itu kemudian perlahan hilang seiring berkahirnya Pilkada DKI dan Anies menduduki kursi puncak sebagai Gubernur Ibukota.

Kini, nama Anies Baswedan kembali berkibar. Bukan karena prestasinya sebagai Kepala Daerah di Ibukota, namun karena hawa panas kontestasi Pilpres. Anies disebut-sebut akan diusung menjadi Calon Presiden melawan koalisi pendukung Jokowi dan koalisi pendukung Prabowo. Anies bahkan jika tidak bisa diajukan sebagai Capres, maka ia akan diusung menjadi Cawapres.

Beberapa hari lalu, beredar foto Anies naik mobil resmi Wakil Presiden Jusuf kalla. Berbagai spekulasi merebak, Anies akan dipasangkan dengan Jusuf Kalla atau tengah dipersiapkan JK untuk menjadi kandidat di Pilpres. Namun yang menarik bagi saya bukan itu, sepekan sebelum foto itu menjadi viral di media, Jusuf Kalla juga tengah didorong oleh kader kader Partai Demokrat untuk maju di Pilpres berpasangan dengan Komandan Kogasma PD Agus Harimurti Yudhoyono.

Bahkan, kader PD menyebut, aspirasi mencalonkan JK – AHY berasal dari kader PD di daerah yang ingin Sang Komandan Kogasma. PD juga bukan tanpa alasan memajukan AHY sebagai Capres atau Cawapres, sebab, meski kalah di Pilkada DKI, hari ini siapa yang dapat membantah bahwa justru kelalahan itu membuka peluang lulusan terbaik AKMIL Tahun 2000 itu meraih kemenangan di Pilpres.

Kembali ke Anies Baswedan. Ia memang dikenal dekat dengan SBY, JK dan bahkan Jokowi. Anies pernah menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayan di awal awal kabinet kerja dibentuk.

Kini dengan disebutnya nama Anies sebagai salah satu kandidat di Pilpres entah sebagai orang nomor satu atau nomor dua, ia telah melambungkan Nilai Jual Politiknya di mata publik. Sebab sebagai Gubernur yang baru saja menjabat lalu langsung menjadi kandidat di kontestasi kepemimpinan nasional, Anies telah meretas jalan yang pernah dilalui Jokowi hampir lima tahun yang lalu.

Yang menjadi pertanyaan, partai mana yang akan mengusung Anies? Politik memang tidak bisa dihitung memakai logika matematika. Politik adalah seribu kemungkinan dan sejuta jalan.

Memang koalisi pendukung Jokowi masih belum final karena belum adanya kesepakatan soal siapa kandidat pendamping Jokowi. Konon, kalau berdasarkan info yang disampaikan Sekjend DPP PPP, koalisi Jokowi baru akan berkumpul pekan depan. Hal yang sama juga berlaku di koalisi Partai Gerakan Indonesia Raya, dan PKS. Kelompok ini bahkan masih harus menunggu kepastian siapa kandidat Cawapres Jokowi sebelum kemudian memutuskan (bahkan) jadi atau tidaknya Prabowo maju di Pilpres.

Anies menjadi kandidat yang patut diperhitungkan. Pengalaman sebagai Menteri dan Gubernur disebut sebut menjadi modal yang cukup untuk bertarung di Pilpres. Apalagi jika PD mau mendukung dan memadukan Anies dengan kader mereka, AHY.

Nah bermodal itu, keduanya adalah perpaduan yang disebut mumpuni apalagi jika didorong oleh kembali berkoalisinya SBY dan Jusuf Kalla di Pilpres. Ini seperti de javu, dimana SBY dan JK kembali bergandengan tangan di Pilpres melawan koalisi PDI-P yang kali ini direpresentasikan oleh figur Jokowi.

Menarik. Ya, dan mari kita tunggu.

Penulis: Rhoma Irama Sutan Nan Bungsu  

Sumber :Portal Islam 

WUIH MANTAP! Ungguli Singapura dan Tokyo, di Tangan Anies-Sandi, Jakarta Sabet Gelar 'We Love Cities 2018'

WUIH MANTAP! Ungguli Singapura dan Tokyo, di Tangan Anies-Sandi, Jakarta Sabet Gelar 'We Love Cities 2018'


10Berita, Kota Jakarta sukses menyabet sebagai pemenang global ajang We Love Cities 2018 yang diselenggarakan World Wide Fund for Nature (WWF).

Selain itu, Jakarta juga kembali terpilih menjadi pemenang nasional One Planet City Challenge (OPCC).

Dengan demikian, maka Jakarta berhak menyandang gelar sebagai kota paling dicintai warganya mengalahkan sejumlah kota besar lainnya di dunia, termasuk Tokyo, Vancouver dan Kuala Lumpur.

Gelar yang disandang Jakarta ininmerupakan kontribusi warga Jakarta yang memberi dukungan ke kota tercinta melalui voting dan saran-saran perbaikan pembangunan kota.

Jakarta selaku pemenang kampanye We Love Cities 2018 dan pemenang nasional OPCC akan menerima sertifikat serta pengakuan global pada acara OPCC Global Awards Ceremony.

Acara tersebut dalam rangkaian Global Climate Action Summit yang berlangsung di San Francisco, Amerika Serikat pada 12-14 September 2018.

"Jakarta menang dengan jumlah dukungan yang telak dibanding kota lainnya, ini menunjukkan kemampuan Jakarta merangkul warganya untuk memberikan dukungan dalam ajang kampanye Internasional ini," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawa Adji melalui siaran pers yang diterima wartawan, Jakarta, Rabu 4 Juli 2018.

Isnawa mengatakan, kemenangan ini dicapai berkat dukungan dari Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno, seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta, BUMD dan lembaga swadaya masyarakat. Terutama dukungan dari seluruh warga.

Dikatakan Isnawa, mustahil kemenangan ini dapat diraih tanpa kontribusi warga Jakarta yang mencintai kotanya.

“Salah satu kunci kemenangan Jakarta adalah interaksi di sosial media menggunakan tagar #WeLoveJakarta, tercatat 164.954 interaksi di sosial media dan 4.464 saran untuk menjadikan Jakarta lebih baik dari warga Jakarta," ujarnya.

Ia menerangkan, untuk menjadi pemenang We Love Cities, Jakarta harus bersaing dengan 50 kota finalis dari 21 negara.

Tujuan dari kampanye ini untuk meningkatkan umpan balik dan melibatkan warga dalam pembangunan kota berkelanjutan guna mendukung aksi menghadapi tantangan perubahan iklim.

Global Communicator Sustainable Cities WWF, Victoria Olausson berpandangan, Kota Jakarta memiliki kemampuan yang luar biasa dalam meraih dukungan dari warganya dalam kampanye ini.

“Ketertarikan masyarakat dengan pemerintah kota adalah kunci sebuah kota dalam meraih kesuksesan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan," pungkasnya.

Sumber: TS

Ketua MPR; Generasi Muda Islam Tidak Boleh Tinggalkan Dunia Usaha dan Politik

Ketua MPR; Generasi Muda Islam Tidak Boleh Tinggalkan Dunia Usaha dan Politik

10Berita – Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menghadiri kajian lepas kerja Alumni Sekolah Islam Al Azhar (ASIA) ‘The Rabbaanians’ bada Isya bersama Ustad Subhan Bawazier di Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran, Jakarta, Rabu (4/7) malam. Kajian itu dihadiri sekitar 4 ribu peserta kajian se Jabodetabek.

Dalam sambutannya, Zulkifli mengungkapkan kekagumannya terhadap peserta kajian yang mayoritas anak-anak muda.

“Ini sangat luar biasa semangat mendalami ilmu agama bahkan dari daerah yang jauh datang walaupum malam hari dan menembus kemacetan Jakarta di hari kerja,” katanya dalam keterangan Humas MPR.

Diungkapkan Zulkifli, semangat mengkaji ilmu agama generasi muda Islam saat ini memang sangat luar biasa dan tidak diragukan lagi, tapi alangkah lebih luar biasa jika dibarengi dengan semangat mendalami dunia usaha alias entrepreneurship termasuk dunia politik.

“Sebab selama ini gairah generasi muda Islam mendalami dunia usaha dan politik masih sangat minim. Padahal, enterpreuneurship dan dunia politik pengaruhnya sangat besar dalam mewarnai perjalanan negara Indonesia dan mampu menjadi elemen perubahan yang sangat berpengaruh besar juga dan apalagi umat Islam di Indonesia sangat besar, sayang sekali jika kekuatan besar itu tidak dikonversi menjadi kekuatan ekonomi dan politik,” ujarnya.

Zulkifli kemudian meminta peserta untuk kembali ke sejarah awal munculnya agama Islam, yang awalnya dari sebuah masjid yang sederhana dan karakter Rasulullah yang juga sederhana, mampu mencetak sumber daya manusia yang selain mumpuni dalam ilmu agama juga mumpuni dalam bidang ilmu lainnya diantaranya ekonomi dan politik.

“Hasilnya, peradaban Islam mampu berpengaruh besar dan mengalahkan dua kekuatan super power besar pada masa itu yakni Romawi dan Persia. Dengan kesederhanaan, mereka mampu apalagi generasi Islam sekarang yang dipermudah dengan berbagai macam kecanggihan di era modernitas teknologi. Kenapa bisa begitu, karena Rasulullah mencetak sumber daya manusia Islam yang luar biasa dari mulai ahli perdagangan sampai ahli kenegaraan,” terangnya.

Dengan melihat fakta-fakta tersebut, Zulkifli berharap agar generasi muda Islam bangkit dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusianya demi agama dan negara Indonesia. ()

Sumber :rmol

Ini Sistem Pemerintahan Baru Turki Pasca Pelantikan Erdogan

Ini Sistem Pemerintahan Baru Turki Pasca Pelantikan Erdogan


10Berita – Rabu 4 Juli 2018, Pemerintah Turki mengeluarkan keputusan mengalihkan kekuasaan lebih besar kepada presiden, menyusul peralihan dari sistem parlementer ke sistem presidensial eksekutif setelah pemilihan presiden dan parlemen bulan kemarin, dimana Erdogan dan koalisinya menang.

Dekrit yang dikeluarkan dalam lembaran resmi, membuat perubahan pada undang-undang yang sudah berlaku sejak 1924 hingga 2017, yakni mengalihkan kekuasaan dari perdana menteri dan kabinet menteri kepada presiden, lansir Reuters.

Hasil pemilu 24 Juni menandai transisi Turki ke sistem pemerintahan presidensial dari parlementer. Menurut Dewan Komisi Pemilihan Umum Turki (YSK), Erdogan memenangkan mayoritas mutlak dalam pemilihan presiden dengan 52,5 persen suara. Dalam jajak pendapat parlemen, Aliansi Rakyat Partai Pengembangan dan Keadilan Erdogan (AK) dan Partai Gerakan Nasionalis (MHP) memenangkan 53,6 persen suara.

Pidato Kemenangan Erdogan 24 Juni 2018

Dalam referendum tahun lalu, mayoritas warga Turki memilih sistem kepresidenan eksekutif. Perubahan politik kini dimulai setelah kemenangan Presiden Tayyip Erdogan dalam pemilu. Jabatan perdana menteri akan dihapus dan Erdogan bisa menyusun dan mengatur kementerian atau memecat pegawai negeri tanpa persetujuan parlemen.

Dilansir dari Anadolu, Presiden Recep Tayyip Erdogan akan dilantik untuk pertama kalinya di bawah sistem presidensial pada 9 Juli.

Upacara pengambilan sumpah akan diadakan pada pukul 4 sore waktu setempat di gedung parlemen di ibukota Ankara. Kemudian, upacara akan diadakan di kompleks kepresidenan untuk menandai transisi negara Turki yang sebelumnya menerapkan sistem parlementer menuju sistem pemerintahan presidensial. (tmp)

Sumber : Eramuslim

Dosa Besar yang Dianggap Biasa

Dosa Besar yang Dianggap Biasa

10Berita, Mau tahu beberapa dosa besar (al-kabair)yang dianggap biasa saat ini?

Yang dimaksud dosa besar (al-kabair) adalah setiap dosa yang diancam neraka, terkena laknat, dimurkai, atau dikenai siksa. Hal ini disebutkan oleh Ibnu Jarir dalam tafsirnya, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma. (Tafsir Ath-Thabari, 5:59)

Keutamaan Menjauhi Dosa Besar

Disebutkan dalam dua ayat berikut,

إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلًا كَرِيمًا

Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).” (QS. An-Nisa’: 31)

الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ إِلَّا اللَّمَمَ ۚإِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِ

(Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Rabbmu maha luas ampunan-Nya.” (QS. An-Najm: 32). Al-lamam yang dimaksudkan dalam ayat ini adalah dosa-dosa kecil. Berarti dosa kecil dapat terhapus di antaranya karena menjauhi dosa-dosa besar. Pengertian al-lamam lainnya adalah dosa yang telah diperbuat seseorang baik dosa besar maupun dosa kecil lalu ia bertaubat darinya. (Lihat At-Tashil li Ta’wil At-Tanzil – Tafsir Juz’u Adz-Dzariyat, hlm. 188. Juga lihat Ad-Durr Al-Mantsur fi At-Tafsir bi Al-Ma’tsur, 14:36-41)

Jauhilah Tujuh Dosa Besar!

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ – رضى الله عنه – عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ » . قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ ، وَمَا هُنَّ قَالَ « الشِّرْكُ بِاللَّهِ ، وَالسِّحْرُ ، وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِى حَرَّمَ اللَّهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ ، وَأَكْلُ الرِّبَا ، وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ ، وَالتَّوَلِّى يَوْمَ الزَّحْفِ ، وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ الْغَافِلاَتِ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Jauhilah tujuh dosa yang membinasakan (al-muubiqaat).” Mereka berkata, “Wahai Rasulullah, apa saja dosa yang membinasakan tersebut?” Beliau bersabda, “(1) Syirik kepada Allah, (2) sihir, (3) membunuh jiwa yang haram untuk dibunuh kecuali jika lewat jalan yang benar, (4) makan riba, (5) makan harta anak yatim, (6) lari dari medan perang, (7) qadzaf (menuduh wanita mukminah yang baik-baik dengan tuduhan zina).” (HR. Bukhari, no. 2766 dan Muslim, no. 89)

Al-Kabair: Berbuat Syirik

Syirik adalah memalingkan salah satu ibadah kepada selain Allah. Orang yang memalingkannya disebut musyrik.

Para ulama biasa membagi syirik menjadi dua macam yaitu syirik besar (syirik akbar) dan syirik kecil (syirik ashghar).

Syirik akbar adalah mengambil tandingan selain Allah dan menyamakannya dengan Rabbul ‘alamin. Sedangkan syirik ashghar adalah yang disebut syirik dalam dalil namun tidak sampai derajat syirik akbar atau disebut oleh sebagian ulama sebagai perantara menuju syirik akbar.

Yang menunjukkan bahaya syirik salah satunya adalah ayat,

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. An-Nisa’: 48)

Dalam hadits dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ مَاتَ لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ مَاتَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ النَّارَ

Barangsiapa yang mati dalam keadaan tidak berbuat syirik kepada Allah dengan sesuatu apa pun, maka ia akan masuk surga. Barangsiapa yang mati dalam keadaan berbuat syirik kepada Allah dengan sesuatu apa pun, maka ia akan masuk neraka.” (HR. Muslim, no. 93)

Al-Kabair: Sihir

Sihir benar adanya sebagaimana disebutkan dalam ayat,

فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ

Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya.” (QS. Al-Baqarah: 102).

Kata Imam Adz-Dzahabi rahimahullahdalam kitabnya Al-Kabair, “Sihir termasuk dosa besar karena seorang tukang sihir pasti kufur terlebih dahulu kepada Allah. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala,

وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ

Hanya setan-setanlah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia.” (QS. Al-Baqarah: 102). Tujuan setan mengajari manusia sihir hanyalah satu yaitu untuk menjerumuskan dalam kesyirikan.”

Al-Kabair: Bermuamalah dengan Riba

Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallammelaknat pemakan riba (rentenir), orang yang menyerahkan riba (peminjam), pencatat riba (sekretaris) dan dua orang saksinya.” Beliau mengatakan, “Mereka semua itu sama (dalam melakukan yang haram).” (HR. Muslim, no. 1598)

Ada kaedah umum dalam memahami riba disebutkan oleh para ulama,

كُلُّ قَرْضٍ جَرَّ مَنْفَعَةً, فَهُوَ رِبًا

“Setiap utang piutang yang ditarik manfaat di dalamnya, maka itu adalah riba.

Ibnu Qudamah rahimahullahberkata, “Setiap utang yang dipersyaratkan ada tambahan, maka itu adalah haram. Hal ini tanpa diperselisihkan oleh para ulama.” (Al-Mughni, 6:436)

Jika tambahan bukan prasyarat awal, hanya kerelaan dari pihak peminjam saat mengembalikan utang, tidaklah masalah. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Raafi’ bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah meminjam dari seseorang unta yang masih kecil. Lalu ada unta zakat yang diajukan sebagai ganti. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menyuruh Abu Raafi’ untuk mengganti unta muda yang tadi dipinjam. Abu Raafi’ menjawab, “Tidak ada unta sebagai gantian kecuali unta yang terbaik (yang umurnya lebih baik, -pen).” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian menjawab,

أَعْطُوهُ فَإِنَّ مِنْ خِيَارِ النَّاسِ أَحْسَنَهُمْ قَضَاءً

Berikan saja unta terbaik tersebut kepadanya. Ingatlah sebaik-baik orang adalah yang baik dalam melunasi utangnya.” (HR. Bukhari, no. 2392 dan Muslim, no. 1600)

Al-Kabair: Durhaka kepada Orang Tua

Imam Nawawi dalam Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim (2:77) berkata, “‘Uququl walidain atau durhaka kepada orang tua adalah segala bentuk menyakiti orang tua.” Para ulama juga mengatakan bahwa taat kepada orang tua itu wajib dalam segala hal selama bukan dalam maksiat.

Dalam ayat disebutkan perintah berbakti kepada orang tua,

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚإِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al-Isra’: 23)

Mengenai maksud berkata uff (ah) dalam ayat, dikatakan oleh Ibnu Jarir Ath-Thabari dari perkataan para ulama,

كُلُّ مَا غَلَظَ مِنَ الكَلاَمِ وَقَبُحَ

“Segala bentuk perkataan kasar dan jelek kepada orang tua.” (Tafsir Ath-Thabari, 15:82).

Imam Ath-Thabari rahimahullah mengatakan bahwa tugas kita adalah tidak mengatakan kata-kata kasar ketika melihat salah satu atau kedua orang tua kita (karena usia tuanya) melakukan tindakan mengganggu orang lain. Sikap kita semestinya sabar dan berharap pahala yang besar dengan bersabar menghadapi keduanya sebagaimana orang tua kita pun bersabar menghadapi kita ketika kita masih kecil. (Tafsir Ath-Thabari, 15:82)

Dari Nufai’ bin Al-Harits Ats-Tsaqafi Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ لِصَاحِبِهِ الْعُقُوْبَةَ مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ مِنَ الْبَغِى وَقَطِيْعَةِ الرَّحِمِ

Tidak ada dosa yang lebih pantas untuk disegerakan balasannya bagi para pelakunya [di dunia ini]–berikut dosa yang disimpan untuknya [di akhirat]–daripada perbuatan melampaui batas (kezaliman) dan memutus silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat).” (HR. Tirmidzi, no. 2511; Abu Daud, no. 4902; dan Ibnu Majah, no. 4211. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Al-Kabair: Meninggalkan Shalat

Dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

العَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ الصَّلاَةُ ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

Perjanjian yang mengikat antara kita dan mereka adalah shalat, maka siapa saja yang meninggalkan shalat, sungguh ia telah kafir.” (HR. Tirmidzi, no. 2621 dan An-Nasa’i, no. 464. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Seorang tabi’in bernama ‘Abdullah bin Syaqiq rahimahullah berkata,

كَانَ أصْحَابُ محَمَّدٍ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – لاَ يَرَوْنَ شَيْئاً مِنَ الأعْمَالِ تَرْكُهُ كُفْرٌ غَيْرَ الصَّلاَةِ

Para sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memandang kufur karena meninggalkan amal, kecuali shalat.” (HR. Tirmidzi, no. 2622. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Dari Burairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَرَكَ صَلاَةَ الْعَصْرِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ

Barangsiapa meninggalkan shalat Ashar, maka terhapuslah amalannya.” (HR. Bukhari, no. 594)

Semoga Allah menyelamatkan kita dari dosa-dosa besar.

Referensi:

Ad-Durr Al-Mantsur fi At-Tafsir bi Al-Ma’tsur. Cetakan Tahun 1436 H. Jalaluddin As-Suyuthi. Tahqiq: Dr. ‘Abdullah bin ‘Abdil Muhsin At-Turki. Penerbit Dar ‘Alam Al-Kutub.Al-Kabair.Cetakan Tahun 1422 H. Muhammad bin Ahmad bin ‘Utsman Adz-Dzahabi. Penerbit Dar Al-Kutub Al-‘Alamiyah.Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al-Hajjaj.Cetakan pertama, Tahun 1433 H. Al-Imam Muhyiddin Yahya bin Syaraf An-Nawawi. Penerbit Dar Ibnu Hazm.Al-Mughni. Al-Muwaffaq Ad-Diin Abu Muhammad ‘Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah Al-Maqdisi Al-Hambali. Tahqiq: Dr. ‘Abdullah bin ‘Abdil Muhsin At-Turki. Penerbit Dar ‘Alam Al-Kutub.At-Tashil li Ta’wil At-Tanzil – Tafsir Juz’u Adz-Dzariyat. Cetakan pertama, Tahun 1427 H. Syaikh Abu ‘Abdillah Musthafa bin Al-‘Adawi. Penerbit Maktabah Makkah.Kitab Al-Kabair. Cetakan pertama, Tahun 1432 H. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Penjelasan: Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al-Fauzan. Penerbit Ar-Risalah Al-‘Alamiyah.Rasa’il fi Al-‘Aqidah. Cetakan pertama, Tahun 1423 H. Dr. Muhammad bin Ibrahim Al-Hamad. Penerbit Dar Ibnu Khuzaimah.Tafsir Ath-Thabari (Jaami’ Al-Bayan ‘an Ta’wil Aayi Al-Qur’an).Cetakan pertama, Tahun 1423 H. Al-Imam Abu Ja’far Muhammad bin Jarir Ath-Thabari. Penerbit Dar Ibnu Hazm – Dar Al-A’lam.

Oleh:

Muhammad Abduh Tuasikal

Sumber : Rumaysho.Com



Prabowo Tetap The Best by Zeng Wei Jian

Prabowo Tetap The Best by Zeng Wei Jian


10Berita, Hasil pilkada punya devastating effects. Banyak klik ambisius memaksimalkan momentum mendiskreditkan Prabowo Subianto. Mereka punya agenda sendiri; "ingin berkuasa". Nafsu banget.

Terang-terangan ngusulin Prabowo as The King Maker, sampai deklarasi-deklarasi "Anies for President".

Padahal, Anies punya etika politik. Berulang kali dia menyatakan tidak mungkin menelikung Prabowo.

Mereka pengaruhi orang-orang baik supaya mengusung jagoan mereka. Bila tembus, sudah kebayang proyek-proyek yang bisa mereka embat.

Ada proverb yang pas seandainya orang-orang baik ini terhasut; "Good men do bad things, roads to hell are paved with good intentions and golden opportunities are missed."

Maksud hati menyelamatkan rakyat dari belenggu rezim gagal. Tapi karena challengernya bukan Prabowo, sama saja memantapkan status quo.

Hasil pilkada Jabar dan Jateng bikin ngilu. Semua teori gagal. Ahok's effect dan Anti Joko tidak berlaku di Jabar.

Kelompok sempalan mengaitkan kegagalan di dua daerah dengan Pilpres. Mereka menyatakan Prabowo incapable. Semua yang diusungnya gagal.

Padahal, keduanya tidak paralel. Sama seperti tidak paralelnya antara Pilgub DKI dan Jabar-Jateng. Politik Indonesia adalah anomali.

Nyatanya, pilihan Prabowo sudah tepat di Jabar. Suara Deddy Mizwar di bawah Sudrajat. Gugatan mengapa bukan Ridwan Kamil adalah dalih post factum keblinger.

Di Jateng, Sudirman Said berhasil menaikan elektabilitas sebesar 6000 persen. Dari 0,7% menjadi 42%. Sekali lagi, dia pilihan Prabowo. Rasanya, bila bukan Sudirman Said, sulit ada figur lain yang sanggup obrak-abrik "Kandang Banteng".

Supaya tidak lupa; Anies, Sandi dan Jenderal Eddy Ramayadi itu pilihan Prabowo juga. Semuanya sukses.

Banyak faktor mempengaruhi hasil akhir pilkada. Di antaranya; uang, histeria Jakarta pemicu over confidence, dan kecurangan.

Tiga faktor ini lebih penting dikupas daripada berupaya keras mendiskreditkan Prabowo.

Hanya Prabowo yang punya mesin partai politik, loyalist militan segitu banyak, international recogition, uang, prestasi, pengalaman militer, dan kaliber negarawan.

Selain Prabowo, semuanya kartu mati. Skema pasti kalah lawan Joko, Hendro, Luhut dan Wiranto.

Penulis: Zeng Wei Jian

Sumber : PORTAL ISLAM

Terikat Janji dengan Turki, Uni Eropa Sumbang 500 Juta Euro untuk Pendidikan Pengungsi Suriah

Terikat Janji dengan Turki, Uni Eropa Sumbang 500 Juta Euro untuk Pendidikan Pengungsi Suriah


Majelis Umum Parlemen Uni Eropa. (aa.com)

10Berita – Strasbourg. Majelis Umum Parlemen Eropa menyetujui anggaran biaya pendidikan pelajar Suriah yang mengungsi di Turki sebesar 500 juta euro (595 juta dolar). Dana ini merupakan bagian dari perjanjian antara Turki dan Uni Eropa yang disepakati pada tahun 2015 lalu.

Keputusan ini dikeluarkan dalam pertemuan Majelis Umum Parlemen Eropa di Strasbourg, Perancis yang diadakan pada hari Rabu (4/7/2018) kemarin.

Seperti dilansir situs Anadolu, Siegfried Mersen, anggota parlemen Uni Eropa asal Rumania mengatakan, anggaran ini termasuk untuk membayar gaji 5.000 orang guru, agar mereka dapat lanjut untuk mengajar 300.000 siswa Suriah di Turki.

Turki merupakan negara terbesar di dunia yang menampung pengungsi Suriah, jumlahnya saat ini mencapai 3,53 juta jiwa. (msy/dakwatuna)

Sumber: aa.com, dakwatuna 

Fakta Aneh, Jaring Laba-Laba Bisa Menghentikan Laju Boeing 747

Fakta Aneh, Jaring Laba-Laba Bisa Menghentikan Laju Boeing 747

10Berita, Banyak yang beranggapan bahwa baja, besi dan metal sejenisnya adalah bahan paling tangguh di dunia. Bisa tahan panas dan pukulan, makanya bahan baja banyak digunakan di dunia industri, otomotif dan militer.

steelguru.com

Namun tahukah kamu jika jaring laba-laba bisa mengalahkan baja? Ini fakta.

Dilansir dari Sciencemag.org

Jaring laba-laba adalah serat “biopolimer” berbasis protein atau benang yang dikeluarkan oleh sel epitel khusus laba-laba sebagai prekursor (bahan mentah metabolisme) yang larut dari prosessekuens (pemecahan) yang berulang-ulang.


Serat jaring laba-laba adalah serat ringan dan fleksibel dengan kekuatan serta ketangguhan luar biasa yang sebanding dengan serat tinggi sintetis (serat baja)

gizmodo.com

Ilmuwan berusaha untuk meniru proses pembuatan serat jaring laba-laba dengan mengekspresikan dalam sel mamalia gen silk dragline (ADF-3 / MaSpII dan MaSpI) dari dua spesies laba-laba.

Melalui pemintalan basah, jaring monofilamen(serat tunggal) yang dipintal dari larutan protein berair membentuk jaring laba-laba tiruan. Serat pintal tidak larut dalam air dengan diameter halus (10 hingga 40 mikrometer) dan menunjukkan ketangguhan dan model yang setara dengan jaring laba-laba asli tetapi namun meskipun keuletan yang lebih rendah.

plos.org

Secara kuantitatif, serat jaring laba-laba 5 kali lebih kuat dari baja dengan diameter yang sama. Telah diberitakan bahwa sebuah pesawat Boeing 747 dapat dihentikan dalam penerbangan oleh serat laba-laba berdiameter sebesar pensil, membuatnya hampir sekuat Kevlar (polimer buatan manusia yang paling tangguh).

Pinterest.com

Inilah perhitungan ilmiahnya

Boeing A747-400 lepas landas pada kecepatan 290 km/ jam dan mendarat pada 260 km/jam. Berat kosong pesawat ini adalah 180.000 kg.

Sullivan menyebutkan bahwa tekanan putus dari serat laba-laba untuk 3 spesies laba-laba berkisar dari 1420 -1550 juta Newton per m² dengan perpanjangan putus mulai dari 16% - 30%. Kepadatan serat ini adalah 1300 kg / m³.


Mari bermain fisika, kita akan menggunakan tegangan tabrakan 1,500 juta Newton /m² dan 30% sutra laba-laba memanjang sebelum putus dan pesawat dari 60.000 kg terbang 1080 km/jam = 300 m/detik.

xs4all.com

Saat kita menggunakan utas tali jaring laba-laba dengan panjang 1.000 meter, pesawat harus berhenti dalam 300 meter.

youtube.com

Kita anggap benang sutera laba-laba mengikuti hukum elastisitas Hooke yang menyatakan bahwa jumlah material mengalami regangan secara linier terkait dengan gaya yang menyebabkan tegangan.

Energi kinetik dari benda bergerak akan diubah menjadi energi potensial yang tersimpan di dalam benang yang dapat menghentikan laju pesawat.

Kesimpulan

Untuk menghentikan 180.000 kg Boeing-747 yang terbang berkecepatan 1.080 km / jam (300 m/s) dalam 300 meter, seseorang membutuhkan 1.440.000 juta laba-laba Araneus diadematus atau 3.000 juta laba-laba Nephila untuk membuat 1 km panjang serat laba-laba dengan diameter 21,4 cm.


xs4all.nl

Pesawat sampai pada posisi diam dan semua penumpang terlempar di kokpit karena deselerasi 150 m/detik (15 x gravitasi) serta suhu ulirnya 170 °C jika semua energi diubah menjadi panas.

Betapa hebatnya serat jaring laba-laba. Masuk akal jika Peter Parker bisa menghentikan laju kereta subway yang kehilangan remnya, dengan ratusan meter jaring laba-laba yang keluar dari lengannya.(UC News)

Referensi

ednieuw.home.xs4all.nl/Spiders/Info/SilkBoeing.html

WASPADA Sihir Senyap Jokowi Dua Periode

WASPADA Sihir Senyap Jokowi Dua Periode


10Berita, Anatomi politik demokrasi Indonesia di era digital menjadikannya liberal. Penguasa incumbent biasanya ingin mengulangi duduk di kursi yang sama untuk dua periode. Gambaran ini tampak pasca reformasi dan kemunculan pilihan langsung. Partai politik yang memerankan hiruk pikuk politik berkepentingan mengukuhkan kekuasaan. Mereka pun berbagi peran, terkadang antagonis, di lain waktu protagonis.

Jika sebagai oposisi, mereka mengklaim bersama rakyat. Bahasa dan komunikasinya mengatasnamakan rakyat. Sebaliknya, jika sebagai koalisi, mereka menebar kinerja petugas partainya. Gembar-gembor telah berbuat yang terbaik untuk negeri. Kondisi koalisi dan oposisi inilah yang sering membingungkan rakyat. Rakyat pun akhirnya paham bahwa mereka dijadikan kelinci percobaan. Tidak ada yang betul-betul bersama rakyat.

Pada tahun politik 2018 dan 2019 merupakan puncak dari pengabaian urusan rakyat. Politisi, partai politik, dan pemburu kekuasaan sibuk mengamankan posisi. Rakyat begitu terbelah menjadi dua. Pendukung radikal dari dua kubu bergentayangan di dunia nyata dan maya. Hal yang menjadi sorotan yaitu niatan Presiden Jokowi untuk naik tahta di periode kedua. Beberapa manuver politiknya secara senyap mampu menyihir publik:

Pertama, partai politik mitra koalisi dalam kesempatan Mukernas sudah mendeklarasikan Jokowi 2019. Komunikasi publik untuk membentuk persepsi rakyat sudah berjalan beriringan dengan pilkada serentak 2018. Jagoan di daerah disiapkan untuk pengamanan suara pada pemilu serentak 2019. Pemetaan lumbung suara partai, berkaca pada pemilu 2014, parpol tak ingin kalah dan terkecoh.

Kedua, pemunculan statement tokoh nasional, keagamaan, dan pemberian jabatan ke dalam lingkaran kekuasaan. Pembentukan badan-badan kerja baik yang terkordinasi dengan istana, maupun dalam lingkup pelaksana lapangan. Kemunculan badan itu pun kian jumbo dan tak jelas arah. Akhirnya urusan rakyat dalam pemenuhan sandang, pangan, dan papan terbengkalai.

Ketiga, pasca pilkada 2018 muncul pernyataan dukungan resmi dari calon kepala daerah terpilih untuk mendukung Jokowi dua periode. Semisal Ridwan Kamil dan Khofifah Indarparawansah. Terbaru TGB Zainul Majdi resmi mendukung. Banyak pihak yang menyesalkan, khususnya dari kalangan umat Islam.

Keempat, radikalisasi propaganda pendukung melalui media. Ragam kebijakan dan capaian pemerintahan Jokowi di mata pendukung setia radikal dianggap ‘wah’. Tak peduli apakah itu bersebrangan dengan konstitusi ataukah semau sendiri. Jejaring pendukung komunitas kian beringas dalam promosi. Pasukan buzzer di medsos kian radikal dan menyerang.

Di sisi lain, pihak pro dua periode harus berhadapan dengan gelombang oposisi. Gaung #2019GantiPresiden ditanggapi serius, meski awalnya tak diurus. Rakyat mulai terpukul dengan ragam kebijakan yang tidak memihak rakyat. Jawaban pertanyaan rakyat tak terjawab memuaskan, justru jawaban irasional dan menyakiti emosional.

Sinyalemen perlawanan yang ditujukan dengan tenggelamkan partai pendukung penista agama. Umat yang berkumpul di samping ulama’ kini mendengarkan petuahnya. Kebingungan umat Islam menentukan sikap inilah yang akhirnya menjadi celah. Selalu ada cara untuk memecah kekuatan umat. Hal ini disebabkan perjuangan umat masih pada basis kepentingan dan miskin konsep cara memenangkan Islam. Tampaknya potensi umat Islam akan mudah dikooptasi kepentingan partai politik yang menginginkan suaranya.

Umat Islam sebagai pasar perebutan ‘suara tuhan’ harus tetap waspada. Kehati-hatian terkait upaya makar harus terus disadari. Pasalnya, sikap rakyat seringnya lupa dan mudah masuk angin. Di samping itu, jebakan-jebakan telah disiapkan untuk menghukum tokoh-tokoh dan mengungkap celah. Upaya kriminalisasi dan penakutan penjara jadi ancaman.

Detik demi detik, rakyat terus memantau peluang Jokowi dua periode. Jika kebijakan yang terus ditelurkan semakin menggumpalkan kemarahan, cukup satu periode menjadi kenyataan. Bagitu pun para bandar politik baik dalam dan luar negeri sedang mencari alternatif pengganti di menit terakhir. Sementara, Jokowi masih di atas angin. Jika rakyat menginginkan perubahan, maka arah angin berubah dan semua akan meninggalkannya. Peta politik pun akan berubah.

Bagi umat Islam jangan mudah silau. Sesungguhnya umat islam memiliki hukum dan pemikiran yang agung. Tatkala hukum dan pemikiran berkaitan dengan politik Islam diabaikan, umat akan jatuh ke lubang yang kedua. 2019 harus penuh kewaspadaan. Umat jangan mau ditipu lagi dengan janji manis politisi yang mengabaikan syariah Islam. Umat harus terus melakukan perjuangan politik dengan membongkar setiap makar jahat politisi dan musuh-musuh Islam. Jelas sudah, demokratisasi yang melanda Indonesia menjadi bencana besar yakni penjauhan syariah islam dari kehidupan. Tetap waspada, 2019 di depan mata. Tik-tok tik-tok akankah Jokowi dua periode? Atau justru 2019 akan mengubur semua mimpi-mimpi?

Penulis: Hanif Kristianto

Sumber : PORTAL ISLAM

Selepas Pilkada, Cagub Jabar dari PDIP Diperiksa KPK

Selepas Pilkada, Cagub Jabar dari PDIP Diperiksa KPK

10Berita, JAKARTA—TB Hasanuddin, calon Gubernur Jawa Barat yang merupakan mantan Wakil Ketua Komisi I DPR RI Fraksi PDIP, hari ini dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa sebagai saksi kasus suap pemulusan anggaran pengadaan satelit monitoring di Bakamla tahun anggaran 2016.

“TB Hasanuddin dipanggil sebagai saksi untuk perkara tersangka FA (Fayakhun Andriadi),” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (5/6/2018).

Pemanggilan Politikus PDIP tersebut merupakan langkah KPK mengembangkan perkara setelah sebelumnya menjerat mantan anggota Komisi I DPR Fayakhun Andriadi sebagai tersangka.

Nama TB Hasanuddin sendiri berulangkali disebut salah satu anggota DPR yang terlibat atau kecipratan aliran uang haram proyek di Bakamla. Selain TB Hasanuddin, Politikus PDIP lain yang disebut yakni Eva Sundari dan Ali Fahmi, serta dua politikus NasDem, Bertus Merlas dan Donny Priambodo.

Keterlibatan dan aliran dana kepada anggota DPR ini diungkapkan oleh Bos PT Melati Technofo Indonesia (PT MTI), Fahmi Darmawansyah saat bersaksi untuk terdakwa mantan pejabat Bakamla, Nofel Hasan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, beberapa waktu lalu.

Fahmi dalam kesaksiannya mengaku pernah memberikan uang sebesar Rp24 miliar atau enam persen dari nilai total proyek alat satelit monitoring di Bakamla sebesar Rp400 miliar kepada Ali Fahmi alias Fahmi Habsyi, yang disebut sebagai inisiator kasus suap proyek satelit monitoring di Bakamla.

Uang tersebut diduga telah disalurkan Ali Fahmi kepada sejumlah anggota DPR RI guna meloloskan anggaran proyek Bakamla tersebut.

Febri memastikan tim penyidik akan mendalami pihak-pihak lain yang diduga terlibat dan turut menikmati uang haram dari proyek di Bakamla. Namun, kata Febri untuk saat ini, tim penyidik masih fokus menuntaskan berkas penyidikan tersangka Fayakhun.

“Dugaan keterlibatan tentu fokus terlebih dahulu pada tersangka (Fayakhun),” kata Febri. []

SUMBER: VIVA,  Islampos.