OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Jumat, 06 Juli 2018

‘Runtuhnya’ Uang Kertas

‘Runtuhnya’ Uang Kertas

Oleh: Zaim Saidi
Direktur Wakala Induk Nusantara

10Berita, PERNYATAAN ini mengacu pada sistem uang kertas, yang telah menggantikan uang emas (Dinar) dan uang perak (Dirham), yang kini memperlihatkan keruntuhannya. Hadis ini mendapatkan realitasnya dalam kurun empat puluh tahun terakhir ini.

Runtuhnya uang kertas terjadi pada hakikatnya yakni nilainya yang semakin susut. Uang kertas adalah pengkhianatan atas takaran nilai atau harga, yang diwujudkan sebagai alat tukar, dari fitrahnya semula berupa komoditas bernilai menjadi semata-mata simbol numerik. Akibatnya transaksi yang semula tunai bukan saja jadi tertunda tapi juga menggelembung semu. Keduanya, penundaan dan penggelembungan, adalah dua pilar riba. Dalam Qur’an sudah ditegaskan “Allah, subhanahu wa ta’ala akan meruntuhkan riba.”

BACA JUGA: Efek Riba dalam Dimensi Sosial-Ekonomi

Metamorfosa Uang Kertas

Untuk memahami substansi dan posisi hukumnya sebagai riba perlu dimengerti asal muasal uang kertas. Untuk sampai pada bentuk yang kita kenal hari ini uang kertas bermetamorfosa seiring zaman. Setidaknya ada tiga tahap.

Pertama, uang kertas lahir sebagai kuitansi (bukti utang), yang dikeluarkan para pandai emas dan perak, dan dapat ditebuskan kembali oleh pemiliknya. Dalam syariat Islam janji utang ini dikenal sebagai ‘dayn,’ yang haram dipakai sebagai alat jual-beli, karena pembayaran dengannya berarti tidak kontan. Pada satu titik pemerintah memberikan hak monopoli penerbitan surat utang itu kepada satu pihak saja yaitu bank sentral. Maka, janji utang yang semula bersifat privat (antara pemilik harta dan pihak yang dititipinya) kini menjadi publik, dan dipaksakan berlaku umum. Ini terjadi pada abad ke-17.

Kedua, para bankir yang sekarang memonopoli itu secara sepihak mengubah uang kertas tadi dari janji utang (promissory note) menjadi bank note, yaitu uang kertas tadi tidak lagi bisa ditebuskan jadi koin emas atau perak oleh pemiliknya. Meski setiap kali mencetaknya para bankir tetap menjaminnya dengan emas atau perak batangan. Ini disebut sebagai sistem standar emas, berlaku pada abad ke-20.

Di Amerika perubahan itu terjadi pada 1933, pasca depresi hebat. Rakyat Amerika dilarang memiliki emas dan harus menyerahkannya kepada The Federal Reserve, perusahaan swasta pemegang monopoli dolar AS. Rakyat boleh kembali memiliki emas dengan cara membelinya sebagai batangan, tapi dengan harga lebih mahal. Ketika dirampas oleh bank sentral AS (1933) emas dibeli 20 dolar AS/oz, setelah uang kertas dolar AS yang baru diterbitkan (1934), hanya bisa dimiliki kembali seharga 35 dolar AS/oz. Artinya dolar AS didevaluasi (40%). Emas tak lagi sebagai uang, tapi jadi komoditi.

BACA JUGA: 5 Cara Hindari Riba

Kemudian sejak 1944 Sistem Bretton Wood berhasil dipaksakan sebagai sistem internasioal. Intinya satu-satunya uang kertas yang didukung emas hanya dolar AS (kurs 35 dolar AS/oz), seluruh mata uang kertas lain dikurs tetap terhadap dolar AS. Perubahan kurs hanya bisa dilakukan oleh pemerintah nasional atas izin IMF (international Monetary Fund) yang didirikan bersama berlakunya sistem ini. Ini juga bermakna dolar AS ditetapkan sebagai standar dan berlaku internasional. Ini berlangsung sampai 1971.

Ketiga, pada Agustus 1971, Richard Nixon, Presiden AS yang hampir bangkrut karena Perang Vietnam, secara sepihak mengakhiri Bretton Wood, mencabut ikatan emas atas dolar AS. Maka, bank sentral dapat mencetak uang kertas sekehendaknya. Uang kertas bernilai dan diterima sebagai alat tukar sepenuhnya atas dasar paksaan undang-undang. Kurs antarauang kertas pun tidak lagi ditetapkan oleh pemerintah, melainkan oleh para pedagang uang. Uang kertas jadi komoditas dan seluruh sistem moneter sepenuhnya dikendalikan oleh spekulan.

Kisah Rupiah

Lahir sebagai negara fiskal baru, 1946, Republik Indonesia mengadopsi model yang sama. BNI 46 ditetapkan sebagai Bank Sentral, menerbitkan Oeang Repoeblik Indonesia (ORI), dengan janji tiap Rp 2 bernilai satu gram emas. Bankir internasonal menolaknya. Setelah menyerah dalam Konferensi Meja Bundar (1949), sebagai syarat pengakuan atas RI, BNI 46 diganti oleh De Javasche Bank (mulai 1951 diubah jadi Bank Indonesia), ORI diganti dengan UBI (Uang Bank Indonesia).

Dari waktu ke waktu nilai tukar rupiah terus terdepresiasi, mencapai Rp 2.200 per dolar AS sebelum “Krismon” 1997. Rupiah kemudian “terjun bebas” pertengahan 1997, dan sejak itu terus terombang-ambing, lagi-lagi atas kemauan IMF dan Bank Dunia – dalam sistem kurs mengambang, dengan titik terendah Rp 16.000, awal 1998. Saat ini fluktuatif di Rp 9.500-Rp 10.000. Sementara dolar AS sendiri, yang berlaku sebagai jangkar, telah kehilangan lebih dari 95 persen daya belinya sejak berlaku pada 1913. Rupiah telah kehilangan 99 persen daya belinya sejak 1946.

Belakangan para bankir menemukan teknik baru, bukan untuk menghentikan, tapi menyembunyikan, proses keruntuhan uang kertas. Namanya redenominasi. Pembuangan beberapa angka 0 adalah untuk memberi efek psikologis masyarakat untuk tidak merasakan semakin miskin. Realitas sejatinya tidak bisa dikelabui. Dalam rentang dua tahun terakhir saja sejak isu redenominasi dilontarkan 2010 lalu, diukur dengan nilai telor ayam saja, rupiah telah kehilangan lebih dari 25% daya belinya. Dua tahun lalu Rp 100.000 dapat 7 kg telor ayam, hari ini cuma dapat 5 kg. Tidak ada bedanya rupiah diberi lima angka 0 (Rp 100.000) atau digunduli hanya dengan dua angka 0 (Rp 100). Daya belinya sudah tergerus 25%.

Redenominasi bukan solusi. Solusinya adalah ikutilah Nabi, kembali kepada Dirham perak dan Dinar emas, yang sudah terbukti bebas dari inflasi. []

Sumber : Islampos.

Rizal Ramli: Sistem Pilpres Banci Harus Diakhiri

Rizal Ramli: Sistem Pilpres Banci Harus Diakhiri

10Berita  – Sistem pemilhan presiden (pilpres) di Indonesia tidak bagus dan bertentangan dengan UUD 1945. Ekonom senior Dr Rizal Ramli menjelaskan bahwa UUD 1945 telah tegas menyebut semua warga negera berhak menjadi presiden.

“Saya ingin mengatakan sistem pemilihan presiden di Indonesia ini kurang bagus dan tidak benar, (karena) bertentangan dengan UUD,” ujarnya di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar, Jakarta Pusat, Kamis (5/7).

Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid kemudian bercerita tentang pertemuannya dengan mantan Perdana Menteri Singapura, Lee Kuan Yew saat berkunjung terakhir kali ke Indonesia beberapa tahun lalu. Dalam pertemuan itu, dia berdebat soal sistem pemilihan presiden di Indonesia.

Kata Rizal, Lee Kuan Yew bersikeras mengatakan sistem pemilihan presiden di Indonesia menganut sistem parlementer. Sementara dirinya tidak sependapat dengan Lee Kuan Yew dan menyebut Indonesia menganut sistem presidential.

“Saya ngotot, saya bilang nggak Pak Lee, Indonesia itu presidential. Dia bilang nggak, karena kalau parlementer yang dipilih anggota DPR dulu baru pilih Perdana Menteri atau Presiden seperti kami. Indonesia kan pilih anggota DPR dulu kalian itu parlementer, nah saya baru sadar dari pertanyaan Pak Lee itu,” urainya.

Atas alasan itu, mantan Menko Maritim tersebut menilai sistem pemilihan presiden di Indonesia kurang bagus karena masih di garis abu-abu. Sebab, tidak benar-benar menginjak sistem parlementer maupun presidential. Rizal ingin sistem yang bertentangan dengan UUD 1945 itu diakhiri.

“Nah hari ini sistem kita banci, dibilang parlementer kagak dibilang presidential kagak ya. Saya ingin Mahkamah Konstitusi (MK) ubah sistem banci ini, yang bertentangan dengan UUD 45,” sambungnya.

Dia menyebut bahwa sistem yang dianut Indonesia saat ini juga melanggengkan money politik dan praktik politik dagang sapi, dimana orang yang tidak kompeten tetap didukung partai karena memiliki uang.

Ia kemudian mencontohkan proses pemilihan di Perancis. Saat itu, Emmanuel Macron yang merupakan tokoh baru membuat partai dengan berbekal anggota di Facebook yang berjumlah 200 ribu orang.

Namun, partai besutan Emmanuel Macron itu bisa ikut pemilu melawan partai dan tokoh besar. Partai tersebut bahkan tampil sebagai pemenang karena rakyat Perancis ingin perubahan di negaranya.

“Itu kan aspirasi rakyat kalau lihat ceritanya, rakyat memilih presiden dulu, habis itu memilih anggota DPR-nya menang mayoritas. Presiden tidak perlu dagang sapi dengan partai, tidak perlu bagi-bagi duit,” ujar capres rakyat itu.

“Tidak perlu juga bertukar menteri yang kagak becus diangkat jadi menteri hanya karna pertimbangan partai, itulah sistem presidential yang sesungguhnya,” tukas pria yang akrab disapa RR itu. ()


Sumber : rmol, Eramuslim.com 

Kamis, 05 Juli 2018

Malaysia Hentikan Pembangunan Megaproyek Kereta Api Cina

Malaysia Hentikan Pembangunan Megaproyek Kereta Api Cina

10Berita, KUALA LUMPUR – Perusahaan Malaysia yang memiliki proyek senilai 20 miliar dolar AS, East Coast Railway Link, mengatakan kepada kontraktor utama Cina untuk menangguhkan pengerjaan proyek tersebut. Penangguhan ini meningkatkan ketidakpastian tentang masa depan megaproyek One Belt and One Road (OBOR) yang digagas Cina.

Jika selesai, East Coast Rail Link sepanjang 688 km itu akan menghubungkan Laut Cina Selatan di pantai timur Semenanjung Malaysia dengan rute-rute pelayaran strategis di barat dan merupakan bagian utama dari peningkatan infrastruktur Cina di seluruh Asia dan di luar kawasan.

Penangguhan itu dilakukan saat Malaysia berusaha menegosiasikan ulang kesepakatan dengan Cina.

Sejak kemenangan yang mengejutkan pada pemlilu Malaysia bulan Mei, pemerintah Malaysia yang baru telah berjanji untuk memangkas utang nasional, membasmi korupsi dan meninjau proyek-proyek besar yang telah disepakati oleh pemerintahan sebelumnya yang dipimpin oleh Najib Razak.

Outlet berita keuangan The Edge yang pertama kali melaporkan penghentian proyek tersebut, merujuk pada surat yang dikirim dari Malaysia Rail Link (MRL) ke China Communications Construction Co (CCCC). Kepentingan nasional menjadi salah alasan ditangguhkannya proyek tersebut.

Seorang juru bicara MRL mengkonfirmasi surat perintah tersebut kepada Reuters, tetapi menolak berkomentar lebih lanjut.

CCCC mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka menyesali penangguhan tersebut dan prihatin atas mata pencaharian lebih dari 2.250 staf lokal dan karyawan tidak langsung lainnya.

“Kami menghormati dan mematuhi hukum Malaysia. Dalam situasi ini, kami tidak punya pilihan selain mematuhi perintah penangguhan tersebut,” katanya, seraya menambahkan bahwa pihaknya berharap penangguhan ini dicabut secepat mungkin.

Menteri Keuangan Malaysia Lim Guan Eng mengatakan bahwa ia berencana untuk mengunjungi Cina segera untuk menegosiasikan kembali syarat-syarat kesepakatan.

(ameera/)

Sumber : arrahmah.com

Anies dan Gatot Masuk Tokoh Potensial Capres dari PAN

Anies dan Gatot Masuk Tokoh Potensial Capres dari PAN

10Berita , JAKARTA – Partai Amanat Nasional (PAN) telah membuat daftar nama tokoh yang berpotensial diusung maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hingga eks Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo masuk daftar tersebut.

“Dari eksternal PAN, kita sudah membuat daftar tokoh-tokoh yang berpeluang maju pilpres. Di antaranya ada Pak Gatot, Mas Anies, dan tokoh-tokoh lain,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PAN Eddy Soeparno kepada wartawan di Senopati, Jakarta Selatan, Kamis (5/7/2018) dikutip Detik.com.

Eddy mengatakan saat ini PAN sedang melakukan simulasi dengan kajian akademis terkait calon-calon yang bakal diusung dalam Pilpres 2019. Tokoh-tokoh terbaik dari hasil survei itu nantinya bakal digodok bersama partai koalisi.

“Berbagai simulasi sedang kita laksanakan. Simulasi kita jalankan dengan kajian akademis, sehingga hasilnya bisa keluar dalam bentuk survei yang dipertanggungjawabkan,” ujar Eddy.

“Kombinasi yang terbaik yang akan kita ajukan kepada partai-partai koalisi yang akan kami ajak bergabung bersama-sama,” sambung dia.

Sumber : Ngelmu.co

Ibaratkan Islam Nusantara dengan KFC, Ini Jawaban Telak Pendiri ITJ untuk JIL

Ibaratkan Islam Nusantara dengan KFC, Ini Jawaban Telak Pendiri ITJ untuk JIL


Nadirsyah Hosen vs Akmal Sjafril

10Berita, Dosen Monash Law School Australia yang juga pegiat Islam Nusantara, Nadirsyah Hosen, mengibaratkan Islam seperti KFC yang jualan ayam goreng. Namun di Indonesia ia juga jualan nasi sedangkan di Australia jualan kentang.

“Islam itu aqidahnya sama sedunia. Tapi aplikasi & ekspresi keislaman itu ada muatan lokalnya. Contoh: KFC itu jualan ayam goreng. Tapi di Indonesia mrk jg jualan nasi. Di Ausie cuma pakai kentang. Namanya tetap KFC. Kalau udah paham ini, gak sulit mau paham ttg Islam NUsantara 😊” kata Nadirsyah Hosen melalui akun Twitter pribadinya, @na_dirs, Rabu (4/6/2018).

Pendiri Indonesia Tanpa JIL (ITJ) Akmal Sjafril menanggapi kicauan tersebut. Menurutnya, kicauan itu adalah “receh of the year.”



Salah satu alasannya, KFC Indonesia tidak pernah menjelek-jelekkan KFC Australia. Namun, Islam Nusantara justru menjelekkan Arab.

“Tuh, Islam Nusantara hadir dengan menjelek-jelekkan Arab. Apa iya KFC Indonesia pernah menjelek-jelekkan KFC Australia? Cuma profesor JIL yang gak paham,” kata Akmal.

Banyak netizen yang mendukung Akmal.

“Rendah sekali analoginya Pak @na_dirs bandingkan KFC dg Ajaran Islam. Ajaran Islam itu lingkupi semua hajat hidup makhluk Allah, paten berlaku di hamparan bumi. Shalat kudu pakai bacaan Arab, bkn Bhs Jawa. Haji di Makkah. Islam haramkan judi, LGBT, mabuk, dll, tdk dicampuraduk,” kata @ZakyHiromasa

Sumber :Portal Islam 

Situs Kota Muslim di Spanyol Masuk Daftar UNESCO

Situs Kota Muslim di Spanyol Masuk Daftar UNESCO

10Berita, SPANYOL—Kota dan bangunan peninggalan sejarah yang sangat terawat dekat kota Cordoba, Spanyol, telah masuk ke daftar situs Warisan Dunia UNESCO pada Ahad (1/7/2018). Bangunan megah ini dulunya adalah kota Khilafah Madinah Azahara, sebuah kota Muslim Arab abad pertengahan di Spanyol.

Situs Moor abad ke-10 adalah bukti dari “Pengetahuan mendalam tentang peradaban Islam Barat yang kini menghilang dari Al-Andalus, pada puncak kemegahannya,” kata Komite Warisan Dunia Badan Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO), yang bertemu di Bahrain.

“Setelah berjaya selama beberapa tahun, istana kota yang luar biasa yang merupakan ibu kota de facto al-Andalus, atau Spanyol Muslim dihancurkan selama perang saudara yang mengakhiri Khilafah di tahun 1009-1010 masehi,” kata panitia dari UNESCO.

Kota ini dibangun sebagai simbol kekuatan untuk menyaingi kekhalifahan Baghdad, namun kota ini hanya bertahan kurang dari satu abad sebelum dihancurkan dalam sebuah pemberontakan yang mengakhiri kekhalifahan Cordoba pada awal abad ke-11.

BACA JUGA: Granada, Kerajaan Islam Terakhir yang Runtuh di Bumi Andalusia

Sisa-sisa kota itu terlupakan selama hampir 1.000 tahun sampai penemuan kembali mereka di awal abad ke-20.

Situs ini adalah tempat harta karun bagi para arkeolog yang menampilkan “Landmark perkotaan lengkap” termasuk jalan, jembatan, sistem air, bangunan, elemen dekoratif dan benda sehari-hari, kata UNESCO. []

SUMBER: ALARABIYA,  Islampos.

DIBLOKIR! Bos Tik Tok dari China Langsung Temui Menkominfo

DIBLOKIR! Bos Tik Tok dari China Langsung Temui Menkominfo


10Berita, Para petinggi aplikasi Tik Tok terbang ke Indonesia dari China untuk menemui Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Rabu (4/7). Pertemuan ini dilakukan untuk membahas pemblokiran aplikasi Tik Tok di Indonesia yang dilakukan sejak Selasa (3/7).

Dari hasil pertemuan tersebut, SVP ByteDance, Zhen Liu, selaku perwakilan perusahaan pengembang Tik Tok, mengaku percaya diri jika aplikasi konten videonya bisa digunakan lagi seperti biasa di Indonesia.

"Kami percaya diri dapat kembali aktif dan menjadi aplikasi konten terbaik di Indonesia. Kami berkomitmen untuk memoderasi kami," ujar Liu, dalam jumpa pers di Gedung Kominfo, Jakarta, Rabu (4/7).

Liu menjelaskan Tik Tok siap mengikuti regulasi dan peraturan yang ada di Indonesia dan akan mengedepankan budaya lokal. Selain itu, mereka juga akan mendukung konten lokal yang menginspirasi.

"Kita juga percaya akan melakukan yang terbaik di Indonesia untuk menginspirasi konten lokal. Ini semangat yang penting bagi kami, jadi kami hari ini ada di sini untuk menunjukkan keseriusan kami untuk menjadi platform terbaik di sini sesuai dengan visi untuk menginspirasi generasi muda di Indoensia," lanjut Liu.

Agar aplikasi Tik Tok bisa kembali aktif seperti sedia kala, ada beberapa persyaratan yang diminta Menkominfo Rudiantara. Di antaranya adalah Tik Tok harus membersihkan konten negataif di platform-nya dan menaikkan batas umur pengguna aplikasi yang saat ini dianggap terlalu rendah yakni 12 tahun.

Pihak Tik Tok mengatakan bakal menaikkan batas umur di aplikasinya menjadi 16 tahun.

Apabila permintaan itu telah terpenuhi, maka pemblokiran Tik Tok bisa dibuka kembali secepatnya, bahkan bisa besok pagi, kata Rudiantara sesuai pertemuan.

"Mereka bilang akan cek secepatnya malam ini dan menyampaikan komitmennya untuk ke depannya. Secepatnya bisa dibuka. Bisa besok pagi sudah dibuka (blokir Tik Tok)," paparnya.

Selain itu, pria yang akrab disapa Chief RA itu juga meminta manajemen Tik Tok untuk membuka kantor operasional di Indonesia agar komunikasi bisa terjalin lebih cepat dan mudah ke depannya.

Manajemen Tik Tok sendiri menegaskan sudah merekrut 20 karyawan di Indonesia sebagai moderator yang mengawasi konten negatif di layanannya. Tahun ini, Liu mengatakan Tik Tok menargetkan jumlah karyawan yang menjadi moderator bisa bertambah menjadi 200 orang.

Pemblokiran Tik Tok di Indonesia memang sangat merugikan bagi perusahaan asal China tersebut. Ini dikarenakan aplikasi Tik Tok memang cukup populer di Indonesia, bahkan Tik Tok mengklaim jumlah pengguna aktif bulanannya di Indonesia mencapai angka lebih dari 10 juta.[] 

Sumber : radarpribumi.com

Diduga Hina Islam, Gubernur dari PDIP Ini Dipolisikan

Diduga Hina Islam, Gubernur dari PDIP Ini Dipolisikan

10Berita, KALIMANTAN BARAT—Koordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi) telah melaporkan Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis ke kepolisian atas dugaan penghinaan dan ujaran kebencian dengan unsur SARA.

Cornelis merupakan pejabat yang berasal dari PDI Perjuangan. Ia dianggap menghina Islam setelah mengatakan dalam sebuah pidato bahwa “Bangsa Indonesia bermental hamba akibat dijajah oleh kerajaan Melayu dan Islam.”

BACA JUGA: Selepas Pilkada, Cagub Jabar dari PDIP Diperiksa KPK

“Sebagai respon atas tindakan tersebut KORLABI pada Rabu (4/7/2018) siang pukul 13.15 melayangkan surat laporan terkait pidato Gubernur Kalimantan Barat tersebut yaitu terhadap drs. Cornelis, MH,” kata Ketua Korlabi, Damai Hari Lubis dalam siaran pers.

Menurut Damai, pidato Cornelis yang menganggap Islam sama dengan penjajah Belanda tidak dapat diterima dengan alasan apa pun.

Selain Damai, pelaporan ini juga dihadiri oleh Sekjen Korlabi Novel Bakmumin Chaidar, Humas Korlabi Soni Putra dan sejumlah aktivis muslim lainnya.

Cornelis dilaporkan atas dugaan pelanggaran Pasal 156 KUHP jo Pasal 28 ayat 2 UU ITE ‘ujaran kebencian’.

”Kami Korlabi berharap agar Polri cepat melakukan tindakan sesuai kewenangannya termasuk terkait laporan-laporan yang pernah dilakukan Korlabi dan AAB,“ terang Damai.

Damai menambahkan, laporan ini juga merupakan bentuk dukungan riil terhadap unjuk rasa yang diadakan pada Jum’at (6/7/208) lusa di Jakarta. Unjuk rasa yang dilakukan atas himbauan KH. Shobri Lubis ini rencananya akan diikuti ratusan elemen kelompok masyarakat dan memprotes pidato Cornelis.

Sebelumnya, Humas Korlabi Soni Putra menganggap pidato Cornelis telah mencemarkan nama baik Kerajaan Melayu, Islam serta umat Islam pada umumnya, terdapat juga penyimpangan sejarah di dalam pidatonya tersebut. Selain itu, ia juga menilai bahwa Cornelis telah melakukan ujaran kebencian dengan unsur SARA. []

SUMBER: Aktual,  Islampos.

Hadirnya Melon Non-Subsidi, Akankah Jadi Solusi?

Hadirnya Melon Non-Subsidi, Akankah Jadi Solusi?



10Berita, PT Pertamina (Persero) menegaskan peluncuran produk terbaru gas Elpiji kemasan 3 kg dengan merek Bright Gas hanya menyasar konsumen nonsubsidi atau yang tergolong masyarakat mampu namun masih mengonsumsi gas Elpiji 3 kg bersubsidi.

Usai konferensi pers di Kantor Pusat Pertamina Jakarta, Jumat (15/12), Senior Vice President Non Fuel Marketing Pertamina, Basuki Trikora Putra mengatakan Bright Gas dengan kemasan tiga kg yang rencananya akan diluncurkan pada Maret 2018 ini bukan untuk mengalihkan penggunaan konsumsi gas Elpiji bersubsidi.

“Kemasannya ini 3 kg, mereknya Bright Gas, dengan double spindle valve sama dengan Bright Gas 5,5 kg. Bedanya dengan 3 kg yang subsidi itu kan single spindle valve,” ungkapnya.

Ia menambahkan harga Bright Gas 3 kg ini dihitung mengikuti satuan per kilogram Bright Gas kemasan 5,5 kg yakni Rp10 ribu sampai Rp11 ribu per kg. Oleh karena itu, dapat disimpulkan harga Bright Gas 3 kg nonsubsidi sekitar Rp30 ribu sampai Rp33 ribu.

Namun demikian, Basuki menyampaikan harga ini masih disesuaikan mengikuti harga minyak mentah atau crude price dari Aramco yang sekarang masih naik di level 500 dolar AS per metrik ton.

“Harga terus mengikuti CP Aramco. Saat ini masih naik di atas 500 dolar, jadi per kilonya masih kita sesuaikan. Nanti pada saat bisa sama dengan 2015 dan 2016 ketika CP Aramco turun, itu pasti kita sesuaikan juga,” kata Basuki.

Melihat fakta ini sudah pasti menimbulkan pro kontra utamanya di kalangan masyarakat pada umumnya. Sebab walaupun ini menyasar hanya pada kalangan masyarakat mampu dan elit tetap saja berita ini telah menimbulkan banyak spekulasi.

Fakta yang terjadi di kalangan masyarakat saat ini adalahsi melon kini langka bahkan harganya mencapai 25.000,

Ini membuat masyarakat terasa tercekik. Ini hampir sama dengan kemunculan pertalite kemarin-kemarin. Premium langka masyarakat di paksa beralih ke pertalite yang harganya diam-diam naik. Masyarakat tidak punya pilihan. Kita tidak berharap untuk hal ini sama bagi si melon. Pasalnya yang kena dampak bukan hanya masyarakat kalangan menengah keatas saja, tapi juga masyarakat menengah kebawah.

Belum lagi jika harga mengikuti cp aramco yang kepastiannya jarang didapatkan akan menambah kekacauan sebab harga yang tidak pasti akan mempengaruhi masyarakat secara kontinu.

Ditengah carut marut pilkada yang menggelontorkan dana yang "WOW" pemerintah membuat keputusan yang kurang tepat terhadap melon baru non subsidi.

Pengklasifikasian melon nonsubsidi dan subsidi jelas memperlihatkan kesenjangan ekonomi kapitalisme. Yang pondasinya hanya kuat bagi orang bermodal namun rapuh bagi yang tak bermodal

Ini sangat bertolak belakang dengan islam yang memperhatikan kebutuhan dan memenuhi sesuai dengan Hak-hak ummat.Tanpa melihat apakah ia adalah kalangan menengah ke atas ataupun menengah kebawah. Sebab kedudukan setiap ummat itu sama bagi pemimpin. Dan kedudukan pemimpin adalah sebagai pengayom ummat.

Pemimpin Adalah Pelayan Masyarakat 

حديث معقل بن يسار عن الحسن، أنّ عبيد الله بن زياد عاد معقل بن يسار فى مرضه الّذى مات فيه، فقال له معقل: إنّى محدّثك حديثا سمعته من رسول الله صلّى الله عليه وسلّم، سمعت النّيىّ صلّى الله عليه وسلّم يقول: ما من عبد استرعاه الله رعيّة فلم يحطها بنصيحة إلاّ لم يجد رائحة الجنّة.

أخرجه البخارى فى ٩٣ كتاب الأحكام:٨ باب من استرعى رعية فلم ينصح.

(LM:1200).

Tidak ada dari seorang hamba yang tidak tulus terhadap pemerintahan yang sah kecuali ia tak akan mencium aroma syurga.

Maka seyogyanya setiap keputusan yang di ambil pemerintah adalah yang tidak akan menzolimi ummatnya.

Indonesia, Negeri kaya akan hasil bumi namun penyerahan pada pihak asing dan aseng serta pada oknum (swasta) menjadikannya terpuruk dalam perekonomian sehingga menyasar si melon baru non subsidi.

Masing-masing kita berharap agar kemunculan melon non subsidi bukan di jadikan jalan untuk menarik melon subsidi dari pasaran.

Hanya kembali ke islam yang kaaffah lah solusi terbaik bagi kesenjangan yang mencekik bagi ummat saat ini, sebab menilik sejarah yang silam kesejahteraan, pengayoman dan pemenuhan hak dijalankan sesuai perintah dan aturan bukan sekedar asbab kepentingan

Masihkah kita menyimpuh harap pada pondasi yang rapuh sarat kepentingan ini? Wallahu a'lam. [syahid/]

Sumber : voa-islam.com

Walikota Shiefield Inggris Larang Donald Trump Masuki Kotanya

Walikota Shiefield Inggris Larang Donald Trump Masuki Kotanya



10Berita, SHIEFIELD, INGGRIS - Presiden AS Donald Trump telah dilarang memasuki kota besar Inggris Sheffield selama kunjungan kenegaraannya yang akan datang ke Inggris, kata Lord Mayor Magid Magid.

Mengenakan topi tradisional Sombero Meksiko, Magid mengumumkan keputusannya selama pertemuan Dewan Kota Sheffield pada hari Rabu (4/7/2018) sebagai acara solidaritas dengan para imigran Meksiko.

Dia juga mengenakan aksesoris rantai dan T-shirt hitam yang bertuliskan "Donald Trump adalah manusia tidak berguna," istilah slang untuk orang-orang yang kurang pantas dan kurang dewasa.

 Saya Magid Magid, Lord Mayor & warga pertama kota ini dengan ini menyatakan bahwa Donald J Trump (@realDonaldTrump) tidak hanya seorang WASTEMAN, tetapi ia juga selanjutnya dilarang dari kota besar Sheffield!

    Saya selanjutnya menyatakan 13 Juli sebagai Hari Solidaritas Meksiko! 🇲🇽 pic.twitter.com/qYehdHYDEt
    - 🚀MΛG! D (@MagicMagid) 4 Juli 2018

Keputusan itu tidak benar-benar melarang kunjungan Trump karena Magid tidak memiliki kekuatan untuk melarang siapa pun dari Sheffield, yang merupakan salah satu kota terbesar di negara itu dengan populasi sekitar 570.000.

Trump diperkirakan tidak akan berhenti di Sheffield pada perjalanannya yang akan datang akhir bulan ini, yang termasuk pertemuan dengan Ratu Elizabeth II dan Perdana Menteri Theresa May.

Dia mungkin juga mengunjungi Skotlandia dan bermain golf di salah satu lapangan golf yang dimilikinya di Ayrshire dan Aberdeenshire.

Magid, dirinya sendiri adalah mantan pengungsi Somalia yang tiba di Inggris pada usia 5 tahun, mendorong orang untuk bergabung dengan demonstrasi menentang Trump.

Dia mengatakan Trump adalah "manusia tidak berguna" karena memperkenalkan larangan Mulism dari beberapa negara memasuki AS, mundur dari kesepakatan iklim Paris, memindahkan kedutaan AS di Israel ke Al-Quds Yerusalem meskipun ada kecaman internasional, memenjarakan anak-anak imigran di perbatasan AS dan menolak untuk mengecam kelompok rasis.

Ini adalah kunjungan pertama Trump ke Inggris sejak memasuki Gedung Putih pada Januari 2017. Dia menunda perjalanan beberapa kali karena takut akan protes publik. (st/ptv)

Sumber :Voa-islam.com