OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Rabu, 11 Juli 2018

Daftar Foto Pemenang Underwater Photography of The Year 2018. Foto Bawah Laut Selalu Menakjubkan ya!

Daftar Foto Pemenang Underwater Photography of The Year 2018. Foto Bawah Laut Selalu Menakjubkan ya!

10Berita, Memotret di bawah laut bukanlah hal yang mudah. Manusia tidak bisa bertahan terlalu lama di dalam air laut, apalagi sambil merekam adegan-adegan indah yang terjadi di bawah sana. Meskipun cantik, sejatinya laut adalah alam yang menakutkan. Untuk itu, karya fotografi yang diambil di bawah laut adalah karya yang sulit dan patut diapresiasi. Kamu pernah nggak motret di dalam air?

Kontes fotografi bertajuk Underwater Photographer of The Year 2018 baru saja mengumumkan pemenangnya. Sejumlah 5000 foto lebih masuk dari fotografer yang berasal dari 63 negara untuk memperebutkan predikat karya terbaik dari 11 nominasi. Syaratnya, semua foto harus diambil dari dalam air, split foto boleh asal masih ada yang berada di dalam air. Edit diperbolehkan dalam kontes ini. Yuk kita kepoin foto-foto pemenangnya.

Juara utama adalah Tobias Friedrich dari Jerman. Fotonya yang menampilkan motor yang berada di kapal SS Thistelgrom yang berada di dasar laut sisa perang dunia. Demi mendapat foto yang bagus, Tobias mesti 2 kali ke sana

motor di dasar laut via underwaterphotographeroftheyear.com

Foto dua angsa yang sedang minum dalam air ini memenangkan British Underwater Photography of The Year. Foto ini adalah karya Grant Thomas berjudul Love Birds

love birds via www.boredpanda.com

Portrait Category Winners dimenangkan oleh Tanya Houppermans dengan karyanya yang spektakuler ini

keren banget via www.boredpanda.com

Salah satu pemenang kategori Black and White, Hypnosis karya Wendy Timmermans. Ini foto yang sangat epik sih dengan cahaya yang menembus lautan

hypnosis via www.boredpanda.com

Wide Angle Category: “Blacktip Rendezvous”karya Renee Capozzola dari Amerika. Foto split underwater ini memotret sekawanan hiu di permukaan laut

ikan hiu di lautan via www.boredpanda.com

Karya Shane Gross berjudul Seahorse Densityini menjadi karya pemenang kategori makro. Ini adalah kategori untuk foto-foto ukuran mini

seahorse density via www.boredpanda.com

Black & White Category Winner: karya berjudul Refleksi Buaya “Crocodile Reflections” oleh Borut Furlan dari Slovenia ini emang keren abis

refleksi buaya via www.boredpanda.com

Untuk Wide Angle Category Winner diraih oleh karya berjudul “Humpback Whale Spy Hopping” yang dihasilkan oleh Greg Lecoeur asal Prancis

foto ikan paus via www.boredpanda.com

Salah satu pemenang di kategori Black & White, karya bertajuk “Morning Flight” yang dipotret oleh Filippo Borghi dari Italia. Foto ini menangkap gambar ikan manta yang sedang menyambut cahaya pagi

black white via www.boredpanda.com

Salah satu pemenang Wide Angle Categoryberjudul “Evening Snorkel” karya dari Brook Peterson, Amerika Serikat. Terumbu karangnya indah banget ya…

terumbu karangnya indah sekali via www.boredpanda.com

Sumber : Hipwee

Jumawa, PDIP Klaim Belum Ada Penantang Kuat Jokowi di Pilpres 2019

Jumawa, PDIP Klaim Belum Ada Penantang Kuat Jokowi di Pilpres 2019

10Berita – Menjelang batas pendaftaran Pilpres 2019, PDIP mengaku belum ada tokoh kuat yang menjadi penantang Presiden Jokowi. Wasekjen PDIP Eriko Sotarduga belum melihat ada tokoh penantang dari lawan koalisi mereka, yaitu Gerindra, PKS dan PAN. Menurutnya, ketiga partai itu belum menentukan capres yang diusung secara resmi.

“Sampai saat in kalau secara jelas kita lihat belum ada calon yang jelas,” kata Eriko di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/7).

“Kalau seperti Gerindra juga, kita melihat PKS dan PAN punya pemikiran lain seperti itu kan, PAN, Demokrat juga ada keinginan bersama begitu juga Gerindra dan Demokrat. ya kita tunggu saja beberapa hari ke depan,” lanjutnya.

Eriko juga tak khawatir dengan kemungkinan munculnya poros ketiga dalam Pilpres 2019. Sebab, koalisi yang terbentuk harus memenuhi syarat ambang batas atau presidential threshold 20 persen.

“Terkait elektabilitas partai untuk ke depan ini dari partai-partai tentu memajukan calon masing-masing strategi. Namun, kalau juga tidak bisa berkumpul untuk 20 persen maka tidak bisa mencalonkan antara capres dan cawapres” jelasnya.

Sejauh ini, PDIP bersama partai pendukung Jokowi sudah mulai memasuki tahapan untuk mengerucutkan nama-nama cawapres Jokowi. Sementara untuk lawan koalisi mereka yaitu Gerindra, PAN, dan PKS masih dalam proses kesepakatan untuk menentukan capres dan cawapres yang akan diusung.

Di sisi lain, Demokrat di luar koalisi yang ada masih belum menentukan sikap politiknya dalam Pilpres 2019. Mereka terus menjajajaki kemungkinan politik, antara berkoalisi dengan Prabowo Subianto, Jokowi, atau membentuk poros ketiga. (kmpr)

Sumber : Eramuslim

Mengapa orang-orang Arab menyukai Erdogan?

Mengapa orang-orang Arab menyukai Erdogan?

10Berita, PRESIDEN Recep Tayyip Erdogan populer di dunia Arab, dari Barat ke Timur, bahkan mungkin lebih dari yang ada di Turki sendiri. Orang-orang Arab melihat Erdogan sebagai pemimpin umat, tidak hanya Presiden Turki. Banyak yang tenggelam dalam perdebatan dan pertanyaan tentang alasan popularitasnya yang luas di antara audiensi yang tidak mengerti bahasa Turki atau telah terpapar oleh media Turki untuk mempengaruhi pendapat mereka.

Orang-orang Arab menyebarkan berita dan cerita tentang Erdogan, seolah-olah mereka menceritakan kisah-kisah pahlawan besar Muslim seperti Umar Bin Abd Al-Aziz, Salah Al-Din atau Saif Ad-Din Qutuz. Meskipun banyak yang dikatakan orang tentang dirinya adalah fantasi atau impian, hasilnya adalah Erdogan memiliki popularitas yang tidak pernah dimiliki oleh pemimpin Arab atau Muslim dalam beberapa dasawarsa. Beberapa bahkan menyebut dia sebagai Khalifah Utsmani atau penerus Sultan Abdul Hamid II, yang memerintah Kesultanan Ottoman dari 1876 sampai ia meninggal pada 1918.

Hubungan logis antara Erdogan dan Sultan Abdul Hamid yang ada di benak banyak orang Arab memiliki asal-usul historis, tentu saja, dalam kebijakan yang diadopsi oleh Ottoman untuk memperkuat hubungan antara Muslim. “Kita harus memperkuat ikatan kita dengan umat Islam lainnya di mana pun,” kata Sultan, “dan kita harus menjadi lebih dekat, karena tidak ada harapan di masa depan tanpa persatuan.” Ini adalah kebijakan yang sama yang diyakini oleh Erdogan pada saat ini.

Sejumlah faktor yang berbeda membantu membuat Presiden Erdogan begitu populer di dunia Arab. Sebagai permulaan, sejak dia dan partainya berkuasa pada tahun 2002, ekonomi Turki telah meningkat. Selama periode antara 2002 dan 2011, pertumbuhan ekonomi rata-rata di negara itu 5,2 persen. Dan sekarang telah meningkat selama 6 tahun terakhir menjadi 6,7 persen, yang telah memungkinkan Turki untuk bergabung dengan G20. Dalam 17 tahun dengan Erdogan di pucuk pimpinan, Turki telah menempati peringkat ke-17 di dunia dalam hal capaian ekonominya, yang secara alami tercermin pada kesejahteraan warganya dan kehidupan sehari-hari mereka.

Erdogan dan partainya, untuk pertama kalinya dalam sejarah Turki modern, mengakhiri kekuasaan militer dan dominasi para jenderal. Ini segera mengurangi tingkat korupsi di negara ini. Banyak negara Arab menderita dominasi militer serupa atas pemerintah mereka, di mana bahkan seorang perwira berpangkat rendah di badan-badan intelijen atau tentara mampu mencabut keputusan pemerintah atau parlemen untuk keuntungan pribadinya.

Presiden Turki berasal dari keluarga miskin yang tinggal di pedesaan, dan latar belakang ini menarik bagi sebagian besar orang Arab. Keluarganya pindah ke Istanbul untuk mencari kehidupan yang layak. Sebagai seorang anak, Erdogan dipaksa untuk bekerja sebagai penjual keliling di gang-gang miskin di Istanbul menjual semangka dan roti Turki yang disebut “Simit” sehingga ia dapat membantu ayahnya dan keluarganya, dan memiliki martabat dalam hidup. Sedangkan, orang-orang Arab tidak pernah mengenal seorang presiden, baik sebelum maupun sesudah revolusi, seorang pemimpin yang tidak tidur di sutra dan membuat kelompok yang korup yang selalu siap untuk mengintimidasi orang-orang.

Satu hal yang penting, Erdogan telah membuka pintu Turki untuk 3,4 juta pengungsi Suriah, serta puluhan ribu orang Mesir, Libya, Yaman dan orang Arab lainnya pada saat negara-negara lain menutup pintunya. Dalam nada yang sama, Turki saat ini menampung 72.000 mahasiswa asing, sebagian besar orang Arab, dan kebanyakan dari mereka belajar dengan hibah dari pemerintah Turki, sedangkan banyak negara-negara Arab belum memberikan anak-anak mereka pendidikan gratis. Selama satu tahun terakhir saja, 83.000 pelajar Arab telah mengajukan permohonan beasiswa untuk belajar di universitas-universitas Turki, sementara kami belum mendengar tentang negara Arab mana pun menarik begitu banyak siswa dengan menawarkan hibah atau prosedur lainnya.

Selain itu, sebagian besar warga negara Arab dapat memasuki Turki tanpa batasan atau visa. Ini sangat berbeda dengan situasi warga Arab yang mencoba pindah dari satu negara Arab ke negara lain yang menghadapi persyaratan visa dan hambatan lain di perbatasan.

Ketika Israel membunuh sembilan warga Turki di atas kapal Mavi Marmara di Gaza Freedom Flotilla pada tahun 2010 (yang kesepuluh meninggal kemudian karena luka-lukanya), hubungan antara Ankara dan Tel Aviv diputus selama lima tahun. Namun, ketika Israel membunuh warga Arab di tanah Arab – Palestina – hubungan antara pemerintah dan Tel Aviv “tenang” selama lima bulan, bukan lima tahun, dan kemudian kembali normal.

Akhirnya, di Turki yang demokratis di bawah Erdogan, seorang pria yang dipenjarakan dan dituduh melakukan tindakan terorisme dan kekerasan, Selahattin Demirtaş, mampu berdiri sebagai kandidat dalam pemilihan presiden baru-baru ini. Di dunia Arab, yang terjadi sebaliknya, dimana presiden digulingkan, ditangkap, dipenjarakan, dan dihilangkan secara paksa. Di Turki, seorang tahanan dapat menjadi presiden, sementara di “negara demokrasi” Arab, presiden dapat menjadi tahanan, dan semua kotak suara dapat dibuang, seolah-olah pemilihan tidak pernah benar-benar terjadi.

Untuk semua alasan ini, orang-orang Arab menyukai Erdogan, dan mereka berbondong-bondong untuk tinggal di Turki. Itulah mengapa mereka juga mengikuti pemilihan presiden dan parlemen bulan lalu di sana seolah-olah peristiwa itu mengambil tempat di ibukota Arab yang paling penting. Mereka tidak hanya memahami bahwa itu adalah satu-satunya pemilu yang adil di kawasan ini, tetapi juga percaya bahwa Turki menjadi faktor penting dalam menentukan nasib daerah itu sendiri. Presiden Recep Tayyip Erdogan memiliki banyak sekali dampak.

Artikel ini pertama kali diterbitkan dalam bahasa Arab di Arabi21 pada 3 Juli 2018

Oleh Mohammad Ayesh

Sumber: middleeastupdate.net, Ummat pos 

Rizal Ramli Bantah Pemberitaan Jawapos Akan Jadi Calon Wapres Jokowi

Rizal Ramli Bantah Pemberitaan Jawapos Akan Jadi Calon Wapres Jokowi



10Berita, JAKARTA - Bereda berita dalam media sosial menuding Rizal Ramli "Banting harga: Cawapres Pun Boleh.. Dengan Jokowi Pun OK!" pada Selasa (10/7/2018).

Edy Mulyadi, salah satu tim Rizal Ramli yang dihubungi voa-islam.com menjelaskan duduk perkara ini. Hal ihwal beredar broadcast dari berita Jawapos berjudul "RR PD Digandeng Jokowi Pilpres 2019".

"Tidak benar, tolong disampaikan dimedia voa-islam.com ya, terima kasih" ujar Edy Mulyadi


Rizal Ramli pun menampik via twitter, terkait kabar ia akan menjadi Cawapres Jokowi.

Jawa Pos Menulis, Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli semakin percaya diri (PD) menghadapi kontestasi Pilpres 2019. Bahkan dia yakin akan digandeng Joko Widodo (Jokowi). Keyakinan itu didapatkannya setelah bertemu Kepala Kantor Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) TNI Moeldoko.

Rizal Ramli mengklaim telah berbicara dengan mantan Panglima TNI itu membahas posisi cawapres yang akan mendampingi Jokowi. Dari pembicaraan itu Jokowi meminta dirinya. "Saya belum ketemu Pak Jokowi, tapi saya sudah ketemu Pak Moeldoko di Bina Graha sekitar sebulan lalu. Saya sampaikan, mas saya mau maju jadi presiden nih, ya mungkin salah satu cawapresnya Pak Jokowi nggak apa-apa. Yang penting apapun yang terjadi kita tetap teman," kata Rizal di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (5/7)

Terkait kabar diatas, Rizal Ramli membantah akan maju sebagai calon wakil presiden Jokowi. [adivammar/]

Sumber :voa-islam.com

Din Syamsuddin Minta Umat Jangan Percaya Masjid Radikal

Din Syamsuddin Minta Umat Jangan Percaya Masjid Radikal

Pendiri CDCC - Din Syamsuddin

Foto: Republika/Putra M. Akbar

Survei masjid terindikasi radikal hanya memecah kerukunan di kalangan umat Islam.

10Berita , JAKARTA -- Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban Din Syamsuddin meragukan hasil survei yang mengungkapkan 41 masjid pemerintah di Jakarta terindikasi radikal. Justru survei tersebut hanya akan menimbulkan kecemasan dan memecah kerukunan di kalangan umat Islam.

“Jangan melempar isu secara verbal karena bisa menimbulkan keresahan masyarakat,” ujarnya saat konferensi pers Para Pemuka Agama Kebangsaan di Kantor Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC), Selasa (10/7).

Ia meminta masyarakat tidak cepat mempercayai penilaian yang dapat menimbulkan perpecahan bangsa. Sebab, penelitian tersebut bisa dilakukan dengan paradigma yang salah terhadap pemahaman radikalisme.

“Hati-hati memberikan penilaian sering kali terjebak parameter. Diungkapkan saja, masjid mana yang terkena radikalisme, dan jangan melempar isu secara verbal,” ucapnya.

Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) melakukan survei terhadap 100 masjid pemerintahan di Jakarta. Survei terhadap 100 masjid tersebut terdiri dari 35 masjid di Kementerian, 28 masjid di Lembaga Negara dan 37 masjid di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Ketua Dewan Pengawas Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) Agus Muhammad mengatakan, survei itu dilakukan setiap shalat Jumat dari 29 September hingga 21 Oktober 2017. Kemudian, tim survei menganalisis materi khutbah Jumat yang disampaikan, dan hasilnya ada 41 masjid yang terindikasi radikal.

"Dari 100 masjid itu 41 kategorinya radikal. Radikal rendah itu tujuh masjid, radikal sedang 17 masjid, dan radikal tinggi itu 17 masjid," ujar Agus saat dihubungi Republika.co.id, Senin (9/7).

Sumber : Republika.co.id

Persatuan Wartawan Palestina: Tutup TV Al Quds, Israel Lakukan Kejahatan Perang

Persatuan Wartawan Palestina: Tutup TV Al Quds, Israel Lakukan Kejahatan Perang

10Berita, PALESTINA—Israel dikabarkan telah menutup TV Al Quds karena dianggap sebagai ‘corong’ propaganda melawan Israel. Tindakan sewenang-wenang Israel ini langsung mendapat kecaman dari beberapa pihak.

Asosiasi wartawan Palestina mengecam keputusan Israel yang melarang tayangan Televisi Al-Quds di Palestina jajahan 48, kota Al-Quds. Mereka juga menindak semua pihak yang bekerja sama dengan perusahaan televisi tersebut.

Dalam pernyataan persnya, tindakan teror Israel muncul sebagai upaya untuk menutup-nutupi kejahatan mereka terhadap bangsa Palestina, sama dengan keputusan sebelumnya yang melarang publikasi tentara Israel yang sedang melakukan kejahatan dan pelanggaran rasis mereka.

Dengan ini, asosiasi wartawan Palestina menyatakan solidaritasnya bersama seluruh lembaga informasi Palestina dan wartawan yang hampir setiap hari mengalami kejahatan Israel. Mereka minta lembaga-lembaga internasional dan HAM untuk berpihak kepada mereka dalam menghadapi keputusan Israel, di samping menggugurkan kekebalan politik atas kejahatan mereka selama ini.

Diam terhadap masalah ini bertentangan dengan semua nilai dan kebebasan media yang dijamin undang-undang. []

SUMBER: PIC, Islampos.

Soal Hasil Penelitian, Dr Henri: Benarkah Radikalisme Masuk Masjid?

Soal Hasil Penelitian, Dr Henri: Benarkah Radikalisme Masuk Masjid?

Sangat disayangkan jika tuduhan radikalisme hanya diarahkan pada masjid dan mengabaikan tempat peribadatan lainnya, ungkapnya.

muh. abdus syakur/hidayatullah.com

[Ilustrasi] Suasana khutbah Jumat di sebuah masjid perkantoran gedung salah satu BUMN di Kuningan, Jakarta, Ramadhan 1438H/2017.

10Berita – Menurut Ketua DPR Bambang Soesatyo, temuan hasil penelitian Lembaga Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) tentang 41 dari 100 masjid di lingkungan pemerintahan baik di Badan Usaha Milik Negara (BUMN), lembaga negara, maupun kementerian terindikasi telah disusupi paham radikal tak bisa dianggap sepele.

Menurutnya, harus ada klarifikasi soal temuan itu yang diikuti tindakan-tindakan antisipatif.

Bambang mengatakan, Komisi VIII DPR yang membidangi urusan keagamaan bisa menindaklanjuti temuan itu dengan menggelar rapat kerja bersama Menteri Agama.

“Undang pula P3M untuk meminta penjelasan mengenai sejumlah masjid yang disusupi paham radikal tersebut,” ujar Bamsoet -panggilan akrabnya- dalam rilisnya di Jakarta, Senin (09/07/2018).

Legislator Partai Golkar itu juga meminta Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendalami temuan P3M. “Untuk melakukan tindakan pencegahan apabila benar ditemukan adanya paham radikal,” ujar mantan Ketua Komisi III DPR itu.

Baca juga: Usulan BNPT Awasi Masjid Tiru Thailand, dimana Masjid Diawasi Tentara


Menurut Bamsoet, hasil penelitian P3M itu juga menjadi pengingat bagi BNPT, kementerian/lembaga (KL) dan BUMN untuk selalu mewaspadai radikalisme. Selain itu, menurut Bamsoet, peningkatan pengawasan atas radikalisme juga harus dibarengi dengan pendidikan tentang nasionalisme.

“Meminta BNPT, BUMN, lembaga negara, dan seluruh kementerian di Indonesia untuk meningkatkan pengawasan di dalam rumah ibadah di lingkungannya dan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang dapat menumbuhkan rasa nasionalisme dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Bhinneka Tunggal Ika,” cetusnya.

Lebih lanjut, Bamsoet meminta Kementerian Agama agar memberikan pelatihan dan penyuluhan secara berkala kepada para tokoh agama dan ulama yang biasa menyampaikan ceramah keagamaan.

“Agar ceramah yang disampaikan bisa memupuk rasa damai dan kekeluargaan antar-umat beragama,” pungkasnya.

Sementara itu, menanggapi hasil penelitian tersebut, Peneliti Senior INSISTS Dr Henri Shalahuddin MIRKH, ia mempertanyakannya.

“Benarkah radikalisme masuk masjid?” ungkapnya kepada hidayatullah.com saat dimintai tanggapannya, Selasa (10/07/2018).

Pernyataan Ketua DPR yang mengutip temuan Lembaga P3M bahwa 41 dari 100 masjid di lingkungan pemerintahan baik di Badan Usaha Milik Negara (BUMN), lembaga negara, maupun kementerian terindikasi telah disusupi paham radikal, jelasnya, sebenarnya bukanlah berita baru yang menghebohkan.

“Jauh sebelumnya, pada Mei 2003, jurnal Relief (vol. 1. no. 2), juga telah meneliti (baca: memata-matai) khutbah Jumat di sepuluh masjid. Kesimpulannya, bahwa di masjid-masjid itu para khatib selalu mengajarkan hanya Islam agama yang benar. Mereka tidak mau meyakini agama lain juga memiliki kebenaran yang sama. Di kover belakang jurnal ini juga terpampang pernyataan yang provokatif: “…Kenapa kita ribut menyalahkan orang ateis bahwa ateis adalah musuh orang ber-Tuhan. Padahal Tuhan sendiri ateis. Ia tidak ber-Tuhan”,” ungkapnya.

Meskipun kata Hendri tidak dinafikan adanya pemahaman radikal di kalangan sebagian umat Islam, namun sangat disayangkan jika tuduhan radikalisme hanya diarahkan pada masjid dan mengabaikan tempat peribadatan lainnya.

“Ini merupakan langkah kemunduran bagi kehidupan sebuah bangsa yang berketuhanan. Apalagi sebagai solusinya, beliau meminta BNPT, BUMN, lembaga negara, dan seluruh kementerian di Indonesia untuk meningkatkan pengawasan di dalam rumah ibadah di lingkungannya dan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang dapat menumbuhkan rasa nasionalisme dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Bhinneka Tunggal Ika,” ungkapnya.

Usulan agar BNPT mengawasi tempat ibadah (dalam hal ini masjid) oleh Ketua DPR ini, tambahnya, mirip yang terjadi di Thailand, dimana beberapa masjid diawasi tentara. “Dan jika ini diterapkan di Indonesia tentunya sangat disayangkan,” ungkapnya.*

Sumber : Hidayatullah.com

Ketika Utsman Dijewer Budaknya

Ketika Utsman Dijewer Budaknya

10Berita, USTMAN bin Affan pernah melihat salah seorang budaknya sedang memberi makan untanya. Ia melihat ada yang salah dalam makanan yang diberikan budaknya itu, Utsman pun menjewernya.

Tak lama setelah itu, Utsman merasa menyesal telah melakukannya.

BACA JUGA: Saat Ustman Membeli Sumur

“Balaslah!” ujar Utsman  dengan penuh keyakinan.

Namun budaknya menolak membalas. Tak sampai di situ, Utsman kemudian mendesak budaknya agar mau membalas jewerannya.

Akhirnya, budaknya pun memenuhi permintaan tuannya itu.

Ia memegang telinga Utsman lalu menjewernya, walaupun awalnya ia ragu untuk membalasnya.

BACA JUGA: Renungan Ustman bin Affan, 6 Ketakutan Seorang Mukmin

“Lebih kencang!” kata Utsman pada budaknya.

Ketika Utsman sudah merasa mendapat balasan sepadan dengan tindakannya, ia berkata, “Alangkah ringannya qishash ini, sebelum qishash di akhirat. []

SUMBER: JALAN SIRAH, Islampos.

Puji Aksi HEROIK Warga Thailand Selamatkan Korban Gua Tham Luang, Warganet: KONTRAS dengan Pemerintah Indonesia yang Suruh Ratna Nyelam di Danau Toba

Puji Aksi HEROIK Warga Thailand Selamatkan Korban Gua Tham Luang, Warganet: KONTRAS dengan Pemerintah Indonesia yang Suruh Ratna Nyelam di Danau Toba


10Berita, Keduabelas remaja anggota tim sepak bola junior bersama asisten pelatih mereka yang sepuluh hari lebih terjebak musibah banjir di Gua Tham Luang, Thailand akhirnya berhasil diselamatkan.


Musibah yang telah menjadi sorotan media internasional dan membuat sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Australia, China menawarkan bantuan penyelamatan.

Upaya penyelamatan yang dramatis dan menewaskan mantan anggota pasukan elite Angkatan Laut Thailand bernama Saman Anan ini turut mencuri perhatian warganet Indonesia. 

Bukan semata karena penyelamatan belasan anak itu sulit, hingga nyaris mirip upaya penyelamatan dalam perang, namun kegigihan seluruh warga, pemerintah dan militer Thailand dalam menyelamatkan korban telah membuat warganet Indonesia terharu.

Warganet lalu membandingkan sikap pemerintah dan warga Thailand dengan pernyataan Kepala SAR Medan yang menanggapi protes Ratna Sarumpaet dengan menyuruh Ratna menyelam di Danau Toba.

"Itu kami nggak peduli. Suruh saja Bu Ratna nyelam, ha-ha-ha...," ujar Kepala SAR Medan sekaligus Koordinator Tim Pencarian KM Sinar Bangun, Budiawan, Selasa, 3 Juli 2018 lalu.

Berikut pernyataan warganet.

...Gua benar2 terharu dengan perjuangan pemerintah dan seluruh rakyat Thailand membebaskan 13 orang yg terjebak di goa.

Tapi langsung mau muntah ingat pemerintah Indonesia nyuruh Ratna Sarumpaet nyelam evakuasi korban KM Bangun...Kontras banget. (``,)

— Buruh, jangan takut berserikat...!!! (@iyutVB) July 10, 2018

Yang kemaren nyuruh emak2 nyelem sendiri di Danau Toba mudah2an masih punya malu yak

Ngga usah buat bangsa deh, minimal malunya simpen buat diri sendiri aja#ThaiCaveRescue

— Vierda Mila (@vierda) July 10, 2018

Mae Bua Chaicheun,rice farmer. Her rice paddies were destroyed by the 130million liters of water pumped from the cave in the rescue mission. ”Children are more important than rice. We can regrow rice but we can’t regrow the children.”#ThaiCaveRescue pic.twitter.com/kBVjJn4moQ

— RahardjaMentayudha #KojoWidowo (@raharjant) July 10, 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

MIRIS, Usulan BNPT Awasi Masjid Tiru Thailand, dimana Masjid Diawasi Tentara

MIRIS, Usulan BNPT Awasi Masjid Tiru Thailand, dimana Masjid Diawasi Tentara

"Intinya, tidak semua penelitian adalah kegiatan ilmiah yang menjelaskan fakta di lapangan. Tapi sering juga dilakukan untuk memilih fakta yang didasari oleh ideologi yang tidak ilmiah."

Peneliti senior INSISTS Dr Henri Shalahuddin.

10Berita – Hasil penelitian Lembaga Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) yang menyebut bahwa 41 dari 100 masjid di lingkungan pemerintahan baik di Badan Usaha Milik Negara (BUMN), lembaga negara, maupun kementerian terindikasi telah disusupi paham radikal, sebenarnya bukanlah berita baru yang menghebohkan.

Demikian penjelasan Peneliti Senior INSISTS Dr Henri Shalahuddin MIRKH menyikapi pernyataan Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) soal hasil penelitian tersebut yang dirilis baru-baru ini.

Dr Henri menjelaskan, jauh sebelumnya, pada Mei 2003, jurnal Relief (vol. 1. no. 2), juga telah meneliti (baca: memata-matai) khutbah Jumat di sepuluh masjid.

“Kesimpulan (penelitian)nya, bahwa di masjid-masjid itu para khatib selalu mengajarkan hanya Islam agama yang benar. Mereka tidak mau meyakini agama lain juga memiliki kebenaran yang sama. Di kover belakang jurnal ini juga terpampang pernyataan yang provokatif: “…Kenapa kita ribut menyalahkan orang ateis bahwa ateis adalah musuh orang ber-Tuhan. Padahal Tuhan sendiri ateis. Ia tidak ber-Tuhan”,” ungkap Henri kepada hidayatullah.com Jakarta saat dimintai tanggapannya, Selasa (10/07/2018).

Baca juga: Soal Hasil Penelitian, Dr Henri: Benarkah Radikalisme Masuk Masjid?


Meskipun kata dia tidak dinafikan adanya pemahaman radikal di kalangan sebagian umat Islam, namun sangat disayangkan jika tuduhan radikalisme hanya diarahkan pada masjid dan mengabaikan tempat peribadatan lainnya.

“Ini merupakan langkah kemunduran bagi kehidupan sebuah bangsa yang berketuhanan,” imbuhnya.

Apalagi, lanjut Henri, sebagai solusinya Ketua DPR Bamsoet meminta Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), BUMN, lembaga negara, dan seluruh kementerian di Indonesia untuk meningkatkan pengawasan di dalam rumah ibadah di lingkungannya dan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang dapat menumbuhkan rasa nasionalisme dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Bhinneka Tunggal Ika.

“Usulan agar BNPT mengawasi tempat ibadah (dalam hal ini masjid) oleh Ketua DPR ini mirip yang terjadi di Thailand, dimana beberapa masjid diawasi tentara, dan jika ini diterapkan di Indonesia tentunya sangat disayangkan.

Karena di samping mendorong kebangkitan rezim represif terhadap umat Islam, hal ini juga akan memicu kesalahpahaman bahwa masjid adalah sarang tumbuhnya terorisme, anti nasionalisme, dan anti kebinekaan,” ungkapnya.

Padahal, jelas Henri, fakta sejarahnya sejak dulu orang Islam cinta keutuhan NKRI. Ini terbukti dari mosi integral NKRI yang diusulkan oleh tokoh yang tumbuh besar dari masjid pada 3 April 1950.

“Nasionalisme dan kebinekaan tidak bisa dimaknai sebagai netral agama, apalagi menjauhi agama. Bahkan bagi yang phobiaIslam, menuduh kemunduran Indonesia dan maraknya korupsi disebabkan karena mayoritas penduduknya beragama Islam. Padahal sama-sama diketahui bahwa ajaran Islam hampir tidak pernah dilibatkan dalam pembuatan kebijakan publik dan pencegahan korupsi,” jelasnya.

Ia mengatakan, umat Islam dan simbol-simbol keislaman sudah terlalu sering dijadikan komoditas politik, apalagi tahun ini adalah tahun politik. Suara umat seakan-akan tidak boleh terkonsentrasi pada satu kekuatan politik. Strategi dengan menggunakan stigmatisasi radikal sudah sejak lama dipraktikkan oleh penjajah Belanda. Menurut Alwi Shahab, lanjutnya, Belanda selalu menyebut kelompok yang melakukan perlawanan terhadap penjajah sebagai radikal dan Islam fundamentalis.

Tentunya perilaku penguasa Belanda sangat tidak layak dipertahankan bagi siapa pun yang memimpin negeri ini. Apalagi tanpa menjelaskan lebih lanjut maksud dari terminologi “radikal” dan “radikalisme”, serta penyematannya pada masjid. “Intinya, tidak semua penelitian adalah kegiatan ilmiah yang menjelaskan fakta di lapangan. Tapi sering juga dilakukan untuk memilih fakta yang didasari oleh ideologi yang tidak ilmiah.”

“Akhirul kalam, kita sepakat bahwa radikalisme yang menafikan keberadaan umat beragama lain perlu dihentikan, tapi jangan gara-gara radikalisme, peran dan gerak agama dibatasi, diawasi dan di-bully. Jangan karena kaki Mbappe terkilir patah, lalu sepakbola dilarang di negeri ini. Apa kata dunia?!” pungkasnya.*

Rep: SKR

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Sumber : Hidayatullah.com