OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Senin, 16 Juli 2018

Inilah 3 Lokasi Wisata Berkonsep Syariah di Indonesia

Inilah 3 Lokasi Wisata Berkonsep Syariah di Indonesia

10Berita, BANYAK destinasi wisata yang menarik di Indonesia. Namun, yang sedang hits belakangan ini adalah obejek wisata berkonsep syariah. Di manakah letak objek wisata syariah tersebut? Inilah 3 tempat atau objek wisata yang mengusung konsep syariah di Indonesia.

Pulau Santen, Banyuwangi


Foto: Brilio

Pulau Santen, di Karangrejo, Banyuwangi merupakan salah satu tempat wisata berkonsep syariah di Indonesia. Di Pulau Santen, nilai-nilai keislaman sangat di jaga ketat.

Di pantai disediakan beberapa fasilitas untuk dinikmati seperti musala dan payung untuk berteduh. Lokasi kunjungan wisatawan perempuan dan laki-laki dipisahkan. Dengan begitu para wisatawan dapat bebas menikmati liburan dengan tetap menjaga nilai syariah.

Aceh


Foto: the pinsta

Aceh kota yang mendapat julukan serambi Mekkah. Di Aceh nuansa Islam sangat kental terasa. Kota ini pun salah satu tujuan para wisatawan untuk berwisata syariah. Wisatawan akan mudah menemukan sarana dan prasarana fasilitas muslim.

Hampir setiap tempat wisata di Aceh terdapat tempat ibadah serta makanan-makan yang halal. Tidak hanya itu, wisatawan juga bisa menikmati keindahan wisata pantai Aceh yang indah. Salah satunya Pulau Weh yang dikenal sebagai salah satu surga alam yang tersembunyi di ujung barat Indonesia.

Lombok


Foto: NabawiTV

Lombok juga salah satu tempat wisata syariah yang saat ini sedang hits. Kota dengan julukan pulau seribu masjid ini banyak menyimpan keindahan alam yang sangat memikat. Para wisatawan muslim tak usah khawatir di kota ini, karena setiap tempat wisata menyediakan sarana ibadah. Selain itu jenis makanan halal dengan harga murah mudah ditemukan di tempat wisata Lombok ini.

SUMBER: Merdeka, Islam pos

Negara Merugi, Jokowi Ikut Menikmati ?

Negara Merugi, Jokowi Ikut Menikmati ?

10Berita – Klaim pemerintah soal kesuksesan divestasi saham Freeport Indonesia bukan cuma sarat pencitraan politik jelang Pemilihan Presiden 2019.

Harga pelepasan saham Rp 55 triliun adalah harga bagi pelepasan hak partisipasi Rio Tinto beserta saham Freeport-McMoran di Freeport Indonesia. Hal ini sama saja menyelamatkan PT Freeport Indonesia.

Analis ekonomi konstitusi, Defiyan Cori, menegaskan, lebih baik pemerintah menyelesaikan Kontrak Karya pada tahun 2021.

“Lebih baik kontrak habis dan ambil alih. Nilai saham Freeport sudah anjlok, justru 51 persen itu membantu pihak PT Freeport untuk menaikkan nilai saham. Anehnya justru negara melalui BUMN Inalum yang berutang,” ujar Defiyan Cori kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (15/7).

Menurutnya, 51 persen itu hanya akan memperoleh imbal balik lewat pembagian laba dan lainnya sampai tahun 2041. Sementara, apabila negara mengambil alih setelah kontrak karya habis di 2021 maka negara akan memperoleh penguasaan 100 persen.

Selain itu, terkait kasus perpanjangan Kontrak Karya Freeport pada 1991, tak bisa dilepaskan dari sosok Ginandjar Kartasasmita yang menjadi Menteri Pertambangan dan Energi (Mentamben) kala itu. Bila posisi negara telah terlanjur tidak begitu kuat, maka sebaiknya 51 persen yang akan didivestasikan lewat utang itu tidak dibebankan pada negara, dalam hal ini BUMN Inalum.

“Walaupun sejatinya posisi tawar perpanjangan ini posisi tawar pemerintah relatif kuat, hanya saja pemerintah harus melepaskan motif berburu rente dari pihak-pihak tertentu demi kepentingan kekuasaan di pemilu 2019,” jelasnya.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Dia menilai kepentingan jangka pendek itu mengabaikan kepentingan kemandirian ekonomi bangsa dan rakyat Indonesia.

“Kita semua berharap presiden (Jokowi) memahami soal ini. Jangan sampai publik menduga presiden juga turut menikmati utang untuk divestasi 51 persen itu,” pungkasnya. ()

Sumber : rmol

Ichsanuddin Noorsy: Jokowi Jadi Presiden Lagi, Ini Yang Akan Terjadi

Ichsanuddin Noorsy: Jokowi Jadi Presiden Lagi, Ini Yang Akan Terjadi

Referensi pihak ketiga

10Berita, Dilansir dari laman rmol.co (14/07/2018) RMOL. Perekonomian nasional babak belur. Berbagai indikator memperlihatkan ketidakmampuan pemerintah menghadapi risiko pasar. Rupiah melemah signifikan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bulan lalu berada pada kisaran 6.000, sementara saat ini drop pada kisaran 5.000.

Gubernur Bank Indonesia baru-baru ini juga dikatakan meminta perbankan agar tidak ikut main di pasar nilai tukar uang, yang memperlihatkan ketakutan dan ketidakmampuan menghadapi dampak berupa pelemahan nilai tukar yang terus terjadi. 

Begitu antara lain disampaikan ekonom Ichsanuddin Noersy ketika berbicara dalam halal bihalal Whatsapp Group Peduli Negara-1 yang diselenggarakan Hotel Ibis, Jalan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/7). 

Menurutnya, pemerintah telah melakukan manipulasi akutansi makro untuk menutupi ketidakmampuan mengendalikan situasi ekonomi yang memburuk. Salah satunya dengan cara memindahkan defisit kepada laporan keuangan BUMN. Sehingga, di mata publik yang mengalami kerugiaan adalah BUMN. 

“Padahal, BUMN yang negara ini juga,” ujarnya. 

Halal bihalal itu dihadiri lebih dari 100 orang yang merupakan anggota WAG PN-1. Beberapa di antara mereka adalah tokoh nasional. 

Menurut Ichsanuddin Noorsy, cara paling mudah untuk mengukur apakah pemerintahan Joko Widodo memiliki kemampuan di bidang ekonomi sebetulnya cukup mudah, yakni dengan menguji semua indikator Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 yang dituangkan dalam Perppres 2/2015. 

Hal lain yang disampaikannya soal pertarungan antara dua jenis modal dalam lanskap politik mutakhir Indonesia. Di tengah sistem politik liberal saat ini, sebutnya, hanya ada dua jenis modal yang bertarung. Pertama, modal finansial, dan kedua adalah modal sosial. 

“Social distrust akan meningkat, lalu berubah menjadi social disorder dan akhirnya menjadi social disobedience,” demikian Ichsanuddin Noorsy. [dem] 

Sumber: rmol.co

Blok Mahakam Bisa Gratis, Kenapa RI Harus Bayar di Freeport?

Blok Mahakam Bisa Gratis, Kenapa RI Harus Bayar di Freeport?

10Berita - Di 2018, Indonesia bisa dibilang sibuk 'mengambil alih' kembali aset-aset sumber daya alamnya yang dalam 50 tahun terakhir dikuasai oleh asing.

Awal tahun ini, tepat per 1 Januari 2018 blok penghasil gas terbesar di Indonesia juga kembali ke pangkuan ibu pertiwi. Yakni Blok Mahakam, yang sebelumnya dikelola oleh Total EP kini di bawah kendali PT Pertamina (Persero), perusahaan migas milik negara.

Menyusul kemudian PT Freeport Indonesia, memang belum resmi berpindah tangan, tapi pintu pengalihan saham mulai dibuka sejak ditandatanganinya Head of Agreement antara Freeport McMoran dan PT Inalum (Persero). Inalum adalah induk BUMN tambang RI.

Menyusul dua peristiwa besar ini, kemudian muncul perbandingan oleh sejumlah kalangan yang juga heboh dibicarakan publik. Membandingkan proses pengalihan saham antara Mahakam dan Freeport. Mengapa di Mahakam Pertamina bisa gratis sementara Inalum harus bayar US$ 3,85 miliar untuk Freeport?

Sebenarnya, Pertamina bukan secara 'cuma cuma' begitu saja mendapat Blok Mahakam, perseroan juga sedang menyiapkan investasi hingga US$ 1,8 miliar demi menjaga dan menggenjot produksi migas dari blok yang tergolong berumur tua ini.

Maka dari itu, tidak ada pengambilalihan secara cuma-cuma pada tahun 2021 mendatang, ketika kontrak Freeport berakhir di Tanah Air. "Kalau mencermati perjanjian yang tertuang dalam KK, saya mengutip isitlah Mahfud MD, ini perjanjian yang menyandera, sehingga Indonesia tidak bisa berbuat banyak," tutur Fahmy.

Lalu, Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menilai jelas ada perbedaan antara dua usaha pemerintah tersebut. "Beda sekali, jenis kontraknya. Kalau di Kontrak Karya (KK) dengan Freeport, ada beberapa pasal yang menyebabkan Indonesia tak bisa mengambil begitu saja pengelolaan tambang ketika kontrak berakhir," jelas Fahmy, Minggu (15/7/2018).

Famy merinci, ada pasal yang mengatur bahwa ketika masa kontrak berakhir pemberhentian operasi harus berdasarkan persetujuan kedua belah pihak. Selain itu, kalau memang ada pengembalian tambang, segala aset yang ada harus dibeli dengan harga sesuai nilai bukunya.

Dengan begitu, pengalihan KK menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) menjadi salah satu hal yang tengah dilakukan pemerintah saat ini. Sebab menurut dia, IUPK sesuai dengan ketentuan UU yang berlaku saat ini dan tidak menyandera.

"Dengan penguasaan 51%, indonesia memegang mayoritas dan akan bisa menentukan berbebagai keputusan strategis yang menguntungkan Indonesia, misal pembagian dividen. Selama ini dengan KK, Freeport selalu tidak membagikan dividen," ujar Fahmy. (JFT/CNBCINDO)

Sumber : Konfrontasi

Heboh! Buni Yani Tiba-Tiba Menyesal Gara-Gara Jebloskan Ahok Ke Penjara, Ada Apa Ini

Heboh! Buni Yani Tiba-Tiba Menyesal Gara-Gara Jebloskan Ahok Ke Penjara, Ada Apa Ini

 

rmol.co

10Berita, Masih ingat kasus Ahok, kan? Ya, akibat kasusnya, kini Ahok masih mendekam di dalam penjara. Menariknya, Ahok tetap sabar menjalani hukuman yang menimpa dirinya.Bukan begitu?

Awal mula kasus Ahok adalah tersebarnya video potongan pidato Gubernur DKI Jakarta, Ahok di youtube. Kasus tersebut berjalan panjang, bahkan sampai terjadi aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Ujung dari kasus tersebut adalah Ahok di penjara, seperti yang dilansir di seword.com (15/07/18).

rmoljabar.com (Buni Yani)

Di sisi lain, si pengunggah video potongan pidato Ahok, Buni Yani menyesal atas perbuatannya sehingga Ahok masuk penjara. Buni Yani berkata, “saya sesungguhnya sangat menyesal telah mencelakai bapak Ahok. Oleh karena saya kini dia harus masuk penjara,” seperti yang dilansir di seword.com (15/07/18).


arah.com

Akan tetapi, kuasa hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian mengklarifikasi bahwa informasi tersebut tidak lebih dari berita palsu. “saya memastikan sebagai kuasa hukum Buni Yani bahwa berita terkait adalah hoax,” ungkap Aldwin, seperti yang dilansir di akurat.co (15/07/18).


Oleh karena itu, Aldwin meminta Buni Yani tetap bersabar dan kuat dalam menyikapi pemberitaan ini.

Sumber : UC News

Soal Divestasi Saham Freeport, Fuad Bawazier: Propaganda Menyesatkan, Bisa Kualat!

Soal Divestasi Saham Freeport, Fuad Bawazier: Propaganda Menyesatkan, Bisa Kualat!

10Berita - Proses akuisisi 51% saham PT Freeport Indonesia (PTFI) sebanyak 51% dimulai di era Presiden Joko Widodo (Jokowi). Peristiwa ini ditandai dengan penandatanganan Head of Agreement (HoA) dalam rangka akuisisi 51% saham tersebut, antara Freeport McMoRan inc, induk usaha PT Freeport Indonesia, dengan BUMN PT Inalum (Persero) yang akan membeli saham Freeport.

Mantan Menteri Keuangan, Fuad Bawazier mengkritik kesepakatan akuisisi 51% saham Freeport tersebut. Menurutnya kesepakatan tersebut hanya sebuah pencitraan di tahun politik.

"Jadi bagi yang mengerti bisnis dan hukum, HoA ini sebenarnya hanya sebuah deklarasi politik alias belum ada hasil atau perjanjian yang mengikat antara kedua belah pihak, tapi rupanya pemerintah perlu pencitraan untuk mendongkrak Jkw di tahun politik ini," ujar Fuad dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/7/2018).

"Makanya mengangkat 'prestasi kosong' atau propaganda yang menyesatkan. Yo wis, ngono yo ngono ning ojo ngono (Ya udah, begitu ya begitu, tapi ya jangan begitu). Bisa kualat!," lanjut Fuad.

Lantas, kenapa Fuad mengkritik keras seperti itu? Fuad mengatakan Kontrak Karya tambang Freeport yang akan berakhir 2021 itu baru bisa dirundingkan dan diputuskan dua tahun sebelum berakhir, berarti mulai tahun 2019 atau pemerintahan yang akan datang.

Menurut Fuad yang lebih penting lagi kalau pemerintah untuk bisa punya saham 51% di PTFI harus beli, itu bukan prestasi.

"Sebab ibaratnya negara membeli barangnya sendiri karena sebenarnya thn 2021 izin penambangannya akan habis. Lagi pula selain pemerintah Indonesia juga tidak akan ada pihak lain yang bersedia atau berani membeli saham PTFI," tutur Fuad yang pernah menjabat Dirjen Pajak itu.

Jadi, seharusnya pemerintah bisa dan berhak memiliki saham 51% itu tanpa harus membeli pada 2021 atau setelah itu. Fuad menyampaikan, pemerintah harusnya bersabar dan tenang saja.

"Daripada pontang-panting cari utangan segala untuk membayar saham Freeport," jelas dia.

Sebagai informasi, Nilai akuisisi saham Freeport Indonesia mencapai US$ 3,85 miliar atau sekitar Rp 53,9 triliun (kurs Rp 14.000/US$). PT Inalum (Persero), BUMN yang akan membeli saham Freeport, mendapat tawaran sindikasi kredit dari 11 bank senilai US$ 5,2 miliar atau Rp 72,8 triliun (kurs Rp 14.000/US$).(mr/dtk)

Sumber : Konfrontasi

Zohri, Bob Hasan, dan Pahlawan Kesiangan

Zohri, Bob Hasan, dan Pahlawan Kesiangan

Pejabat sejak awal mengacuhkan nasib Zohri yang hidup kesulitan di NTB

Sprinter Indonesia, Lalu Muhammad Zohri

10Berita , Oleh Abdullah Sammy*

Mendadak kini banyak pejabat peduli akan cabang atletik. Refleks kepedulian itu timbul ketika seorang Lalu Muhammad Zohri mencetak prestasi fenomenal dengan menjuarai lari 100 meter dalam kejuaraan dunia atletik U-20 di Finlandia, pekan lalu.

Pejabat, gubernur daerah asalnya, hingga pembesar di negeri ini pun berlomba-lomba tampil ke media untuk unjuk kepeduliannya pada pemuda asal NTB ini. Kepedulian yang memang patut disyukuri, tapi juga wajib dikritisi. Sebelum berbicara lebih spesifik tentang Zohri, saya ingin membahas secara umum seputar cabang atletik di Indonesia.

Rasanya, orang yang berkecimpung di dunia olahraga tahu bahwa berbicara dunia atletik nasional, kita wajib berbicara pula tentang pengusaha bernama Muhammad Bob Hasan. Ya, pengusaha yang bekecimpung di bidang kayu itu merupakan Ketua Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) sepanjang masa. Kok bisa? Sebab Bob bukan baru setahun, lima tahun atau 10 tahun membina atletik, melainkan telah empat dasawarsa!

Pada tahun 2016, saya sempat ngobrol panjang lebar dengan Bob Hasan tentang manis dan pahitnya membina atletik. Bob barangkali menjadi anomali tersendiri di tengah banyaknya pejabat dan pengusaha yang hanya menjadikan olahraga sebagai batu loncatan kepentingan pribadinya.

Jika banyak pejabat yang mendadak peduli olahraga jelang pemilu, atau pengusaha yang menjadi pengurus olahraga demi publikasi, maka Bob berbeda. Sepanjang 40-an tahun menjadi ketua umum PASI, Bob selalu konsisten menjalankan tugasnya membina olahraga meski sepi akan publikasi.

Bob Hasan

Mantan menteri kehutanan era Orde Baru ini bekerja di tengah sepi. Dia tetap konsisten membina atletik di tengah ketidakpedulian publik, pejabat, atau media. Media lebih getol memberitakan olahraga lain yang lebih banyak dibaca. Atau pejabat lebih sering nimbrung di bulu tangkis karena cabang itu menjadi alat pencitraan mujarab lewat prestasi mendunia.

Publik pun tampak lebih memilih peduli pada sepak bola yang sudah berpuluh tahun gagal juara di level Asia Tenggara, apalagi dunia. Dengan segala kenyataan itu, Bob sempat menkritisi saya selaku awak media.

"Elu sih nulis terus tentang bola. Kalau atletik boro-boro. Ada (berita atletik) juga beritanya kecil," kata Bob kepada saya dalam perbincangan 2016 silam.

Harus diakui, kritik Bob itu benar adanya. Bob lantas menjelaskan, bahwa di tengah ketidakpedulian publik, dia tetap bekerja dalam membangkitkan prestasi atletik yang nyaris tak pernah bersuara di level dunia. Dari 260 juta rakyat Indonesia, hanya seorang Bob Hasan yang selama berpuluh tahun mengeluarkan dana dari kocek pribadinya demi membina atletik.

Setiap tahun, Bob minimal keluar uang Rp 10 miliar. Tidak hanya keluar uang, Bob juga membangun sistem untuk membina atlet muda. Dia rutin mengadakan pencarian bakat ke berbagai pelosok dan Pusat Pendidikan Latihan dan Pelajar (PPLP) seluruh nusantara.

Jika ditemukan bakat potensial, PASI akan memboyong atlet tersebut untuk dibina di pelantas di Jakarta. Di Jakarta, atlet muda potensial akan dilatih oleh pelatih kelas dunia asal Amerika Serikat, Hary Mara. Gaji tinggi Mara semua ditanggung sendiri dari kocek pribadi Bob Hasan.

Mara tak hanya melatih soal teknis, tapi juga menggemleng karakter atlet atletik nasional untuk memiliki mental dan sikap layaknya atlet dunia. Bagi Bob karakter dan kedisiplinan sangat penting. Sebab juara tak hanya lahir dari skill di lintasan tapi juga sikap di luar lapangan.

Karena itu PASI bersama Hary Mara menerapkan sejumlah aturan ketat. Mulai dari makanan, jam tidur, hingga waktu berlatih. Hebatnya, Bob memantau seluruh atlet muda dan senior yang dia bina. Saya menyaksikan sendiri bagaimana Bob yang sudah berusia 80 tahun hafal satu per satu nama atlet muda.

Dalam sebuah acara ramah tamah dengan seluruh atlet binaan PASI pada 2016 silam, beberapa atlet pun melapor kepada Bob mengenai catatan waktu atau standar terbaik mereka yang dicetak selama latihan. Relasi mereka seperti anak dan orang tua.

"Kalau luudah di bawah 11 (detik) baru datengke gua," kata Bob kepada salah satu atletik junior yang melapor langsung kepadanya soal catatan waktu terbaiknya. Hal yang sama berlaku pada Zohri.

Zohri adalah talenta yang dibina langsung oleh Bob Hasan. Zohri ditemukan tim pencari bakat PASI di PPLP pada November 2017. Kemudian dia diuji oleh PASI di kejuaraan nasional tahun ini.

Ujian itu mampu dituntaskan Zohri yang tampil sebagai pelari tercepat. Dari situ, PASI terus membina Zohri yang dalam prosesnya dibina itu, harus ditinggal ayah dan ibunya. Hidup sebatang kara, Zohri tak punya bekal finansial yang cukup untuk bisa sekadar membeli sepatu.

Rumah Zohri di Dusun Karang Pangsor, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Tapi segala kebutuhan itu mampu disediakan Bob. Bahkan lewat kocek pribadinya, Bob memberangkatkan Zohri untuk tampil di Finlandia hingga akhirnya menjadi juara dunia. Setelah Zohri berprestasi di level dunia, barulah mendadak muncul para pejabat yang angkat suara di media. Semua datang dengan uluran tangan dan apresiasi pada Zohri.

Ya, semua itu tetap harus disyukuri. Tapi pertanyaannya, di manakah mereka saat Zohri butuh biaya untuk berangkat ke Finladia? Mengapa mereka baru muncul se-siang ini?

Bukankah prestasi di olahraga hanya sebuah proses akhir dari sebuah pembinaan panjang. Ibrat proses penanaman, tanah diberi bibit tanaman, pupuk, hingga disiram terus menerus hingga akhirnya tumbuh dan berbuah. Jadi tak heran jika prestasi olahraga Indonesia terus menurun. Sebab mayoritas pejabatnya baru peduli jika atlet berprestasi.

Logikanya bagaimana mau berprestasi jika pembinaannya diabaikan begitu saja. Bagaimana mau berbuah jika bibitnya saja tak disiram dan dipupuk? Mengapa pejabat tak juga memberi dana hibah dan ragam kepedulian lain pada atlet junior yang kini sedang berlatih keras untuk menjadi Zohri-Zohri selanjutnya?

Zohri kini sedang di puncak. Dipuja, diundang pejabat, maupun diberi ragam hadiah. Tapi bagaimana kelak jika dia kalah atau menua? Apakah dia akan mendapat perhatian yang sama? Zohri patut cemas jika merujuk pada nasib atlet Indonesia pada umumnya. Diacuhkan saat masih belia, dipuja saat juara, dan ditelantarkan saat sudah tua.

Di saat jaya, atlet seperti Zohri mungkin tak akan kekurangan apapun. Tapi saat masa itu telah lewat, dia akan kembali jadi piatu.

Beruntung, cabang atletik punya Bob Hasan yang tak lelah berkorban perhatian, uang, dan tenaga meski cabang atletik butuh proses panjang dalam melahirkan prestasi level dunia.

Sejak Bob membina atletik pada 1976, baru 2018 ini dia bisa melahirkan juara dunia. Uniknya, Bob Hasan selalu marah jika tiba-tiba mendapat pertanyaan wartawan soal target prestasi di sebuah event.

"Jangan ngomoong soal berapa emas Asian Games, tanya dulu soal pembinaan atletnya. Prestasi ototamis ada kalau pembinaan dan sistemnya jelas!" ujar Bob saat ditanya soal target di Asian Games 2018.

Soal Zohri yang kini mengundang sanjung puji, komentar Bob pun cukup bijak. Dia meminta agar sang atlet muda tak terlalu disorot berlebihan. Sebab sorotan dan sanjung puji yang tak proporsional bagi atlet muda malah bisa merusak.

Bob sadar prestasi Zohri baru awal. Dan catatan waktunya pun perlu terus ditingkatkan. Karena itu Zohri tak butuh atensi sesaat kala menang, namun perhatian jika kelak dia sedang kalah.

Apapun itu, segala proses pembinaan di cabang atletik memang tetap mesti mendapat apresiasi tinggi. Saya pribadi mesti angkat topi akan perjuangan dan dedikasi seorang Bob Hasan. Sebab faktanya prestasi Zohri ini adalah hasil perjuangan panjang Bob Hasan, bukan para pahlawan kesiangan!

*Penulis adalah jurnalis Republika

Sumber : Republika.co.id

Lelaki Non Muslim Ini Nekat Masuk ke Mekkah, Akhirnya Alami Kejadian Tak Terduga

 PNon Muslim Ini Nekat Masuk ke Mekkah, Akhirnya Alami Kejadian Tak Terduga

 

sumber: kabarmakkah.com/ilustrasi

10Berita, Salah satu aturan kota Mekkah adalah larangan masuk bagi non Muslim kecuali daerah-daerah khusus dan jalur tertentu yang telah disediakan.

Akan tetapi, orang (non Muslim) ini tetap ngeyel. Dia ingin membuktikan bahwa non Muslim bisa masuk ke Mekkah tanpa ketahuan petugas.

Cerita ini bermula dari kedatangannya ke Jeddah bersama dua orang teman yang berstatus sebagai Muslim. Setelah dua hari di Jeddah, dua temannya akan melanjutkan perjalanan ke Madinah. Sayangnya, karena jalur harus melewati kota Mekkah, mau tidak mau mereka akan meninggalkan teman non Muslim ini di Jeddah.

Rupanya, orang non Muslim ini ngeyel bisa melewati Mekkah tanpa ketahuan Petugas. Karena merasa kasihan, kedua temannya akan ikut membantu. Mereka juga bekerja sama dengan seorang supir travel.

Setelah memakai baju khas lelaki Arab, tiga lelaki itu pun berangkat. Tahap pertama, mereka lolos melewati pintu gerbang kota Mekkah. Selama di jalan ketiganya terus berbicara menggunakan bahasa Arab.

Mereka berencana untuk singgah ke rest area terlebih dahulu dan memarkir kendaraan di al-Rusyaifah. Saat memasuki lintasan ring road di jalan al-Hamra dan Umm al-Jhud mereka melewati pos keamanan.

Petugas pos bertanya kepada supir apakah membawa turis atau orang lokal Jeddah. Supir mengaku kalau yang dibawanya adalah orang lokal. Tanpa diduga, si petugas menyuruh mereka turun dari mobil dan bertanya beberapa pertanyaan dengan bahasa Arab.

Rupa-rupanya si petugas merasa ada yang tidak beres dengan mereka. Akhirnya ketiga orang tersebut disuruh bersyahadat termasuk orang non Muslim tadi. Setelah itu, mereka diperkenankan untuk masuk ke rest area.

Temannya bertanya, “So u are a moeslim now?”

“Yes i am. I will back to Makkah one day, not to make a fool but to umrah. In sya Allah,” jawabnya.

***

Tidak ada yang tahu kapan datangnya hidayah kepada seseorang. Kadang melalui perantara yang rumit, perjuangan, dan air mata. Tapi, ada pula yang diperoleh dengan cara sangat sederhana dan tak terduga..

Semoga bermanfaat. Sekian.

Sumber: kisah diambil dari halaman facebook @uswah

Legenda Sepak Bola Argentina, Diego Maradona: Hatiku Palestina

Legenda Sepak Bola Argentina, Diego Maradona: Hatiku Palestina

10Berita, Legenda Sepak Bola Argentina Diego Maradona bersama Presiden Otoritas Palestina. (Instagram Maradona)dakwatuna.com – Moskow. Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas bertemu dengan legenda sepak bola Argentina Diego Maradona. Pertemuan terjadi di ibu kota Rusia, Moskow, Ahad (15/07).

Keduanya tampak berpelukan saat bertemu. Abbas mengatakan kepada Maradona, “Anda yang terbaik.”

Sementara itu, Maradona sambil menunjuk dadanya berkata, “Hatiku Palestina.”

Maradona juga mengunggah foto pertemuannya dengan Abbas. Dalam keterangannya Maradona mengatakan, “Orang ini menginginkan perdamaian di Palestina. Presiden Abbas punya negara dan hak.”

Presiden Abbas tiba di Moskow atas undangan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menggelar pertemuan. Selain itu, Ababs juga diundang untuk menyaksikan pertandingan final Piala Dunia 2018 antara Prancis dan Kroasia yang dimenangkan Prancis. (whc/)

Sumber : dakwatuna

Militer Israel Hadapi Layang-layang Hamas dengan Pesawat Tempur

Militer Israel Hadapi Layang-layang Hamas dengan Pesawat Tempur

10Berita, PALESTINA  – Sebuah pesawat tempur zionis pada hari Ahad (15/7/2018) menyerang sekelompok orang Palestina yang mencoba menerbangkan layang-layang dan balon pembakar lahan pertanian Israel di dekat perbatasan Jalur Gaza.

Serangan itu menargetkan layang-layang di kota timur Deir al-Balah, menurut seorang koresponden Anadolu Agency di daerah itu.

Tidak ada korban dilaporkan.

Serangan itu terjadi tak lama setelah sebuah pesawat Israel menembaki sebuah lahan pertanian di Jalur Gaza utara.

Seorang juru bicara militer Israel mengkonfirmasikan serangan itu, mengatakan serangan udara itu menargetkan satu regu Hamas yang diduga meluncurkan balon pembakar dari Jalur Gaza utara ke Israel.

Serangan udara itu terjadi tak lama setelah Israel dan kelompok perlawanan Palestina mencapai kesepakatan gencatan senjata yang disponsori Mesir untuk menenangkan ketegangan di Jalur Gaza.

Dalam beberapa pekan terakhir, aktivis Palestina telah terbang mengibarkan layang-layang dan balon di atas wilayah Israel sebagai bagian dari protes anti-pendudukan yang terus berlangsung di sepanjang perbatasan Gaza.

Sejak Maret, lebih dari 130 orang telah dibunuh dan ribuan lainnya terluka oleh tembakan tentara zionis Yahudi selama protes terhadap penjajahan Israel selama puluhan tahun dan blokade 11 tahun di Jalur Gaza, yang telah memusnahkan ekonomi daerah wilayah itu dan merampas komoditas pokok bagi sekitar 2 juta penduduknya.

Sumber : Jurnalislam.com