OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Senin, 23 Juli 2018

Perbuatan Kita di Dunia Dihisab

Perbuatan Kita di Dunia Dihisab

10Berita, PADA hari kiamat manusia akan ditanya tentang seluruh perbuatannya yang telah dilakukan olehnya saat di dunia, sebagaimana firman Allah SWT, “Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua tentang apa yang telah mereka lakukan.” Allah juga berfirman, “Maka Sesungguhnya Kami akan menanyai umat-umat yang telah diutus Rasul-rasul kepada mereka dan Sesungguhnya Kami akan menanyai (pula) Rasul-rasul (Kami).”

Dalam Sunnan At-Tirmidzi diriwayatkan dari Abu Barzah Al-Aslami r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Kedua kaki seorang hamba tidak akan melangkah sebelum ditanya empat hal, Pertama, umurnya untuk apa dihabiskan. Kedua, Ilmunya, apa yang ia lakukan dengan ilmu itu. Ketiga, Hartanya, dari mana ia peroleh dan dipakai untuk apa. Keempat, badannya, ia pakai untuk apa.”

Dalam Sunan At-Tirmidizi pula dari Abd’Allah ibn Masud bahwa Nabi SAW bersabda, “Kedua kaki anak adam (manusia) tidak akan melangkah dari hadapan Allah pada hari kiamat sebelum ia ditanya lima hal. Umurnya, untuk apa ia habiskan. Masa mudanya, untuk apa ia habiskan. Hartanya, dari mana ia peroleh dan untuk apa ia gunakan, serta apa yang ia perbuat dengan ilmunya.

Orang yang merenungkan hadits tersebut akan mengetahui rahasia atau hikmah seruan Rasulullah kepada kaum muslimin untuk tidak bergelimang harta. Makin banyak harta seorang hamba, makin banyak dan panjang hisabnya, makin sedikit harta maka makin sebentar dan ringan hisabnya sehingga makin cepat masuk surga. Rasulullah SAW telah mengabarkan kepada kita bahwa kaum muhajirin yang miskin masuk surga 40 tahun lebih cepat daripada orang kayanya.

BACA JUGA: Sebelum Dihisab, Hisablah Dirimu Terlebih Dahulu

Dalam Shahih Muslim diriwayatkan dari Abu ar-Rahman al-Hubli yang berkata: Tiga orang termasuk saya datang kepada Abd’Allah ibn Umar ibn Ash da berkata, “Wahai Abu Muhammad, kami demi Allah tidak mempunyai apa-apa tidak ada uang, tidak ada hewan, dan tidak ada barang.” Ia lalu berkata, “Apa yang kalian mau? Kalian bisa datang lagi nanti dan akan saya berikan apa yang Allah mudahkan bagi kalian, atau saya akan menceritakan keadaan kalian pada Sultan, atau kalian bersabar. Sesungguhnya saya mendengar Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya orang-orang fakir miskin dari kaum muhajirin pada hari kiamat masuk surga mendahului orang-orang kayanya dengan jeda empat puluh musim gugur.” (Shahih Muslim) []

Sumber : Islampos.

Mesut Oezil Buka Suara soal Foto Bersama dengan Erdogan

Mesut Oezil Buka Suara soal Foto Bersama dengan Erdogan

10Berita, BERLIN-Gelandang serang Jerman dan Arsenal, Mesut Ozil angkat bicara soal pro kontra foto yang menampilkan dirinya bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Mei 2018 lalu.

Pada foto tersebut, Oezil dan Ilkay Guendogan, dua pemain Jerman yang memang berdarah Turki, terlihat akrab dengan sang presiden.

Foto itu membuat Oezil dikecam, mengingat Erdogan adalah sosok yang tidak disenangi Jerman. Sikap Oezil bahkan dianggap bentuk indispliner di Timnas Jerman, yang sebelumnya sudah diminta sumpah setianya untuk Die Mannschaft.

Guendogan sendiri terhindar dari kecaman karena langsung menegaskan foto bersama Erdogan bukanlah bentuk dukungan politik. Sementara Ozil tak dapat menghindarkan diri dari kecaman tersebut karena sikapnya yang memilih bungkam.

kecaman kepada Oezil makin menjadi-jadi usai Jerman gagal di Piala Dunia 2018. Ozil pun akhirnya menegaskan bahwa foto itu hanya sekadar menghormati Erdogan sebagai petinggi negara keluarganya di Turki.

“Saya punya dua hati, satu Jerman dan satunya lagi Turki. Sewaktu kecil, ibu saya mengajarkan untuk selalu menaruh hormat dan tidak pernah melupakan dari mana saya berasal. Hal itu masih relevan menurut saya sampai hari ini,” kata Oezil memberi penjelasan di Twitternya @MesutOzil 1088.

Dia juga menjelaskan bahwa foto itu bukanlah bentuk dukungan politik.

“Foto bersama Presiden Erdogan bukan tentang politik atau pemilu. Itu cuma bentuk saya menghormati pejabat tertinggi keluarga saya. Saya pesepakbola, bukan politisi dan pertemuan kami tidak difasilitasi oleh kebijakan apapun,” jelas Oezil.

Lebih lanjut Oezil menambahkan bahwa sikapnya kepada seorang pemimpin negara adalah sama.

“Faktanya, kami berbicara soal sepakbola, di mana dia merupakan pemain sepakbola sewaktu muda. Bagi saya, tidak penting siapa presidennya, tapi yang penting adalah dia seorang presiden. Apakah itu presiden Turki atau Jerman, sikap saya tidak akan berbeda,” tegas Oezil. []

Sumber :Islampos.

Baca Surat Ali Imron Ayat 26-27, Neno Warisman: Tidak Ada Rezim yang Berkuasa Abadi

Baca Surat Ali Imron Ayat 26-27, Neno Warisman: Tidak Ada Rezim yang Berkuasa Abadi



10Berita, MEDAN  - Bunda Neno Warisam yang menjadi salah satu inisiator sekaligus relawan #2019GantiPresiden ikut hadir dalam acara Deklarasi #2019GantiPresiden di Medan, pada Minggu (22/07).

Selain menghadiri acara deklarasi, Neno Warisman juga ikut menyampaikan orasinya di hadapan massa dengan menyisipkan lantunan ayat suci Al-Quran.

"Izinkan Saya akan membacakan ayat di dalam Al-Qur'an yang paling saya sukai," ucapnya yang kemudian dilanjutkan membacakan surat Ali-Imron ayat 26-27.

Tidak ada satupun kekuasaan yang ada di muka bumi, tidak kedzoliman apa pun di muka bumi tidak rezim yang berkuasa di mana pun yang abadi karena kekuasaan itu ada di tangan Allah Subhanallahu Wa Ta'ala


Usai membacakan Surat Ali Imron ayat 26-27, Neno Warisman kemudian menegaskan bahwa tidak kekuasaan yang abadi di muka bumi ini.

"Tidak ada satupun kekuasaan yang ada di muka bumi, tidak kedzoliman apa pun di muka bumi tidak rezim yang berkuasa di mana pun yang abadi karena kekuasaan itu ada di tangan Allah Subhanallahu Wa Ta'ala," pungkasnya. [adivammar/syahid/]

Sumber : voa-islam.com

Gugatan Masa Jabatan Wapres Blunder Demokrasi

Gugatan Masa Jabatan Wapres Blunder Demokrasi


10Berita, Perjalanan proses demokrasi Indonesia bisa mengalami masalah besar jika Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan gugatan Perindo tentang masa jabatan presiden dan wakil presiden.

Begitu kata Direktur Eksekutif The Initiative Institute Airlangga Pribadi dalam sebuah diskusi di Halimun, Jakarta, Ahad 22 Juli 2018

Menurutnya, melanggengkan jabatan presiden dan wakil presiden untuk lebih dari dua kali menjabat merupakan tindakan yang inkonstitusional. Sebab, pasal 7 UUD 1945 tegas menyebut bahwa masa jabatan presiden dan wakil presiden hanya bisa maksimal dua periode

“Ini akan menjadi masalah besar karena ini inkonstitusional dan akan memiliki implikasi buruk,” jelas Airlangga.

Pengusungan kembali Jusuf Kalla sebagai cawapres Jokowi bukan saja akan membuat kubu Jokowi blunder karena akan dituding menghalalkan segala cara demi meraih kekuasaan. Selain itu, juga akan menjadikanblunder bagi tatanan demokrasi yang tengah dibangun bangsa ini.

“Ini bisa jadi blunder pada pembangunan demokrasi di Indonesia,” tegasnya

Dia menjelaskan, jika gugatan ini dikabulkan, maka akan menghancurkan regenerasi politik di Indonesia. Bisa jadi tokoh-tokoh tua lainnya, seperti SBY bisa maju kembali.

“Ini menghancurkan regenerasi karena tokoh-tokoh muda peluangnya akan tertutup dengan tokoh-tokoh tua. Lebih baik usulan itu usah dikabulkan MK,” pungkasnya.

Sumber: rmol

Minggu, 22 Juli 2018

LAPASNYA AMBURADUL, MENTERINYA ASIK NYALEG

LAPASNYA AMBURADUL, MENTERINYA ASIK NYALEG

(Menkumham Yasonna Laoly, Caleg PDIP)

10Berita,  Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak mendesak Presiden Joko Widodo segera mencopot Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly terkait kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lembaga permasyarakatan (lapas) Sukamiskin.

"Presiden perlu copot Menkumham Yasonna Laoly. Lapas Sukamiskin jadi rumah dan kantor baru yang nyaman bagi para koruptor asal sanggup bayar mahal bukan rahasia yang baru," kata Dahnil lewat keterangan tertulis, Sabtu (21/7/2018).

Dahnil yakin yang paling bertanggungjawab terkait dengan hal tersebut adalah Menteri Yasonna, yang ia yakin sejak lama telah mengetahui rahasia publik tersebut, namun tidak pernah ada tindakan nyata.

"Jadi saya kira bukan cuma sekadar dicopot, yang bersangkutan perlu diminta keterangan juga karena hal ini terkait dengan tanggung-jawabnya," katanya.

Yasonna, kata Dahnil, harus bisa menjelaskan dugaan lobi napi kepada menteri atau pihak terkait lain yang memiliki pengaruh kuat dengan fasilitas penjara agar mendapat izin dan tempat lapas yang sesuai keinginan napi.

Hal senada disampaikan anggota DPR-RI Komisi III Muhammad Syafi'i yang mengatakan, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly tahu soal praktik kotor bawahannya di lapas.

Caleg PDIP

Kejadian di Lapas Sukamiskin ini menampar PDIP yang secara resmi menjadikan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly sebagai caleg di Pemilu 2014.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mengatakan alasannya mendaftar sebagai caleg karena perintah dari partainya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP.

Ia menyatakan telah berbicara dan mendapatkan izin dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Saat melapor kepada Jokowi, ia berkomitmen tetap menjalankan tugasnya sebagai menteri dengan baik. "Saya akan melakukan kerja kerja kerja saya dengan baik," kata Yasonna di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu, 18 Juli 2018, seperti dilansir Tempo.

Terkait kampanye, kata Yasonna, ia mengklaim akan menyusun jadwal dengan rapi dan melakukannya di akhir pekan. "Saya akan bentuk tim, anggota. Jadi bentuk tim aja, kontrol dari jauh, saya sesekali datang, minta izin ke presiden dan tidak menggunakan fasilitas negara," ujarnya.

Sumber :Portal Islam 

MAKJLEB! Sindir Para Penjilat, Joko Edy: Jadilah Ngabalin, Dalam 2 Bulan Dapat Gaji Dobel. Sedang Denny Siregar, Sepeda pun Tak Kebagian

MAKJLEB! Sindir Para Penjilat, Joko Edy: Jadilah Ngabalin, Dalam 2 Bulan Dapat Gaji Dobel. Sedang Denny Siregar, Sepeda pun Tak Kebagian


10Berita, Meski diduga bermasalah secara administratif oleh ombudsman, namun pengangkatan Ali Ngabalin sebagai Komisaris Angkasa Pura 1 terus menjadi pergunjingan warganet. Hal mendasar yang menjadi perhatian warganet adalah meski waktu "pengabdian" Ngabalin yang bila dibandingkan para pendukung Jokowi lainnya seperti Denny Siregar, Rustam Ibrahim, Teddy, maupun Dede Budhiarto, terbilang singkat, namun polah tingkah Ngabalin membela Jokowi akhirnya telah berhasil mengantar Ngabalin menduduki posisi "basah" sebagai Komisaris Angkasa Pura 1.

Polah tingkah para pendukung Jokowi ini dicermati oleh mantan anggota DPR, Joko Edy.

"Kalau punya kecanggihan menjilat, jadilah ngabalin. Dlm kurun 2 bulan, dapat gaji dobel, top habis. Sedang Denny Siregar, sepeda pun tak kebagian. Congrats Mukidi," cuit Joko Edy.

Kalau punya kecanggihan menjilat, jadilah ngabalin. Dlm kurun 2 bulan, dapat gaji dobel, top habis. Sedang Denny Siregar, sepeda pun tak kebagian. Congrats Mukidi.

— jokoedy (@jokoedy6) July 22, 2018

Sindiran telak Joko Edy ini ditanggapi warganet lain.

— mikhaela (@Rahmatbaratie2) July 22, 2018

Tpkan dpt quota 2GB bang tiap bulan. Mayan 30rb 😂

— zahra (@2019balikkesolo) July 22, 2018

— Angele poll (@angele_poll) July 22, 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Tangkap Tangan Suap di Lapas Sukamiskin, PP Muhammadiyah: Satu-satunya Pihak yang Paling Bertanggung Jawab Adalah Menkumham

Tangkap Tangan Suap di Lapas Sukamiskin, PP Muhammadiyah: Satu-satunya Pihak yang Paling Bertanggung Jawab Adalah Menkumham

10Berita, JAKARTA – Terkait OTT di Lapas Sukamiskin, Ketum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa pihak yang paling bertanggung jawab adalah Menkumham.

“Informasi terkait Lapas Sukamiskin menjadi rumah dan kantor baru yang nyaman dan aman bagi napi koruptor asal sanggup membayar mahal bukan lah hal yang baru, hanya saja belum ada tindakan hukum yang nyata”, tegas Dahnil, Sabtu (21/7/2018, sebagaimana dilansir Sang Pencerah.

Dahnil berharap semoga kali ini KPK bisa membongkar semua praktik fasilitasi dan suap menyuap disana.

“Salah satu pihak yang paling bertanggungjawab terkait dengan hal ini adalah menteri hukum dan HAM yang saya yakin sejak lama telah mengetahui rahasia publik tersebut namun tidak pernah ada tindakan nyata”, tandasnya.

Dahnil juga menyerukan agak Presiden Joko Widodo mencopot Menhumkam dan juga perlu dimintai keterangan karena hal ini terkait dengan tanggung jawab.

“Saya kira bukan cuma sekedar dicopot, yang bersangkutan perlu diminta keterangan juga karena hal ini terkait dengan tanggungjawab beliau,” ujar Dahnil.

Misal, lanjutnya, Menhumkam bisa dimintai keterangan apakah benar ada lobbi-lobbi napi kepada Menkumham atau pihak terkait lain yang memiliki pengaruh kuat dengan fasilitas penjara agar mendapat izin dan tempat lapas yang sesuai keinginan napi.

“Karena rata-rata napi koruptor yang dipenjara di sana punya pengaruh politik dan birokrasi yang kuat, dengan begitu Pak Menkumham bisa menjelaskan kepada publik, dan membongkar praktik mafia lapas yang selama ini meresahkan dan mengangkangi hukum kita”, pungkas Dahnil.

(ameera/)

Sumber : arrahmah.com

Koalisi Masyarakat Sipil Kritisi Pembunuhan di Luar Pengadilan oleh Polisi

Koalisi Masyarakat Sipil Kritisi Pembunuhan di Luar Pengadilan oleh Polisi

10Berita , Jakarta- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam langkah Polisi yang melakukan extra judicial killing (pembunuhan di luar pengadilan.red) kepada terduga pelaku kejahatan. Anggota Koalisi Masyarakat Sipil dari ICJR, Sustira Dirga menegaskan bahwa extra judicial killing menjadi jalan pintas penegakan hukum.

Extra judicial killing atau pembunuhan di luar putusan pengadilan seolah menunjukkan aparat penegak hukum menguunakan jalan intas dalam menangulangi suatu kejahatan,” katanya saat konferensi pers di kantor LBH Jakarta pada Ahad (22/07/2018).

Menurutnya, sepanjang tahun 2017, berdasarkan pemantauan media dalam jaringan yang dilakukan LBH Masyarakat, praktik extra judicial killing telah membunuh 99 orang yang baru diduga sebagai pelaku tindak pidana narkotika.

“Oleh karenanya, jika terus dibiarkan negara seolah memiliki legitimasi untuk menerapkan praktik itu. Dan beberapa hari kebelakang terbukti praktik tersebut telah meluas karena digunakan aparat penegak hukum sebagai jalan pintas guna menanggulangi kejahatan jalanan, jelang Asian Games 2018,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa tindakan pembunuhan di luar putusan pengadilan di luar putusan pengadilan dilarang keras oleh ketentuan dalam hukum HAM internasional maupun peraturan perundang-undangan nasional.

Larangan tersebut, kata dia, dimuat dalam Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia, serta International Covenant on Civil dan Political Right (Kovenan Internasional Tentang Hak-hak Sipil dan Politik), yang diratifikasi melalui UU Nomor 12 tahun 2005.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut peneliti Imparsial, Husain juga menegaskan bahwa kasus ini selalu berulang. Menurutnya, sejak sebelum Pilkada saja, empat terduga teroris ditembak sebelum pengadilan.

“Pola tersebut bertentangan dengan hak asasi manusia. Ini menunjukan polisi masih minim soal HAM dalam penegakan hukumnya,” tuturnya.

Sebagai informasi, Koalisi Masyarakat Sipil merupakan koalisi yang tergabung dari berbagai LSM. Di antaranya adalah KontraS, Amnesty International Indonesia, LBH Jakarta, LBH Masyarakat, Imparsial, ICJR dan PKNI.

Sumber :Kiblat.

Mobil Neno Warisman Terbakar Sendiri? Ahli Otomotif: Aneh, Kecil Kemungkinan Terbakar Dalam Kondisi Mati

Mobil Neno Warisman Terbakar Sendiri? Ahli Otomotif: Aneh, Kecil Kemungkinan Terbakar Dalam Kondisi Mati


10Berita, Mobil Neno Warisman mendadak terbakar saat terparkir di depan rumahnya di kawasan Cimanggis, Depok, Rabu (18/7/2018) sekitar pukul 24.00.

Dugaan awal mobil itu sengaja diledakan oleh seseorang. Namun, berdasarkan hasil penelusuran kepolisian mobil Xenia kepunyaan Neno itu terbakar lantaran ada korsleting pada bagian akinya.

"Kami cek mobil, hasil identifikasi bengkel kebakaran dipicu aki korsleting, kabel yang positif aki nempel di body (badan) mobil," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono.

Lantas, apakah memang secara teknis mobil saat keadaan 'mati' bisa secara tiba-tiba terbakar? Insiden kebakaran biasanya terjadi saat mobil menyala atau tengah dikendarai.

Menyikapi itu Kepala Teknik Plaza Toyota Adit menyampaikan bahwa pada dasarnya kabel positif di aki menempel pada bodi kendaraan memang dapat membuat mobil terbakar. Walaupun posisi konci kontak dalam keadaan mati.

Namun, hal tersebut kecil kemungkinannya. Menurut dia yang harus dipertanyakan adalah bagaimana kabel itu dapat lepas saat mobil tidak sedang melaju atau sekadar dinyalakan. Sebab, pasti ada guncangan ketika mesin mobil menyala yang bisa membuat kabel tersebut lepas dari posisi seharusnya.

"Ini (kabel) harus di cek, dilihat fisiknya dulu. Karena harusnya kabel positifnya nempel di terminal baterai dengan baik, bisa jadi lepas dan kena bodi kendaraan. Jadi aneh juga sih kabelnya bisa lepas, kalau pun tidak kencang kabel baterai. Mobilnya saja diam," kata Adit kepada CNNIndonesia.com.

Ia pun enggan menarik kesimpulan apa pun dari hal tersebut. Ia menjelaskan perlu investigasi lebih dalam untuk mengetahuinya.


Link: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20180722103652-384-316045/raksasa-otomotif-sikapi-terbakarnya-mobil-neno-warisman

***

Sementara itu, pihak Daihatsu Indonesia selaku pabrikan mobil Xenia menanggapi pertanyaan warganet menyatakan perlu investigasi lebih lanjut.

"Yth @DaihatsuInd , 
Mohon klarifikasinya apakah mobil dalam kondisi mati, terparkir bisa konsleting dan akhirnya terbakar besar? Info ini penting utk pertimbangan kami memilih dan membeli produk anda, Thanks

Yg mau endorse pihak management Daihatsu tuk klarifikasi 👉 RT dan like," kata akun @RajaPurwa.

Perntanyaan senada banyak disampaikan warganet.

"Halo selamat malam Sahabat @RajaPurwa, untuk kasus Daihatsu Xenia yang terbakar ini, perlu dilakukan investigasi lebih lanjut, karena semua mobil Daihatsu memiliki standar keamanan yang sesuai dengan ketetapan, yang menjamin keselamatan pengguna," terang Daihatsu Indonesia di akun twitternya @DaihatsuInd, tadi malam, Sabtu (21/7/2018).

"Penyebab rusaknya dudukan aki, perlu diteliti lebih lanjut, karena produk yang tidak sesuai dengan standar tidak akan dipasarkan kepada konsumen," lanjut @DaihatsuInd.

Yth @DaihatsuInd ,
Mohon klarifikasinya apakah mobil dalam kondisi mati, terparkir bisa konsleting dan akhirnya terbakar besar? Info ini penting utk pertimbangan kami memilih dan membeli produk anda, Thanks

Yg mau endorse pihak management Daihatsu tuk klarifikasi 👉 RT dan like

— ㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤ (@RajaPurwa) 21 Juli 2018

Halo selamat malam Sahabat @RajaPurwa, untuk kasus Daihatsu Xenia yang terbakar ini, perlu dilakukan investigasi lebih lanjut, karena semua mobil Daihatsu memiliki standar keamanan yang sesuai dengan ketetapan, yang menjamin keselamatan pengguna.

— Daihatsu Indonesia (@DaihatsuInd) 21 Juli 2018

Penyebab rusaknya dudukan aki, perlu diteliti lebih lanjut, karena produk yang tidak sesuai dengan standar tidak akan dipasarkan kepada konsumen.

— Daihatsu Indonesia (@DaihatsuInd) 21 Juli 2018

Konsumen perlu berpikir ulang beli mobil Daihatsu jika benar dlm posisi mati bisa korsleting listrik dan meledak demikian hebatnya, maka SANGAT TIDAK RECOMENDED. Beli Merk Lain yg lebih aman dari bahaya meledak sendiri. Produsen maupun prinsipal harus jelaskan cc : @DaihatsuInd

— syarif hidayatullah (@syarifjogja) 21 Juli 2018


Sumber :Portal Islam

Khilafah Memecah Belah? Tuduhan Kapolri Kelewat Batas, Urusannya dengan Allah! 

Khilafah Memecah Belah? Tuduhan Kapolri Kelewat Batas, Urusannya dengan Allah!



10Berita, Pernyataan Kapolri Tito Karnavian yang memfitnah negara akan terpecah belah karena paham khilafah sebagaimana dialami Uni Soviet dinilai sudah melewati batas.

“Khilafah memecah belah? Tuduhan Kapolri kelewat batas,” ujar Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pelita Umat Ahmad Khozinudin dalam pers rilis yang diterima Mediaumat.news, Kamis (19/7/2018).

Menurut Ahmad, pernyataan ini bukan pernyataan hukum yang seharusnya keluar dari pejabat pimpinan Polri. Pernyataan yang sepatutnya tidak keluar dari seseorang yang beragama Islam, yang justru berpotensi mendeskreditkan ajaran Islam yakni khilafah yang diwariskan Rasulullah Muhammad SAW.

Secara historis, lanjut Ahmad, tidak ada satu pun peran khilafah dalam kejatuhan Uni Soviet. Khilafah diruntuhkan oleh Musthafa Kemal Attarturk agen Inggris pada tahun 1924, jauh sebelum kejatuhan Soviet pada tahun 1991.

“Artinya, tidak ada andil Khilafah yang menyebabkan pecahnya Soviet. Soviet runtuh atas konspirasi Barat kapitalis, setelah sebelumnya Barat kapitalis mampu meruntuhkan institusi Khilafah sebagai representasi ideologi Islam,” bebernya.

Ahmad juga menegaskan, realitas sejarah menunjukan negeri ini telah terpecah belah dengan lepasnya Timor Timur, Sipadan dan Ligitan, bukan karena khilafah. Tidak ada satu pun argumen yang membenarkan alasan Timor Timur lepas karena Khilafah. Timor Timur lepas disebabkan pengkhianatan penguasa antek, kegagalan penguasa menyejahterakan rakyat, korupsi yang akut, gerakan sparatisme Fretilin serta intervensi Amerika dan Australia.

“Artinya, tuduhan Khilafah akan memecah belah berdasarkan kajian historis adalah pernyataan yang tidak berdasar. Negeri ini justru terpecah belah oleh ilusi demokrasi liberal, keran kebebasan demokrasi liberallah yang bertanggung jawab penuh atas bencana kemanusiaan dan disintegrasi yang melanda negeri ini. Bukan Khilafah,” bebernya.

Menurut Ahmad, potensi sebagian wilayah bereaksi jika ada konsepsi ideologi atau negara yang menjalankan syariat Islam secara kaffah juga hanya sebuah asumsi, tidak ada fakta konkret yang dapat dijadikan rujukan. Reaksi atas sebuah ikhtiar perubahan adalah hal yang biasa. Tidak bisa disimpulkan setiap reaksi akan berujung pada perpecahan.

“Jika dakwah kepada ahludz dzimah sampai dengan cara yang benar, para ahludz dzimah mengetahui di dalam daulah Khilafah mendapat jaminan pelayanan, keamanan dan kesejahteraan berdasarkan nilai-nilai Islam, tentu mereka lebih memilih hidup di bawah naungan panji Islam ketimbang terus dieksploitasi dan ditindas oleh sistem sekuler demokrasi,” bebernya.

Lagi pula, lanjut Ahmad, menuding Khilafah sebagai ideologi pemecah belah adalah tudingan jahat yang mengaburkan sejarah peradaban Islam. Justru Khilafah-lah yang menghimpun dan menyatukan banyak negeri yang terdiri dari banyak suku bangsa, bahasa dan agama yang berbeda, dalam naungan Kekhilafahan Islam.

“Khilafah telah eksis lebih dari 13 Abad, terbukti menyatukan dan menjaga persatuan, serta memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh manusia sepanjang peradaban sejarah, yang tidak pernah dicapai oleh peradaban lain,” tegasnya.

Bahkan sesungguhnya, lanjut Ahmad, khilafahlah yang akan menyelamatkan negeri ini dari berbagai keterpurukan. Khilafah adalah sistem pemerintahan yang menerapkan hukum Islam secara kaffah. Lantas, adakah hukum yang lebih baik selain hukum Allah SWT?

Sumber : mediaumat.news