OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Selasa, 24 Juli 2018

Mundur dari Partai Demokrat, TGB: Ini Tentu Hak Politik Saya

Mundur dari Partai Demokrat, TGB: Ini Tentu Hak Politik Saya

10Berita, JAKARTA—Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) 2 periode Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi memutuskan untuk mengundurkan dari Partai Demokrat beberapa hari lalu.

TGB mengungkapkan, pengunduran dirinya telah disampaikan langsung melalui surat yang ditujukan kepada Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Saya sudah mundur, sudah beberapa hari lalu (mundur dari Demokrat),” kata TGB, pada Senin (23/7/2018) kemarin.

Surat pengunduran dirinya ditujukan kepada SBY yang diserahkan kepada Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Demokrat Amir Syamsuddin. Setelah diterima Amir, surat itu pun saat ini telah sampai kepada SBY.

BACA JUGA: Masuk dalam 5 Nama Kandidat Cawapres Jokowi, TGB: Semua yang Baik Disyukuri Saja

“Beberapa hari yang lalu surat pengunduran diri sudah disampaikan kepada Pak Amir Syamsudin. (Keputusan) ini tentu satu hak politik saya. Saya berharap semua pihak bisa menghargai itu sebagaimana menghargai pilihan apapun,” tandasnya. []

SUMBER: Sindonews.com,  Islampos.

Viral Jenazah Imam Samudra Utuh, Ini Sosok Yang Sebenarnya

Viral Jenazah Imam Samudra Utuh, Ini Sosok Yang Sebenarnya

10Berita, JAKARTA – Viral di media sosial tentang jenazah Imam Samudra, terdakwa mati kasus Bom Bali 1, yang masih utuh. Dalam video yang beredar, disebut-disebut bahwa itu adalah jenazah imam Samudra yang masih utuh saat makamnya dibongkar kembali.

Dari video yang beredar terlihat ada sejumlah orang yang membuka kain kafan jenazah tersebut. Jenazah juga masih dibalut dengan plastik. Terdengar suara raung tangisan ketika kain kafan dibuka dan menyebut nama Imam Samudra.

Terkait hal ini, Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto Setyo, didampingi tokoh masyarakat dan aparat setempat serta anggota keluarga Imam Samudra, memberikan video klarifikasi soal makam Imam Samudra. Dia menegaskan bahwa isu terkait jenazah Imam Samudra adalah Hoax dan makam Imam Samudra tidak digali atau dipindahkan.

“Berita ini disaksikan KH Mulyadi dari Cipondoh, Tangerang, dan saya yang ngomong dan Saudara Juli, Pak RT, Pak Wawan selaku kakak kandung dari almarhum dan Almaghfiroh keponakan almarhum Imam Samudra. Ini saya foto makam daripada Imam Samudra masih utuh dan tidak ada sedikit pun tanda makam itu digali atau tanda-tanda makam Imam Samudra itu dipindahkan. Dan jadi berita yang menyatakan makam Imam Samudra digali dan jasadnya masih utuh itu hoax belaka,” papa Setyo dalam keterangan videonya.

Dia juga menegaskan untuk tidak percaya atas isu yang beredar tersebut.

“Jangan percaya dengan berita tersebut. Demikian klarifikasi ini saya sampaikan kepada seluruh kaum muslimin di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Adapun foto dan video jenazah yang dimaksud adalah jenazah almarhum Yaser bin Thamrin (30 tahun), seorang narapidana yang didakwa dengan kasus terorisme asal Bima, yang meninggal dalam tahanan penjara super maximum security LP Gunung Sindur, Bogor, pada hari Selasa (17/7/2018).

Lapas ini dikenal sebagai lapas berpenjagaan ketat karena di dalamnya juga terdapat ulama kharismatik Ustadz Abu Bakar Baasyir.

Jenazah Yaser terlihat tersenyum. Bahkan wajahnya terlihat bersih dengan titik keringat. “Subhanallah, semoga almarhum mendapat tempat di Surga Allah Amin. Wajahnya bersinar dengan senyuman,” komentar salah satu netizen, Amin Yusuf di akun Facebooknya, Sabtu (21/7/2018).

Pria asal bima itu ditangkap pada 30-31 Oktober 2017. Ia dijerat dengan Undang Undang Anti Terorisme.

(ameera/)

 

Sumber : arrahmah.com

Awas Hoaks! Ustadz Fadlan Garamatan Bantah Jadi Caleg PDI-P

Awas Hoaks! Ustadz Fadlan Garamatan Bantah Jadi Caleg PDI-P


10Berita, Di media sosial beredar foto yang menunjukkan gambar Ustadz Fadlan Rabbani Garamatan sebagai calon legislatif Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Saat dikonfirmasi, dai asal Papua itu menyebutnya sebagai hoaks alias berita palsu.

Nama dai asal Papua, Ustadz Fadlan Garamatan muncul dalam foto daftar caleg PDIP, dan beredar luas di media sosial. Dia menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar.

“Itu orang-orang nggak ada pekerjaan, kalau orang mendaftar ada formulir diisi, ada persyaratan apa yang diminta, itu nggak ada,” kata Ustadz Fadlan saat dihubungi Kiblat, Senin (23/07/2018).

“Itu hoaks-hoaks saja orang,” imbuhnya khas dengan logat Papua.

Pimpinan Pondok Pesantren AFKN Nuu Waar itu menyebut kemunculan foto itu adalah perbuatan orang kurang kerjaan. Dia menilai beredarnya foto palsu itu ditujukan untuk merusak apa yang sudah dilakukannya selama ini.

Menurutnya, seharusnya seorang politisi mengetahui norma hukum dan aturan. Ustadz Fadlan menegaskan bahwa jika seseorang ingin menjadi caleg, seharusnya sudah diperhatikan jauh-jauh hari rekam jejaknya.

“Mau mengambil orang jadi caleg kan bukan sekedar mengambil, mesti discaning jauh-jauh hari siapa itu Fadlan. Bukan sekedar ambil orang, ini cocok lalu ditawar, tidak bisa begitu,” ucapnya.

Ustadz Fadlan juga mengatakan bahwa sampai saat ini dirinya tidak tertarik masuk ke dalam dunia politik. Saya, kata dia, akan di dalam dunia dakwah saja.

“Partai Islam saja tidak melamar, dari dulu saya orang nggak punya simpati pada kegiatan politik. Saya sudah menyelami dalam dakwah, biarlah saya dalam dakwah,” tukasnya.

Sumber : kiblat.net

GNPF Ulama Ingin Berikan Solusi untuk Bangsa

GNPF Ulama Ingin Berikan Solusi untuk Bangsa

Ulama sangat berperan dalam pembinaan umatnya (Ilustrasi)

Foto: Republika

10Berita , JAKARTA -- Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-Ulama) akan menggelar Ijtima’ Ulama dan Tokoh Nasional pada 27 hingga 29 Juli mendatang. Acara yang akan digelar di Jakarta ini merupakan salah satu langkah nyata GNPF Ulama untuk mencari solusi bagi persoalan bangsa dan NKRI.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum GNPF Ulama, Ustadz Yusuf Muhammad Martak dalam jumpa pers bersama awak media di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (23/7). “Sebagai bagian dari bangsa tercinta ini, GNPF Ulama juga ingin memberikan sumbangsih solusi atas persoalan yang sedang terjadi, mulai dari kepemimpinan, ekonomi sampai dengan sosial keagamaan,” ujar Yusuf.

Dia mengatakan, Ijtima’ Ulama tersebut nantinya akan dihadiri para ulama dan tokoh masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka diundang ke Jakarta untuk didengar pendapatnya tentang kondisi negeri ini. “Insya Allah akan hadir sekitar 500 orang ulama dari seluruh daerah di Indonesia, mereka merupakan perwakilan dari berbagai organisasi yang ada. Kita ingin Ijtima’ ini juga menjadi ajang silaturahmi para ulama,” ucapnya.

Yusuf juga menegaskan, di antara hal penting yang akan dibahas para ulama dalam Ijtima’ adalah soal kepemimpinan nasional dan penguatan ekonomi umat, serta strategi dakwah dan persoalan kelembagaan. “Kami ingin memberikan petunjuk bagi umat dalam memilih pemimpin. Apalagi ini menjelang tahun 2019, ada momentum pilpres dan pileg. Umat harus bisa menentukan pilihan pemimpin dan wakil rakyat yang jelas berpihak pada Islam dan kaum Muslimin,” katanya.

Sementara itu, Ketua Stering Committe (SC) Ijtima’ Ulama dan Tokoh Nasional, KH Abdul Rasyid Abdullah Syafii meminta doa dan dukungan dari masyarakat agar acara dapat berjalan dengan lancar. “Ini hajatan kita semua, maka kami mohon doanya agar acara dapat berjalan, berkelimpahan barokah dari Allah. Sehingga dapat betul-betul menghasilkan hal yang bermanfaat bagi umat dan Indonesia,” katanya.

Ketua Organizing Committe (OC), Ustadz M Nur Sukma menegaskan timnya akan berusaha sebaik mungkin untuk menyukseskan acara. “Kami ingin berkhidmat melayani para ulama, para kiai, para habaib. Kami berusaha memberikan yang terbaik untuk beliau-beliau. Karena beliau adalah para pewaris nabi, dengan berkhidmat di Ijtima’ ini semoga kami semua dapat bagian dari keberkahan yanga akan Allah turunkan untuk NKRI,” jelasnya.

Sumber :Republika.co.id 

GENIUS sebagai Tema Hari Anak, Sebatas Khayalan Semata?

GENIUS sebagai Tema Hari Anak, Sebatas Khayalan Semata?


Oleh: Khamsiyatil Fajriyah, S.Pd

Anak adalah harapan orang tua,negara, dan umat manusia. Masa depan ada di tangan mereka. Maka doa agar mereka menjadi anak yang tumbuh sehat, ceria, dan kuat setiap hari dirapal orang tua. Apapun dilakukan orangtua agar anak-anak bisa hidup dengan layak. Pontang-panting memeras keringat. Khusus ibu, dia belajar banyak hal agar anak-anak bisa mengkonsumsi makanan dengan murah, enak, dan bergizi.

Saat ini, semakin sulit saja mewujudkan anak-anak tumbuh kuat dan sehat. Fenomena stunting adalah salah satu buktinya. Anak-anak tidak sekadar bermasalah dengan tinggi badan. Ada bahaya lain yang mengintai. Kerusakan otak yang tidak bisa diperbaiki dengan konsekuensi IQ anak stunting tidak akan lebih dari 90.

Ironi memang, di tengah giatnya pemerintah melakukan pembangunan sumber daya manusia, angka anak penderita stunting semakin tinggi. Indonesia menempati peringkat ke 5 penderita stunting. Dengan porsentase di atas 35% dari jumlah total anak Indonesia. Maka, harapan dukungan pembangunan dari generasi bangsa di masa depan akan menjadi khayalan semata.


Ada yang lebih menyesakkan dada, para ahli kesehatan menengarai indikasi dari stunting ini tidak bisa diobati. Secara fisik, tinggi badan anak penderita stunting tetap tidak akan bisa menyamai teman-teman sebayanya yang normal. Apalagi dari sisi tingkat IQ. Singkat kata, menangani stunting ini lebih efektif pada langkah preventif bukan kuratif.

Stunting adalah efek gizi buruk yang dialami anak sejak awal kehidupannya hingga hari ke 1000 kehidupannya sebagai manusia. Akibat ibu hamil yang kurang gizi. Asam folat, zat besi, protein dan unsur gizi lain yang dibutuhkan seorang ibu hamil. Bukan sekedar untuk mengenyangkan perutnya, tetapi untuk gizi anak di dalam kandungannya. Masa depannya, bangsa, bahkan umat manusia.

Hal itu menunjukkan bahwa penanganan dan pemenuhan gizi masyarakat semakin menurun kalau tidak bisa dikatakan semakin memburuk. Ibu hamil yang paling berat menanggung akibatnya. Maka jawaban untuk mengatasi masalah ini adalah dengan memastikan kecukupan gizi bagi masyarakat, khususnya bagi ibu hamil.

Sumber gizi adalah bahan pangan. Empat sehat lima sempurna. Bila sekarang semakin sulit terpenuhi karena harga bahan pangan semakin mahal, maka harus dipikirkan dan diselesaikan. Sederhana saja seperti yang diinginkan oleh masyarakat.Beras, daging, telur, tempe, tahu, sayur, buah, dan susu bisa terpenuhi, bisa dikonsumsi oleh seluruh masyarakat dengan harga murah. Setiap hari. Di musim kemarau, musim dingin, musim kawin, dan musim-musim yang lain. Karena pangan adalah kebutuhan asasi manusia.

Tentu saja tidak bisa sekadar diselesaikan dengan tips belanja dan masak murah meriah. Indonesia dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Tanah yang subur dan air hujan yang turun hampir di sepanjang tahun, hanya butuh pengaturan yang tepat dan baik. Bisa dipastikan tumbuhan bisa tumbuh subur. Hewan ternak juga akan berkembang biak dengan baik dan pesat. Semua itu butuh pengaturan dari pemerintah.

Kebijakan dalam bidang pertanian dan peternakan untuk peningkatan bahan pangan. Kebijakan dalam perdagangan untuk memastikan distribusi perdagangan berjalan dengan baik di tengah-tengah masyarakat. Kebijakan dengan memberikan bantuan secara cuma-cuma sebagai bentuk pelayanan dan kasih sayang pemerintah kepada rakyatnya yang tidak mampu.

Bukan dengan kebijakan privatisasi lahan atau kebijakan impor yang mementingkan pengusaha tetapi meminggirkan dan merugikan rakyat. Bukan pula dengan kebijakan menambah utang ke bank dunia. Dengan alasan membuka akses kesehatan bagi penderita stunting.

Karena yang sudah terjadi, utang semakin menambah beban negara. Ujung-ujungnya rakyat juga yang menanggung semua masalah, menanggung semakin besarnya biaya hidup. Menanggung semakin besarnya pajak untuk memenuhi APBN. Semakin menderita karena dicabutnya subsidi listrik, pendidikan, dan kesehatan.

Dan akhirnya, tema Hari Anak Nasional tahun ini, mewujudkan anak GENIUS = Gesit, Empati, Berani, Unggul, Sehat hanya tinggal slogan. Impian bagi anak bangsa yang tak pernah bisa menjadi kenyataan saat sistem yang diterapkan masih jauh dari harapan agar ramah pada anak. Wallah alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sumber : Voa-islam.com

Mesut Özil Keluar dari Timnas Jerman: “Kalau Menang Saya Orang Jerman, kalau Kalah Saya Imigran”

Mesut Özil Keluar dari Timnas Jerman: “Kalau Menang Saya Orang Jerman, kalau Kalah Saya Imigran”



Mesut Ozil dan Timnas Jerman

10Berita Ahad malam (23/07/2018) waktu Jerman, para penggemar sepak bola gempar di dunia netizen. Pemain gelandang tim nasional Jerman, Mezut Özil mengumumkan pengunduran dirinya dalam bentuk tiga cuitan lewat akun twitter pribadinya @MesutÖzil1088. Alasan Özil mengundurkan diri adalah karena serangan rasisme.

Laman sosial pun menjadi lapangan tempat para warga net menyuarakan pendapatnya. Dari skuad timnas Jerman, yang pertama kali berkomentar di laman sosial adalah pemain Bayern München, Jerome Boateng. Dalam cuitannya, Boateng secara singkat mengungkapkan rasa terima kasihnya selama bermain bersama, Özil, yang dipanggilnya Abi.

Rekannya di Arsenal, Héctor Bellerín yang juga pemain timnas Spanyol secara terbuka memberikan dukungan atas langkah Mesut Özil yang menentang perlakukan rasis yang dialaminya pasca kekalahan Jerman dalam Piala Dunia 2018.

Dukungan terhadap pemain gelandang Arsenal itu pun datang dari para penggemar bola di seluruh dunia yang dirangkum dalam hashtag #IStandWithÖzil. Penyanyi religius yang populer di Indonesia, Maher Zain adalah salah satu di antaranya. Cuitannya yang mengutip pernyataan Özil telah dicuit ulang sebanyak lebih dari 10 ribu kali.

Menteri Olahraga Turki, Mehmet Kaspoglu juga tak ketinggalan. “Kami sepenuhnya mendukung tindakan terhormat yang diperlihatkan saudara kami Mesut Özil,” cuit Mehmet Kaspoglu dikutip Deutsche Welle.

Baca: Pemain Muslim Bantu Timnas Prancis Raih Kemenangan di Tengah Islamophobia 


Kalau menang saya orang Jerman, tapi sewaktu kalah saya imigran’

Özil bergabung dengan tim muda Bundesliga Schalke 04 di kampung halamannya Gelsenkirchen pada 2005. Keberhasilannya di panggung internasional datang lebih cepat, ia memenangkan kejuaraan Eropa U21 dengan tim Jerman tahun 2009.

Mesut Ozil dan Erdogan

Penampilannya yang luar biasa untuk tim Jerman di Piala Dunia 2010 menarik perhatian klub-klub terbaik Eropa. Ia dijual ke Real Madrid pada 2010 kemudian pindah ke tim Inggris Arsenal dengan rekor klub 50 juta Euro.

Lahir sebagai seorang Jerman generasi ketiga, ia selalu menyatakan bangga akan asal-usulnya di Turki, sambil menekankan bahwa hidupnya dikhususkan untuk Jerman. Sebagai seorang Muslim yang taat, ia pernah memposting foto dirinya berhaji ke Makkah pada 2016.

Ia adalah salah satu pemain kunci yang ikut mengantarkan penampilan fenomenal Jerman di Piala Dunia 2014. Selain keluar sebagai juara, Jerman juga sukses membantai tuan rumah Brasil 7-1 di babak semifinal.

Secara total sepanjang karir untuk timnas Jerman, ia telah memainkan 92 pertandingan, mencetak 23 gol, dan mencatatkan 40 umpan matang.

Özil pernah bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan beberapa kali, yang terakhir yaitu Mei 2018. Pertemuan ini menghasilkan foto bersama yang akhirnya banyak dikritik di Jerman. Politisi  kanan menuduhnya kurang loyal terhadap Jerman.

Jerman tersingkir di babak penyisihan grup Piala Dunia 2018 di Rusia. Presiden Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB), Reinhard Grindel, menyangkal kritik terhadap dirinya dengan menyalahkan pertemuan Özil dengan Erodgan untuk mengalihkan perhatian tim.

Reaksi Grindel sendiri menuai kritik keras dari politisi dan penggemar sepak bola Jerman. Özil mengatakan dirinya dianggap sebagai penyebab penampilan buruk timnas Jerman di Piala Dunia 2018 di Rusia.

Özil mengatakan dirinya menerima perlakukan buruk, terutama setelah laga melawan Swedia di Piala Dunia lalu.

Baca: Mesut Ozil Sumbangkan Bonus Piala Dunia 7 Milyar untuk Gaza


Padahal ia merasa sudah melakukan banyak hal bagi Jerman dan menerima sejumlah penghargaan baik atas kerja-kerjanya di bidang sepak bola maupun di luar sepak bola.

“Tapi sepertinya saya dinilai kurang Jerman … kawan saya Lukas Podolski dan Miroslav Klose tak perah disebut sebagai Polandia-Jerman, jadi mengapa saya disebut Turki-Jerman? Apakah karena ini (terkait dengan) Turki? Apakah karena saya Muslim?” kata Özil kepada BBC.

Ia menerima sebutan bintang dan menerima surat-surat kebencian dari para pendukung Jerman.

“Saya orang Jerman ketika kami menang, namun dikatakan imigran ketika kami kalah,” kata Özil.

Özil mengatakan dirinya menerima perlakukan buruk, terutama setelah laga melawan Swedia di Piala Dunia lalu.

Ia menerima sebutan bintang dan menerima surat-surat kebencian dari para pendukung Jerman.

Baca: Ozil Bantah Dukung Erdogan, Gundogan Bilang Jerman “Negaraku dan Timku”


Özil mengeluarkan unek-unek lewat Twittersambil menyatakan mengundurkan diri dari permainan internasional pada Juli 2018, saat ia masih berusia 29 tahun.

“Saya tidak mau lagi menjadi kambing hitam karena ketidakbecusannya,” kata Özil merujuk kepada Grindel. Ia menuduh presiden DFB itu rasis, tapi mengucapkan terima kasih kepada Löw dan rekan di tim Jerman atas dukungan mereka.

Terkait fotonya dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan, Mesut Özil menjelaskan bahwa jika ia menolak bertemu dengan Presiden Erdogan maka ia tidak menghormati para leluhurnya dari Turki.

“Saya mempunyai dua hati, satu Jerman dan satu lagi Turki,” cuitnya pada Ahad (22/07/2018).

“Tindakan itu menyangkut saya yang mewakili lembaga tertinggi dari negara keluarga saya.

“Di masa kanak-kanak, ibu saya mendidik saya untuk senantiasa hormat dan tidak pernah melupakan asal usul saya, dan nilai-nilai itu masih saya pegang sampai sekarang, ” tandas Özil yang merupakan pemain Arsenal tersebut.

Ditambahkannya ia akan menunjukkan penghormatan yang sama baik itu kepada presiden Turki maupun presiden Jerman.*

Sumber : Hidayatullah.com

HAJAR Akun Ahoker yang Bandingkan Pelayanan Ahok dan Anies, Relawan: Anies Selesaikam Masalah, Bukan Cari Panggung

HAJAR Akun Ahoker yang Bandingkan Pelayanan Ahok dan Anies, Relawan: Anies Selesaikam Masalah, Bukan Cari Panggung


10Berita,   Dendam para pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kepada Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan, rupanya belum juga padam.

Melalui akun media sosial, akun pendukung Ahok @TetapAhokDjarot, mengunggah sebuah video tentang Ahok yang menerima warga di Balaikota pada malam hari. Sebagai captionnya, akun tersebut mempertanyakan, apakah Anies pernah melakukan hal serupa dengan Ahok.

"Pernah lihat anies duduk lama seperti ini? Jangankan 10 menit, semenitpun mungkin gak. Kenapa? Jawabannya, gak ngerti," tulis akun tersebut, Sabtu 21 Juli 2018.

Pernah lihat anies duduk lama seperti ini?jgnkan 10 menit,semenitpun mungkin gak.Kenaapa?jawabannya,gak ngerti pic.twitter.com/js07EHqdjI

— Basuki_btp (@TetapAhokDjarot) July 21, 2018


Melihat cuitan tersebut, akun resmi pendukung Anies Baswedan @SuaraAnies pun memberikan tanggapan.

Menurut @SuaraAnies, Anies Baswedan sering menerima warga di Balaikota hingga malam. Namun sayangnya, Anies selalu menolak untuk didokumentasikan dan diunggah ke media sosial.

Hal ini karena menurut Anies dirinya di balaikota untuk menyelesaikan masalah, bukan mencari panggumg.

"Pernah, mas Anies sering masih menerima warga malam2, pernah jam 9an ada ibu dan anak yg mengadu, tapi enggak ada kamera, stafnya foto pakai hp pun dilarang upload ke sosmed, karena niat dia di balaikota untuk selesaikan masalah, bukan cari panggung," tulis @SuaraAnies, Senin 23 Juli 2018.

Pernah, mas Anies sering masih menerima warga malam2, pernah jam 9an ada ibu dan anak yg mengadu, tapi enggak ada kamera, stafnya foto pakai hp pun dilarang upload ke sosmed, karena niat dia di balaikota untuk selesaikan masalah, bukan cari panggung. https://t.co/PSGsCxAFwE

— Suara Anies Baswedan (@SuaraAnies) July 23, 2018

— Suara Anies Baswedan (@SuaraAnies) July 23, 2018


Melihat serangan telak ini, warganet pun berkomentar.

Itu bedanya pencitraan sama yg ikhlas bekerja.... Tanpa perlu di siarkan....

— Antoksd (@AntoksdWatranss) July 23, 2018


— #PS_08 (@PejuangSubuh08) July 23, 2018


Ini nama nya pemimpin hebat, ga perlu di puji apalagi pujian cebi

— Yunita Rosmawati (@nitarose38) July 23, 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

JEBRET! Elite Demokrat SKAKMAT Akun Sekretaris Kabinet: ESEMKA Itu Hoax Atau Bukan?

JEBRET! Elite Demokrat SKAKMAT Akun Sekretaris Kabinet: ESEMKA Itu Hoax Atau Bukan?


10Berita,   Akun twitter resmi sekretariat kabinet @setkabgoid membuat blunder di lini masa media sosial twitter Senin, 23 Juli 2018 melalui sebuah cuitan berisi tautan berita dari situs resmi setkab.go.id.

Dalam rangka Hari Anak Nasional, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengingatkan peran orang tua untuk terus mendampingi anak-anak yang dalam masa pertumbuhan agar terhindar dari informasi-informasi yang bersifat hoax (bohong).

"Sekretaris Kabinet @pramonoanung mengingatkan peran orang tua untuk terus mendampingi anak-anak yang dalam masa pertumbuhan agar terhindar dari informasi-informasi yang bersifat hoax (bohong)," tulis akun @setkabgoid.

Sekretaris Kabinet @pramonoanung mengingatkan peran orang tua untuk terus mendampingi anak-anak yang dalam masa pertumbuhan agar terhindar dari informasi-informasi yang bersifat hoax (bohong). https://t.co/ImwNDo4wEl

— Sekretariat Kabinet (@setkabgoid) July 23, 2018


Cuitan ini segera mendapat protes dari warganet. Pasalnya, pemerintah sendiri dianggap publik sering menyodorkan berita bohong (hoax) kepada masyarakat.

Salah satu yang menanggapi cuitan tersebut adalah Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean.

"Min, ESEMKA dsn BUY BACK INDOSAT itu masuk kategori hoax bukan? Mohon pencerahan," tulis Ferdinand melalui akunnya @LawanPolitikJKW, Senin 23 Juli 2018.

— FERDINAND HUTAHAEAN (@LawanPoLitikJKW) July 23, 2018


Cuitan Ferdinand kemudian ditanggapi oleh warganet lainnya.

— RM.Ng.Hadiwidjojo, Jr. (@radikalem) July 23, 2018


Sumber :Portal Islam 

Bunda, Biasakan Si Kecil Lakukan Ini Sebelum Tidur

Bunda, Biasakan Si Kecil Lakukan Ini Sebelum Tidur


10Berita, ISTIRAHAT adalah kebutuhan penting bagi anak. Sebab, anak menjalani aktivitas seharian dengan penuh kegembiraan. Dan sebagai manusia biasa, ia tidak akan mampu terjaga sepanjang hari. Pasti ada kalanya mata ingin terpejam dan merasakan kenyamanan di dunia yang lain.

Meski begitu, ketika tidur, dalam Islam memiliki adab-adabnya tersendiri. Nah, agar anak mampu terbiasa, maka sudah menjadi tugas orang tua untuk mengarahkannya. Dan butuh tenaga ekstra untuk melakukan hal itu.

Sebab, tidak mudah bagi anak untuk mengikuti apa yang diperintahkan oleh orang tuanya. Lalu, seperti apa menerapkan syariat Islam ketika tidur pada anak?

BACA JUGA: Berbahagialah Orang Tua yang Punya Anak Perempuan

Bila anak masih mengompol, kita biasakan untuk buang air kecil sebelum tidur. Bila mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ, kita mengambil air wudhu. Bukhari meriwayatkan dari Al-Barra bin ‘Azib, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Jika engkau datang ke tempat tidurmu, maka berwudhulah seperti wudhumu untuk shalat.”

Membiasakan buang air kecil sebelum tidur itu membutuhkan kesabaran. Membiasakan berwudhu sebelum tidur, membutuhkan kesabaran yang lebih ekstra. Semua memang bermula dari orangtuanya. Mengapa?

Anak adalah iminator ulung. Jika orang tua mulai menjaga keistiqamahan mengambil air wudhu sebelum tidur, lama kelamaan anak akan bergerak melakukannya tanpa disuruh. Hingga suatu ketika, mungkin kita akan dibuat takjub saat menjumpai anak menyalakan kran.

Ketika kita bertanya, “Sedang apa, sayang?”

Ia pun menjawab dengan polosnya, “Berwudhu, Umi.”

Ketika sedang berada di peraduan, bila anak masih tidur bersama orang tuanya, kita biasakan untuk mengajak berdoa dengan suara keras. Demikian pula ketika bangun tidur, kita menyambutnya dengan melantunkan doa. Terkecuali anak telah besar dan terbiasa berdoa sendiri, tanpa perlu dibimbing. Kita cukup mengingatkan, “Sudah membaca doa belum?”

BACA JUGA: Anakku, Argo yang Terus Berjalan

Dengan membiasakannya membaca doa, walaupun tanpa mengajarinya face to face untuk menghafal, lama kelamaan anak hafal dengan sendirinya. Selain itu, ada pula zikir-zikir sebelum yang bisa kita ajarkan. Di antaranya surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas, kemudian meniupnya dengan tangan dan menyapukan ke seluruh tubuh yang bisa dijangkau, dimulai dari bagian muka, sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Bukhari.

Selain itu, Bukhari juga meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ membaca ayat kursi (Al-Baqarah: 255), yang akan memberikan penjagaan pembacanya dari setan. []

Referensi: Orang Tua Hebat Melahirkan Anak Hebat/Karya: Fadlan al-Ikhwani/Penerbit: Al-Qudwah Publishing

Sumber :Islampos.


Melongok Dapur Katering Jemaah Indonesia

Melongok Dapur Katering Jemaah Indonesia

10Berita, Makkah  — Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama menjanjikan, hidangan yang bakal disantap jemaah haji tahun ini bercita rasa nusantara. Tak hanya itu, sejumlah bahan baku juga diimpor langsung dari Indonesia. Sejauh mana hal tersebut diwujudkan? Tim Media Center Haji (MCH) Daker Makkah pada Senin (23/07) siang waktu setempat, mengunjungi Bin Marta Catering, salah satu penyedia layanan jasa katering bagi jemaah haji kita.

Bin Marta Catering terletak di wilayah Jabal Nur, Makkah, merupakan salah satu dari 36 katering yang ditunjuk Kemenag untuk menyediakan konsumsi jemaah haji Indonesia.

Kepala dapur Bin Marta Catering, Karma Senam Zain, menjelaskan pihaknya akan menyiapkan 6.000 porsi tiap jam makan atau 12 ribu porsi untuk makan siang dan malam. “Kami memiliki 7 juru masak, 6 tenaga penyiap bahan baku dan 30 tenaga pengemas makanan,” ujar Karma. Dengan jumlah tenaga tersebut, ia optimistis mampu memenuhi target kerja yang diberikan Kemenag.

Beberapa bahan baku makanan asal Indonesia juga tampak memenuhi gudang penyimpanan. Mulai dari kecap, saus dan bumbu-bumbu khas Indonesia. “Bahkan ada pula nangka muda, daun salam, dan jeruk purut khas Indonesia,” tandas Kadaker Makkah, Endang Jumali, saat ditemui di lokasi. “Ada pula tempe dan buncis,” sambung Endang. Karenanya, ia berharap jemaah tak perlu membawa uang berlebih saat menunaikan ibadah haji. “Insya Allah terkait makan tak perlu khawatir,” imbuhnya.

Sementara Kasi Katering Daker Makkah, Evy Nuryana, yang turut serta dalam rombongan mengaku, pihaknya akan terus mengawasi bahan baku, peralatan dan juru masak. “Alhamdulillah dari 36 katering rata-rata sudah siap, sementara bahan baku akan dilengkapi paling lambat hari ini,” ujarnya.

Terkait mekanisme kontrol yang dilakukan, pihaknya memberi perhatian lebih pada aspek produksi dan distribusi makanan.

“Jemaah Indonesia akan mendapat makan siang dan makan malam selama 20 hari,” terang Evy. Rinciannya yakni mulai Kamis (26/07) mendatang saat jemaah mulai masuk ke Makkah dan akan berakhir pada 4 Dzulhijjah atau Rabu Agustus 2018. “Pelayanan katering akan mulai lagi tanggal 16 Dzulhijjah,” imbuhnya.

Ditambahkan bahwa jemaah haji Indonesia selama proses Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina) akan mendapatkan 16 kali makan, dengan rincian 15 kali makan dan sekali snackberat selama 5 hari terhitung 8 – 12 Dzulhijjah. “Jelang puncak Armina, layanan katering dihentikan karena Makkah sudah sangat padat sehingga tidak memungkinkan distribusi,” pungkasnya. Pada periode itu jemaah bisa membeli makanan secara mandiri.

Sumber :  Kemenag