Ngeri, Pengamat Ini Bongkar Data Perpanjangan Kontrak Migas Asing Menjelang Pilpres 2019
Negara Bangkrut Penguasa Kaya Raya, Kok Bisa?
Bagaimana ini bisa terjadi? Sampai dengan akhir masa pemerintahan Jokowi 2019 mendatang, ada 32 kontrak migas yang akan mengalami perpanjangan karena kontraknya (PSC) berakhir.
Nilainya kontrak migas sangat besar. Karena kontrak yang akan diperpanjang tersebut meliputi perusahaan besar penghasil minyak yang menyumbangkan 75%- 80% produksi minyak nasional.
Kalau kontrak migas ini berakhir maka seharusnya diserahkan kepada SKK migas, untuk selanjutnya pengelolaannya diserahkan kepada PT. Pertamina selaku perusahaan milik negara.
Namun, berhubung menjelang pemilu 2019 maka perpanjangan kontrak migas yang bernilai ratusan triliun tersebut adalah lahan bancakan yang sangat empuk.
Jika kontrak kontrak migas ini kembali diperpanjang atau pengelolaannya diserahkan kepada swasta, taipan dan asing, maka ini tidak akan terjadi secara gratis. Hampir dapat dipastikan perpanjangan kontrak yang luar biasa besar nilainya ini akan menghasilkan uang besar bagi penguasa.
Presiden Jokowi memang beruntung. Ignatius Jonan tengah menggarap lahan basah yang dapat membuatnya bermandikan uang. Pertanyaanya siapa yang tengah mengelilingi menteri ESDM? Dia yang akan menentukan kebijakan ini nanti menghasilkan uang untuk penguasa atau untuk negara?
Jadi, meskipun negara tengah sekarat karena utang jatuh tempo yang menggunung, namun jangan salah, penguasa sekarang tengah menggarap lahan basah yakni perpanjangan kontrak migas.
Perlu dicatat mengapa negara akan bangkrut karena pada 2018 nanti sedikitnya Rp. 400 triliun, sampai 2019 Rp. 800 triliun. Jumlah yang tidak mungkin terbayarkan. Jumlah tersebut belum termasuk bunga dan cicilan pokok utang luar negeri.
Dari pada urus negara bangkrut, mending curi kesempatan untuk nyolong demi kepentingan pribadi. Karena dengan uang itu bisa membeli suara untuk memenangkan pemilu 2019 mendatang. Benarkah demikian?
Penulis: Salamuddin Daeng, Pengamat Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia[]
Sumber : nusantaranews.co
Jumat, 11 Agustus 2017
Ngeri, Pengamat Ini Bongkar Data Perpanjangan Kontrak Migas Asing Menjelang Pilpres 2019
Beredar Nota Dinas Penawaran Apartemen, Kementerian ESDM Jadi Makelar Meikarta?
Beredar Nota Dinas Penawaran Apartemen, Kementerian ESDM Jadi Makelar Meikarta?
Disaat Pemerintah Provinsi Jawa Barat menginstruksikan penghentian pembangunan proyek prestisius “kota baru” di Cikarang karena langgar ketentuan perizinan, Kementerian ESDM malah terkesan berperan sebagai makelar penjualan appartemen Meikarta lewat penerbitan surat nota dinasnya.
Di jejaring dunia maya, Selasa (7/8) kemarin dikejutkan dengan beredarnya Nota Dinas resmi Kementerian ESDM Nomor 1017/05/SDBUP/2017 yang meminta para pegawai di lingkungan kementerian ESDM menghadiri acara penawaran apartemen di Aula Gedung C Direktorat Jenderal dan Batubara sekitar pukul 10:00 sampai selesai pada Selasa 15 Agustus 2017 yang akan datang.
“Sehubungan dengan surat dari PT. Mahkota Santosa Utama Tunggal 4 Agustus 2017 hal Perkenalan dan Penawaran Apartemen Meikarta-Cikarang, bahwa bersama ini kami sampaikan bahwa PT. Mehkota Santosa Utama akan mengadakan sosialisasi Penawaran Apartemen Meikarta-Cikarang,” tulis Nota Dinas Kementerian ESDM yang ditandatangani oleh a.n Sekretaris, Kepala Bagian Umum, Kepegawaian dan Organisasi, Yuli Wahono.
Meski masih diragukan keasliannya, terlihat pemerintah turut membantu bisnis swasta lewat Nota Dinas Kementerian ESDM yang dengan terang benderang menawarkan apartemen Meikarta.
“Diharapkan Pegawai di Lingkingan Unit Kerja, khususnya yang berminat untuk mengikuti sosialisasi tersebut,” Yuli Wahono dalam nota dinas yang ditandatanganinya.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar memperingatkan pengembang proyek Meikarta untuk menghentikan pembangunan dan pemasaran proyeknya.
“Mohon Meikarta menghentikan pembangunan dulu dan juga pemasaran. Ini warning dari saya,” kata dia belum lama ini.
Deddy juga dalam pernyataannya kepada sejumlah media menyebutkan bahwa Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) Pemprov Jabar sudah memutuskan untuk mengirim surat peringatan kepada pengembang.
Sumber : telusur.co.id
Wajib Militer di Masa Ummayah
Wajib Militer di Masa Ummayah
10Berita, JAKARTA -- Pada masa Dinasti Umayyah, kantor tentara yang sebelumnya telah diprakarsai oleh Umar bin Khattab terus mengalami pengorganisasian dan perkembangan. Institusi militer pun dibagi menjadi tiga, yakni angkatan darat (al-Jund), angkatan laut (al-Bahriyah), dan kepolisian (as-Syurthah).
Angkatan bersenjata awalnya masih diisi oleh orang-orang Arab. Namun, setelah wilayah kekuasaan Islam meluas sampai ke Afrika Utara, orang-orang luar Arab (termasuk bangsa Barbar) juga ikut direkrut menjadi tentara.
Ketika akhirnya banyak tentara Muslim yang pensiun dari jihad dan perang, Pemerintah Umayyah pun mulai memperkenalkan sistem wamil menyusul diterbitkannya Nidham at-Tajnid al-Ijbari (Undang-Undang Wajib Militer). “Aturan tersebut dikeluarkan semasa pimpinan Khalifah Abdul Malik bin Marwan (yang memerintah pada 685-705),” ujar Abu Zayd Shalaby.
Sistem perbudakan militer secara luas diterapkan di Timur Tengah pada masa Dinasti Abbasiyah. Praktik tersebut berawal dari pembentukan korps budak prajurit (yang juga dikenal dengan istilah ghulam atau mamluk) oleh Khalifah al-Mu'tasim pada abad ke-9. Oleh beberapa kalangan, sistem ini dianggap sebagai varian lain dari wajib militer.
“Korps budak-prajurit pada masa Abbasiyah diisi oleh orang-orang Turki. Namun, budak-budak itu pada akhirnya justru mendominasi pemerintahan dan membangun pola di seluruh kelas militer dunia Islam. Pengaruh mereka terus berlanjut hingga masa Dinasti Ottoman,” ujar sejarawan Barat, Bernard Lewis, dalam buku Race and Slavery in the Middle East.
Sumber: REPUBLIKA.CO.ID
Tewas di Los Angeles, Ada Luka Tembak di Saksi e-KTP Johannes
Tewas di Los Angeles, Ada Luka Tembak di Saksi e-KTP Johannes
10Berita~Saksi kunci kasus korupsi e-KTP, Johannes Marliem, tewas di kediamannya di Los Angeles (LA), Amerika Serikat (AS). Marliem diduga menembak dirinya sendiri.
Dilansir CBS Los Angeles, Jumat (11/8/2017), kawasan Beverly Grove di Los Angeles ditutup sekitar pukul 05.00 sore waktu setempat sekitar 600 blok dari North Edinburgh Avenue. Reporter media lokal melaporkan seluruh area di sekitar Melrose dan Crescent Heights ditutup.
Peristiwa itu awalnya dari laporan telepon ke FBI yang kemungkinan diteruskan LAPD (Los Angeles Police Department) pada Rabu (9/8) malam. Para petugas yang tiba di lokasi menduga ada seorang anak kecil dan seorang wanita di dalam rumah bersama seorang pria.
Para petugas pun melakukan negosiasi. Pada akhirnya, wanita dan anak kecil itu dibawa keluar oleh laki-laki itu sekitar pukul 07.30 malam.
Sementara, laki-laki itu ditemukan tewas di dalam rumah sekitar 02.00, Kamis (10/8) dini hari. Namun belum diketahui pasti apa penyebab laki-laki itu tewas, diduga kemungkinan besar dia menembak dirinya sendiri.
Dari penelusuran, laki-laki itu diduga adalah Johannes Marliem. Kabar tersebut mengonfirmasi postingan di Instagram dari dengan akun mir_at_lgc. Dia menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Marliem.
Dia memposting foto bersama Marliem dan seseorang yang disebutnya CEO of Lamborghini. Dalam kolom komentar, ada akun citywhips yang menyebutkan soal insiden The Beverly Grove di mana Marliem tinggal dan diamini oleh akun mir_at_lgc tersebut.
Sebelumnya Ketua KPK Agus Rahardjo juga mengamini kabar tersebut. Agus mengatakan bila saat ini terus mengecek kabar itu.
"Sudah kemarin (dapat kabar Johannes Marliem meninggal dunia), kita juga sedang cari kepastian," ucap Agus ketika dikonfirmasi detikcom, Jumat (11/8/2017).
Marliem merupakan provider produk Automated Finger Print Identification Sistem (AFIS) merek L-1 yang akan digunakan dalam proyek e-KTP. Dia disebut merupakan saksi kunci dalam kasus itu.[]
Sumber : detik.com
Tokyo Camii, Simbol Keterbukaan Jepang Terhadap Islam
Tokyo Camii, Simbol Keterbukaan Jepang Terhadap Islam
10Berita, JAKARTA -- Tokyo Camii atau Masjid Tokyo dianggap menjadi salah satu pemandangan yang cukup unik di ibu kota Jepang itu. Pasalnya, meski dirancang dengan gaya arsitektur khas Turki, keberadaan bangunan ibadah nan megah itu tampak sedikit tersuruk di antara belantara gedung pencakar langit dan blok-blok apartemen yang tenang di kawasan Yoyogi Uehara.
Pemugaran Tokyo Camii secara resmi rampung pada 2000 lalu. Namun, pembangunan awal masjid itu sesungguhnya mempunyai sejarah yang panjang.
Sekira dekade 1930-an, ketika populasi Muslim di Jepang mengalami peningkatan yang signifikan, mulailah beberapa masjid didirikan di negeri sakura itu untuk pertama kalinya.
Di antaranya Masjid Nagoya yang dibangun pada 1931, lalu disusul Masjid Kobe empat tahun berikutnya. Kedua masjid tersebut dibangun oleh komunitas Muslim pendatang asal India.
Selanjutnya, para imigran Tatar yang melarikan diri dari Revolusi Bolshevik Rusia membentuk kelompok etnis Muslim terbesar di Jepang. Mereka lalu mendirikan Masjid Tokyo dalam bentuk aslinya pada 1938. Inilah titik awal dari pembangunan Tokyo Camii yang ada sekarang.
Salah seorang guru besar studi Jepang dari Universitas Heidelberg, Hans Martin Kramer, menganggap pendirian Tokyo Camii sebagai simbol keterbukaan Jepang terhadap Islam ketika itu.
Sebagai bukti, pembangunan awal masjid itu tidak hanya didukung oleh pemerintah Jepang, tetapi juga didanai oleh perusahaan-perusahaan swasta di negeri matahari terbit, terutama Mitsubishi.
“Bahkan, upacara pembukaannya dihadiri pula oleh sejumlah pejabat dan diplomat dari Jepang dan Dunia Islam,” kata Kramer seperti dikutip majalah bulanan Muslim Ink dalam artikel “From Two Mosques to 200: Growth of Islam in Japan”.
Pengelola Islamic Center of Japan (ICJ) Dr Musa Omer menuturkan, hingga 1970, hanya ada dua bangunan masjid di Tokyo. Kini, di kota itu terdapat 200 masjid, mushala, dan tempat-tempat lainnya yang secara temporer dapat digunakan sebagai tempat shalat. “Jumlah bangunan ibadah ini terus meningkat seiring bertambahnya jumlah umat Islam di Tokyo,” ujarnya.
Pernikahan
Menurut Omer, pernikahan termasuk faktor penyumbang peningkatan populasi Muslim di Jepang. Seperti yang terjadi pada November tahun lalu, misalnya, ketika Omer dipercaya membantu menyelenggarakan pernikahan seorang pria Muslim asal Arab Saudi dengan perempuan asli Jepang. Si pengantin wanita akhirnya memilih untuk masuk Islam setelah dua tahun menjalin hubungan dengan laki-laki tersebut.
Saat ini, kata Omer, jumlah warga Muslim yang tinggal di Jepang diperkirakan mencapai 120 ribu jiwa. Sekira sepuluh persen dari mereka adalah orang Jepang asli. Angka tersebut memang masih relatif kecil jika dibandingkan dengan total penduduk Jepang yang sekarang berjumlah 127 juta jiwa.
Sumber: Republika
Jokowi Boleh Bertindak Diktator asalkan....
Jokowi Boleh Bertindak Diktator asalkan....
10Berita~JAKARTA - Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (APMI) melalui salah satu oratornya menyampaikan bahwa Joko Widodo sebagai pimpinan Negara tidak mengapa berlaku/bertindak dengan ditktator. Jokowi bahkan diwajibkan untuk berlaku dictator dalam memimpin bangsa untuk maju.
“Kira-kira Pak Jokowi boleh berlaku dictator atau tidak? Boleh atau tidak?
Boleh! Pak Jokowi boleh berlaku dictator, kepada koruptur, kepada Freeport, yang puluhan tahun sudah menjarah emas di Papua, kepada Asing dan Aseng yang telah kuasai 80 persen kekayaan Indonesia, kepada penumpuk utang, kepada penyebar video porno, itulah dictator sesungguhnya. Dan itulah dictator sebenernya,” sampai salah satu orator, Jum’at (11/08/2017), di depan gedung DPR RI, Jakarta.
Namun demikian, sikap dan tindakan Jokowi tidak demikian. Justru menurutnya sikap dan kebijakan Jokowi terbalik dengan munculnya atau diterbitkannya Perppu Ormas Nomor 2 Tahun 2017 beberapa waktu yang lalu.
“Bukan malah ke ormas, pergerakkan Islam dan suara mahasiswa Jokowi bersikap dictator, yang nyatanya hanya menyampaikan ajaran Islam. Inilah yang kita lawan. Dan apabila Jokowi tetap bersikap demikian, maka ia sebenarnya akan menghadapi Allah SWT. Dan dia akan berhadapan dengan waliyullah yang siap mati,” tambahnya berapi-api.
Jokowi, melalui pemerintahannya juga dituding seperti mengkhianati perjuangan mahasiswa saat tahun 1998 lalu. “Kita tahu tragedy 98, bukan. Itu yang membebaskan adalah mahasiswa.
Makanya hari ini saya serukan kepada selurun elemen mahasiswa untuk tetap menolak Perppu Ormas ini dengan sekuat tenaga. Perppu ini telah mengkhianati perjuangan mahasiswa yang selama ini telah membebaskan rakyat Indonesia dari pemimpin dictator,” tutupnya. (Robi/)
Sumber: voa-islam.com
Pengembang Meikarta Diminta Hentikan Pembangunan, Ka'ban: Beradab Sedikitlah
Pengembang Meikarta Diminta Hentikan Pembangunan, Ka'ban: Beradab Sedikitlah
JAKARTA - Pengembang Meikarta diminta untuk tidak melanjutkan pembangunannya sebelum ada izin dari pemerintah setempat. Meikarta juga diminta mentaati aturan yang tengah berlaku dan jangan bertindak sewenang-wenang dengan tetap melakukan pembangunan.
"Owner pengembang Meikarta dengarlah suara masyarakat yang meminta hentikan proyek tersebut sebelum ada izin. Beradab dikitlah. Ojo mentang-mentang," ujar MS Ka'ban, di akun Twitter pribadi miliknya, Kamis (10/08/2017).
Ka’ban meras heran, padahal proyek Meikarta ini tanpa izin dan sudah diminta Pemda Jawa Barat untuk dihentikan, tetapi tidak kunjung dihentikan. Pun dengan keanehan lainnya seperti proyek reklamasi yang sepertinya dilanjut kembali pengoperasiannya.
“Bukankah perizinan hitungan Minggu kata Presiden Jokowi? Kok bisa-bisanya Meikarta dan reklamasi tidak berizin tetap beroperasi dan aparat diam, diam, diam.”
Sebelumnya Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan bahwa proyek Meikarta tersebut belum mendapatkan izin dan rekomendasi dari Provinsi. Sehingga menurutnya pembangunan proyek tersebut harus diberhentikan.
Meikarta pun sudah disentil oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), dengan menhimbau agar proyek itu jangan dilanjutkan dan atau, termasuk promosi dihentikan. (Robi/)
Sumber: voa-islam.com
Keringnya Daya Beli Masyarakat Bawah, Catatan APINDO Untuk Jokowi
Keringnya Daya Beli Masyarakat Bawah, Catatan APINDO Untuk Jokowi
Perekonomian Indonesia yang sebesar 5,01% pada kuartal II-2017 belum menunjukkan terjadinya penguatan daya beli masyarakat, meskipun konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh tipis dari 4,94% menjadi 4,95%.
Momen Lebaran di Juni tahun ini harusnya menjadi ajang masyarakat belanja lebih besar dari hari biasanya. Namun konsumsi masyarakat saat Lebaran ternyata tak sesuai harapan.
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai, tumbuh tipisnya konsumsi rumah tangga karena daya beli masyarakat kelas bawah sudah benar-benar tidak ada, ditambah lagi masyarakat kelas menengah ke atas yang cenderung menahan konsumsinya, dan memilih menabung.
"Kelas menengah bawah itu enggak punya daya beli, sudah kering, jadi begini sebetulnya. Yang kelas menengah atas tentunya tidak masalah dengan daya beli, mereka karena masalah punya kepercayaan situasi seperti apa, itu yang membuat menjadi menahan belanja, sedangkan di bawah itu yang kemarin saya bilang sektor formalnya menyusut banget," kata Ketua Umum Apindo, Hariyadi Sukamdani, saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Rabu (9/8/2017).
Penilaian Apindo soal pelemahan daya beli di kelas menengah ke bawah berdasarkan data laporan dari pelaku usaha ritel yang merupakan anggota Apindo.
"Jadi saya bukan ingin berdebat, tapi saya ingin menyampaikan fakta saja, faktanya seperti ini, kalau saya lihat BPS ini mau menutup-nutupi padahal semua sudah tahu seperti ini, dan ini harus dicarikan solusi, tapi poinnya makin hari makin susah kita bisnis," jelas dia.
Lanjut Hariyadi, daya beli masyarakat yang lesu ini juga dampak dari langkah para pelaku usaha dalam menyesuaikan kondisi perekonomian nasional yang masih dibayang-bayangi ketidakpastian global, serta beberapa isu perpolitikan di dalam negeri yang dianggap memiliki risiko, bahkan penyesuaian dari kebijakan-kebijakan yang diterapkan pemerintah.
Dengan kondisi yang seperti ini, kata Hariyadi, maka pelaku usaha enggan mengucurkan dananya atau investasinya untuk meningkatkan produksi, justru sebaliknya produksi dikurangi bersamaan dengan pemangkasan tenaga kerja, dengan begitu maka penghasilan masyarakat mengalami penyusutan yang membuat daya beli melemah.
"Kita ini bisnis, manakala ditekan otomatis perusahaan akan survive, akhirnya kita potong-potong biaya, dengan kebijakan yang semakin menyulitkan itu membuat orang kepercayaannya tidak ada, kepercayaannya enggak ada dan melakukan perampingan, tidak ada ekspansi, ya bubarlah ekonomi ini," tambah dia.
Dia juga menganggap, fenomena lesunya daya beli masyarakat tidak ditanggapi dengan cermat oleh beberapa jajaran menteri kebinet kerja yang notabene berasal dari kalangan pengusaha. Seharusnya, pemerintah pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan pengusaha dapat bekerja sama dengan baik dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat di Indonesia, seperti yang dilakukan oleh Korea Selatan, Jepang, Taiwan, di mana pemerintah dan pengusahanya bersatu untuk memakmurkan negaranya.
"Saya juga bingung karena menteri-menteri ini banyak yang pengusaha, tapi entah bagaimana setelah jadi menteri kok kayak tutup mata, kami itu kadang-kadang puyeng juga sebenarnya bagaimana sih, kalau negara lain itukan antara si pemerintah dan pengusahanya kompak bener, kalau di sini itu enggak pengusaha itu dianggapnya sapi perah, ini yang terjadi," tukas dia.[]
Sumber : portal-islam.id
TERBONGKAR SUDAH! Ternyata “Meikarta” Grand Design China untuk Integrasikan Indonesia ke Cakupan Wilayah Ekonominya
TERBONGKAR SUDAH! Ternyata “Meikarta” Grand Design China untuk Integrasikan Indonesia ke Cakupan Wilayah Ekonominya
Meikarta, rencana apa yang disembunyikan dari proyek kota besar ini? Itulah pertanyaan hari-hari ini yang menyelinap dalam kesadaran publik. Betapa tidak, tadinya dikira hanya pengembangan biasa dari Cikarang, tapi kemudian menjelma menjadi Meikarta.
Sebelum ramai isu “Kota Demi Cina” yang merupakan plesetan dari Meikarta di Bekasi, sudah muncul berita setahun sebelumnya bahwa Lippo Group lewat anak usahanya PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) menandatangani kerja sama dengan dua Investor Tiongkok, Shenzhen Yantian Port Group Co., Ltd dan Country Garden Holdings Co. Ltd. Ketiga perusahaan ini nantinya akan bersama-sama mendesain dan mengembangkan Kawasan Industri Indonesia Shenzhen Baru di kawasan Lippo Cikarang.
Saat itu belum muncul Meikarta ke telinga publik, baru nama Shenzen Baru. Padahal Shenzen Baru itu ya…Meikarta yang sekarang ini.
Pejabat Lippo menyatakan waktu itu, “Dari 3 ribu ha, ada sisa 20 persen. Maka akan dikembangkan di situ. Ketiganya pun akan kembangkan proyek di Orange County yang luasnya sekitar 322 ha,” papar Stanley.
Setahun setelah pernyataan itu, saat Meikarta sudah dipublikasikan, Direktur Lippo Group Danang Kemayan Jati menegaskan bahwa proyek-proyek Lippo yang telah diluncurkan sebelum Meikarta masih tetap berjalan. Termasuk Orange County, kawasan terintegrasi seluas 322 hektar di Cikarang senilai Rp250 triliun mencakup hunian vertikal dan CBD yang disiapkan akan menjadi bagian dari Meikarta nantinya.
Jadi jelas bukan, bahwa Meikarta hanya judul yang berganti. Proyeknya tetap sama dengan apa yang ditandatangani Lippo dengan dua perusahaan RRC tersebut.
Pertanyaannya sekarang, proyek apa sebetulnya Meikarta ini? Mengapa namanya Meikarta? Apakah ini artinya Kota Mei yang mengingatkan bulan Mei, bulan sakral bagi komunis atau semacam istilah mandarin yang dikombinasikan dengan kata karta, yaitu bahasa lokal lama di Indonesia?
Namun seperti yang ditulis oleh Tirto, “Meikarta” ialah sebuah nama baru yang disematkan oleh CEO Lippo Group, James Riady, untuk megaproyek Kota Baru di Cikarang Bekasi dengan total luas 2.200 hektar, dengan estimasi investasi tak tanggung-tanggung hingga Rp278 triliun.
Pengusaha properti pemilik MSH Group yaitu mantan Menteri Perindustrian, MS Hidayat berujar, “bisnis properti adalah bisnis yang menjual prospek.” Prospek yang sedang dijual itu kini ada di Meikarta yang dikemas dengan nama “Kota Baru” oleh Lippo dengan embel-embel “Shenzhen-nya Indonesia”.
Karena Meikarta adalah menjual prospek, bisa jadi ketika citra kota milik China melekat pada Meikarta, maka di tengah isu kolonialisme China makin sensitif, kota yang kontroversial ini bisa-bisa kehilangan prospeknya.
Seperti yang disebutkan Stanley, adapun inti kerja sama antara perusahaan China dengan Lippo tersebut, memiliki tujuan dari rencana Tiongkok yang ingin memajukan jalur maritim, one belt one road. Dengan rintisan itu, akan membuka kerja sama antara perusahaan Tiongkok dan mitra lokal dalam negeri untuk memajukan industri lokal melalui transfer pengetahuan di antara keduanya.
Perhatikan, one belt one road, itu adalah grand design kebijakan RRC dengan apa yang disebut Jalur Sutera Baru yang bertujuan mengintegrasikan negara-negara di jalur tersebut ke dalam cakupan ekonomi China.
Apakah Indonesia akan untung, tersedot atau malah buntung dengan bersedia terintegrasi ke dalam hisapan ekonomi RRC, hanya anak negeri yang berhak menjawabnya sekarang.[]
Sumber : kabarsatu.news
Perjuangan Muslim Tartar Bangun Masjid Mukhtarov
Perjuangan Muslim Tartar Bangun Masjid Mukhtarov
10Berita, JAKARTA -- Usulan pembangunan masjid Mukhtarov sendiri berawal dari permintaan para infanteri Tartar yang berperang bersama Kekaisaran Rusia di kawasan Kaukasus Utara. Pada 1864 Divisi Infanteri Tartar bersama Mullah Tenghinka serta Resimen Infanteri Dolmatdin Natsehov mengajukan petisi kepada kepala pemerintahan di kawasan Sungai Terek, Loris Melikov atas jasa perjuangan militer Tartar.
Pada Desember 1866, Komandan Akhmetov mengajukan permohonan atas nama Imperial Mulia Kaisar Rusia, Gubernur Kaukasus, dan Grand Duke Mikhail Nikolayevich untuk memberikan izin pembangunan sebuah masjid, serta sumbangan pembangunan masjid. Atas jasa militer etnis Tartar pada saat itu, Kekaisaran Rusia memberikan izin pembangunan masjid namun tidak bersedia memberikan sumbangan dana pembangunan sepeser pun.
Berbagai upaya pun dilakukan Tartar di Osetia Utara, termasuk meminta bantuan kepada Tartar Kazan yang menjadi wilayah penting Muslim Tartar. Di tengah kebutuhan dana, upaya pembangunan masjid dengan konstruksi awal tetap dilakukan dengan donasi dari Muslim Tartar dari Ossetia Utara. Mereka rela memberikan sumbangan dana dan menjual harta benda untuk membiayai pengerjaan konstruksi awal masjid tersebut.
Untuk menyelesaikan pembangunan masjid ini berbagai upaya dilakukan Muslim Tartar di Ossetia Utara. Atas saran sesama Muslim Tartar di Kazan, diusulkan untuk bernegosiasi dengan Istanbul dan Bukhara. Istanbul melalui Mufti Aya Sofia mengirimkan dua ahli kaligrafi Arab untuk menghias dinding masjid, sedangkan Bukhara mengirim dua karpet yang mampu menutupi seluruh lantai ruang shalat dan balkon masjid.
Namun, itu tidak mampu menutup permasalahan utama dana pembangunan masjid. Hingga akhirnya seorang dermawan asal Baku-kini Azerbaijan, siap menyumbangkan dana sebesar 50 ribu rubel untuk pembangunan masjid ini. Dermawan tersebut merupakan taipan pengusaha minyak, Murtuza Mukhtarov-Agha yang kemudian namanya diabadikan menjadi nama masjid ini. Atas kerja sama Mukhtarov ini pula, arsitek Joseph Gaspar Ploshko dilibatkan.
Sejak 1900 ketika konstruksi bangunan awal masjid dimulai, akhirnya pada 14 Oktober 1908 masjid ini resmi dibuka dengan nama Masjid Muhktarov. Walaupun dalam perjalanannya tidak semua Muslim Tartar di Ossetia Utara sepakat dengan penggunaan nama ini. Beberapa kalangan lebih senang menamai dan mengenal masjid ini sebagai Masjid Sunnitskaya atau Masjid Sunni. Hal itu disebabkan terungkapnya alasan Mukhtarov menyumbang 50 ribu rubel agar diterima mempersunting calon istrinya Liza-Khanum Taganova, putri pengusaha Taganova di Ossetia Utara.
Walaupun sebagian besar dana pembangunan didapat dari Murtuza Mukhtarov-Agha, harus diakui bahwa Muslim Tatar yang telah benar-benar berjasa berkontribusi besar terhadap pembangunan masjid ini. Mereka berdiri di depan sejak awal proses negosiasi rumit dengan Kekaisaran Rusia, berdiplomasi dengan Istanbul dan Bukhara, hingga mengumpulkan uang setiap sen dari keluarga Tartar di Ossetia Utara.
Ketika masjid telah berdiri dan berfungsi, etnis Tatar juga menghidupkan masjid ini dengan adanya sekolah dasar dan administrasi sipil umat, seperti pencatatan kelahiran, kematian, dan pernikahan. Hingga ketika masa-masa sulit di bawah tekanan Komunis Soviet, Muslim Tartar terus berjuang mempertahankan masjid ini dari perusakan dan penghancuran.
Sumber: Republika
Ini Dia 10 Proyek Yang Diluncurkan Kerajaan Arab Saudi Khusus Untuk Ibadah Haji 2017
Ini Dia 10 Proyek Yang Diluncurkan Kerajaan Arab Saudi Khusus Untuk Ibadah Haji 2017
10Berita – Tahun 1438 Hijriyah ini, jamaah calon haji dari seluruh dunia akan mendapatkan manfaat dari sejumlah program baru yang diluncurkan Arab Saudi. Wakil Emir Makkah, Pangeran Abdullah bin Bandar mengatakan, ada setidaknya 10 proyek yang khusus untuk pelayanan jamaah haji.
“Kami mengerahkan seluruh sumber daya dan potensi untuk melayani jamaah tanpa kecuali,” ujar Pangeran Abdullah bin Bandar setelah melakukan inspeksi terhadap proyek-proyek tersebut.
Pangeran Abdullah Menyampaikan bahwa proyek ini berhasil diselesaikan dalam waktu singkat dan bertujuan memfasilitasi pergerakan jamaah di situs-situs suci. Jamaah akan bebas berlalu lalang, namun tetap terjaga dari sinar matahari terik.
Selain itu, ada proyek lain untuk mengurangi udara panas di area Jamarat. Di antaranya pemasangan semprotan air, pelindung di jalanan dari Jamarat ke Distrik Aziziyah di Makkah, konstruksi jembatan untuk pedestrian dekat Rumah Sakit Al-Wadi di Mina serta konstruksi tangga dari semen permanen di bagian utara Jabl Al-Rahma.
Tahun ini, Kementerian Haji dan Umrah juga meluncurkan program rekrut relawan selama musim haji. Siapa saja bisa mendaftar di Bandara Jeddah dan Madinah serta di area sektiar Masjidil Haram di Makkah.
Kementerian menyampaikan pekerjaan ini mencakup jadi pemandu, penerjemah, pekerja lapang hingga layanan kesehatan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah haji, kini ada perawat perempuan Saudi yang bertugas memberikan vaksin pada jamaah perempuan yang tiba di terminal King Abdulaziz International Airport (KAIA). (IH/Ram)
Sumber: Eramuslim
Menjadi Negeri Berkah
Menjadi Negeri Berkah
10Berita, Oleh Muhammad Arifin Ilham
Satu pekan ke depan, negeri ini akan menemui hari miladnya yang ke-72. Satu capaian usia yang tidak bisa disebut muda lagi. Sudah berumur.
Usia ‘manula’ yang seharusnya cukup untuk dikatakan tinggal memetik buah dari perjalanan hidupnya. Usia untuk mengenang masa muda penuh romantika. Usia untuk semua anak bangsa yang mendiaminya berharap hidup tenang, damai dan sejahtera.
Semestinya di usia yang sudah setengah abad lebih dua dasawarsa ini, segala capaian tinggal dinikmati. Tapi sayangnya semua masih uthopia. Masih di alam khayal. Masih banyak hal aneh di negeri ini.
Semua orang di sebelah negeri menakjubi melimpahnya kekayaan bumi pertiwi ini. Hampir semua bentuk kekayaan alam ada di negeri ini. Namun, anehnya kekayaan itu tidak serta merta membuat rakyatnya hidup makmur dan sejahtera.
Dengan berlimpahnya kekayaan negeri ini, kata orang pintar, ternyata pendapatan negara termasuk dari hasil pengelolaan bermacam kekayaan alam itu tidak cukup untuk membiayai belanja negara. Sehingga, kekurangannya harus ditutup dengan mencari utang baik dari dalam negeri atau dari luar negeri.
Katanya, jumlah utang negeri bernama Indonesia ini pada medio 2017 telah mencapai Rp 3.667 triliun. Jumlah itu jika dibagi dengan jumlah penduduk 257,9 juta maka tiap orang penduduk termasuk bayi yang baru lahir sekalipun terbebani utang sebesar Rp 14 juta.
Ketika dulu awal kali duduk di tahta kekuasaannya, pemimpin di negeri ini meminta rakyatnya untuk memaklumi saat menaikkan harga BBM. Bahkan terkesan sangat ngotot. Tapi, lagi-lagi anehnya, pemerintah tidak terlihat ngotot membenahi penggunaan anggaran yang selalu saja penyerapannya numpuk di akhir-akhir tahun yang kemudian rawan pemborosan, inefisiensi, tidak efektif dan rawan diselewengkan. Lebih aneh lagi, pemerintah juga tidak terlihat ngotot memberantas korupsi dan menyita harta koruptor termasuk mengejar uang negara yang dikemplang dalam kasus BLBI yang kini masih mangkrak.
Yang ini mungkin lebih aneh, penduduk di negeri ini sebahagian besarnya adalah umat muslim, tapi saat ada niat dan sikap untuk lebih hidup dengan syariat Allah dan itu adalah ejawantah dari penjabaran yang konstitusional dari UUD 45 dan Pancasila, dianggap intoleran, ekstremis dan fundamentalis. Warganya ingin benar dalam penghambaan dirinya kepada Sang Khalik, tapi ditakut-takuti oleh selembar perpu berwajah sangar. Ingin lebih bertakwa dan beriman kepada-Nya, tapi sayang stigma jahat harus siap ditempel kepadanya.
Sebenarnya pasti kita semua ingin negeri ini tidak aneh. Negeri berwajah indah dengan keberkahan di kanan kirinya, tenang hidup wargnya dan sejahtera bagi para penduduknya. 72 tahun sudah cukup bagi kita untuk segera mewujudkan negeri yang benar-benar berkah.
Simaklah dengan iman, Allah menyapa Indonesia, “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (Al-A’raf: 96).
Sumber: Republika
Cabut Perppu Ormas, atau Nyawa Kalian Dicabut Konyol oleh Allah
Cabut Perppu Ormas, atau Nyawa Kalian Dicabut Konyol oleh Allah
10Berita~JAKARTA - Pengusa dan atau pemerintah, juga DPR RI diingatkan oleh mahasiswa serta pemuda untuk ingat kepada mati. Hal ini dikatakan oleh salah satu orator, yakni Saiful Bahri saat menyampaikan orasinya di depan gedung DPR RI untuk menolak Perppu Ormas Nomor 2 Tahun 2017.
“Batalkan, atau cabut Perppu Ormas ini atau Allah akan cabut nyawa kalian. Saya mengingatkan, kalian ingin mati dalam keadaan konyol atau khusnul khotimah? Saya sudah mengingatkan, termasuk kepada DPR RI agar ikut menolak dan atau mencabut Perppu Ormas ini. Nau’zubillah apabila akhirnya kalian mati konyol,” katanya, Jum’at (11/08/2017), di Jakarta.
Menurutnya, dengan terbitnya Perppu tersebut, menandakan pemerintahan Joko Widodo tengah berlaku zalim kepada masyarakat, khususnya kepada umat Islam Indonesia. Umat Islam Indonesia menurutnya tidak pantas jika diperlakukan seperti ini karena bangsa dan negara ini merdeka atas sumbangsih besar para tokoh dan ulama.
“Saya menyeru dan mengajak umat Islam, mari bersama-sama kita menolak Perppu Ormas ini kepada penguasa yang zalim, terutama sudah membubarkan ormas Islam. Padahal jelas, Indonesia merdeka karena campur tangan ulama dan ormas Islam.
Banyak orang hijrah karena ormas Islam. Apakah salah seseorang hijrah ke dalam Islam?” tambahnya.
Oleh karena itu, ia mengingtakan agar pemerintah, dan juga DPR RI agar mencabut Perppu tersebut. Ia menilai Perppu ini sudah bertentangan dengan peraturan yang ada, khususnya peraturan Islam.
“Kegiatan kalian bertentangan dengan peraturan Allah SWT (langit). DPR harus batalkan dan atau cabut Perppu ini sebelum Allah mencabut nyawa kalian,” tutupnya tegas. (Robi/)
Sumber: voa-islam.com
Masjid Mukhtarov Bukti Sumbangsih Muslim Tartar
Masjid Mukhtarov Bukti Sumbangsih Muslim Tartar
10Berita, JAKARTA -- Sejarah telah mencatat sumbangsih etnis Tartar dalam mengembangkan Islam di dataran Rusia. Situs peninggalan bersejarah dari etnis Muslim Tartar hingga kini masih berdiri dan bisa dilihat di beberapa wilayah yang pernah didiami etnis Tartar. Salah satunya, bangunan masjid indah yang berada di wilayah federasi di Rusia, Ossetia Utara-Alania yang terkenal dengan Masjid Mukhtarov.
Masjid Mukhtarov ini berada di Kota Vladikavkaz yang juga pusat ibu kota Republik Federasi Ossetia Utara-Alania, Rusia. Masjid ini berdiri di tepi Sungai Terek dan merupakan simbol penting Kota Vladikavkaz selain Gereja Ortodoks Vladikavkaz. Masjid ini dirancang oleh seorang arsitek Rusia kelahiran Polandia, Jozeph Ploshko, dengan mencontoh corak dan lengkungan dari Al Azhar di Kairo Mesir. Setidaknya dibutuhkan dana 80 ribu rubel untuk membangun seluruh bangunan masjid.
Masjid Mukhtarov hanya memiliki sebuah bangunan kubah dengan dua menara di depannya. Gaya arsitektur Masjid Al Azhar di Kairo sangat kental terlihat di eksterior masjid ini, mulai dari pola warna, lengkungan tapal kuda, hingga bentuk jendelanya. Namun, sang arsitek Jozeph Ploshko juga memadukan gaya istana klasik Rusia. Ploshko ingin menampilkan kejayaan arsitektur Al Azhar di Kairo dengan struktur batu kapur putihnya di kawasan Kaukasus.
Ia juga memadukannya seperti latar belakang pegunungan simbol Vladikavkaz, dengan tambahan halaman yang luas layaknya Lapangan Merah di Moskow, atau the Bronze Horseman di St Petersburg. Faktor yang membuat Masjid Mukhtarov ini tidak kalah indah adalah pemandangan yang ada di sekitar masjid yang tepat di samping aliran Sungai Terek. Rerimbunan pohon yang mengelilingi masjid di antara aliran Sungai Terek, membuat tampilan masjid ini sangat sempurna sebagai ikon Kota Vladikavkaz.
Dari dalam masjid, hampir di seluruh dinding ruang shalat dipenuhi berbagai dekorasi indah penuh warna dari ukiran kayu, ubin, hingga plaster bergaya flora dan geometris. Dekorasi ini memenuhi seluruh dinding ruang shalat hingga langit-langit dan bagian dalam kubah masjid. Di setiap sudut dinding pun tidak lepas dari ornamen timbul kaligrafi Arab yang dikutip dari ayat Alquran dan lafaz Allah SWT serta Nabi Muhammad SAW.
Sebuah mimbar marmer dan mihrab dengan gaya lengkung ceruk juga dipenuhi ornamen geometris di dalamnya sehingga menambah keindahan masjid ini. Masjid ini juga memiliki struktur balkon dua lantai yang tertutup dikhususkan bagi jamaah perempuan. Walaupun luas bangunan masjid yang tidak terlalu besar, kemegahan eksterior dan ornamen fasadnya membuat masjid ini menjadi kebanggaan masyarakat Muslim di Ossetia Utara hingga kini.
Sumber: Republika
Dihina Dengan Sebutan Kerbau "Sibuaya" SBY Tak Pernah Tangkap Rakyatnya
Dihina Dengan Sebutan Kerbau "Sibuaya" SBY Tak Pernah Tangkap Rakyatnya
10Berita - Kepolisian menangkap Sri Rahayu (32) di kediamannya di Desa Cipendawa, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Sabtu (5/8).
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri Brigadir Jenderal Fadil Imran mengatakan Sri diamankan karena diduga menyebarkan berbagai konten yang menghina Presiden Joko Widodo, lambang negara, sejumlah partai politik, serta organisasi kemasyarakatan.
Dia melakukan itu melalui akun Facebooknya yang diberi nama Sri Rahayu Ningsih (Ny Sasmita).
"Tersangka mendistribusikan puluhan foto-foto dan tulisan dengan konten penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo, beberapa partai, organisasi kemasyarakatan dan kelompok dan konten hoax lainnya," tutur Fadil, Minggu (6/8).
Dengan demikian, Sri masuk ke dalam barisan orang-orang yang juga pernah ditangkap karena diduga melakukan penghinaan kepada Presiden. Pada Juni lalu, dua orang juga ditangkap kepolisian terkait dengan dugaan penghinaan terhadap Presiden.
Terkait dengan hal tersebut, pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno mengatakan, penangkapan terhadap orang-orang yang menghina Jokowi itu bisa disebut sebagai simtom atau gejala pemerintahan Jokowi menuju pemerintahan yang anti-kritik.
Adi mengatakan bahwa belakangan ini banyak beredar fitnah dan kebencian, khususnya di media sosial. Banyak dari mereka berani melakukan itu karena berlindung di balik kata 'demokrasi'. seperti dikutip CNN.
SBY Dihina dengan sebutan "Sibuaya" Takpi Tak pernah Tangkap Rakyatnya.
Arsip tahun 2010 voa-islam.com SBY hanya tersinggung, tapi tak sampai menangkap rakyatnya sendiri
Tersinggung, Presiden SBY Sentil Kerbau 'SBY'
Para demonstran sudah kehabisan akal untuk menyampaikan aspirasi kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Setelah berbagai cara di tempuh, mereka berdemo dengan bahasa binatang kerbau. Tepat pada hari ke-100 pemerintahan SBY-Boediono, 28 Januari 2010 lalu, para pendemo membawa kerbau di Bundaran Jakarta.
Kerbau yang ikut berdemo itu telah dimake-up sedemikian rupa. Badan yang hitam diberi tulisan 'Si BuaYa' sebagai inisial namanya. Di bagian bokongnya ditempeli gambar kartun pria berpeci mirip Presiden SBY, dengan tulisan “turun!”
Kerbau tersebut berjalan bersama dua orang pendemo yang berdandan serba putih, dengan memakai celana pendek. Sementara kerbau yang terlihat 'bingung', hanya diam, tak tahu kenapa dia diarak di tengah ribuan manusia. Juga tak tahu kenapa ia diberi nama SBY (SiBuaYa).
Rupanya, aksi kerbau berinisial SBY itu memancing Presiden SBY untuk berkomentar. Pada saat memberikan pengantar pada pembukaan rapat kerja pemerintah dengan seluruh menteri dan para gubernur se-Indonesia di Istana Kepresidenan di Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, Selasa (2/2/2010) pagi, Presiden SBY minta agar demo dilakukan dengan mengindahkan norma-norma kepantasan. Presiden juga menginstruksikan agar persoalan ini dibahas bersama agar mendapatkan jalan keluar yang terbaik.
"Tolong dibahas dan diberi masukan, apakah unjuk rasa beberapa hari lalu di negara Pancasila, yang konon memiliki budaya, nilai dan peradaban yang baik, apakah harus seperti itu? Tanpa mengganggu demokrasi itu sendiri, kebebasan dan ekspresi dan sebagainya," tanya Presiden.
...Ada yang bawa kerbau, 'SBY badannya besar, malas dan bodoh seperti kerbau'. Apa itu ekspresi kebebasan dan demokrasi?" ungkap Presiden SBY...
Menurut Presiden SBY, pembahasan soal itu dilakukan agar semua pihak dapat menyelamatkan demokrasi, budaya, dan peradaban di Indonesia. Sebab, dunia menyaksikan aksi tersebut dengan teknologi yang canggih.
"Pembahasan itu bukan untuk memasung demokrasi. Demokrasi itu bagian dari reformasi kita, cita-cita kita. Namun, buatlah demokrasi yang bermartabat, demokrasi yang tertib dan mendorong kebersamaan dan kesatuan kita," lanjut Presiden yang mengenakan baju safari warna gelap.
Presiden kemudian memberikan contoh, "Saya memahami, akan tetapi banyak orang yang memberikan masukan yang menggelitik, 'Pak SBY apa ya cocok dengan loudspeaker yang keras lalu berteriak-teriak SBY maling, Boediono maling, dan menteri maling', dan tidak bisa diapa-apakan."
Lalu ditambahkan lagi oleh Presiden, "Ada yang bawa kerbau, 'SBY badannya besar, malas dan bodoh seperti kerbau'. Apa itu ekspresi kebebasan dan demokrasi? Juga foto diinjak-injak dan dibakar di mana-mana dan di daerah," ungkap Presiden lagi.
Selain menteri dan gubernur, pertemuan itu juga dihadiri oleh staf khusus dan sebagian Dewan Pertimbangan Presiden, pimpinan LPND, seperti Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Muladi, Kapolri, Panglima TNI, dan Jaksa Agung, serta pejabat pelaksana tugas pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Tumpak Haturongan Panggabean, dan penjabat gubernur Bank Indonesia (BI), Deputi Gubernur Senior BI Darmin Nasution.
Jika tidak merasa (gendut dan lamban), Presiden SBY jangan tersinggung
Meski aksi demonstrasi unik kerbau ”SBY” yang dilakukan oleh Yosep Rizal telah menjadi buah bibir secara nasional, sampai-sampai Presiden SBY sampai membahasnya dalam rapat kerja di istana Cipanas, namun Yosep mengaku jika aksi yang ia lakukan pada tanggal 28 Januari lalu tidak dimaksudkan untuk mengumpamakan seseorang dengan kerbau tersebut.
"Itukan maknanya banyak. Terserah orang mau menyimpulkan apa, yang jelas itu SBY sendiri yang meyimpulkan kalau dia gendut dan lambat," ujar Yosep Rizal santai di Jakarta, Rabu (3/2/2010).
Menurut Yosep, tidak seharusnya SBY menanggapi serius aksi yang ia lakukan pada perayaan 100 hari pemerintahan kabinet SBY tersebut. "Kalau dia tidak merasa (gendut dan lamban) jangan tersinggung dong," jelas Yosep.
...Kalau dia tidak merasa (gendut dan lamban) jangan tersinggung dong, jelas Yosep...
Kerbau “SBY” jilid dua
Meski Presiden SBY telah menyinggung demo sang kerbau ‘SBY’, namun para demonstran bertekad ingin mengadakan demo kerbau ‘SBY” lanjutan. Pada hari yang sama, para aktivis yang tergabung dalam gerakan Pemuda Cinta Tanah Air menyebarkan SMS undangan untuk mengadakan demo kerbau ’SBY’ jilid dua, berikut isi undangannya:
”'AYO DATANG & DUKUNG !!!: Demo Kerbau jilid 2 SileBaY, KEBO CENGENG ! Rabu 3 Februari 2009 pukul 11wib di Bundaran HI Jl MH Thamrin JakPus. - aktor tunggal: Yosep Rijal, Pemuda Cinta Tanah Air.'”
Yosep menjelaskan, aksi itu akan dilakukan dengan mengarak kerbau 'SBY' dengan mobil bak terbuka. Kerbau jilid dua ini akan diberi nama kerbau ”Si leBaY.” Yosep mengaku tidak pernah takut atau khawatir jika aksinya nanti akan mendapat hadangan dari pihak kepolisian. "Kalau dilarang itu berarti pemerintah sudah melarang hak warga untuk berekspresi," kata Yosep.
Rupanya, rencana demo kerbau 'SBY' jilid dua itu tidak semulus demo pertama. Aparat kepolisian berupaya menggagalkannya dengan menahan sang kerbau ”Si leBaY” di Kalimalang Jakarta Timur, saat dalam perjalanan dari Bekasi ke Jakarta. Aparat kepolisian mencegat 'Si Lebay' bersama sejumlah orang saat sedang diangkut memakai mobil pick up. Kerbau itu tidak diperbolehkan ikut demo dengan alasan mengganggu ketertiban umum. Meski tanpa kerbau ‘SBY,’ Yosep tetap menggelar demo di Bundaran HI.
"Teman-teman dari Bekasi, yang bertugas membawa kerbau, ditahan polisi dari Polda di Jalan Kalimalang. Katanya tidak boleh masuk ke Jakarta untuk demo karena mengganggu ketertiban umum," ujar Yosep Rizal saat menggelar demo di Bundaran HI, Rabu (3/2/2010).
Yosep lalu mengeluhkan tingkah polisi yang melarang kerbau itu masuk Jakarta. "Padahal tanggal 28 Januari lalu, kerbau itu aman-aman saja masuk Jakarta," keluh Yosep.
...Menurut Yosep, kerbau itu hanya sebagai simbol saja, bisa dimaknai apa saja. Maka aneh jika Presiden SBY memaknai kerbau itu untuk dirinya...
Menurut Yosep, kerbau itu hanya sebagai simbol saja, dan bisa dimaknai apa saja. Maka aneh jika Presiden SBY memaknai kerbau itu untuk dirinya.
"Lucunya SBY memaknai kerbau sebagai dirinya yang gendut, lamban dan bodoh," tutur Yosef.
Presiden SBY terlalu reaksioner hadapi demo Kerbau ’SBY’
Curhat Presiden SBY soal dirinya disamakan dengan kerbau dalam demo 28 Januari dinilai terlalu reaksioner dalam menghadapi kritikan yang diarahkan kepadanya. Cara komunikasi seperti ini kontraproduktif bagi seorang presiden.
"Secara komunikasi politik ini kurang baik. Seorang presiden yang terlalu banyak curhat sesuatu yang tidak substantif menjadi kontraproduktif karena masyarakat bisa menganggap SBY lebay (berlebihan-red)," ujar pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanudin Muhtadi dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (3/2/2010).
Dia menilai apa yang dilakukan SBY dengan mengeluhkan kerbau itu bagian dari politik melankolis yang mencoba mengail simpati masyarakat sebagai figur yang selalu dipojokkan. Politik melankolis memang tidak salah sama sekali. Masalahnya, kalau terlalu overdosis malah akan jadi bumerang dan bisa menimbulkan kemuakan masyarakat.
"Seperti soal ancaman pembunuhan dirinya pada kasus terorisme, soal kekhawatiran demo hari antikorupsi 9 Desember, dan terakhir pada demo 28 Januari. Saya khawatir bukan rasa iba yang didapat tapi malah muncul sinisme," katanya.
...SBY semestinya lebih fokus pada substansi kritikan dan bukannya pada pernak-pernik kritikan yang dialamatkan kepadanya...
SBY diminta tidak terlalu sering curhat soal kritikan yang dialamatkan kepadanya. SBY semestinya lebih fokus pada substansi kritikan dan bukannya pada pernak-pernik kritikan yang dialamatkan kepadanya.
"Fokus saja pada substansi, jangan pernak-perniknya," pungkasnya.
Suka Curhat, Wibawa Presiden SBY Merosot
Tindakan Presiden SBY yang suka menumpahkan unek-uneknya bisa mengakibatkan kewibawaannya merosot. Pemimpin seharusnya tegar dan tidak mengumbar cerita ke publik.
"Kalau satu sampai dua kali curhat, nggak apa-apa. Tetapi, kalau seringkali curhat, kita menganggapnya beda. Kalau SBY mungkin maksudnya untuk kampanye mencari simpati. Tetapi, bagi kita ini malah mengurangi kewibawaan. Mungkin beda kalau dia orang lemah. Tetapi dia kan penguasa," kata anggota Komisi III DPR Desmond J Mahesa di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (3/2/2010).
Menurut Desmond, penguasa seharusnya menunjukkan kepemimpinan dan ketegasan. "Persepsi saya, pemimpin harus orang yang tegar, tidak cerita ke publik, tidak berkeluh kesah," ujar dia.
Desmond menilai tindakan SBY menunjukkan fenomena kepemimpinan yang lemah. "Fenomena ini harusnya menjadi pikiran buat rakyat, ini nggak siap jadi pimpinan. Harusnya pemimpin mengayomi. Kalau pemimpin keluh kesah apalagi kita sebagai rakyat," papar politisi Gerindra ini.
Seluruh anak bangsa perlu bersikap arif. Demo dengan cara ’binatangisme’ memang tidak bagus, karena Indonesia adalah negeri berbudaya. Jika demo kerbau ’SBY’ itu dimaksudkan menyamakan Presiden SBY dengan simbol Kerbau ’SBY,” maka itu jauh dari akhlak manusiawi.
Presiden SBY jangan menafsirkan demo kerbau 'SBY' sebagai simbol untuk dirinya, jika pendemo itu tidak bermaksud demikian. Jawablah kritikan itu dengan bukti nyata yang konkret. Buktikan bahwa simbolisasi kerbau, gemuk, malas, lebay, buaya, dan maling itu tidak ada pada dirinya. Karena rakyat tak butuh curhat dan polemik. Rakyat sedang menunggu kinerja yang lebih cepat dan lebih baik.
Sumber: www.beritaislamterbaru.org
Suasana Perang Hantui Semenanjung Korea
Suasana Perang Hantui Semenanjung Korea

Ilustrasi – Peta Semenanjung Korea.. (inet)
10Berita – Washington. Saling ancam yang dilakukan oleh Korea Utara (Korut) dan Amerika Serikat (AS) menjadikan wilayah di Semenanjung Korea bersuasanakan perang. Selain itu, ketakutan juga melanda para penduduk pulau Guam karena diancam oleh Pyonyang untuk diserang dengan rudal balistiknya. Di waktu yang sama, sebuah surat kabar Tiongkok melaporkan, Beijing akan berada netral jika sekutu komunisnya itu diserang oleh Washington.
Kekhawatiran semakin memuncak di saat Pyongyang mengumumkan bahwa mereka telah menyusun rencana penyerangan pulau Guam pada pertengahan bulan ini. Guam merupakan sebuah pulau yang terletak di Samudera Pasifik dan terdapat di dalamnya dua pangkalan militer AS, laut dan darat, serta dilengkapi dengan empat rudal balistik antarbenua.
Suasana diperkeruh dengan rentetan ancaman yang keluar dari Presiden AS, Donald Trump. Meskipun, pihak Washington menegaskan bahwa mereka masih mencari opsi-opsi diplomatik.
Hari ini, Jumat (11/08/2017), surat kabar Global Times Tingkok mengabarkan, Beijing akan berlaku netral jika pada akhirnya Korut menyerang wilayah AS dan Washington membalas.
Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Australia, Malcolm Turnbull menegaskan, negaranya akan membantu AS jika nantinya diserang oleh Korut. Hal itu karena adanya perjanjian yang ditandatangani tahun 1951 silam.
Sedangkan Tokyo pada hari kemarin menegaskan, militernya akan menangkal setiap rudal yang diluncurkan Korut ke pulau Guam. Tindakan ini bukan tanpa alasan. Karena pemerintah Jepang menilai, setiap ancaman terhadap pulau tersebut, juga menjadi ancaman bagi keberadaan negeri Matahari Terbit tersebut.
Sekretaris kepala pemerintahan Jepang menyatakan, Tokyo dan Washington telah sepakat untuk meningkatkan kekuatan pencegahan bersama. Sebagaimana Korsel juga telah berulang kali memperingatkan tetangganya, Korut, itu.
Ketegangan di Semenanjung Korea semakin bertambah seiring dengan uji coba rudal yang dilakukan oleh Korut. Pada bulan Juli lalu, pihak Pyongyang meluncurkan dua rudal balistik antarbenua sebagai langkah uji coba.
Ketegangan mencapai puncak saat Dewan Keamanan Persatuan Bangsa-bangsa (DK PBB) menjatuhkan sanksi baru atas negara yang dipimpin oleh Presiden Kim Jong-un itu.
Presiden Trump menyebut pemimpin Korut itu dengan tidak menghormati negaranya. Bahkan, jika Korut berani menyerang pulau Guam, ancam Trump, maka Korut akan tertimpa serangan yang belum pernah dilihat seorangpun di dunia.
Namun begitu, di waktu bersamaan, Trump menegaskan bahwa negaranya masih berupaya menempuh langkah diplomatik dalam menyelesaikan krisis Korut ini.
Sedangkan Menteri Pertahanan (Menhan) AS, James Mattis menyebutkan, perang antara AS dan Korut akan menjadi bencana. Ia menegaskan, negaranya sangat siap untuk segala kemungkinan perang. Namun, jalur diplomasi masih menjadi fokus negaranya untuk saat ini. (whc/)
Sumber: Aljazeera.net, dakwatuna
Iwan Tjahyadikarta Meninggal Dunia, 9 "Naga" Kini Tersisa 8
Iwan Tjahyadikarta Meninggal Dunia, 9 "Naga" Kini Tersisa 8
Berita duka cita datang dari taipan Cina atau Tiongkok. Pengusaha Iwan Tjahyadikarta (Eng Thiong) meninggal dunia pada usia 65 tahun. Pria yang dikenal sebagai satu dari 9 ‘naga’ Indonesia itu menghembuskan nafas terakhir di Krankenhaus Nordwest, Frakfurt, Jerman, Rabu (9/8/2017), pukul 11:27 waktu setempat atau 16:27 WIB.
Jenazah dipulangkan ke Indonesia untuk disemayamkan di rumah duka, Jalan Prapanca Dalam 6 nomor 11, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Iwan Tjahyadikarta meninggalkan 5 istri, 13 anak, 4 menantu, dan 12 cucu.
Iwan Tjahyadikarta dikenal sebagai pengusaha Jakarta yang keluar dari bisnis keluarganya untuk membangun bisnis dealer mobil, Sumber Auto Graha pada 1980-an.
Memasuki 1990-an, Iwan Tjahyadikarta merambah bisnis properti. Kemitraannya dengan Yan Mogi dalam SMR Group menghasilkan sejumlah properti, seperti apartemen Mitra Oasis (Allison Residence), Mitra Sunter, Mal Artha Gading, dan Senayan Residence.
Keluarga Tjahyadikarta mempunyai banyak lahan dan sering diajak kerja sama. Salah satunya oleh Agung Podomoro Group untuk membangun Aston Hotel di Braga, Bandung.
Iwan mempercayakan bisnis properti yang sudah dirintisnya kepada anak keduanya, yaitu Budiman Tjahyadikarta.
Pada 2000, Budiman diminta pulang dari Australia oleh Iwan untuk membantu dalam pengelolaan Hotel Alila di Pecenongan, Jakarta. Ayah Budiman memiliki gedungnya, sementara paman Budiman menjadi operator hotelnya.
Di tahun 2004, adik bungsu Budiman, Donny Tjahyadikarta bergabung dalam pengelolaan Alila Hotel Pecenongan. Alila Hotel merupakan international chain hotel. Budiman dan Donny mendapatkan peluang untuk belajar mengembangkan bisnis keluarga ketika bergabung di Alila Hotel.
Saat ini Budiman dan Donny sedang mengembangkan bisnis operator hotel bernama Hotel International Management (HIM), yang sudah dimulai sejak 2012. Satu hotel yang mereka miliki dalam bendera HIM adalah Sparks Hotel di Mangga Besar dengan kamar sebanyak 114 buah.
Iwan memang memiliki beberapa lokasi properti yang ingin dikembangkan Budiman dan Donny untuk perhotelan, yang sudah berjalan Sparks Hotel di Mangga Besar.
Iwan adalah satu dari 9 "Naga" bersama Tommy Winata, Sugianto (Aguan), Arief Prihatna (Cocong), Edi Winata, Kwee Haryadi kumala (A Sie), James Tjahya Riyadi Kumala (Sui Teng), Hari Tanoe Soedibyo, Iwan Cahyadi Karsa (Eng Tiong) dan Johnny Kesuma. Demikian dilansir dari Suara Harapan.
Sumber: SH, Wajada
Dikit-dikit RADIKAL... DULU Said Aqil Tuding Salman ITB Radikal, SEKARANG Full Day School
Dikit-dikit RADIKAL... DULU Said Aqil Tuding Salman ITB Radikal, SEKARANG Full Day School
Said Aqil: Full Day School Munculkan Generasi Radikal
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj kembali mengeluarkan pernyataan kontroversi. Kali ini terkait Full Day School (FDS) atau sekolah lima hari yang ditolak PBNU. Said Aqil menyebut FDS akan memunculkan generasi radikal.
"Karena full day school pulang sore, anak-anak tidak kenal akhlak. Maka saya jamin akan muncul generasi radikal," kata Said Aqil di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis 10 Agustus 2017 malam.
Jika dengan penerapan full day school, dinilai paham-paham radikal akan semakin berkembang. Salah satu faktor penangkalnya yakni dunia pesantren telah tergerus pemberlakuan aturan tersebut.
"Betapa pesantren telah berhasil membangun karakter bangsa. NU tidak bertanggung jawab kalau muncul anak-anak radikal," ujar Said.
Link: http://www.viva.co.id/berita/nasional/945480-said-aqil-full-day-school-munculkan-generasi-radikal
DULU... Said Aqil menuding kampus-kampus menjadi sarang penyebaran radikalisme, terutama Masjid Salman ITB.
Ketua PBNU: Radikalisme Menyebar ke Kampus, Terutama Masjid Salman ITB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj menjelaskan nilai-nilai radikal sudah menyebar ke sejumlah lembaga pendidikan tinggi di Tanah Air.
"Seperti di ITB, IPB, ITS dan lainnya. Terutama ITB lewat Masjid Salman," ujar Said pada peluncuran Pusat Komando dan Kartu Pintar Nusantara di kantor NU, Jakarta Pusat, pada Senin 22 Mei 2017.
Setelah banyak diprotes, akhirnya Said Aqil minta maaf pada Salman ITB.
Said Aqil Mengaku Khilaf dan Mohon Maaf
http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/17/05/25/oqi2zp396-kiai-said-aqil-mengaku-khilaf-dan-mohon-maaf
DIKIT-DIKIT KOK SENENGNYA NUDUH RADIKAL.
KALAU YANG GAK SEJALAN KOK LANGSUNG TUDUH RADIKAL...
Seharusnya sebagai tokoh umat mengayomi, menyejukkan dan memadamkan. Jangan malah menyulut kompor.
Sumber: Portal Islam
Embargo Saudi Cs Pada Qatar Menjadi "Berkah" Bagi Indonesia
Embargo Saudi Cs Pada Qatar Menjadi "Berkah" Bagi Indonesia
10Berita~Embargo Arab Saudi dan sekutunya seperti Mesir, Uni Emirat Arab, Yaman, Libya kepada Qatar, memberikan "berkah" tersendiri bagi Indonesia. Pasalnya hal itu membuka peluang investasi bagi perusahaan asal Indonesia, setidaknya ada lima Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia yang mendapat tawaran menggarap infrastruktur Piala Dunia 2022.
"Qatar sedang punya gawe besar Piala Dunia 2022. Saat ini mereka menyiapkan hal itu. Salah satunya meminta barang produksi Indonesia yang dikirim ke sana (Qatar, red)," ujar Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Komite Tetap Timur Tengah, Fachry Thaib di Jakarta, Kamis (10/8).
Menurutnya pemerintah Qatar sangat suka dengan barang-barang produksi yang berhubungan dengan Indonesia. Maka, pihaknya menangkap keinginan itu dengan mengundang enam BUMN yang memungkinkan dapat memenuhi kebutuhan untuk membangun infrastruktur Piala Dunia di negara teluk tersebut. "Bagi Qatar, Indonesia memproduksi barang kebutuhan mereka. Apapun mereka minta dan kita punya. Kita pun mengajak enam BUMN," ungkapnya.
Enam perusahaan pelat merah yang dimaksud yakni PT Pembangunan Perumahan (PP), PT Wijaya Karya (Wika), PT Semen Indoensia (Persero) Tbk, PT Industri Strategis (Dahana) dan PT Pindad (Persero) Tbk. Sambung Fachry, kelima BUMN tersebut mempunyai spesifikasi produksi, dimana sangat dibutuhkan Qatar untuk mempersiapkan pembangunan infrastruktur pendukung Piala Dunia.
"PT Semen Indoensia salah satu yang paling agresif mengambil kesempatan itu. Bahkan, manajemem BUMN produksi semen terbesar itu berencana melakukan akuisi salah satu perusahaan semen di Jordania," paparnya. ()
Sumber: Sindonews
Orang Tua Pintu Surga Anak
Orang Tua Pintu Surga Anak
10Berita, JAKARTA -- Berbuat baik kepada kedua orang tua sangat dianjurkan bagi seorang anak. Anjuran tersebut juga salah satu perintah Allah SWT yang dituangkan dalam Alquran. Seperti ayat Alquran surah al- Isra' 23-24 yang berbunyi, "Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua."
Dalam Alquran pun, Allah SWT meng gandengkan tauhid dengan ber bakti kepada orang tua sebanyak empat kali. Itu menandakan kedudukan orang tua sangat agung, sehingga disandingkan dengan masalah tauhid. Itu juga yang dijelaskan oleh Ustaz Bendri Jaisyurrah man pada kajian rutin Remaja Islam Sunda Kelapa (RISKA), Jumat (4/8). Ustaz Bendri mengingatkan kepada remaja Muslim untuk meningkatkan bakti kepa da orang tua. "Orang tua itu pintu surganya anak," ujar Ustaz Bendri.
Namun, Ustaz Bendri menyayangkan masih banyak anak yang kurang berbakti kepada orang tua. Ia mencontohkan ba nyak anak-anak yang menjelekkan orang tua di media sosial. Untuk itu, kaji an ten tang pentingnya berbakti kepada orang tua perlu digalakkan. Fenomena banyak nya kaum muda yang semakin gemar mengikuti kajian di masjid merupakan kesempatan untuk memberikan anjuran agar berbakti kepada orang tua sesering mungkin.
"Materi ini sejatinya selalu mengingatkan mengapa di tengah genarasi saat ini dengan dahsyatnya anak-anak muda semangat belajar ngaji, tapi sebagian begitu rusaknya hubungan dengan orang tuanya," kata Ustaz Bendri. Dia mengungkapkan alasan pentingnya berbakti ke pada orang tua. Ia mengatakan, kema rahan Allah SWT juga melekat kepada orang tua. Itu sebabnya, tuturnya, me nyakiti orang tua sama halnya membuat marah Allah SWT.
Berbuat baik kepada orang tua, Ustaz Bendri menegaskan, ada hubungannya dengan tauhid. Kedua orang tua harus mendapatkan kebaikan pertama kali sebelum kepada masyarakat lainnya.
Tindakan tersebut salah satu cara memperbaiki tauhid seseorang. "Orang yang berbuat baik kepada masyarakat, tapi orang terdekatnya tidak merasakan ke baikan maka itu petaka. Kalau dia benar tauhidnya maka orang terdekatnya harus merasakan agar berbuat baik kepada ibu dan bapaknya," kata Ustaz Bendri.
Dia juga menekankan agar anak me latih kesabaran dalam berbakti kepada orang tua. Pasalnya, tidak semua orang tua mempunyai sikap yang baik. Kendati demikian, sebagai seorang anak tetap wajib berbuat baik kepada mereka. Men dapatkan orang tua yang kurang baik, me nurut dia, merupakan ujian nilai ke tauhidan seorang anak. Selain itu, seba gai kesempatan berbuat baik kepada orang tua. Terlebih, jelasnya, tidak ada ajaran syariat satu pun yang mengajarkan berbuat kasar kepada orang tua. "Perbaiki tauhid berbuat baik kepada orang tua. Minimal, tidak menyakiti," tegas dia.
Ustaz Bendri menambahkan, se orang anak harus berbuat baik kepada orang tua dengan landasan ihsan.
Dengan begitu, anak akan merasa terus diawasi oleh Allah SWT di mana pun berada. Untuk itu, mereka tidak akan mem punyai niat sedikit pun untuk me nyakiti orang tuanya. Jamaah cukup an tu sias mengikuti kajian tersebut. Ratusan orang, baik perempuan maupun laki-laki dengan khusyuk mendengarkan cera mah yang disampaikan oleh Ustadz Bendri. Mereka mulai memadati masjid Sunda Kelapa sejak shalat Maghrib hingga selesai kajian.
Fahri, salah seorang jamaah, me nyam but baik pengajian tentang pen tingnya berbakti kepada orang tua. Bagi Fahri, ilmu yang didapatkan dari pengajian tersebut bisa diajarkan kepada anakanaknya. "Ini ilmu penting bagi saya karena saya punya dua anak yang masih kecilkecil," ungkap Fahri kepada Republika, usai pengajian.
Warga Menteng Pulo itu mengaku sering menghadiri acara pengajian, ter utama yang bertemakan keluarga. Ha rap annya, ilmu yang didapatkan bisa membawa berkah kepada kehidupan keluarganya.
Mudzakir, jamaah lainnya, juga tak jauh berbeda dengan Fahri. Ia tidak pernah absen mengikuti kajian yang diselenggarakan oleh Masjid Sunda Kelapa.
Mudzakir juga sering kali datang ke berbagai majelis taklim guna mencari ilmu. "Saya sering ikut kajian, nggak hanya di sini. Ya, biar bermanfaat buat diri saya sendiri," kata Mudzakir.
Menurut Mudzakir, kajian tentang berbakti kepada orang tua sangat pen ting. Mudzakir yang saat ini masih lajang akan berusaha berbakti kepada orang tua. Ia menyadari, selama ini masih kurang dalam melayani kedua orang tuanya
Sumber: Republika
Nasihat-Nasihat Imam Ghazali untuk Penguasa (3)
Nasihat-Nasihat Imam Ghazali untuk Penguasa (3)
10Berita, JAKARTA -- Menurut Al Ghazali, Umar bin Abdul Aziz sudah terbebas dari kegelisahan yang diakibatkan sebab-sebab dari luar dan dalam diri. Dia tidak lagi dicengkeram oleh kepedihan dan kesenangan demi mencapai tujuan-tujuan luhur yang lebih unggul.
Al Ghazali menulis, manusia diberi kehendak terbatas. Tergantung apakah ia akan mengenali wujudnya dengan mengutamakan diri dan kepentingannya atau mencampakkan kepentingannya dan mengidentifikasi diri secara khusus dengan Allah di dalam dan di luar dirinya.
Al Ghazali pun berpesan, Tuhan telah mengangkat Syahibul Islam sebagai seorang perdana menteri di Kerajaan Seljuk. Waktunya tiba bagi Syahibul Islam untuk menginginkan tingkatan lebih tinggi dari sekadar menjadi pejabat.
"Jika Anda memperolehnya dan merasa puas dengannya, Anda akan teralihkan dari tahap ini menu ju tahap lain yang lebih tinggi. Anda akan terpalingkan ke arah yang lebih terhormat dan akan diganjar dengan perasaan kecu kupan diri. "
Untuk itu, Al Ghazali memberi wasiat agar manusia lepas dari ketergantungan ke pada selain Allah. Hawa nafsu ditanggalkan untuk bisa mengatasi yang lain-lain. Jiwa mesti sama sekali tenggelam di dalam uzlah dan menjadi tenggelam sehingga ia kembali ditemukan. Musuh yang sebenarnya ada pada dalam diri kita yang harus diperangi.
Ruh pengabdian sebenar nya menuntut agar kita bersyukur kepada Allah dalam kemakmuran dan bertawakal dalam kesengsaraan. Allah berfirman. "Katakanlah, dengan karunia Allah dan rahmat-Nya hendaklah mereka dengan itu bergembira. Karunia Allah dan rahmat- Nya itu adalah lebih baik dari apa yang me reka kumpulkan." (QS Yunus:58).
Al Ghazali pun menyayangkan akan orang-orang yang menggantungkan kebahagiaan kepada manusia. Padahal, manu sia tempat mereka bergantung tidak luput dari kesalahan dan membuat kerusakan. Allah SWT pun membuat perumpamaan. "Per umpamaan orang-orang yang meng am bil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat ru mah. Dan, sesungguhnya rumah yang pa ling le mah adalah rumah laba-laba jika sa ja mere ka mengetahui." (QS Al Ankabut: 41).
Menurut Al Ghazali, tidak ada satu pun kekuatan dan kekuasaan selain Allah. Pada zaman ini, manusia dipenuhi berbagai ke su litan dan kehinaan hanya karena ketergantungan mereka kepada dunia. Mereka tidak acuh kepada akhirat dan Hari Per hitungan yang pasti akan tiba. "Jika Anda lebih mempercayai Rabb Anda ketimbang manusia, Anda lebih setia kepada-Nya dan Dia benar-benar Rabb Anda."
Lebih lanjut, Al Ghazali pun mendoa kan Syahibul Islam agar Allah menjadi kan nya selalu selaras dengan perintah-pe rintah dan keagungan rohani-Nya. Dia ber doa semoga Allah SWT memampukan perdana menteri untuk menyelenggarakan tugas-tugas seorang hamba Allah bagi orang yang tertekan. "Kekuasaan dan ke kuatan terletak di tangan Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang." (Disarikan dari buku Surat-Surat Al Ghazali kepada Pa ra Penguasa, Pejabat Negara dan Ulama kar ya Abdul Qayyum).
Sumber: Republika
Nasihat-Nasihat Imam Ghazali untuk Penguasa (2)
Nasihat-Nasihat Imam Ghazali untuk Penguasa (2)
10Berita, JAKARTA -- Abu Hamid Muhammad Al Ghazali meneruskan surat-suratnya kepada penguasa. Kali ini, dia menulis surat kepada Yang Mulia Syihabul Islam, seorang perdana menteri dari Kerajaan Seljuk yang hidup sekitar abad ke-11. Imam Al Ghazali menasihati Syihabul Islam agar tidak terjebak kepada penyakit hati.
Al Ghazali menjelaskan, penyakit fisik dan penyakit hati adalah sesuatu yang berbeda. Penyakit yang paling umum terjadi dan berakibat fatal adalah penyakit hati. Menurut Al Ghazali, hanya dengan berzikir dan mengingat Allah penyakit hati itu bisa ditaklukkan.
"Hai manusia, sesungguhnya telah datang pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) di dalam dada." (QS Yunus :57).
Dengan mengingat Allah, hati manusia bisa menikmati kedamaian sejati. Menda pat kan kedamaian dalam hidup yang pe nuh keperihan adalah hal terbaik di antara semua. Di sisi lain, orang dengan hati yang telah mati tidak bisa mendatangkan ke akrab an dengan Allah SWT. Peringatan ha nya bisa dirasakan oleh orang-orang 'ber hati'.
"Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati." (QS Qaf:37).
Pada surat lainnya, Al Ghazali mendorong agar sang perdana menteri bisa menanjak ke capaian sejati yang lebih tinggi. Menurut sang imam, ada dua jenis maqamat atau kebijakan capaian. Pertama adalah kebenaran, kedua adalah kesalahan. Seseorang yang mengangkat dirinya menuju Dia akan mendapatkan kebenaran.
Yang menilai objek-objek duniawi lebih daripada-Nya tidak akan mendapatkan apa-apa kecuali kepalsuan. "Dan orang yang menghalangi pandangannya untuk mengingat Yang Maha Pemurah kami tu run kan kepadanya setan yang akan men jadi temannya." (QS Az Zukhruf:36).
Al Ghazali lantas menukil kisah Khalifah Umar bin Abdul Aziz sebagai sosok moralis praktis. Sebelum berkuasa, ketika sepotong pakaian berharga seribu dinar dibawa kepadanya, Umar berkata: "Aduh, pakaian ini terlalu kasar untuk kupakai." Namun, setelah berkuasa, jika sepotong pakaian seharga lima rupee dibawa kepadanya, ia akan berkata: "Pakaian ini terlalu baik untuk kupakai."
Umar, kata Al Ghazali, lantas mengungkapkan, betapa inginnya dia mengenakan pakaian dari karung yang sedemikian kasar. Umar bertamsil, dengan memegangnya saja, kulit tangannya akan tergores di sana-sini.
Sebelum pengangkatannya sebagai khalifah, dia memiliki cita rasa sedemikian halus sehingga tidak bisa berpuasa dengan apa yang diperolehnya. Dia pun selalu berupaya untuk mendapatkan hal yang lebih baik.
"Tetapi, setelah pengangkatan, saya mengikuti suatu disiplin yang keras dan menjalani kehidupan yang begitu sederhana dan prihatin sebagai seorang fakir paling miskin. Saya selalu ingin sedikit saja dan saya selalu mendapatkan yang sedikit dari yang saya ingini itu."
Sumber: Republika
Pahala Menafkahi Keluarga Amat Besar, Berbanggalah Engkau yang Menafkahi Keluarga dengan Jalan Halal
Pahala Menafkahi Keluarga Amat Besar, Berbanggalah Engkau yang Menafkahi Keluarga dengan Jalan Halal
Ditulis Oleh Administrator Dibaca 1086 Kali
Pahala Menafkahi Keluarga Amat Besar
Sangat mengherankan jika ada yang menolak untuk menafkahi keluarganya, atau memberi nafkah sekadarnya, padahal balasan yang dijanjikan untuk para pencari nafkah sangat luar biasa.
Sahabat Ummi, tulisan ini bisa menjadi penyemangat para suami untuk memberi nafkah terbaik pada anak istri. Juga menjadi penyemangat anak-anak muda yang bekerja menjadi tulang punggung untuk orangtuanya.
Ketahuilah bahwa uang yang engkau keluarkan untuk menafkahi keluargamu jauh lebih besar pahalanya daripada memerdekakan seorang hamba sahaya/budak. Maasya Allah...
Dari Abu Hurairah, Nabi bersabda, "Satu dinar yang engkau keluarkan di jalan Allah, lalu satu dinar yang engkau keluarkan untuk memerdekakan seorang budak, lalu satu dinar yang engkau keluarkan untuk satu orang miskin, dibandingkan dengan satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu maka pahalanya lebih besar (dari amalan kebaikan yang disebutkan tadi),” (HR. Muslim no. 995).
Dalam Islam, ada prioritas dalam bersedekah. Jika harta kita seadanya saja... maka nafkahkanlah untuk keluarga seoptimal mungkin. Jika harta kita melimpah ruah, setelah keluarga inti tercukupi... pastikan orang-orang yang menjadi tanggungan kita lainnya juga terpenuhi kebutuhannya. Misalnya... para pekerja yang kita miliki, pengasuh anak, jangan sampai mereka bekerja sambil menggerutu karena kebakhilan majikannya.
Setelah itu, prioritaskan keluarga dan kerabat yang mungkin memiliki utang, atau telah menjadi janda, memiliki anak yatim. Jangan sampai kita mengabaikan mereka.
Selanjutnya, tengok tetangga kanan dan kiri, apakah mereka bisa tidur dalam keadaan perut terisi? Ataukah kita membiarkan tetangga kelaparan sedangkan kita berlebihan harta?
Jangan lupakan pula hak-hak saudara kita yang sedang berjuang di jalan Allah. Saudara-saudari kita sesama muslim di belahan dunia lain yang tertindas oleh kezaliman.
Demikianlah prioritas dalam bersedekah atau menginfakkan harta kita. Jangan sampai kita selalu pencitraan sedekah ke sana ke mari, namun keluarga dan orang-orang terdekat merasa tidak mendapat manfaat dari kelebihan harta yang kita miliki. Astaghfirullah.
Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)
loading...
Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).
Sumber: Ummi Online
(Video) Suara Hati Mualaf Merry Sinaga, Rela Tinggalkan Keluarga Demi Pertahankan Iman
(Video) Suara Hati Mualaf Merry Sinaga, Rela Tinggalkan Keluarga Demi Pertahankan Iman
10Berita~JAKARTA - Iman memang tidak bisa diwarisi. Iman itu harus dicari dan diperjuangkan. Dan inilah yang terjadi kepada Merry Sinaga yang dari terlahir dari keluarga Kristen taat namun hidayah Allah membuatnya lebih memilih Islam meninggalkan agama keluarga besarnya.
Demi mempertahankan Iman Islam-nya, Merry rela meninggalkan keluarga besarnya dan semua kebahagiaan duniawi yang selama ini dia rasakan.
"Saya meninggalkan keluarga karena saya ingin bisa beribadah kepada Allah," ujar Merry kepada Voa Islam beberapa waktu yang lalu.
Alhasil, keputusannya meninggalkan keluarga menuai murka dan kemarahan keluarga besarnya bahkan teman yang mengantarkan dia ke Mualaf Center Darussalam diancam akan dibunuh.
Simak video lengkapnya:
Sumber: voa-islam
NU Kok Berubah Jadi FPI Ehh…FPM?
NU Kok Berubah Jadi FPI Ehh…FPM?
NU Kok Berubah Jadi FPI Eh…FPM?
Oleh: Choirul Anam
(Dewan Kurator Museum Nahdlatul Ulama)
JUDUL di atas kepeleset karena diganggu cucu saya yang mengikuti FDS (Five Day School) tapi juga tetap belajar di Madin (Madrasah Diniyah). Jadi, bukan FPI yang dimaksud tapi FPM (Front Pembela Madin). Ini gara-gara saya baca viral di medsos, Ketua PWNU KH Hasan Mutawakkil bersama beberapa kiai Jawa Timur berencana akan melakukan demo besar-besaran di depan Istana Negara untuk menolak FDS dan Permendikbud No.23/2017. Mengapa? Sebab, demo kecil-kecilan yang dilakukan NU dan PKB di Pasuruan, Lumajang, Semarang dan Purwokerto Jawa Tengah tidak ngefek alias tidak digubris.
Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar pun, dengan garangnya akan menarik dukungan terhadap Presiden Jokowi dalam Pilpres 2019, jika FDS tetap dipaksakan berlakunya. Bahkan NU Online, Rabu (9/8), mengutip pernyataan wakil ketua Lakpesdan PBNU, Muzaki Wahid, dengan judul bernada ancaman: Presiden Jokowi dan Mendikbud Muhadjir akan dicatat dalam sejarah sebagai “Pembunuh Madin”. Lebih miris lagi PWNU Jatim akan mufaraqah (berpisah) dengan pemerintah jika tuntutannya tidak dipenuhi. Wow…keren…!
Dalam sejarahnya, NU pernah bersikap super keras ketika imperialis Kerajaan Protestan Belanda ingin kembali menjajah Indonesia. Tidak ada kompromi, pada 22 Oktober 1945, NU mengumpulkan seluruh konsul se- Jawa dan Madura mengeluarkan Resolusi Jihad fi Sabilillah. Apakah FDS sudah segawat itu? Apakah Mendikbud Muhadjir Efendi sudah sekelas Snouck Hurgronje atau Van Der Plas? Sehingga perlu distigma sebagai “Pembunuh Madin”? Mendikbud Muhadjir yang saya kenal adalah seorang santri tulen, mustahil punya niat mematikan Madin.
Untuk mengetahui realitas lapangan, saya lalu bertanya cucu-ku tadi. Kamu sekolah berapa hari dalam sepekan? “Lima hari, Senin sampai Jum’at. Tapi pulang agak sore, pukul 16.00. Tapi saya masih tetap ikut belajar di Madin sampai setelah maghrib,” kata cucu saya. Apa enggak capek? “Enggak Kung, malah enak, hari Sabtu saya bisa ikut latihan bela diri dan les musik. Hari Ahad jalan-jalan sama ayah dan bunda,” kata sang cucu dengan ceria.
Saya sendiri, dibantu beberapa kawan yang melek tujuan utama bernegara, tujuan utama Indonesia merdeka, salah satunya adalah ikut mencerdaskan kehidupan bangsa, sejak tahun 1990 mendirikan sekolah mulai dari PAUD, TK, Madin, SD, SMP, SMA, MTs, MA dst. Dan ketika ada FDS, semua stakeholderberkumpul lalu berembuk untuk melakukan pengaturan lebih baik lagi. Tidak ada masalah, aman-aman saja. Kenapa mesti takut? Apa yang ditakuti dari FDS? Toh…di kalangan NU justru dikenal adagium FDNS (Full Day and Night School), bukan cuma FDS bro…!
Kemudian saya beralih bertanya pada keponakan yang sekolah di desa. Berapa hari kamu sekolah dalam sepekan? “Enam hari paman, Senin sampai Sabtu, pulang sekolah pukul 12.00 atau 13.00, lalu bantu bapak-ibu cari makanan ternak atau yang lain,” katanya. Sore hari? “Belajar agama di Madin,” katanya lagi. Lalu bapaknya menimpali, “ya mohon dimaklumi karena sekolahannya miskin fasilitas.”
Karena belum puas, saya lantas tanya pengurus NU yang saya anggap cukup cerdas. Apa yang dikuatirkan NU terhadap pelaksanaan FDS? “Lho…banyak, ada sembilan aspek,” jawabnya sambil nerocos memaparkan sembilan aspek mulai dari aspek akademis, Sarpras (sarana-prasarana), ekonomi, keamanan, sosial, kompetensi akademik, mental spiritual, keharmonisan keluarga dan aspek sistem pendidikan itu sendiri. Dari sembilan aspek yang didalihkan untuk menolak FDS itu, menurut hemat saya, tidak ada satupun yang esensial. Semuanya bertumpu pada masalah teknis dan minimnya Sarpras pendidikan yang, bila segera dipenuhi, akan bisa terselesaikan dengan sendirinya.
Persoalan pokoknya, dengan demikian, bukan terletak pada kebijakan FDS atau Permendikbud No. 23 Tahun 2017 yang, ternyata juga tidak ada paksaan dalam pelaksanaannya. Bahkan anak didik juga tidak perlu pulang larut sore. Permasalahan sesungguhnya, justru pada aspek pemenuhan fasilitas sekolah baik menyangkut ketersediaan dan kesiapan guru maupun Sarpras. Inilah persoalan inti yang, seharusnya, diperjuangkan NU yang kini mulai kesengsem mengikuti pola gerakan PKB. Sejauh mana komitmen pemerintah sebagai alat negara mem-fasilitasi dunia pendidikan? Meski sudah ada BOS, BOPDA, BOS MADIN, BOS SLTA dan Bantuan Sarana Penunjang SMK, pemerintah wajib memberikan dan meningkatkan fasilitas secara merata (tanpa pandang bulu) kepada seluruh sekolah (negeri maupun swasta), sehingga tidak ada lagi sekolah yang surplus dana tapi sebagian besar lainnya justru miskin fasilitas.
Itulah akar masalah dunia pendidikan kita yang mestinya dikritisi NU secara terus menerus. Karena faktanya, di Jawa Timur saja, masih banyak anak orang miskin tidak sekolah. Masih banyak orang tua menanggung beban berat biaya sekolah anaknya. Masih banyak anak yang putus sekolah karena harus membantu orang tuanya mencari nafkah. Banyak sekali gedung sekolah yang rusak (bahkan nyaris ambruk) karena tidak ada biaya untuk memperbaikinya. Lalu kemana APBN dan APBD yang triliunan itu dibelanjakan?
Pendidikan gratis didengung-dengungkan para pejabat pemerintah, kenyataan di lapangan justru sebaliknya. Jika hari ini kita akan memperingati 72 tahun Indonesia merdeka, rakyat di bawah hanya bisa mengelus dada sambil meratapi besarnya biaya sekolah anaknya. Rakyat kebanyakan sesungguhnya menagih janji kapan terwujudnya tujuan utama Indonesia merdeka, kapan terlaksananya tujuan utama bernegara seperti yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945, yaitu untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan berpartisipasi dalam ketertiban dunia.
Contoh di Jawa Timur sendiri, sudah terdengar lama pernyataan para pemimpin bahwa pendidikan di wilayah paling timur Pulau Jawa ini, diselenggarakan secara seksama dan gratis mulai dari SD sampai SMA. Benarkah? Ternyata, tong kosong nyaring bunyinya. APBD Provinsi Jawa Timur yang berkekuatan 23 T, hanya sebagian kecil yang disalurkan untuk pendidikan. Tahun 2015 APBD Jatim hanya mengucurkan 2,2% untuk pendidikan, tahun 2016 menurun lagi cuma 1,7% dan tahun 2017 bisa jadi melorot lebih rendah lagi.
Persoalan keseriusan pemerintah menyediakan anggaran untuk pendidikan inilah yang, seharusnya, dikontrol ketat oleh NU Jatim. Kenapa Gubernur Soekarwo hanya mengalokasikan belanja pendidikan sekecil itu? Kenapa politisi PKB di DPRD Jatim tidak memperjuangkan anggaran pendidikan yang layak dan cukup? Jangan malah sibuk mengajak NU demo FDS, sementara oknum legislatornya mencari setoran suap ke dinas-dinas hingga ditangkap KPK.
Banyak kawan NU yang prihatin dan mengirim pesan pendek yang intinya, menyayangkan sikap keras NU menolak FDS yang terkesan sangat politis. Mereka bahkan menganggap sikap boikot yang disertai ancaman dan demo-demo itu sudah out of control. “Sudah di luar karakter NU,” tulis mereka. Lalu saya pura-pura tanya kenapa, karena sebab apa kok akhir-akhir ini gerak dan sikap NU seperti kehilangan substansi?
Di luar dugaan, mereka serempak menjawab, “Itulah buah muktamar Jombang (Muktamar NU ke 33 di Jombang, Agustus 2015–red). Muhaimin Isandar berhasil menjadikan NU sebagai sayap PKB. Jangan-jangan sejatinya Muhaimin yang ingin jadi Mendikbud.”
Sebagai politisi sah- sah saja ingin jadi menteri. Apa lagi dia sudah berkali-kali ketemu presiden, ‘kan tinggal minta jatah saja, kata saya. “Ya memang, tapi kalau jadi menteri lagi jangan seperti dulu, ada kasus bingkisan lebaran ditaruh dalam kardus durian. Untung saja KPK sekarang gampang lupa,” jawab mereka terkekeh-kekeh. Benarkah jawaban mereka? Wallahu’alam bisshawab. (*)
Sumber: http://duta.co/nu-kok-berubah-jadi-fpi-eh-fpm/, PI
Najwa Shihab Mundur dari Metro TV Untuk Jadi Menteri Jokowi?
Najwa Shihab Mundur dari Metro TV Untuk Jadi Menteri Jokowi?
Oleh: Samson Rahman
Mundurnya Host Mata Najwa Metro TV, Najwa Shihab sangat mengejutkan banyak pihak dan sekaligus menimbulkan tanda tanya besar dari banyak kalangan. Pertanyaan bersliweran menilik mundurnya presenter cantik dan cerdas itu. Najwa yang sudah tujuh belas tahun bekerja di Metro tentu saja merupakan aset sangat berharga bagi tv berita itu. Acara Mata Najwa yang digadang Najwa tak kalah menariknya dari acara ILCnya Karni Ilyas di TV One. Walaupun ada beberapa orang yang menganggap Najwa kadang berpihak pada arahan politis para owner metro tv di mana dia mengabdi sebagai jurnalis yang ditunggu dan tak jarang dikritisi dengan sangat keras dan tajam.
Najwa yang selama ini bergelut di Metro TV merasakan tempat yang pas dan cocok untuk artikulasi dan aktualisasi dirinya ssbagai jurnalis handal dan kompeten. Namun kenapa Najwa mundur? Ini pertanyaan yang jawaban pastinya hanya Najwa yang tahu dan dia yang berhak memberi jawaban walaupun pasti dia tidak akan menyingkap dan mengungkap semua drama di balik pengunduruan dirinya yang terkesan mendadak.
SPEKULASI
Ada asumsi dan anggapan paling gamblang dan sangat mencolok bahwa Najwa mundur karena dia dianggap tidak lagi patuh pada arahan "boss" yang ditandai pembangkangan dia saat mewancarai Novel Baswedan di Singapura yang sedang menjalani pengobatan serius akibat tindakan kriminal "serius" namun ditangani dengan cara tidak serius.
Najwa ingin memantik agar semua pihak melakukan penanganan serius sehingga Najwa Shihab perlu bertandang ke Singapura dengan melakukan wawancara serius, dan ternyata mendapat perlakuan sangat serius oleh pihak Metro.
Mundurnya Najwa Shihab yang mengundang tanya tak perlu saya sampaikan jawabannya. Yang ingin kita kunyah bersama adalah bahwa Najwa Shihab telah melakukan langkah tidak biasa dan tindakan yang tidak dinyana(disangka). Banyak orang bahkan mengira Najwa Syihab akan mengabdi di dan pada Metro dalam jangka waktu yang akan sangat lama sampai dia tua. Ini patut dikata karena Najwa Shihab begitu brilian mengemas acara yang luar biasa di Metro dan dianggap sosok sangat berharga sebagaimana Sandrina Malaiko di zamannya.
Apakah benar faktor Novel Baswedan membuat Najwa harus "titik tanpa koma" dari Metro di bulan Agustus ini?
Spekulasi mundurnya Najwa dari Mata Najwa secara khusus karena wawancara eksklusifnya dengan Novel memang tak bisa disangkal. Di saat aparat tidak bergerak cepat menangani kasus Novel yang seharusnya ditangani khusus dan sigap, tiba tiba Najwa melesat bagai elang betina yang memecah cakrawala. Mencairkan kebekuan atau lebih tepatnya pendiaman kasus Novel.
Najwa tiba tiba bersinar bagai bintang di saat penegakan hukum mengalami kegelapan.
Najwa seakan menjadi "juru selamat" muka Novel yang cidera akibat air keras.
Najwa bagai keluar dari ring Metro TV yang sangat ketat.
Namun jikapun spekulasi ini benar muncul analisa yang tak kalah tajam. Najwa mundur karena Metro banyak diboikot oleh para aktivis Islam karena sering memposisikan diri berseberangan secara "kasar" dengan sikap ummat Islam.
Mata Najwa yang tajam tentu melihat jeli bahwa ini merupakan ancaman bagi keberlangsungan acara yang dia pandu yang walaupun masih banyak peminat namun sekian banyak orang mengalami alergi dan gatal gatal dengan cara positioning Najwa yang tak menggigit. Bahkan terlihat sangat depend on someone who still mistery. Mata Najwa yang tajam terasa menjadi sayu di tengah gemerlap Metro yang semu. Kata kata yang tajam terasa semakin menumpul setiap hari diterpa ketidak berpihakan metro yang kentara pada ummat Islam.
Najwa berada pada titik gamang antara idealisme yang mungkin masih dia miliki dalam kode etik jurnalis dengan kenyataan pahit yang dia harus terima di Metro yang tak memberi ruang kebebasan ekspresi yang luas.
Untuk lari tanpa ada "perlawanan" yang tampak benderang rasanya bukan perilaku Najwa...dia harus keluar dan membawa bendera kemenangan dan bukan pecundang...dia sepertinya meninggalkan gelanggang yang semakin akan sepi dan akan membuka medan baru dengan cara elegan walaupun pasti terus dilanda kecurigaan akibat sikapnya yang selama ini kurang gentle woman.
JADI MENTERI
Kejutan-kejutan spekulasi selanjutnya selain karena Metro tidak lagi banyak diminati kalangan Islam, sehingga membuat Najwa hengkang, adalah adanya rumor bahwa dia diplot untuk naik "maqam". Dari hanya seorang wartawan dan jurnalis yang sering tampil di layar kaca yang maya menjadi sosok yang lebih luas daya jangka interaksi publiknya di alam realita. Dia diplot menjadi menteri mengganti seorang menteri wanita yang rumornya akan mencalonkan ulang sebagai calon gubernur setelah sebelumnya gagal. Tentu kita yang sering membaca berita tentang Pilkada sangat paham kemana telunjuk rumor ini mengarah. Dan saya tidak perlu menyebutkan sesuatu yang sudah sangat dipaham.
Jika rumor ini memang ternyata benar, maka amis ploting Najwa mewancarai Novel sebagai amunisi pengunduran dirinya dari Metro akan menjadi memiliki bau sangat menyengat bahwa itu semua adalah sandiwara kelas tinggi dan drama yang alur alur ceritanya sangat mudah dibaca.
Posisi Najwa yang selama ini sangat tidak terlalu berpihak pada kalangan Islam sengaja ditutup dengan mewancarai Novel agar jejak tidak netralnya tidak terlalu kentara dan ummat Islam menjadi "hilang ingatan" pada semua sikap dan perilakunya selama ini.
Najwa sangat paham sosio-psiko bangsa Indonesia yang secara sosial sangat mudah memaafkan dan secara psikologis sangat mudah melupakan. Atau dalam bahasa yang sarkastis mudah hilang ingatan.
Bangsa ini adalah bangsa yang ramah dan memiliki kearifan yang keterlaluan hingga hal-hal yang sebenarnya sangat prinsip sangat mudah dimaafkan dan setelah itu dikadali dan dikibuli dengan telanjang dipanggung sejarah yang kejam.
Jika apa yang diperkirakan sebagian orang ini benar maka bisa dipastikan bahwa Mata Najwa memang tajam dan bangsa ini memang mudah terpesona dengan keindahan mata seseorang.
Sumber: Portal Islam



















