10Berita, TURKISTAN TIMUR – Beberapa video menunjukkan bagaimana anak-anak Uyghur yang diambil oleh rezim komunis Cina dan ditempatkan di sekolah-sekolah asrama negara, telah dicuci otak.
Anak-anak yang masih di usia sekolah dasar dalam video tersebut telah didoktrin untuk mau menjadi tentara rezim komunis, mencintai, dan membela negeri Cina.
“Saya ingin menjadi anggota Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok”
“Karena laki-laki harus membela ibu pertiwi”
“Saya ingin mempertahankan tanah air saya”
“Saya cinta tanah air saya”
Itulah kata-kata yang dilontarkan anak-anak Uyghur dalam video yang didapat oleh mantan tawanan Uyghur di kamp konsentrasi Cina, Zumrat Dawut.
VIDEO: https://youtu.be/rZJNap9aNt0
VIDEO: https://youtu.be/gPRvImSggPE
VIDEO: https://youtu.be/iX15P8rXGNw
“Ini merupakan tindak kriminal. Anak di bawah umur diisolasi dan tinggal di bawah kendali dan pengaruh mutlak dari orang-orang yang bukan keluarganya. Dalam keadaan apa pun, jika tidak ada keterlibatan pemerintah, tindakan ini akan dianggap sebagai ‘radikalisasi’ atau ‘ekstremisme’”, sebut Gulfiye, aktivis Uyghur yang berbasis di Kanada.
Ia melanjutkan, menurut penelitian, terdapat sekira 900.000 anak Uyghur di sekolah-sekolah asrama Cina pada tahun 2019, terlepas itu paksaan atau bukan.
Sekolah dan asrama itu adalah bagian penting dari genosida budaya yang dilakukan melalui indoktrinasi terhadap anak-anak Uyghur.
Orang tua Uyghur menyaksikan indoktrinasi putra putri mereka berperilaku menjadi seperti etnis mayoritas Han yang berbahasa Mandarin dan menyatakan pembelaan terhadap Partai Komunis Cina.
Anak-anak ini telah dipisahkan dari keluarga mereka, diisolasi dan di bawah pengawasan, kontrol, dan pengaruh penuh dari “para penjaga” Cina Han di dalam panti asuhan dan sekolah asrama yang dipersenjatai untuk indoktrinasi, asimilasi, dan sinisisasi. (Bitter Winter)
Sumber: Sahabat Al-Aqsha.