OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Senin, 12 Maret 2018

Ini Sumbangsih Signifikan Al-Kindj

Ini Sumbangsih Signifikan Al-Kindj

Al-Kindi merupakan salah satu ilmuwam brilian.

10Berita , JAKARTA — Abu Yusuf Yaqub bin Ishaq adalah salah satu filsuf Islam terkemuka. Dunia mengenalnya sebagai al-Kindi. Dunia melihatnya sebagai jembatan bagi filsafat Yunani dan Islam.

Al-Kindi hidup sebagai cendekiawan brilian abad kesembilan ketika Dinasti Abbasiyah berkuasa di Baghdad, Irak. Ia adalah orang yang mengajarkan ilmu pengetahuan kepada putra khalifah. Dia gemar mempelajari pemikiran Aristoteles yang telah diterjemahkan.

Sumbangsih al-Kindi yang paling signifikan adalah terminologi filsafat dan pengembangan kosakata filsafat dalam bahasa Arab. Karyanya ini dilanjutkan oleh Ibnu Sina pada abad ke-11.

Al-Kindi adalah orang yang mengawali debat mengenai filsafat dalam Islam ortodoks. Gagasan al-Kindi mungkin terdengar tidak revolusioner. Namun, pada masanya, mengembangkan ilmu pengetahuan asing bisa dianggap cukup mengagumkan.

Saat itu filsafat dianggap sebagai ilmu pengetahuan asing yang bertentangan dengan ilmu pengetahuan Arab, seperti tata bahasa dan studi Alquran.

Sumber : Republika.co.id

DIANCAM AS, Turki: Anda Tak Bisa Takut-Takuti Kami!

DIANCAM AS, Turki: Anda Tak Bisa Takut-Takuti Kami!


10Berita, Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu menegaskan, pihaknya tidak takut dengan rencana Amerika Serikat (AS) untuk menjatuhkan sanksi kepada Ankara. Cavusoglu justru melemparkan ancaman balik, dengan menyatakan Turki akan memberikan respon yang sesuai jika sanksi itu jadi dijatuhkan.

AS dalam beberapa pekan terakhir dilaporkan tengah menggodok rencana untuk menjatuhkan sanksi kepada Turki, terkait dengan keputusan Ankara untuk membeli sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia.

"Jika AS ingin menghukum Turki dengan sanksi, Turki akan bereaksi dengan cara lain, tidak seperti Rusia atau negara lainnya. Kami akan merespon. Anda tidak dapat mengancam Kami. AS mengancam banyak negara dengan mengatakan 'Jangan membeli gas dari satu atau negara lain. ' Itu tidak berhasil terhadap kami," ucap Cavusoglu, seperti dilansir Sputnik pada Ahad, 11 Maret 2018.

Di kesempatan yang sama, Cavusoglu menyinggung mengenai upaya damai di Suriah. Dirinya menyatakan Turki bersama dengan Rusia telah mencapai kemajuan nyata dalam penyelesaian konflik Suriah.

"Dalam satu setengah tahun, kita bersama-sama dengan Rusia mencapai kemajuan, dalam memastikan rezim gencatan senjata dan penciptaan zona de-eskalasi, untuk menemukan solusi politik dalam konflik Suriah," ucapnya.

Cavusoglu menambahkan, Turki berharap Rusia dan Iran akan mengakhiri pelanggaran terhadap kesepakatan yang dicapai di Astana dan Sochi mengenai Suriah.

Sumber : PORTAL ISLAM

DHUAARR! Diduga Pria Dalam Paspor China Ini Miliki KTP DKI Jakarta, KOK BISA?

DHUAARR! Diduga Pria Dalam Paspor China Ini Miliki KTP DKI Jakarta, KOK BISA?


10Berita, Beredar foto paspor warganegara Republik Rakyat China (RRC) di jejaring media sosial. Foto yang beredar memperlihatkan halaman permohonan pihak yang mengeluarkan paspor (RRC) agar negara tujuan memberikan akses masuk bagi pemegang paspor.

"The Ministry of Foreign Affairs of the People's Repubic of China request all civil and military authorities of foreign countries to allow the bearer of passport to pass freely and afford assistance in case of need," bunyi permohonan tertulis dalam bahasa Inggris tersebut.

Pemilik paspor tercatat atas nama Huang Hui, kelahiran Fujian, 22 Oktober 1975. Hal yang membingungkan adalah tertulis pada halaman identitas bahwa paspor diterbitkan di Jakarta.

Foto paspor itu disandingkan dengan foto sebuah KTP Provinsi DKI Jakarta. Di bagian identitas tertulis KTP itu dimiliki oleh orang yang sama dengan yang memiliki paspor RRC tadi. 

Bedanya pada KTP DKI bernomor 36710922107500008 tersebut tertulis Huang Hui kelahiran Jakarta dengan alamat di Rukan Exclusive Blok A nomor 52 BGM PIK, RT 006/005 Muara Kamal.

Hingga saat ini belum ada klarifikasi pihak terkait. 

Sumber: RMOL

Minggu, 11 Maret 2018

Terkait Tayangkan Iklan Perindo, MNC Group Dipanggil Bawaslu

Terkait Tayangkan Iklan Perindo, MNC Group Dipanggil Bawaslu

10BeritaJakarta  - Legal Corporate Secretary and Networking Director iNews TV Wijaya Kusuma mewakili empat stasiun televisi di bawah naungan MNC group yakni RCTI, Global TV, MNC TV, iNews TV, mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI.

"Kita penuhi panggilan Bawaslu setelah kita diundang beberapa waktu yang lalu," ujar Wijaya di Kantor Bawaslu RI, Jakarta, Jumat (09/03/2018).

Menurut Wijaya, kedatangannya tersebut untuk menyampaikan bahwa iklan Partai Persatuan Indonesia (Perindo) sudah tak lagi tayang di MNC group yang merupakan milik Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo.

 Sekaligus mengklarifikasi dugaan pelanggaran penayangan iklan Perindo yang dilakukan MNC group di luar masa kampanye Pemilu 2019.

"Intinya bahwa iklan Perindo sudah tidak ada lagi di kami. Tentunya keputusan tidak menayangkan setelah berkonsultasi dengan KPI. Kami tentunya mematuhi perundang-undangan yang berlaku," kata dia.

Wijaya beralasan, awalnya MNC group menayangkan iklan Perindo lantaran adanya putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta yang membatalkan surat edaran surat edaran KPI nomor 225/K/KPI/31.2/04/2017.

Surat edaran KPI nomor 225 itu intinya mendorong agar lembaga penyiaran menciptakan iklim penyiaran yang independen, berimbang, dan netral sesuai dengan ketentuan yang berlaku. "Nah karena larangan iklan politik itu sudah dicabut, maka kami berasumsi tetap (boleh) menayangkan iklan politik," ujar Wijaya.

Wijaya juga menyesalkan adanya anggapan pihak MNC group dianggap mangkir pemanggilan Bawaslu dan lebih memilih mendatangi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat dalam kesempatan sebelumnya.

"Sebenarnya kami juga harus berkonsultasi dengan KPI terkait dengan panggilan ini. Karena ranahnya dengan penyiaran dibawah KPI," kata Wijaya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu RI Abhan mengatakan, pihaknya meminta keterangan awal atas adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan MNC group. "Kita minta keterangan kemarin sudah tayang berapa kali, kemudian maksud dan tujuannya apa iklan di televisi itu," kata Abhan.

Bawaslu juga meminta keterangan, siapa pihak yang bertanggung jawab atas beredarnya iklan tersebut di MNC group. "Kita mintai pertanggungjawabannya, dan ini keterangan awal," kata dia.

Menurut Abhan, meski iklan sudah tak lagi ditayangkan tapi klarifikasi atas penayangan iklan tersebut tetap diperlukan. "Perbuatan itu (penayangan iklan) sudah terlaksana. Makanya butuh klarifikasi lebih lanjut," ucap dia.

Hasil pertemuan hari ini kata Abhan, akan dipertimbangkan apakah perlu memanggil pimpinan Perindo untuk memberikan klarifikasi atau tidak. "Nanti kita lihat perkembangan ini. Kan bisa lihat dari keterangan mereka. Prosesnya, pertama tujuh hari waktunya, kalau memang tujuh hari belum cukup masih ada waktu tambahan tujuh hari lagi," kata dia.

"Tujuh hari itu proses untuk meminta keterangan pihak-pihak terkait dan pengumpulan alat bukti kalau ada dugaan pelanggaran," sambungnya. 

Sumber: tribunnews.com/kompas.com

Kriminalisasi Islam Atas Nama HAM

Kriminalisasi Islam Atas Nama HAM

10Berita, Telah tiba kita di akhir masa, ketika Islam menjadi terasing meski hadir di negara dengan mayoritas Muslim seperti Indonesia. Hari ini, Islam diidentikan dengan kekerasan, kaum fundamentalis, intoleran, tidak cinta damai, radikal, anti kebhinekaan, anti NKRI, dan lain sebagainya. Virus-virus Islamofobia terus digencarkan hingga ke seluruh dunia. Hal ini dilakukan guna menghalangi diterapkannya Islam dalam seluruh aspek kehidupan dan untuk melanggengkan sekulerisme yang terus mengakar meski telah terbukti menjadi sumber kerusakan di muka bumi.

Tak hanya di Indonesia, Islamofobia telah menjadi masalah di berbagai belahan dunia. Melihat hal itu, Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Zeid Raad Al Hussein mengajak untuk bersama-sama memerangi hal tersebut. Zeid mengatakan, diskriminasi merupakan hal yang harus dilawan. Namun, dia menegaskan untuk memerangi diskriminasi, sebuah negara harus siap untuk mengakhiri diskriminasi di kawasannya sendiri (Republika, 2018).

Secara sekilas, pandangan tersebut seolah menjadi angin segar dan menyatakan keberpihakannya kepada Islam. Namun, benarkah demikian? Lebih lanjut, Zeid mengatakan kepada Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, bahwa Indonesia haruslah menjadi contoh bagi seluruh dunia. Menanggapi hal tersebut, Lukman menjelaskan, tentang kampanye gerakan moderasi agama. Moderat yang dimaksud Lukman adalah tidak ekstrem, baik konservatif maupun liberal. Jika kita cermati lebih dalam, sebenarnya ajakan Komisioner HAM PPB ini sangat membahayakan, sebab menurutnya Islamofobia salah, maka diskriminasi terjadap penyimpangan orientasi seksual seperti LGBT juga salah, dan melindungi berbagai aliran kepercayaan serta aliran-aliran yang selama ini dianggap sesat seperti Ahmadiyah harus dilindungi pula oleh negara sebagai bentuk penghapusan diskriminasi. Jelas, hal ini adalah pemahaman yang keliru. 

Islam adalah agama rahmatan lil alamin, itu berarti Islam adalah agama yang senantiasa menghadirkan keberkahan dan ketentraman tidak hanya bagi pemeluknya namun bagi seluruh umat manusia. Maka Islam telah jauh-jauh hari mengajarkan arti toleransi yang sebenarnya, Allah azza wa jalla melalui Rasulullah shalallaahu alayhi wasallam mengajarkan agar saling hormat menghormati, menghargai beragam perbedaan sebab sebenarnya ia adalah rahmat dan keniscayaan. 

Hal ini dijelaskan dalam QS. Al Hujurat: 13, bahwasanya manusia telah diciptakan berbangsa-bangsa dengan beragam warna kulit, bahasa serta perbedaan lainnya. Namun, toleransi yang diajarkan tentu haruslah sesuai dengan rambu-rambu yang telah digariskan. Islam melarang melakukan tindakan yang dapat menggelincirkan aqidah seseorang yang beriman, seperti mengucapkan selamat pada hari raya agama lain, apalagi jika sampai ikut menghadiri dan terlibat dalam aktivitas peribadatannya. 

Selain itu, tentu Islam pun tidak mengambil jalan tengah bagi para pelaku kemaksiatan dan penyimpangan. Contohnya saja LGBT, tentu Islam dengan tegas menolaknya dan memberikan hukuman yang sesuai dengan penyimpangan tersebut. Tak boleh kita mengakui penyimpangan mereka hanya atas nama Hak Asasi Manusia, padahal sebenarnya kita tengah menghancurkan saudara kita dalam jurang yang sangat nista. Tentu, ajaran Islam dalam menyikapi penyimpangan ini akan memberikan ketenangan dan keseimbangan dalam kehidupan. 

Maka ini semua bukanlah diskriminasi, jika Islam dengan tegas menolak LGBT, Ahmadiyah, serta aliran-aliran sesat lainnya untuk diakui. Dan paham ini yang bersumber dari ajaran Islam yang murni tidaklah sepatutnya dilabeli sebagai tindakan arogansi, diskriminasi, anti kebhinekaan, intoleransi, dan radikal bagi seluruh negeri. Wallahualam bish-shawwab.

Pitri Nurseptari Agustin, S.Pd.
Jl. Raya Sukabumi, Kp. Cageundang, Desa Sukamaju Cianjur. 

Sumber : SI Online

Landasi Persahabatan dengan Musyawarah dan Ketulusan 

Landasi Persahabatan dengan Musyawarah dan Ketulusan

Rasulullah kerap mengajak sahabat-sahabatnya bermusyawarah.

10Berita , JAKARTA — Mengajak selalu bermusyawarah. Minta pendapatnya. Ini sebagai bentuk pengakuan sekaligus penghargaan atas eksistensi teman.

Konon, Rasul, seperti yang dinukilkan oleh kitab sirah, adalah sosok yang kerap meminta pendapat dan mengajak para sahabatnya untuk bermusyawarah.

Rasulullah pernah pula menyuruh Abu Bakar dan Umar bin Khatab untuk menggelar musyawarah. “Ini supaya kalian tidak berselisih,” sabda Rasul.

Selanjutnya,  melandasi pertemanan dengan ketulusan dan rasa ikhlas, jujur apa adanya. Tidak ada udang di balik batu.

Ketulusan itulah yang mengantarkan seorang teman ringan membantu sahabatnya, baik suka ataupun duka.

Imam Muhammad bin al-Munkadar pernah bertutur, menolong sahabat adalah kebahagiaan yang tiada tara. “Tak ada kenikmatan dunia yang tersisa kecuali membantu sesama teman,” ungkapnya.  

Sumber :Sumber 

Ternyata 11+ Tokoh Indonesia Ini Punya Kembaran di Luar Negeri. Mirip Banget, Saudaraan Kali, Ya?

Ternyata 11+ Tokoh Indonesia Ini Punya Kembaran di Luar Negeri. Mirip Banget, Saudaraan Kali, Ya?



10Berita, Konon setiap orang punya 7 kembaran di dunia ini. Dengan konsep mitos logika seperti ini, kalau jumlah penduduk dunia ada 7 miliar, berarti hanya ada 1 miliar jenis wajah dong? Terlepas dari mitos yang entah dari mana ini, sebagian orang memang nyatanya punya wajah yang hampir mirip. Padahal sebagian dari mereka mustahil punya hubungan darah dan kekerabatan, apalagi kesamaan ras.

Seperti orang-orang terkenal di bawah ini, ternyata mereka punya kemiripan dengan sosok yang nggak terduga lho. Antara level kepo warganet yang luar biasa atau memang mereka benar-benar mirip. Yang jelas, kemiripan mereka entah mengapa bikin kita bergumam, “Iya juga, ya?” Biar makin yakin, langsung cek nih!

1. Desainer terkenal Ivan Gunawan waktu masih muda mirip juga sama Christiano Ronaldo. Yang setuju ngacung!

Akui saja, rahang mereka memang sama. via twitter.com

2. Orang Jawa mungkin punya hubungan kekerabatan sama orang Miami. Nggak diragukan lagi, Guys!

Legenda banget deh yang ini! via malesbanget.com

3. Ternyata gubernur DKI Jakarta juga mirip rapper kondang Amerika yaitu Drake. Saudara jauh nih kayaknya

Masa muda mereka sering main bareng nggak, ya? via www.vibe.com

4. Setuju nggak, kalau Ucok Baba dan Pepe ini mirip? Pasti akur nih kalau jadi kakak adik 😀

Senyumnya sama banget lho … via www.vibe.com

5. Abang musisi satu ini juga mirip banget pemain bola, Sami Khedira. Kembar beneran kalau ini mah 

Rambut mereka juga sering kembaran. Ciyeee sehati! via www.express.co.uk

6. Nggak disangka komedian legendaris satu ini mirip banget sama Big Show, atlet gulat serem. Wah, ampun, Om Indro … 😀

Botaknya, bentuk kepalanya, brewoknya mirip banget. via myspiltmilk.com

7. Kalau yang ini beneran sama-sama ganteng sih. Dimas Anggara vs Mesut Ozil, pilih yang mana, Girls? 😀

Adek mau dua-duanya, Bang! :* via rakakakuk.wordpress.com

8. Dari hidung, warna kulit, sampai garis senyumnya, pemain sinetron Idrus Madani meang mirip dengan Raja Salman nih. Jangan-jangan saudaraan, ya?

Idrus Madani kalau gemuk dikit aja, kemiripan mereka bakalan bagai pinang dibelah duren! via www.trtworld.com

9. Banyak warganet yang juga menyama-nyamakan wajah mantan gubernur DKI Jakarta dengan anak triplet asal Korea Selatan yaitu Song Min Guk

Padahal beda usia jauh banget, ya! via blogs.yahoo.co.jp

10. Kali ini melibatkan tokoh rekayasa dalam komik yaitu Uchiha Sasuke. Sungguh beruntung Sasuke miri salah satu artis tanah air

Diakui atau nggak, mereka memang punya fesyen yang sama. via blogs.yahoo.co.jp

11. Masih melibatkan tokoh kartun, kali ini mantan Presiden Indonesia juga banyak disebut mirip ayahnya Nobita. Siapa yang nyama-nyamain, nih?

Emang mirip, yak? via es.doblaje.wikia.com

Advertisement

Gimana, mirip, kan? Dunia ini memang penuh dengan wajah-wajah familiar yang meski nggak saudaraan dan nggak punya hubungan darah, tapi wajahnya sangat identik hampir mirip. Kumpulan foto di atas adalah uneg-uneg warganet yang selama ini belum tersampaikan. Tapi ada juga respons kocak warganet soal kemiripan wajah para tokoh terkenal ini.

[BONUS]

Nah, yang terakhir ini penilaian dari warganet di Twitterland. Bagaimana menurutmu, Guys?

Bener juga sih …. via twitter.com

Kalau menurutmu, siapa lagi tokoh tanah air yang mirip dengan figur publik luar negeri?

Sumber : Hipwee

UAD Tetap Lakukan Pendataan Mahasiswi Bercadar

UAD Tetap Lakukan Pendataan Mahasiswi Bercadar

Pendataan dilakukan untuk mengetahui keberadaan mahasiswi bercadar di tiap fakultas.

10Berita , YOGYAKARTA -- Setelah sekitar dua pekan rencana pembinaan mahasiswi bercadar di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga (Suka) Yogyakarta menuai banyak tanggapan, akhirnya, pada Sabtu (10/3), kebijakan itu resmi dibatalkan. Pembatalan itu tertuang dalam surat edaran denga nomor B-1679/Un.02/R/AK.00.3/03/2018 yang ditandatangani oleh Rektor UIN Suka, Yudian Wahyudi.

Di lain pihak, pada Jumat (9/3), Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta secara resmi menegaskan, UAD akan melakukan pendataan dan pembinaan terhadap mahasiswi bercadar. Berbeda dengan UIN Suka yang kemudian membatalkan rencana pembinaan, Rektor UAD, Kasiyarno menekankan, UAD akan tetap melaksanakan program pembinaan yang akan diawali dengan proses penghimpunan data.

"Proses penghimpunan data dan pembinaan akan tetap dilakukan," ucap Kasiyarno kepada Republika.co.id, Ahad (11/3). Menurutnya, pendataan dilakukan hanya untuk mengetahui keberadaan mahasiswi bercadar di tiap-tiap fakultas.

Hal ini dinilai penting sebagai langkah antisipsi saat ujian semeseter. Mengingat, demi kelancaran proses perkuliahan di UAD, saat ujian, pihak universitas secara konsisten melakukan verivikasi tersendiri terhadap mahasiswi bercadar.

"Sebelum masuk ruang ujian, cadar harus dibuka sebentar untuk proses verivikasi. Setelah itu, mahasiswi dipersilakan masuk dan diperbolehkan jika ingin menggunakan cadarnya kembali," ucapnya.

Langkah ini bukanlah langkah yang baru saja dilakukan oleh UAD, karena menurut dia, UAD telah lama menerapkan proses verivikasi ini untuk menghindari adanya perjokian saat ujian. Demi kenyamanan, lanjutnya, proses verivikasi pun dilakukan di ruangan yang terjamin privasinya dan dilakukan oleh staff atau dosen perempuan.

Selain itu, UAD juga memberikan perlakuan tersendiri bagi mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Terutama saat mahasiswi bercadar tengah menjalani program pengalaman lapangan (PPL) untuk mengajar di sekolah-sekolah. Menurutnya, saat PPL, cadar wajib dilepas, agar saat mahasiswi bertindak sebagai guru dapat menyampaikan materinya dengan lebih jelas.

Oleh karena itu, ia pun menegaskan, UAD tidak melarang penggunaan cadar, kecuali saat proses verivikasi serta saat PPL. Di satu sisi, dia juga mengatakan,  saat ini jumlah mahasiswi bercadar di UAD sangat sedikit. Menurutnya, jumlahnya tak sampai 20 orang atau bahkan mungkin jumlahnya dapat dihitung dengan jari.

Kemudian, terkait dengan pentingnya pembinaan, lanjutnya, hal ini perlu dilakukan untuk menindak lanjuti kemungkinan perlunya berdialog dalam menyampaikan pemahaman Islam menurut Muhammadiyah. "Khususnya terkait cadar," kata dia.

Sumber : Republika.co.id 

Di Indonesia, Dakwah Yuusf Estes Terbuka untuk Umum

Di Indonesia, Dakwah Yuusf Estes Terbuka untuk Umum

10Berita, Syeikh Yusuf Estes lahir dan besar dari keluarga penganut agama Kristen yang sangat t

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Da'i internasional Syeikh Yusuf Estes asal Texas, Amerika Serikat akan menggelar dakwa di beberapa kota di Indonesia pada 18-21 Maret 2018. Dakwa da'i internasional ini terbuka bagi masyarakat umum, termasuk umat beragama non Islam.

Anggota panitia pelaksana safari dakwah Syeikh Yusuf Estes dari organisasi Sahabat Dakwah Internasional (SDI), Rama Adam, mengatakan kegiatan tersebut akan diselenggarakan di Jakarta, Surabaya, dan Balikpapan.

"Pada tanggal 18 Maret Syeikh Yusuf Estes akan memberi ceramah di Masjid Darussalam di Kota Wisata Cibubur, Jakarta Timur, yang dimulai setelah sholat Subuh. Setelah itu di hari yang sama ceramah dilakukan di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta," jelas Rama, di Jakarta, Ahad (11/3).

Sementara itu, pada 19 Maret, safari dakwah akan dilanjutkan di Surabaya yang dimulai pada pukul 19.30 WIB di JX International Convention. Sedangkan kegiatan di Balikapapan akan digelar pada 20 Maret, pukul 19.30 WITA di Dome Balikpapan Sports and Convention Center dan pada 21 Maret pukul 4.30 di Masjid Namirah.

Rama mengatakan, puncak safari dakwah Syeikh Yusuf Estes akan digelar di Balai Sudirman, Jakarta pada 21 Maret. Untuk dapat menghadiri ceramah dari da'i yang dijuluki "funny sheikh" atau "syeikh yang lucu" ini masyarakat diharapkan mendaftar terlebih dahulu melalui https://sahabatdakwah.org/yes.

"Sejauh ini sudah ada 3.000 orang yang mendaftar untuk kegiatan di Jakarta, 2.500 orang di Surabaya, dan 1.000 orang yang mendaftar untuk menghadiri safari dakwah di Balikpapan," kata Rama. Dia menambahkan, jumlah peserta diperkirakan akan terus bertambah hingga hari pelaksanaan.

Rama menjelaskan, pendiri dan operator saluran televisi Islam pertama di Amerika Serikat, GUIDE US TV yang beroperasi 24 jam setiap hari itu, akan memberikan ceramah dengan beberapa tema, yakni "our family is our future" (keluarga kita adalah masa depan kita), "Why Islam?" (mengapa Islam?), "the Journey of Islam" (Perjalanan Islam), dan "Islam Tomorrow" (Masa Depan Islam). Sedangkan pada puncak safari dakwah, Syeikh Yusuf Estes akan memberi ceramah dengan tema "the Light of Islam" atau "Cahaya Islam".

Syeikh Yusuf Estes lahir dan besar dari keluarga penganut agama Kristen yang sangat taat. Setelah mengkaji Islam secara mendalam, Syeikh Yusuf yang dulunya merupakan seorang penginjil memutuskan memeluk Islam, kata Rama.

Pada 1994-2000, Yusuf Estes menjabat Delegasi Untuk Konferensi Perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa untuk Pemimpin Agama, Ulama Pemerintah AS.

Sebelumnya, Sahabat Dakwah Internasional memfasilitasi safari dakwah Dr  Zakir Naik dan Ulama Kerajaan Perlis Malaysia, Dr. Mohd Asri Zainul Arifin (Dr. Maza) di beberapa kota di Tanah Air.

Sumber :Republika.co.id 

DPR Lukai Rakyat Jika Sri Mulyani Diberi Penghargaan

DPR Lukai Rakyat Jika Sri Mulyani Diberi Penghargaan

10Berita, Rencana DPR memberikan penghargaan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani harus dibatalkan. DPR anggap Menteri Sri sebagai sesosok perempuan yang sudah berjasa.

“Dikaji dari perspektif apapun Sri Mulyani tidak layak diganjar penghargaan oleh lembaga wakil rakyat,” tegas Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani, Sya’roni dalam keterangannya.

“Lihat saja prestasinyna (Sri Mulyani). Pertumbuhan ekonomi tidak beranjak dari 5 persen, utang menumpuk hingga Rp 4.636 triliun,” sambungnya.

Terparah lagi, papar Sya’roni, terus ambruknya nilai tukar rupiah, tidak hanya terhadap dolar AS, tetapi juga terhadap mata uang kawasan seperti Yen Jepang, Yuan China, Dolar Singapura dan Baht Thailand.

Untuk nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, bahkan sudah hampir menyentuh Rp 14.000 per dollar AS. Selain itu kebijakan Sri Mulyani juga tidak pro terhadap rakyat kecil, misalnya mencabut berbagai subsidi.

Oleh karena itu kengototan Ketua DPR Bambang Soesatyo yang bersikeras memberikan penghargaan kepada Sri Mulyani, Sya’roni berpendapat patut dipertanyakan, mengingat banyak pihak yang sudah menyatakan penolakannya, termasuk Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

Mestinya, lanjut Sya’roni, penghargaan tersebut diberikan kepada perempuan Indonesia yang paling berjasa kepada rakyat, yaitu yang telah terbukti berjuang untuk kepentingan rakyat. Ia mencontohkan, ibu-ibu dari Kendeng Jawa Tengah yang berhari-hari menyemen kakinya di depan Istana.

“Bisa diputar ulang bagaimana ibu-ibu tersebut melakukan aksinya di depan Istana Negara menolak pembangunan pabrik semen di Pati Jawa Tengah. Di bawah terik matahari dan guyuran hujan tidak ada yang beranjak dari depan Istana. Bahkan, salah satu peserta aksi, yaitu Ibu Patmi, meninggal dunia,”
terangnya.

Mereka inilah yang layak mendapatkan penghargaan dari DPR, tegas Sya’roni, bukan Sri Mulyani. Apalagi keputusan pemberian penghargaan ternyata belum melalui Rapat Paripurna.

“Itu artinya keputusan tersebut hanya kemauan sebagian pihak saja. Buktinya, Wakil Ketua DPR Fadli Zon dari Fraksi Partai Gerindra menolak pemberian penghargaan tersebut,” imbuhnya.

Sya’roni menandaskan, DPR melukai hati rakyat Indonesia bila bersikukuh memberikan penghargaan kepada Sri Mulyani. 

Sumber : rmol