OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Minggu, 25 Maret 2018

Pernyataan Jokowi Dinilai Menyudutkan Umat Islam, Warganet: Harusnya Presiden Mengayomi Semua

Pernyataan Jokowi Dinilai Menyudutkan Umat Islam, Warganet: Harusnya Presiden Mengayomi Semua


10Berita, (Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang diposting di akun Twitter resmi Sekretaris Kabinet (@setkabgoid) menuai tanggapan dari warganet.

Akun @setkabgoid pada 24 Maret 2018 memposting: "Indonesia sekarang ini menjadi panutan banyak negara dalam mengelola kemajemukan, semua itu harus terus kita jaga. Jangan sampai umat Islam di Indonesia terjebak dalam fitnah & hasutan kebencian". Hal tersebut disampaikan Presiden di Istana Negara, Kamis (22/3).#SetkabAkhirPekan.

"Indonesia sekarang ini menjadi panutan banyak negara dalam mengelola kemajemukan, semua itu harus terus kita jaga. Jangan sampai umat Islam di Indonesia terjebak dalam fitnah & hasutan kebencian". Hal tersebut disampaikan Presiden di Istana Negara, Kamis (22/3).#SetkabAkhirPekan pic.twitter.com/TVTbbeuxTZ

— Sekretariat Kabinet (@setkabgoid) 24 Maret 2018


Yang menjadi sorotan publik adalah pernyataan "Jangan sampai umat Islam di Indonesia terjebak dalam fitnah & hasutan kebencian".

"Aduh Pak @Jokowi kok terus menerus menyiratkan umat Islam terlibat fitnah dan hasut? Saran: 1) refleksi juga ke dalam golongan nasionalis. 2) partai dan presiden pemenang pemilu harusnya berjiwa dan berkonsep lebih luas melampaui dan mengayomi semua golongan," ujar @mkusumawijaya, seorang aktivis di akun twitternya.

"Jangan sampai umat islam terjebak..  kalimatnya buat umat Islam saja pak...umat lain ??

Ahhh sudahlah....pak pertalite Naik premium kemana ?? #cumananya," komen akun @D_bramn.

"Kok umat islam doang si, kan negara ini ada lebih dr 3 agama? ohh iya ngomong2 si pramono kemana dicariin papa setnov noh,"timpal akun @ronimantofani1.

"Lu kira umat Islam kancil apa .....kapan gak g0bl0knya ni orang ....curiga aja bawaan nya ....," ujar akun @IrengBledek.

Dosen UI Rocky Gerung menilai pernyataan Jokowi tsb justru membuktikan tak negarawan.

"Ini contoh kalimat yang tak negarawan:
▪️Justru mengundang curiga.
▪️Semiotikanya pesimistik.
▪️Semantiknya tendensius.
▪️Kalimat yang gagal akal.
#BerbagiLogika," ujar Rocky Gerung mengomentari kalimat-kalimat pernyataan Jokowi.

"jangan sampai umat islam terjebak" kalimatnya buat umat Islam saja pak...umat lain ??

ahhh sudahlah....pak pertalite Naik premium kemana ?? #cumananya

— #MegonoGori (@D_bramn) 25 Maret 2018


Aduh Pak @Jokowi kok terus menerus menyiratkan umat Islam terlibat fitnah dan hasut? Saran: 1) refleksi juga k dlm golongan nasionalis. 2) partai dan presiden pemenang pemilu harusnya berjiwa dan berkonsep lbh luas melampaui n mengayomi semua golongan. https://t.co/N4K2mBaPiW

— marco (@mkusumawijaya) 25 Maret 2018


Kok umat islam doang si, kan negara ini ada lebih dr 3 agama,?ohh iya ngomong2 si pramono ke mana di cariin papa setnov noh

— ronimantofani (@ronimantofani1) 24 Maret 2018


Ini contoh kalimat yang tak negarawan:
▪️Justru mengundang curiga.
▪️Semiotikanya pesimistik.
▪️Semantiknya tendensius.
▪️Kalimat yang gagal akal. #BerbagiLogika https://t.co/H84w6VVPxh

— Rocky Gerung (@rockygerung) 25 Maret 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Ghost Fleet Jadi BOOMING, INI Pesan Tersirat Armada Hantu Komunitas Intelijen Terhadap Cina

Ghost Fleet Jadi BOOMING, INI Pesan Tersirat Armada Hantu Komunitas Intelijen Terhadap Cina


10Berita,   Siapa Armada Hantu? Komunitas intelijen pasti tahu. Pesannya sudah nongol via PW Singer. Armada itu sudah wujud. Makanya saya tak setuju bahwa Prabowo Subianto mengutip Ghos Fleet dicap memalukan oleh cebonger. Di sebelah mananya?

Novel Gosht Fleet memang hebat, luar biasa. Dibuat oleh orang luar biasa pula, PW Singer, dikutip orang-orang hebat pula. Singer saya baca, ialah ahli ilmu politik internasional, ilmuwan terkemuka Amerika, terkenal di dunia intelijen, malah incognito di dunia sastra. Dan content Ghost Fleet, yang ia tulis bersama Agust Cole, realis. Singer telah menulis 4 buku intelijen sebelumnya. Tentu saja buku seperti itu memiliki keterbatasan ruang pesan.Maka ia memilih fiksi sebagai medium.

Banyak hal yang bisa ditangkap dari novel itu, tapi butuh ilmu lebih untuk mencernanya. Jangan pakai fiksi membacanya, coba pakai ilmu semiotika semantiknya Derrida, kan terang benderang. Atau pakai ilmu intelijen. Itu satu.

Kedua, subtansi Ghost Fleet adalah Perang Dunia Ketiga yang pelakonnya adalah Amerika versus Cina + Rusia. Tapi subtansi lakon adalah skenario hegemonik Cina terhadap dunia yang sudah mengganggu Amerika. Sekarang pun sudah begitu. Identifikasi: Cina menginisiasi 3 bank kreditur sebagai lawan 3 bank kreditur Barat. Yaitu Brick, terdiri dari 5 negara Asia dan Afrika, berpusat di Afsel, lalu Broncho Del Sur, 14 negara sosialis Amerika Latin. Terakhir AIIB (Asia Infrastuktur Investment Bank) untuk Asia dengan pionir Cina, India, dan Indonesia, diresmikan 24 Oktober 2015 di Beijing.

Ketiganya untuk menyaingi 3 bank kreditur Barat (World Bank, IMF, ADB). In last minutes, bahkan IMF dan ADB masuk AIIB untuk mengantisipasi jika ekonomi Cina fall, akibatnya, upaya Presiden Cina Xi Jinping untuk menguasai AIIB gagal. Jadi, perang sudah dimulai yang, berbeda dengan tipologi Perang Dingin. Rentangnya hingga tahunn2030 -- 13 tahun lagi. Terakhir, Rusia mengumumkan bom supersonik pekan lalu, adalah bom nuklir terkini. Sebelumnya Korut menguji coba bom hidrogennya yang puluhan kali lebih besar daripada bom atom Nagasaki, juga di bawah hegemonik Cina.

Cina lebih jelas, memamerkan program OBOR (One Belt One Road - satu darah, satu jalan) adalah program pembaruan politik jalur sutra yang beralat kebudayaan, telah diubah oleh Xi Jinping menjadi propaganda hegemonik, dimulai dari kooptasi ekonomi, baru politik secara asymetric.

Jika pada Jalur Sutra Indonesia tak masuk, pada OBOR, Indonesia target utama. Cukup reason Ghost Fleet menaruh lakon Cina sebagai penjajah yang bersekutu dengan Rusia dalam skenario. Untuk itu, Amerika butuh “Armada Hantu” untuk.memenangkan perang. Hanya komunitas intelijen tingkat tinggi yang paham apa itu “Armada Hantu”. Jelas armada itu bukan fiksi.

Ketiga, kekuatan riil yang agresif saat ini hanya tiga negara itu: Amerika (polisi dunia) vs Cina+ Rusia, seperti di konflik Suriah, Yaman, Korut, Iran, etc. Mereka diametral. Ketiganya adalah warisan masa Perang Dingin, blok Komunis vs Kapitalis. Kedua kubu jelas bertikai, secara proxy dan asymetric war walaupun tameng ideologi ditaruh di belakang. Bukan menghilang, hanya bermetamorfosis.

Selama Orba, dan selama Presiden SBY, polugri Indonesia ke Barat. Zaman Orla ikut blok komunis. Setelah rezim Presiden Jokowi, polugri diubah ke Cina yang oleh Amerika dianggap pengkhianatan. Maklum, naiknya Jokowi ke kursi presiden, berkat bantuan Amerika. Tahu salah, belakangan dicoba diperbaiki dengan mengamprah Direktur World Bank Sri Mulyani menjadi Menkeu untuk merayu Barat yang ngambek sejak kecaman Presiden Jokowi di Konferensi Asia Afrika di Bandung, 2015. Menurut saya, itu subtansi mengapa dalam novel itu Indonesia telah dijajah Cina. Faktanya memang begitu.

Bagaimana mau menyangkal Ghost Fleet, faktanya 80% sektor keuangan dikuasai Cina, 80% ekonomi nasional juga dikuasai Cina, 74% tanah perkebunan dikuasai Cina, dan tercermin pula pada angka rasio gini yang termuat di “Paradox Indonesia” yang ditulis Prabowo 2016. Secara Asymetric war, faktanya Indonesia dikuasai para Tycoon.

Untung Ahok dapat ditumbangkan, yang jelas-jelas proxy Cina. Jika tidak, kian jadi. Statistik Kompas, pada 2009 jumlah orang Cina di Indonesia adalah 7,9 juta. Data sensus 2014, menaik menjadi 14 juta. Diperkirakan terdapat 10 jutaan yang tak terekam data. Dengan itu, Indonesia adalah negara yang paling banyak menampung orang Cina di dunia.

Cerdas Singer, pesannya disampaikan via lenyapnya Indonesia akibat perang Timor, lalu novel itu booming. Tentu saja Singer paham detail lepasnya Timor Leste, peristiwa yang sangat menyakitkan bangsa Indonesia, dan BJ Habibie ditolak untuk menjadi presiden oleh parlemen 1999 karenanya. Orang yang paling sakit adalah Prabowo yang mengasuh Timor.

Keempat, saya coba ikuti kiat praktikum ilmu intelijen ketika saya menjadi Redaktur di Koran Jayakarta, corongnya ABRI. Jika tak bisa menggunakan cara konvensional untuk menyampaikan info keras intelijen, maka dibuat narasi fiksi adalah cara paling tepat dan paling sering digunakan. Terutama untuk info strategis yang memiliki dampak gawat terhadap sikon yang butuh kamuflase deception operation inteligent.

Pesan dalam bentuk narasi fiksi, tersampaikan dengan utuh kepada pihak-pihak yang seharusnya menerima pesan tersebut. Bisa saja untuk Sekutu, bisa pula dari Sekutu. Singer luar biasa, ia telah menyampaikan pesan intelijen tanpa mengeruhkan air kolam. Ahh, itu fiksi? Apa bedanya dengan bahasa sandi dan metafora. Para kyai juga menggunakan bahasa metafora. Pak Harto juga begitu. Yang pasti, pesan Singer telah tersampaikan ke banyak komunitas intelijen internasional secara utuh dalam bentuk puzzle. Yah, susun sendirilah

Penulis: Djoko Eddy SA
Mantan anggota DPR Komisi III

Sumber :Portal Islam 

KH Abbas Buntet Pembelajar yang Cemerlang

KH Abbas Buntet Pembelajar yang Cemerlang

Ia menggunakan momenutm berhaji untuk bermukim di Tanah Suci demi menimba ilmu.

10Berita , Pondok Pesantren Buntet di Cirebon, Jawa Barat, merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. Kompleks ini didirikan KH Mukoyim pada abad ke-17. Selanjutnya, kiprah pesantren tersebut melahirkan banyak ulama besar. Di antara mereka adalah KH Abbas (1879-1946).

Menurut buku Sejarah Perkembangan Islam di Jawa Barat, KH Abbas Buntet merupakan generasi keempat yang mengasuh Pondok Pesantren Buntet. Dia merupakan putra sulung KH Abdul Jamil dan Nyai Qariah.

Semasa anak-anak, dia belajar mengaji pertama-tama dari sang ayah dan KH Kriyan Buntet. Masa remajanya tercurah untuk menimba ilmu dari pesantren ke pesantren. Di antara guru-gurunya saat itu adalah KH Nasuha Sukansari (Plered), KH Hasan Jatisari (Weru), dan KH Ubaidah (Tegal). Dia juga pernah belajar di Pesantren Tebuireng (Jombang) di bawah bimbingan KH Hasyim Asyari. Sembari menjadi santri, dia menikah dengan seorang perempuan.

Sebagaimana generasi ulama besar nusantara abad ke-19, dia menggunakan kesempatan beribadah haji sebagai momentum bermukim di Tanah Suci demi menimba ilmu. Teman-teman seangkatannya dari Indonesia adalah KH Baqir (Yogyakarta), KH Abdillah, dan KH Wahab Hasbullah (Surabaya). Di Masjid al-Haram, dia berguru pada antara lain Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi, Syekh Ahmad Zubaidi, dan Syekh Mahfudh at-Termasi.

Dia termasuk pembelajar yang cemerlang. Hal itu ditunjang pula dengan fakta, ketika masih di Tanah Air, dia telah menjadi santri senior. Di Makkah, kala waktu senggang, dia membimbing beberapa kawan sesama pelajar Jawi. Di antara mereka yang pernah dibimbing KH Abbas adalah KH Kholil (Balerante) dan KH Sulaeman Babakan (Ciwaringin).

Pulang dari Tanah Suci, KH Abbas semakin dihormati masyarakat. Dia pun tidak putus melanjutkan menuntut ilmu, seperti di Pesantren Tebuireng yang diasuh KH Hasyim Asyari. Pada saat itu, dia ikut mendirikan Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri bersama dengan KH Wahab Hasbullah dan KH Manaf.

Selanjutnya, KH Abbas mulai memegang tampuk pimpinan Pondok Pesantren Buntet di kampung halamannya. Dia mengajak seluruh anggota keluarga besarnya untuk ikut membangun lembaga ini, terutama sebagai pengajar. Santri-santrinya berasal dari berbagai penjuru daerah.

Ciri khas Pesantren Buntet adalah menjadi acuan bagi pengembangan ilmu-ilmu agama Islam, khususnya tasawuf. Di sini, demikian menurut Saifullah (2008), ada dua tarekat yang berkembang, yakni Tijaniyah yang disebarkan KH Anas Buntet dan Syatariyah yang diajarkan KH Abbas. Sosok yang pertama itu merupakan adik kandung KH Abbas.

Bagaimanapun, kedua cabang tasawuf itu sama-sama diakui sebagai bagian dari tradisi pesantren tersebut. Bahkan, kedudukan KH Abbas tergolong istimewa. Sebab, dia merupakan mursyid tarekat Syatariyah dan sekaligus muqaddamtarekat Tijaniyah.

Hal ini menandakan luasnya pengetahuan dan corak pemikiran sang kiai yang terbuka sekaligus kritis. Demikian hasil riset Yuli Yulianti dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (2014). Mengutip NU Online, beberapa tokoh hasil didikan KH Abbas untuk bidang tasawuf adalah KH Badruzzaman (Garut), KH Usman Dlomiri Cimahi (Bandung), KH Saleh, dan Kiai Hawi (Buntet).

Selain itu, KH Abbas juga diketahui menjadikan Pesantren Buntet lebih maju pada zamannya. Dia menerapkan dua metode pengajaran, yaitu cara formal berupa madrasah dan pola-pola tradisional.

Dualisme sistem ini mulai efektif menjelang 1930. Di luar pendidikan, KH Abbas juga menjadikan pondok pesantren ini sebagai peningkatan kesejahteraan masyarakat. Para santri diajarkan keterampilan berwirausaha, semisal membatik atau teknik pertanian. Seperti ditunjukkan M Rizki Tadarus dalam risetnya untuk UIN Sunan Kalijaga (2016), sang kiai juga membuat dapur umum untuk keperluan warga sekitar yang kurang mampu.

Selain ilmu agama

Di luar ilmu-ilmu agama, KH Abbas juga mengajarkan seni bela diri kepada mereka. Hal ini kelak menjadi modal penting bagi para santri untuk ikut mempertahankan kemerdekaan negeri dari penjajah. Pondok Pesantren Buntet pun menjadi basis penting laskar-laskar jihad, seperti barisan Hizbullah, Sabilillah, atau PETA (Pembela Tanah Air), terutama ketika era setelah Proklamasi 1945. Di luar itu, dia juga membentuk dua regu laskar santri, yakni Asybal dan Athfal. Demikian keterangan Munawir Aziz, seperti dilansir NU Online.

Dan memang, KH Abbas dikenal luas sebagai pejuang yang berani. Pada zaman revolusi, Belanda (NICA) yang membonceng Sekutu ingin menjajah kembali Indonesia. Sementara itu, laskar-laskar Indonesia sibuk melucuti persenjataan Jepang sebagai persiapan tempur. Di Surabaya, Sekutu semakin arogan dengan memaksa penduduk untuk menyerahkan senjata dan menyerah di tempat. Ultimatum ini ditolak mentah-mentah rakyat seluruhnya. Mereka lebih memilih mati berjuang daripada ditindas kembali.

Menjelang pertempuran 10 November 1945 itu, di Cirebon KH Abbas juga sudah mulai memobilisasi massa, terutama dari kalangan santri. Dia memberikan komando untuk ikut dalam barisan perjuangan rakyat Indonesia di Surabaya. Dia sendiri ikut terjun dalam kancah perang besar ini.

Orator ulung, Bung Tomo, bisa dikatakan anak didiknya dalam semangat perjuangan. Ditilik ke belakang, peristiwa historis tersebut merupakan efek dari Resolusi Jihad yang digagas para kiai sebelumnya dalam pertemuan Nahdlatul Ulama di Surabaya, pada Oktober 1945. KH Abbas juga turut menghadiri acara yang merumuskan fatwa jihad tersebut. Demikianlah, Kiai Abbas selalu mengajarkan dan memberikan contoh kepada para santrinya agar mencintai Tanah Air.

Sumber : Republika.co.id

Hidup Peter Gould Hanya untuk Allah

Hidup Peter Gould Hanya untuk Allah

Setelah memeluk Islam, Gould sangat takjub dengan Alquran.

10Berita , Seusai Republika Penerbit meluncurkan 5 pilar, permainan edukasi Islam yang menyenangkan bersama desainernya Peter Gould, mualaf Peter Gould bercerita mengenai kisahnya bersyahadat. Ini bukan perjalanan mudah. Di dalamnya ada pergulatan batin yang mengantarkan pebisnis itu kepada tauhid.

Dia memiliki perusahaan branding dan desain internasional yang sukses. Karyanya berupa fotografi Islam kontemporer dipamerkan di seluruh dunia, termasuk Arab Saudi, Turki, Amerika Serikat, Inggris, Malaysia, dan Uni Emirat Arab. Ketekunannya dalam menghasilkan karya seni membuahkan penghargaan Islamic Economy Award pada Global Islamic Economy Summit di Dubai pada 2015.

Namun, di tengah segala kesuksesan yang dia miliki, Gould tak pernah lupa akan Sang Pencipta. Setidaknya lima kali dalam sehari dia selalu mengumandangkan takbir, bersujud kepada Allah, menunjukkan kepasrahannya kepada Ilahi Rabbi. Kehidupannya kini sangat bergantung dengan Allah.

Islam telah membawa kedamaian dan kesejahteraan tak hanya bagi dirinya sendiri, tapi juga keluarga yang menjadi tempatnya bersandar, mencurahkan kasih sayang, dalam kebersamaan. Hati menjadi tenang. Sikap dan etika yang dijalani dengan penuh keyakinan.

Sejumlah anak bermain permainan 5 Pilar didampingi Kepala Promosi Republika Muhammad Iqbal Santosa dan Eksekutif Desain Zileej Peter Gouldart saat acara Soft Lauching Boardgames 5 Pilar di Gramedia Pondok Indah, Jakarta, Sabtu (17/3).


Mengenal Islam

Sebelum menjadi Muslim, Gould ingat, bahwa agama sama sekali tidak menarik perhatiannya. Australia yang menjadi tempatnya tumbuh menjadi dewasa jauh dari nuansa kehidupan islami. Agama bukan hal mendasar. Hidup baginya hanya menjalani rutinitas sehari-hari, bersosialisasi, bekerja, dan berkeluarga.

Namun, pandangan itu perlahan mulai berubah. Kepribadiannya yang angkuh, penuh percaya diri, tak peduli agama, berujung pada kehampaan batin, kesepian, kesunyian, kesendirian yang sangat menjenuhkan.

Tiba-tiba dia mulai tertarik dengan Risalah Ilahiyah yang dibawa Rasulullah SAW. Perasaan itu muncul ketika Gould menginjak tahun terakhir sekolah menengah atas. Di sebuah halte bus, dia bertemu dengan seorang Muslim. “Ketika itu saya berpikir, ini seseorang yang sangat cerdas, kenapa sih mereka percaya kepada Tuhan? Dan itu benar-benar membawa saya ke jalan penemuan personal," ujar dia di Jakarta, Sabtu (17/3).

Banyak pertanyaan mengenai Islam yang diajukannya. Temannya yang seorang Muslim enggan asal menjawab. Dia melakukan penelitian untuk menjawab semua pertanyaan. Gould menginginkan jawaban yang faktual dan analitis.

"Saya mulai membaca, saya mulai mempelajarinya, dan saya langsung mempraktikannya. Saya merasa semakin yakin bahwa ada kebenaran yang mendalam tentang Islam," kata dia.

Beberapa tahun setelah lulus sekolah, Gould memutuskan masuk Islam pada suatu malam, tepatnya pada Ramadhan 2002. Kemantapan itu didasarkan pada kenyataan bahwa Islam benar-benar menarik perhatiannya. Di dalamnya ada ketenangan yang membuat batin nyaman. Hidup berjalan tanpa keraguan. Percaya diri dan ibadah berjalan beriringan.

Kedamaian adalah dambaan setiap insan, tak terkecuali Gould. Dia telah mencoba berpuasa selama Ramadhan. Awalnya terasa berat. Namun, lambat laun, tubuhnya mulai terbiasa. Batinnya semakin bersemangat untuk menahan diri. Hatinya semakin teguh untuk memasrahkan diri kepada Allah.

Pada suatu malam dia menyadari, batinnya sungguh berada dalam kedamaian. Itu adalah malam ke-27 Ramadan. Ketika itu, dia tidak menyadari pentingnya malam tersebut. Saya berdoa dan saya merasakan sesuatu yang sangat kuat sehingga membuatnya yakin untuk bersyahadat.

Ini adalah malam seribu bulan, malam Qadar. Ketika itu, malaikat turun membawa kebaikan seizin Allah. Mereka selalu mendoakan keselamatan kepada hamba yang ketika itu beribadah hingga fajar terbit.

Sejak itu, dia memhami arti kehidupan sebenarnya. Mulanya dia hanya tahu bahwa seseorang hidup dari sekumpulan sel dan atom yang membentuk tubuh sebagai fisik manusia. Padahal, jauh lebih dalam di diri ini, setiap orang memiliki hubungan dengan Sang Pencipta. Hubungan primordial ini sungguh kuat.

Allah sangat mencintai manusia, selalu membuka pintu tobat kepada siapa pun yang memohon ampunan dan menyesali dosa yang diperbuat. Manusia berusaha sekuat tenaga mewujudkan impian, kemudian berdoa kepada Sang Pencipta. Setelah itu, dia memasrahkan segalanya, bertawakkal menunggu kepastian Allah.

Setelah memeluk Islam, Gould sangat takjub dengan Alquran. Wahyu Ilahi yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ini bertahan lebih dari 1400 tahun dan dijamin keasliannya oleh Allah hingga akhir zaman. Bagi Gould, isi dan kandungan Alquran sangat cocok bagi semua kalangan: tua, muda, dan setiap orang yang berasal dari berbagai negara. Bahkan, Alquran mampu mengupas berbagai topik yang terjadi di masa lalu, saat ini, dan yang akan datang.

Setelah memeluk Islam, Gould pun baru memahami arti penting ibadah. Shalat, merupakan wujud syukur kepada Allah. Dia selalu mengajarkan anak-anaknya untuk mendirikan shalat lima waktu dalam sehari.

Ibadah yang unik, menurutnya, adalah puasa. Di saat orang terbiasa untuk selalu makan dan minum, Islam justru mewajibkan umatnya untuk menahan lapar dan haus selama bulan Ramadhan. Ternyata ada hikmah di dalamnya, yaitu menahan diri dari segala yang membatalkan puasa, mengistirahatkan dan menenangkan batin, menekan nafsu, sehingga diri hanya berpasrah kepada Sang Pencipta.

Gould mulai mempelajari Islam yang sederhana. Pertama adalah bersyukur dengan tidak meninggalkan shalat lima waktu. Bersyukur juga bisa dilakukan sederhana hanya dengan mengucapkan alhamdulillah setiap saat. Kedua, berpuasa selama tiga puluh hari lalu berzakat dan bersedekah kepada mereka yang membutuhkan.

Menghadapi keluarga

Gould mengakui, awal memeluk Islam adalah waktu-waktu yang sulit, terutama saat berhadapan dengan keluarga. Meskipun, dia sangat tahu bahwa kedua orang tuanya sangat bijak. Mereka berpikir, Gould memiliki kesalahan berpikir karena menganggap ikut-ikutan dengan orang Arab.

Kedua orang tuanya hanya tahu bahwa Islam adalah budaya Arab. Padahal, jelas Nabi Muhammad menyebarkan Islam untuk semua orang bahkan seluruh alam.

Allah sebaik-baikya perencana, orang tua menentangnya hanya karena mereka tidak tahu. Tetapi, saat ini mereka paham dan mengerti agama yang dijalaninya dan mendukungnya meski mereka belum mau menerima Islam sebagai agama. Mereka mengerti bahwa Islam adalah agama cinta kasih. Hubungan Gould dengan kedua orang tuanya pun semakin baik.

Istri adalah orang pertama yang mengenalkannya kepada Islam. Dia adalah pelajar Muslim yang ditemuinya di halte bus. Dia juga yang harus menghabiskan banyak waktu meneliti Islam setelah Gould mengajukan banyak pertanyaan.

Setelah enam bulan menjadi Muslim, Gould menikahinya. Kini usia pernikahannya telah menginjak 15 tahun dan telah memiliki tiga orang anak. Dia beruntung karena anak dan istrinya mendukung karier. Dari anaknyalah ide lima pilar tercipta.

Gould mengatakan, anak-anak Muslim membutuhkan permainan edukasi Islam yang menyenangkan dan tidak melulu bermain dengan televisi, video gim, media sosial. Anak-anak Muslim membutuhkan permainan yang dapat mengakrabkan keluarga dan menambah ilmu pengetahuan terutama tentang keislaman.

Setelah kreasi lima pilar ini, Goul berharap, dapat menciptakan berbagai teknologi dan kreativitas lain untuk mendukung perkembangan Islam. Bagi Gould, mempelajari Islam tidak melulu hanya dari buku, ceramah, ataupun khutbah. Melalui permainan dan hal-hal menyenangkan, Islam dapat dipelajari dan lebih mudah dipahami.

Sumber :Republika.co.id 

FPI Islamkan Ratusan Suku Anak Dalam di Jambi

FPI Islamkan Ratusan Suku Anak Dalam di Jambi

10Berita, Jambi  - Front Pembela Islam (FPI) dikenal sebagai organisasi Islam yang tegas dalam melakukan aktivitas Amar Makruf Nahi Munkar di berbagai daerah di Indonesia.

Ketua DPD FPI Provinsi Jambi Habib Taufiq Baraqbah mengatakan bahwa FPI terus menegakkan Amar Makruf Nahi Munkar di provinsi Jambi. “kita tidak takut dengan siapapun, karena kami membela agama Allah, dan kami yakini bahwa Allah akan menjaga kami,” tegasnya.

Selain memberantas kemaksiatan, banyak aktivitas FPI di bidang sosial dan keagamaan, salah satunya upaya mendakwahi orang-orang yang belum mengenal Islam.

Seperti yang dilakukan FPI baru-baru ini yaitu mensyahadatkan ratusan Suku Anak Dalam Desa Nyogan Kecamatan Mestong, Jumat (23/3). FPI akan memberikan perhatian khusus untuk membimbing Suku Anak Dalam tersebut mendalami ajaran agama Islam.

Ketua Umum FPI, KH Shabri Lubis, saat berada di Desa Nyogan Kabupaten Muaro Jambi mengatakan bahwa selain mensyahadatkan Suku Anak Dalam, di lokasi tersebut tepatya di RT 2 Desa Nyogan, dilakukan juga peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al-Hidayah. ”banyak rangkaian yang kita lakukan, yang jelas FPI dekat dengan masyarakat,“ katanya.

Kyai Shabri menyampaikan ucapan terima kasih karena kegiatan FPI di Jambi masih didukung oleh sejumlah pihak, khusus buat Yayasan Darul Rizki Pratama (DRP) yang selama ini konsisten dalam kegiatannya di bidang sosial, dakwah dan persoalan keumatan lainnya.

“Insya Allah kedatangan kita kali ini di sini untuk membantu kegiatan dakwah di Jambi agar lebih meningkatkan semangat dakwahnya dengan Suku Anak Dalam dengan disertai oleh rombongan dari Yayasan DRP, Insya Allah menjadi berkah dan bermanfaat,” ujarnya.

“Semoga misi dakwah mulia FPI bersama Yayasan DRP terus berlanjut dan selalu diberi kemudahan oleh Allah SWT,” sambungnya.

Sementara itu Temenggung Suku Anak Dalam (SAD) Desa Nyogan, ian mengatakan bahwa bersyahadat dan memeluk agama Islam ini tidak ada tekanan maupun paksaan dari siapa pun dan pihak manapun.

“iye, tak ade paksaan, Allah ngasih kami hidayah untuk memeluk agama islam,” kata Temenggung ian.

Tarian tirai kegelapan yang ditampilkan oleh putra-putri warga Suku Anak Dalam Desa Nyogan mengakhiri prosesi pengsyahadatan.

Tarian tirai kegelapan ini memaknai bahwa selama ini Suku Anak Dalam Desa Nyogan yang tidak tau arah dan tujuan, kini paham dan memiliki arah dalam meniti hidup dan kehidupan di dunia untuk menuju akhirat.

Sumber: jambinow/dakwahmedia

Wasekjen PDIP: Pertemuan Jokowi-Airlangga Bisa Jadi Bahas Cawapres

Wasekjen PDIP: Pertemuan Jokowi-Airlangga Bisa Jadi Bahas Cawapres

10Berita, Wakil Sekjen PDIP Eriko Sotarduga mengatakan pertemuan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto kemungkinan membahas mengenai calon wakil presiden atau cawapres di Pilpres 2019.

Apalagi partai berlambang pohon beringin ini juga menjadi salah satu partai pengusung Jokowi  dalam perhelatan lima tahun tersebut.

"Bisa saja (bahas cawapres), apa sih pandangan dari Partai Golkar. Tentunya dari hasil Rakernas kemarin," kata Eriko di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (25/3/2018).

Menurut dia, hasil rakernas dari Partai Golkar juga dapat menjadi masukan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut jelang Pilpres. Sebenarnya bagi Eriko pertemuan keduanya merupakan bentuk hal yang wajar.

Beberapa pimpinan partai, kata Eriko, sebelumnya juga telah bertemu Jokowi. Sebut saja Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Romahurmuziy, Surya Paloh hingga Megawati Soekarnoputri. Bahkan beberapa parpol baru juga telah bertemu dengan mantan Wali Kota Surakarta itu.

"Jadi kalau kita melihat Pak Joko Widodo itu sangat menghormati partai-partai, bahkan partai baru saja diterima di Istana. Apalagi ini partai papan atas dan beliau adalah salah satu menteriya jadi sangat wajar menerima di Istana Bogor," papar dia.

Pertamuan Hal Wajar

Sedangkan untuk Jokowi yang mengenakan kaus kuning, Eriko menilai itu juga hal wajar apalagi memang pertemuan itu dilakukan saat waktu yang santai.

"Itu beliau saat berolahraga tentunya pakai kaus, tentunya kaus ini memang bisa warna kuning,putih, merah. Itu wajar saja. Kalau itu mau diintepretasikan menghormati kedatangan Pak Airlangga sebagai ketum parpol, bisa saja," jelas Eriko.

Sumber : Liputan6

Inti Pesan Prabowo, NKRI Jangan Sampai Diatur Asing Apalagi Bubar

Inti Pesan Prabowo, NKRI Jangan Sampai Diatur Asing Apalagi Bubar


10Berita Pidato Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto tentang 2030 Indonesia bubar merupakan sebuah peringatan agar seluruh elemen bangsa membela NKRI agar tidak bubar.

Begitu kata Wakil Ketua Umum Fadli Zon yang mencoba menjelaskan arti dari pidato Prabowo Subianto dalam akun Twitter @fadlizon, Sabtu (24/3).

“Jangan lengah, jangan terlalu percaya diri, jangan sampai terjadi disintegrasi sosial apalagi disintegrasi teritorial. NKRI harus kuat,” jelasnya.

Wakil ketua DPR RI ini kemudian menjelaskan bahwa di luar sana tentu ada pihak-pihak yang ingin Indonesia lemah agar pihak-pihak itu mendapat keuntungan. Menurutnya, kondisi ini harus dilawan agar Indonesia tetap kuat.

“Ada satu masa kita ditakuti sebagai ancaman dari utara atau ancaman di Asia Tenggara. Mereka tahu posisi RI yang strategis secara geopolitik. Kalau RI kuat secara ekonomi misalnya, ada negara-negara tetangga yang dirugikan. kalau kuat secara militer, kita jadi ancaman. Mereka ingin RI lemah,” tegas Fadli.

Atas alasan itu, sambungnya, Prabowo mengeluarkan peringatan kepada elemen bangsa, khususnya kader Gerindra akar terlibat aktif dalam menjadi bagian sebagai pembela NKRI. Hanya dengan demikian, NKRI tetap utuh dan tidak akan bubar.

“Jadi inti pesan Pak Prabowo justru kita harus jaga NKRI, kita Gerindra harus jadi bagian pembela NKRI, jangan sampai diatur asing apalagi bubar,” tukasnya. (kk/)

Sumber :rakyatmerdekaonline

Kekhawatiran Prabowo Sangat Beralasan Melihat 'IMD World Talent' Indonesia Terus Merosot di Era Jokowi

Kekhawatiran Prabowo Sangat Beralasan Melihat 'IMD World Talent' Indonesia Terus Merosot di Era Jokowi


10Berita,  Pidato Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyebut prediksi 'Indonesia Bubar 2030' menjadi polemik.

Prabowo menegaskan, pernyataannya soal Indonesia tidak ada lagi tahun 2030 didasarkan pada scenario writing pihak asing.

"Jadi di luar negeri itu ada scenario writing, yang nulis itu ahli-ahli intelijen strategis. Dibuka dong, baca dong," ujar Prabowo di Hotel Millenium, Jakarta, Kamis (22/3/2018), seperti dilansir Kompas.

Prabowo ingin menyampaikan skenario tersebut sebagai sebuah peringatan bagi Pemerintah Indonesia untuk tidak menganggap enteng berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Indonesia, seperti kemiskinan, ketimpangan dan kesenjangan ekonomi, penguasaan sumber daya oleh segelintir, dll.

Sebenarnya kekhawatiran Prabowo atas nasib Indonesia di 2030 cukup beralasan kalau melihat "IMD World Talent Ranking" Indonesia yang terus merosot di era Presiden Jokowi.

IMD World Talent adalah indeks atau peringkat daya saing Sumber Daya Manusia.

Realitanya Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia terus merosot di era Jokowi:

▶️Tahun 2014 Ranking 25 (Modal awal warisan era SBY)
▶️Tahun 2015 Ranking 41 (Langsung anjlok turun 16 peringkat, dari 25 ke 41)
▶️Tahun 2016 Ranking 44 (terus turun)
▶️Tahun 2017 Ranking 47 (turun terus)

Peringkat 'IMD World Talent Ranking' dihitung dengan bobot tertentu dengan mempertimbangkan tiga faktor yaitu faktor pengembangan dan investasi, faktor daya tarik suatu negara, dan faktor kesiapan sumber daya manusia.

Daya saing Sumber Daya Manusia Indonesia ini jauh tertinggal dengan negara ASEAN seperti Singapura dan Malaysia.

____
Referensi:
- https://www.talentcorp.com.my/clients/TalentCorp_2016_7A6571AE-D9D0-4175-B35D-99EC514F2D24/contentms/img/publication/IMD_World_Talent_Report_2014.pdf
- http://humancapitaljournal.com/indonesia-turun-tiga-peringkat-di-imd-world-talent-report-2016/
- https://www.kemenkeu.go.id/media/4384/daya-saing-sumber-daya-manusia-indonesia-menghadapi-masyarakat-ekonomi-asean.pdf
- http://industri.bisnis.com/read/20161005/12/589854/ranking-merosot-daya-saing-indonesia-jadi-sorotan
- https://www.imd.org/wcc/world-competitiveness-center-rankings/talent-rankings-2017/

Minta Turki Bebaskan Kota Mereka dari YPG/PKK seperti Afrin

Berunjuk Rasa, Warga Suriah Minta Turki Bebaskan Kota Mereka dari YPG/PKK seperti Afrin

10Berita, AZAZ  Warga Suriah di Kota Tal Rifaat di Provinsi Aleppo utara menggelar unjuk rasa pada Sabtu (24/3/2018). Unjuk rasa ini digelar dengan tujuan menuntut operasi militer serupa seperti dilakukan di Afrin untuk membebaskan wilayah mereka dari kelompok teror YPG/PKK.

Para pengunjuk rasa, termasuk sekitar 400 pejuang dari Tentara Pembebasan Suriah (FSA), memblokir jalan antara Kota Azaz dan Kota Sijo dengan seruan dilakukannya  Operasi Olive Branch Turki untuk Kota Tal Rifaat.

Para demonstran kemudian membuka kembali jalan setelah personel militer Turki dan pasukan keamanan lokal berhasil membujuk para pengunjuk rasa tersebut.

Pada awal 2016, kelompok teror YPG/PKK menguasai Afrin dan desa-desa sekitarnya dengan bantuan dari Rusia dan rezim Basyar Asad.

Sekitar 25.000 penduduk telah dipaksa keluar dari rumah mereka dan daerah sekitarnya oleh kelompok teror. Warga pun mencari perlindungan di Kota Azaz.

Di akun Twitter, Tentara Turki berbagi video terkait permintaan warga Suriah tersebut.

“Warga Tal Rifaat yang ingin membebaskan kota mereka dari organisasi teroris turun ke jalan,” kata tentara Turki dalam video itu seperti dilansir Kantor Berita Anadolu, Sabtu (24/3).

Beberapa orang warga dalam video itu terlihat memegang bendera Turki.

Turki meluncurkan ‘Operasi Ranting Zaitun’ sejak 20 Januari 2018 untuk membebaskan Kota Afrin di Suriah barat laut dari kelompok-kelompok teroris di tengah meningkatnya ancaman teror di kawasan tersebut.

Pada 18 Maret lalu, pasukan yang didukung Turki berhasil membebaskan Kota Afrin sepenuhnya dari kelompok teror YPG/PYD/PKK yang telah bercokol di kota itu sejak 2012.

Menurut militer Turki, operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, resolusi Dewan Keamanan PBB, hak membela diri di bawah piagam PBB dan penghormatan terhadap integritas teritorial Suriah.

Militer juga mengatakan operasi ini hanya menyasar kelompok teror sehingga harus dilakukan dengan  “sangat hati-hati” agar tidak merugikan warga sipil. (S)

Sumber: Anadolu Agency,  Salam Online.

AJIIB! Disulap Anies, Penampakan Kampung di Pinggir Danau Sunter Mengundang Decak Kagum

AJIIB! Disulap Anies, Penampakan Kampung di Pinggir Danau Sunter Mengundang Decak Kagum


10Berita, Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan membuka gerakan kampung warna warni di Danau Sunter II, Jalan Danau Sunter Selatan, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

"Kita akan mulai peremajaan kampung dimulai dari sini, dari Danau Sunter, dengan suasana yang indah dan menyenangkan warga akan semakin produktif melakukan hal yang positif," kata Anies Sabtu 24 Maret 2018 di Posko Olahraga Air Danau Sunter II.

Dalam kesempatan itu Anies juga menandatangani kesepakatan bersama yang merupakan bentuk CSR dari salah satu perusahaan cat. Gerakan masyarakat untuk menuju Jakarta yang maju kotanya dan bahagia warganya.

Kegiatan mengecat dinding sheet pile sekitar danau kemudian dilanjutkan dengan mengecat rumah penduduk warga di Kelurahan Sunter Jaya.

Anies juga turut menebar benih ikan nila sebanyak 1.500 ekor di danau tersebut dengan diikuti sekitar 1.000 orang dari murid SMK, PPSU, komunitas mural, personel Kolinlamil, mahasiswa IKJ dan warga di Jakarta Utara.

Berikut foto-fotonya.





Sumber :Portal Islam