OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Senin, 26 Maret 2018

Tercyduk !, Ini Data Pria yang Sebut Muslimah ‘Teroris’ Saat Brekendara Motor

Tercyduk !, Ini Data Pria yang Sebut Muslimah ‘Teroris’ Saat Brekendara Motor


10Berita, Viral dimedia sosial sebuah video seorang pengendara sepeda motor berteriak kearah muslimah dengan perkataan yang tidak beradab.

Pria pengendara itu sebut muslimah yang sedang melakukan aksi sosial kemanusiaan sebagai teroris.

Entah apa salah muslimah itu tiba-tiba mendapat perlakuan tidak mengenakkan seperti itu.

Terkait dengan kejadian tersebut, pihak kepolisian diminta menangkap pria itu sebagai upaya penegakan hukum. Selain menghina, perbuatan itu dinilai melanggar SARA.

“Mohon @DivHumas_Polri Segera Menangkap Pemuda Biadab’ Bersepeda Motor ini yg Menghardik Muslimah yg Sedang Menggalang Dana Untuk Kemanusiaan Dengan “TERORIS!,” kicau akun @Muslim_Bersatu1.

Mohon @DivHumas_Polri Segera Menangkap Pemuda Biadab’ Bersepeda Motor ini yg Menghardik Muslimah yg Sedang Menggalang Dana Untuk Kemanusiaan Dengan “TERORIS ! ” #UsuTuntas #HukumBerat#2019PresidenBarupic.twitter.com/XCMxUlBOdg

— Muslim_Bersatu (@Muslim_Bersatu1) 24 March 2018

Bersepeda Motor ini yg Menghardik Muslimah yg Sedang Menggalang Dana Untuk Kemanusiaan Dengan “TERORIS ! ” #UsuTuntas #HukumBerat #2019PresidenBaru

Tak laman berselang, dilaman twitter tiba-tiba beredar dan viral di duga data pria yang menghina seorang muslimah tersebut. Di era keterbukaan informasi dewasa ini, data kenderaan memang bisa dengan mudah di dapatkan.

“Kecyduk..Nie die oknum cebong yg saat melintas di Komunitas wanita muslim bercadar yg lg mengadakan aksi sosial di jalan,,,,tereak “Teroris” kepada salah satu ukhti…,” kicau akun @akai_clan.

Kecyduk..
Nie die oknum cebong yg saat melintas di Komunitas wanita muslim bercadar yg lg mengadakan aksi sosial di jalan,,,,tereak “Teroris” kepada salah satu ukhti…

Cc@RezaBorneo1184@SofieBorneo62 bisa pic.twitter.com/ej51YOSJfc

— #YaAllahSaveAllMoslem (@akai_clan) 25 March 2018



[mantabz.com]

dan IG :Media Muslimin

Sumber :Portal Islam 

Wahai Ayah, Dengarkanlah Cerita Istri dan Anakmu

Wahai Ayah, Dengarkanlah Cerita Istri dan Anakmu


10Berita, Terutama kaum ayah, apa yang biasa Anda lakukan sepulang kerja? Apakah Anda telah memiliki waktu khusus untuk berbincang bersama istri dan anak-anak?

Tidak sedikit para ayah yang langsung tidur atau asyik sendiri dengan gadgetnya begitu sampai rumah, ketika istrinya bercerita tentang apa yang terjadi hari ini suami malah menolak mendengarkan, apalagi ketika anak minta gendong, ada saja ayah yang langsung marah-marah karena merasa dirinya sudah terlalu capek di kantor. Padahal ada banyak kebaikan yang bisa diperoleh ketika seorang pria mau meluangkan waktu untuk keluarganya.

Berikut ini beberapa alasan mengapa para ayah sebaiknya meluangkan waktu setiap hari untuk mendengarkan cerita dari istri dan anaknya sekalipun dianggapnya menjemukan:

1. Sunah Rasulullah shalallaahu ‘alaihissalam

Rasulullah bukanlah seorang yang tidak ada pekerjaan, beliau memiliki luar biasa banyak agenda setiap harinya, akan tetapi beliau tidak pernah lupa untuk berbincang dan bercanda dengan istrinya.

“Rasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam adalah orang yang paling banyak bergurau bersama istri-istri beliau.” (HR. Thabrani)

Bahkan sekalipun berbincang sehabis shalat Isya’ adalah hal yang dibenci oleh Rasulullah, akan tetapi hal ini tidak berlaku jika dipergunakan untuk ngobrol bersama istri, Imam Bukhari menjelaskan bolehnya begadang dalam rangka melayani tamu dan ngobrol bersama istri. (Shahih Bukhari, bab no. 41).

Para ulama mengatakan, obrolan yang makruh setelah isya adalah obrolan yang tidak ada maslahatnya. Adapun kegiatan yang ada maslahatnya dan ada kebaikannya, tidak makruh. Seperti belajar ilmu agama, membaca cerita orang soleh, ngobrol melayani tamu, atau pengantin baru untuk keakraban, atau suami ngobrol dengan istrinya dan anaknya, mewujudkan kesih sayang dan hajat keluarga. (Syarh Shahih Muslim, 5/146).

2.  Membawa keberkahan

Jika Anda memiliki proyek di kantor atau usaha bisnis, bisa jadi ridho istri dan anak Anda lah yang menjadikan semua hal tersebut lancar dan mudah Anda jalankan. Jangan terlalu sombong segala kesuksesan Anda adalah karena kehebatan diri sendiri. Luangkan waktu untuk mendengarkan cerita dari bibir istri dan anak setiap harinya, ketika mereka merasa bahagia karena didengarkan dan diperhatikan, in syaa Allah ridho mereka itu bisa melancarkan dan memberi keberkahan untuk pekerjaan Anda.

3. Hak istri dan anak

 ”Segala sesuatu yang dijadikan permainan oleh anak Adam adalah bathil, kecuali tiga perkara, melepaskan panah dari busurnya, latihan berkuda, dan senda gurau (mula’abah) bersama keluarganya, karena itu adalah hak bagi mereka.”  (HR. Thabrani)

Sumber :Ummi Online 

Saat TGB dan Ustaz Somad Berduet

Saat TGB dan Ustaz Somad Berduet

Ustaz Somad mengajak para santri jangan menyia-nyiakan kesempatan belajar di ponpes.

Oleh: Muhammad Nursyamsyi

10Berita, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi satu panggung dengan Ustaz Abdul Somad (UAS) dalam peringatan Isra Mi'raj salah di Pondok Pesantren As'adiyah Pusat Sengkang, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Ahad (25/3).

TGB datang lebih dahulu sekitar pukul 16.00 WITA bersama Sekretaris Organisasi Internasional Alumni al-Azhar Cabang Indonesia Muchlis Hanafi dan Ketua Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah Andi Aderus. Kehadiran TGB mendapat sambutan meriah dari para santri yang sudah bersiap sejak di pintu masuk Ponpes As'adiyah. Ratusan santri berebut bersalaman dan berswafoto dengan Gubenur NTB dua periode tersebut.

Ketua Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (ICATT) Andi Aderus mengatakan, TGB merupakan satu contoh jebolan santri yang sukses berkarier di dunia pendidikan, pemerintahan, dan menjadi pemuka agama. "TGB adalah eksperimen, dia santri, dulu saat hendak maju (Pilgub NTB), orang katakan apa yang bisa dilakukan seorang santri," ujar Andi.

Gubernur NTB TGB Zainul Majdi memberikan tausyiah pada peringatan Isra' Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW di Ponpes As' Adiyah Pusat Sengkang, Kabupaten Wajo, Makassar, Sulsel, Ahad (25/3).


Hampir sepuluh tahun menjabat sebagai orang nomor satu di NTB, kata dia, TGB berhasil mengubah wajah NTB di mata masyarakat luas, tak hanya di Indonesia, melainkan juga dunia internasional. Dalam ceramahnya, TGB menekankan bahwa santri bisa berkontribusi di bidang apa pun dan mampu bersaing dengan siapa pun asalkan tekun belajar dan istiqamah.

"Hingga akhirnya masyarakat merasakan kepemimpinan dari santri itu mendapatkan hasil yang baik, alhamdulillah," kata TGB.

TGB juga membahas soal masifnya penyebaran kabar bohong atau hoaks yang ramai terjadi pada saat ini. TGB berharap para santri tidak ikut-ikutan menyebarkan berita atau informasi yang belum diyakini kebenarannya.

"Sekarang banyak sebarkan tanpa peduli yang dia kirim akan merusak kehormatan orang lain, hoaks menyebabkan kita tidak bisa menghormati kepada pemimpin-pemimpin kita. Semoga kita dijauhkan dari hoaks,” kata dia.

Sementara itu, di atas panggung, Ustaz Somad bercengkerama sejenak dengan para alumni al-Azhar, termasuk TGB. Tak lama berselang, Ustaz Somad mulai menyapa santri dan memuji para alumni santri yang ada di belakangnya.

"Di belakang saya ada Tuan Guru Bajang, gubernur yang hafal 30 juz, ada juga di sebelahnya Dr Muchlis Hanafi yang juga hafal 30 juz. Saya tidak melihat ke belakang nanti hilang materi saya karena melihat mereka-mereka," ucap Somad disambut gelak tawa para santri dan wali santri yang hadir.

Ustaz Somad memilih tetap menatap ke depan, ke hadapan para santri. Namun, di hadapan Ustaz Somad pun terpampang wajah TGB, Dr Muchlis, dan alumni al-Azhar lain.

"Saya melihat ke depan sama juga ada spanduk wajah mereka. Mereka (TGB dan kawan-kawan) merem saja ada al-Baqarah di bayangannya, kalau saya merem, gelap," kata Ustaz Somad.

Meski mengaku tidak tamat saat belajar di pondok pesantren dan merasa tidak sepandai kawan-kawan alumni al-Azhar yang lain, Ustaz Somad mengajak para santri jangan menyia-nyiakan kesempatan belajar di ponpes. "Jangan sampai ada rasa penyesalan di kemudian hari," kata Ustaz Somad.

Tausiyah Ustaz Somad sendiri tak berlangsung lama mengingat sudah masuk waktu shalat Maghrib. Meski begitu, UAS dan TGB kembali berduet dalam tabligh akbar di Lapangan Merdeka, Wajo, pada Ahad (25/3) malam.

Kelakar TGB

Sebelum memulai tausiyah, TGB berkelakar bahwa Ustaz Somad harus mengisi ceramah di Lapangan Merdeka sampai subuh. Candaannya ini menyambung kekhilafan penyebutan nama Ustaz Somad oleh Bupati Wajo Abdi Burhanuddin saat sambutan awal yang menyebut nama UAS dengan Ustaz Abdullah Somad.

"Ini nambah nama. Beliau (UAS) harus potong kambing, karena bupati sudah nambah nama. Maka beliau (UAS) wajib sampai subuh ceramah. Siap-siap ustaz ya, sampai subuh," kata TGB disambut gelak tawa ribuan masyarakat yang hadir.

TGB juga meminta UAS lebih lama menyampaikan ceramah ketimbang dirinya. Alasannya karena TGB merupakan senior UAS saat kuliah di Universitas Al Azhar Mesir. Sebagai senior, TGB mengaku cukup menjadi pembuka untuk kemudian diteruskan oleh UAS.

TGB mengajak warga Wajo mendoakan agar Ustaz Somad senantiasa diberikan kesehatan oleh Allah SWT agar dapat meneruskan syiar Islamnya ke seluruh penjuru nusantara.

Sumber : Republika.co.id

Jokowi Hanya Jadi Jamaah pada Haul Guru Sekumpul

Jokowi Hanya Jadi Jamaah pada Haul Guru Sekumpul

Jokowi biasanya bertegur sapa atau bahkan membagi-bagikan sepeda.

10Berita , BANJAR -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) hanya menjadi jamaah ketika datang ke Haul ke-13 Kyai Haji Muhammad Zaini Bin Abdul Ghani, Ahad (25/3). Padahal biasanya, Jokowi memberikan sambutan atau datang bersilaturahim dengan santri maupun warga sekitar. Jokowi hanya datang untuk menjalankan salat Magrib dan Isya berjamaah dan ikut bersalawat.

Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Informasi Johan Budi mengatakan, memang dalam kedatangan ke Musala Ar-Raudhah yang menjadi tempat haul, Kepala Negara tidak memberikan sedikit pun sambutan. Jokowi hanya datang layaknya jamaah lain yang mengikuti haul.

"Bagus kan. Memang pada saat kedatangan pun Jokowi tidak mendapat sambutan dan seperti jamaah lainnya. Pada saat masuk ke Musala pun langsung ikut salat Magrib dan Salawatan," ujar Johan Budi yang turut mendampingi Presiden Jokowi, Ahad (25/3).

Kedatangan Jokowi ke haul atau pondok pesantren tanpa memberikan sambutan kepada masyarakat atau santri di pondok pesantren memang tak biasa dilakukan Jokowi. Dia biasanya bertegur sapa atau bahkan membagi-bagikan sepeda yang menjadi incaran masyarakat. 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Haul ke-13 Abah Guru Sekumpul. (Biro Pers Istana)


Koordinator Posko 03 Induk Sekumpul Agus Syamsu Rizal mengatakan, memang dalam setiap pengajian atau haul yang dilakukan di Ar Raudhah siapapun yang datang tetap dianggap sebagai jamaah. Kendati mereka adalah tokoh politik atau pejabat negara, semua yang datang ke musala menjadi satu, yaitu jamaah.

"Memang dari dulu begitu. Mau bagaimanapun semua tetap menjadi jamaah saja," ujar Agus ditemui di poskonya.

Agus menuturkan, jumlah jamaah yang ikut setiap tahunnya terus bertambah. Bukan hanya dari Indonesia, jamaah juga sering berdatangan dari luar negeri. Tahun ini, panitia memperkirakan akan ada 1,2 juta jamaah yang menghadiri haul Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al-Banjari atau yang juga dikenal dengan sebutan Guru Sekumpul.

Menurut Agus, ketika Kyai Haji Muhammad Zaini masih ada, jamaah yang datang menghadiri pengajian hanya berkisar 200-300 ribu. Namun setelah Muhammad Zaini meninggal dunia justru semakin banyak jamaah yang hadir dalam setiap kegiatan di Ar Raudhah.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Haul ke-13 Abah Guru Sekumpul. (Biro Pers Istana)


Untuk mengakomodir kedatangan jamaah pada saat haul, masyarakat di sekitar Musala Ar Raudhah kerap menyiapkan tempat bagi mereka yang ingin menginap sebelum haul dimulai. Sebab, biasanya ada jamaah yang jauh dari Banjar, dan harus mencari penginapan sebagai persiapan haul.

Selain ada penginapan dari warga dan pemerintah setempat, banyak juga relawan yang menyediakan makan gratis di jalan-jalan menuju Musala Ar Raudhah. Mereka menyediakan makan tanpa diminta oleh panitia, namun secara sukarela menjajakan camilan atau makanan berat bagi jamaah yang berdatangan.

"Untuk posko makan dari panitia ada 43 titik. Untuk tempat parkir ada 91, dan semuanya gratis," ujar Agus.

Selain makanan dan tempat parkir, dari pantauan Republika ada tempat tambal ban gratis bagi jamaah yang kendaraanya mengalami bocor ban. 

Sumber : Republika.co.id

Peradaban Islam Perintis Restoran

Peradaban Islam Perintis Restoran

Al-Muqaddasi, menyatakan, pertama kali restoran atau muncul di dunia Islam.

10Berita , JAKARTA — Sejak kapan peradaban manusia mengenal restoran? Geografer Muslim, Al-Muqaddasi, menyatakan, pertama kali restoran atau rumah makan muncul di dunia Islam pada abad ke-10 M. Penjelajah Muslim kelahiran Yerussalem itu mengungkapkan, pada masa itu telah muncul restoran yang menyediakan aneka jenis hidangan.

'' Di restoran seseorang dapat membeli semua jenis hidangan yang telah disediakan," ungkap Al-Muqaddasi. Restoran yang tersebar di Spanyol Islam menawarkan tiga menu hidangan utama. Yakni sup, menu utama, dan pencuci mulut. Restoran kemudian berkembang di peradaban Cina mulai abad ke-11 M.

Lalu kapan peradaban Barat mulai mengenal restoran? Jawabannya adalah pada abad ke-19. Restoran pertama di dunia Barat muncul di Prancis.  Umat Islam telah berhasil membuat aneka resep hidangan dan masakan. Di era keemasan, terdapat sederet buku tentang masak-memasak. Beberapa buku kuliner yang dihasilkan para koki Muslim itu antara lain; Kanz al-fawa’id fi tanwi’ al-maw’id yang ditulis seorang koki tak dikenal dari Mesir dan Fadhalat al-khiwan fi atayyibat at-ta’am wa-’l-’alwan yang ditulis Ibnu Razin Attujibi pada abad ke-12 di Spanyol.

Selain itu, ada pula Kitab At-tabikh fi al-Maghrib wa-’l-Andalus yang disusun seorang koki tak dikenal di Maroko pada abad ke-12 M; Kitab At-tabikh yang ditulis Mohammed al-Baghdadi pada abad ke-13 M di Irak; Kitab At-Tabikh, ditulis Ibn Sayyar al-Warraq pada abad ke-13 M di Irak; Tadhkira, ditulis Dawad al-Antaki pada abad ke-13 M di Suriah; dan Wasla ‘l-habib fi wasf al-tayyibat wa-t-tibb, ditulis Ibnu A’dim pada abad ke-13 M di Suriah.

Awalnya, resep-resep itu hanya beredar di kalangan istana. Setelah itu, barulah masyarakat biasa bisa meracik hidangan sesuai resep yang dibuat para koki andal itu. Saat itu, ilmu gizi telah dikembangkan sebagai salah satu bentuk pengobatan. Penguasa Muslim di era itu sudah memperkenalkan pentingnya menjaga kesehatan tubuh.

Di abad ke-13 M, buku-buku gizi beserta resep-resep masakan yang disusun para dokter Muslim menarik perhatian para penguasa, tak terkecuali gereja di Barat pun ikut kepincut untuk mempelajarinya. Minat untuk mempelajari ilmu gizi beserta resep-resep makanan dan hidangannya semakin berkembang pesat ketika Ferrara, Salerno, Montpellier, dan Paris, menjadi pusat untuk mempelajari ilmu kedokteran Islam. 

Salad dan sup juga merupakan hidangan yang diracik dan disarankan dokter Muslim, seperi Al-Razi dan Ibnu Zohr. Selain itu, pasta juga ternyata warisan kuliner Islam. Petualang Muslim pada abad ke-11 M bernama Al-Bakri menuliskannya dalam catatan perjalanannya. Pada abad itu, wanita-wanita Muslim sudah membuat pasta untuk jamuan makan. Begitulah peradaban Islam mengembangkan aneka hasil pertanian. 

Sumber : Republika.co.id

Cak Imin Yakin Jokowi Pasti Memilihnya

Cak Imin Yakin Jokowi Pasti Memilihnya

10Berita – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar, mengungkapkan bahwa sebelum Airlangga datang ke Istana Bogor, dia juga bertemu Jokowi dua hari sebelumnya. Selain berbicara tentang masalah pemerintahan, Muhaimin mengklaim bahwa dirinya diajak Jokowi berbicara masalah Pilpres 2019.

Dilansir oleh Viva, dari pertemuannya dengan Jokowi tersebut, Muhaimin yang lebih dikenal dengan sebutan Cak Imin, sangat yakin Jokowi memilihnya menjadi calon wakil presiden.

“Terus kesimpulannya, saya sangat optimis. Insya Allah dan kunci kemenangan Pak Jokowi memang ada di kita, di PKB,” kata Cak Imin di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Minggu 25 Maret 2018.

Cak Imin diketahui sempat berziarah ke makam mendiang Taufiq Kiemas. Saat berziarah tersebut, Cak Imin sempat mengucapkan minta izin untuk menjadi calon wakil presiden Jokowi di depan nisan mantan Ketua MPR tersebut.

Meskipun ziarahnya dalam rangka jelang pelantikannya sebagai Wakil Ketua MPR, Cak Imin juga menyatakan pujiannya atas kiprah Taufiq sebagai politisi. Bahkan di kesempatan yang sama, Cak Imin mengatakan bahwa Taufiq dan Megawati sudah dikenalnya sejak lama dan telah dianggap seperti keluarga.

“Pak Taufiq ini guru sekaligus Ibu Mega orang tua saya,” ujar Cak Imin.

Terkait pertemuan Jokowi dengan Airlangga Hartarto, Cak Imin menganggap pertemuan tersebut merupakan hal biasa. Dia menilai, pertemuan Presiden Jokowi dengan pimpinan partai jangan langsung diartikan ada keputusan strategis yang langsung diambil. Menurut Cak Imin, hal tersebut dikarenakan posisi Airlangga yang sebagai Ketua Umum Partai Golkar juga berada di posisi kabinet menjadi Menteri Perindustrian.

“Oh ya tidak (sinyal ke Airlangga). Presiden kan selalu ketemu dengan seluruh ketua partai,” kata  Cak Imin.

Sumber : Ngelmu.co

Turki Akan Penuhi Permintaan Rakyat Suriah untuk Bebaskan Kota Tal Rifaat di Aleppo

Turki Akan Penuhi Permintaan Rakyat Suriah untuk Bebaskan Kota Tal Rifaat di Aleppo


Presiden Recep Tayyip Erdogan

10Berita, TRABZON  Setelah Afrin, operasi Turki yang sedang berlangsung di Suriah akan mencapai tujuannya ketika Kota Tal Rifaat di Aleppo utara dibebaskan dari kelompok teror, demikian diungkapkan Presiden Recep Tayyip Erdogan, Ahad (25/3/2018).

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Suriah yang tinggal di Kota Tal Rifaat, Aleppo utara, menggelar unjuk rasa, Sabtu (24/3) untuk meminta Turki agar membebaskan wilayah mereka dari kelompok teror seperti dilakukan Turki di Afrin.

Operation Olive Branch yang diluncurkan sejak 20 Januari lalu itu ditujukan untuk menumpas kelompok teror YPG/PKK dan Daesh dari Afrin di Suriah barat laut di tengah meningkatnya ancaman di wilayah tersebut.

Berbicara dalam Kongres Partai Keadilan dan Pembangunan (AK Party) yang ke-6 di Provinsi Laut Hitam, Trabzon, Turki, Erdogan mengatakan, “Insya Allah, kami akan melakukan operasi ini dengan mengambil alih Tal Rifaat dalam waktu singkat.”

Presiden Erdogan seperti dilansir Kantor Berita Anadolu, Ahad (25/3), juga mendesak AS untuk menyerahkan kendali Kota Manbij Suriah dari kelompok teror YPG/PKK ke “pemilik asli” kota.

“Bersama dengan saudara-saudari kita, kita dapat meningkatkan substruktur dan suprastruktur Manbij,” kata Edogan, seraya menambahkan bahwa hal ini akan memungkinkan warga di wilayah tersebut kembali ke rumah mereka.

“Jika organisasi teroris tidak dibersihkan dari sini, maka kita harus melakukan ini bersama dengan orang-orang di wilayah itu,” tambah Erdogan.

Turki dan AS menurut Anadolu Agencymencoba untuk menyelesaikan sejumlah masalah, terutama mengenai YPG/PKK di Suriah, sebuah kelompok teror yang bekerja sama dengan AS.

AS mendukung YPG/PYD/PKK dengan membentuk Pasukan Demokratik Suriah (SDF), yang dianggap oleh Turki sebagai cabang Suriah dari organisasi teror PKK. PKK telah melancarkan teror lebih dari 30 tahun di Turki.

Menurut militer Turki, wilayah Afrin Suriah telah diambil alih dengan kendali sepenuhnya. Militer Turki mengatakan, Sabtu (24/3) bahwa pihaknya telah mengupayakan untuk membantu warga sipil agar kembali ke rumah mereka di Afrin dengan cara yang aman.

Pasukan Turki telah melanjutkan upaya untuk mencari dan menghancurkan bahan peledak dan ranjau yang ditanam oleh para teroris di Afrin.

Militer Turki menyatakan, Operasi Olive Branch dilaksanakan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, Resolusi Dewan Keamanan PBB, hak membela diri di bawah piagam PBB, dan menghormati integritas teritorial Suriah.

Militer juga mengatakan bahwa operasi tersebut hanya menyasar kelompok teror. Oleh karenanya, ‘operasi ranting zaitun’ inidilakukan dnegan “sangat hati-hati”, jangan sampai membahayakan keselamatan warga sipil. (S)

Sumber: Anadolu Agency
, Salam Online.

Siapa Itu Guru Sekumpul Hingga Didatangi Presiden Jokowi?

Siapa Itu Guru Sekumpul Hingga Didatangi Presiden Jokowi?

Jokowi menghadari Haul ke-13 ulama kharismatik Guru Sekumpul.

10Berita , BANJAR -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengawali kunjungan kerjanya ke Provinsi Kalimantan Selatan dengan menghadiri acara Haul ke-13 ulama kharismatik Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al-Banjari atau yang juga dikenal dengan sebutan Guru Sekumpul. Acara tersebut berlangsung di Musala Ar-Raudhah, Kelurahan Sekumpul, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, AHad (25/3).

Presiden yang berangkat dari hotel pukul 17.10 WITA tiba di Jalan Ahmad Yani sekitar pukul 17.40 WITA. Selanjutnya, Jokowi berjalan kaki sekitar satu kilometer menuju Musala Ar-Raudhah, yang dijadikan tempat pengajian oleh Guru Sekumpul. 

Jalan menuju Musala Ar-Raudhah ini tampak dipadati masyarakat yang datang dari berbagai daerah untuk menghadiri haul tersebut. Diperkirakan jumlah yang hadir mencapai 1,2 juta orang. 

Setibanya di Musala Ar-Raudhah sekitar pukul 18.00 WITA, Presiden bersama jamaah lainnya menantikan azan Magrib. Setelah salat Magrib berjamaah yang dipimpin oleh Ustadz H. Sa'dudin, acara haul kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran. Acara dilanjutkan dengan pembacaan maulid, yasin dan tahlil. Selepas itu pembacaan doa dan kemudian ditutup dengan salat Isya berjamaah.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Haul ke-13 Abah Guru Sekumpul. (biro pers istana)


Lantas siapa itu Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al-Banjari?

Berdasarkan data yang dihimpun Republika, Muhammad Zaini semasa hidupanya dikenal sebagai ulama dan tokoh yang sangat kharismatik serta populer di Kalimantan, khususnya di Provinsi Kalimantan Selatan. Ia lahir di Tunggul Irang, Martapura, 11 Februari 1942 dan meninggal di Martapura, 10 Agustus 2005 pada umur 63 tahun.

Semasa hidupnya Guru Sekumpul juga menulis banyak karya tulis. Beberapa karyanya yang terkenal antara lain Risalah Mubarakah, Manaqib Asy-Syekh As-Sayyid Muhammad bin Abdul Karim Al-Qadiri Al-Hasani As-Samman Al-Madani, Ar-Risalatun Nuraniyah fi Syarhit Tawassulatis Sammaniyah, dan Nubdzatun fi Manaqibil Imamil Masyhur bil Ustadzil azham Muhammad bin Ali Baalawy.

Dia memiliki dua orang putra, yaitu Muhammad Amin Badali yang lahir pada 6 Januari 1995 dan Ahmad Hafi Badali yang lahir pada 19 Maret 1996. Keduanya pun tampak hadir dalam acara Haul ke-13 sang ayah.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Haul ke-13 Abah Guru Sekumpul. (biro pers istana)


Salah satu peserta majelis, Muhammad Yusi mengatakan bahwa dia sudah sering menghadiri haul Guru Sekumpul. Hal ini tidak terlepas karena Yusi kerap mengikuti agenda Guru Sekumpul dan mendengarkan ceramahnya yang menyejukan.

"Dia mengajarkan tentang makna Islam dengan cara yang menyenangkan dan menyejukan. Tidak seperti sekarang yang banyak terlalu menggebu-gebu gitu," kata Yusi ketika ditemui sebelum pelaksanaan haul, Ahad (25/3).

Menurut Yusi, dengan tata cara ceramah yang santu membuat jamaah lebih bisa menerima ilmu yang diberikan untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sopan santun yang ditampilkan Guru Sekumpul membuat dia selalu dikenang para jamaahnya.

Hal senana disampaikan Mansyur. Pria 44 tahun ini juga bukan hanya sekali datang ke haul Guru Sekumpul. Bahkan dia sering datang bersama keluarga, saudara, dan rekan sejawat. 

Meski harus berdesak-desakan, Mansyur menyebut hal tersebut tak masalah dan sudah menjadi hal lumrah ketika hadir dalam haul Guru Sekumpul. "Beliu (Guru Sekumpul) sudah seperti milik seluruh warga Banjarmasin. Sikap santu ini yang membuat kita ingat," ujarnya.

Sumber :Republika.co.id 

Minggu, 25 Maret 2018

Benarkah Habib Rizieq Jadi Cawapres Prabowo? Ini Kata Gerindra

Benarkah Habib Rizieq Jadi Cawapres Prabowo? Ini Kata Gerindra


10Berita, Habib Rizieq Shihab (HRS) digadang-gadang sebagai salah satu figur yang tepat untuk mendampingi Prabowo Subianto di pemilihan presiden 2019 mendatang. Kepala Bidang Hukum DPP Partai Gerindra, Habiburokhman mengatakan masih proses menampung aspirasi dari masyarakat. Ia mengaku terus mendengarkan apa yang menjadi aspirasi masyarakat terkait pencalonan HRS.

"Semua aspirasi dari masyarakat kita dengar, kita serap, (termasuk) kalau seruan dari HRS bahwa ada koalisi parpol-parpol itu juga kita serap karena beliau adalah ulama ya. Sebagian dari masyarakat yang kita dengar juga apa pendapatnya," ujarnya saat ditemui usai rilis survei Polcomm Institute, di Hotel Alia, Cikini, Jakarta Pusat, Ahad, 25 Maret 2018.

Sejauh ini Habiburokhman mengaku belum mendengar ada keinginan Rizieq menjadi cawapres Prabowo. Ia juga mengatakan, belum ada informasi yang diterima berkaitan dengan kesiapan imam besar FPI tersebut untuk maju sebagai cawapres.

"Kalau sejauh ini belum dan kami juga tidak melihat ada keinginan beliau menjadi cawapres. Saya juga kerap komunikasi sama beliau, beliau adalah pimpinan spiritual, agama dan ulama yang memang konsisten berdakwah, selama ini seperti itu," katanya.

"Sepertinya dari HRS tidak ada arah ke sana kemudian di kita belum ada info tentang kesiapan beliau," ujarnya.

Sumber : PORTAL ISLAM

Ada Upaya Pisahkan TNI dan Umat Islam, Ini Gejalanya?

Ada Upaya Pisahkan TNI dan Umat Islam, Ini Gejalanya?


10Berita, JAKARTA  Upaya atau potensi dari oknum-oknum tertentu yang menginginkan Indonesia menjadi sekuler (memisahkan agama dan negara) bisa jadi bukan isapan jempol semata. Terkait hal ini, Din Syamsuddin pun mengingatkan TNI, juga Polri agar tidak berlaku demikian jika dihadapkan perihal seperti itu.

“Kalau ada Polwan atau tentara yang wanita ingin berjilbab, ingin menjalankan agamanya selain mengamalkan Pasal 29, ia juga mengamalkan Pancasila. Harus diperbolehkan,” Din mengingatkan, belum lama ini di MUI Pusat, Jakarta.


Bahkan menurut Din, ada oknum yang coba membenturkan menjalankan perintah agama dengan Pancasila. “Jangan dituduh dengan anti Pancasila. Ini kekeliruan nalar yang ingin kita luruskan. Maka saya pernah mengatakan, adalah kesalahan fatal dari pihak tertentu yang menghadapkan umat Islam dengan Pancasila, yang membenturkan kalau istilah kiai Cholil, kebodohan umat Islam yang mau dibenturkan dengan Pancasila,” tambahnya menjelaskan.

Justru menurutnya, kita ingin tegakkan Pancasila itu. “Jangan biarkan sekularisme dan kapitalisme merusak bangsa ini. Jadi pesannya kepada TNI, tolong hal itu dilihat sebagai ancaman dari kedaulatan. Minimal ada statment dari TNI (Panglima) bahwa liberalisme, kapitalisme, itu yang mengganggu kedaulatan,” katanya lagi menekankan.

Menurut mantan Ketua PP Muhammadiyah tersebut, malah jika dilihat upaya itu ada yang ingin mencoba memisahkan peran umat Islam dengan TNI. “Tapi jangan yang keluar itu anti radikalisme agama. Konotasinya Islam. Itu adalah upaya bagian untuk pisahkan TNI dengan umat Islam. Inilah wacana yang ingin dikembangkan belakangan ini. Kita ingin dudukan perkaranya,” tutupnya tegas kembali. (Robi/)

Sumber :voa-islam.com