OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Kamis, 29 Maret 2018

GEGER Diviralkan Ahoker, "Drama" Sopir Taksi Online Ternyata HOAX? Ini FAKTANYA!

GEGER Diviralkan Ahoker, "Drama" Sopir Taksi Online Ternyata HOAX? Ini FAKTANYA!


10Berita, Sebuah "drama" memilukan yang menggetarkan hati warganet menjadi viral di media sosial setelah seorang perempuan dengan akun facebook Lyana Lukito membagikan kisah tersebut.

Kisah dalam akun facebook tersebut disebarkan oleh akun twitter pendukung Ahok.

"Oh iya cerita ini saya temukan di Whatsapp. Buat yang mau cek sumbernya bisa buka FB Lyana Lukito di sini: https://t.co/b6tBf9hx3f," tulis akun twitter @hariadhi, Rabu 28 Maret 2018.

— ig: hariadhinih (@hariadhi) March 28, 2018


Kisahnya mengenai seorang pengemudi Gocar bernama Jumaidi Akhbar,  penderita kanker stadium 3 yang terpaksa menjadikan mobil Avanzanya sebagai jaminan agar dapat berobat di RS Islam Jakarta.

Jumaidi pun menyebutkan dirinya sangat terbantu semasa Ahok masih menjabat jadi Gubernur. Berbeda dengan kepemimpinan Anies yang dirasa hanya mengumbar janji.

Berikut kisah selengkapnya.





Kisah ini juga diunggah oleh akun facebook Renytha Pelupessy.


Dalam waktu singkat, kisah ini menjadi viral dan memicu warganet untuk mencari tahu kebenaran kisah tersebut.

Namun ternyata kisah sedih yang indah menyayat hati dan memuja Ahok itu hanyalah kisah pengantar tidur yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Akun twitter resmi pendukung Anies Baswedan @SuaraAnies menyebut tidak ada nama Jumaidi Akhbar dengan kasus yang disebutkan di atas.

Sudah dicek ke teman2 di balaikota yg melayani pengaduan warga, tidak ada laporan a/n Jumaidi Akhbar ini, jadi tidak bisa dibantu.

Sudah 1000an yg nge-RT ini pasti semuanya sangat peduli dan juga ingin membantu pak Jumaidi.

Kalau ketemu kontaknya mohon DM ke kami ya.

— Suara Anies Baswedan (@SuaraAnies) March 28, 2018


Jumlah RS Islam di Jakarta ada 3. Berdasarkan penelusuran @dinadimu dan @esatrasan, di RS Islam Cempaka Putih dan Pondok Kopi tidak ada kasus seperti itu.

Baru aja ditelfon Humas RS. Islam Jakarta - Pondok Kopi, dengan Pak Prayitno. Beliau bilang, di RS. Islam Pondok Kopi ga ada pasien dengan nama Jumaidi Akhbar yang jaminkan mobilnya untuk biaya pengobatan 😊 pic.twitter.com/HeIxDp5QMo

— Di(ma)na(?) (@dinadimu) March 28, 2018

— esatra (@esatrasan) March 28, 2018


Melihat kasus ini, warganet pun berkomentar tajam untuk @hariadhi.

— To'pe Taufik Rendusara (@topelucky) March 28, 2018

Sumber :Portal Islam 

Cara Menghadapi Orang Egois Supaya Mau Mendengarkan Kita

Cara Menghadapi Orang Egois Supaya Mau Mendengarkan Kita


Orang egois adalah orang yang mementingkan diri mereka sendiri. Hanya diri mereka, tidak ada yang lain. Bahkan, teman dekatnya sendiri tidak dia pikirkan, apa ada ruang teman bagi orang egois? Mungkin ada saatnya Anda terpaksa menghadapi orang egois.

Mungkin tuntutan pekerjaan yang membuat Anda terpaksa menghadapi orang egois. Jadi, bagaimana cara menghadapi orang egois supaya mau mendengarkan kita?

Cara menghadapi orang egois memang tidak gampang, karena dia hanya memikirkan diri dia saja. Pendapat dia adalah yang paling benar. Pendapat orang lain dia anggap angin lalu saja.

Memang, ada kalanya pendapat dan pemikiran dia memberikan dampak yang positif. Tapi, kebanyakan pendapat dan pemikiran dia memberikan dampak negatif. Hal inilah yang berbahaya.

Atau Anda mempunyai kekasih orang egois. Yang namanya terlanjur cinta apa boleh buat. Jadi, Anda ingin menaklukkannya agar selalu dia memikirkan Anda.

Cara Menghadapi Orang Egois
Baiklah, berikut cara menghadapi orang egois.

1. Sabar, Sabar, dan Sabar
Yang pertama adalah Anda harus menjadi orang penyabar. Karena orang egois ini selalu memberikan dampak psikologi kemarahan terhadap kita.

Bagaimana tidak? Dia selalu memikirkan dirinya, lalu dia tidak memikirkan orang lain. Misal, ketika Anda ingin pergi berbelanja ke Mall, tiba-tiba dia malas pergi ke Mall, dia ingin pergi ke lapangan bola.

Bukan untuk menonton bola, tapi hanya untuk ikut-ikutan. Padahal Anda dan dia sudah berjanji akan pergi berbelanja ke Mall. Wah, gimana nggak panas dingin tuh kepala.

Maka dari itu, pertama tanamkan dulu dalam diri ini sikap sabar. Sabar harus ditumpuk dan akan digunakan pada saat yang tepat.

Ketika emosi Anda naik turun, maka harus digunakan sifat sabar ini. Jangan bertengkar dengan orang egois, karena membuat keadaan semakin rumit.

Cara sabar yang paling mudah dengan cara menarik nafas dalam-dalam lalu keluarkan secara perlahan. Ketika emosi sedang naik-naiknya, cobalah tarik nafas dalam-dalam.

2. Pahami Kondisi Dia
Cara menghadapi orang egois tentu harus pahami kondisi dia. Anda harus mengerti tentang dunia dia jika ingin menghadapi orang egois. Kenapa? Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, orang egois adalah orang yang selalu memikirkan diri sendiri.

Maka, mulailah masuk dari dalam, yaitu masuk ke kondisi dia. Pahami setiap kondisi dia, lalu lambat laun mulailah masuk ke kehidupan dia.

Mengapa hal ini diperlukan sebagai salah satu cara menghadapi orang egois? Karena dengan masuknya Anda ke kehidupan dia, maka Anda tahu bagaimana kondisi orang egois tersebut.

Dengan demikian, Anda dapat memprediksi apa yang akan dia lakukan. Sehingga Anda dapat mengantisipasi hal-hal yang membuat emosi Anda naik turun akibat orang egois.

Oh ya, dengan masuknya Anda ke kehidupan orang egois, maka Anda akan dengan mudah mampu mempengaruhi si orang egois tersebut.

Anda lambat laun akan mampu berbicara dan orang egois tersebut mendengarkan bahkan memikirkan apa yang Anda katakan, walaupun untuk sampai tahap ini, sangat susah.

3. Dengarkan Apa yang Dia Katakan
Orang egois pastinya banyak sekali berbicara. Apa saja yang ada di pikiran dia, akan dia katakan. Dan sayangnya, apa yang dia katakan harus didengarkan dan ditanggapi.

Jika Anda ingin menguraikan pendapat Anda tentang apa yang dia katakan, pasti dia tidak mendengarkannya. Jadi, ini seperti pembicaraan secara sepihak saja.

Jadi, mau tidak mau, Anda harus mendengarkan setiap orang egois berkata. Anda harus berakting seolah-olah Anda tertarik, walaupun sebenarnya Anda tidak tertarik, tapi buat Anda seolah-olah tertarik. Hal ini untuk mengundang simpati dari orang egois tersebut.

Memang, mendengarkan sepihak itu tidak enak banget. Dia berbicara, Anda mendengarkan. Giliran Anda berbicara, dia tidak mendengarkan, bahkan acuh saja.

Ketika Anda tidak mendengarkan, maka dia menganggap Anda sebagai musuh, waduh, bisa kacau nih urusan. Jadi, cara menghadapi orang egois ya, dengarkan saja dulu apa yang dia katakan. Mudah-mudahan muncul simpati dari dalam diri dia.

Jika simpati muncul dari dalam diri dia, maka Anda berhasil menaklukkannya. Dengan demikian, Anda akan bisa memberikan pendapat kepada dia, dan dia akan memikirkan matang-matang apa yang Anda katakan, mudah-mudahan.

4. Utarakan Pendapat Secara Halus
Nah, ini lagi agak gimana gitu. Mengutarakan pendapat secara halus tuh agak susah. Tapi, ya harus dilakukan. Namanya cara menghadapi orang egois.

Tapi di sini, Anda harus sudah terbiasa mendengar apa yang orang egois katakan, dan telah mengambil simpati dari dalam dirinya. Dengan demikian, ketika Anda mengutarakan pendapat, maka akan semakin mudah, mudah-mudahan.

Namun, hal yang perlu diingat, utarakan secara halus dan perlahan-lahan. Jangan mengutarakan pendapat dengan meninggalkan kesan memaksa.

Karena nantinya, Anda sendiri yang akan sakit hati. Pertama, pendapat Anda tidak akan didengar. Kedua, orang egois akan marah dan akan terus menyalahkan Anda. oh ya, orang egois sangat sulit untuk memaafkan seseorang.

Maka dari itu utarakan pendapat secara halus. Bagaimana caranya? Ya, lumayan susah sih. Oh ya, perhatikan kondisi dia juga.

Sebelumnya Anda sudah masuk ke kehidupan dia, Anda sedikitnya sudah mengerti bagaimana kondisi dia. Carilah waktu yang tepat tentang kondisi dia untuk mengutarakan pendapat, huft.

5. To the Point
Nah, ini memang harus Anda katakan, setelah Anda gagal membuat suasana dari keempat point di atas. Tapi memang, risikonya besar sekali.

Pertama, setiap perkataan Anda lima puluh persen diterima, lima puluh persen ditolak. Kedua, si dia akan membenci Anda. tapi, memang harus to the point menghadapi orang egois.

Anda tidak bisa memberikan kode secara tersirat maupun tersurat kepada dia. karena itu tidak akan dia tanggapi. Anda harus mengatakan to the point. Ya… orang egois tidak mengerti dengan namanya kode rahasia.

Selama ini dia hanya memikirkan dirinya sendiri, sehingga dia tidak ada waktu untuk memahami orang lain. Ataupun dulu dia pernah berusaha memahami orang lain, tapi itu terhenti karena satu alasan.

Maka dari itu, to the point saja. Kalau bisa, to the point secara halus saja, supaya tidak menyinggung perasaannya.

Tapi, jika emosi Anda juga sudah panas, dan juga Anda sudah mengutarakan secara halus, tapi tidak ditanggapi, apa boleh buat. Berkata langsung dengan nada sedikit meninggi adalah solusinya, walaupun bukan solusi yang terbaik.

6. Tinggalkan Dia
Ini adalah langkah paling terakhir, jika semua pendekatan yang Anda lakukan semuanya gagal seratus persen. Mau tidak mau, Anda harus meninggalkan dia. tapi ini beda hal ya jika Anda mempunyai keperluan khusus sama dia, mungkin ada pekerjaan yang memaksa Anda untuk bekerja sama dengan dia.

Tapi, jika Anda dan dia hanya berteman saja, maka sebaiknya carilah teman yang lain. Atau secara alami Anda akan lambat laun meninggalkan dia, ini sudah naluri manusia.

Jika dia pacar Anda, lambat laun rasa cinta Anda akan hilang, dan akan berakhir secara alami. Ini berlaku jika orang egois tidak berubah.

Demikian cara menghadapi orang egois supaya mau mendengarkan kita. Memang susah sih, tapi kalau terpaksa ya harus dilakukan.

Jika untuk berteman dengan dia, maka lambat laun secara alami, Anda akan mencari teman yang lain yang mau mendengarkan Anda.

Sumber: inspiratif.net

Kasus Dugaan Gratifikasi Uang Duka Cita Keluarga Siyono akan Terus Ditagih

Kasus Dugaan Gratifikasi Uang Duka Cita Keluarga Siyono akan Terus Ditagih

10Berita – Ruang pengaduan Asmara Nababan Kantor Komnas HAM, pada Senin (11/04/2016) penuh sesak, dan semua orang yang hadir saat itu menjadi saksi dibukanya 2 bungkusan uang yang diberikan polisi atas kematian Siyono. Meski telah dilaporkan ke KPK, belum ada kejelasan terkait uang pemberian pimpinan Densus 88.

Saat itu, Ketua Bidang Hukum PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas berdiri menghadapi dua gepok bungkusan kertas yang dibalut lakban coklat. Dia ditemani Komisioner Komnas HAM Siane Indriani dan Hafidz Abbas. Sesaat sebelum membuka dua bungkusan itu, Busyro berkata, “di kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta Ibu Suratmi menyerahkan uang ini dengan alasan kami menerima uang ini perasaannya malah tidak nyaman, sesak kata dia.”

“Kita tanya apakah ibu pernah melihat uang ini apalagi menghitung. (Suratmi menjawab) belum pernah sama sekali karena kami tidak mau menerima. Itu kan pendidikn moral, kejujuran, keperwiraan yang datang dari orang kecil,” kata Busyro.

Dua gepok uanga itu masing-masing berisi Rp50 juta, sehingga totalnya berjumlah Rp100 juta. Uang itu diberikan kepada istri Siyono, saat dia didatangkan ke Jakarta untuk diberitahu bahwa suaminya telah meninggal saat dalam penanganan Densus 88. Dua orang polwan menyerahkan gepokan uang itu kepada Suratmi di Hotel Leaf Jakarta tempat dia menginap.

Sejak diberikan kepadanya Suratmi tak pernah membukan bungkusan tersebut. Dia kemudian membawa dua gepok uang itu ke Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta. Uang itu diserahkan kepada Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum Busyro Muqoddas.

Di Kantor PP Muhammadiyah Suratmi mengungkapkan, saat menyerahkan bungkusan polwan tersebut mengatakan bahwa uang itu untuk santunan dan biaya pemakaman. “Saya diminta mengikhlaskan, kematian suami saya sudah takdir,” tutur Suratmi.

Bungkusan uang Rp100 juta yang dibuka dibuka di Komnas HAM saat itu segera memicu spekulasi. Mabes Polri segera menyatakan bahwa uang yang diberikan kepada keluarga Siyono bukan uang negara. “Itu uang pribadi, bukan uang negara, sah-sah saja,” kata Badrodin Haiti, Kapolri aktif saat itu.

Mabes polri mengungkap uang tersebut merupakan Kepala Detasemen Khusus Antiteror 88, Brigadir Jenderal Eddy Hartono. Badrodin menyebut uang itu sebagai bentuk rasa duka cita.

Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak bersama sejumlah aktivis membawa uang itu ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Diduga uang tersebut berasak dari beberapa pihak, hasil dari gratifiksi. “Dugaan kami, uang yang semula diakui sebagai milik pribadi Kadensus ini berasal dari beberapa pihak,” kata Dahnil, Kamis (19/05/2019).

Dugaan itu bermula dari penelaahan terhadap bundel uang tunai yang diserahkan kepada keluarga Siyono. Setelah dicek, uang tersebut tidak berasal dari satu kantor cabang bank. Diduga uang tersebut ditransfer dari berbagai kantor cabang bank, dikumpulkan, baru diserahkan kepada keluarga Siyono. “Tentu, kami mau tahu juga, uang itu keluaran dari sumber mana. Kalau ada potensi gratifikasi, yang akan menentukan adalah KPK,” katanya.

KPK menyatakan akan menelaah laporan tersebut. Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Adriati saat itu mengatakan penelaahan dilakukan untuk menilai kelayakan pelaporan dalam menentukan penanganannya.

Sejauh ini, Pemuda Muhammadiyah terus menagih pimpinan KPK untuk mengusut kasus uang pemberian Kadensus 88 kepada keluarga Siyono sata itu. “Ini akan terus kami tagih. Sampai dengan detik ini KPK belum menuntaskan kasus itu dan belum memproses secara tuntas,” kata Ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak kepada Kiblat.net belum lama ini.

Dahnil menyebut sumber uang yang diberikan kepada keluarga Siyono telah jelas, yaitu dari pejabat Kadensus 88 saat itu, yang sekarang menjadi Wakadensus Eddy Hartono. Dia menilai KPK agak kesulitan menentukan kategori suap atau gratifikasi yang terjadi dalam kasus kelurga Siyono, karena yang diberi bukan aparatur negara.

Meski telah terang sumber dananya, tetapi Dahnil menilai KPK tak segera bersikap terang terkait dengan kasus itu. Dia menyebut lembaga antirasuah itu selalu gamang jika menangani kasus-kasus yang melibatkan polisi. Salah satu sebabnya, menurut Dahnil, karena penyidik-penyidik di KPK kebanyakan berasal dari Polri.

Sumber :Kiblat.

Ditutup Anies Alexis Akhirnya Menyerah, TUTUP TOTAL dan MINTA MAAF ke Masyarakat

Ditutup Anies Alexis Akhirnya Menyerah, TUTUP TOTAL dan MINTA MAAF ke Masyarakat

(Spanduk permohonan maaf dari Hotel Alexis di Jalan RE Martadinata, Pademangan, Jakarta Utara. Foto/Yan Yusuf/KORAN SINDO)

10Berita, JAKARTA - PT Grand Ancol Hotel alias Hotel Alexis yang berada di Jalan RE Martadinata, Pademangan, Jakarta Utara, akhirnya resmi ditutup dan berhenti total untuk seluruh operasi di hotel tersebut sejak Rabu (28/3/2018).

Penutupan itu disampaikan oleh manajeman Hotel Alexis melalui spanduk besar. Spanduk itu berisi tulisan permintaan maaf oleh Hotel Alexis kepada masyarakat.

Berikut ini tulisan yang berada di spanduk besar tersebut.

"Bersama ini kami menghaturkan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat yang merasa terganggu atas gaduhnya pemberitaan yang terjadi selama beberapa bulan belakangan ini".

"Demi menghindari polemik yang berkepanjangan terhadap kegiatan di tempat usaha kami, maka bersama ini kami memutuskan terhitung mulai hari Rabu (28/3/2018), seluruh kegiatan usaha di dalam lokasi Jalan RE Martadinata No 1, kami hentikan dan tidak beroperasi lagi".

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui keputusannya mencabut tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) PT Grand Ancol Hotel selaku pengelola Alexis.

mengatakan tak akan mengirim pasukan untuk menutup Hotel Alexis. Anies menyatakan bahwa penutupan Alexis cukup dengan selembar kertas pencabutan

Dalam surat pencabutan TDUP tertanggal 22 Maret 2018 itu disebutkan bahwa Alexis diberi waktu 5x24 jam untuk menghentikan seluruh kegiatan usahanya. Artinya, per hari ini Rabu (28/3) tidak boleh lagi ada kegiatan di tempat karaoke, musik hidup, bar, dan restoran di Alexis.

[Video wawancara Anies di tvOne terkait penutupan Alexis]

Sumber : PORTAL ISLAM

Rabu, 28 Maret 2018

Mahasiswa Ancam Robohkan Gedung KPK, Jika Puan dan Pramono tidak Jerat

Mahasiswa Ancam Robohkan Gedung KPK, Jika Puan dan Pramono tidak Jerat


10Berita, Puluhan orang yang tergabung dalam Jaringan Mahasiswa Indonesia mengancam Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika tidak mampu menindak dua politisi utama PDIP Puan Maharani dan Pramono Anung.

Seorang orator di antara puluhan pengunjuk rasa berteriak lantang di depan Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (28/3)

“Fakta persidangan itu pasti ada faktanya kawan-kawan, Setya Novanto tidak bodoh dengan menyebutkan nama Puan dan Pramono tanpa dasar,” ujarnya.

Dia juga mengancam akan merubuhkan gedung KPK jika komisi antirasuah itu tidak mampu menangkap dua elit partai moncong putih.

“Kalau memang KPK tidak mampu, kita rubuhkan gedung KPK ini kawan-kawan,” tukasnya.

Pada persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis lalu (22/3), terdakwa Setya Novanto mengatakan bahwa uang proyek KTP-el menyinggahi dua politisi utama PDIP Puan Maharani dan Pramono Anung. Masing-masing mendapatkan uang sebesar 500 ribu dolar AS.

Hal tersebut disampaikan Setnov dengan alasan dirinya pernah mendengar saat di rumahnya Made Oka Masagung memberi tahu keponakannya yakni Irvanto Hendra Pambudi jika Made telah memberikan uang kepada dua politisi itu.

Namun, kuasa hukum Made Oka Masagung, Bambang Hartono membantah jika kliennya pernah memberikan sejumlah uang kepada Puan dan Pramono.

Sumber: rmol

Anggota Peradi Ini Heran Kenapa Ahok Masih di Rutan Brimob

Anggota Peradi Ini Heran Kenapa Ahok Masih di Rutan Brimob


10Berita – Status tahanan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang masih berada di Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob di Kelapa Dua, Depok, mejadi sorotan lain setelah pengajuan kembali (PK) Ahok ditolak Mahkamah Agung (MA). Penahanan Ahok sebagai terpidana di Mako Brimob dianggap tidak tepat karena Ahok telah divonis dan harus dibina di lembaga pemasyarakatan (lapas atau LP).

Pengamat hukum pidana, Kaspudin Noor, mengkritisi pihak berwenang yang membiarkan Ahok tetap ditahan di Rutan Mako Brimob, bukan di lapas. Menurut Kaspudin, tidak ada dasar seorang narapidana atau terpidana yang sudah divonis bersalah dengan sejumlah masa tahanan, tetapi ditahan di rutan.

Seharusnya, kata dia, seorang napi ditahan di lapas, apa pun alasannya. “Kalau dia sudah berstatus narapidana, tapi tidak ditahan di lapas. Sampai masa waktunya yang sama dengan vonisnya habis tetap saja dia belum bisa dikatakan menjalani masa tahanan,” kata Kaspudin kepada wartawan, Rabu (28/3).

Menurut mantan komisioner Komnas Komisi Kejaksaan ini, walaupun secara aturan tentang lembaga pemasyarakatan seharusnya terpidana ditaruh di lapas, tujuannya untuk dibina agar kembali diterima di masyarakat. Sedangkan, rutan itu tempat penahanan tersangka atau terdakwa sebelum putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

“Nah, Ahok ini sudah putusan tetap, statusnya narapidana, bahkan PK-nya ditolak. Harusnya ditaruh di lapas, bukan rutan. Mako Brimob itu apakah lapas? Silakan dicek,” ujarnya.

Anggota Komisi Pengawas Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) ini mengingatkan, Ahok seharusnya segera dipindah ke lapas untuk menjalani syarat pembinaan kemasyarakatan. Karena, walaupun Ahok ditahan di rutan hingga lama waktu vonisnya habis, tetap saja ia tidak bisa dianggap menjalani masa tahanannya karena ia tidak menjalani proses pembinaan di lapas.

“Sampai berapa tahun pun kalau dia (Ahok) masih ditahan di rutan, artinya dia belum dibina dan belum memenuhi syarat pembinaannya. Kalau alasannya ada napi prioritas, itu tidak bisa jadi alasan. Karena ada asas hukum yang dilanggar, yakni equality before the law, semua orang sama di mata hukum, tak terkecuali napi Ahok,” kata Kaspudin menegaskan.

Mahkamah Agung (MA) pada Senin (26/3) menolak peninjauan kembali (PK) yang diajukan Ahok. Ahok mengajukan PK atas kasus penistaan agama, yang memvonis dia bersalah dengan hukuman dua tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara.(kl/)

Sumber : Republika.co.id

Makanan dan Minuman yang Bisa “Perpendek” Usia

Makanan dan Minuman yang Bisa “Perpendek” Usia


10Berita, Memiliki umur panjang adalah harapan semua orang, salah satu kebiasaan yang bisa memperjang umur ialah menjaga pola makan sehat. Sebaliknya jika Anda salah memilih makanan tentu berdampak pada umur Anda.

Salah memilih makanan berpotensi mengundang penyakit, kebiasaan memakan makanan apa saja bisa memicu penyakit yang mematikan seperti kanker. Nah berikut ada beberapa jenis makanan yang bisa memperpendek usia Anda.

1. Minuman Bersoda

American Journal of Public Health mengemukakan bahwa minum minuman bersoda merupakan kebiasaan yang bisa memperpendek usia kita. Dalam jurnal tersebut disebutkan bahwa orang yang rutin minum minuman bersoda lebih cepat mengalami kematian 4,6 tahun dari mereka yang tidak minum minuman bersoda.

2. Makan Daging Olahan

Daging olahan merupakana yang sangat digemari orang saat ini, makanan ini praktis dan memiliki rasa yang lezat. Namun, kandungan pengawet dan perasa dari makanan olahan cenderung tinggi, bahan inilah yang sangat berbahaya jika dikonsumsi terus-menerus. Makan daging olahan bisa memperpendek usia Anda karena bisa memicu beragam penyakit mematikan seperti diabetes, kanker dan penyakit kardiovaskuler.

3. Minum Alkohol

Minum minuman keras merupakan kebiasaan yang terbukti bisa mempersingkat umur Anda. Alkohol merupakana minuman yang bisa mnurunkan kinerja organ dalam tubuh. Minum alkhol terlalu sering juga bisa mempercepat Anda terkena serangan jantung dan pnyakit sirosis hati.

4. Daging Merah

Daging merah sejatinya makanan yang sangat dibutuhkan karena memiliki kandungan protein tinggi yang baik untuk tubuh. Namun, daging merah jika dikonsumsi secara berlebihan bisa memicu banyak masalah kesehatan yang memicu kematian lebih cepat.

Sumber: viva

Prof Yusril Angkat Bicara soal Cuitan Ustadz Alfian Tanjung Tentang PKI

Prof Yusril Angkat Bicara soal Cuitan Ustadz Alfian Tanjung Tentang PKI


10Berita, Pengamat hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra menyebut cuitan Alfian Tanjung soal PKI merupakan bentuk kegelisahannya. Pihak yang merasa dirugikan karena cuitan itu menurutnya hanya perlu memberikan klarifikasi.

Mulanya hakim mengatakan tugas untuk meredam paham komunisme yang juga harus dilakukan masyarakat, bukan hanya pemerintah. Hakim kemudian menanyakan peran yang bisa dilakukan masyarakat tersebut.

“Memang tidak selalu mengambil langkah hukum pemerintah, tugas kami Pak ustaz itu dakwah. Jadi kalau komunisme ada upaya-upaya untuk menghidupkannya kembali saya yakin nasihat ceramah-ceramah pak ustaz, mubaligh, ‘hati-hati ada komunisme’,” kata Yusril di Pengadilan Negeri Jakpus, Jl Bungur Besar Raya, Rabu (28/3/2018).

“Menurut saya perlu klarifikasi bahwa ‘tidak betul, itu hanya sikap pribadi’. Jadi klarifikasi itu menenteramkan orang, yang saya lihat klirifikasi tidak terjadi,” kata Yusril.

Menurut Yusril, saat ini yang menjadi concern adalah soal antikorupsi, bukan soal komunisme. Bagi pihak yang sangat perhatian dengan isu komunisme seperti Alfian Tanjung, maka wajar bila disampaikan.

“Karena ini memang kelihatannya berlarut-larut dan menjadi fokus karena sekarang fokus korupsi, PKI tidak. Bagi orang yang concern seperti terdakwa ini ya melaksanakan apa yang concernnya. Kegiatan dakwahnya, jadi mengemukakan hal itu. Menurut saya proporsional dilakukan sesuai fungsi dan tugas masing-masing. Jadi kalau misalnya tidak diambil langkah hukum atau law enforcement ya meresahkan,” ujarnya.

Alfian Tanjung ditetapkan sebagai tersangka di Polda Metro dalam kasus cuitan ‘PDIP 85% isinya kader PKI’. Alfian disangka melanggar Pasal 27 ayat 3 UU Nomor 1 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Sumber: beritaterkinionline

Ganti Presiden untuk Menuju Indonesia Berkah

Ganti Presiden untuk Menuju Indonesia Berkah

10Berita, JAKARTA - Alasan mengganti kepemimpinan66 Indonesia di tahun 2019 salah satunya menurut Mardani Ali Sera selain mengedepankan aspek keimanan dan ketakwaan serta kedaulatan, kemandirian dan keadilan sosial dalam memimpin dan mengelola bangsa, juga agar Negara menjadi berkah. “Ketiga, gerakan ini akan berusaha merumuskan apa agenda Menuju Indonesia Berkah.

Indonesia yang dekat dengan baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafuur. Indonesia maju, adil dan makmur sebagai ditulis dalam konstitusi,” katanya harap, Selasa (27/3/2018), di akun Twitter pribadi miliknya. Selain itu, menurutnya Indonesia ke depan kalau bisa tidak memiliki utang. Pun Indonesia ke depan ditargetkan memiliki pendapatan yang maksimal.


“Indonesia yang tidak punya utang luar negeri, Indonesia yang pendapatan perkapita penduduknya mendekati $10.000 dan Indonesia yang kokoh dan tangguh karena lapangan pekerjaan tersedia dengan pajak yang tidak memberatkan.

Plus Indonesia yang market share perbankan syariah di atas 50 persen.”

Atas banyaknya alasan tersebut, maka ia mengatakan akan tetapi mengkampanyekan ganti Presiden untuk 2019. “Jadi Gerakan #2019GantiPresiden insya Allah akan terus jalan dengan cara yang benar, tidak memfitnah, selalu merujuk pada ulama dan selalu mengandalkan kekuatan sendiri. Semoga Allah SWT berkahi dan lindungi gerakan ini. Wallahu a'lam bishawab.” (Robi//b)

Sumber :Voa-islam.com 

Kemenangan di Jakarta menjadi Bekal untuk PKS Mengganti Presiden di 2019

Kemenangan di Jakarta menjadi Bekal untuk PKS Mengganti Presiden di 2019



10Berita, JAKARTA - Tampaknya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), melalui salah satu politisinya, Mardani Ali Sera keseriusannya untuk perubahan Indonesia memiliki pemimpin baru tidak perlu lagi diragukan. Bahkan, mantan Timses Anies-Sandi di Pilgub Jakarta ini berharap kemenangan keduanya berpengaruh di Pilpres 2019 mendatang.

“Sebagai kelanjutan dari gerakan 212 di DKI, kita ingin membawa perubahan yang lebih baik terhadap kepemimpinan bangsa ini di 2019. Kepemimpinan yang mengedepankan aspek keimanan dan ketakwaan serta kedaulatan, kemandirian dan keadilan sosial dalam memimpin dan mengelola bangsa ini,” katanya, Selasa (27/3/2018), di akun Twitter pribadi miliknya.


Ia pun telah merancang atau menguatkan alasan mengapa mengganti Presiden 2019 itu mesti terwujud. “Lalu apa esensi Gerakan #2019GantiPresiden? Ada tiga: Pertama, wake up call bagi semua anak bangsa.

Umat Islam khususnya dan para ulamanya lebih khusus lagi, bahwa Pemilu 2019 sudah diambang mata. Pencoblosan pada hari Rabu, 17 April 2019 antara jam 07.00 - 13.00 sangat penting dan fundamental menentukan nasib bangsa. Karena kita memilih pemimpin nasional baik legislatif ataupun eksekutif.”

Khusus untuk Pilpres, masih menurutnya, sekarang menjadi lebih utama lagi karena berbarengan dengan Indonesia mendapat kesempatan emas (golden opportunity) dalam bentuk bonus demografi yang tidak terjadi dalam beberapa abad ke depan. Dan adagium almost everything rise and fall on leadership selalu berlaku. “Hampir segalanya naik dan turun karena kepemimpinan.” (Robi/)

Sumber :voa-islam.com