OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Selasa, 10 April 2018

Pakai Kaos Tauhid Ditangkapi, Pakai Kaos #GantiPresiden Dicurigai, Giliran Pakai Kaos PKI Dibilang Trendy

Pakai Kaos Tauhid Ditangkapi, Pakai Kaos #GantiPresiden Dicurigai, Giliran Pakai Kaos PKI Dibilang Trendy


10Berita, Kaos bertuliskan syahadat. “Oh, itu suspect teroris, tidak cinta NKRI, intoleran!”

Kaos bertuliskan ganti presiden 2019. “Wah, itu gerakan ngajak makar, inkonstitusional!”
Kaos berlogo palu arit. “Hehehe… itu hanya trend anak muda kekinian, jangan berlebihan.”

Melawan argumentasi tak berkualitas rezim plonga-plongo ini sejatinya tak perlu mikir, saya sambil nguap pun bisa dengan mudah menohok pemikiran mereka.

Miskin boleh, bodoh jangan!

Di akhirat kelak Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat. Percaya penuh dengan janji Allah SWT, tapi mohon jangan percaya lagi dengan janji Mukidi. Karena jadi tolol itu cukup cuma 1 kali.

Bandingkan dengan berita ini: https://news.detik.com/berita/3206427/luhut-soal-kaos-palu-arit-bisa-jadi-tren-anak-muda-jangan-berlebihan

Luhut: Soal Kaos Palu Arit Bisa Jadi Tren Anak Muda, Jangan Berlebihan.

Polisi akhirnya memulangkan dua pedagang yang menjual kaus band ‘Kreator’ bergambar palu arit. Meski menilai potensi munculnya kembali paham komunisme perlu ditangani serius, Menko Polhukam Luhut B Pandjaitan meminta agar aparat tidak perlu berlebihan.

“Ya ini dilihat-lihat lah. Kalau ada satu atau dua kaus, ini juga bisa jadi tren anak muda juga. Lihat-lihatlah, jangan berlebihan,” ungkap Luhut di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakpus, Senin (9/5/2016).

Luhut mengaku memang kerap mendapat laporan adanya pergerakan soal penyebaran paham komunisme belakangan ini. Dia melakukan pengecekan terhadap info-info tersebut.

“Ada yang posting di medsos sekian ribu orang katanya, di mana? Saya cek tidak ada. Itu juga saya tanya, saya cek lapangan juga. Tidak ada juga,” kata Luhut.

Walau begitu, Luhut tidak mau jajarannya lengah dalam menangani isu-isu soal ideologi komunisme. Sebab memang ada sejumlah kasus yang ditemui.

“Coba ada yang setel lagu Genjer-genjer, saya bilang pak Kapolri itu tadi, tangkepin aja. Diproses aja, jangan dibikin macem-macem. (Kalau) ini untuk membangkitkan kekuatan PKI juga kita tidak mau,” tutur Luhut.

“Ini Menko Polhukam yang ngomong, kalau macam-macam kita hajar,” lanjut jenderal purnawirawan TNI itu.

Aparat disebut Luhut akan terus melakukan penertiban apabila ada potensi atau hal-hal yang berbau soal PKI. Namun ia juga mengingatkan agar aparat tidak semena-mena dalam menangani sesuatu yang berkaitan dengan hal tersebut.

“Pokoknya nanti kita bikin penertiban. Tapi jangan berlebihan. Tadi saya bilang sama pak Kapolri kalau ada ormas yang tidak ikut Pancasila, kita tidak kasih izin,” ujar Luhut.

Sebelumnya diberitakan, Polsek Kebayoran Baru, Jaksel, memulangkan dua pedagang yang diamankan di kawasan Blok M karena menjual kaus bergambar palu arit. Kapolsek Kebayoran Baru Kompol Ary Purwanto menyebut kaus band metal luar negeri yang dijual di pasaran itu murni bisnis dan tak ada tanda-tanda perbuatan makar.

“Penyidik tidak bisa menyangka kan mereka adanya makar atau penghinaan terhadap lambang-lambang negara. Jadi kita pulangkan, tapi bila nanti kami menemukan hal serupa di kemudian hari yang bersangkutan bisa dimintai keterangan lagi,” terang Ary, Senin (9/5).

#2019GantiPresiden, Jokowi: Masak Kaos Bisa Ganti Presiden?

Presiden Joko Widodo (Jokowi) peringatkan masyarakat Indonesia untuk tidak mempercayai isu atau hoaks yang beredar. Isu tersebut dikatakan dibuat untuk melemahkan bangsa sendiri.

“Banyak dari kita yang ingin melemahkan bangsa sendiri dengan cara yang tidak beradab. Isu antek asing, PKI, sampai infrastruktur. Begitu satu isu gagal, ganti yang lain,” ujar Jokowi dalam sambutannya di Bogor, Sabtu (8/4).

Jokowi bercerita bahwa sudah banyak isu yang diarahkan kepadanya. Mulai dari isu bahwa dirinya adalah antek asing dan yang paling santer adalah isu PKI.

Jokowi pun menyatakan, selama perjalanannya menemui santri-santri di pesantren dirinya selalu memberikan penjelasan. Dirinya menyebut PKI dibubarkan pada 1965, di mana dirinya masih berumur empat tahun. “Mana ada PKI balita? Di mana ada PKI umur empat tahun?” ujarnya.

Dirinya juga mencontohkan sebuah gambar editan yang beredar di media sosial. Di situ terdapat foto dirinya dengan DN Aidit. Begitu ditelusuri, foto DN Aidit tersebut ternyata diambil pada 1955 di mana saat itu Jokowi pun belum lahir.

Isu-isu yang beredar ini disebut Jokowi tidak beradab dan tidak masuk akal. Begitu isu PKI dirasa tidak mempan untuk menggoyahkan bangsa Indonesia, isu itu pun diganti mengarah pada infrastruktur.

Pembangunan infrastruktur pada zaman pemerintahan Jokowi memang termasuk besar. Selama pembangunan ini, Jokowi mengaku bahwa pasti ada yang berjalan dengan baik dan ada yang tidak.

Untuk yang tidak berjalan dengan baik, maoa hal tersebut harus dibenahi. Sebagai manusia biasa dirinya merasa penuh dengan salah dan kurang.

“Isu infrastruktur nggak berhasil, ganti lagi isu utang. Waktu saya dilantik, hutang itu sudah Rp 2.700 triliun, bunganya Rp 250 triliun setiap tahun. Saya bilang gini supaya semuanya ngerti,” ujar Jokowi.

Dirinya menyebut banyak masyarakat mengira utang yang dimiliki Indonesia saat ini adalah hasil perbuatannya, padahal tidak. Isu utang pun telah dijawab, dan berganti dengan isu kaos.

Belakangan memang beredar kaos yang dijual dan bertuliskan #2019GantiPresiden. Jokowi merasa yang bisa mengganti Presiden adalah rakyat dan restu Allah SWT. “Masak kaos bisa ganti Presiden? Yang bisa ganti Presiden itu rakyat, kalau rakyat mau ya bisa ganti. Kedua restu dari Allah. Masak ganti kaos bisa ganti Presiden,” kelakarnya.

http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/18/04/08/p6ukbd409-2019gantipresiden-jokowi-masak-kaos-bisa-ganti-presiden

Pakai Kaos Tauhid Ditangkapi

http://www.portal-islam.id/2015/07/pakai-kaos-tauhid-ditangkap-pasang.html

Pakai Kaos Tauhid Ditangkap, Pasang Bendera Israel Diundang ke Istana

Begitulah yang terjadi…

Kaligrafi Tauhid yang sering disebut sebagai lambang ISIS tersebut sebenarnya hanya kalimat biasa yang menandakan tauhid, Laa Ilaaha Illallah… Keesaan Allah. Bahkan tercantum pada Sila Pertama Pancasila (Ketuhanan Yang Maha Esa).

Sementara, para tokoh dan pendeta GIDI pasca Tragedi Tolikara diundang ke Istana. Padahal GIDI ‘memaksa’ warga Tolikara untuk pasang atribut Israel zionis penjajah. Yang tak mau didenda lima ratus ribu rupiah. Massa jemaat GIDI juga yang membubarkan paksa sholat Idul Fitri dan membakar masjid.

Sumber : moslemcommunity.net

Tahun Pemilu, Jokowi Instruksikan APBN 2019 Fokus Pada Program Sosial ?

Tahun Pemilu, Jokowi Instruksikan APBN 2019 Fokus Pada Program Sosial ?

10Berita – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyebut program sosial menjadi fokus dalam APBN 2019 sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo.

“Sekarang fokusnya lebih kepada SDM sehingga program sosial seperti PKH (Program Keluarga Harapan), program untuk membantu kelompok miskin, pendidikan, kesehatan itu semuanya harus ditingkatkan dari sisi akselerasi dan eksekusinya. Itu merupakan satu instruksi yang akan kami lakukan,” ucap Mulyani, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/4).

Sri menyampaikan hal itu seusai sidang kabinet paripurna tentang ketersediaan anggaran untuk pagu indikatif 2019 dan prioritas nasional 2019.

Jokowi dalam sambutannya mengatakan bahwa fokus APBN 2019 adalah untuk pembangunan SDM. Pemilu untuk menentukan kepemimpinan nasional 2019-2024 digelar pada 2019.

“Untuk 2019 ini, kami akan mendesain APBN pada defisit yang sekarang akan dilakukan kurang dari 2 persen dari PDB. Untuk PDB tahun depan karena nilainya akan meningkat cukup besar yaitu di atas Rp16.000 triliun, kami harus hati-hati menetapkan target untuk pajak, yaitu rasio pajaknya maupun defisitnya,” kata Mulyani.

Menurut Sri, pemerintah akan berusaha mendesain APBN 2019 dapat tetap memberikan stimulus dan dukungan terhadap perekonomian dan perbaikan sosial. Di samping itu sekaligus tidak menciptakan beban yang terlalu besar sehingga menimbulkan pengaruh terhadap persepsi maupun kredibilitas dari APBN.

“Karena itu untuk 2019 total penerimaan negara akan ditargetkan meningkat antara 7,6 persen hingga tergantung dari 13 persen. Dari sisi belanja negara, untuk belanja pemerintah pusat akan naik sekitar 7,3 persen dan untuk belanja ke daerah termasuk untuk transfer dana desa akan didesain ada kenaikan sekitar 8,3 persen,” kata Sri. (it)

Sumber :Eramuslim 

Prabowo Maju Capres atau Jadi king Maker, Ini Kata PKS dan Gerindra

Prabowo Maju Capres atau Jadi king Maker, Ini Kata PKS dan Gerindra

10Berita, JAKARTA—Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera buka suara soal pencapresan Prabowo Subianto oleh Partai Gerindra. Menurut Mardani, ketua umum Gerindra itu punya hak untuk maju atau memilih jadi king maker di Pilpres 2019 nanti.

“Pilihan maju atau jadi King Maker hak pribadi Pak Prabowo dan Partai Gerindra. PKS nyaman dengan Gerindra,” ujar Ketua Tim Pemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Pilgub DKI Jakarta itu, Selasa (10/4/2018).

Mardani menilai terbuka pintu pada opsi bukan Prabowo Subianto yang menjadi Capres, atau sosok lain yang akan didorong menjadi Capres.

“Upaya membuka opsi lain, tentu dimungkinkan. Siapa figurnya? Akan dirapatkan bersama dengan partai koalisi,” jelas Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu.

Menurut Mardani, PKS menyerahkan sepenuhnya kepada Gerindra siapa sosok yang akan diputuskan menjadi Capres di Pilpres 2019.

“Haknya Gerindra untuk mencari waktu dan momen kapan Gerindra mengajukan calon,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Desmond J Mahesa menyebut Prabowo Subianto dan Gerindra masih membahas strategi pemenangan Pilpres 2019. Sehingga sang Ketua Umum hingga kini belum mendeklarasikan diri sebagai capres.

Sedangkan, soal kabar ‘kegalauan’ Prabowo untuk maju sebagai capres, Desmond membantahnya.

“Pak Prabowo belum deklarasi dibilang galau, sebenarnya tidak ada kegalauan itu, kami sedang membicarakan pertarungan untuk melihat apakah Pak Prabowo sebagai capres atau sebagai ‘king maker,” ujarnya, di Kompleks DPR RI Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (10/4/2018).

Menurut Desmond, yang menjadi konsentrasinya adalah tentang pemimpin yang diinginkan rakyat.

“Kami masih bicarakan apakah Pak Prabowo yang diinginkan masyarakat untuk menjadi presiden atau ada calon lain. Kami ikuti harapan masyarakat, yang penting kita ganti Pak Jokowi,” tegasnya.

Desmond juga menyebut 2 nama yang mungkin menggantikan Prabowo sebagai capres dari Gerindra.

“Kami juga membahas tokoh lain yang sedang berkembang seperti sekarang Pak Anies Baswedan dan Pak Gatot Nurmantyo,” imbuhnya.

Desmond juga menjelaskan, pada 11 April 2018 besok Gerindra akan menggelar Rakornas untuk mendengar aspirasi dewan pimpinan daerah seluruh Indonesia mengenai Pilpres 2019.

Ia mengatakan bisa jadi besok Prabowo Subianto akan memberi keputusan setelah mendengar aspirasi dari daerah.

“Pertemuan besok lebih kepada penerimaan aspirasi yang mendesak dari DPD seluruh Indonesia agar Pak Prabowo maju sebagai presiden. Jadi besok bisa jadi Pak Prabowo mendeklarasikan diri bisa tidak,” pungkas Desmond. []

SUMBER: TRIBUNNEWS

Aksi Bela Islam Berulang Kali Adalah Indikasi Aparat yang Kurang dipercaya Masyarakat

Aksi Bela Islam Berulang Kali Adalah Indikasi Aparat yang Kurang dipercaya Masyarakat

10Berita, Adanya demo atau aksi yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat bisa jadi menandakana bahwa petugas kepolisian tidak berlaku profesional atas kasus yang sedang dipersoalkan. Misalkan saja terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Sukmawati Soekarno Putri atas puisi Ibu Indonesia.

“Justru adanya demo harus dimaknai pertanda kurangnya kepercayaan publik kepada aparat. Jika aparat gerak cepat pada semua kasus hukum saya yakin masyarakat akan percaya kepada aparat. #AyoLebihBaik,” demikian kata Sohibul Iman, Presiden PKS, belum lama ini, di akun Twitter pribadi miliknya.

Menurut dia, tidak perlulah memakai retorika menggebu untuk jaga harmoni sosial, dengan mulailah belajar tenggang rasa pada keyakinan orang lain. “Ada kasus X dann Y sama-sama langgar hukum. Lalu masyarakat A desak dan demo aparat agar usut kasus X, tapi mereka diam terhadap kasus Y.

Itu tidak aneh sebab rasionalitas manusia terbatas. Boleh jadi masyarakat B lakukan sebaliknya. Yang tidak boleh adalah aparat bertindak parsial, aparat wajib usut keduanya. Yang paling elok aparat mengusut semua kasus hukum baik ada desakan dan demo masyarakat atau tidak.”

Sebelumnya dia menyebut bahwa kasus puisi Sukmawati Soekarno Putri gaduh sebab elit yang tak memiliki rasa sensitif terhadap masyarakat muslim. “Negeri ini gaduh lagi oleh elit yang iseng dan tidak punya sensitifitas sosial.”

Selain itu, dia juga mengatakan elit tersebut (penulis) hidup jauh dari realitas rakyatnya. “Kita beda atau tidak suka pada keyakinan orang lain itu tidak apa-apa, tapi mengeluarkan pernyataan yang menyinggung pihak lain, terutama keyakinan, mesti kita buang jauh-jauh.”

Sumber :www.tribunislam.com

Biaya Pemilu Tinggi, Tidak Ada Jaminan Pilkada Lewat DPRD Mengurangi Korupsi

Biaya Pemilu Tinggi, Tidak Ada Jaminan Pilkada Lewat DPRD Mengurangi Korupsi



10Berita, Wasekjen Partai Golkar Sarmuji menilai wacana pengembalian pemilihan kepala daerah lewat DPRD tidak menjamin berkurangnya korupsi.

Menurutnya, pandangan maraknya korupsi dari hasil Pilkada langsung karena tingginya biaya politik baik bagi calon maupun penyelenggara pemilu.

“Tidak ada jaminan jika Pilkada dikembalikan ke DPRD akan mengurangi korupsi. Inikan karena kita melihat biaya Pilkada langsung lebih tinggi sehingga orang sering mengaitkan ke korupsi, padahal tidak demikian,” ungkapnya di komplek Parlemen, Selasa, (10/4).

Sebelumnya wacana untuk merevisi UU Pilkada terkait mekanisme pemilihan kepala daerah agar dilakukan DPRD disampaikan usai Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menggelar pertemuan dengan Ketua DPR Bambang Soesatyo di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (6/4).

Menurut Bambang, baik DPR maupun pemerintah sepakat untuk mengkaji Pilkada langsung.

Pemilihan kepala daerah oleh DPRD diwacanakan karena pemilihan langsung oleh masyarakat memiliki banyak permasalahan, salah satunya yang mendasar adalah terkait besarnya biaya kampanye dan biaya penyelenggaraan Pilkada. Berdasarkan data Kemendagri, ia menyatakan biaya penyelengaraan Pilkada langsung bisa mencapai Rp18 triliun. 

Sumber : rmol, Dakwah Media

Guntur Romli FITNAH: Anies Hapus KJMU. FAKTA: Goodbener Anies TAMBAH Penerima Jadi 20Rb!

Guntur Romli FITNAH: Anies Hapus KJMU. FAKTA: Goodbener Anies TAMBAH Penerima Jadi 20Rb!


10Berita, Kekalahan Ahok dan kesuksesan Anies menata Jakarta rupanya semakin membuat kebencian Guntur Romli terhadap Anies menjadi-jadi.

Saking pedihnya, Guntur tak segan menyebar kabar bohong guna menjatuhkan nama baik Anies, seraya tak lupa menyanjung Ahok.

Lihat saja cuitan Guntur Romli siang ini, Selasa,10 April 2018. Dengan penuh semangat, berbekal sebuah tautan berita Gatra, Guntur memfitnah Anies.

"Program Tunjangan Mahasiswa Bikinan Ahok Dihapus Anies Sandi  https://t.co/JIj4PCXz7H harusnya program baik dilanjutkan, ini malah disetop, yg terjadi malah pemborosan unt gaji Tim Gubernur," cuit Guntur melalui akun twitter @Gun_Romli.

Program Tunjangan Mahasiswa Bikinan Ahok Dihapus Anies Sandi https://t.co/JIj4PCXz7H harusnya program baik dilanjutkan, ini malah disetop, yg terjadi malah pemborosan unt gaji Tim Gubernur

— Mohamad Guntur Romli (@GunRomli) April 10, 2018


Sayangnya, lagi-lagi Guntur harus menelan pil pahit fitnah dan kebohongannya sendiri saat dengan telak dan meyakinkan, akun relawan Anies memaparkan fakta mengejutkan.

Relawan Anies mengungkapkan bahwa dalam pembahasan RPJMD 2018-2022, KJMU malah akan ditingkatkan jadi 20rb mahasiswa dari sebelumnya 15rb pada era Ahok.

— Suara Anies Baswedan (@SuaraAnies) April 10, 2018

Nah, kalau sudah begini wajar kan kalau warganet menggunduli kader PSI ini.




Sumber :Portal Islam 

Jokowi Pidato Tanggapi Kaos #2019GantiPresiden, Tanggapan Dahnil ini Jleb Banget

Jokowi Pidato Tanggapi Kaos #2019GantiPresiden, Tanggapan Dahnil ini Jleb Banget


10Berita, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjutak turut angkat bicara mengenai pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pantauan TribunWow.com, hal tersebut tampak dari laman Twitter Dahnil Anzar Simanjutak yang diunggah pada Senin (9/4/2018).

Menurut Dahnil Anzar Simanjutak, tanggapan Jokowi terhadap tagline #2019GantiPresiden merupakan hal yang wajar.

Terlebih bagi seseorang yang mati-matian mempertahankan kekuasaan.

Ia juga menganggap pidato dan tanggapan Jokowi tidaklah berlebihan.

@Dahnilanzar: Bagi saya pidato Pak Jokowi menanggapi taqline #2019GantiPresiden yg penuh semangat, biasa saja dan wajar.

Sangat wajar.

Sangat wajar bagi seseorang yg sedang mati-matian mempertahankan kekuasaannya.

Jadi tidak ada yang berlebihan.

Bagi saya pidato Pak Jokowi menanggapi taqline #2019GantiPresiden yg penuh semangat, biasa saja dan wajar. Sangat wajar. Sangat wajar bagi seseorang yg sedang mati-matian mempertahankan kekuasaannya. Jadi tidak ada yang berlebihan.

— 364 Hari (@Dahnilanzar) April 9, 2018


Diberitakan sebelumnya, Jokowi menyinggung soal kaos dengan tagar #2019GantiPresiden yang marak beredar.

Jokowi mengatakan hal tersebut di pidatonya dalam acara Konvensi Nasional 2018 di Puri Begawan, Kota Bogor, Sabtu (7/4/2018).

Presiden menyebut ada oknum yang sengaja membuat kaos dengan sablonan tagar tersebut.

"Sekarang isunya ganti lagi, isu kaos. #2019GantiPresiden di kaos,

Masak kaos bisa sampai ganti presiden.

Juga ada kehendak dari Allah SWT. Masak pakai kaos itu bisa ganti presiden, enggak bisa," kata Jokowi.

Sementara itu, tagar #2019GantiPresiden mencuat di media sosial.

Menurut Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) tagar tersebut sah-sah saja dilakukan.

Dikicaukan melalui akun resmi miliknya, DPP PKS menilai bahwa dalam negara demokratis, tidak ada yang salah dengan gerakan #2019GantiPresiden.

Lebih lanjut, DPP PKS mengajak untuk berkompetisi secara positif agar kualitas demokrasi semakin baik.

"Kita kan berada dalam negara demokratis, tidak ada yang salah dengan gerakan #2019GantiPresiden

Mari berkompetisi secara positif agar kualitas demokrasi kita semakin baik.

@MardaniAliSera," tulis DPP PKS.

Sebelum marak beredar melalui kaos, PKS telah terlebih dahulu menggalakkan tagar #2019GantiPresiden melalui gelang karet yang mereka tunjukkan dalam berbagai kesempatan, termasuk acara TV.

Sumber : b-islam24h.com

Tidak Bubar, IDAMAN Buat Koalisi Permanen dengan Partai Lain

Tidak Bubar, IDAMAN Buat Koalisi Permanen dengan Partai Lain

10Berita - Rhoma Irama menegaskan Partai Idaman tidak akan bubar karena ditolak Komisi Pemilihan Umum untuk jadi peserta pemilu. Dia mengklaim partai yang dia ketuai akan tetap solid.

Setelah gugatannya ditolak Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), ke depan Rhoma akan merancangkan koalisi dengan partai-partai yang sejalan dengan Partai Idaman.

"Kami tengah mengadakan aliansi taktis bersama partai politik untuk mendukung Pilkada. Di Pilpres, kami akan membentuk koalisi permanen dengan partai-partai yang sehaluan dengan kami," ujar Rhoma di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Cawang, Jakarta Timur, Selasa (10/4/2018).

Ia menyebut PAN, PKS, dan Gerindra di antara partai yang akan menjadi koalisinya.

Sementara itu, Sekertaris Jenderal Partai Idaman Ramdan Syah pun mengatakan koalisi itu juga berlaku di daerah-daerah yang tengah menyelenggarakan Pilkada serentak 2018.

"Aliansi taksis sudah jalan Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan. Jabar dengan PAN, PKS dan Gerindra," ujar Ramdan.

Sumber:Suara.com

Jeruk Nipis Di Iris Tips, Di Campurkan Air Garam Hasilnya Mengejutkan Seperti Ini

Jeruk Nipis Di Iris Tips, Di Campurkan Air Garam Hasilnya Mengejutkan Seperti Ini 

Referensi pihak ketiga

10Berita, Penggunaan bahan alami kembali di galakan oleh sebagian besar orang. Sebagian besar orang merasakan manfaat bahwa penggunaan bahan alami lebih menyehatkan dan membuat aman dibandingkan dengan penggunaan bahan-bahan kimia yang di jual di pasaran.

Produk kecantikan pun begitu pula, dimana penggunaan bahan alami lebih di sukai dibandingkan dengan penggunaan bahan non alami atau kimia. Pada kesempatan kali ini pojok wanita akan memberikan cara alami agar ketiak anda tidak bau tanpa penggunaan deodoran kimia yang tersedia di pasaran.

Cara ini seperti di lansir dalam detik.com (17/05/16) dimana seorang blogger farah dhukai yang mencoba menggunakan jeruk nipis untuk di gosokan di bagian ketiaknya. Hasilnya mengejutkan di mana jeruk nipis tersebut dapat menjadi deodoran alami.

Cara penggunaan deodoran alami dengan bahan dasar jeruk nipis diantaranya adalah cukup dengan jeruk nipis yang sudah di iris lantas langsung di gosokan di bagian ketiak yang hendak di jaga agar tidak bau. Cara ini bisa juga anda aplikasikan dengan kombinasi air garam yang mana hasilnya juga akan sangat baik.

Bahkan campuran air garam dapat membunuh bakteri yang ada di bagian ketiak penyebab munculnya bau tersebut. Caranya adalah siapkan mangkuk sebagai wadah, masukan air yang sudah di campurkan garam secukupnya. Iris jeruk nipis dan peras airnya. Aduk hingga merata lalu oleskan di bagian ketiak.

Apabila anda mau praktis masukan bahan tadi ke dalam alat semprot seperti parfum untuk di semprot di bagian ketiak anda. Cara mudah, sehat, dan tentunya memiliki manfaat dan khasiat. Sebagai bahan informasi tambahan perasan apabila anda menggunakan bahan tersebut di bagian ketiak, maka ketiak anda tidak akan mengeluarkan bau apek yang menyengat, bahkan jika anda tidak menggunakan deodoran sekalipun.

Sumber: detik.com

Jawab Tantangan Luhut, Fadli Zon Buat buku “100 Janji Jokowi-JK”

Jawab Tantangan Luhut, Fadli Zon Buat buku “100 Janji Jokowi-JK”



10Berita, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menjawab tantangan Menko Kemaritiman Luhut B. Panjaitan soal ajakan bertemu bagi orang yang menyebut pemerintahan Joko Widodo gagal.

“Saya sudah menyusun sebuah buku. Judulnya, Seratus Janji Jokowi-JK,” ujar Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/4).

Fadli menyebutkan dalam buku itu dimuat janji-janji Jokowi-JK selama masa kampanye. Bukan hanya kegagalan, dalam bukunya juga diulas soal keberhasilan walau masih dominan data kegagalan.

“Nah, kita ulas saja dari situ, itu ada klipingnya di sebelah kirinya, di sebelah kanannya sinopsisnya gitu. Saya kira masyarakat memang merasakan kok banyak juga kegagalan-kegagalan,” jelasnya.

Meski begitu, Fadli tidak sepenuhnya menyalahkan Luhut. Menurutnya, bisa saja Luhut hanya memandang soal keberhasilan dan melupakan kegagalan Jokowi.

“Ya mungkin (Luhut) tidak keliru ya, mungkin hanya melihat yang berhasilnya saja,” tukas wakil ketua DPR ini.

Sebelumnya, Luhut yang sudah menjadi pembantu Jokowi sejak awal periode menyatakan pemerintahan sudah berjalan dengan baik. Sehingga, alasan itu dia pakai untuk menantang siapapun yang menyebut Jokowi gagal.

“3,5 tahun saya menjadi pembantu Presiden Jokowi, kita memiliki success story yang sangat banyak. Saya boleh bertanggung jawab dengan itu dan saya juga ingin bertemu dengan orang yang menyatakan tidak ada success story-nya,” kata Luhut beberapa waktu lalu.

Sumber: eramuslim