OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Jumat, 27 April 2018

Temuan Ombudsman: Mayoritas Pekerja Cina Bekerja Sebagai Buruh Kasar

Temuan Ombudsman: Mayoritas Pekerja Cina Bekerja Sebagai Buruh Kasar

jawapos

10Berita – Ombudsman Republik Indonesia (ORI) menemukan banyak Tenaga Kerja Asing (TKA), khususnya yang berasal dari China masuk ke Indonesia setiap hari. Sebagian besar TKI asal China itu bekerja sebagai buruh kasar.

Hal itu diungkapkan Ombudsman berdasar hasil investigasi penyelenggaraan pelayanan publik dalam rangka penempatan dan pengawasan TKA di Indonesia yang dilakukan pada Juni-Desember 2017.

“Ada kondisi di mana arus TKA khususnya dari Tiongkok arusnya deras, setiap hari masuk ke negara ini. Sebagian besar mereka merupakan buruh kasar,” kata Komisioner Ombudsman Laode Ida dalam jumpa pers di gedung Ombudsman, Jakarta, Kamis (26/4).

Laode mengatakan TKA yang bekerja sebagai buruh kasar salah satunya banyak ditemukan di Morowali, Sulawesi Tengah. Bahkan sopir angkutan barang kebanyakan berasal dari luar negeri.

Ia bercerita saat pergi dari Bandara Soekarno-Hatta menuju ke Kendari, Sulawesi Tengah, pesawat yang ditumpanginya didominasi oleh orang asing. Hal itu, kata dia, masih terjadi hingga hari ini.

Ia menyimpulkan kebanyakan orang asing yang ditemuinya di pesawat itu adalah TKA yang bekerja sebagai buruh kasar di Morowali.


“Sekitar 200 sopir angkutan barang di dalam perusahaan di sana (Morowali) itu adalah TKA,” kata Laode.

Perbedaan Data dan Dugaan Pelanggaran

Selain itu, dari temuannya di lapangan, Laode menyatakan ada ketimpangan antara data yang diberikan pemerintah dengan kenyataan di lapangan.

Berdasarkan data resmi Kementerian Ketenagakerjaan, jumlah TKA tahun lalu mencapai 126 ribu orang atau meningkat 69,85 persen dibandingkan akhir 2016 sebanyak 74.813 orang.

Menurutnya jumlah TKA yang ada di lapangan masih lebih banyak lagi dari data yang diberikan oleh Kementerian Tenaga Kerja.

“Di Papua, di Monokwari tahun lalu di salah satu pabrik semen di sana hampir 100 persen diisi oleh tenaga kerja asing. Datanya jauh berbeda di pemerintah,” kata dia.

Lebih lanjut, Laode juga menyebut terdapat pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan oleh TKA. Sebab, Laode menemukan setidaknya 500 orang asing yang menggunakan visa turis untuk bekerja di Indonesia.

Perusahaan yang bersangkutan, kata Laode, malah membiarkan masalah itu dan tidak memberikan sanksi kepada orang-orang asing itu.

“Ada temuan khusus, tidak ada penindakan pelanggaran penggunaan visa. Contoh satu perusahaan sekitar 500 orang yang menggunakan visa turis tapi bekerja. Perusahaan yang bersangkutan pun tidak ada sanksi padahal di UU Tenaga Kerja harusnya dikasih sanksi,” kata dia. []

Sumber :cnn Indonesia, Eramuslim.com

Jangan Menjadi Qarun

Jangan Menjadi Qarun

Qarun adalah potret dari seseorang yang lupa akan kefakirannya.

10Berita , JAKARTA -- Kasus seperti Qarun kerap terjadi meski Allah SWT telah menunjukkan berkali- kali azabnya terhadap orang-orang yang lupa kefakirannya.

Kisah tentang Qa run kerap memberi pelajaran kepada kaum Muslimin tentang orang yang lupa terhadap fitrahnya. Qarun dikisahkan sebagai sepupu Musa, anak dari Yashar adik kandung Imran ayah Musa.

Baik Musa maupun Qarun masih keturunan Yaqub karena keduanya merupa kan cucu dari Quhas putra Lewi. Lewi bersaudara dengan Yusuf anak dari Yaqub, hanya berbeda ibu.

Silsilah lengkapnya ada lah Qarun bin Yashar bin Qahit/Quhas bin Lewi bin Yaqub bin Ishaq bin Ibrahim. Beberapa riwayat menceritakan pada mulanya, Qarun orang yang miskin dengan banyak anak, tetapi saleh.

Dia meminta kepada Musa AS untuk mendoakannya agar mempunyai sejumlah harta.

Doa Nabi Musa terkabul. Qarun dianugerahi harta yang dikembangkan hingga ber limpah. Pada gilirannya, dia dikenal sebagai orang terkaya pada zamannya.

Kekayaannya membuat iri orang-orang Bani Israil.Karena kekayaannya itu pula, Qarun senantiasa memamerkan dirinya kepada khalayak ramai.

Qarun menggunakan pakaian yang sangat mewah, jumlah harta benda yang dibawanya harus diangkut oleh 60 ekor unta, dengan didampingi sebanyak 600 orang pelayan yang terdiri atas 300 laki- laki dan 3.

000 orang perempuan.

Saat itu, Qarun juga dikawal seba nyak 4.000 orang dan diiringi oleh sebanyak 4.

000 binatang ternak yang sehat.

Para penyaksi Qarun mengingin kan kekayaan seperti yang dimilikinya.

Kesombongan Qarun itu tampak ketika ia mengatakan, harta yang diperolehnya karena ilmu yang dimilikinya (QS 28:78).

Karena kesombongannya itulah, Allah mengazabnya dengan ditenggelamkan ke dalam perut bumi.`'Maka, Kami benamkanlah Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi.

Maka, tidak ada baginya suatu golongan pun yang meno longnya terhadap azab Allah.

Dan, tiadalah ia termasuk orang- orang (yang dapat) membela (dirinya).

(QS 28:81).

Qarun adalah potret dari seseorang yang lupa akan kefakirannya.

Seusai mengembangbiakkan kekayaan yang diperolehnya, dia melambung tinggi.

Dia merasa sudah beranjak menjadi kaya.

Padahal, Imam Ibnu Taimiyah men jelaskan, jika kefakiran adalah sifat esensi dan intrinsik yang memang menjadi bagian dari hakikat jadi diri selamanya.

Sebagai mana kemahakayaan selamanya adalah sifat esensi dan intrin- sik Tuhan.

Dalam QS Fathir:15, Allah SWT berfirman, Wahai manusia, ka mulah yang butuh kepada Allah, dan Allah Dia-lah yang Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.

Imam Ibnu Qayyim al-Jauziy menjelaskan, Allah SWT menerangkan dalam ayat ini bahwa kefakiran para hamba kepada-Nya adalah sesuatu yang bersifat esensi dan intrinsik bagi mereka.Kefakiran itu menjadi bagian inti dari mereka dan sama sekali ti dak bisa terlepas dari diri mereka.

Sifat intrinsik ini dimiliki Allah SWT dalam bentuk yang berbeda.Allah SWT mempunyai sifat intrinsik berupa Kemahakayaan dan kemahaterpujian.Itulah keniscayaan yang ditetap- kan untuk-Nya dan menjadi sifat intrinsik Dzat-Nya, bukan sesuatu yang ada karena faktor ekster- nal.

Sumber :Republika.co.id 

Pertemuan Jokowi-PA 212, Pengamat: Foto Pertemuan Sengaja Dibocorkan untuk Pencitraan

Pertemuan Jokowi-PA 212, Pengamat: Foto Pertemuan Sengaja Dibocorkan untuk Pencitraan

10Berita, Sejumlah media merilis berita bahwa pertemuan Presiden Joko Widodo dengan petinggi Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) terkait dukungan politik kepada Jokowi. Bahkan beberapa media mengutip komentar narasumber yang mengaitkan pertemuan itu dengan pertemuan politik.

Membantah spekulasi tersebut, Sekretaris Tim 11 Ulama Alumni 212 Muhammad Al Khaththath menyatakan pertemuan PA 212 dengan Jokowi tidak membahas soal dukung mendukung di Pilpres 2019.

“Tidak ada persepsi kami mendukung. Tidak ada deal dan dukung-mendukung,” tegas Al Khaththath pada wawancara yang ditayangkan CNN Indonesia TV (25/04).

Al Khaththath menegaskan pertemuan dengan Jokowi murni membicarakan kasus-kasus kriminalisasi ulama dan tidak terkait politik. Adapun posisi ulama, menurut Al Khaththath hanya menjalankan amar maruf nahi munkar atau mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran.

Pemikir Islam Azzam M Izzulhaq mengecam rekayasa-rekayasa yang diarahkan untuk membendung gerakan “2019 Ganti Presiden”. “Pikirnya, dengan menemui PA 212, lalu melakukan framing, spinning, dan rekayasa lainnya baik soft ataupun hard, kemudian dapat membendung #2019GantiPresiden. Camkan! Mujahid 212 tidak akan pernah berubah pendirian,” tegas Azzam di akun Twitter @AzzamIzzulhaq.

Pakar komunikasi dari UIN Syarif Hidayatullah Edy Effendi mensinyalir, foto pertemuan PA 212 dengan Presiden Jokowi sengaja disebarkan untuk pencitraan Jokowi. “Tuh lihat efek pertemuan PA 212 dan JKW, digoreng gerombolan #Bong200. Dimakan habis media cebong. Kok mau ikuti permainan JKW. Asal tahu saja, foto itu sengaja dibocorkan tuk pencitraan JKW,” tulis Edy di akun @eae18.

Sebelumnya, Tim 11 Ulama Alumni 212 meminta pihak istana mengusut bocornya pertemuan tertutup antara ulama Persaudaraan Alumni 212 dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor (22/04).

Ketua Tim 11 Ulama Alumni 212 Misbahul Anam menegaskan pertemuan tersebut bersifat tertutup dan tidak dipublikasikan. Ia pun menyesalkan tersebarnya foto pertemuan itu.

Menurut Misbahul, ada pihak ketiga yang sengaja menyebarkan foto itu untuk mengadu domba presiden dengan ulama.

Sumber: itoday

Waw, Air Rebusan Ini Ternyata Mampu Mengatasi 3 Masalah Kesehatan Yang Sulit Disembuhkan

Waw, Air Rebusan Ini Ternyata Mampu Mengatasi 3 Masalah Kesehatan Yang Sulit Disembuhkan

Referensi pihak ketiga

10Berita, Kumis kucing merupakan tanaman herbal asli dari Indonesia yang dipercaya mampu mengatasi berbagai macam penyakit, baik itu penyakit ringan maupun penyakit berat. Di Indonesia sendiri, kumis kucing digunakan sebagai pelancar air seni.

Sedangkan di India, kumis kucing sering dimanfaatkan sebagai obat herbal untuk mengatasi rematik sebagaimana yang dilansir khasiat.co.id (24/04/2018). Bukan hanya itu, masih banyak penyakit yang bisa disembuhkan dengan menggunakan tanaman ajaib ini. Mau tahu apa saja masalah kesehatan yang sulit disembuhkan? Simak penjelasannya di bawah.

Referensi pihak ketiga

Berikut adalah beberapa manfaat kumis kucing bagi kesehatan sebagaimana yang dilansir health.com (25/04/2018) antara lain :

1. Mengobati Sakit Pinggang

Caranya :

- Siapkan daun kumis kucing 5 gram yang masih segar

- Rebus dengan menggunakan air 2 gelas hingga tersisa 1 gelas

- Saring airnya

- Kemudian minum selagi masih hangat.

Bagai anda yang sering merasakan sakit pinggang, cobalah rutin mengkonsumsi air rebusan daun kumis kucing 1 kali sehari. Maka hal itu bisa membantu anda untuk mengobati, bahkan mencegah sakit pinggang datang kembali.

2. Mengatasi Gatal Karena Alergi

Caranya :

- Siapkan daun kumis kucing, daun sambiloto, daun Meniran, dan temulawak masing-masing 10 gram

- Cuci hingga bersih semua bahan di atas

- Rebus dengan menggunakan air 5 gelas hingga tersisa 2 gelas

- Saring airnya

- Kemudian minum 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas.

Semua bahan di atas dipercaya mampu mengatasi gatal, terutama jika semua bahan di atas digabungkan menjadi satu. Oleh karena itu, bagi anda yang terkena gatal karena alergi, cobalah membuat ramuan seperti yang telah dijelaskan di atas.

Referensi pihak ketiga

3. Mengatasi Radang Ginjal

Caranya :

- Siapkan daun Kumis kucing sebanyak 50 gram yang masih segar

- Rebus dengan menggunakan air 3 gelas hingga tersisa 1 gelas

- Saring airnya

- Kemudian minum 2 kali sehari, masing-masing setengah gelas.

Ramuan di atas bisa bekerja lebih maksimal jika anda menerapkan cara di atas setiap hari secara rutin.

Demikian ulasan mengenai beberapa manfaat daun kumis kucing bagi kesehatan. Jika ada yang kurang jelas dalam penyampaian, silahkan ditanyakan melalui kolom komentar. Semoga artikel di atas bermanfaat, dan mohon maaf jika ada kesalahan terhadap penulisan.

Sumber :UC News 

Jokowi-Puan, Prabowo-Aher dan Gatot Nurmantyo-AHY

Jokowi-Puan, Prabowo-Aher dan Gatot Nurmantyo-AHY

Presiden Joko Widodo dan Puan Maharani

10Berita, Jakarta- Meski belum dideklarasikan secara resmi, namun sejumlah kalangan sudah mempediksi kemungkinan bakal muncul tiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang akan berlaga di Pilpres 2019 mendatang. Mereka adalah Joko Widodo (Jokowi)-Puan Maharani (Puan), Prabowo Subianto (Prabowo)-Ahmad Heryawan (Aher), dan Gatot Nurmantyo (Gatot-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Ketua Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima) Sya'roni dan Pengamat politik dari Indonesia Public Institute (IPI) Jerry Massie sama berpendapat, bisa saja muncul tiga pasangan tersebut untuk berlaga di Pilpres 2019.

Menurut Sya’roni, jika dalam Pilpres 2019 yang tampil pasangan Jokowi-Puan, Prabowo-Aher, dan Gatot-AHY maka jelas yang menang adalah Prabowo-Aher. Alasannya, Prabowo-Aher merupakan pasangan yang mewakili berbagai spektrum, seperti nasionalis-religius, militer- sipil, dan pengusaha - birokrat.

"Dua parpol pengusungnya yakni Gerindra dan PKS juga konsisten beroposisi sehingga layak diberi kepercayaan menjadi parpol penguasa," ujar Sya'roni kepada Harian Terbit, Minggu (22/4/2018).

Sedangkan pasangan Jokowi-Puan, ujar Sya'roni, sama-sama berasal dari PDIP maka pemilih terbesarnya tentu saja dari PDIP. Sehingga parpol-parpol pengusung Jokowi selama ini akan berjuang setengah hati karena merasa tidak memiliki cantolan politik. Sisi kelemahan lainnya terposisi Puan yang disebut-sebut terseret kasus e-KTP ketika masih di DPR.

"Kelemahan ini bisa terus dibombardir oleh lawan politik. Bila terus-menerus dibombardir maka bisa menggerus elektabilitas Jokowi. Bila pasangan ini dipaksakan juga maju sebagai capres dan cawapres, maka kekalahan siap menanti," paparnya.

Kurang Layak

Sementara pasangan Gatot-AHY, sambung Sya'roni, juga kurang layak untuk dijual. Karena dua-duanya dari unsur militer, sehingga kalangan sipil kurang terwakili. Bisa dikatakan tipe pasangan Gatot-AHY hampir sama sehingga kurang menguntungkan untuk meraup suara rakyat yang heterogen. Selain itu keduanya juga belum diketahui visi-misinya untuk menjadi pemimpin karena jarang berpidato di depan publik memaparkan narasi besarnya tentang Indonesia ke depan.

"Tepat tidaknya pasangan capres-cawapres ditentukan siapa lawan yang dihadapi. Bila pilihannya Jokowi-Puan, Prabowo-Aher, Gatot-AHY, maka diprediksi Prabowo-Aher yang keluar sebagai pemenang," tegasnya.

Terkait usia Prabowo yang sudah tidak muda lagi dan pernah gagal nyapres, Sya'roni memaparkan, Prabowo saat ini baru berusia 66 tahun. Sementara Donald Trumph terpilih menjadi Presiden AS umurnya 70 tahun. Prabowo gagal dua kali ketika ikut Pilpres. Sementara Abraham Lincoln gagal berkali-kali sebelum akhirnya menjadi Presiden AS. Oleh karena itu usia dan gagal tidak menjadi patokan seseorang menjadi presiden.

"Berpolitik layaknya olah raga sepak bola. Bentuk bola yang bunder sehingga apa saja bisa terjadi. Demikian juga politik, situasinya dinamis, apa saja bisa terjadi," jelasnya.

Sementara itu, Pengamat politik dari Indonesia Public Institute (IPI) Jerry Massie mengatakan, Jokowi-Puan bisa saja terwujud untuk menjadi capres-cawapres dalam Pilpres 2019. Namun ada jalan terjal yang akan dihadapi keduanya, yakni koalisi dengan pemerintah. Karena selama ini ada beberapa partai yang berkoalisi dengan pemerintah yakni Airlangga Hartarto (Golkar), Rommy (PPP), Wiranto (Hanura), dan Surya Paloh (Nasdem).

"Namun Prabowo-Aher pun seandainya bersanding belum bisa mengalahkan Jokowi-Puan yang didukung PDI-P," paparnya.

Jerry menilai, pasangan Gatot-AHY bisa saja menggunguli Prabowo-Aher. Sejauh ini disejumlah survei AHY dan Gatot bersaing ketat. Kalau Prabowo-Gatot akan sulit dipasangkan karena keduanya sama-sama dari militer atau TNI. Jika Prabowo-Aher maka belum bisa mendongkrak suara Gerindra lantaran Aher hanya populis di Jabar.

"Memang menurut saya masih Jokowi-Puan akan unggul. Kendati pun nama Puan masih jauh dari bayang-bayang Prabowo," jelasnya.

Jerry menuturkan, sampai kini semua partai masih mencari formula dan formasi yang tepat untuk mencari pandangan dari sejumlah orang yang siap menjadi capres maupun cawapres . Namun tiga nama ini bisa menjadi acuan Jokowi Airlangga Hartato (politisi), Rizal Ramli (ekonom) dan Moeldoko ataupun Tito Carnavian (TNI/Polri).

Sumber : Harian Terbit 

Katanya Mirip Umar... Khalifah Umar Senang Dikritik, Bukan Malah Tangkap dan Penjarakan

Katanya Mirip Umar... Khalifah Umar Senang Dikritik, Bukan Malah Tangkap dan Penjarakan


10Berita, Di negeri antah berantah, ada yang ngaku-ngaku junjungannya mirip Khalifah Umar. Tapi yang berani kritik siap-siap ditangkap, penjarakan, dengan berbagai dalih.

Padahal Khalifah Umar justru senang kalau rakyatnya masih berani kritik, bahkan beliau sangat takut kalau rakyatnya gak ada yang berani kritik. Bukan takut dikritik. Apalagi ngancam dengan penjara.

Diriwayatkan.. dalam suatu kesempatan, seorang sahabat, Khudzaifah bin Al Yamanmendatangi Khalifah Umar bin Khattab. Ia mendapati Umar dengan raut muka yang muram, penuh kesedihan. Ia bertanya, “Apa yang sedang engkau pikirkan wahai Amirul Mukminin?” Jawaban Umar sama sekali tak terduga oleh Khudzaifah. Kesedihan dan kegalauan hatinya, bukan karena banyaknya masalah rakyat yang sudah pasti membuatnya letih.

Kali ini Umar justru tengah khawatir memikirkan kondisi dirinya sendiri. “Aku sedang dihinggapi ketakutan, jika sekiranya aku melakukan kemunkaran, lalu tidak ada orang yang mengingatkan dan melarangku melakukanya, karena segan dan rasa hormatnya padaku,” ujar Umar pelan.

Sahabat Khudzaifah segera menjawab, “Demi Allah, jika aku melihatmu keluar dari kebenaran, aku pasti akan mencegahmu”. Seketika itu, wajah Umar bin Khattab langsung berubah ceria.

Khalifah Umar Dikritik di Depan Umum

Salah satu kebijakan Khalifah Umar adalah membatasi Mahar Nikah. Umar membatasi mahar tidak boleh lebih dari 12 uqiyah atau setara 50 dirham. Maksud Umar baik, agar nikah lebih mudah, tidak memberatkan.

“Sesungguhnya kalau ada seseorang yang memberikan atau diberi mahar lebih banyak dari mahar yang diberikan Rasulullah shalallahu alaihi wasalam pastilah aku ambil kelebihannya untuk Baitul Mal,” ujar Umar.

Seketika ada seorang wanita yang langsung menyanggah pernyataan Umar.

“Wahai Amirul mukminin, apakah yang wajib kita ikuti itu Kitab Allah ataukah ucapanmu?”. Dengan penuh keberanian wanita itu melontarkan pertanyaan kepada Khalifah Umar yang baru selesai bicara.

Muslimah pemberani itu pun kemudian mengutip ayat Allah, “Dan jika kamu ingin mengganti istrimu dengan istri yang lain, sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, Maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikit pun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata?” (QS: an-Nisa’:20)

Khalifah Umar menyadari kekhilafannya, kemudian dengan tanpa merasa malu, ia membenarkan ucapan wanita itu dan mengakui kesalahannya. “Wanita ini benar dan Umar salah,” ucapnya di depan banyak orang.

Begitulah sosok Khalifah Umar. Beliau tak alergi dengan kritik walau kritik itu disampaikan dihadapan khalayak ramai. Beliau tak gengsi mengakui kesalahan. Beliau tak khawatir citra dan wibawanya akan turun kalau ketahuan salah. Bahkan yang sangat ditakuti Umar adalah manakala tak ada yang berani atau mau mengingatkannya.

Makanya, demi menumbuhkan keberanian rakyat mengoreksi aparat termasuk dirinya, Khalifah Umar bin al-Khaththab di awal pemerintahannya menyatakan: “Jika kalian melihatku menyimpang dari jalan Islam maka luruskan aku walaupun dengan pedang.”

Ya. Luruskan walau harus dengan pedang!

Keluhuran dan kenegarawanan laku kepemimpinan Khalifah Umar ini patut di teladani oleh pemimpin kita hari ini. Bahwa kritik itu bukan menjadi problema, tapi kritik adalah penjaga atau pengontrol agar kekuasaan tidak bakal bertumbuh mencakar langit. Untuk itu pemimpin harus bersahabat dengan kritik.

Apakah Anu mirip Umar?

Umar dulu minta rakyatnya meluruskan beliau dengan pedang, nih umaro lo baru dicolek orang2 pake status medsos aja lo udah keluarin puluhan ayat 😆😆

— Vierda Mila (@vierda) 26 April 2018


Gw males lagi buka FB, baru mencoba nyadarin org2 pingsan banyak yg nyindir2 bawa2 ayat pula plus captionya "Jgn menghina umara"

Masalahnya gw keberatan dibilang menghina umara karena umara lo kaga perlu gw hina udah terhina dgn kelakuannya sendiri, ngapain gw hina2 lagi 😆😆😆

— Vierda Mila (@vierda) 26 April 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Light Festival Sindu Kusuma Edupark, Wisata Hits di Jogja yang Sebaiknya Kamu Kunjungi Segera!

Light Festival Sindu Kusuma Edupark, Wisata Hits di Jogja yang Sebaiknya Kamu Kunjungi Segera!

SKE Light Festival Jogja

10Berita, Jogja nggak pernah kehabisan alasan untuk dikunjungi. Mulai dari kenangannya yang nggak bisa dilupakan sampai destinasi wisatanya nggak stoknya nggak pernah ada habisnya. Selalu saja ada tempat wisata yang meskipun sudah ada cukup lama namun belum sempat kamu datangi. Salah satunya Sindu Kusuma Edupark, wahana wisata yang cukup luas di Jogja.

Nah, tanpa kamu sadari, ada wahana menarik di Sindu Kusuma Edupark (SKE) yang akan Hipwee Travel bahas kali ini. Namanya adalah SKE Light Festival yang akhir-akhir ini cukup hits di Instagram. SKE Light Festival adalah wahana taman lampu warna-warni yang dibuat dengan berbagai tema. Penataannya sangat unik dan instagramable abis deh. Buat kamu yang penasaran kaya apa SKE Light Festival ini, yuk simak ulasan kami aja ya.

Buat kamu yang mau ke Jogja, jangan sampai kelewatan destinasi warna-warni di waktu malam, SKE Light Festival yang merupakan wahana lampu yang beraneka rupa dan berbagai tema. Bisa foto-foto cantik deh di sini

warna-warni light festival via www.instagram.com

Sindu Kusuma Edupark Light Festival berada di Jalan Magelang KM 3, Jambon, Sleman, Yogyakarta. Lokasinya nggak jauh kok dari Tugu Jogja

lampu putih pun tetap memukau via www.instagram.com

Berbagai spot foto yang ada membuat destinasi ini sangat instagramable. Kamu bisa berfoto sepuasnya di sana dengan membayar tiket masuk ke SKE Light Festival

spot foto instagramable via www.instagram.com

Foto-foto di sini seakan berada di luar negeri ya. Bentuk wahananya lucu-lucu, ada yang mirip bunga sakura juga. Cocok deh buat yang suka selfie~

keren banget sih via www.instagram.com

Lampu berbentuk bunga menyala warna warni pun bikin suasana malam tampak lebih hidup. Ini romantis banget sih kalau dinikmati bersama pasangan kamu kalau punya sih

buat prewed oke juga nih via www.instagram.com

Dari beberapa festival lampu di Indonesia, SKE Light Festival ini salah satu yang terbaik sih. Denger-denger teknologinya dari Korea lho. Mantap nih

buat yang ke jogja mampir ya via www.instagram.com

Sindu Kusuma Edupark buka pada hari Senin-Jumat 15:30-23:00 WIB sedangkan di hari Sabtu dan Minggu termasuk hari libur nasional buka pada jam 09.30-23.00 WIB. Libur di hari Selasa

hari selasa libur via www.instagram.com

Tiket masuknya sendiri 15 ribu rupiah, khusus untuk SKE Light Festival harganya 45 ribu (tiket masuk dan bonus wahana). Tiket Terusan SKE secara umum 70 ribu rupiah, dan Terusan Plus seharga 100 ribu rupiah

lumayan terjangkau kan harganya via www.instagram.com

Kalau ke Jogja jangan cuma main ke kraton dan candi mulu, mampir di wahana bermain seperti SKE Light Festival juga oke kok. Kalau ke Jogja mampir ya

buat yang di jogja mampir deh via www.instagram.com

Advertisement

Mumpung bulan Mei banyak long weekend, yuk berlibur ke SKE Light Festival Jogja. Biar feed Instagram makin kece membahana.

Sumber : Hipwee

Alumni 212 Temu Jokowi: Positif, tapi Tak Berarti 2019 Ganti Presiden Berhenti

Alumni 212 Temu Jokowi: Positif, tapi Tak Berarti 2019 Ganti Presiden Berhenti



10Berita, JAKARTA - Ada pertemuan yang kini menjadi sorotan masyarakat dan mengundang komentar dari beberapa tokoh di negeri ini, yakni di antaranya bertemunya elit PDIP dengan Habib Rizieq Shihab dan bertemunya beberapa tokoh Islam yang menamakan dirinya Tim 11 Ulama Alumni 212 dengan Joko Widodo.

Tokoh tersebut adalah politisi PKS yang sekaligus Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid dan MS Ka’ban politisi dari PBB. Hidayat misalkan saja mengomentari bahwa kedua pertemuan di atas bisa jadi positif. “Politisi PDIP shilaturahim dengan Habib Riziq Syihab di Mekah. 

Presiden Jokowi shilaturahim dengan PA 212 di Bogor. Itu bisa positif. Tapi kalau ada dari mereka yang ngaku Mujahid tapi teriak ‘bangsat’, dan pembagian sembako ala Jokowi sebagai shadaqah/zakat, itu bentuk politisasi Agama Islam juga,” katanya, Rabu (25/4/2018), di akun Twitter pribadi miliknya. Sedangkan Ka’ban mengomentari bahwa apapun hasil pertemuan nanti tidak berarti keinginan untuk ganti Presiden berhenti.

“Apapun hasil pertemuan Presiden Jokowi dengan PA 212 bukan berarti ganti presiden 2019 berhenti. Tukar Presiden Indonesia lebih bermaslahat dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan RI yag diamanatkan dalam UUD45,” katanya, Rabu (25/4/2018), di akun Twitter pribadi miliknya.


Pertemuan dengan Jokowi itu disebut oleh Tim 11 Ulama Alumni 212 sebagai rahasia negara. Seharusnya tak bocot ke luar. 

Bahkan, saat pertemuan diakui oleh Tim 11 tak ada wartawan sama sekali, termasuk wartawan istana. Dan Tim 11 meminta kebocoran tersebut diusut. (Robi/)

Sumber :voa-islam.com

Peluang Jokowi Kecil Menangi Pilpres 2019

Peluang Jokowi Kecil Menangi Pilpres 2019

 

Presiden Jokowi

10Berita, Jakarta - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menyebut elektabilitas calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) anjlok. Bahkan menurutnya, kecil kemungkinan Jokowi akan kembali terpilih di periode kedua.

Adapun pernyataan tersebut disampaikan Amien dalam acara Tasyakuran Satu Tahun Ustadzah Peduli Negeri di Balai Agung, Balaikota DKI, Jakarta Pusat.

"Ini elektabilitasnya sudah going down," kata Amien seraya menunjuk foto Jokowi di hadapan para hadirin tasyakuran. Foto Jokowi sebagai presiden yang ditunjuk itu berada di sebelah kanan Amien yang tengah bicara di atas podium.

Amien melanjutkan, berdasarkan hasil survei yang ia peroleh, elektabilitas Jokowi saat ini berada di angka 50 persen. Ia menyebut dengan elektabilitas sebesar itu, maka kecil kemungkinan Jokowi akan kembali terpilih di periode kedua. "Untuk menang kembali itu seperti mission imposible," ujar Amien.

Kekalahan

Disisi lain, faktor anjloknya elektabilitas Jokowi dinilai karena faktor kekalahan PDIP saat Pilkada 2017 lalu di beberapa daerah. Peneliti Senior Network for South East Asian Studies (NSEAS), Muchtar Effendi Harahap, mengungkapkan adanya penurunan elektabilitas PDIP Pasca Pilkada DKI.

"Tentunya merosot jauh lebih rendah. Elektabilitas Jokowi menurun drastis," katanya di Jakarta, Rabu (25/4/2018).

Terlebih, kata Muchtar, pengaruh Pilkada DKI terhadap elektabilitas PDIP tentu sangat berpengaruh. "Kita ketahui, Paslon dukungan PDIP kalah telak. Dan ini tentu sangat berpengaruh," terang dia.

Alumnus Program Pascasarjana Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta ini ‎mengungkapkan, salah satu dari sejumlah faktor sangat mungkin membuat Jokowi gagal dalam Pilpres 2019 mendatang yaitu menurunnya elektabilitas PDIP.

"PDIP adalah pengusung dan pendukung utama Jokowi meraih jabatan Presiden. Meskipun Golkar secara resmi sudah mendukung Jokowi Pilpres 2019, namun tetap saja PDIP sebagai penentu," terang dia.

Dirinya sekaligus percaya, belakangan ini sesungguhnya elektabilitas PDIP kian merosot. Hal ini bisa dibuktikan dengan kegagalan PDIP mempertahankan sejumlah kekuasaan lokal/daerah melalui Pilkada serentak 25 Februari 2017 silam. "PDIP alami kekalahan pahit dan bertubi-tubi pada Pilkada kemarin," ujar Muchtar.

Tiga Cara

Pengamat politik dari Universitas Padjajaran Muradi mengatakan, Jokowi memang diuntungkan karena faktor pejawat. Namun, PDIP sebagai partai pengusung juga memiliki karakteristik serta loyalitas para pendukungnya yang bisa menaikan elektabilitas Jokowi.

Sementara untuk tokoh-tokoh yang akan menjadi penantang Jokowi, bukan berarti mereka tidak bisa mengejar elektabilitas Jokowi. Menurut Muradi, perlu cara yang baik dan elegan untuk dapat bersanding dan menyaingi elektabilitas Jokowi.

"Ada tiga cara bagi para penantang Jokowi di Pilpres 2019. Pertama berhenti menggunakan cara kotor seperti menyebarkan berita bohong," kata Muradi di Jakarta, Rabu (25/4/2018).

Isu hoaks, menurutnya sudah tidak lagi diterima publik secara penuh. Sehingga saran dia cara yang paling gampang untuk menaikkan elektabilitas adalah berhenti membuat maupun menyebarkan isu yang tidak valid atau tanpa bukti.

"Jadi saran saya berhenti menggunakan isu dengan pendekatan hoaks atau tidak memiliki data karena fanataik menyerang pemerintah," ujarnya.

Kedua, Sambungnya, tidak mengarahkan pada isu tertentu. Isu yang sebenarnya hal biasa dalam dunia politik tapi kemudian menjadi besar di masyarakat karena diarahkan. Ketiga, berhenti menyerang pribadi. Dalam tradisi politik Indonesia menyerang pribadi calon sebenarnya tidak memberikan efek, justru menjadi bagian dari back fire atau terkena sendiri bagi penyerang.

"Jadi kalau Pak Gatot dan Prabowo bisa mengelola pemenangan politik yang lebih ramah, diterima publik, maka peluang kenaikan elektabilitas akan tinggi," ujarnya.

Sumber : Harianterbit

Hasil Investigasi Ombudsman RI: TKA dari China Deras Sekali Tiap Hari Masuk

Hasil Investigasi Ombudsman RI: TKA dari China Deras Sekali Tiap Hari Masuk


10Berita, Ombudsman Republik Indonesia melakukan investigasi mengenai keberadaan tenaga kerja asing (TKA) di Tanah Air. Investigasi dilakukan pada Juni-Desember 2017 di tujuh provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Sulawesi Tenggara, Papua Barat, Sumatera Utara, dan Kepulauan Riau.

Hasilnya, Ombudsman RI menemukan ada ketidaksesuaian data TKA antara yang dimiliki pemerintah dan temuan di lapangan

"Ada kondisi arus TKA khususnya dari Tiongkok deras sekali tiap hari masuk ke negara ini. Sebagian besar mereka unskill labor (tanpa keterampilan)," kata Komisioner Ombudsman RI Laode Ida dalam jumpa pers di Kantor Ombudsman RI, Kamis (26/4/2018).

Laode mengatakan, pada umumnya para TKA asing tersebut bekerja di proyek-proyek yang investasinya memang berasal dari negara mereka. Mereka juga mendapatkan bayaran lebih tinggi dibandingkan tenaga kerja lokal.

"Jalur Cengkareng-Kendari saja, di pagi hari, arusnya 70-80 % penumpang Lion Air dan Batik Air itu tenaga kerja asing," kata Laode.

Laode sudah menyampaikan hasil temuan Ombudsman RI ini kepada lembaga terkait, yakni Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Tenaga Kerja, Kepolisian, hingga Badan Kerjasama dan Penanaman Modal (BKPM). Menurut Laode, lembaga-lembaga terkait tersebut akan segera menindaklanjuti temuan Ombudsman RI.

Sumber: Kontan.co.id