OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Rabu, 02 Mei 2018

Pipis di Kolam Renang Itu Ternyata Berbahaya Lho?

Pipis di Kolam Renang Itu Ternyata Berbahaya Lho?

10Berita, ANDA pernah berenang atau bahkan sering melakukannya, pastinya tidak aneh jika menemukan mereka yang ‘pipis’ ketika berada di dalam kolam. Bahkan mungkin Anda sendiri pernah melakukannya? Nah lho.

Ya, buang air kecil di kolam renang memang bukanlah sebuah kejahatan. Tetapi tahukah Anda jika campuran air pipis dan air kolam bisa menciptakan bahan kimia beracun?

Pipis di kolam renang berpotensi menciptakan Cyanogen Chloride, sebuah senyawa kimia yang oleh ilmuwan diklasifikasikan sebagai senjata kimia.

Klorin, dengan menggunakan metode tertentu dapat bermanfaat untuk mensterilkan air di kolam renang dari berbagai mikroorganisme. Klorin sangat reaktif, hal ini yang menjadi caranya guna menyingkirkan bakteri tak diinginkan. Tetapi, hal itu juga berarti bahwa klorin dapat bereaksi dengan materi organik apa pun yang manusia bawa ke dalam kolam renang

Keringat, kotoran, urin, dan pelembab anti matahari semua itu akan bereaksi terhadap klorin. Reaksi itu akan menciptakan senyawa umum yang disebut Desinfeksi Produk Samping (DBPs). Di antaranya, ada trikloramin, molekul nitrogen-klorin yang terbentuk ketika klor bereaksi dengan air kencing. Trikloramin ini lumayan mengganggu, ia bertanggung jawab atas bau unik di kolam renang pada umumnya dan itu membuat mata Anda menjadi merah.

American Chemical Society merilis video fakta mengenai kencing di kolam renang. Mereka menjelaskan apa yang berpengaruh terhadap kesehatan jika kita melakukannya. Simak video di bawah ini.

Casey Johnston dari Ars Technica melakukan percobaan terkait hal itu. Ia kemudian menyimpulkan bahwa dibutuhkan sekitar tiga juta orang yang menempati satu kolam untuk membunuh satu orang dengan Cyanogen Chloride.

Bagaimanapun, lebih baik untuk tidak pipis sembarangan, bukan? Toh, toilet pasti tersedia di setiap kolam renang publik. []

Sumber: National Geographic,  Islampos.

Kewajiban Pemerintah terhadap Tenaga Kerja

Kewajiban Pemerintah terhadap Tenaga Kerja

10Berita  Untuk memperingati Mayday, Hari Buruh Internasional, berikut adalah sekelumit tulisan tentang kewajiban pemerintah Indonesia terhadap tenaga kerja atau buruh.

Tergelitik dengan komentar yang menyatakan bahwa jika tidak mau kalah bersaing dengan tenaga kerja asing (TKA) ya tenaga kerja Indonesia atau buruh Indonesia harus lebih keras lagi kerjanya dan yang paling penting ya harus memperbaiki kualitas diri agar mampu bersaing dengan TKA. Terlihat, terdengar, dan terkesan sederhana.

Baca juga: Ucapkan Selamat Hari Buruh, Akun Facebook Jokowi Banjir #2019GantiPresiden

Tapi tahu tidak, bahwa kewajiban pemerintah berdasarkan KONSTITUSI, UUD 1945, untuk menyediakan lapangan pekerjaan untuk warga negaranya loh. Coba dibuka, dibaca, dan dipahami UUD 1945 pasal 27. Selain itu juga coba buka, baca, dan pahami juga Pasal 9 Ayat (1) UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Pada UUD 1945 Pasal 27 Ayat (2) disebutkan bahwa “Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak”.

Dari kutipan UUD 1945 di atas telah jelas bahwa kesejahteraan adalah hak warga negara untuk mendapatkan kehidupan dan pekerjaan yang layak. Tentu saja setiap warga negara pada dasarnya memiliki keinginan untuk berkehidupan dan bekerja secara layak agar mendapatkan kehidupan yang sejahtera, karena kehidupan sejahtera adalah hak bagi setiap warga.


Buruh angkut memindahkan pupuk urea ke truk

Baca juga: Hadiri Mayday, PKS: Pemerintah Harus Dengarkan Buruh

Kemudian, dalam Pasal 9 Ayat (1) UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, juga menyebutkan bahwa setiap orang berhak untuk hidup, dan mempertahankan hidup dan meningkatkan taraf kehidupannya.

Setiap hak berawal dengan kewajiban maka dari itu setiap warga memiliki kewajiban untuk mencapai kehidupan yang sejahtera atau dengan kata lain kehidupan sejahtera dicapai dengan memenuhi kewajiban sebagai tenaga kerja. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa pemerintah menjadi aktor penting untuk hal ini.

Pemerintah memiliki andil besar dalam mengatur serta mencanangkan program-program pendukung agar tercapainya kehidupan yang sejahtera dan terpenuhinya kuota-kuota peluang kerja untuk warga negara Indonesia. Jadi, kewajiban pemerintah lah yang harus menyediakan lapangan pekerjaan untuk tenaga kerja Indonesia, bukan TKA.

Pemerintah dan masyarakat memiliki kesinambungan yang amat sulit untuk dipisahkan. Kewajiban pemerintah adalah meyediakan peluang dan lapangan kerja sedangkan masyarakat harus memenuhi syarat dan kewajiban sebagai tenaga kerja.

Sumber :Ngelmu.co 

Bekerja, Bentuk Pengabdian pada Allah

Bekerja, Bentuk Pengabdian pada Allah

Oleh: Salim A.Fillah

JUSTRU sebab rezeki kita telah dijaminkan, maka makna kerja kita adalah pengabdian seutuhnya kepada Allah. Justru sebab kita tahu bahwa bekerjanya kita maupun karunia yang dilimpahkan melaluinya keduanya sama-sama anugerah Allah ‘Azza wa Jalla, maka bekerja sudah seharusnya ditunaikan dalam gembira.

Justru sebab kita tahu bahwa kerja kita bukanlah penentu dari apa yang kita nikmati, maka bekerja sudah seharusnya merupakan bentuk luapan syukur kita pada Dzat Yang Maha Bijaksana.

Bekerja adalah ibadah. Di antara makna itu, kesyukuran adalah hikmah yang besar.

“Bekerjalah kalian hai keluarga Dawud, sebagai kesyukuran. Dan sedikit sekali di antara hambaKu yang pandai bersyukur.” (Q.S. Saba’: 13).

Adalah Dawud, Raja Bani Israil dengan kekuasaan yang amat besar, wilayah yang luas, dan mu’jizat yang agung, rela berpayah-payah menempa besi untuk dijadikan zirah baja. Dengan membuat baju perang inilah, dengan tubuh berpeluh dan tangan yang cekatan, Dawud menafkahi diri dan keluarganya. Dari hasilnya ia makan, berpakaian, dan mencukupi penghidupan.

Keseluruhan amal beliau, dari munajat di separuh malam, puasa yang berselang-seling, hingga tangannya yang sibuk menempa; semua dia tunaikan dalam rangka mensyukuri Allah Yang Maha Pemurah. Amat sedikit hamba yang pandai bersyukur. Amat sedikit hamba yang seperti Dawud; raja yang tetap bekerja karena tahu bahwa apa yang dilakukannya adalah sebentuk kesyukuran terindah.

Bekerja adalah ibadah. Dan di antara makna itu, bekerja berarti menyempurnakan pengharapan kepada Allah. Sebab, tidak bekerja sering menjadikan seorang penganggur berharap-harap kepada makhluk. Mereka yang berharap hanya kepada Allah, bersandar padaNya, serta mengandalkan Dia, mewujudkan asanya dengan cara bekerja.

Bekerja adalah ibadah. Dan diantara makna itu, bekerja adalah menata niat untuk menjadi jalan rezeki bagi diri dan sebanyak mungkin orang lain. Sebab kita tahu bahwa setiap makhluk dijamin rezekinya, dan bahwa jalan rezeki tak selalu melalui rencana-rencana diri, bahkan banyak kejutannya. Maka, melalui bekerja itu kita ingin berjuang untuk menjadi saluran Allah kala melimpahkan anugerah bagi siapa pun yang dikehendakiNya. Sebab, dengan menjadi jalan rezeki bagi diri dan sesama, ada pahala yang amat berharga.

Bekerja itu ibadah. Maka diantara maknanya adalah bahwa dalam payahnya ada rasa nikmat, dalam lelahnya ada rasa lezat. Sesuatu yang diperoleh dengan perjuangan, selalu punya nilai lebih bagi jiwa, jika dibandingkan dengan apa-apa yang datang sebagai pemberian tanpa usaha. []

Sumber : Islampos.

Resep Ayam Goreng Bacem Andalan Yogyakarta

Resep Ayam Goreng Bacem Andalan Yogyakarta

Ayam Goreng Bacem menjadi salah satu makanan khas Yogyakarta. Rasanya kombinasi manis, legit, dan gurih. Foto/Instagram.

10Berita, JAKARTA - Menikmati menu ayam goreng tentu sudah biasa dan kerap membosankan. Nah, jika bosan dengan olahan ayam yang itu-itu saja, Anda bisa mengkreasikannya menjadi Ayam Goreng Bacam.

Masakan ini bercita rasa manis legit dan gurih dan merupakan menu andalan masyarakat Yogyakarta. Pecinta kuliner yang sudah merasakan kelezatannya kerap menjadi Ayam Goreng Baca mini sebagai favorit.

Rudi Choirudin berbagi resepnya dalam program Rasasayange yang ditayangkan MNCTV setiap Sabtu, pukul 08.00 WIB. Berikut cara membuatnya.

Bahan 1:
1 ekor ayam kampung/buras, potong 4 bagian
4 lembar daun salam
1 ½ sdt garam
800 ml air kelapa
5 sdm kecap manis
70 g gula merah aren
1 sdt gula

Bahan 2: (haluskan)
5 buah bawang merah
6 siung bawang putih
5 cm lengkuas
1 ½ sdm Desaku Ketumbar Bubuk
½ sdt Ladaku Merica Bubuk
½ sdt jintan bubuk

Bahan 3:
400 ml minyak goreng
100 g sambal bajak

Cara Membuat:
Rebus bahan 1 dan bahan 2 dengan api sedang dan panci terbuka tutupnya, masak hingga ayam 40% empuk.

Bacem ayam dengan api sedang hingga mendidih, lalu kecilkan api sambil ditutup pancinya. Kemudian masak selama 30 menit. Setelah itu buka panci dan masak selama 15 menit, matikan api dan tunggu sampai ayam dingin. Angkat dan tiriskan.

Panaskan minyak, lalu goreng ayam hingga tercium aroma caramel, angkat dan tiriskan. Sajikan hangat-hangat dengan sambal bajak.

Resep Sambal Bajak
Bahan:
8 buah cabai merah keriting
5 buah cabai rawit
2 buah tomat
5 buah bawang merah
2 siung bawang putih
¼ sdt garam
¼ sdt gula merah yang disisir
5 sdm minyak untuk menumis
Cara Membuat:
Haluskan semua bahan lalu tumis bumbu hingga beraroma dan matang.

Sumber :SINDONEWS 

NAH LOH! Hanya Terima Separuhnya, BENARKAH Uang Duka Korban Sembako Monas DIKORUPSI?

NAH LOH! Hanya Terima Separuhnya, BENARKAH Uang Duka Korban Sembako Monas DIKORUPSI?


10Berita, Laurensia tetangga keluarga RS (10 tahun) yang meninggal setelah acara bagi sembako di Monas, Sabtu 28 April 2018 lalu mengatakan pernah dilarang berbicara mengenai kronologis meninggalnya korban pada orang lain.

"Dari relawan Merah Putih, ibu boleh sekali ngomong sama LPAI (Lembaga Perlindungan Anak Indonesia)," kata Laurensia, Selasa 1 Mei 2018.

Laurensia mengetahui karena pertemuan Relawan Merah Putih dan panitia Forum Untukmu Indonesia (FUI) dilakukan di rumahnya. Dia menjelaskan rumah kontrakan yang ditinggali korban dan keluarganya tidak memungkinkan menerima banyak orang.

Pada pertemuan tersebut, Laurensia menyatakan, FUI dan Relawan Merah Putih memberikan sejumlah uang dan menyampaikan bela sungkawa. Relawan Merah Putih membawa uang sebanyak Rp 5 juta dalam amplop, yang sudah dalam kondisi tersobek.

Kejadian ini pun disoroti warganet. Diketahui keluarga korban yang lain menerima 10 Juta.

1. Kel Alm Mahesa mendapat santunan 10 jt dan diberikan sore tadi di mall mangga dua square..
2. Kel Alm Riski Saputra mendapat 5 juta yg diberikan di rumah duka dalam amplop yg sudah tersobek...
Pemberian santunan oleh orang yg sama utusan panitia.. pic.twitter.com/o4OfbJsbnT

— taufiqurrahman (@taufiqrus) April 30, 2018

Benarkah uang duka untuk Riski dikorupsi?

Sumber :Portal Islam 

Biar Gak Alot, Coba Tips Ini Agar Masak Daging Rendang Empuk

Biar Gak Alot, Coba Tips Ini Agar Masak Daging Rendang Empuk

10Berita, Rendang panganan khas kota Padang ini sekarang sudah menarik mata dunia. Dari mulai rendang sapi, rendang ayam, sampai rendang jengkolpun ada. Selain rasanya yang lezat dan punya cita rasa unik cara memasaknya pun butuh ketelatenan. Memasak rendang sendiri itu gampang-gampang susah. Salah satu tantangan saat mengolah daging sapi untuk di jadikan rendang terletak pada cara membuatnya agar empuk saat dikunyah.

Untuk mendapatkan tekstur daging yang empuk, ada berbagai cara nih umumnya daging harus direbus dalam waktu lama dengan dipotong kecil-kecil. Namun, cara ini bisa mengurangi kelembutan teksturnya lho. Kamu bisa ikuti salah satu tips berikut supaya masak daging rendang empuk tidak alot pas di kunyah:

1. Jahe

Pixabay.com/gate74

Selain dapat menghilangkan bau amis pada daging, enzim proteolitik alami yang terkandung dalam jahe berfungsi untuk mengurai ikatan protein dalam daging sehingga jadi lebih empuk. Caranya, lumuri daging dengan jahe yang sudah diparut atau di ulek halus lalu diamkan selama beberapa menit sebelum mengolahnya.

2. Mentega

Pixabay.com/rodeopix

Mentega memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi. Mentega juga mengandung kalsium yang bisa mengaktifkan enzim dalam daging untuk memecah protein. Caranya, cairkan mentega dengan memanaskannya di atas api kecil lalu lumuri ke seluruh permukaan daging.

3. Nanas

Pixabay.com/Security

Nanas, buah ini mengandung enzim nabati yang mampu melarutkan protein dan jaringan ikat pada daging. Untuk mengempukkan daging caranya bisa dihaluskan atau dipotong tipis-tipis. Kemudian lumuri ke daging dan diamkan beberapa jam sebelum dimasak.

4. Jus jeruk atau cuka

Pixabay.com/MiraDeShazer

Jus jeruk atau cuka memiliki kandungan asam bisa membantu melembutkan otot dan serat daging sekaligus menambah rasa. Gunakan jus seperti lemon, jeruk nipis, atau nanas. Sedangkan untuk cuka, kamu bisa menggunakan aneka cuka seperti cuka apel, balsamic, atau cuka yang ada di dapur.

5. Teh dengan warna pekat

Pixabay.com/Imoflow

Teh tak hanya berkhasiat untuk kesehatan saja, tapi juga untuk mengempukkan daging. Kandungan tanin di dalamnya berfungsi sebagai pengempuk alami. Caranya buatlah 1-2 cangkir teh hitam yang pekat, diamkan sampai agak dingin kemudian rendam daging dalam air teh beberapa menit.

Kalau kamu sudah pernah coba membuat pakai cara yang mana?

Sumber : UC News

Selasa, 01 Mei 2018

Usamah Hisyam: "Allah yang Akan Menjatuhkan Jokowi”

Usamah Hisyam: "Allah yang Akan Menjatuhkan Jokowi”


10Berita, Pertemuan Persaudaraan Alumni 212 dengan presiden di istana Bogor, Ahad 22 April 2018 lalu, masih menjadi pembicaraan hangat banyak kalangan. Sejumlah wartawan menemui Usamah Hisyam di kantornya yang asri Jalan Kedondong, Jagakarsa Jakarta Selatan pada Ahad 29 April 2018 lalu.

Usamah Hisyam, Ketua Persaudaraan Muslim Indonesia (Parmusi), adalah inisiator pertemuan itu. Usamah mengaku bahwa sebelum pertemuan itu diadakan, ia pertama kali minta izin kepada Habib Rizieq dan Habib mengizinkan pertemuan Tim 11 Persaudaraan Alumni 212 dengan presiden.

Usamah kemudian mengontak rekan-rekannya. Tapi, yang bisa hadir ternyata hanya enam orang, yaitu : Ustaz Muhammad al Khaththath, Ustaz Shobri Lubis, Ustaz Slamet Maarif, Ustaz Roudl Bahar, Ustaz Yusuf Muhammad Martak, dan Usamah Hisyam.

Dalam pertemuan itu, Usamah berterus terang menyampaikan banyak hal. Satu diantara yang disampaikannya yang belum diekspos media massa adalah soal syariat Islam. Ia menyampaikan langsung ke presiden bahwa negara ini adalah berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam perpektif Islam itu adalah Laailaaha illallah.

“Umat Islam ingin agar nilai-nilai Islam dalam al Quran dan Sunnah dapat dilaksanakan di Indonesia, Oleh sebab itu kami berpendapat kalau ada kelompok-kelompok lain mengatakan bahwa syariat Islam itu bertentangan dengan Pancasila, syariat islam itu anti NKRI, syariat Islam itu anti toleransi, itu tidak benar,” jelas mantan politisi PPP ini.

Usamah melanjutkan bahwa preambule (mukaddimah) UUD 1945 itu adalah sumber dari segala sumber hukum di Indonesia. Di dalam preambule itu tidak ada Pancasila, yang ada negara berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, dan seterusnya.

“Pancasila itu kan rumusan saja, setelah deklarasi 18 Agustus 1945 disebut Pancasila,” terangnya. Artinya negara ini bukan berdasarkan sekularisme, tapi berdasarkan teologisme (agama), mengakui Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Sekulerisme di Barat itu sistem hukumnya tidak mencantumkan ketuhanan. Kalau kita mencantumkan ketuhanan. Nilai-nilai agama harus dilaksanakan. Karena umat Islam, bapak presiden, adalah glongan mayoritas di Indonesia, maka ruang dakwah perlu diperluas. Dakwah itu membangun kebaikan dan mencegah kemungkaran, kami memohon agar kriminalisasi yang terjadi selama ini dituntaskan,” terangnya.

Usamah kemudian menyatakan bahwa Habib Rizieq perlu pulang ke Indonesia, karena ia dirindukan umat. “Ini aspirasi kita, bukan dari Habib Rizieq,” tegas laki-laki kelahiran Surabaya ini.

Usamah mengaku bahwa dalam pertemuannya dengan Habib Rizieq di Mekah, Habib tidak pernah minta dirinya untuk membantu pulang ke Indonesia. Ia mengaku bahwa dirinya telah mendesak Habib agar pulang ke Indonesia.

“Kalau balik ke Indonesia hari ini, ana gak masalah. Ana tidak takut, ana pernah ditahan. Tapi masalahnya ana tidak mau kembali ke Indonesia begitu saja. Kasihan para ulama dan ustaz yang dikriminalisasi,” terang Habib seperti ditirukan Usamah. Habi berharap, kalau dia pulang semua kasus itu telah dituntaskan (dibebaskan). Juga Habib khawatir kalau dirinya pulang nanti ulama dan umat akan marah besar dan terjadi chaos. “Ana mau damai,” kata Habib.

“Ana di sini nyaman-nyaman saja kok. Gak ada kekurangan. Semua bisa ketemu. Tokoh-tokoh dan bisa ratusan orang yang ana terima setiap hari,” terang Usamah menirukan Habib.

Desember 2017 lalu, Usamah mengaku aksesnya ke istana diblokir. Ia tidak bisa menghubungi aspri presiden –penghubungnya ke Jokowi selama ini- lagi.

April lalu, Usamah kembali dapat bertemu kembali dengan orang dalam istana. Usamah akhirnya bertemu empat mata dengan presiden pada 19 April lalu di Istana Merdeka. Ia menyampaikan tentang kriminalisasi ulama yang terjadi, seperti kasus Alfian Tanjung, Jonru, Asma Dewi dan lain-lain. Presiden saat itu menyatakan bahwa Ustadz al Khaththath kan sudah dibebaskan. Akhirnya Usamah menjelaskan tentang ulama atau aktivis-aktivis Islam lain yang masih ditahan.

“Presiden gak terima info. Presiden nggak ngerti gitu itu,” tutur Usamah. Kemudian ia mengusulkan kepada presiden agar bertemu dengan para ulama Tim 11 ini. Usamah ingin agar kriminalisasi ulama distop dan itu ditandai dengan kepulangan Habib ke tanah air. Presiden kemudian menyatakan bahwa ia akan membahas dengan timnya. “Bapak presiden, bapak ambil political will, nggak perlu dibahas,” kata Usamah meyakinkan. Tapi presiden bersikeras bahwa yang membahas ini tim kecil, dan malamnya Usamah akan dikabari.

Malam itu Usamah diberitahu Mensesneg, bahwa presiden berkenan bertemu dan menyatakan bahwa waktunya tidak shalat subuh, tapi siang hari makan siang bersama. Esok paginya, ia menjawab bagaimana kalau diadakan ahad siang 24 April 2018 dimulai dengan salat dhuhur berjamaah. Kemudian akhirnya presiden setuju.

Dalam pertemuan itu, menurut Usamah, presiden didampingi oleh Menseneg dan Teten Masduki. “Saya lihat Teten menulis terus percakapan kita.” Setelah Usamah memperkenalkan satu per satu, mereka akhirnya masing-masing bicara langsung kepada presien. “Jadi tidak ada yang diundang, tidak ada yang mengundang. Saya mempertemukan sebagai inisiator,” jelasnya.

Usamah terus terang bahwa dirinya dipojokkan dan dibully setelah perteman ini. “Saya bukan tipe calo, apa yang mau dicaloin?” terangnya. Ia tidak peduli dengan semua itu. Ia menyatakan bahwa penjelasan Habib Rizieq yang mendukung pertemuan itu sudah cukup (dalam meme).

“Ane ikhlash lillahi taala. Saya ini Ketua Umum Parmusi, ormas besar yang melanjutkan perjuangan Masyumi, reinkarnasi Masyumi, wadah perjuangan umat Islam Indonesia,” jelasnya.

Profil Usamah Hisyam

Laki-laki kelahiran 14 Mei 1963 ini, tadinya berprofesi sebagai wartawan. Ia lama sebagai redaksi di Media Indonesia, menjadi anggota DPR dari Fraksi PPP dan akhirnya menjadi CEO Dharmapena Group, yang kini melahirkan grup Obsession Media.

Ketika kecil dan remaja, ia hidup di kawasan Masjid Mujahidin, Surabaya. Rumah keluarga besar Usamah berada di depan Masjid yang turut dibangun oleh kakeknya, Haji Muhammad Yahya. Sekarang, kepemimpinan Yayasan Masjid Mujahidin Surabaya dipegang paman Usamah, KH Hasyim Yahya.

Selain Masjid Mujahidin, masjid yang pembangunannya dipelopori oleh kakek Usamah adalah Masjid Al Falah Surabaya. “Trio kakek ana, Haji Mattaliti, Haji Abdul Karim, dan Haji Muhammad Yahya, itu yang membangun dua masjid itu,” terangnya.

Usamah mengatakan bila keluarganya adalah keluarga pejuang, bukan pecundang. “Tidak ada sejarah keluarga ana pecundang. Kalau orang menyerang ana, itu jauh. Orang nggak paham siapa Usamah,”terangnya.

Kedekatannya dengan Jokowi, karena Usamah merasa bahwa tugasnya adalah dakwah, termasuk dakwah ke penguasa. Ia mengaku 2014 lalu mengajak Jokowi pergi umroh (bersama KH Hasyim Muzadi) dan mendoakannya menjadi presiden. Tapi melihat kebijakan Jokowi selama menjadi presiden, ia kini berubah. Ia ikut menggerakkan Aksi Bela Islam, menggugat presiden melalui PTUN agar mencopot Ahok sebagai gubernur saat itu, menyampaikan ke presiden agar menghentikan kriminalisasi ulama dan lain-lain. “Ana sudah plong, ana sudah berdakwah ke presiden, agar menghentikan kriminalisasi ulama.”

Ia mengaku nggak minta apa-apa bila bertemu dengan presiden. Termasuk proyek-proyek. “Kalian wartawan gak mau diatur-atur, independen, gak bisa dikendalikan fulus, kalau pedagang bisa dikendalikan dengan fulus, wartawan gak bisa,” jelas laki-laki yang berjiwa wartawan ini.

Ia menceritakan kisah para Nabi dulu yang senantiasa memperingatkan penguasa yang zalim. “Jokowi juga demikian, sudah saya ingatkan. Kalau dia dia tidak mendengarkan masukan dari ulama, Allah yang akan menjatuhkan Jokowi,” pungkasnya.

Sumber :Portal Islam 

Polisi Sebut Rizki Meninggal Bukan Antrean Sembako, Ibu Korban: Anak Saya Terinjak Pengantre Lain

Polisi Sebut Rizki Meninggal Bukan Antrean Sembako, Ibu Korban: Anak Saya Terinjak Pengantre Lain

10Berita , JAKARTA – Polisi menyatakan dua anak bernama Mahesa Junaedi (13) dan Rizki Syaputra (11) meninggal dunia bukan disebabkan desak-desakan antrean bagi-bagi sembako di Monas. Polisi menyebut keduanya meninggal karena sakit.

“Bukan karena antrean,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dalam keterangannya, Selasa (1/5/2018).

Argo menjelaskan pertama kali petugas kepolisian mendapat laporan Mahesa yang pingsan di luar pagar Monas pada Sabtu (28/4) lalu. Selanjutnya, Mahesa langsung dibawa ambulans menuju RS Tarakan.

Setelah diperiksa dokter, Mahesa dinyatakan meninggal dunia. Argo menyatakan Mahesa diduga meninggal karena suhu badan tinggi dan dehidrasi.”Untuk atas Mahesa Junaedi, menurut keterangan dokter, dinyatakan meninggal karena persistensi hiperpireksia (suhu badan di atas 40 derajat Celsius) dan heat stroke (dehidrasi),” terang Argo.

Sementara itu, Rizki juga ditemukan meninggal dunia di RS Tarakan. Penyebab kematian diduga suhu panas yang tinggi. Dari keterangan keluarga, menurut Argo, Rizki juga disebut mempunyai riwayat penyakit sebelumnya.”Berdasarkan keterangan dokter, sebab kematian dikarenakan panas suhu badan yang sangat tinggi,” kata Argo.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan bagi-bagi sembako di lapangan Monas menimbulkan korban jiwa. Dia menyebut dua anak meninggal akibat berdesak-desakan.

“Ada dua korban yang mesti kehilangan nyawanya, yaitu saudara kita, Mahesha Junaedi (12), dan satu lagi, adinda Rizki (10). Keduanya warga Pademangan. Adinda Rizki bersama Mahesha Janaedi harus kehilangan nyawa karena berdesak-desakan,” kata Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (30/4).

Beda keterangan Ibu Korban

Secara terpisah, Komariyah membeberkan kronologi anaknya, Rizky Saputra, meninggal dunia saat pesta rakyat bertajuk “Untukmu Indonesia” di Monas, Sabtu 28 April. Anak berusia 10 tahun itu meninggal akibat terinjak-injak warga saat berdesakan antre sembako.

Ibu korban, Komariyah mengatakan, awalnya Rizky diajak olehnya jalan-jalan ke Monas sekaligus menukarkan kupon sembako yang didapat dari tetangga.“Kami berangkat naik bus Mayasari ke Monas,” kata Komariyah di kediamannya Jalan Budi Mulia Utara I RT 12 RW XIII, Pademangan Barat, Selasa (1/5/2018).

Sesampai di Monas, Komariyah menuturkan, sudah ada ribuan orang mengantre di depan panggung utama. Dia sempat mengurungkan niat untuk menukarkan kupon gratis setelah melihat banyaknya orang mengantre.“Terkejut ramai di sana, panas. Namun, anaknya mengaku lapar, jadi saya paksakan untuk mengantre,” ujar Komariyah.

Rizky digendong di belakang saat mengantre. Komariyah mengatakan, Rizky jatuh saat berdesak-desakan hingga terinjak-injak oleh pengantre lain.

Sumber : Ngelmu.co

Tak Berimbang Soal CFD dan Acara 'Untukmu Indonesia', Metro TV DISEMPROT Warganet

Tak Berimbang Soal CFD dan Acara 'Untukmu Indonesia', Metro TV DISEMPROT Warganet


10Berita, Kasus diduga persekusi yang menimpa seorang ibu dan anaknya dalam Aksi #2019GantiPresiden di Car Free Day (CFD) Ahad, 29 April 2018 lalu disoroti oleh media mainstream.

Tak tanggung-tanggung, Metro TV sampai membuat editorial perihal persekusi tersebut dan ditayangkan pada tanggal 30 April 2018.

Namun sayangnya sebagai media mainstream, Metro TV justru tidak menayangkan perihal tewasnya warga di acara pembagian sembako di acara "Untukmu Indonesia" yang digelar di Lapangan Monas 28 April 2018.

Ketidakadilan yang ditunjukkan oleh Metro pun menjadi sorotan warganet.

Berikut komentar warganet.

Kemarin pagi nonton editorial Metro TV bahas persekusi kepada ibu dan anak di CFD. Good. Pagi ini nunggu bahasan ttg 2 anak tewas antri sembako. Gak ada😊

— unilubis (@unilubis) May 1, 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Mengharukan, Inilah Wasiat Orangtua Prabowo Padanya. Pantas Saja!

Mengharukan, Inilah Wasiat Orangtua Prabowo Padanya. Pantas Saja!

Referensi pihak ketiga

10Berita, Hari buruh tahun ini agak berbeda. Selain menggelar aksi di depan istana, ratusan ribu buruh melakukan deklarasi mendukung Prabowo Subianto sebagai presiden di Pilpres 2019 yang akan datang.

Menurut presiden KSPI Said Iqbal, dukungan kepada Prabowo bukan tanpa sebab. Ia mengaku, cuma Prabowo yang berani berkomitmen untuk memenuhi tuntutan buruh dan rakyat yang mereka sebut tritura plus. Sementara Jokowi diam tak bergeming (galamedianews.com/01/05/2018).

Referensi pihak ketiga

Dalam acara deklarasi itu, beberapa tokoh sempat berorasi. Amien Rais, Yusril Ihza Mahendra, dan Prabowo Subianto tentu saja.

Dalam orasinya di Istora Senayan, Prabowo sempat bercerita mengapa ia memutuskan kembali bertarung di pilpres 2019 meski umurnya tak lagi muda. Maklum saja beliau sudah 67 tahun.

“Ternyata disaat saya harus pensiun, disaat saya harus istirahat, saya melihat negara saya dalam keadaan yang tidak adil dan tidak makmur. Karena itu saya memutuskan kepada diri saya sendiri bahwa apabila rakyat masih membutuhkan saya, apabila rakyat saya masih ingin memakai tenaga, jiwa, dan raganya Prabowo Subianto, maka saya siap melaksanakan tugas,” tegasnya.

Sebuah pernyataan patriotik seorang Prabowo Subianto.

Referensi pihak ketiga

Tapi ada satu hal yang menurut saya paling menarik. Prabowo sempat menceritakan wasiat orangtuanya.

“Prabowo, apapun yang kau kerjakan, apapun yang kau hasilkan, selalu bela rakyatmu, selalu bela rakyat miskin. Itu tugasmu sebagai anak saya,” ujarnya lagi (kompas.com/01/05/2018).

Pesan itu dalam dan penuh makna.

Tiba-tiba saya teringat nasehat sang begawan ekonomi, Sumitro Djojohadikusumo kepada putranya Prabowo Subianto saat disingkirkan dan menjadi tertuduh dalam sejarah kelam 1998.

Referensi pihak ketiga

“…Orang yang berhutang budi padamu pun akan meninggalkan kamu. Tapi dalam keadaan segelap apapun niscaya akan ada orang-orang baru yang akan membantu. Jadi harus tabah. Kedua jangan kasihan pada dirimu sendiri, jangan menjadi dendam. Ini kehidupan sendiri, hadapilah!”

Ya, jangan dendam. 

Referensi pihak ketiga

Ah, sekarang rasanya saya tau, mengapa sosok satu itu begitu ngotot untuk menjadi penantang Jokowi. Bukan karena ambisi, bukan karena tamak, tapi ini tentang cinta yang ia hayati.

Sumber :UC News