OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Rabu, 02 Mei 2018

Insiden Sembako Monas, Dahnil: Kapolri Jangan Diam

Insiden Sembako Monas, Dahnil: Kapolri Jangan Diam

Orang tua dari korban tewas dalam acara bagi-bagi sembako di Monas, melaporkan Ketua Panitia Acara Untukmu Indonesia ke Bareskrim KKP Gambir Jakarta Pusat, Rabu (2/5), didampingi kuasa hukumnya.

Dua anak tewas dalam kegiatan pembagian sembako di Lapangan Monas, Sabtu pekan lalu.

10Berita , JAKARTA -- Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jendral Tito Karnavian harus turut campur tangan dalam mengusut kasus meninggalnya dua anak yang meninggal usai mengantre sembako di Monas, Sabtu (28/4) lalu. Sebab menurutnya, saat ini pihak kepolisian cenderung tak berlaku adil dengan menutup-nutupi kasus tersebut.

“Pak Tito tidak boleh berdiam diri. Kualitas polisi yang terus mempraktikkan dan menunjukkan sikap-sikap ketidak adilan seperti ini harus dihentikan. Perilaku yang memberikan informasi yang simpang siur, sehingga terkesan menutup-nutupi kasus ini,” kata Dahnil saat dihubungi Republika, Rabu (2/5).

Ia mengatakan, sebagai komando tertinggi di institusi keamanan negara, Kapolri seharusnya dapat memberikan instruksi kepada anak buahnya untuk mengusut tuntas kasus ini. “Jadi sejak awal kita lihat ini juga terkait dengan sikap laku yang seperti ini kan pasti hulunya dari sikap kapolri juga yang sering kali tidak berlaku adil kalau menurut saya. Hulunya di situ,” tuturnya.

Kesan perilaku yang tak adil dari pihak kepolisian ini, menurut dia, juga akan berimbas kepada tingkat kepercayaan masyarakat kepada polisi. Ia menilai, bila perilaku ini tak segera dihentikan, masyarakat akan semakin enggan untuk percaya kepada polisi dalam mengusut tuntas kasus-kasus kejahatan di Indonesia.

“Polisi bekerja profesional, kita berharap itu. Dan juga berlaku adil. Sekarang-sekarang banyak kasus-kasus yang terkait dengan kelompok politik tertentu, polisi itu ndak bertindak apa-apa. Tapi terkait dengan kelompok politik yang lain, yang berbeda dengan penguasa, polisi malah cepat sekali itu, secepat kilat menuntaskan kasus-kasus itu,” tegas Dahnil.

Diketahui, dua anak warga Pademangan Jakarta Utara meninggal dunia usai mengantre sembako pada acara yang diselenggarakan oleh Forum Untukmu Indonesia. Kedua anak itu adalah MR (10) dan MJ (12) yang mengantre sembako pada acara yang diadakan di area Monas itu.

Pihaknya juga mengatakan, bila nanti keluarga kedua korban membutuhkan bantuan advokasi dalam menuntaskan kasus itu, PP Pemuda Muhammadyah akan bersedia membantu. Sebab, sampai saat ini pihaknya belum melakukan komunikasi kepada keluarga korban.

“Belum ada komunikasi apa-apa. Tentu sudah banyak pihak yang sudah melakukan advokasi. Kalau keluarga meminta pun, kami tentu bersedia,” ungkapnya.

Sumber :Republika.co.id 

Mahfud MD Ngaku Terpukau Dengan Said Didu Saat Bicara Buruh Lokal dan TKA

Mahfud MD Ngaku Terpukau Dengan Said Didu Saat Bicara Buruh Lokal dan TKA

Said Didu membeberkan sejumlah hal terkait TKA di Indonesia, mulai dari arogansi TKA, hingga dirinya mengundurkan diri dari jabatannya.

Mahfud MD Said Didu -

10Berita - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengaku terpukau, dengan pernyataan Mantan Staf Khusus Menteri ESDM Muhammad Said Didu soal tenaga kerja asing (TKA).

Pantauan TribunWow.com, hal tersebut ia sampaikan melalui akun Twitternya yang diunggah pada Selasa (1/5/2018).

Menurut Mahfud MD, isi yang disampaikan oleh Said Didu dalam acara Indonesian Lawyers Club tvOne, Selasa (1/5/2018) bagus dan ekspresif.

@mohmahfudmd: Sy terpukau pd Pak @saididu saat bcr Buruh Lokal vs TKA di ILC tgl 1 Mei 2018.

Isinya bagus dan ekspresif.

Biasanya kalau bicara City dia bayes dan terlalu Pepian.

Tp saat bicara ttg tenaga kerja kali ini bagus. Mungkin dia sempat berkonsultasi kpd Mou (MU) sblm berangkat ke ILC.

Dalam acara ILC, Said Didu mulai mengangkat isu TKA sejak 2 tahun lalu, pada saat era Sudirman Said.

Said Didu mengaku sebagai akibatnya, ia mendapatkan beragam bullyan dari berbagai pihak.

Saat itu, ia membantu Sudirman Said dan menemukan TKA yang paling banyak adalah pada sektor pertambangan dan pembangunan pembakit listrik.

Ia pun berbicara dengan Sudirman Said jika menurutnya ia harus membantu Kementerian Tenagakerjaan terkait hal ini.

Setelah menyusun sejumlah MOU dan beberapa kali menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, Said Didu mengungkapkan jika pada minggu berikutnya Sudirman Said Diberhentikan.

Mengetahui hal tersebut, Said Didu pun memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Meski demikian, pekerjaanya terkait hal tersebut terus berlanjut soal hal ini.

"Jadi janganlah terlalu dimusuhi orang yang memusuhi tenaga kerja asing, karena kalau semua orang diam, bisa bahaya," kata Said Didu.

Said Didu kemudian menjelaskan jika tidak sedikit negara hilang karena tenaga kerja asing, misalnya Palestina, Afrika, hingga Australia yang kehilangan Aborigin.

Menurutnya, penjajahan masa kini dilakukan melalui tenaga kerja asing dan investasi.

Ia menjelaskan jika dirinya akan melawan meski hanya 1 TKA.

"Jadi jangan bicara jumlah, ini bukan soal jumlah, 1 TKA saja merebut kesempatan kerja lokal, saya akan melawan.

Ini masalah kedaulatan, negara Indonesia merdeka itu salah satu tujuannya adalah memberikan kesempatakan kerja kepada rakyatnya.

Jika kesempatan kerja diserahkan kepada asing, itu naif sekali pemikiran itu," lanjut Said Didu.

Said Didu menjelaskan alasan kenapa masalah TKA menjadi keributan nasional.

Pertama, lantaran pemerintah selalu memosisikan diri jika tidak ada, padahal faktanya banyak.

Kemudian pemerintah menyebut jika itu bukanlah masalah, padahal tidak demikian.

"Jadi menurut saya, ada sekali-kali pemerintah memihaklah, kami kecelongan, dan sebagainya," ujar Said Didu.

Menurutnya, berbagai kasus yang ada di daerah terjadi karena dianggap kurangnya pengawasan, sedang yang melakukan pengawasan adalah pemerintah itu sendiri.

Ketiga, adanya arogansi TKA.

"Jadi pertanyaannya adalah kenapa karpet merah kok untuk mereka," imbuhnya.

Said Didu kemudian menyinggung soal pemerintah yang mengeluarkan data dan jumlah TKA.

Padahal yang dipermasalahkan adalah TKA itu sendiri.

Terakhir, yang membuat ketengan adalah Perpres 20/2018 yang disahkan oleh Jokowi.

Menurutnya, perpres ini dikeluarkan tanpa melihat kondisi politik dan kondisi sosial negara.

Simak selengkapnya dalam video di bawah ini. (/Lailatun Niqmah)

Sumber :TribunWow.com

Sindir Jokowi, Politisi Demokrat: Batalkan Saja Divestasi Freeport, Ganti Peternakan Kalajengking

Sindir Jokowi, Politisi Demokrat: Batalkan Saja Divestasi Freeport, Ganti Peternakan Kalajengking


10Berita, Kadiv Advokasi dan Hukum DPP P. Demokrat, Ferdinand Hutahaen menyindir ucapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal bisnis Kalajengking.

Dilansir TribunWow.com, melalui akun Twitter @LawanPoLitikJKW yang ia tuliskan pada Selasa (1/5/2018).

Sebelumnya, Jokowi memberikan tips agar cepat kaya di depan para Gubernur, walikota dan Bupati.

Jokowi mengatakan menjual racun kalajengking merupakan cara agar cepat kaya.

Menurut Jokowi, harga racun kalajengking lebih mahal dibanding harga emas.

"Sekarang saya mau bertanya, apa komoditas yang paling mahal di dunia, pasti banyak yang menjawab emas. Bukan emas," kata Jokowi.

"Ada fakta yang menarik yang saya dapat dari informasi yang saya baca."

"Komoditas yang paling mahal di dunia sekarang ini adalah racun dari scorpion, racun dari kalajengking."

"Harganya 10,5 juta USD (dolar Amerika Serikat) per liter, artinya berapa, 145 milyar perliter."

"Jadi Pak Gubernur, Pak Bupati, Pak Wali Kota, kalau mau kaya, cari racun kalajengking," kata Jokowi disambut tawa hadirin.

Menaggapi Pidato Jokowi itu, Ferdinand Hutahaean mengusulkan agra kementerian BUMN mendirikan peternakan kalajengking.

Bahkan, politisi Demokrat itu meminta agar divestasi freeport dibatalkan karena komoditi yang mahal bukanlah emas, melainkan kalajengking.

"Sy usulkan agar @KemenBUMN mendirikan usaha peternakan KALA JENGKING spy Utang Negara bs dibayar.

Batalkan sj divestasi Freeport krn komoditi yg mahal bkn emas kt Pres @jokowi

Jd lbh baik uang ratus T itu utk bikin peternakan kala jengking drpd beli saham Freeport," tulisnya.[www.tribunislam.com]

Sy usulkan agar @KemenBUMN mendirikan usaha peternakan KALA JENGKING spy Utang Negara bs dibayar. 

Batalkan sj divestasi Freeport krn komoditi yg mahal bkn emas kt Pres @jokowi 

Jd lbh baik uang ratus T itu utk bikin peternakan kala jengking drpd beli saham Freeport. pic.twitter.com/lGH4Z3iA3P

— FERDINAND HUTAHAEAN (@LawanPoLitikJKW) May 2, 2018

Sumber : opini-bangsa.com, wow.tribunnews.com

Politisi PSI Bela Korban Persekusi Di CFD, Jangan Lupa Yang Ini Juga, Bung!

Politisi PSI Bela Korban Persekusi Di CFD, Jangan Lupa Yang Ini Juga, Bung!

Referensi pihak ketiga

10Berita, Tiba-tiba Susi Ferawati jadi selebritis dadakan. Gara-gara kasus dugaan persekusi di Car Free Day pada Minggu (29/04/2018) lalu, ia laris manis dicari para pewarta.

Beberapa tokoh terkenal di tanah air bahkan memuji-muji tindakannya. Sebut saja misalnya caleg PSI, politisi PDI-P, Mahfud MD, Ruhut Sitompul, atau seorang redaktur majalah ibukota.

Referensi pihak ketiga

Semua mereka sepakat, tindakan Susi luar biasa melawan persekusi. Dan disaat yang sama semua juga satu suara mengutuk habis pelaku persekusi. Kata-kata biadab, kaum bar-bar, radikal disematkan membabi buta.

Yah, persekusi memang tak bisa dibenarkan. Kita setuju.

Persekusi menurut KBBI adalah pemburuan sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga, disakiti, dipersusah.

Referensi pihak ketiga

Nah, sekarang masihkah Anda ingat dengan Muhammad Zainul Majdi? Nama populernya TGB (Tuan Guru Bajang). Ketika itu Minggu (09/04/2017), TGB bersama istri sedang berada di antrian counter Batik Air Bandara Changi Singapura saat hendak bertolak ke Jakarta. Karena ada keperluan, ia meninggalkan istrinya sekejap diantrian lalu kembali ke barisan.

Tiba-tiba, seorang mahasiswa Indonesia asal Jakarta bernama Steven Hadisurya Sulistyo memaki-makinya dengan sangat kasar. “Dasar Indon, dasar Indonesia. Dasar pribumi tiko,” bentaknya penuh kebencian. Di tengah keramaian pula. Gara-gara ia mengira TGB memotong antrian, padahal tidak (tribunnews/14/04/2018).

Sebuah persekusi.

Referensi pihak ketiga

Itu hanya satu contoh. Lalu lihatlah apa yang terjadi pada seorang ibu rumah tangga kritis bernama Asma Nadia yang dipersekusi pihak berwajib, pada Ustadz Abdul Somad, pada Ustadz Tengku Zulkarnain, pada warga yang dipersekusi Iwan Bopeng saat Pilkada DKI lalu, atau banyak lainnya.

Adakah yang tau bagaimana reaksi para tokoh-tokoh pengutuk persekusi tadi? Bersuarakah mereka? Tidak.

Kenapa? Bukankah contoh yang saya sebutkan juga persekusi?

Referensi pihak ketiga

Saya khawatir, sesungguhnya kutukan itu bukan tentang persekusi. Melainkan cuma tentang kaumku dan kaummu. Sebuah pembatas norak berdasarkan perbedaan pilihan politik semata. Lihatlah dengan saksama siapa yang dibela siapa yang membela. Tidakkah semuanya nyata?

Ternyata benarlah kata orang bijak, kebencian menuntunmu pada ketidakadilan.

 

Sumber : UC News

MUI Minta Umat Islam Sukseskan Aksi Bela Al Aqsha 11 Mei

MUI Minta Umat Islam Sukseskan Aksi Bela Al Aqsha 11 Mei

10Berita – Koalisi Indonesia Bela Baitul Maqdis (KIBBM) akan menggelar aksi damai menolak pemindahan Kedubes Amerika Serikat ke Al-Quds (Yerusalem) pada 11 Mei 2018. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH. Ma’ruf Amin menyatakan dukungan terhadap aksi tersebut.

“Saya setuju dengan aksi tersebut, dan saya dukung supaya ada dukungan lagi bagi Palestina dan kita harus berikan dukungan menolak Yerusalem dijadikan ibu kota Israel,” ungkapnya kepada Kiblat.net di Gedung MUI, Jakarta, Senin (30/0).

Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Ustadz Zaitun Rasmin menambahkan, aksi 11 Mei sangat penting untuk menolak secara tegas keputusan Donald Trump yang akan memindahkan kedutaan besar Amerika dari Tel Aviv ke Yerusalem.

“Aksi itu sangat penting karena menyambut keputusan yang sangat zalim dari Trump untuk memindahkan kedutaan dari Tel Aviv, padahal seluruh dunia protes dan kita ingin melanjutkan protes kita,” ungkapnya di tempat yang sama.

“Kita tidak diam atas keputusan Trump itu. Selain itu, 11 Mei bukan hanya Indonesia yang melakukan aksi besar, namun kompak seluruh dunia,” lanjutnya.

Zaitun mengungkapkan bahwa Ketua MUI setuju dan mengimbau kepada seluruh ormas Islam di Indonesia untuk mengikutinya.

“Saya juga sudah lapor ke ketua MUI dan beliau juga setuju dengan adanya aksi ini dan mendukung untuk dilakukan seluruh ormas dan elemen masyarakat di Indonesia,” tegasnya.

Diketahui, KIBBM akan menggelar aksi damai menolak pemindahan Kedubes Amerika Serikat ke Al-Quds (Yerusalem) pada 11 Mei 2018. Ketua KIBBM Ustadz Bachtiar Nasir mengatakan aksi tersebut sebagai bentuk keberpihakan umat Islam Indonesia terhadap Palestina. Titik kumpul akan berada di Kedutaan Besar Amerika Serikat Jl. Merdeka Selatan, Jakarta Pusat dimulai pukul 10.00 WIB hingga shalat Jumat. (ki)

Sumber : Eramuslim

Aksi 115, Jutaan Umat Islam Indonesia Akan Kembali Sholat Jum'at di Monas

Aksi 115, Jutaan Umat Islam Indonesia Akan Kembali Sholat Jum'at di Monas

10Berita - Untuk merespon ambisi Amerika yang ingin memindahkan Ibukota Israel ke Yerusalem, Umat Islam Indonesia akan kembali menggelar Aksi besar-besaran dengan tema "Indonesia Bebaskan Al-Quds".
Aksi akan dilaksanakan di lapangan Monumen Nasional (Monas) pada hari Jum'at, 11 Mei 2018, pukul 04:00 WIB hingga 13:00 WIB dengan menunaikan Sholat Jum'at Berjamaah di Monas.
Kegiatan ini telah mendapatkan dukungan dari sejumlah pihak seperti : MIUMI, MUI, Muhammadiyah, NU, AL-IRSYAD, PERSIS, ALWASILIYAH, BKMT/Seluruh Majlis ta'lim, BKSPP/seluruh PONPES, seluruh ULAMA dan umat Islam dari seluruh wilayah Indinesia.
Adapun rangkaian acaranya adalah sebagai berikut :
1. Shalat Subuh berjama'ah di Monas imam Ust Mahdi
2. Zikir (Ust Arifin Ilham)
3. Tilawah Al-Qur'an surat Al-Isro dipandu oleh 1.000 hufafz
4. Pembacaan ayat suci Al-Qur'an
5. Sambutan panitia
6. Orasi pembuka
7. Nasyid Al-Aqsho
8. Orasi-orasi oleh para tokoh Ulama
9. Pembacaan pernyataan sikap
10.Shalat Jum'at Berjamaah di Monas

Sejumlah Ulama dan Ustadz yang akan ikut hadir dalam Aksi ini adalah KH Ma'ruf Amin, KH Bachtiar Nasir, KH Ahmad Shobro Lubis, KH Abdullah Gymnastyar, KH Abu Jibril, Ustadz Felix Siauw, Ustadz Abdul Somad, Ustadz Adi Hidayat, Ustadz Oemar Mitta, Bang Onim, Bunda Neno Warisman, Peggy Khadijah, Ustadzah Oki Setiana Dewi dan Melly Goeslaw.


Sumber :islamedia

Pledoi Alfian Tanjung: PKI Terus Bergerak, Simpatisannya Tak Kenal Bubar

Pledoi Alfian Tanjung: PKI Terus Bergerak, Simpatisannya Tak Kenal Bubar

10Berita , Jakarta – Sidang lanjutan perkara pencemaran nama baik yang melibatkan Alfian Tanjung mengagendakan pembacaan nota pembelaan atau pledoi. Ketua Taruna Muslim itu menegaskan simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI) tak mengenal kata bubar.

Alfian Tanjung menyampaikan nota pembelaan atau pledoi dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (05/02/2018). Di hadapan majelis hakim dia membacakan pledoi bejudul Indonesia Tanpa PKI, Menihilkan Komunisme.

Alfian Tanjung dalam paparanya menyebut bahwa kehidupan PKI setelah gagalnya G30S/PKI telah mengalami perubahan besar, yang dikenal sebagai “Tiga Peralihan”. Hal itu mencakup garis-garis strategi yaitu Pekerjaan legal beralih menjadi illegal, dari jalan damai menjadi perjuangan bersenjata (Perjuta), dan Pekerjaan Kota beralih menjadi pekerjaan Desa (Mao Zedong, Desa mengepung Kota). Hal itu dikutipnya dari pidato Yusuf Adjitorop dalam Kongres ke-V Partai Buruh Albania pada November 1966, atas nama PKI.

Selain itu, ia juga mengutip pernyataan tokoh tua PKI, Sudisman, dalam sidang Mahmillub 1967. Alfian mengatakan, tokoh CC-PKI itu mengatakan, “Jika saya mati, sudah tentu bukan berarti PKI mati bersama kematian saya, tidak sama sekali tidak, walaupun PKI sudah rusak berkeping-keping, saya tetap yakin ini hanya bersifat sementara dan dalam proses sejarah, nanti PKI akan tumbuh kembali, sebab PKI adalah anak zaman yang dilahirkan oleh zaman’.

Alfian kemudian mengutip isi buku Bahaya Komunisme karya A.Z. Abidin & Baharuddin Lopa. Dalam pparannya dia menyebut kekalahan kaum komunis di Madiun tahun 1948 dianggap latihan permulaan (Repetitie), kekalahan G30S/PKI tahun 1965 dianggap sebagai “Generale Repetitie” untuk memulai pemberontakan yang ketiga nanti.

Dalam pledoinya, Alfian kemudian mengutip tulisan dari Buku Harian Dita Indah Sari 16 April 1996, halaman 12. Tulisan itu dinilainya sebagai ekspresi pemahaman misi perjuangan PKI muda. Kutipan itu berabunyi, “Partai sudah berdiri, well 31 tahun terkubur, dibantai, dihina, dibunuh, dilarang, diawasi, dikhianati, sekarang dibangun kembali”.

Sejak dinyatakan bubar pada tahun 1966 dan diperkuat oleh UU Nomor 27/1999, tidak ada alasan yang bisa dibenarkan eksisnya gerakan komunisme di Indonesia, baik PKI termasuk dengan PKI berwajah lain. Alfian menyebut pernyataan generasi pengurus PKI yakni Sudisman, sebagai pengganti DN Aidit, dan Dita Indah Sari, kader PRD sebagai penjabat publik sebagaia gambaran regenerasi.

“Dengan ini bisa kita ambil kesimpulan bahwa telah terjadi regenerasi, kaderisasi dan reproduksi kader PKI secara terprogram. Hal ini berjalan efektif sejak tahun 2004,” ungkap Alfian.

“Bisa kita pahami bahwa memang PKI terus bergerak, karena kader PKI, warga PKI dan simpatisan tidak menggenal bubar atau mati, yang mereka pahami adalah pasang naik dan pasang surut,” lanjutnya.

Alfian mengklaim PKI akan memastikan eksistensinya kembali pada HUT PKI ke-100 dalam bentuk PKI pada tahun 2020. Dia tak menyebutkan referensi pernyataan tersebut. “Semoga Allah menggagalkannya,” tandasnya.

Sumber : kiblat.net

Jokowi Kenapa Selalu Kabur Setiap Didemo Buruh?

Jokowi Kenapa Selalu Kabur Setiap Didemo Buruh?

10Berita , Jakarta - Dalam memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2018, para buruh Indonesia menggelar aksi demonstrasi di beberapa titik wilayah Ibu Kota Jakarta seperti Gedung MPR/DPR, Istana Negara dan Istora Senayan, Selasa (1/5/2018).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) - (Foto: inilahcom)

Namun, sebagian buruh mengaku kecewa karena Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak ada di Istana Negara, Jakarta Pusat ketika mereka berunjuk rasa. Akhirnya, digalang oleh netizen dengan hastage #BuruhTidakPilihJokowi.

Netizen mempertanyakan sikap Jokowi selaku Presiden Republik Indonesia yang tidak pernah hadir di tengah-tengah kerumunan buruh saat berunjuk rasa, padahal Jokowi pernah mengaku ingin dan rindu dengan demonstrasi.

"Kenapa Jokowi setiap di demo pasti kabur ya? #BuruhTidakPilihJokowi," tanya Restu Prasetyo melalui akun twitternya @restu_propert58 yang dikutip pada Selasa.

Kemudian, akun #INDONESIA @NKRI_NTBSasambo menyindir pernyataan Jokowi yang rindu untuk didemo. Akan tetapi, ketika didemo malah tidak ada di Istana Merdeka.

"Saya Rindu Didemo, kata Jokowi. Bagaimana kenyataannya? Buruh demo, orasi di depan Istana Jakarta, Jokowi tak ada. Dia di Bogor. Masih mau dipimpin beliau lagi? Kalau buruh tegas. #BuruhTidakPilihJokowi. Ini artinya ada 80 juta rakyat Indonesia tak pilih Jokowi," katanya.

Selain itu, Mahendra Gunawan melalui akunnya @MAHENDRA_GNW juga bertanya-tanya kemana perginya Jokowi ketika buruh ingin datang ke Istana Merdeka.

"Pak JOKOWI tidak mau menemui BURUH yang saat ini sudah di area ISTANA...??? Kemana Pak Presiden sih, mana mungkin gak tau BURUH akan ke ISTANA. Rakyatnya datang malah menghindar, tapi kalau pendukungnya yang datang langsung ditemui. Begini sikap seorang PEMIMPIN? #BuruhTidakPilihJokowi," ujarnya.

Akun #2019GANTIPRESIDEN @Al_Fatih1453__ sepertinya geram juga dengan sikap Presiden Jokowi yang menghindar dari Istana Negara tak mau menemui buruh, malah menerima tokoh dari luar negeri.

"Di saat ribuan buruh dari area Jadebotabek turun ke jalan untuk memperingati hari buruh internasional atau yang disebut juga May Day dan menyampaikan aspirasi di depan Istana Merdeka dan DPR Jakarta. Jokowi malah menerima delegasi Iran di Istana Bogor. #BuruhTidakPilihJokowi," katanya.

Sedangkan, Eko Widodo @ekowBoy malah menyindir Jokowi yang berani pergi ke Afghanistan tapi malah takut menemui buruh saat memperingati Hari Buruh Internasional.

"Katanya kebal ke Afganistan gak pake rompi anti peluru kok sama buruh kabur.#BuruhTidakPilihJokowi," tandasnya.[ris]

 Sumber : INILAHCOM

5 Fakta Tersembunyi Mohamed Salah

5 Fakta Tersembunyi Mohamed Salah


10Berita – Winger Liverpool, Mohamed Salah tengah menjadi sorotan dunia. Berawal dari musim pertamanya di Liverpool, bintang sepak bola asal Mesir ini sukses mencetak 42 gol dari seluruh kompetisi musim ini, dan kemungkinan masih akan terus berlanjut.

Atas raihan fenomenal ini, ia dianugerahi pemain terbaik Liga Inggris PFA Awards musim ini. Nah, berbicara soal penampilan apik Salah, mungkin banyak yang bertanya-tanya, apa rahasia Salah? Apa yang membuat dirinya tampil begitu spektakuler musim ini?

Ternyata, semua tak terlepas dari ibadah yang ia lakukan. Salah adalah seorang muslim yang taat menjalankan kewajiban agamanya.

Mau tahu kebiasaan-kebiasaan saleh yang sering dilakukan Salah?

Rajin ke Masjid

Salah satu penyebab moncernya penampilan Salah adalah kesadarannya sebagai muslim. Ia dikenal selalu melaksanakan dan tidak pernah meninggalkan ibadah shalat 5 waktu.

Salah seorang fans Liverpool pun pernah membuat chants atau yel-yel spesial untuk Salah.

“Jika dia (Salah) terus mencetak gol, saya juga akan menjadi Muslim. Dia sering ke masjid, di situlah saya ingin berada.” Salah pun dikenal suka menunaikan salat di Masjid Al-Rahma di dekat markas Liverpool.  

Mengaji

Dikala senggang, Salah selalu menyempatkan waktunya untuk mengaji, bahkan dalam bus menuju perjalan untuk bertanding.

Ia sendiri pun mengakui kalau Al-Quran adalah pedoman hidupnya. “Al-Quran adalah pedoman hidupku. Itu adalah penuntunku selama berada di negeri orang, maupun di negeri sendiri.” ujar Salah kepada media Mesir.

Pelihara Jenggot

Salah juga mengikuti salah satu sunah rasul, yaitu memelihara jenggot.

Sujud Syukur

Ini adalah selebrasi yang menjadi tradisi Salah ketika mencetak gol.

Ia selalu bersyukur atas segala kesuksesan yang ia raih kepada Yang Maha Kuasa. Bahkan, sebelum dan sesudah pertandingan ia selalu memanjatkan doa meminta ridho Allah. 

Umrah

Dalam akun media sosialnya, Salah pernah mengunggah fotonya yang sedang menjalankan ibadah umrah di Masjidil Haram. Ia tak hanya sendiri, melainkan bersama para keluarga dan sanak saudaranya. (kmpr)

Sumber : Kumparan, Eramuslim.com

Rawan Penculikan, KPAI Imbau Orang Tua Tingkatkan Pengawasan

Rawan Penculikan, KPAI Imbau Orang Tua Tingkatkan Pengawasan

Ilustrasi Penculikan anak

Motif penculikan anak sangat beragam, semuanya harus diwaspadai.

10Berita , JAKARTA -- Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (Susanto) mengimbau kepada semua orang tua, masyarakat dan sekolah agar memastikan anak terpantau dengan baik. Hal ini terkait penculikan bayi di Depok, Jawa Barat beberapa saat lalu.

Susanto mengatakan, motif penculikan bayi sangat beragam. Sedikitnya, menurut dia, ada lima motif seseorang melakukan penculikan pada anak, termasuk di antaranya motif coba-coba karena melihat anak tanpa pengawasan orang tua dan akhirnya terpikir untuk menculik anak tersebut.

"Modus seperti ini ada sejumlah kasus. Kepentingannya untuk mendapatkan imbalan uang," kata Susanto, dalam keterangan tertulis, Selasa (1/5).

Kedua, tambah Susanto, motif perdagangan manusia berjejaring. Seseorang menculik anak untuk dijual melalui jaringan yang sudah rapi dan sistematis. Kasus demikian banyak dan tak mudah membongkarnya karena sudah menjadi sindikat.

Ketiga, motif memiliki anak. Susanto menilai, pasangan yang kesulitan memiliki anak bisa jadi membuat mereka tidak berpikir panjang. Gagalnya pasangan memiliki anak membuat nekat melakukan penculikan. Namun, kata Susanto, kasus seperti ini relatif sedikit.

Keempat, dilatarbelakangi karena dendam. Adanya persoalan pribadi antara orang tua anak dengan pelaku, tidak sedikit menjadi pemicu melakukan kejahatan penculikan. Sedangkan yang kelima, motif untuk dijadikan objek seksual. Biasanya usia korban bukan balita. Rata-rata korban penculikan motif ini di bawah 16 tahun.

"Melihat motifnya beragam, kami mengimbau kepada semua orangtua, masyarakat dan sekolah agar memastikan anak terpantau dengan baik. Jangan berikan celah dan potensi orang lain melakukan penculikan terhadap anak," lanjut dia.

Sumber : Republika.co.id