OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Kamis, 03 Mei 2018

2 Pria Kebumen Nekat Naik Haji Bersepeda Ontel, Bagaimana Respons Pemerintah?

2 Pria Kebumen Nekat Naik Haji Bersepeda Ontel, Bagaimana Respons Pemerintah?

10Berita, Kisah dua warga Kebumen naik haji bersepeda ontel rupanya cukup menyita perhatian publik. Mereka takjub dengan kenekatan dua pria paruh baya ini.

Ternyata, dua orang ini, K Khudori, Purworejo dan Nuruddin, Sidamara Kabupaten Kebumen, telah mempersiapkan keberangkatannya dengan baik. Hal itu termasuk dokumen keimigrasiannya.

Mereka, seolah berlatih, mengayuh sepeda dari Kebumen menuju Kantor Imigrasi Kelas II Cilacap yang jaraknya lebih dari 50 kilometer. Barangkali, sekalian latihan bersepeda jarak jauh.

Sejak jauh hari, dua pria Kebumen itu telah mengurus paspor dan visa di Kantor Imigrasi Cilacap, demi niatnya naik haji bersepeda ontel.

“Sudah, Pak. Yang bersangkutan sudah mengurus dokumen perjalanan Republik Indonesia di Imigrasi Cilacap Desember 2017,” ucap Kepala Sub-Seksi Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Cilacap, Ade Septiany, kepada Liputan6.com, Kamis, 3 April 2018.

Dalam dokumen, tercatat mereka akan melakukan ibadah haji. Dalam dokumen tersebut juga tercantum keterangan bahwa mereka akan singgah negara-negara lain. Tetapi, negara-negara lain itu tak disebut dalam dokumen.

Saat mengurus paspor pun, Khudori dan Nuruddin tak menyebut teknis keberangkatan. Sebab itu, Kantor Imigrasi Cilacap pun tak mengetahui jika dua orang ini naik haji bersepeda ontel.

Saksikan video pilihan berikut ini:

 

Data 2 Pria Naik Haji Bersepeda Ontel di Kemenag Kebumen

Kabar keberangkatan dua pria Kebumen berhaji dengan naik sepeda ontel pun sampai hingga Kantor Kementerian Agama Kebumen. Sayangnya, ketika informasi itu tiba, keduanya dikabarkan telah berangkat.

Kepala Seksi Haji Kemenag Kebumen, Darsun didampingi seksi Perencanaan, Tauhid Alamsyah menyebut, pemberangkatan Khudori dan Nuruddin di luar pengetahuan Kemenag. Keberangkatan haji mereka pribadi dan di luar kebijakan Kemenag.

Ia pun mengaku tak mengetahui secara pasti kapan kedua orang ini berangkat ke tanah suci dengan mengayuh sepeda ontel. Yang pasti, setelah dicek di data Kemenag, nama keduanya tak muncul.

“Iya, itu kalau di dokumen Kemenag tidak ada, Mas. Pribadi itu ya. Kemarin kita juga tidak tahu, kita juga mencocokkan nama itu juga tidak ada,” ucap Alamsyah, melalui sambungan telepon.

Saat ini, Kemenag Kebumen tengah memproses input data calon jamaah haji yang akan diberangkatkan tahun ini. Dari jatah 30 ribu jamaah haji Jawa Tengah, Kebumen memperoleh kuota sebanyak 1.000 jamaah haji.

Rencananya, rombongan calon jamaah haji Kebumen akan diberangkatkan dua kali, gelombang pertama dan kedua. Mereka akan menuju Embarkasi Haji Solo, sekitar akhir Juli sampai Agustus 2018.

Rute Perjalanan 2 Pria Kebumen Haji Berpeda Ontel hingga Tanah Suci

Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah (Setda) Kebumen, Sukamto justru mengaku tak mengatahui mengenai dua pria kebumen yang naik haji bersepeda ontel. Ia mengaku tak memantaunya.

“Pemkab tidak memantau, arena itu sifatnya personal,” ucap Sukamto melalui pesan singkat.

Seperti diberitakan sebelumnya, unggahan mengenai dua pria Kebumen yang naik haji ini menjadi viral di berbagai lini massa. Di Facebook misalnya, kabar keberangkatan keduanya dibagikan lebih dari 2.00 kali oleh pengguna Facebook.

Akun Facebook pengunggah kabar dua pria naik haji bersepeda ontel yang kemudian viral, Andre Noval menerangkan, dua pria Kebumen ini akan mengayuh sepeda ontel dari Kebumen menuju Tanjung Priok.

Lantas perjalanan dilanjutkan dengan kapal hingga melewati Selat Malaka yang meliputi Thailand, Malaysia, Indonesia dan Singapura) hinggaTeluk Bengala (India dan Bangladesh).

Lantas perjalanan masih berlanjut dengan berlayar di Samudera Hindia (Yaman, Sri Lanka dan India), Selat Bab el Mandeb (Yaman), Laut Merah di Arab Saudi, lalu berakhir di Pelabuhan Jeddah, Arab Sudii.

Dari pelabuhan ini, dua pria Kebumen ini akan melanjutkan perjalanan hingga Mekkah dan Madinah.

 

Sumber : Liputan6.com

Memalukan! Setelah Ditantang Iran, Israel Ciut Tak Ingin Perang Langsung dengan Iran

Memalukan! Setelah Ditantang Iran, Israel Ciut Tak Ingin Perang Langsung dengan Iran

10Berita, Beberapa hari sebelumnya Benjamin Netenhayu memberikan presentasi bahwa Iran sebenarnya telah melakukan pengembangan senjata nuklir dibalik kesepakatan nuklir 2015, Netenhayu memperlihatkan bukti beberapa foto dan video tentang pengembangan nuklir di Iran. Namun Iran menjawab tudingan tersebut dengan mengatakan bahwa Netenhayu layaknya seorang bocah dan menilai presentasi tersebut adalah propaganda.

Amir Hatami sumber rasanews.ir

Dilansir dari sindonews.com (3/5) Menteri Pertahanan Iran, Amir Hatami memperingatkan Israel tentang kebiasaannya yang merekayasa dan menabur bahaya terhadap negaranya akan berbuah konsekuensi yang menyakitkan dan mengejutkan.

"Jika Iran memutuskan untuk berurusan dengan strategi jangka panjang disiplin diri, maka entitas ini akan menghadapi konsekuensi yang mengejutkan dan menyakitkan,", ucap Hatami merujuk pada presentasi Netanyahu.

bbc.com

Namun tampaknya peringatan tersebut langsung direspon oleh Netenhayu yang terkesean merevisi ucapannya pada wawancara di CNN (2/5) yang mengatakan bahwa Israel sebenarnya tidak ingin berperang dengan Iran ataupun negara manapun.

al-monitor.com

Ia lalu menjelaskan bahwa langkah Israel hanyalah untuk mencegah efek domino pada negara Timur Tengah lain, karena dengan adanya pengembangan nuklir pada Iran akan berimbas pada perlombaan program nuklir di negara Timur Tengah lainnya.

 

 

 
Sumber : UC News 
 

PKS Gembira Kadernya Disebut Jadi Cawapres Prabowo  

PKS Gembira Kadernya Disebut Jadi Cawapres Prabowo

 

10Berita, Jakarta - Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Ferry Juliantono menyebut cawapres yang akan digandeng Prabowo Subianto salah satu kader dari PKS. Menanggapi pernyataan Ferry, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera gembira.

"Ya kami gembira, bahwa itu yang diharapkan. PKS siap," ujar Mardani, usai menjadi pembicara dalam 'Dinamika Elektoral Jelang Pilpres dan Pileg Serentak 2019', di Kantor Indikator Politik Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (3/5/2018).

Mardani pun menjelaskan mengapa partainya ngotot agar Gerindra segera menentukan siapa cawapres yang akan digandeng untuk mendampingi Prabowo. Sebab, lawan politik koalisi Gerindra-PKS dinilainya cukup berat.

"Karena penantang itu berat apa lagi itu kelihatan dari hasil survei Pak Jokowi. Makanya segera gerak dari sekarang, kalau sudah deklarasi itu akan lain trennya," katanya.

Mardani juga mengatakan partainya ingin memberikan pendidikan politik yang baik ke masyarakat. Ia ingin agar masyarakat juga dapat mengenal siapa sosok cawapres yang nantinya akan dipilih pada Pilpres 2019.

"Kita ingin mendidik masyarakat tidak beli kucing dalam karung plus," ujarnya.

Untuk diketahui, Partai Gerindra akan segera mengumumkan cawapres yang akan mendampingi Prabowo Subianto pada Pilpres 2019. Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Ferry Juliantono mengungkapkan cawapres yang akan digandeng merupakan salah satu kader dari PKS.

"Iya, Insyaallah (dari PKS)," kata Ferry di Sekber Gerindra-PKS, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (2/5/2018).

Kendati demikian, Ferry enggan membocorkan siapa nama yang akan mendampingi Prabowo nanti. Ia memastikan keputusan terkait siapa sosok cawapres tersebut akan diumumkan pada Juni mendatang.

"Keputusan kira-kira Ramadan, Juni kira-kira, Juni itu kan pertengahan dan akhir Ramadan," ujarnya.
(rvk/gbr)

Sumber : news.detik

Ceramah Gus Nur: Haram Hukumnya Pilih Jokowi

Ceramah  Gus Nur: Haram Hukumnya Pilih Jokowi

 

10Berita - Sugi Nur Raharja alias Gus Nur, pengkhotbah yang tengah naik daun, menggegerkan media sosial karena memberikan hukum haram untuk memilih Joko Widodo sebagai presiden pada Pilpres 2019.

Pernyataan Sugi Nur tersebut viral, setelah video ceramahnya di masjid Kota Surakarta, Jawa Tengah, diunggah ke laman berbagi video YouTube, Selasa (1/5/2018).

Berikut penggalan-penggalan ceramah Sugi Nur yang dianggap kontroversial oleh warganet.

”Kalau menurut Gus Nur siapa presidennya? Saya tidak mau menyebut nama, dan saya harus netral dalam masalah itu, silakan kalau antum.”

”Saya tidak memilih Prabowo. Tidak dukung Prabowo, Tidak siapa-siapa, itu urusan pribadiku sama Allah.”

”Cuma saya mengasih wacana, haram hukumnya milih Presiden Jokowi, kembangkan. Kalau mau. Kata siapa Gus, haram? kata Saya! Dalilnya mana Gus? Qola Gus Nur. Kok repot, begitu, selesai."

Dalam video khotbah yang disebar akun Munjiat Channel tersebut, Sugi Nur juga menuturkan jemaahnya yang memilih Jokowi ketika pemilu agar keluar dari masjid.

”Jadi apa ini kira-kira, ganti presiden? Ini di dalam masjid ini ganti presiden apa? Siapa yang milih Jokowi di dalam masjid ini angkat tangan? Siapa yang pilih Jokowi keluar dari masjid ini,” tuturnya.

Warganet membanjiri kolom komentar video tersebut dengan penilaian negatif. Menurut mereka, pemuka agama seharusnya memberikan ceramah yang ”menenangkan”.

”Seharus ulama itu membawa kedamaian bukan membawa kebencian,” tulis Anni Mentaya, Rabu (2/5/2018).

Sementara akun Subiyanto 2016 mengatakan, ”Kalau ada ceramah yang tidak baik, sebaiknya tidak usah diikuti atau dipatuhi.”

Sedangkan akun Lukman Hakim menilai, ceramah itu justru berisi fitnah. ”Ustad kok kerjanya fitnah, tolong jangan memprovokasi. Berilah ceramah yang adem.”

Hingga berita ini diunggah, Kamis (3/5), video itu telah disaksikan 32.279 warganet, dan dikomentari sedikitnya 742 orang.

Sumber : Suara.com

Menurut Pigai, Tidak Ada Islam yang Intoleran di Indonesia

Menurut Pigai, Tidak Ada Islam yang Intoleran di Indonesia

10Berita, JAKARTA -Mantan Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Natalius Pigai menyatakan, Islam merupakan agama yang penuh cinta dan menjunjung tinggi nilai sesama. Untuk itu, menurutnya, di Indonesia tidak ada Islam yang intoleransi, radikal dan teroris.

"Yang ada adalah cara pandang pemimpin yang intoleransi dan radikal," kata Pigai kepada TeropongSenayan di Jakarta, Kamis (3/5/2018).

Meski dirinya bukan muslim, namun Pigai mencintai Islam secara tulus dari lubuk hati yang terdalam.

"Islam adalah agama Allah SWT yang dijiwai cinta," tukasnya.(yn)

Sumber : Teropongsenayan

Menhan Ingatkan Prajurit TNI Agar Mengarahkan Keluarganya Untuk Memilih Presiden yang Benar

Menhan Ingatkan Prajurit TNI Agar Mengarahkan Keluarganya Untuk Memilih Presiden yang Benar


10Berita, PRAJURIT Tentara Nasional Indonesia (TNI) diingatkan agar tak ikut dalam politik praktis dan tetap menjaga netralitas selama tahun pemilu 2018 dan 2019 mendatang.

“Tahun politik kita tidak boleh ikut-ikut politik, semuanya sama. Tentara tak boleh memilih. Jangan,” kata Menteri Pertahanan, Ryamirzard Ryacudu, saat memberi pengarahan kepada ratusan prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL) di Markas Komando Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (3/5/2018).

Meski begitu, mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu menganjurkan kepada seluruh prajurit TNI untuk membimbing dan mengarahkan istri beserta sanak keluarga lainnya untuk memilih pemimpin yang pantas memimpin Indonesia ke depannya.

“Kalau istri, keluarga boleh. Tapi dikasih tahu milih tuh yang bener. Kalau gak bener nanti negara jadi tidak bener. Kalau (pemimpin) kacau, kita juga rugi,” katanya.

Ryamirzard juga meminta prajurit mengarahkan keluarganya dalam memilih bukan semata-mara karena bujukan dan rayuan dari politik uang yang marak beredar saat musim pemilu.

“Cara milih (pemimpin) yang bener ya berdoa sama Tuhan, berikan pemimpin yang benar karena amanah bukan karena duit. Ingat, Tuhan akan menghancurkan suatu bangsa yang diberikan pemimpin yang zalim,” katanya.

Tak hanya itu, ia juga menganjurkan agar melihat latar belakang dan rekam jejak calon presiden Indonesia untuk menentukan pilihan di pemilu mendatang.

Hal itu bertujuan agar kedepannya Indonesia dipimpin oleh orang yang tak merugikan dan menghancurkan masyarakat Indonesia.

 
Sumber : Galamedianews
 

 

 

DULU Jokowi Pidato Duka Cita untuk Intan, Kok KINI MINGKEM kepada Rizki dan Mahesa?

DULU Jokowi Pidato Duka Cita untuk Intan, Kok KINI MINGKEM kepada Rizki dan Mahesa?


10Berita,  Terungkapnya kematian tragis dua bocah lelaki dalam acara Untukmu Indonesia di Monas, Sabtu, 28 April 2018, menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban serta masyarakat yang berhati bersih dan berpikiran sehat

Kepergian dua bocah yang berangkat dalam keadaan sehat, tentu membuat banyak kalangan sedih dan berduka.

Respon simpatik telah ditunjukkan oleh banyak tokoh seperti Wakapolri Komjen Syarifuddin, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jakarta Taufiqurrahman, serta tentu saja Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies dan Sandiaga Uno.

Namun sayangnya, kematian memilukan 2 bocah lelaki asal Pademangan ini tak menyentuh hati penghuni istana kepresidenan. Tak ada satu pun pernyataan lisan maupun tertulis pihak istana terkait meninggalnya almarhum Mahesa dan Rizki.

Hal ini berbeda dengan saat Jokowi dengan kesedihan mendalam menyampaikan pidato dukacita atas meninggalnya Intan Olivia Marbun bocah balita usia 2,5 tahun, korban serangan bom Molotov digereja Oikumene Samarinda Kalimantan Timur Ahad, 13 November 2016 lalu.

"Tidak ada kata yang dapat menggambarkan betapa dalam rasa duka cita saya atas meninggalnya Intan. Itu sudah di luar batas kemanusiaan. Karena ini anak-anak kita. Balita-balita kita," kata Jokowi kala itu.

Perbedaan sikap Jokowi ini memicu kecaman warganet.

"Ananda Rizki & Mahesa yang malang, kau ditakdirkan lahir sebagai anak Indonesia tapi negaramu tak mau mengakuimu bahkan presidenmu malu menyebut namamu dalam pidatonya, nasibmu tak sebaik intan entah kenapa kalian berbeda #GelangKode," kicau @ekowBoy.

"Ucapan bela sungkawa saja pilih²  nasibmu tak diakui negara ananda Rizki dan Mahesa, semoga Husnul Khãtimah," tulis @ArwanAmin.

"Innalillahi.... menyampaikan ungkapan duka cita aja pilih pilih... sama sama anak bangsa oiii... @jokowi," imbuh @sailordreamer.

Sumber :Portal Islam 

Mengapa Jazirah Arab Sulit Bersatu? Hadits Nabi Ini Menjelaskannya

Mengapa Jazirah Arab Sulit Bersatu? Hadits Nabi Ini Menjelaskannya


ilustrasi Qatar vs Arab (Sesawi)

10Berita, Jazirah Arab merupakan semenanjung besar di Asia Barat Daya pada persimpangan Afrika dan Asia. Secara geografis, ia berbatasan dengan Laut Merah di barat daya, Laut Arab di tenggara, Teluk Persia dan Telok Oman di timur lautnya.

Secara politik, Jazirah Arab terdiri dari sembilan negara yakni Arab Saudi, Kuwait, Yaman, Oman, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Irak dan Suriah. Total luasnya mencapai 3,7 juta Km2 dengan jumlah penduduk sekitar 140 juta jiwa.

Yang menarik, mengapa Jazirah Arab sulit bersatu padahal sama-sama negara muslim, mayoritas penduduknya beragama Islam? Misalnya kasus terbaru, pemboikotan Qatar. Mereka juga terbelah dalam menghadapi masalah Palestina.

Padahal jika mau bersatu, jazirah Arab akan menjadi kekuatan Islam yang cukup disegani. Jika bersatu, masalah Palestina dan dunia Islam lebih mudah diatasi.

Sulitnya Jazirah Arab bersatu rupanya telah diisyaratkan dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ أَيِسَ أَنْ يَعْبُدَهُ الْمُصَلُّونَ فِى جَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَلَكِنْ فِى التَّحْرِيشِ بَيْنَهُمْ

“Sesungguhnya setan telah putus asa untuk menjadikan orang-orang yang sholat di Jazirah Arab menyembahnya. Akan tetapi (ia tidak putus asa) dalam menaburkan benih pertikaian di antara mereka” (HR. Muslim)

Setan-setan telah berputus asa karena umat Islam di Jazirah Arab tidak mungkin menyembahnya. Namun, setan-setan dari kalangan jin dan manusia terus menaburkan benih pertikaian agar Jazirah Arab tidak bersatu. Agar mereka tidak menjadi kekuatan besar yang membela dan memperjuangan Islam dan dunia Islam.

Apa yang dihembuskan sebagai biang utama petikaian? Materi, kepentingan duniawi. Mulai dari ekonomi hingga pengaruh politik. Yang satu ingin lebih unggul dari yang lain, dan di saat yang sama tidak mau pihak lain lebih unggul dari pihaknya.

فَوَاللَّهِ مَا الْفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ ، وَلَكِنِّى أَخْشَى أَنْ تُبْسَطَ عَلَيْكُمُ الدُّنْيَا كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ قَبْلَكُمْ ، فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَا ، وَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أَهْلَكَتْهُمْ

“Demi Allah bukan kemiskinan yang aku takutkan atas diri kalian tetapi yang aku takutkan ialah dunia dibentangkan untuk kalian sebagaimana dibentangkan untuk umat sebelum kalian lalu kalian berlomba mendapatkannya sebagaimana mereka berlomba sehingga dunia membinasakan kalian sebagaimana telah memisahkan mereka” (HR. Bukhari dan Muslim)

Level keinginan menguasi materi ini terus meningkat hingga pada tahapnya menjadi cermin dari al wahn; penyakit akut yang disabdakan Rasulullah akan menimpa umatnya. Cinta dunia dan takut mati.

يُوشِكُ الأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا. فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزِعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِى قُلُوبِكُمُ الْوَهَنَ. فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهَنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ

“Hampir saja para umat (orang-orang kafir) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah menjawab,”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagaikan buih di lautan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan wahn dalam hati kalian.” Kemudian seseorang bertanya, “Apa itu wahn?” Rasulullah bersabda, “Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad; shahih)

Maka di samping pertikaian dan sulitnya bersatu, mereka juga kehilangan kekuatan ketika berhadapan dengan musuh. Bahkan laksana sepiring makanan yang diperebutkan hegemoni Barat. Lihatlah pengaruh Amerika Serikat di Jazirah Arab yang mampu mempengaruhi kebijakan-kebijakan mereka. Jazirah Arab yang mestinya menjadi singa pemberani, kini tampak bertekut lutut di hadapan kekuatan kafir Barat. Semoga tidak lama lagi kebangkitan umat datang membalik keadaan. [Muchlisin BK/]

Sumber :BersamaDakwah

Bantah Pakai #GelangKode di CFD, Mustofa Nahra Ungkap Bukti Ini

Bantah Pakai #GelangKode di CFD, Mustofa Nahra Ungkap Bukti Ini


10Berita, Mustofa Nahrawardaya ramai membahas 'gelang kode' lewat akun Twitternya, @NetizenTofa. Dia menyoroti soal penggunaan gelang kayu cokelat saat terjadi gesekan warga yang mengenakan kaus #2019GantiPresiden dan #DiaSibukKerja di CFD, Minggu (29/4) lalu.

Namun, akun Mustofa juga mendapatkan beberapa balasan yang berisi gambar dirinya tengah mengenakan gelang. Ada yang menyama-nyamakan gelang yang dipakai Mustofa sama dengan gelang Susi Ferawati.

12. Bahkan MEME ini sudah beredar luas. Karena memang sekilas tampak nyata dan afdhal. #GelangMisterius 😀😀😀😀😀 pic.twitter.com/nbjjH501GJ

— Mustofa Nahrawardaya (@NetizenTofa) May 3, 2018


Mustofa membantah menggunakan gelang cokelat kayu seperti yang dipakai Susi Ferawati ataupun warga lain. Dia mengaku mengenakan gelang karet #2019GantiPresiden.

"Itu gelang #2019GantiPresiden. Itu gelang karet, berbeda itu. Mungkin karena foto dari jauh ya. Keliatan detail kalau difoto dari dekat," kata Mustofa saat dihubungi, Kamis (3/5/2018).

Mustofa menggambarkan gelang yang dipakai Fera adalah gelang kayu berwarna cokelat. Gelang ini punya ciri khas tali yang menjuntai.

"Kalau secara detail bentuk dari video kan gelang kayu cokelat-cokelat, kemudian ada talinya gitu ngelewer. Saya tidak tahu namanya. Kalau tasbih itu kan bulat-bulat ya. Tapi ini seperti kotak-kotak gitu kalau dilihat dari gambar," ujarnya.

Fenomena gelang kode itu ditangkapnya setelah menyaksikan video viral di YouTube. Mustofa menduga gelang itu tak hanya dipakai warga yang mengenakan kaus #DiaSibukKerja tapi juga #2019GantiPresiden. Mereka mengenakan gelang itu untuk saling mengenali.

Sebelumnya diberitakan, pengacara Fera, Muannas Alaidid, mengatakan gelang yang dipakai kliennya berasal dari Madinah yang dibeli saat umrah. Muannas menganggap ungkapan Mustofa sebagai sekadar asumsi.

14. Lebih jelas lagi, ini gelang yang saya pakai. Memang ada yang coklat. Warna mirip dengan #GelangMisterius😀😀😀 pic.twitter.com/PjfOJZ5yDX

— Mustofa Nahrawardaya (@NetizenTofa) May 3, 2018


"Jadi kalau masalah gelang itu tanda munculnya kepanikan dia. Waktu saya tanya ke Bu Fera, dia beli gelang waktu umrah di Madinah. Kedua, dia tak saling mengenal dengan Pak Stedi atau korban yang dipersekusi juga di CFD itu," kata Muannas saat dihubungi, Kamis (3/5/2018).

"Jadi kalau kemudian dicocok-cocokkan biarin saja, itu asumsi Mustofa saja. Tapi untuk membuat satu perkara menjadi terang adalah penegakan hukumnya," sambungnya.

Sumber : opini-bangsa.com, detik.com

 

Bela PKS yang Diserang karena Undang Rocky Gerung, Arsitek Katolik Ungkap Fakta Mengejutkan yang Bikin Jokower Klenger

Bela PKS yang Diserang karena Undang Rocky Gerung, Arsitek Katolik Ungkap Fakta Mengejutkan yang Bikin Jokower Klenger


10Berita, Menjelang Pilkada 2018 dan Pilpres 2019, suhu politik semakin memanas. Berbagai upaya digunakan untuk menyerang dan mendiskreditkan lawan politik.

Salah satu tokoh yang kerap membuat rezim kebakaran jenggot dan panik adalah Rocky Gerung.

Kehadiran Rocky Gerung  yang diundang PKS untuk menjadi narasumber dalam seminar Hari Pendidikan Nasional, Rabu, 2 Mei 1018 ternyata membuat para pendukung Jokowi panik dan kesal.

"Ini berita yg menggemparkan dunia perpolitikan Indonesia

Baru kali ini PKS yg mengklaim partai Islam mengundang sosok non muslim (Rocky Gerung) yg di laporkan ke polisi karena dianggap menistakan Kitab suci.

PKS tanpa sadar menyetujui statement (kitab suci adalah fiksi)?", kicau @NurSyahbana9.

Ini berita yg menggemparkan dunia perpolitikan Indonesia

Baru kali ini PKS yg mengklaim partai Islam mengundang sosok non muslim (Rocky Gerung) yg di laporkan ke polisi karena dianggap menistakan Kitab suci

PKS tanpa sadar menyetujui statement (kitab suci adalah fiksi)? https://t.co/iFT1IDEGw4

— Nur Syahbana (@NurSyahbana9) May 2, 2018


Kicauan Nur Syahbana ini dibantah telak seorang arsitek dan pakar tata kota, Marco Kusumawijaya.

Marco, yang beragama Katolik, ternyata kerap diundang PKS untuk berdiskusi bersama mengenai tata kota dan persoalan kemiskinan di Indonesia.

Bukannya PKS itu memang sering undang narsum dari latar belakang apa saja, asal sesuai bidangnya? Sebagai parpol, PKS yg paling sering undang saya belajar bareng ttg kota dan masalah kaum miskin kota dalam 10 tahun terakhir. https://t.co/Ya9ArDV9w1

— marco (@mkusumawijaya) May 3, 2018


Kicauan picik Nur Syahbana ini juga membuat Rocky Gerung heran.

— Rocky Gerung (@rockygerung) May 2, 2018

Seperti dikabarkan, usai menggelar seminar Hari Pendidikan Nasional dengan tema "Tantangan Kepemimpinan Nasional untuk Mencerdaskan Bangsa" pada Rabu, 2 Mei 2018, DPP PKS dan Rocky Gerung diserang para pendukung Jokowi.

Dalam seminar tersebut, selain Rocky Gerung, hadir pula Ketua Pusat Kajian LPPM UPI Bandung, Prof. Cecep Darmawan.

Sumber : PORTAL ISLAM