OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Jumat, 18 Mei 2018

Putra Mahkota Pangeran Muhammad Bin Salman Meninggal Di Istana Dalam Serangan Kudeta?

Putra Mahkota Pangeran Muhammad Bin Salman Meninggal Di Istana Dalam Serangan Kudeta?

sputniknews.com

10Berita, Putra Mahkota Pangeran Saudi Mohammad bin Salman hilang dari mata publik, telah menyebabkan beberapa media Iran bertanya-tanya apakah salah satu orang paling berkuasa di kerajaan itu mungkin telah tewas dalam upaya kudeta bulan lalu.

Putra Mahkota Pangeran Saudi Mohammad bin Salman diduga terkena oleh dua peluru selama serangan 21 April di istana kerajaan di Riyadh dan sempat diisukan meninggal karena dia belum muncul di depan umum sejak insiden itu, surat kabar Kayhan melaporkan mengutip "laporan dinas rahasia yang dikirim ke para pejabat senior dari negara Arab yang tidak disebutkan namanya. "

Seperti yang dilaporkan oleh Press TV, tidak ada foto atau video baru dari bin Salman yang telah dirilis oleh otoritas Saudi sejak hari itu, dan pangeran "bahkan tidak terlihat di kamera ketika Menteri Luar Negeri AS yang baru Mike Pompeo melakukan kunjungan perdananya ke Riyadh pada akhir April."

"Bin Salman adalah orang yang hampir sering muncul di hadapan media, tetapi 27 hari absennya sejak tembakan di Riyadh telah menimbulkan pertanyaan tentang kesehatannya," kata pernyataan kantor berita Fars.


Namun pihak berwenang Saudi mengklaim bahwa insiden tersebut hanya melibatkan petugas keamanan istana menembaki drone yang diduga terbang terlalu dekat dengan tempat tersebut.

Sejumlah media lokal melaporkan bahwa Raja Salman sendiri dievakuasi ke instalasi militer terdekat selama penembakan, dengan analis Saudi Ali al-Ahmed menamai pangkalan Raja Khaled sebagai tujuan raja. Namun pihak berwenang Saudi belum mengomentari masalah ini.

Pada tanggal 21 April beberapa agensi media melaporkan tembakan besar yang berasal dari istana kerajaan Saudi di Riyadh, mendorong spekulasi tentang kemungkinan upaya kudeta yang sedang berlangsung.

Sumber : www.sputniknews.com (17/5/2018), UC News

Jejak Empat Utusan Nabi Muhammad di Cina

Jejak Empat Utusan Nabi Muhammad di Cina

Islam datang lebih dulu ke Cina daripada ke Indonesia.

10Berita , BEIJING -- Islam sudah masuk ke Cina pada zaman Nabi Muhammad SAW. Itu fakta sejarah.

Hal itu terungkap dari jejak kedatangan penyebar Islam ke Negeri Panda itu pada kurun 618-626 Masehi. Masa hidup Nabi Muhammad SAW pada kurun 571-634 Masehi.

Penyebar Islam itu berjumlah empat utusan Nabi Muhammad SAW yang berdakwah ke Cina , yakni seorang utusan di Guangzhou, seorang utusan di Yangzhou, dan dua utusan di Quanzhou. Jejak keempat utusan Nabi Muhammad SAW itu dapat ditelusuri di Quanzhou Islamic Culture Exhibit yang berada dalam kompleks Quanzhou Maritime Museum di Quanzhou, Provinsi Fujian, Cina.

"Ada ratusan batu berisi catatan tertulis perkembangan Islam, Kristen, dan Hindu yang tersimpan di museum kami," ujar petugas museum itu, Sun Wanlin. Ketika menerima kedatangan media dari Bali ke museum itu pada 4 Mei 2018, ia menunjukkan beberapa batu berisi catatan tertulis yang mencatat masuknya Islam ke Cina.

"Ratusan batu yang tersimpan di museum yang dibangun pada 1991 itu merupakan temuan saat Pemerintah Provinsi Fujian membongkar tembok Kota Quanzhou," katanya.

Ratusan batu berisi catatan masuknya Islam ke kota itu tidak hanya tulisan Cina, namun juga tulisan Arab yang merupakan potongan ayat-ayat Alquran dan hadits Nabi. Museum itu juga menyimpan foto dan replika makam dua utusan Nabi Muhammad SAW yang wafat di Kota Quanzhou. Bahkan replika makam itu membuktikan kedua utusan nabi itu dimakamkan dalam posisi berdekatan.

Secara umum, jejak sejarah yang tersimpan di museum itu berawal dari hubungan perdagangan antara Cina dengan sejumlah negara, karena itu museum itu dinamai Quanzhou Maritime Museum.

Quanzhou Maritime Museum. (Foto: China Daily)


Museum itu juga menyimpan kapal atau perahu pada awal 600-an Masehi. Kemudian, sejumlah peninggalan sejarah, termasuk batu dan beberapa foto penting tentang lokasi bersejarah.

Hal menarik dari museum itu adalah presentasi jejak sejarah dalam bentuk video yang mengisahkan kedatangan kapal/perahu dari dan ke Kota Quanzhou pada awal 600-an itu. Meski bercerita masa lalu, Quanzhou Maritime Museum di Provinsi Fujian bisa menjadi museum yang menarik, karena unsur kekinian yang ada di dalamnya, seperti video, foto, dan bukti-bukti sejarah yang dibuat dalam tampilan tiga dimensi.

Sejarah, Wisata, dan Religi

Penataan sejarah yang menarik tua-muda dengan tampilan yang patut ditiru Indonesia itu juga ada di museum lainnya, seperti museum tata kota di Provinsi Fujian dan Provinsi Zhejiang. Tidak hanya museum, Gunung Putuo di sebuah pulau kecil perairan Kota Zhoushan, Provinsi Zhejiang, juga dikunjungi ribuan orang setiap hari untuk melakukan wisata religi.

"Untuk mencapai pulau seluas sekitar 12 kilometer persegi dengan ikon patung Dewi Kwan Im itu, pengunjung menumpang kapal feri dari Pelabuhan Wugongzhi menuju Pelabuhan Putuoshan dengan jarak tempuh sekitar 10 menit," kata pengamat budaya dan bahasa Indonesia Prof Cai Jincheng yang memiliki nama Indonesia, Gunawan.

Ketika mendampingi kunjungan awak media dari Bali ke Cina (2-11 Mei 2018), mantan ketua Pusat Studi Indonesia di Universitas Guangdong, Cina, itu menjelaskan pulau dengan sekitar 43 kuil itu juga memiliki cerita rakyat yang menarik orang untuk berkunjung.

Cerita rakyat yang terpatri dalam sebuah ukiran batu di dinding Kuil Dewi Kwan Im serta batu bertuliskan huruf Cina di depan kuil yang sama itu mengisahkan seorang biksu dari Jepang dan India yang percaya Dewi Kwan Im. Pulau Putuo dihuni sekitar 1.000 biksu, sekitar 10 ribu orang penduduk lokal, serta pendatang yang bekerja di restoran, hotel, dan menjadi pedagang.

Lain halnya di Provinsi Fujian, sejumlah bangunan bersejarah di Pulau Gulangyu, Kota Xiamen, Provinsi Fujian yang pernah menjadi jajahan lima-delapan negara juga ditata menarik bagi wisatawan tua-muda. Bahkan, salah satu pulau yang bila dikelilingi hanya seluas 1,8 kilometer persegi itu juga menjadi objek foto prewedding bagi pasangan muda Cina yang akan menikah.

pulau gulangyu


Gulangyu adalah salah satu dari tempat pertama masuknya warga asing di era kolonial. Pulau ini juga dikenal pula sebagai Pulau Musik karena warga Filipina di zaman itu membawa alat musik, terutama piano. Pada 2000, museum piano dibangun di pulau itu.

Jejak warga asing di pulau yang juga disebut "kulangsu" (deburan ombak) itu tampak dari desain bangunan yang berarsitektur Victoria. Paduan sejarah dengan sentuhan modern untuk tempat berlibur orang kaya di Cina serta sajian kuliner dan cenderamata khas menjadikan Gulangyu dikunjungi sekitar 50 ribu wisatawan per hari.

Nuansa sejarah yang dipadukan dengan konsep wisata modern serta sentuhan religi itu membuktikan masyarakat Cina juga tidak sedikit yang taat beragama, meski ada juga yang abangan atau bahkan tidak beragama. "Bahkan, jejak kedatangan utusan Nabi Muhammad SAW ke Cina menunjukkan Islam datang lebih dulu ke Cina daripada ke Indonesia. Bahkan sebagian penyebar Islam di Indonesia juga berasal dari Cina," kata Prof Cai.

Sumber : Republika.co.id

Erdogan Desak Jokowi Bersikap Soal Gaza

Erdogan Desak Jokowi Bersikap Soal Gaza


10Berita,  ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak beberapa negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) mengambil sikap atas pembunuhan di Jalur Gaza. Desakan tersebut disampaikan melalui sambungan telepon kepada sejumlah petinggi negara.

Petinggi negara tersebut, seperti dilansir dari kantor berita Turki Anadolu Agency, Rabu (16/5/2018), antara lain Presiden Indonesia Joko Widodo, Presiden Sudan Omar al-Bashir, dan Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad bin Khalifa al-Tsani.

Erdogan menghubungi mereka setelah sebanyak 62 demonstran asal Palestina tewas dan ribuan terluka karena tembakan pasukan Israel pada Senin (14/5) kemarin waktu setempat. Beberapa petinggi negara juga akan membahas persoalan itu dalam pertemuan OKI di Istanbul, Jumat (18/5) ini.

Pertemuan tersebut tidak hanya membahas soal tingginya ketegangan yang terjadi di Palestina tapi juga kepindahan kedutaan besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerussalem. "Komunitas internasional harus bicara soal penderitaan rakyat Palestina," kata dia.

Erdogan juga telah berkomunikasi dengan Kanselir Jerman Angela Merkel. Mereka sepakat bahwa situasi di Gaza memang membahayakan. Erdogan juga melakukan sambungan telepon dengan Presiden Iran Hassan Rouhani lalu dia menyampaikan terkait pentingnya pertemuan OKI pada Jumat ini.

Pertemuan tersebut, penting untuk menentukan sikap yang tegas dari negara-negara OKI. Erdogan dan Hassan berjanji akan mengangkat persoalan yang terjadi di Gaza ini ke Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Presiden Rusia Vladimir Putin juga tak luput dari sambungan telepon Erdogan untuk membahas persoalan di Gaza. ()

Sumber :Republika

Aa Gym: Ramadhan Istimewa, Jadikan Setiap Detik Kita Diridhai Allah

Aa Gym: Ramadhan Istimewa, Jadikan Setiap Detik Kita Diridhai Allah


zulkarnain/hidayatullah.com

KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) pada Aksi Bela Palestina di Lapangan Medan Merdeka Monas, Jakarta, Ahad (17/12/2017).

10Berita – Dai kondang asal Bandung KH Abdullah Gymnastiar menyampaikan nasihatnya kepada umat Islam dalam menjalani bulan suci Ramadhan kali ini.

Aa Gym, sapaan akrabnya, berpesan agar kaum Muslimin menjadikan setiap detik yang dilewatinya adalah sesuatu yang istimewa diridhai Allah.

Pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhiid ini menjelaskan, dalam bulan Ramadhan, Allah memberikan jamuan sangat istimewa kepada umat Islam. Maka jamuan tersebut mesti disergap dan disambut dengan keistimewaan.

“Maka pastikan setiap kita melakukan sesuatu dengan niat istimewa Lillahita’la,” pesan Aa Gym di dalam sebuah mobil pada suatu perjalanannya.

Berikut nasihat lengkapnya yang disampaikan ke publik pada tanggal 16 Mei 2018 berdasarkan catatan Instagram dimana nasihat berupa video itu diunggah akun @aagym, ditranskrip hidayatullah.com, Kamis (17/05/2018):

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Kepada semua sahabat-sahabat sekalian. Selamat menikmati jamuan Allah di bulan yang sangat istimewa ini. Yang hari demi harinya hari-hari istimewa, jam demi jamnya jam yang istimewa, detik demi detiknya juga istimewa.

Maka pastikan setiap kita melakukan sesuatu dengan niat istimewa Lillahita’la.

Mulailah melihat sesuatu yang istimewa, yang Allah sukai. Mendengarkan sesuatu yang Allah sukai yang istimewa. Shalat kita juga shalat istimewa. Sedekahnya sedekah istimewa. Pokoknya istimewakan detik demi detik dengan amal yang Allah sukai.

Insya Allah kita akan dijamu oleh Allah dengan jamuan yang sangat istimewa; mustajabnya doa, ampunan Allah, rahmat yang tercurah, dan menjadi ahlul taqwa.

Terima kasih, selamat menikmati, Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.”*

Sumber :Hidayatullah.com 

PECAAAAHHH...!! Jamaah Kajian dan Salat Zuhur Majelis Taklim Telkomsel MEMBLUDAK, Warganet: Pantas Banyak yang Ribut

PECAAAAHHH...!! Jamaah Kajian dan Salat Zuhur Majelis Taklim Telkomsel MEMBLUDAK, Warganet: Pantas Banyak yang Ribut


10Berita, Keberanian kelompok Majelis Ta'lim Telkomsel (MTT) untuk mengadakan "Kajian Zuhur Pra Ramadan dan Kajian Zuhur Ramadan" dengan mengundang sejumlah ustaz terkenal, awalnya sempat menuai pro kontra.

Namun akhirnya dalam pelaksanaannya mulai 1 Ramadan 1439 H atau Kamis, 17 Mei 2018, kontroversi tersebut justru membuat animo sangat besar dari jamaah untuk mengikuti kajian ini.

Salat zuhur dan kajian yang digelar di Masjid Tarqiyah Taqwa, Telkomsel Smart Office, Jakarta ini sekaligus mematahkan fitnah beberapa kalangan yang kontra terhadap kajian zuhur MTT ini.

Tak tanggung-tanggung, mereka memfitnah Telkomsel memelihara sel tidur teroris melalui kegiatan kajian ini.

Betul-betul biadab.

Kajian yang menghadirkan para ulama "papan atas" yang  sangat mumpuni merupakan hal positif yang layak diapresiasi.

Lagipula, kegiatan pengajian ini merupakan hak warga negara yang dijamin konstitusi.

Maka tuduhan adanya sel tidur teroris sangatlah absurd, karena para ustaz yang mengisi kajian tersebut berasal dari berbagai ormas yang sudah terbukti puluhan tahun setia menjaga kerukunan beragama di Indonesia.

Pun jika ditilik dari tema ceramahnya, tak satu pun ada tema yang menyinggung radikalisme.

Berikut apresiasi warganet atas keberanian MTT untuk menyelenggarakan kajian zuhur.

Dapat kiriman foto gairah karyawan Telkomsel jalankan agama. Solat dzuhur penuh sesak di Masjid Tarqiyah Taqwa, Telkomsel Smart Office, Jkt.

Ini tentu tak lepas dr program kerja @mttelkomsel.

Koq ada yg tega tuduh telkomsel pelihara sel tidur teroris.

Fitnah akhir zaman? pic.twitter.com/qsRfLIeLeB

— Ferry Koto (@ferrykoto) May 17, 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Senator Jakarta Minta DPRD Jakarta Muluskan Pelepasan Saham Bir

Senator Jakarta Minta DPRD Jakarta Muluskan Pelepasan Saham Bir


10Berita  – Jakarta, 17 Mei 2018. Setelah melalui tahapan pengkajian, akhirnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk melepas 26,25 persen saham perusahaan pembuat bir di PT Delta Djakarta. Kepastian pelepasan saham ini dinyatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada jumpa pers di Balai Kota Jakarta, Rabu (16/5).

Selain untuk memenuhi janji kampanye, lewat penjualan saham ini, DKI Jakarta akan mendapat dana segar sekitar Rp1 triliun yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan pembangunan yang dapat dirasakan langsung dampaknya oleh warga Jakarta.

“Memang sudah waktunya sahamnya dijual. Sebentar lagi predikat Pemprov DKI Jakarta sebagai satu-satunya institusi pemerintahan yang punya saham di perusahaan bir akan hilang. Saya berharap dan meminta, semua fraksi di DPRD DKI Jakarta memuluskan rencana penjualan saham ini. Pelepasan saham adalah aspirasi warga Jakarta, jadi jangan dihalangi,” ujar Senator atau Anggota DPD RI DKI Jakarta Fahira Idris, di Jakarta (17/5).

Fahira mengungkapkan, sudah sejak lama sebagian besar warga Jakarta menginginkan agar Pemprov DKI Jakarta melepaskan diri dari pengelolaan perusahaan bir tersebut. Warga menganggap, tidak pantas sebuah institusi pemerintahan mempunyai bidang usaha atau saham di perusahaan-perusahaan yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan kepentingan dan kemaslahatan publik.

“Selain menolak reklamasi, pelepasan saham di pabrik bir ini menjadi salah satu alasan kenapa warga memilih Anies-Sandi pada pilkada lalu. Hanya Anies-Sandi yang menangkap keresahan warga soal saham di pabrik miras ini dan saat kampanye tegas mengatakan akan menjualnya. Jadi ini aspirasi warga, harusnya fraksi-fraksi di DPRD menyetujuinya segera,” tukas Fahira yang juga Ketua Gerakan Nasional Anti Miras ini.

Sebagai informasi, kepemilikan saham Pemprov DKI Jakarta di PT Delta Djakarta yang memproduksi dan mendistribusikan beberapa merek bir sudah ada sejak tahun 70-an. Pemprov DKI Jakarta sendiri mempunyai saham 26,25 persen.

Saat ini, dividen yang didapat dari PT Delta Djakarta rata-rata Rp38 miliar setiap tahunnya. Namun jika saham dijual, maka akan ada dana segar didapat sebesar Rp1 triliun. Menurut Pemprov DKI, jika ingin mendapatkan deviden Rp1 triliun dengan mempertahankan saham di PT Delta, harus menunggu lebih dari 30 tahun lagi, sehingga keputusan menjual saham ini sangat tepat.

“Sekarang warga Jakarta menunggu gerak cepat dari wakil-wakil rakyatnya di DPRD DKI Jakarta. Beberapa fraksi sudah menyatakan dukungannya, namun masih ada yang belum merespon. Saya berharap di bulan ramadan ini proses penjualan saham ini bisa dilangsungkan segera,” pungkas Ketua Komite III DPD RI ini. (sb/)

Sumber : dakwatuna.com

"Timteng akan ada di bawah pengawasan 'Israel' tahun 2025"

"Timteng akan ada di bawah pengawasan 'Israel' tahun 2025"

10Berita, TEL AVIV – Seluruh wilayah Timur Tengah akan berada di bawah pengawasan Israel pada tahun 2025, mantan kepala intelijen militer Israel mengklaim, dilansir MEMO pada Kamis (17/5/2018).

Berbicara pada konferensi intelijen di Tel Aviv sehari sebelumnya (16/5), Aharon Zeevi Farkash mengungkapkan bahwa setidaknya 10.000 satelit akan menopang ‘Israel’ melakukan pengawasan konstan terhadap negara-negara tetangganya di wilayah tersebut.

Meningkatnya pengintaian ini diduga akan memungkinkan militer ‘Israel’ untuk melakukan pembunuhan yang ditargetkan secara lebih efisien “kapanpun, dimanapun”, kata Farkash.

Kemajuan lain dari kemampuan intelijen Israel ini termasuk mengubah komunikasi lisan menjadi bentuk digital, yang kemudian akan dikirim untuk dimanfaatkan segera oleh angkatan laut, angkatan udara dan darat.

Sembari memuji supremasi ‘Israel’ dalam kemampuan intelijen udara, Farkash mengakui bahwa ‘negara’ ini tidak memiliki supremasi intelijen di darat.

Klaim baru mengenai pengembangan intelijen pasukan darat ini datang sehari setelah tentara ‘Israel’ menembak ribuan demonstran Palestina yang tidak bersenjata di perbatasan dengan Gaza.

Warga Palestina berdemonstrasi sebagai bagian dari Great March of Return yang sedang berlangsung yang dimulai pada 30 Maret.

Sebagai hasil dari respon yang terlalu reaktif ‘Israel’, lebih dari 60 demonstran terbunuh dan lebih dari 2.700 orang terluka ketika pasukan penjajah Zionis secara tidak pandang bulu menggunakan tembakan api, gas air mata, dan bom api terhadap para demonstran. (Althaf/)

Sumber :arrahmah.com

Istri Polisi Korban Aksi Teroris di Riau Muslimah Bercadar, Warganet: STOP Kaitkan Cadar dengan Teroris. MEREKA Juga Jadi Korban

Istri Polisi Korban Aksi Teroris di Riau Muslimah Bercadar, Warganet: STOP Kaitkan Cadar dengan Teroris. MEREKA Juga Jadi Korban


10Berita,   Kondisi Kompol Farid Abdullah, yang kini mendapat kenaikan pangkat menjadi AKBP, sudah mulai stabil. Meski begitu, korban penyerangan oleh terduga teroris di Mapolda Riau pada Rabu 17 Mei 2018 tersebut belum bisa berkomunikasi dengan lancar.

Farid yang mengalami luka sabetan senjata tajam di punggung dan kepalanya itu masih mendapat pasokan oksigen dari tabung di dekatnya. Namun ada pemandangan menyejukkan di ruangan tempat Farid dirawat.

Sang Istri, Yanti, setia menemani Farid yang masih terbaring lemah. Yanti sendiri merupakan muslimah yang berbusana dengan cadar, sebuah simbol Islam yang belakangan dikaitkan dengan aksi teror dan paham radikal.

Yanti memilih menemani suaminya dan membiarkan anggota keluarga lain untuk diwawancara. Yanti sudah bercadar sekitar setahun ini.

"Ini bisa menjadi gambaran bahwa teroris bahkan bisa menyerang kami. Bukti bahwa teroris tak mengenal agama," ujar Feliatri, kakak kandung Farid yang juga menemaninya di RS Bhayangkara Polda Riau, Kamis 17 .

Meski kondisinya kini membaik, namun Farid masih belum bisa berkomunikasi dengan lancar. Tekanan darahnya juga cepat naik bila dikunjungi banyak orang.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian sempat menjenguk Farid yang siang tadi tekanan darahnya menyentuh 160/190. Kapolri sempat memberikan sertifikat kenaikan pangkat bagi Farid. Tito juga berpesan agar kepolisian tetap menjaga kewaspadaan dan tak gentar dalam menghadapi aksi teror.

Warganet pun berkomentar.

Ternyata Cadar itu bukan CIRI TERORIS!

Nggak percaya?
Kapolri menjenguk polisi korban serangan teroris di Riau; AKBP Farid.
Istri AKBP Farid mengenakan cadar.

Maka, stop asosiasikan cadar dengan teroris. Justru mereka adalah korban dari teroris, jgn tambah lagi penderitaan mrk pic.twitter.com/MUXleIVTT9

— ElSang (@elfizal) May 17, 2018

Kompol Farid Abdullah dapat kenaikan pangkat menjadi AKBP, kondisi mulai stabil samurai yg disabetkan ke tubuhnya dilumuri racun. Istri korban bercadar

Jgn lagi ada stigma thdp cadar, sarung, sorban atau apapun dari simbol & ajaran Islam. KAMI JUGA KORBAN https://t.co/msIzsyi56W

— Eko Widodo (@ekowBoy) May 17, 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Kamis, 17 Mei 2018

Mengenal Islam Kejawen di Suriname Amerika Selatan

Mengenal Islam Kejawen di Suriname Amerika Selatan

http://www.sipayo.com

10Berita, Tidak asing bagi kita semua untuk mengetahui keberadaan penduduk jawa di suriname, berada di amerika selatan dan berbatasan dengan Guyana Perancis dan di sebelah selatan berbatasan langsung dengan Brazil, penduduk jawa yang berada di wilayah ini juga karena belanda yang membawanya untuk bermukim disana untuk bekerja hingga sampai saat ini masih berada disana anak keturunannya.

http://istahilagi.blogspot.co.id

Namun tahukah anda jika suku jawa yang berada di suriname masih memegang teguh budaya jawa yang sangat kental, termasuk dalam agama. Di suriname sendiri islam yang mayoritas dipegang oleh orang jawa menduduki 69% dari total pengikut agama yang lain. di sini juga suku jawa masih mempertahankan budaya jawa yakni selametan dan kepercayaan yang tak jauh beda dari masyarakat jawa di indonesia misalnya upacaya sebelum panen dan tanam. seperti mengenal dewi sri dan lain sebagainya.

http://hallomuslim.com

Bahkan seperti selametan kematian orang yang meninggal dan lain sebagainya masih diadakan di suriname bagi orang islam, lebih jelasnya islam di suriname sama dengan islam kejawen pada umumnya.

https://www.hidayatullah.com/

Namun yang membedakan islam ala jawa di suriname ialah islam ala jawa yang ada pada abad ke 19, jadi masih sangat kental dengan ajaran-ajaran jawa kuno disana.

Referensi :

Www.hallomuslim.com/islam-ala-jawa-di-suriname-amerika-selatan/

Www.majalahlangitan.com/islam-ala-jawa-di-suriname/

Www.sipayo.com/2018/04/begini-kisah-orang-jawa-yang-kini-telah-menjadi-warga-negara-di-suriname.html

Copot Kapolri Tito Karnvian

Copot  Kapolri Tito Karnvian

Kapolri Jendral Tito Karnavian.

10Berita  – Senayan dan sejumlah kalangan mendesak agar Presiden Joko Widodo mencopot Kapolri Jendral Tito Karnavian, karena semakin meluasnya teror bom di banyak daerah. Polri disebut tak mampu menjamin rasa aman masyarakat. Bahkan, kerusuhan 40 jam di Mako Brimob, merupakan pukulan telak bagi korps baju coklat.

“Presiden sebaiknya mengganti Kapolri, BIN dan BNPT. Ganti dengan orang yang lebih sanggup dan punya komitmen memberantas teroris,” kata Ketua DPP Partai Gerindra yang juga Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Sodik Mudjahid, Rabu (16/3).

Dikatakan, presiden harus minta komitmen Kapolri, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BPPT) dalam mengatasi situasi negara dalam beberapa hari belakangan ini.

“Ini aksi teroris sudah semakin meluas. Presiden harus tanyakanKapolri, BIN dan BNPT, sanggup nggak mengatasi situasi ini dalam waktu yang ditentukan. Kalau nggak sanggup, ya dicopot saja,” tegas Sodik.

Sodik menambahkan, sejarah mencatat, Polri dan TNI adalah kekuatan yang sudah sangat teruji dan berhasil mengatasi berbagai gangguan keamanan di dalam negeri, mulai dari DI/TII sampai Gestapu PKI bahkan peperangan di Timor Timur.

Dengan kekuatan dan pengalaman TNI dan POLRI, serta tidak adanya basis budaya dan basis agama bagi terorisme, maka sesungguhnya persoalan penumpasan terorisme bisa dengan mudah diselesaikan.

“Terorisme yang berulang kali terjadi di Indonesia bisa diberantas, hanya tergantung pada kebulatan niat dan tekad Presiden dan jajarannya untuk menumpas teroris, bukan justru mengelolanya,” tegasnya.

Sebelumnya, anggota Komisi III DPR RI sekaligus Ketua Pansus Terorisme HR Muhammad Syafii menegaskan, peristiwa teroris yang terjadi di dalam waktu yang berdekatan lebih disebabkan kelalaian dari pihak kepolisian.

“Saya Raden Muhammad Safii anggota DPR RI Komisi III, Fraksi Gerindra, menyatakan keperihatinan yang mendalam atas peristiwa itu. Tapi saya menilai ini justru menunjukkan kelemahan di tubuh Polri dan Polri layaknya harus mundur,” ucapnya saat dihubungi INDOPOS, Senin (14/5).

Pria yang akrab disapa Romo ini menyatakan, seharusnya peristiwa itu tidak harus terjadi jika sistim deteksi dini atau early sistim berjalan. “Ini kok bunuh diri sampai harus lolos berkali-kali. . Karena peristiwa itu telah menelan korban jiwa rakyat Indonesia, yang sebagiannya justru adalah personel aparat kepolisian,” ucapnya.

Kenapa kepolisian bertanggung jawab, dia menyatakan, bahwa berbagai peristiwa terorisme dalam seminggu terakhir ini terjadi di tempat-tempat di bawah pengawasan kepolisian yaitu rutan Mako Brimob itu berada di tempat yang aman.

Kemudian, tambahnya, peristiwa berikutnya adalah di tiga gereja di Surabaya. Seluruh warga negara Republik Indonesia mengetahui bahwa satu-satunya rumah ibadah yang terus dijaga aparat kepolisian itu adalah Gereja, bukan Masjid, bukan Vihara. Tentu ini dilakukan untuk memberi rasa aman kepada warga Kristiani dalam melaksanakan ibadah.

“Tapi justru, di tempat yang dikawal polisi ini, peristiwa terorisme atau juga bom itu terjadi. Lagi-lagi saya melihat, penyebabnya adalah kelalaian dan ketidakprofesionalan kepolisian” ujarnya dengan nada kecewa.

Partai Gerindra, tegasnya, mendesak agar Kepala BIN, Kepala BNPT, Panglima TNI dan Kapolri untuk segera dicopot.

Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani menambahkan, teror-teror tersebut menunjukkan ketidaksiapan pemerintah dan aparat penegak hukum.

Bahkan, dia menyebut pemerintah dan aparat penegak hukum selalu tidak siap melakukan deteksi dini dan menanggulangi masalah-masalah dadakan seperti tindak terorisme.

"Menurut kami, sekali lagi ini adalah ketidaksiapan kita berkali-kali yang kami selalu ingatkan adalah problem kemendadakan. Kita selalu tidak siap dengan problem kemendadakan," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/5).

Padahal, kata Muzani lembaga-lembaga terkait telah diberikan perangkat untuk mendeteksi teror, seperti dukungan anggaran hingga payung hukum.

"Alat untuk mendeteksi kejadian yang bersifat mendadak itu sudah kita berikan apakah anggaran, apakah kerjasama, apakah koordinasi termasuk Undang-Undang yang sekarang ini berlaku. Baik Undang-Undang teroris tahun 2003 ataupun Undang-Undang tentang BIN," tegasnya.

Hal senada diungkapkan Direktur Eksekutif Sabang Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan. Ia menilai, kepolisian dan intelijen telah gagal dalam menanggulangi berbagai kejadian aksi kerusuhan di Mako Brimob dan pemboman di Surabaya.

“Ya saya kiri polisi telah gagal. Dan Kapolri sebagai penanggungjawab harus mundur atau diberi kesempatan tetapi diberi deadline cepat untuk mengungkap siapa dalang otak berbagai aksi terror itu. Termasuk memberi jaminan rasa aman kepada masyarakat,” singkatnya kepada INDOPOS.

Terpisah, pakar hukum pidana Universitas Al Azhar Indonesia Suparji Achmad menganggap wajar jika masyarakat dan sejumlah anggota DPR mendesak agar Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengundurkan diri atau dicopot dari jabatannya. Hal itu menyusul, serangkaian aksi terorisme dalam seminggu terakhir ini.

“Saya kira wajar jika jika peristiwa berdarah secara berturut-turut dalam beberapa hari ini membuat publik geram atas kinerja Kapolri, meski ada anggota kepolisian yang menjadi korban. Situasi ini nyata menunjukkan kepolisian belum mampu memberikan rasa aman sebagaiamana yang diatur di dalam UU kepolisian,” ucap Suparji kepada INDOPOS di Jakarta, Rabu (16/5).

Meski begitu, dirinya mengaku desakan itu bukan menjadi penyelesaian utama. Aksi terorisme mulai dari Rutan Mako Brimob, lalu aksi bom bunuh diri, mulai dari bom di tiga gereja termasuk Mapolrestabes Surabaya, hingga penyerangan Mapolda Riau pada Rabu siang kemarin harus menjadi pembuktian kerja bagi Kapolri untuk membuktikan sesegera mungkin mengungkap dalang dari aksi tersebut.

Salah satu caranya, ucap Suparji, presiden harus memberikan deadline kepada Kapolri Tito. Karena dengan arahan dan target yang terukur, lanjutnya, maka dapata digunakan untuk mengevaluasi posisi Kapolri.

“Saya kira dalam kondisi saat ini, tidak tepat juga untuk segera mencopot Kapolri. Tapi memang harus tetap diberi warning atau target untuk dapat menangkap aktor utama terorisme dan segera memulihkan keamanan dalam negeri,” ujarnya.

Sementara Kapolri Jendral Tito Karnavian, hingga tadi malam belum berhasil diminta keterangannya. INDOPOS yang sejak siang menunggu di Mabes Polri, tidak berhasil menemuinya. Sementara saat dihubungi di dua telepon miliknya, Tito tak memberi respon. (aen/dil/ydh)

Sumber :Indopos