OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Selasa, 05 Juni 2018

Bukan Cuma Air Olahan Tinja Aja, 6 Inovasi Penjernihan Air Ini Perlu Kamu Tahu. Idenya Gila-gila!

Bukan Cuma Air Olahan Tinja Aja, 6 Inovasi Penjernihan Air Ini Perlu Kamu Tahu. Idenya Gila-gila!

“Yang biasanya memakan waktu tujuh hari dan menjadi air buangan, ini dalam waktu setengah jam bisa menjadi air yang bisa diutilitas, malah sebetulnya layak diminum” ujar Sandiaga Unosebagaimana dilansir Kumparan.


10Berita,  Pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta tentang air olahan tinja ketika menghadiri acara peresmian teknologi pengolahan limbah di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja PD PAL, Jakarta Barat, itu langsung mengundang perhatian orang seantero Indonesia. Emang air bekas tinja bisa dan aman diminum? Ada yang tidak percaya, ada juga yang penasaran bagaimana cara penjernihannya. Namun PD PAL langsung buru-buru mengklarifikasi kalau teknologi yang ada di fasilitas mereka baru bisa menjernihkan air untuk utilitas, bukan diminum.

Tapi ide itu sebenarnya nggak gila-gila amat kok guys! Apalagi kalau mengingat masalah krisis air di kota-kota besar seperti Jakarta itu memang sudah cukup gawat. Jadi ya kita harus mulai mencari dan mencoba ide-ide alternatif yang mungkin awalnya tedengar gila. Lihat saja inovasi-inovasi penjernihan air yang sudah berhasil diterapkan di berbagai belahan dunia lain ini. Emang harus berpikir out of the box! Yuk simak ulasan Hipwee News & Feature ini selengkapnya ya~

1. Nah kalau di Indonesia baru sebatas bisa digunakan untuk keperluan lain seperti mencuci, air olahan tinja atau kotoran di Singapura benar-benar bisa diminum!

Mungkin pemerintah kita ingin mengembangkan sesuatu seperti NEWater Singapura ini via edition.cnn.com

Punya penduduk sedikit ternyata nggak menjamin persediaan airnya cukup. Diketahui saat ini, Singapura mengandalkan impor dari Malaysia buat kebutuhan air penduduknya. Seperti dilansir CNN, perjanjian impor ini akan berakhir 2061. Tapi sejak sekarang, Singapura sudah memikirkan cara untuk mulai mandiri menghasilkan air sendiri, salah satunya mengolah tinja atau kotoran, jadi air siap pakai.

Sekelompok penemu berhasil menciptakan teknologi membran yang berfungsi mengolah air limbah menjadi air bersih. Teknologi yang dinamakan ‘NEWater’ bekerja melalui serangkaian 4 langkah penyaring. Air limbah dibuat bebas dari zat padat, mikroorganisme, dan kontaminan untuk menghasilkan pasokan air yang dapat diminum untuk digunakan oleh manusia dan industri.

2. Singapura juga menerapkan sistem penampungan air hujan. Jadi nggak perlu khawatir kalau persediaan air tanah makin terbatas

Sistem penampungan air hujan via www.urbanisten.nl

Advertisement

Selain ‘NEWater’, Singapura juga punya cara lain memperoleh air bersih, yakni dari menampung air hujan di lebih dari 2/3 negara bagian. Air hujan dikumpulkan melalui jaringan saluran air, kanal, sungai, kolam penampungan, dan waduk. Nantinya air yang berhasil ditampung itu akan diolah lagi sehingga bebas bakteri dan bisa dikonsumsi.

3. Inovasi yang dilakukan siswa asal Amerika ini juga bisa dicoba. Ia memanfaatkan pemurni air bertenaga surya untuk menghasilkan air bersih

Pakai tenaga surya via www.reliableplant.com

Krisis air banyak disebabkan oleh iklim panas yang dialami bumi kita. Tapi Deepika Kurup, siswa asal Amerika, justru mengubahnya jadi sebuah inovasi berguna! Saat berusia 15 tahun, Deepika menggunakan zinc oxide dan titanium dioxide dalam wadah yang memaparkannya pada radiasi ultraviolet. Penggabungan teknologi ini ternyata mampu membersihkan air di dalamnya dan membuatnya cocok untuk diminum.

4. Daripada buang-buang air buat berbagai keperluan mencuci, mendingan beralih ke inovasi pembersihan CO2 sebagai pengganti air deh. Asli, kok kepikiran aja sih??

CO2 pengganti air via coolclean.com

Kebayang nggak, kalau CO2 atau karbondioksida bisa jadi pengganti air? Selama ini mungkin cuma air yang ada di pikiran kita tiap mau mencuci sesuatu, mulai dari mobil, perabot rumah tangga, sampai mesin-mesin pabrik. Tapi seperti dilansir Triple Pundit, CO2 yang kita hembuskan tiap bernafas, bisa dibersihkan dan jadi solusi masalah krisis air lho! Proses ini melibatkan penggunaan CO2 dalam bentuk padat. Setelah diolah, hasilnya nanti bisa dipakai membersihkan peralatan medis atau operasi dry cleaning lainnya dengan cara yang ramah lingkungan.

5. Bisa juga dengan menciptakan botol yang bisa menyaring air kotor jadi air siap minum. Inovasi ini udah sering dipakai pendaki atau tentara di medan perang lho

Botol ‘Lifesaver’ via www.freepurity.com

Michael Pritchard, terinspirasi dari repotnya donatur dan pemerintah saat harus mengirimkan truk-truk berisi air minum ke daerah terdampak tsunami di Asia beberapa tahun lalu. Selain mahal, cara ini dianggap nggak praktis. Ia pun akhirnya menciptakan botol yang dilengkapi pompa untuk mendorong air melalui filter 15-nanometer dan membersihkannya dari bakteri atau virus. Orang cuma perlu mencari sungai atau sumber air lain dan menampungnya di botol ini.

6. Terakhir ada teknologi bernama Cullector Ultra Efficient Shower. Gunanya buat menampung air-air dari shower yang terbuang sia-sia

Cullector Ultra Efficient Shower via www.todaytonightadelaide.com.au

Sadarkah kamu, setiap akan mandi pakai shower air panas, kamu akan butuh beberapa detik, bahkan menit, untuk ‘menguji coba’ air sebelum akhirnya mendapatkan suhu yang pas. Nah, air yang diuji coba itu sedihnya selalu terbuang sia-sia. Parahnya lagi, kamu bukan satu-satunya orang yang sering melakukan hal tersebut. Ribuan bahkan jutaan orang juga melakukan hal yang sama setiap hari! Kebayang berapa liter air yang terbuang.

Untuk mengatasi masalah ini, Peter Cullin inovator dari Adelaide, Australia, membuat Cullector Ultra Efficient Shower yang dipasang di rumah-rumah. Fungsinya mengumpulkan air yang biasanya terbuang selama pemanasan pancuran, kemudian kembali menyaringnya kembali pada suhu yang tepat. Katanya, alat ini bisa menghemat ratusan juta liter air setiap tahun, bahkan jika dipasang hanya di 1.000 rumah.

Gimana? Ada yang tertarik untuk kamu pakai?

Sumber : Hipwee

Partai Baru Bikin Gaduh, Apa Yang Dicari ?

Partai Baru Bikin Gaduh, Apa Yang Dicari ?

Ketum GMB, Andreas Nandiwardhana (tengah)

10Berita, Pencemaran nama baik atau penghinaanlewat sosial media telah menjadi fenomenayang marak akhir-akhir ini. Hal ini dilakukan baik oleh perseorangan, kelompok maupun golongan untuk tujuan-tujuan tertentu dengan menyudutkan pihak-pihak yang boleh jadi tidak sesuai dengan kehendaknya.

Hal yang sangat disayangkan jika penghinaan atau pencemaran nama baik dilakukan oleh partai dalam bentuk kampanye hitam. Jika hanya untuk sekedar mencari simpati publik seharusnya yang dilakukan adalah mengedepankan visi dan misi yang berkemajuan bukan dengan cara menjatuhkan lawan politik lewat cara-cara yang tidak bermartabat.

Seperti dilansir poskotanews.com, Ketua Umum Generasi Muda Berkarya (GMB) Andreas Nandiwardhana meminta kepada Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk minta maaf kepada Partai Berkarya terkait video yang telah viral di media sosial yang menyudutkan keluarga Cendana.

Video yang sudah di akui diunggah oleh PSI kurang lebih 43 detik itu, terungkap sejumlah cuplikan yang menyudutkan Presiden RI kedua dan keluarga besar Soeharto. Andreas mengatakan sikap PSI itu bisa dikatagorikan sebagai kampanye hitam, yang sifat dasarnya memfitnah yang sengaja dibuat untuk menjatuhkan lawan politik.

Dalam kesempatan itu, Ketua Bidang PolhukamDPP-GMB, M Tasrif Tuasamu mengatakan, GMB akan melaporkan DPP PSI ke Bawaslu terkait pelanggaran dan kampanye hitam.GMB meminta Bawaslu untuk bertindak tegas terhadap PSI, sehingga tidak ada lagi kampanye hitam yang dapat dan dimanfaatkan banyak isu. Mulai dari isu etnis, kehidupan pribadi dan sebagianya.

Partai-partai baru yang ingin meramaikan pesta demokrasi seharusnya dapat membuktikan diri sebagai partai yang memang dibutuhkan oleh publik untuk menyampaikan aspirasi rakyat. Jangan sampai , belum juga bertanding sudah membuat kegaduhan yang justru akan merugikan partai itu sendiri.

Sumber referensi : poskotanews.com

Setelah Setahun Diblokade Darat, Laut dan Udara, Inilah Kondisi Rakyat Qatar

Setelah Setahun Diblokade Darat, Laut dan Udara, Inilah Kondisi Rakyat Qatar

10Berita, QATAR – Blokade darat, udara dan lautan selama berbulan-bulan yang dijatuhkan terhadap Qatar oleh empat negara Arab telah membuat negara Teluk tersebut menjadi “merdeka”, “lebih kuat” dan “lebih bersatu”, penduduk Qatar mengatakan, saat krisis diplomatik besar yang berlarut-larut tersebut memasuki tahun kedua, lansir Aljazeera Senin (4/6/2018).

Pada tanggal 5 Juni 2017, empat negara Arab, yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain dan Mesir memutuskan semua hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Qatar serta menuduh negara itu mendukung “terorisme” dan mendestabilisasi kawasan itu – tuduhan ditolak Doha secara konsisten.

Berhari-hari dan berpekan-pekan setelah perselisihan, kapal kargo dan ratusan pesawat penuh dengan makanan dari Turki, Iran, Oman, Maroko dan India memasuki Qatar untuk memastikan tidak ada kekurangan pasokan.

Ketika krisis berlanjut, tautan perdagangan alternatif dan rute penerbangan dikembangkan. Blokade juga memaksa negara Teluk tersebut untuk meningkatkan produksi susu lokal dan pembuatan barang-barang makanan.

Qatar Airways, maskapai nasional negara itu, mengatakan mengalami kerugian “substansial” pada tahun keuangan terakhirnya, setelah kehilangan akses ke 18 kota di empat negara pemblokiran.

Banyak keluarga juga terpengaruh setelah pemerintah Saudi, Emirat dan Bahrain mengatakan kepada warganya untuk meninggalkan Qatar.

Warga Qatar yang tinggal di ketiga negara Teluk itu juga diberi waktu dua pekan untuk keluar dari negara itu.

Upaya mediasi yang dipimpin oleh tetangga Teluk Kuwait, serta diplomasi Amerika Serikat sejauh ini gagal mengakhiri perselisihan selama setahun.

Namun, semangat patriotik di antara hampir 2,7 juta penduduk Qatar semakin meningkat tahun lalu, dengan bendera Qatar dan potret Amir Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani ditampilkan di gedung pencakar langit di ibukota, Doha.

Tanpa solusi politik yang terlihat, penduduk Qatar – warga negara dan ekspatriat – melihat kembali 12 bulan terakhir dan mempertimbangkan bagaimana kehidupan mereka terpengaruh:

Mohamed Alsherawi, insinyur Qatar, 35 tahun

Tahun lalu adalah tahun yang unik. Keindahan itu adalah persatuan antara warga negara dan para ekspatriat.

Saya tidak pernah berpikir bahwa setiap orang akan berdampingan, berbicara sebagai satu, benar-benar terasa indah. Dan juga pemerintah telah melakukan pekerjaan luar biasa untuk mengatasi semua rintangan dalam waktu singkat.

Hal yang memengaruhi saya secara pribadi adalah komunikasi saya dengan keluarga, orang tua, sepupu dan kakek-nenek, yang tinggal di negara-negara yang tidak dapat saya kunjungi. Ini benar-benar menyentuh hatiku.

Romeo Ezekiel Ocfemia, pelajar Filipina, 15 tahun

Saya memuji dan memberi selamat kepada pemerintah Qatar karena mereka berhasil melewati masa-masa krisis.

Mereka mampu menemukan pasar baru sambil menyediakan sumber makanan negara dan mereka mampu memikirkan solusi jangka panjang dengan menciptakan dan membangun peternakan sapi perah untuk mengkompensasi kurangnya produk susu di Qatar.

Qatar juga membuktikan kepada dunia bahwa mereka tidak membutuhkan Arab Saudi untuk menjadi negara yang sukses dan maju.

Pemerintah membela apa yang mereka yakini dan berjuang untuk kedaulatan mereka.

Shahna Abdul Karim, ibu rumah tangga India, 26 tahun

Blokade di Qatar menunjukkan bahwa bukan hanya ukuran, sumber daya atau kekayaan suatu negara yang menentukan nasibnya, tetapi juga bagaimana ia siap untuk menangani kekacauan yang dilemparkan ke arahnya dan Qatar telah terbukti sebagai negara yang berhasil.

Kenaikan harga, pada awalnya agak mengkhawatirkan mengingat pendapatan rumah tangga kami. Anggaran bulanan kami pasti harus disesuaikan dan daftar belanja harus diubah.

Namun seiring berjalannya waktu, harga turun dan kadang-kadang, bahkan lebih murah daripada sebelumnya.

Dilahirkan dan dibesarkan di Qatar, saya benar-benar merasakan rasa patriotisme setiap kali saya melihat pertumbuhan negara yang berkesinambungan. Saya melakukan upaya dengan sadar untuk beralih ke produk Qatar.

Krisis Teluk tentu mengangkat potensi Qatar ke sisi yang lebih baik. Qatar setelah 5 Juni 2017, tentu jauh lebih kuat.

Sumber :Jurnal Islam 

HURU HARA DI JORDANIA, SIAPA YANG BERMAIN?

HURU HARA DI JORDANIA, SIAPA YANG BERMAIN?


10Berita,  Hanya gara gara sang Raja emoh mengikuti kemauan Trump dan dua pangeran Arab untuk mengikuti rencana dukungan pemindahan Kedubes Amerika ke Jerusalem , negaranya kini dilanda demo raksasa yang mempermasalahkan situasi ekonomi.

Raja Abdullah tidak mau Jordania dijadikan negara pengganti Palestina. Jadi begini, sejak naiknya Trump ke kursi presiden dia merubah secara mendasar pola penyelesaian masalah Israel dan Palestina. Trump menunjukkan keberpihakan kepada Israel secara lebih lugas dan tegas.

Skema Trump dalam penyelesaian masalah Israel Palestina dikenal sebagai "kesepakatan abad ini" (sofaqotul qarn). Modus jahat skema ini adalah dengan memakai alasan percepatan perdamaian dengan memaksa Palestina mengalah dalam klaim tanah air dan kota Al Quds.

Sebagai kompensasi, Palestina akan dibangunkan ibukota baru di Abu Dis, relokasi penduduk Gaza ke tanah Sinai di Mesir dan penggabungan wilayah utama Palestina West bank (Diffah Al Gharbiyyah) ke kerajaan Jordania. Sekuel skema ini sudah berjalan dengan pemindahan Kedubes AS ke Jerusalem.

Ketiga sekuel penyelesaian Trump ini didukung penuh oleh pemerintah Saudi Arabia, UAE, Mesir dan Bahrain. Awalnya Jordania diajak untuk mendukung skema ini,namun setelah hal ini terekspos oleh Media yang terkenal dengan konferensi Yacht, raja Jordania menunjukkan sikap menentang rencana Trump ini. Raja Jordania malahan nekad mengikuti dua Konferensi OKI di Istanbul untuk menekankan sikap penentangan itu.

Sepertinya Trump, Muhammad bin Salman dan Muhammad bin Zayed murka, mereka segera menyetop bantuan ekonomi terhadap kerajaan yang berada di trans Jordania ini. Jordania meski terkenal sebagai negara aman dan makmur namun memiliki masalah struktur ekonomi yang pincang, karena ekonominya sangat tergantung dengan bantuan asing dari transaksi geopolitik di Timur Tengah. Jordania adalah negara penyangga Palestina yang berbatasan dengan jalur panas geopolitik seperti Suriah, Lebanon dan Mesir.

Beberapa hari yang lalu, Jordania dilanda demo besar-besaran yang diperkirakan paling besar dalam sejarahnya. Awal masalah adalah rencana pemerintah untuk menarik pajak penghasilan dengan presentase yang lebih tinggi, hal ini sontak memancing kenaikan harga dan menurunnya pendapatan rakyat. Inilah pemicu awal demo besar besaran rakyat Jordania di jalan-jalan.

Meski sebenarnya, pemerintah Jordan yang dipegang oleh Perdana Menteri DR Hani Molqi sangat terpaksa melakukan kebijakan itu karena kas negara sudah hampir kosong akibat embargo bantuan dari Trump dan dua pangeran Arab itu. Akhirnya, PM Molqi dipanggil Raja untuk mengundurkan diri.

Rajapun membuka dialog nasional untuk membicarakan wacana perubahan struktur ekonomi nasional yang lebih mandiri dan tidak tergantung oleh bantuan luar. Muncul wacana kuat untuk membangun aliansi ekonomi bersama Turki Qatar yang lebih dahulu melakukan kemandirian ekonomi agar tidak bisa diganggu oleh Amerika, Saudi dan UAE.

Penulis: Mutawakkil Abu Ramadhan

Sumber : PORTAL ISLAM

Solidaritas Palestina Disebut Sebab Terorisme, Ini Jawaban DSKS untuk BNPT

Solidaritas Palestina Disebut Sebab Terorisme, Ini Jawaban DSKS untuk BNPT

10Berita, SOLO - Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Dr Muinudinillah Basri ikut meradang dengan pernyataan Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol. Hamli yang menyebut  solidaritas terhadap Palestina sebagai salah satu penyebab adanya teroris.

Menurut Dr Muin, pernyataan kontroversial tersebut semakin membuktikan bahwa BNPT hanya menjadikan Islam alasan tentang adanya terorisme di Indonesia. Selain itu, kata Dr Muin, bisa jadi BNPT dituduh menjadi salah satu kepanjangan tangan dari Yahudi Israel.

“Maka anggapan BNPT musuh Islam dan BNPT berarti cukongnya penjajahan Yahudi,”katanya kepada Jurnalislam.com usai memberikan materi di Masjid At Taqwa Komplek SMA Al Islam Solo, Ahad, (03/6/2018).

Lebih lanjut, Dr Muin juga mengatakan, bahwa persoalan konflik Palestina dan Israel tidak akan selesai dengan sebuah perundingan dan hanya akan selesai dengan adanya perlawanan terhadap Israel, jihad.

“Caranya kita harus yakinkan bahwa jihad adalah syariat dan penyelesaian utama dalam masalah Palestina,” ujarnya.

Untuk itu, ia mengajak rakyat Indonesia untuk memilih pemimpin yang amanah sesuai Al-Quran dan hadits. Sebab, katanya, membantu rakyat Palestina sudah sesuai dengan pembukaan UUD 1945 yakni ‘Penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan’.

“Dan harus memilih pemimpin yang mendukung perjuangan  yang mengenyahkan penjajahan dari bumi Allah,” tandasnya.

Sumber :Jurnal Islam 

BPIP Layak Dibubarkan, Inilah Kejanggalannya

BPIP Layak Dibubarkan, Inilah Kejanggalannya


10Berita -Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) tengah jadi sorotan publik menyusul Peraturan Presiden 42/2018 yang menetapkan hak keuangan para pejabatnya hingga Rp 112 juta per orang.

Eksistensi badan bentukan Jokowi itu pun dipertanyakan.

“Saya sependapat jika BPIP makin tidak jelas. Tugas dan metodologinya apa? Bina Pancasila?” tanya Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat, Anton Tabah Digdoyo kepada redaksi, Selasa (5/6).

Anton mengingatkan, sejak awal kehadiran BPIP sudah diprotes rakyat banyak, apalagi setelah tahu kini anggarannya sangat besar.

“Gaji ketuanya saja 112 juta rupiah lebih per bulan. Anggota-anggotanya masing-masing 100 juta rupiah lebih per bulan. Ini jelas tidak masuk akal,” paparnya.

Menurutnya wajar jika rakyat curiga tujuan BPIP dibentuk hanya balas jasa tokoh-tokoh yang mendukung Jokowi dan membungkam mereka yang bersikap kontra.

“Contoh gaji dalam golongan jenderal di TNI-Polri saja cuma 3,9 juta per bulan, tunjangan 250 ribu bruto Rp 4,150 juta. Untuk bisa nabung ratusan juta rupiah makan waktu bertahun-tahun. Anggota BPIP cukup sebulan dapat ratusan juta rupiah. Apakah karena gaji sangat besar terus tidak peka?” kritik Anton. 

Anton menyebut setidaknya ada tiga ketidakpekaan Jokowi dalam membentuk BPIP. Pertama, ketidakpekaan yang sangat menyedihkan di tengah rakyat sengsara ekonomi dan utang negara makin menggunung menetapkan gaji pejabatnya hingga ratusan juta.

BPIP juga dinilainya tidak peka sejarah karena diam ketika rezim menjadikan 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila. Padahal The Founding Fathers sepakat 18 Agustus 1945 ketika Pancasila masuk dalam preambule UUD 1945 yang susunannya seperti sekarang.

“Sebelumnya banyak versi,” imbuh Anton.

Salah satunya versi Soepomo tanggal 29 Mei 1945, sedangkan M. Yamin 31 Mei 1945 tidak ada sila ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’.

Sementara, versi Soekarno 1 Juni 1945 dengan mencantumkan sila Ketuhanan. Lantas versi Piagam Jakarta 22 Juni 1954 seperti Pancasila sekarang, hanya sila Ketuhanan ditambah tujuh kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya.

“Dari akar sejarah ini maka alasan apa jika versi Soekarno dijadikan hari lahir Pancasila? padahal posisinya sama dengan tim 9 ketika itu. Apalagi versi Soekarno taruh keTuhanan Yang Maha Esa paling akhir bahkan bisa diperas jadi ekasila yaitu gotong royong menghapus sila-sila lainnya dan sila yang sangat penting yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa,” urainya.

Anton memandang, versi Soekarno ini rentan disusupi ideologi yang kontra Pancasila seperti ketika berkuasa memaksakan PKI yang atheis hidup di Indonesia.

Jokowi juga menurutnya tidak peka iman akidah ketika membiarkan pejabat dalam tim BPIP tidak percaya akhirat. Padahal ruh Pancasila adalah iman pada Tuhan.

“Dengan berbagai kejanggalan ini BPIP menjadi lembaga yang tak jelas maka saya setuju dibubarkan dan Perpres tentang 1 Juni 1945 sebagai hari lahir Pancasila juga harus dicabut,” demikian purnawirawan Polri ini.(kl/)

Sumber : rakyatmerdeka

Dibenarkan Al Quran, Inilah Kaum Paling Sombong dan Membawa Kerusakan di Bumi?

Dibenarkan Al Quran, Inilah Kaum Paling Sombong dan Membawa Kerusakan di Bumi?

thesun.co.uk

10Berita  - Sejarah mengatakan bahwa terdapat kaum yang sangat sombong dan keras kepala, hingga para nabi pun diutus untuk mengajarkan kebenaran di antara mereka.

Ialah Bani Israil (kaum Yahudi) dimana mereka mempunyai sifat kesombongan yang diturunkan dari generasi lampau hingga sekarang tidak ada yang berubah.

Hingga ajaran islam datang, kaum Yahudi tetap tidak menerima ajarannya karena hatinya sudah dikunci oleh Allah.

Dalam Al Quran disebutkan tentang beberapa sifat kaum yahudi yang membawa kerusakan di bumi.

Dilansir dari laman independent.co.uk dan akun Youtube I'M SINTESA (03/11/2017) Ustadz Abdul Somad dalam ceramahnya; "Yahudi adalah orang yang paling keras dan melawan orang - orang yang beriman, "Sesungguhnya kamu dapati orang - orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang - orang yang beriman ialah orang Yahudi dan orang - orang musyrik." (QS. Al Maidah 82)

thesun.co.uk

Lalu, Ustadz Abdul Somad mengutip sejarah yang mengatakan; "Sudah dari dulunya orang Yahudi suka membuat kerusakan sampai sekarang. Dan mereka bangga akan perbuatannya seolah - olah mereka melakukan hal yang benar."

"Dan telah kami tetapkan terhadap Bani Israil (Yahudi) dalam kitab itu: 'Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dari kesombongan yang besar." (QS. Al Isra 4) Ucap Ustadz Abdul Somad

thesun.co.uk

Itulah penjelasan terkait kaum yang sombong dan membuat kerusakan di muka bumi ini, bagaimana menurut kamu?

Sumber : FMChannel

SE Kemendagri Soal THR PNS dan Gaji ke-13 Jebakan Batman, Gali Kuburan Kepala Daerah

SE Kemendagri Soal THR PNS dan Gaji ke-13 Jebakan Batman, Gali Kuburan Kepala Daerah

 

Ilustrasi THR

10Berita  JAKARTA – Surat Edaran Kemendagri 903/3387/SJ tertanggal 30 Mei 2018 merupakan sebuah “jebakan batman” kepada pemerintah daerah seluruh Indonesia.

Surat Edaran Kemendagri itu memerintahkan kepada seluruh kepala daerah mengalokasikan dana APBD untuk tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13. Sementara alokasi dana itu tidak ada di APBD 2018.

Begitu kata Koordinator Aliansi Lembaga Analisis Kebijakan dan Anggaran (Alaska) Adri Zulpianto dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (5/6).

“Alokasi APBD untuk THR dan gaji-13 PNS bisa dianggap sebagai anggaran ilegal karena belum mendapatkan persetujuan DPRD dan banyak melanggar UU,” ujarnya.

Menurut adri, surat itu seperti menggali lubang kuburan untuk mengubur kepala daerah yang sudah mengalokasikan anggaran THR dan gaji 13 PNS. Sebab, ketika kepala daerah mengikuti perintah Mendagri, maka kepala daerah menjadi target makanan empuk aparat hukum seperti KPK.

“Oleh karena itu, kami dari Alaska sebelum nasi menjadi bubur, meminta Tjahjo Kumolo sebagai menteri Dalam Negeri untuk membatalkan surat tersebut, karena THR dan gaji 13 itu tidak tercantum dalam APBD 2018. Supaya kepala daerah tidak menjadi pesakitan KPK,” tukasnya.

Selain itu, Alaska juga mendesak Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk segera membatalkan kebijakan THR dan gaji ke-13 di lingkungan pemerintah pusat. Sebab, kebijakan itu akan menjadi bentuk ketidakadilan bagi ASN di tingkat daerah.

“Ini karena kalau THR dan gaji ke-13 di pusat, anggaran disediakan oleh pemerintah pusat. Sedangkan THR maupun Gaji ke-13 untuk pemerintah daerah, alokasi anggaran disuruh cari sendiri dalam APBD,” tukasnya.

Alaska sendiri merupakan aliansi lembaga pengkaji kebijakan anggaran yang terdiri dari Lembaga Kajian dan Analisa Keterbukaan Informasi Publik (Kaki Publik) dan Lembaga Center Budget Analysist (CBA).

Kemendagri Bantah THR dan Gaji ke-13 Bebani APBD

Kementerian Dalam Negeri membantah, Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 2018 yang telah mengatur perubahan tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 untuk PNS pusat maupun yang di daerah membebani APBD pemerintah daerah.

Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Syarifuddin, menjelaskan, hal itu karena dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) telah disebutkan bahwa pemda mengantisipasi pemberian gaji ke-13 dan ke-14.

“Jadi harapan kami sebenarnya daerah sudah menyiapkan, tapi kalau misalnya daerah tidak mampu, kan diberi ruang bisa dibayar dalam bulan-bulan berikutnya,” ucap Syarifuddi, 4 Juni 2018.

Atas dasar itu, Syarifuddin mengatakan, pembayaran THR dan gaji ke-13 memang sudah menjadi kewajiban bagi pemerintah daerah untuk membayarnya kepada PNS daerah.

Pemerintah pun, menurutnya, telah memberi panduan terhadap implementasi PP No. 18 Tahun 2018 itu melalui Surat Edaran (SE) Mendagri Nomor: 903/3387/SJ tertanggal 30 Mei 2018.

“Dengan begitu kemudian di dalam surat menteri itu mencoba untuk memandu bagaimana tata cara penganggarannya, kemudian mengingatkan kepada daerah bahwa pertanggungjawabannya harus diperhatikan, dikelola secara tertib. Meskipun kami juga ingatkan bahwa itu memperhatikan kemampuan keuangan daerah,” jelasnya.

Karenanya, Syarifuddin mengimbau dan mendorong agar pemerintah daerah dapat membayar THR tersebut pada pekan awal Juni agar semuanya bisa memperoleh sebelum hari Lebaran tiba.

Meski demikian, Syarifuddin mengakui memang pembayaran THR dan gaji ke-13 tersebut berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sebab, terdapat komponen gaji ke-13 yang mencakup satu bulan gaji pokok dan tunjangan.

Karena itu, dia mengatakan bila pemerintah tidak mampu membayar THR dan gaji ke-13 melalui alokasi anggaran APBD-nya sesuai ketentuan PP 18/2018 dan PP 19/2018, bisa membayarkan pada bulan-bulan berikutnya.

Selain itu, lanjut dia, untuk melakukan pembayaran tersebut, pemerintah daerah tidak perlu memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari DPRD. Sebab, hal itu sudah diatur dalam PP dan terkait dengan belanja daerah.

“Karena ini perintah PP, berkaitan dengan belanja pegawai, belanja pegawai itu kalau istilah keuangannya itu belanja mengikat. Nah, belanja mengikat itu artinya bisa dilakukan pergeseran tanpa menunggu perubahan APBD. Kemudian, harus diberitahukan juga paling lambat satu bulan setelah dilakukan pergeseran anggaran,” ucapnya.

Sumber : UC News 

Jika Berani Membuat Berita Tentang Petinggi Partai Ini, Hal Mengerikan Bisa Terjadi

Jika Berani Membuat Berita Tentang Petinggi Partai Ini, Hal Mengerikan Bisa Terjadi

 
10Berita, Beberapa waktu lalu Indonesia dihebohkan lewat aksi kader PDIP yang mendatangi kantor radar bogor mereka tidak terima atas pemberitaan bahwa gaji Megawati 112 juta perbulan.

Referensi pihak ketiga

Masa mengamuk sambil berteriak-teriak ada kata-kata umpatan juga namun mereka berdalih itu pembelaan untuk ketua umumnya yang merasa di beritakan tidak pantas.

Referensi pihak ketiga

"Jadi persoalan terbit Radar (Bogor) per hari ini dengan redaksi di luar kepatutan menurut pandangan kita sebagai kader partai PDIP, jelas itu sangat tendensius di mana data ditampilkan itu tidak berbasiskan data yang sebenarnya," ujar Atty dikutip okezone.com 04/06/2018

Sebelumnya radar bogor menulis berita berjudul "Ketua umum menerima gaji Rp 112 juta dengan judul ‘Ongkang-Ongkang Kaki’, akan tetapi hal itu di bantah oleh salah satu kader PDIP.

Referensi pihak ketiga

"Kalau pemberitaan kayak begitu Radar Bogor memberitakan kayak gitu di Jawa Tengah, saya khawatir itu kantornya rata dengan tanah. Kenapa begitu? Karena Megawati Soekarnoputri bagi PDIP bukan sekadar ketum," ujar Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta dikutip dari repubilka.co.id 04/06/2018

Sangat riskan sekali yah jika memberitakan tentang petinggi parpol ini harusnya memberi contoh yang baik bila ada masalah harusnya di musyawarahkan,semuanya harus berhati-hati ketika membuat berita atau pernyataan agar tidak senasib dengan radar bogor atau bahkan lebih seperti yang di ucapkan Bambang

Sumber :UC News 

Hanya Dalam 2 Minggu 2 Bupati PDIP Kena OTT KPK, SEMAKIN JUARA KORUPSI !!!

Hanya Dalam 2 Minggu 2 Bupati PDIP Kena OTT KPK, SEMAKIN JUARA KORUPSI !!!


10Berita, Senin 4 Mei 2018, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) kepala daerah.

Yang terkana OTT KPK adalah Bupati Purbalingga Tasdi yang berasal dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Bahkan, saat ini, Tasdi menjabat sebagai Ketua PDIP Purbalingga periode 2015-2020.

Operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Tasdi selaku Bupati Purbalingga dilakukan setelah diduga terjadi transaksi serah terima uang terkait dengan pengurusan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga tahun anggaran 2018. Dari penangkapan ini ada uang tunai sekitar ratusan juta yang disita tim KPK.

"Uang yang kita amankan sekitar ratusan juta. Angka pastinya sedang kita hitung dulu. Dugaan awal ini memang terkait pengurusan proyek di tahun anggaran 2018," ‎kata sumber KPK.

Menanggapi OTT KPK, warganet Ferdinand Hutahaen langsung memberikan komentar bernada sindiran kepada PDIP. “Semakin juara. KPK OTT Bupati Purbalingga, kader PDIP,” sindir Ferdinand melalui akun twitternya @LawanPoLitikJKW, Senin.

Sebelumnya, pada Kamis 24 Mei 2018 KPK juga meng-OTT Bupati Buton Selatan, Agus Feisal Hidayat (AFH) yang juga dari PDIP. Dalam OTT tsb diamankan uang senilai Rp 400 juta.

Praktis dalam waktu dua minggu ini, dua bupati dari PDIP terjaring korupsi.

Gimana Prof Mahmud? Disebut apa PDIP ini? Melahirkan Koruptor atau Pabrik Koruptor?

— FERDINAND HUTAHAEAN (@LawanPoLitikJKW) 4 Juni 2018

jadilah muslim yg adil dlm beropini prof @mohmahfudmd . kalo emang PKS beneran melahirkan koruptor, maka ente lebih urgen menyebut PDIP sbg pabrik koruptor.

soalnya tdk ada rahim yg mampu melahirkan koruptor sebanyak itu.
baper boleh, bego jangan.

— противники ! (@logic_editor) 4 Juni 2018


Sumber :Portal Islam