OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Selasa, 26 Juni 2018

PKS: Jokowi juga kumpulkan dana, kenapa kalau Prabowo dipermasalahkan?

PKS: Jokowi juga kumpulkan dana, kenapa kalau Prabowo dipermasalahkan?


10Berita -Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid heran dengan sikap sejumlah pihak yang mempersoalkan penggalangan dana perjuangan yang dilakukan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Padahal, Joko Widodo (Jokowi) dan partai pendukungnya juga pernah melakukan langkah serupa.

“Kan juga pak Jokowi dulu juga melalui para kadernya mengumpulkan dana di lapangan. PSI juga mengumpulkan di mana-mana, kok mereka tidak dipermasalahkan? Kenapa kalau Pak Prabowo jadi dipermasalahkan?,” kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/6).

Menurut Hidayat, penggalangan dana politik dari masyarakat sah-sah saja dilakukan. Pengumpulan dana untuk aktivitas politik dari masyarakat dijamin oleh undang-undang selama transparan dalam penggunaannya.

Ketentuan soal sumbangan dana kampanye diatur dalam UU Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik dan Pasal 7 ayat 1 sampai 3 PKPU Nomor 5 tahun 2017 tentang Dana Kampanye Peserta Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, atau Wali kota dan Wakil Wali kota.

“Jadi menurut saya sih yang penting keterbukaan dana itu darimana didapatnya dan dipergunakan untuk apa. Undang-undang juga mengatur dananya diperbolehkan sampai berapa, perusahaan sampai berapa itu semua ada aturannya,” terangnya.

Pihaknya mengingatkan Gerindra untuk berhati-hati dalam menerima sumbangan dana politik. Hidayat berharap Gerindra tidak menerima sumbangan dari sumber yang tidak bermasalah secara hukum, seperti hasil pencucian uang dan korupsi.

“Jangan kemudian tidak mengumpulkan dana lalu uangnya dari money politics lalu money laundry. Karena menurut saya memang Pilpres memerlukan dana yang sangat besar,” ujar dia.

Meski demikian, Hidayat yakin Prabowo dan Gerindra akan menolak uang-uang yang berasal dari pencucian uang dan korupsi.

“Pasti lah beliau nanti memilah mana yang tidak sah karena dari money laundry, dari korupsi pasti akan beliau tolak. Dari pihak-pihak yang tidak dikenal juga pasti akan ditolaknya,” ujar dia.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengumumkan program penggalangan dana untuk mendukung perjuangan politiknya dan Partai Gerindra di Pilkada dan Pemilu Serentak 2019. Pengumuman itu disampaikan Prabowo melalui akun facebook pribadinya pada Rabu (21/6) kemarin.

Prabowo mengatakan sistem ekonomi saat ini membuat biaya politik menjadi tinggi. Hal ini membuat banyak calon-calon pemimpin yang mencari penyandang dana. Padahal, belum tentu penyandang dana itu memiliki kesetiaan untuk bangsa dan negara Indonesia.

“Saya merancang suatu program pencari dana dari rakyat langsung dari pendukung-pendukung saya dan pendukung Gerindra. Saudara-saudara saya namakan program ini program galang perjuangan,” kata Prabowo.(kl/)

Sumber :merdeka

RAHASIA KEMENANGAN ERDOGAN Yang Tidak Dipahami BARAT

RAHASIA KEMENANGAN ERDOGAN Yang Tidak Dipahami BARAT


Why did Erdoğan win?

(Mengapa Erdoğan menang?)

Oleh: İBRAHIM KALIN
(Daily Sabah)

Pemilih turki pergi ke tempat pemungutan suara pada 24 Juni dalam pemilihan kritis untuk kepresidenan dan Parlemen. Tingkat partisipasi tinggi lebih dari 80 persen. Presiden Recep Tayyip Erdoğan meraih 52,5 persen suara untuk memastikan terpilihnya kembali. Ia menerima sekitar 10 juta suara lebih dari lawan terdekatnya. Partai Keadilan dan Pembangunan (AK Party) memenangkan kemenangan telak lainnya dengan 42,5 persen. Aliansi Rakyat, terdiri dari Partai AK dan Partai Gerakan Nasionalis (MHP), memiliki mayoritas yang nyaman di Parlemen (53,7% suara atau 344 kursi dari total 600 kursi atau 57,3%).

Hasilnya menunjukkan kepercayaan masyarakat yang terus berlanjut terhadap Erdoğan dan partainya. Sama pentingnya adalah dukungan yang diberikan kepada sistem presidensial yang baru. Erdoğan telah terpilih sebagai presiden pertama sistem baru.

Dalam pemilihan yang sangat diperebutkan, Erdoğan menjalankan kampanye yang efektif dan mempertahankan popularitasnya di rakyat Turki. Partai oposisi mencetak beberapa poin tetapi gagal mengumpulkan dukungan yang cukup untuk menantang kedudukan kuat Erdogan dalam politik Turki.

Setelah berkuasa selama 16 tahun dan dengan 13 pemilihan (pilpres dan pileg) dan kemenangan referendum, Erdoğan memimpin saingan terdekatnya dengan lebih dari 20 poin. Tidak ada tokoh politik lain yang hidup di mana pun di dunia yang dapat mengklaim gelar ini. Ini berbicara banyak tentang bukan hanya kejeniusan politiknya tetapi juga realitas sosiopolitik masyarakat Turki, yang oleh banyak pengamat luar gagal untuk dipahami.

Erdogan dan Partai AK-nya tetap populer di Turki berkat rekam jejak mereka yang kuat sejak 2002. Mayoritas pemilih memuji kepemimpinan Erdogan dan mempertahankan bahwa ia berhasil memperbaiki ekonomi Turki, menciptakan sistem politik yang lebih tangguh dan inklusif dan membuat orang dari beragam latar belakang lebih diterima di bidang ekonomi, politik, dan mobilisasi sosial. Rahasia kesuksesan adalah rekam jejaknya menempatkan orang-orang terlebih dahulu. Di luar percekcokan politik partai dan politik identitas yang tak pernah berakhir, Erdogan telah bekerja tanpa lelah untuk meningkatkan standar hidup jutaan keluarga berpenghasilan rendah dan menengah dan berinvestasi dalam pendidikan, kesehatan, infrastruktur, jalan, bandara, dan perumahan umum. Dia telah menjadi juara kebijakan keadilan sosial yang telah bekerja untuk kepentingan masyarakat perkotaan dan pedesaan di seluruh negeri.

Kesuksesan Erdoğan bukan hanya tentang politik layanan. Dia telah membuka ruang sosial dan politik negara itu ke berbagai identitas termasuk individu agama, Kurdi, Alevis dan minoritas non-Muslim seperti Yahudi, komunitas Ortodoks Yunani, Armenia dan Asyur. Larangan bahasa Kurdi telah dicabut dan suku Kurdi, seperti kelompok etnis lainnya, dapat mengekspresikan diri dengan bebas. Jalan menuju mobilitas sosial vertikal dan horizontal telah terbuka untuk mereka. Bahkan, Erdogan memiliki banyak tokoh Kurdi di jajarannya. Dia mempertahankan ikatan yang kuat dengan semua segmen masyarakat Turki termasuk Kurdi. Dengan membuat perbedaan yang jelas antara organisasi teroris PKK dan Kurdi, dia telah membebaskan mereka dari penindasan dan subversi dari jaringan teror ini yang lebih peduli pada kelangsungan hidupnya sendiri daripada masalah nyata orang-orang Kurdi.

Dalam kebijakan luar negeri, ia telah memperluas pandangan internasional Turki dan menjangkau daerah-daerah yang beragam seperti Afrika, Asia dan Amerika Latin. Dia tidak melihat kebijakan luar negeri sebagai permainan zero-sum, menjadi anggota NATO dan negara kandidat untuk keanggotaan Uni Eropa tidak serta merta membuat Turki tidak terlibat di bagian lain dunia. Faktanya, memiliki pandangan kebijakan luar negeri 360 derajat diperlukan untuk kepentingan nasional Turki di dunia penuh gejolak di luar perbatasan Turki. Upaya Turki untuk membantu orang-orang yang tertindas di dunia telah bergaung secara global, mengumpulkan dukungan ratusan juta orang di dunia Muslim dan di tempat lain. Panggilan Erdoğan untuk keadilan global, yang dia simpulkan dengan slogannya "Dunia adalah Lebih Besar dari Lima (5 negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB -red)", dapat mengiritasi beberapa pusat kekuasaan, tetapi mengalamatkan salah satu kelemahan mendasar dari tatanan global saat ini.

Dengan demikian tidak mengherankan bahwa orang-orang merayakan kemenangan Erdogan tidak hanya di Turki tetapi juga di Palestina, Somalia, Myanmar, Afghanistan, Pakistan, Asia Tengah, Balkan dan banyak tempat lainnya.

Pertentangan harus mulai mengambil tanggung jawab atas kekurangan mereka. Selama 16 tahun terakhir, Erdoğan mempromosikan pengawasan sipil atas militer dan merusak wali yang ditunjuk sendiri dari negara Turki. Pada titik ini, satu-satunya cara untuk menggunakan kekuatan politik di Turki adalah memenangkan pemilihan umum (bukan militer). Erdoğan menempatkan tantangan ini sebelum dirinya sendiri dan menang. Partai-partai oposisi harus bekerja lebih keras dan mendengarkan dengan lebih hati-hati pemilih Turki di luar zona kenyamanan politik identitas dan kampanye kotor mereka.

Tidak ada kekurangan disinformasi tentang pemilihan Turki dalam beberapa minggu terakhir. Beberapa media Barat bertindak sebagai aktivis politik yang mempromosikan kandidat oposisi daripada bertindak layaknya tugas media yang melaporkan fakta di lapangan. Seperti sebelumnya, prediksi mereka untuk jatuhnya Erdogan ternyata salah lagi. Cakupan selektif mereka memiliki agenda yang jelas untuk memanipulasi pembaca dan pemirsa, tetapi tidak satupun dari taktik ini berhasil. Ini menimbulkan pertanyaan serius tentang kredibilitas mereka (media Barat). Lebih buruk lagi, mereka terus gagal memahami dinamika sosial dan politik Turki. Pemilihan ini harus menjadi pelajaran lain bagi mereka.

Beberapa pengamat dari luar tidak dapat melihat objektif kemenangan Erdoğan karena mereka bergantung pada sumber informasi yang tidak dapat diandalkan dari individu dan kelompok marjinal yang memberikan perspektif bias atau mencapai kesimpulan tentang Turki dalam pertemuan tertutup di lembaga think tank di ibukota-ibukota Barat. Beberapa pengamat Barat memproklamirkan diri sebagai "ahli Turki" bahkan tidak memiliki kredensial dasar untuk memberikan analisis serius tentang Turki.

Pemilihan presiden dan parlemen Juni 24 bukan hanya tentang Erdogan tetapi juga tentang oposisi. Hasilnya jelas.

Turki kini memasuki era baru dengan sistem presidensial, meninggalkan reruntuhan wilayah yang bermasalah menuju stabilitas dan kemakmuran.[]

Sumber: https://www.dailysabah.com/columns/ibrahim-kalin/2018/06/26/why-did-erdogan-win

Usai Tembak Pesawat, Teroris OPM Tebas Warga Termasuk Anak Kecil

Usai Tembak Pesawat, Teroris OPM Tebas Warga Termasuk Anak Kecil


10Berita – Setelah menembak pesawat Trigana Air yang mengangkut personel pengamanan Pilkada Papua ke Kabupaten Nduga, kelompok kriminal sipil bersenjata (KKSB) juga menyabet warga dengan parang. Akibatnya tiga warga meninggal dunia, dan salah seorang anak kecil mengalami luka parah.

“Setelah menembaki pesawat, KKB kemudian melakukan penembakan dan menyabet warga, menyebabkan tiga orang meninggal dan dua orang luka sabetan parang,” jelas Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal di Jayapura, Senin (25/6/2018).

Awalnya KKB Papua menembak pesawat Twin Otter Trigana Air PK-YRU, yang membawa 15 orang anggota Brimob ke Kabupaten Nduga. Polisi kemudian mengejar anggota KKB tersebut yang berlari masuk ke kios-kios warga di ujung timur bandara.

“Sempat terjadi pengejaran dan saling tembak berlangsung di kawasan ujung bandara hingga kawasan koteka, kompleks perumahan DPRD Kabupaten Nduga,” ujar Kamal.

Setelah melakukan penyisiran pascapengejaran, polisi menemukan warga yang menjadi korban sebanyak lima orang. Tiga orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka parah.

Korban meninggal bernama Henrik Sattu (35) selaku pemilik kios yang mengalami luka tembak, Margaretha Pali (20) istri Henrik yang mengalami luka sabetan parang, dan Zaenal Abidin (28) pedagang yang mengalami luka tembak. Sementara itu, korban luka yang hingga kini masih di rawat ialah Arjun (6) yang merupakan anak Henrik serta anggota Brimob Baharada Bonardo Hutahayan (23).

“Pukul 16.15 WIT, korban telah dievakuasi ke Timika menggunakan pesawat. Tiga korban yang meninggal dunia telah dilakukan visum, dan dua korban luka-luka masih menjalani perawatan secara intensif di Rumah Sakit Mitra Sehat Timika, Kabupaten Mimika, Papua,” ucap Kamal. []

Sumber :detik, Eramuslim.com 

LOHKOK? Anggota DPR PDIP Dipolisikan Kasus Pemukulan, Polisi Sebut Korban Pemukulan Bisa Kena Pencemaran Nama Baik

LOHKOK? Anggota DPR PDIP Dipolisikan Kasus Pemukulan, Polisi Sebut Korban Pemukulan Bisa Kena Pencemaran Nama Baik


10Berita, 11 JUNI lalu - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP Herman Hery (asal NTT) resmi dipolisikan seorang warga bernama Ronny Yuniarto Kosasih ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Herman Hery dilapokrna ke polisi atas dugaan tindak pidana pengeroyokan (pemukukan) yang dilakukan politisi PDIP tersebut beserta ajudannya karena masalah lalu lintas.

Herman Hery telah dipolisikan dengan nomor laporan LP/1076/VI/2018/RJS pada Senin 11 Juni 2018 atas dugaan tindak pidana pengeroyokan dan melanggar Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman pidana paling lama 5 tahun 6 bulan.

Kuasa Hukum Ronny, Febby Sagita mengatakan akibat insiden pengeroyokan tersebut sejumlah jari korban mengalami patah tulang dan harus dirawat jalan RS Pertamina Pusat (RSPP). Menurutnya, insiden itu berawal ketika kliennya Ronny Yuniarto Kosasih bersama istri dan 2 anaknya mengendarai sebuah mobil yang melewati jalur Transjakarta di Jalan Arteri, Pondok Indah Jakarta Selatan pada Minggu 10 Juni 2018 sekitar pukul 21.30 WIB.

Ronny yang ditilang oleh polisi karena melanggar lalu lintas, mempertanyakan kepada polisi yang sedang bertugas mengapa tidak menilang mobil Rolls Royce Phantombernomor polisi B 88 NTT yang dikendarai Herman Hery beserta ajudan dan seorang wanita.

"Setelah itu, klien kami langsung dikeroyok oleh pria yang diduga anggota dewan HH ini bersama ajudan yang menyetir mobil itu. Melihat suaminya dikeroyok, istri klien kami yang mencoba melerai, juga ikut kena pukul dan tendang anggota dewan dan ajudannya ini," tutur Febby, Kamis (21/6/2018).

Link: http://kabar24.bisnis.com/read/20180621/16/808166/kader-pdi-perjuangan-herman-hery-dipolisikan-terkait-dugaan-pengeroyokan

***

TAPI...

Polisi Sebut Korban Pemukulan Bisa Kena Pencemaran Nama Baik

Korban dugaan penganiayaan, Ronny Yuniarto Kosasih, yang mengaku telah dianiaya oleh anggota DPR, bisa terancam pencemaran nama baik bila Ronny tidak dapat membuktikan tudinganya. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) AKBP Stefanus Tamuntuan mengatakan, pihak kepolisian belum dapat memastikan dan menyebut nama pihak terlapor. Sebab, hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan.

"Saya tidak berbicara ini subjeknya siapa ya karena ini masih dalam proses dan ini baru pihak korban yang diperiksa dan ini dari korban yang kita gali," kata Stefanus, Senin (25/6).

Link: https://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/18/06/25/pavm7d349-polisi-sebut-korban-pemukulan-bisa-kena-pencemaran-nama-baik

***

Sontak hal ini menimbulkan reaksi keras warganet.

@yusufabualif: "Lho, kok belum apa2 sudah ngomong begitu. Ini maksudnya agar pelapor takut lalu mencabut laporannya atau karena gak berani memeriksa pelaku yg anggota dewan, dari partai penguasa pula ...."

@faroq_abusiri: "Ini yang disuruh lapor ke aparat penegak hukum, belum2 apa sudah diberi alarm/ditaku2ti. Ndak habis fikir kok bisa polisi memberikan statement seperti itu, apa karena ..............?"

@jokomandiro: "Mungkin krn bela teman sekampung atau teman separtai, bisa saja kan?"

@AL_Baek2KG: "Kapolda NTT aja bisa mental berurusan sama belioauw. Orang sakti & kebal segalanya kek sunan kalijodo."

@konikajah: "Udah dipukulin, malah kena ancaman pidana pencemaran nama baik... smoga tdk pernah menimpa saya 😔😔 #WelcometoIndonesia broh..."

@mustalafin: "Tolong cepatlah ganti presiden..dah jenuh dengan keadilan hukum pak polkis di rezim ini takut sama yang berbau banteng. Nyesek baca pernyataan polkis tidak mencerminkan sebagai penegak dan pelindung hukum masyarakat"

Lho, kok belum apa2 sudah ngomong begitu. Ini maksudnya agar pelapor takut lalu mencabut laporannya atau karena gak berani memeriksa pelaku yg anggota dewan, dari partai penguasa pula ....

— yusuf rinaldy (@yusufabualif) 25 Juni 2018


Ini yang disuruh lapor ke aparat penegak hukum, belum2 apa sudah diberi alarm/ditaku2ti. Ndak habis fikir kok bisa polisi memberikan statement seperti itu, apa karena ..............?

— Faroq Abu Siri (@faroq_abusiri) 25 Juni 2018


Mungkin krn bela teman sekampung atau teman separtai,bisa saja kan?

— akun_ telor (@jokomandiro) 25 Juni 2018


Kapolda NTT aja bisa mental berurusan sama belioauw.

Orang sakti & kebal segalanya kek sunan kalijodo.

— AL_bayant21 (@AL_Baek2KG) 25 Juni 2018


Udah dipukulin, malah kena ancaman pidana pencemaran nama baik... smoga tdk pernah menimpa saya 😔😔 #WelcometoIndonesia broh...

— Niko Yusman (@konikajah) 25 Juni 2018


Tolong cepatlah ganti presiden..dah jenuh dengan keadilan hukum
pak polkis di rezim ini takut sama yang berbau banteng.
Nyesek baca pernyataan polkis tidak mencerminkan sebagai penegak dan pelindung hukum masyarakat

— Mustalafin (@mustalafin) 25 Juni 2018


Ini dia orangnya Herman Hery alias Heri Tjiap keturunan Tionghoa yg merajai premanisme dan mafia ibu kota . pic.twitter.com/2ucnR9NtMv

— Herbertus Joko Widodo (@HerbertusW) 25 Juni 2018


Waduh... hahahha... gw pengacara jadi ketawa bacanya... kalo pelapor bilang si A pelakunya terus A gak ngaku (dalam teori pidana hak menyangkal boleh) tapi kan ada alat bukti lain seperti saksi dan visum... bukankah tugas penegak hukum cari pelaku..? #hukum

— PANGERAN BETAWI (@RamdanAlamsyah9) 25 Juni 2018

Bandar miras dilawan...Taukan backing nya siapa?

— ahlulbadr (@ahlulbadr896) 25 Juni 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Hasil Survei Terbaru Pilgub Jateng, Bikin Kaget!

Hasil Survei Terbaru Pilgub Jateng, Bikin Kaget!

10Berita  ,SEMARANG- Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) merilis hasil survei elektabilitas cagub – cawagub Jateng. Jika tiga hasil survei sebelumnya pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen unggul baik dalam tingkat elektabilitas maupun popularitas, hasil survei LKPI yang dilakukan pada 5-20 Juni lalu itu menyebut pasangan Sudirman-Ida unggul tipis.

Menurut Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) Region Jateng, Onesimus Hihika, ada dua hal pokok yang membuat pasangan yang diusung PAN, Gerindra, PKB, dan PKS ini unggul atas pasangan Ganjar-Taj Yasin. Adalah kasus dugaan korupsi E-KTP yang menyeret nama Ganjar yang menggerus elektabilitas dalam dua bulan terakhir ini. “Pemanggilan Ganjar Pranowo oleh KPK semakin menguatkan dugaan di masyarakat akan keterlibatan Ganjar Pranowo dalam kasus E-KTP,” kata Onesimus Hihika dalam paparan hasil Survei Pendapat Masyarakat yang bertema mengukur persepsi dan pilihan masyarakat Jateng terhadap dua pasang calon Gubernur –Wakil Gubernur Jateng periode 2018-2023 yang digelar di Grand Candi Hotel, Minggu (24/6).

Dalam survei tersebut, LKPI menggunakan metode deskriptif dengan melakukan penyebaran kuesioner pada 5 -20 Juni 2018 dengan jumlah responden sebanyak 1.245 orang yang diambil dari populasi DPT Pilgub Jateng sebanyak 27.068.125 pemilih. Sedangkan pemilihan responden menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error+/-2,78 persen.

Temuan dan hasil survei berdasarkan sebaran demografi, pasangan Ganjar -Taj Yasin banyak dipilih generasi milenial berusia antara 17-25 tahun sebesar 41,8 persen, sedangkan pasangan Sudirman-Ida dipilih 41,4 persen, dan 16,8 persen belum memilih.

Pasangan Sudirman-Ida unggul untuk usia pemilih 26-40 tahun sebesar 50,3 persen, sedangkan pasangan Ganjar –Taj Yasin 38,5 persen dan 11,2 persen belum memilih.

“Untuk pemilih usia 41 tahun ke atas, lebih memilih pasangan Sudirman-Ida sebesar 47,2 persen, pasangan Ganjar-Taj Yasin sebesar 37,1 persen, dan sisanya 15,7 persen belum memilih,” ungkapnya.

Onesimus menambahkan, dengan penangkapan beberapa kepala daerah yang berasal dari PDIP, khususnya Kabupaten Purbalingga, membuat kepercayaan masyarakat terhadap PDIP menjadi turun.

“PDIP merupakan partai pengusung utama Ganjar Pranowo-Taj Yasin,” imbuhnya.Selain itu, lanjut dia, dengan kebangkitan politik Islam tidak dapat dipungkiri menjadi eskalasi politik nasional, turut terasa di Jateng. Kecenderungan pemilih, sangat memperhatikan hal tersebut.

Kondisi tersebut, diperkuat dengan adanya seruan dari PBNU melalui ketua umumnya, Said Aqil, agar seluruh pengurus dan warga Nahdliyin bekerja dan memenangkan pasangan Sudirman-Ida. “Dengan demikian, kekuatan politik Islam yang tercermin dalam partai politik, yakni PKB, PAN dan PKS cukup solid untuk memenangkan pasangan SudirmanSaid-Ida Fauziah,” tambahnya.

Sedangkan kubu Ganjar -Taj Yasin, imbuhnya, hanya PPP yang mendukung. Itupun dari basis massa PPP yang mayoritas kaum Nahdliyin, sehingga dukungan tersebut dinilai sangat lemah.

Dalam survei Lembaga Kajian Pemilu Indonesia ini juga menemukan sebanyak 74,8 persen masyarakat sudah memiliki pilihannya sendiri. Mereka cenderung militan untuk mendukung pasangan calon yang mereka anggap mewakili kepentingan politik untuk membawa Jateng ke arah yanglebih baik. Sedangkan sebanyak 25,2 persen responden masih bisa berubah-ubah pilihannya.

“Dapat disimpulkan siapapun yang akan menjadi pemenang dari Pilgub Jateng, akan memperoleh kemenangan yang sangat tipis,” paparnya.

Seperti diberitakan Jawa Pos Radar Semarang sebelumnya, dalam survei yang dilakukan lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), tingkat elektabilitas Ganjar-Taj Yasin masih unggul dan melampaui pasangan Sudirman-Ida di Pilgub Jateng 2018. Pasangan Ganjar-Taj Yasin memperoleh elektabilitas sebesar 70,1 persen, sedangkan Sudirman-Ida mendapat 22,6 persen. Sisanya sebesar 7,3 persen menjawab tidak tahu.

Sementara, untuk tingkat popularitas masing-masing calon, Ganjar masih menjadi calon yang menempati urutan teratas dengan 89 persen, urutan kedua Sudirman Said 50 persen, disusul Ida Fauziah 33 persen, serta Taj Yasin 31 persen.

Pasangan Ganjar-Taj Yasin juga unggul dalam survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA. Tingkat elektabilitas pasangan Ganjar -Taj Yasin sekitar 54 persen, sedangkan Sudirman -Ida 13 persen.

Elektabilitas Ganjar-Taj Yasin ini naik 3,7persen menjadi 54 persen dari April lalu yang hanya 50 persen. Sedangkan pasangan Sudirman-Ida naik 2,5 persen menjadi 13 persen dari April lalu yang hanya 10,5 persen. Alasannya, karena adanya perilaku pemilih yang berubah atau berpindah pilihan partai untuk kalangan grassroot.

Untuk tingkat popularitas, menurut survei LSI Denny JA, Ganjar memiliki popularitas 96.6 persen. Sedangkan Sudirman hanya 63.9 persen. Selain itu, kepuasan kinerja Ganjar pada periodelalu mencapai 71 persen dan itu potensi bisa terpilih lagi.(hid/ida)

Sumber : jpnn

Ini Dia 8 Rahasia Tentang Masjid Al-Aqsa yang Perlu Kamu Ketahui!

Ini Dia 8 Rahasia Tentang Masjid Al-Aqsa yang Perlu Kamu Ketahui!

Referensi pihak ketiga

Pada tahun 1967, Yerusalem meninggalkan tangan Muslim untuk kali ketiga dan berada di bawah kendali Israel. Tentara Israel mengibarkan bendera mereka dari kubah. Kepemimpinan Israel menyadari bahwa kontrol yang jelas dari Masjid Al-Aqsa akan berfungsi sebagai provokasi konstan untuk dunia Muslim.Dua tahun kemudian, tepatnya di tahun 1969, sebuah kumpulan Zionis Australia membakar mimba masjid Qibly. Upaya pemadaman yang dilakukan warga Palestina seakan tidak berguna lagi. Seluruh bangunan hangus terbakar. Dan sejak itulah masjid telah dibangun kembali dan diperbaharui.

2.Kubah terbuat dari batu yang kemudian dilapisi emas

Referensi pihak ketiga

Tak ada yang banyak tahu memang bahwa kubah Majid Al-Aqsa terbuat dari batu. Pembuatnya saat itu adalah Khalifah Umayyah Abdul Malik bin Marwan. Namun hampir seribu tahun kemudian, kubah Masjid Al-Aqsa menjadi sangat megah dan indah ketika di masa pemerintahan Khalifah Ustmani Suleiman. Beliau melapisi kubah batu dengan emas khas.

3.Memiliki mimbar legendaris

Referensi pihak ketiga

Sebelum direbut kembali oleh Tentara Salib, Masjid Al-Aqsa memiliki sebuah mimbar legendaris yang merupakan kepunyaan salah satu pahlawan terbesar dalam sejarah Islam, yakni Nooruddin Zenki.Yang membuat mimbar tersebut semakin spesial adalah dibuat tanpa menggunakan paku atau lem.

4.Al-Aqsa pernah digunakan sebagai kandang, istana, dan ruang eksekusi

Referensi pihak ketiga

Saat Tentara Salib pertama mengambil Yerusalem, mereka menemukan mayoritas penduduk Muslim terkunci di Masjid Al-Aqsa. Mereka membantai sekitar 70.000 dari mereka dan kemudian dikonversi masjid Qibly ke istana, Kubah Batu menjadi sebuah gereja, dan ruang bawah tanah dijadikan sebagai kandang.Muslim yang selamat dari pembantaian, mereka akan disalib di salib besar yang berada di dekat pusat masjid.

5.Al-Aqsa pernah menjadi tempat persinggahan Imam Al-Ghazali

Referensi pihak ketiga

Rahasia berikutnya ialah ternyata Masjid paling bersejarah bagi umat Muslim ini pernah menjadi tempat persinggahan Imam Abu Hamid Al-Ghazali. Tak hanya itu saja, di masjid ini, Imam Al-Ghazali juga menulis buku.

6.Pernah menjadi tempat pembuangan sampah

Referensi pihak ketiga

Sebelum berdiri kokoh sampai saat ini, ternyata tersimpan sebuah rahasia pahit. Masjid Al-Aqsa ternyata dahulu pernah dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah. Kala itu, tidak ada orang Yahudi yang diizinkan untuk tinggal di kota, penduduk utama Romawi menggunakan area masjid sebagai tempat pembuangan sampah.

7.Di sekitar Al-Aqsa terdapat sejumlah masjid

Referensi pihak ketiga

Tak sedikit yang mengira bahwa area sekitar tersebut hanya terdapat sebuah masjid Al-Aqsa. Tapi setelah ditelusuri, ada beberapa masjid lainnya yang keberadaannya juga tidak jauh dari Al-Aqsa. Beberapa diantaranya adalah masjid Buraq, masjid Marwani dan lain-lain.

8.Tanah Al-Aqsa adalah tanah pemakaman

Referensi pihak ketiga

Inilah mengapa dikatakan bahwa Masjid Al-Aqsa merupakan bagian sejarah terpenting dalam Islam. Dahulu, tempat ini tidak hanya menjadi tempat persinggahan Baginda Rasulullah SAW, tapi juga jadi tempat peristirahatan terakhir para Nabi. Salah satunya adalah Nabi Sulaiman (AS).

Sumber :boombastis.com

Suami Tolak Ajakan Istri, Bagaimana Hukumnya?

Suami Tolak Ajakan Istri, Bagaimana Hukumnya?

TANYA: Ustadz, jika istri menolak ajakan suami maka akan dilaknat malaikat hingga pagi. Bagaimana jika suami yang menolak ajakan istri? Bagaimana hukumnya? Bolehkah istri meminta terlebih dahulu kepada suami?

JAWAB: Alhamdulillah, disitat dari Konsultasi Syariah. Kami tidak menjumpai adanya riwayat bahwa seorang suami akan dilaknat Malaikat karena tidak mau memenuhi ajakan istrinya untuk melakukan hubungan badan.

Hanya saja, jika penolakan suami ini sampai pada taraf menelantarkan hak istri yang menjadi kewajibannya, maka suami berdosa, karena dia mendzalimi istrinya. Misalnya karena alasan bosan atau males, dia tidak pernah berhubungan badan dengan istrinya.

Allah perintahkan kepada suami untuk mempergauli istrinya dengan baik. Dengan memenuhi setiap kebutuhannya, baik nafkah lahir, dan tentu saja nafkah bathin. Semua lelaki memahami, wanita juga ingin mendapatkan kenikmatan batin bersama suaminya.

Allah berfirman,

وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ

Wanita punya hak (yang harus ditunaikan suaminya sesuai ukuran kelayakan), sebagaimana dia juga punya kewajiban (yang harus dia tunaikan untuk suaminya). (QS. al-Baqarah: 228)

Karena itulah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan beberapa sahabatnya yang waktunya hanya habis beribadah, sehingga tidak pernah menjamah istrinya.

Aisyah bercerita,

Saya pernah menenui Khoulah bintu Hakim, istrinya Utsman bin Madz’un. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat Khoulah suasananya kusam, seperti tidak pernah merawat dirinya. Beliaupun bertanya kepada A’isyah,

يَا عَائِشَةُ، مَا أَبَذَّ هَيْئَةَ خُوَيْلَةَ؟

“Wahai Aisyah, Khoulah kok kusut kusam ada apa?”

Jawab Aisyah,

“Ya Rasulullah, wanita ini punya suami, yang setiap hari puasa, dan tiap malam tahajud. Dia seperti wanita yang tidak bersuami. Makanya dia tidak pernah merawat dirinya.”

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh seseorang untuk memanggil Utsman bin Madz’un. Ketika beliau datang, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallammemberi nasehat,

يَا عُثْمَانُ، أَرَغْبَةً  عَنْ سُنَّتِي؟ ” قَالَ: فَقَالَ: لَا وَاللهِ يَا رَسُولَ اللهِ، وَلَكِنْ سُنَّتَكَ أَطْلُبُ، قَالَ: ” فَإِنِّي أَنَامُ وَأُصَلِّي، وَأَصُومُ وَأُفْطِرُ، وَأَنْكِحُ النِّسَاءَ، فَاتَّقِ اللهَ يَا عُثْمَانُ، فَإِنَّ لِأَهْلِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَإِنَّ لِضَيْفِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَإِنَّ لِنَفْسِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، فَصُمْ وَأَفْطِرْ، وَصَلِّ وَنَمْ

“Wahai Utsman, kamu membenci sunahku?”

“Tidak Ya Rasulullah. Bahkan aku selalu mencari sunah Anda.”

“Kalau begitu, aku tidur dan aku shalat tahajud, aku puasa dan kadang tidak puasa. Dan aku menikah dengan wanita. Wahai Utsman, bertaqwalah kepada Allah. Karena istrimu punya hak yang harus kau penuhi. Tamumu juga punya hak yang harus kau penuhi. Dirimu punya hak yang harus kau penuhi. Silahkan puasa, dan kadang tidak puasa. Silahkan tahajud, tapi juga harus tidur.” (HR. Ahmad 26308 dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).

Pesan ini juga pernah disampaikan Salman kepada Abu Darda, karena beliau tidak pernah tidur dengan istrinya,

إِنَّ لِنَفْسِكَ عَلَيْكَ حَقًّا وَلِرَبِّكَ عَلَيْكَ حَقًّا وَلِضَيْفِكَ عَلَيْكَ حَقًّا وَإِنَّ لأَهْلِكَ عَلَيْكَ حَقًّا فَأَعْطِ كُلَّ ذِى حَقٍّ حَقَّهُ

Sesungguhnya dirimu punya hak yang harus kau tunaikan. Tamumu punya hak yang harus kau tunaikan. Istrimu punya hak yang harus kau tunaikan. Berikan hak kepada masing-masing sesuai porsinya.

Pernyataan Salman ini dibenarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

(HR. Turmudzi 2413 dan dishahihkan al-Albani).

Suami Tetap Dapat Pahala Meskipun Tidak Bernafsu

Ketika suami melayani permintaan istri, tidak selalu harus karena memuaskan dorongan nafsu pribadinya. Dia bisa hadirkan niat yang lain, seperti agar mendapat anak atau untuk memuaskan istrinya. Sehingga kehormatan istrinya lebih terjaga. Karena setiap hubungan badan bisa bernilai sedekah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

وَفِى بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ

“Dalam setiap hubungan badan yang kalian lakukan, bernilai sedekah.” (HR. Ahmad 21473 dan Muslim 2376)

Ibnu Qudamah pernah menyebutkan dialog Imam Ahmad dengan muridnya,

يؤجر الرجل أن يأتي أهله وليس له شهوة؟ فقال: إي والله يحتسب الولد، وإن لم يرد الولد، يقول: هذه امرأة شابة لم لا يؤجر؟!

“Apakah suami mendapat pahala ketika dia berhubungan badan dengan istrinya sementara dia tidak bernafsu?”

“Tentu saja, demi Allah. Dia bisa berharap dapat anak.” Jawab Imam Ahmad.

“Kalau tidak menghasilkan anak?” tanya sang murid.

Jawab Imam Ahmad, “Ini istrinya masih muda, bagaimana mungkin tidak mendapat pahala?!” (al-Mughni, 8/144).

BACA JUGA: Lelaki, Takut kepada Istri dan Durhaka terhadap Ibu

Maksud Imam Ahmad, ketika istri itu masih muda, dia juga memiliki syahwat yang harus dipenuhi suaminya. Meskipun suami lagi tidak selera, tapi melayani istri dalam hal ini, bisa berpahala.

Sehingga boleh saja, bahkan dianjurkan ketika istri mengajak dan meminta istrinya untuk ‘beramal’ dan ‘bersedekah’. Wallahu a’lam. []

 

Sumber : Islampos.

Tokoh-tokoh Indonesia Ucapkan Selamat atas Presiden Turki Erdogan

Tokoh-tokoh Indonesia Ucapkan Selamat atas Presiden Turki Erdogan

@Fadlizon

Fadli Zon saat berswafoto dengan Presiden Turki Erdogan (kiri).

10Berita – Tokoh-tokoh di Indonesia menyampaikan ucapan selamat atas Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang oleh Dewan Pemilihan Tertinggi Turki (YSK) diumumkan mutlak memenangkan mayoritas suara dalam pemilihan presiden.

Ucapan selamat itu antara lain disampaikan Wakil Ketua DPR RI yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon.

“Selamat atas kemenangan AK Party dan @RT_Erdogan terpilih kembali menjadi Presiden Turki. Kenangan selfie dengan Erdogan,” tulis Fadli Zon lewat akun media sosial terverifikasinya di Twitter, @Fadlizon, Senin (25/06/2018) seraya mengunggah gambar saat dirinya berswafoto bareng Erdogan, dan menandai akun resmi Erdogan.

Ucapan senada disampaikan Wakil Ketua MPR RI yang juga politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid (HNW).

“Pilihan rakyat Turki, yang lanjutkan praktek demokrasi, yang sejalan dengan nilai-nilai Islami, telah menangkan kembali Erdogan dengan AKP-nya. Ucapan selamat sudah disampaikan oleh pimpinan berbagai negara, termasuk Palestina. Selamat dan semoga lebih baik dan lebih berkah,” kicau HNW lewat akun terverifikasinya, @hnurwahid, Senin.

Warganet juga ramai-ramai menyampaikan ucapan selamat kepada Erdogan dan partainya, AKP.

“Kemenangan Erdogan di Turki In syaa Allah akan menjadi inspirasi dan motivasi kemenangan para pemimpin pro Islam di Pilkada 2018 dan juga Pilpres 2019. Bi idznillah…,” tulis Hilmi Firdausi lewat ‏@Hilmi28


Pantauan hidayatullah.com hingga berita ini dimuat, belum terlihat ucapan selamat atas Erdogan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) lewat akun resminya di media sosial, baik di Instagram (@jokowi), Twitter (@jokowi), maupun fanspage Facebook (@jokowi).

Tapi Jokowi diberitakan telah menyampaikan ucapan selamat kepada Erdogan.

“Saya mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali Presiden Tayyib Erdogan sebagai Presiden Turki,” ujar Jokowi di sela meninjau persiapan fisik Asian Games 2018 di Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (25/6/2018), kutip Kompas.com Senin sore.

Presiden Jokowi mengaku sudah meminta Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk bisa mengatur waktu komunikasi jarak jauh dengan Erdogan sesegera mungkin.

“Saya sudah minta Menlu untuk mengatur supaya saya bisa telepon langsung Erdogan,” ujar dia.

Indonesia dan Turki, lanjut Jokowi, punya banyak kesamaan. Oleh sebab itu, dengan terpilihnya kembali Erdogan sebagai Presiden Turki, ia berharap hubungan bilateral kedua negara semakin baik lagi.

“Terutama di bidang ekonomi, investasi. Karena memang kedekatan Indonesia dengan Turki di forum, salah satunya OKI, saya kira tidak perlu diragukan lagi,” ujar Jokowi.


Diberitakan hidayatullah.comsebelumnya, Dewan Pemilihan Tertinggi Turki (YSK) hari Senin pagi mengumumkan Presiden Recep Tayyip Erdogan mutlak memenangkan mayoritas suara dalam pemilihan presiden karena 97,7 persen kotak suara dibuka.

Berbicara beberapa jam setelah pemilihan presiden dan parlemen hari Ahad, kepala YSK Sadi Guven mengatakan Partai Keadilan dan Pembangunan (AK), Partai Rakyat Republik (CHP), Partai Gerakan Nasionalis (MHP), Partai Rakyat Demokrat (HDP) dan Partai Kebaikan (IYI) telah melewati 10 persen ambang batas dalam pemilihan parlemen.


Sadi mengatakan, suara tersisa yang belum terhitung jumlahnya tidak akan memengaruhi hasil Pemilu.

Kandidat presiden Turki dari Partai Rakyat Republik (CHP) akan menggelar konferensi pers mengenai hasil pemilihan umum hari ini di kantor partai CHP di Ankara.*

Sumber : Hidayatullah.com

VIDEO Tokoh 21 Award 2018, Bakti Mereka Pada Bangsa dan Negara

VIDEO Tokoh 21 Award 2018, Bakti Mereka Pada Bangsa dan Negara


10Berita, JAKARTA  - Relawan Gerakan #2019GantiPresiden siang tadi (21/6/2018) memberikan penghargaan untuk dua puluh satu tokoh yang banyak memberikan kontribusinya kepada masyarakat.

Meskipun memiliki tujuan mencari pemimpin nasional yang berkarakter dan berkompeten, kegiatan Relawan #2019GantiPresiden bukan gerakan yang hanya menyuarakan pergantian pemimpin nasional saja. Berbagai bentuk aksi peduli pun tak luput dari perhatian dan menjadi agenda kegiatan Relawan #2019GantiPresiden.

Untuk kegiatan kali ini sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh-tokoh bangsa dari berbagai profesi yang telah banyak berjasa kepada masyarakat dan negara, maka Relawan #2019GantiPresiden mempersembahkan penghargaan atas kiprah positif dan perjuangan tanpa lelah yang telah mereka lakukan selama ini. Acara penganugerahan penghargaan kepada tokoh-tokoh tersebut bernama “Tokoh 21 Award 2018”, dan tema penghargaan adalah “Bakti Mereka Pada dan Bangsa dan Negara”.

Penganugerahan “Tokoh 21 Award 2018” ini digelar di Café Cerita, Jl. Otista Raya, Jakarta Timur. Sesuai dengan hasil keputusan Tim Perumus Tokoh 21 Award 2018 yang di ketuai oleh Prof. Chusnul Mariyah.

Peraih pernghargaan Tokoh 21 Award 2018 adalah sebagai berikut;

Ustad Abdul Shomad (Pejuang Dakwah Pemersatu NKRI)Abdullah Al Katiri (Pejuang Pembela Anti Kriminalisasi Dai dan Ulama) Prof. Dr. HM Amin Rais (Pejuang Reformasi dan Demokrasi untuk Keumatan dan Kebangsaan)dr. Amalia (Pejuang Kesehatan Untuk Rakyat Pedalaman)dr. Baharuddin (Pejuang Kemanusiaan dan Keberpihakan Rumah Sakit kepada Rakyat Keci)Damin Sada (Pejuang Pembela Keamanan Negeri)Prof. Dr. Euis Sunarti (Pejuang UU Anti LGBT dan Kekerasan pada Perempuan dan Anak dalam Keluarga) Elly risman Musa, Psi (Pejuang Pengasuhan Berbasis Otak pada Anak dan Remaja)Ferry Noor Kispa (Aktifis Perjuangan Hak Rakyat Palestina)John Sang Alang, (Pejuang Kritik Sosial melalui Musik)Kwik Kian Gie, (Pejuang Ekonomi Nasionalis)Dr. Marwan Batubara (Pejuang Anti Mafia ESDM)Mirah Sumirat, (Pejuang Hak Hak buruh)Natalius Pigai, (Pejuang HAM Kontemporer )Peggy Khadijah Melati Sukma, (Pejuang Kemanusiaan untuk Perempuan dan Anak Palestina) Dr. (HC) Rahmawati SP (Pejuang Kebangsaan)Taufik Ismail (Pejuang Keumatan dan Kebangsaan)Dra. Wirianingsih, (Pejuang Generasi Madani)Prabowo Subianto, (Pejuang Kedaulatan NKRI)Zaadid Taqwa, (Aktifis Mahasiswa Pemberani dan Inspiratif)Zeng Wei Jian, (Pejuang Informasi Kpentingan Rakyat Melalui Media Sosial).[adivammar/]

Sumber : Voa-islam.com

1000 Advokat Kawal Sudirman-Ida Fauziyah

1000 Advokat Kawal Sudirman-Ida Fauziyah

10Berita , SEMARANG – Sejumlah 1000 advokat menyatakan komitmen untuk mengawal dan membela  Sudirman Said-Ida Fauziyah dalam perhelatan Pilgub Jateng 2018. Sikap para advokat yang berasal dari berbagai organisasi profeai advkat inu karena merasa terpanggil untuk  mewujudkan Pilgub yang bersih, jujur dan adil.

“Sebab, sekecil apa pun kecurangan atau pelanggaran jelas akan menciderai proses Pilgub Jateng yang becik tur nyenengke,” kata Sunarto, inisiator gerakan, Senin (25/6) di Posko Perjuangan Merah Putih, Pamularsih, Semarang.

Menurt Cak To, begitu Sunarto dipanggil, 1000 advokat ini sepakat memberikan batuan advokasi independen kepada Sudirman Said – Ida Fauziyah.

Cak To menyampaikan,  tujuan pembentukan tim advokat independen ini untuk mengawal Pilgub Provinsi Jawa Tengah agar bersih dan jurdil. Ia tak ingin, ada sedikitpun kecurangan dalam pelaksanaan Pilgub Jateng periode 2018-2023.

“Pembelaan ini sifatnya sukarela yang berawal dari kepedulian tim advokasi, bahwa kebenaran, keberanian, kewajiban mutlak dibutuhkan dalam mengawal Sudirman-Ida,” ujarnya.

Joko Sutrisno atau Mbah Joko, inisiator lainya menambahkan, bersama Cak To dironya mengajak sejumlah elemen yang bergerak di bidang hukun  luntuk mensukseskan Pilgub yang bersih dan jurdil.

“Sebaggai Advokat dan Kurator yang memiliki jaringan nasional, kami menghubungi sahabat dan teman-teman dalam jumlah yang sangat banyak. Dan ini semua murni datang dari keinginan nurani teman-teman advokat,” terang dia.

Joko menambahkan, seluruh advokat yang bergabung memang murni untuk mengawal Sudirman–Ida Fauziyah. Sosok pasangan tersebut dinilai sangat layak dan bisa membangun Jateng menjadi lebih baik lagi.

“Mereka sosok yang bersih dan track record pasangan nomor urut 2 tersebut sama sekali tak ada bermasalah dengan hukum,” tambahnya.

Dukungan diberikan setelah, ia bersama dengan sejumlah rekan advokat lainnya menemukan kesamaan visi  dalam  membangun Jateng.  

Joko mengungkapkan, advokat yang bergabung tidak hanya di Jateng, tetapi dari seluruh Indonesia. Mereka siap memback up dan mengawal Sudirman – Ida Fauziyah dalam Pilgub Jateng.

“Kami akan mengawal, jangan sampai satu suara pun Sudirman hilang akibat kecurangan atau terror atau lainnya,” tandas dia.

Sumber : Ngelmu.co