OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Selasa, 26 Juni 2018

Soal Utang RI Rp9.000 T, Luhut: Nggak Ngerti Jangan Ngomong; Warganet: Hanya Ahli Ngutang Yang Boleh Ngomong

Soal Utang RI Rp9.000 T, Luhut: Nggak Ngerti Jangan Ngomong; Warganet: Hanya Ahli Ngutang Yang Boleh Ngomong


10Berita, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengkritik utang Indonesia mencapai Rp 9.000 triliun. Utang itu berasal dari gabungan pemerintah, utang BUMN, dan utang lembaga keuangan.

Menanggapi itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) sepertinya naik pitam dan mengatakan jika tidak mengerti soal utang lebih baik tidak dibicarakan.

"Kalau nggak ngerti nggak usah diomongin lah, kita ini kan nggak bego-bego amat, tahu lah kita itu semua. Nggak usah (diomongin)," kata Luhut di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Jakarta, Senin (25/6/2018), seperti dilansir detikcom.

— detikcom (@detikcom) 25 Juni 2018


Link: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4082844/prabowo-sebut-utang-ri-rp-9000-t-luhut-nggak-ngerti-jangan-ngomong

***

Pernyataan LBP ini ditanggapi warganet.

"Bener juga kata om LBP hanya ahli ngutang yg boleh bicara," komen akun @SangarjunaCool di twitter.

"Orang ngomong tuh dijamin UUD, yg haram & hrs kita lawan kl ada yg jd pengkhianat negara Pak @LuhutPandjaitan, data ada, menkeu mengakui, artikelnya ada di Bloomberg, bukan karangan Prabowo, trus yg ga ngerti sopo?" sergah @BudiWdp.

"Firasatku mengatakan LBP ini klu rezim Jokowi bubar iya akan mendekam dipenjara dan akan mati terhina dipenjara.. semoga firasatku ini Alloh jadikan kenyataan," timpal @AbdyRifqy.

Bener juga kata om LBP hanya ahli ngutang yg boleh bicara

— KacungCinta☆☆☆ (@SangarjunaCool) 26 Juni 2018


Emang Pak Prabowo ga ngerti soal utang-utangan, yg pandai berhutang kan situ Pak LBP.. bleguk..😁

— Diana (@DianaMasayu) 26 Juni 2018


— SaveUnityDiversity (@BudiWdp) 26 Juni 2018


Dia itu mentri atau jubir atau presiden sih ko dia semua yg tangani...si baperan nih hut

— 🇭 🇮 🇹 🇴 🇸 🇮 ~🇮 🇸 🇦 🇲 🇺 (@azumi_tsuyoshi) 25 Juni 2018


Firasatku mengatakan LBP ini klu rezim Jokowi bubar iya akan mendekam dipenjara dan akan mati terhina dipenjara.. semoga firasatku ini Alloh jadikan kenyataan.

— Rifqy Abdy (@AbdyRifqy) 26 Juni 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Hampir Saja Masuk Neraka, Pemuda Itu Akhirnya Masuk Surga Berkat Satu Kalimat Ini

Hampir Saja Masuk Neraka, Pemuda Itu Akhirnya Masuk Surga Berkat Satu Kalimat Ini

Referensi pihak ketiga

10Berita, Rasulullah bercerita “Sungguh Allah akan membebaskan seseorang dari umatku di hadapan seluruh manusia pada hari kiamat.”

“Ketika itu dibentangkan 99 tumpukan buku catatan (keburukan) miliknya. Setiap buku catatan dosa panjangnya sejauh mata memandang.”

Kemudian Allah berkata kepada seluruh makhluk, “Apakah ada yang engkau ingkari dari semua catatan ini, apakah (para) malaikat pencatat amal telah berlaku curang kepadamu?” Dia menjawab, “Tidak, wahai Rabbku.”

Allah bertanya, “Apakah engkau memiliki udzur (alasan)?” Dia menjawab, ‘Tidak wahai Rabbku.”

Tak sanggup lagi dia beralasan. Karena dakwah telah sampai di telinganya, dia juga sudah tahu bagaimana seharusnya dan apa yang semestinya tidak dilakukannya. Tapi, ia cenderung mengikuti hawa nafsu yang tergiur mencicipi dosa demi dosa yang tampak menggiurkan.

Orang tersebut, saking takutnya dan merasa bakal celaka lantaran begitu banyaknya dosa-dosa, ia melupakan kebaikan yang pernah dilakukannya, lalu Allah mengingatkannya.

Allah berkata kepada hamba-Nya itu, “Bahkan sesungguhnya engkau memiliki satu kebaikan di sisi-Ku dan sungguh pada hari ini engkau tidak akan dianiaya sedikit pun.”

Sebagaimana keburukan diperlhatkan dari yang besar hingga yang kecil, maka kebaikanpun juga ditampakkan, meskipun itu dianggap kecil.

Dalam keadaan takut karena banyaknya dosa, tentu ia berharap masih punya simpanan kebaikan yang akan mengimbangi keburukannya, atau minimal mengurangi beban timbangan keburukan yang begitu berat.

Bayangkan jika orang itu adalah kita, pasti akan penasaran dan harap-harap cemas, kiranya apakah gerangan kebaikan yang belum dia ingat itu. Dan ternyata terlihat hanya sebuah kartu kecil…

“Kemudian dikeluarkanlah sebuah bithaqah (kartu kecil) bertuliskan ‘asyhadu an laa ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuluh.”

Ya, kartu yang hanya bertuliskan satu kalimat syahadatain, yang jika dilihat ketebalan dan ukurannya amatlah jauh dari tumpukan buku catatan keburukan miliknya.

Lalu Allah berkata pada hamba-Nya itu ‘Datangkan timbanganmu’.

Saat itu, ia pun pesimis pada saat didatangkan timbangan, sementara ia melihat begitu jauh perbandingan antara kebaikan dan keburukannya. Harapannya nyaris sirna setelah melihat kebaikannya hanya berupa satu kalimat yang singkat tertulis dalam satu kartu yang kecil.

Dia berkata, “Wahai Rabbku, apalah artinya kartu ini dibandingkan seluruh buku catatan keburukan itu?”

Ini menggambarkan betapa pesimisnya ia. Akan tetapi,

Allah berkata kepada hamba-Nya itu, “Sungguh kamu tidak akan dianiaya.”

Allah tidak menganiaya hamba-Nya, sekecil apapun kebaikan yang dilakukan akan ditimbang, apalagi kebaikan yang memiliki nilai yang besar dan agung. Dan apa yang terjadi kemudian sangat dramatis. Nabi melanjutkan kabarnya,

Kemudian diletakkanlah tumpukan buku catatan keburukan tersebut pada satu daun timbangan, sedangkan kartu itu pada daun timbangan yang lain.

Maka tumpukan buku catatan keburukan tersebut terangkat dan kartu (laa ilaha illallah) lebih berat. Demikianlah, tidak ada satupun yang lebih berat dari sesuatu yang padanya terdapat nama Allah.

Allahu Akbar, peristiwa yang menegangkan tersebut berakhir dengan keberuntungan orang itu. Ia akhirnya selamat dengan modal satu kalimat, yakni dua kalimat syahadat.

Sumber: www.ikhtisarislami.com

4 Fakta Menarik Seputar Pilkada Serentak 2018

4 Fakta Menarik Seputar Pilkada Serentak 2018

10Berita, JAKARTA—Pemilihan kepala daerah (Pilkada) akan serentak dilaksanakan pada 27 Juni 2018. Menurut data dari KPU pusat di laman resminya, daftar pemilih tetap mencapai 152.058.452 orang. Sedangkan jumlah TPS mencapai 387.566.

Selain catatan tersebut, ada beberapa fakta menarik lainnya terkait pilkada serentak 27 Juni nanti. Berikut ini ulasannya.

1. Digelar di 171 daerah dan diikuti 520 paslon

Jika Pilkada Serentak tahun lalu diikuti 101 daerah, tahun ini digelar di 171 daerah dengan rincian 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten.

Terdapat 520 calon pasangan yang bertarung, dengan rincian diikuti 55 pasangan pada pilkada provinsi, 344 pasangan pada pilkada bupati, dan 121 pasangan pada pilkada wali kota.

2. Anggaran Pilkada Rp 15,95 triliun

Dengan jumlah pemilih tetap yang bertambah banyak dan digelar di 171 daerah, daba yang dikucurkan pun tak kalah banyak. Dana untuk Pilkada tersebut terhitung sebesar Rp 15,95 triliun, dengan rincian untuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rp 11,9 triliun, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rp 3,6 triliun, dan untuk pengamanan Rp 379 miliar.

3. 15 Daerah Diikuti Calon Tunggal

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat menyebutkan, pasangan calon tunggal dalam Pilkada kali ini jumlahnya mencapai 15 daerah. Para calon kepala daerah di ke-15 daerah itu terdiri dari Deli Serdang, Padang Lawas Utara, Kota Prabumulih, Pasuruan, Lebak, Tangerang, Kota Tangerang, Tapin, Minahasa Tenggara, Bone, Enrekang, Mamasa, Mamberamo Tengah, Puncak, dan Jayawijaya.

4. 27 Juni 2018 Resmi jadi Hari Libur Nasional

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan hari pelaksanaan Pilkada 2018, pada 27 Juni besok sebagai hari libur nasional. Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) nomor 14 tahun 2018 tentang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota tahun 2018 sebagai Libur Nasional. []

SUMBER: MERDEKA
,  Islampos.

LSI: Di Jabar “Asyik” Tertinggi, Calon PDIP Paling Buncit

LSI: Di Jabar “Asyik” Tertinggi, Calon PDIP Paling Buncit


10Berita – Satu hari jelang pencoblosan Pilgub Jawa Barat 2018, Laju Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei terakhirnya.

Hasilnya, pasangan nomor urut tiga, Sudrajat-Akhmad Syaikhu (Asyik) paling tertinggi tingkat keterpilihannya.

Pasangan Asyik yang diusung Partai Gerinda, PKS dan PAN itu paling banyak dipilih oleh responden, yakni sebanyak 36,7 persen.

Sementara pasangan yang diusung Partai Demokrat dan Partai Golkar, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi dipilih oleh 26,3 persen responden. Sedangkan posisi ketiga Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum meraih 25,1 persen responden.

Sementara pasangan yang diusung PDIP, TB Hasanuddin-Anton Charliyan hanya dipilih 10,3 persen responden.

“Yang masih belum menentukan pilihan sebanyak 1,6 persen responden,” kata Direktur Eksekutif LSI, Sobirin melalui siaran elektroniknya, Bandung, Senin (25/6/2018).

Sobirin menilai keunggulan Asyik karena pasangan itu diuntungkan dengan rekomendasi ulama dan tokoh besar nasional.

“Rekomendasi ulama dan tokoh nasional memiliki peran besar mendulang suara Asyik di Jawa Barat,” ujar Sobirin.

Dikatakan dia, dari hasil survei kali ini ditemukan perolehan suara Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi terlihat statis jika dibandingkan hasil survei sebelumnya, karena tidak ada gebrakan yang berarti saat masa kampanye.

Sedangkan Ridwan Kamil sebagai Cagub yang populer di kalangan generasi milenial mendapatkan pukulan yang sangat berat dengan adanya isu dukungan kaum LGBT yang tidak disukai oleh mayoritas masyarakat Jawa Barat.

“Khusus TB Hasanuddin-Anton Charliyan yang tidak memilik basis utama pendukung, akan sangat sulit memperoleh suara yang besar karena hanya mengandalkan pergerakan mesin partai dan belum menunjukan program yang benar benar diminati masyarakat Jawa Barat,” papar Sobirin.

Survey LSI ini dilakukan pada  4-20 Juni 2018 yang melibatkan 1.142 responden berdasarkan DPT Jawa Barat untuk Pilkada Jawa Barat sebanyak 31.735.133, dengan margin of error sebesar 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.(kl/)

Sumber : teropongsenayan

PARAH! Belum Pencoblosan, Surat C1 Sudah Terisi Ditemukan di Bontoala, NH-Aziz Tertinggi

PARAH! Belum Pencoblosan, Surat C1 Sudah Terisi Ditemukan di Bontoala, NH-Aziz Tertinggi


10Berita,  MAKASSAR- Menjelang pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Selatan, situasi kini mulai memanas. Kali ini, beredar lembar formulir C1 Pigub Sulsel yang telah diisi ditemukan di Kelurahan Parang Layang, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Senin (25/6/2018).

Lembar formulir tersebut ditemukan di 9 TPS yang ada di Kecamatan Bontoala. Dimana, lembar tersebut telah ditandatangani oleh anggota Kelompok Penyelenggar Pemungutan Suara (KPPS) akan tetapi namanya tidak dicantumkan di dalam surat C1 tersebut.

Panwaslu Kota Makassar membenarkan laporan surat C1 yang sudah terisi di Kelurahan Parang Layang, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Senin (25/6/2018) malam.

Lembar formulir tersebut ditemukan di 9 TPS yang ada di Kecamatan Bontoala. Dimana, lembar tersebut telah ditandatangani oleh anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), akan tetapi namanya tidak dicantumkan di dalam surat C1 tersebut.

Dalam surat C1 yang telah terisi itu, pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahar Mudzakkar (NH-Aziz yang diusung Golkar, Nasdem) unggul dengan perolehan 100 suara. Sementara Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo (Agus-TBL) mendapat suara 9, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan) sebanyak 20 dan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) sebanyak 90.

Selanjutnya, surat suara yang sah berjumlah 215 dan yang tidak sah sebanyak 4 suara saja. Padahal semestinya, C1 bisa diisi setelah pencoblosan sesuai hasil perhitungan suara di TPS dan harus disaksikan oleh para saksi pasangan calon.


Saat ini, laporan tersebut sementara dalam proses Panwaslu Makassar. Hal ini dibenarkan oleh Ketua Panwaslu Kota Makassar, Nursani.

“Sementara. Ini sementara diklarifikasi saksi-saksi,” kata Nursani, Selasa (26/6/2018) dini hari.

Saat ditanya soal langkah yang akan ditempuh Panwaslu, dia mengatakan akan melakukan penelusuran bukti-bukti pendukung jika memang hal ini benar-benar terjadi.

“Kami akan melakukan penelusuran, termasuk mengumpukan bukti-bukti yang lain,” tandasnya.

Sumber: http://gosulsel.com/2018/06/26/kacau-panwaslu-makassar-benarkan-c1-yang-sudah-terisi-unggulkan-nh-aziz/

BUMN Seharusnya Jadi Motor Ekonomi, Bukan Bancakan Politik

BUMN Seharusnya Jadi Motor Ekonomi, Bukan Bancakan Politik

10Berita – Capres Rizal Ramli (RR) menyatakan masalah yang menimpa PT Garuda Indonesia hanya sebagian kecil  masalah yang menimpa BUMN di Indonesia.

“Pengelolaan BUMN ini payah sekali, harusnya BUMN jadi motor penggerak percepatan ekonomi nasional,” ujar RR di kediamannya, kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (25/6).

Parahnya lagi, sambung ekonom senior ini, BUMN tak ubahnya hanya menjadi bahan bancakan politik dan kepentingan dari elite tertentu.

“BUMN hanya jadi alat dalam mobilisasi politik dan kepentingan. Harusnya jadi motor, ini malah jadi bancakan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, RR juga menuding kinerjanya Kementerian BUMN di bawah Rini Soemarno sangat jeblok.

“Akibatnya banyak BUMN yang rugi, ada Garuda, PGN, Pertamina, harusnya untung,” tegasnya lagi.

Padahal total aset BUMN sejak tahun 2000 ialah Rp 7.200 triliun, di mana Rp 1.000 triliunnya merupakan sumbangsih RR saat menjadi Menko Perekononian dan Preskom beberapa BUMN.

Dengan tegas, RR juga meminta Presiden Jokowi untuk memecat Rini Soemarno. Namun, ketika ditanya siapa figur yang tepat ia enggan menyebutnya.

“Ini menunjukan kalau presiden Jokowi tidak sungguh-sungguh membenahi BUMN. Kasus Garuda menunjukan Ketidakberhasilan Rini Sumarno. Soal siapa penggantinya itu urusan Pak Jokowi,” pungkasnya. ()

Sumber : rmol

Bekal Mencoblos ala Buya Yahya: Calon yang Terbukti Berjuang untuk Umat

Bekal Mencoblos ala Buya Yahya: Calon yang Terbukti Berjuang untuk Umat

muhammad abdus syakur/hidayatullah.com

10Berita – Ulama Jawa Barat asal Cirebon, Ustadz Yahya Zainul Maarif atau dikenal dengan Buya Yahya, menyampaikan sejumlah tips dalam memilih calon memimpin, menyambut Pilkada Serentak yang akan digelar besok, Rabu (27/06/2018).

Pengasuh LPD Al-Bahjah itu berpesan kepada umat agar menjadikan lima hal berikut untuk bekal hati dalam memilih.

“Pertama; niat yang mulia yang dibarengi shalat hajat, istikhoroh,dan permohonan kepada Allah Subhanahu Wata’ala,” sebutnya sebagaimana dirilis lewat fanspage resmi terverifikasinya di Facebook, @buyayahya.albahjah, baru-baru ini.

Kedua, tentang kedekatan calon pemimpin kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Ketiga, kedekatan calon dengan hamba-hamba Allah Subhanahu Wata’ala. “Dalam arti telah terbukti dalam hidupnya ada perjuangan untuk umat agar semakin dekat kepada Allah Subhanahu Wata’ala,” jelasnya.

Keempat, mengenai siapa saja yang berada di sekitar calon tersebut.

“Pemimpin yang baik jika yang menemaninya adalah orang yang tidak takut kepada Allah Subhanahu Wata’ala, maka amat sulit baginya untuk menegakkan sebuah kebenaran atau menghentikan kemungkaran,” terangnya.

Kelima, tambah Buya Yahya, perlunya bertawakal. Berserah kepada Allah Subhanahu Wata’ala yang Maha Memberi petunjuk dan bimbingan.

Ia juga berpesan, “Wahai saudaraku, Anda di ambang pemilihan calon pemimpin. Tidak ada yang menyelamatkan Anda dari fitnah kecuali jika Anda menjalani proses pemilihan ini dengan penuh kerinduan kepada Allah Subhanahu Wata’ala dan merasakan sebuah tanggung jawab besar dihadapan Allah Subhanahu Wata’ala.”

Menurutnya, jangan memilih siapapun kecuali terbetik di hati calon pemilih makna kejayaan Islam dan umat Islam di bawah pengayoman pemimpin yang dipilih, sekaligus sadari bahwa peran hati sangatlah menentukan pilihan tersebut.

“Hati inilah yang akan menumbuhkan amanat dan tanggung jawab di hadapan Allah Subhanahu Wata’ala. Amanah yang ada di pundak Anda adalah amat besar. Sekali Anda memilih seorang calon sementara Anda sadar secara lahir ada tanda-tanda ketidakbaikan padanya dan Anda pun tetap memilihnya. Apalagi jika pilihan Anda berangkat dari kepentingan Anda pribadi atau imbalan materi.

Jika ternyata pemimpin itu adalah benar-benar pemimpin yang culas, korup dan berkhianat kepada Allah Subhanahu Wata’ala dan agama Allah Subhanahu Wata’ala, maka Anda adalah salah satu orang yang mempunyai saham dalam dosa-dosa bersama pemimpin tersebut.

Setiap dosa yang dilakukan pemimpin tersebut jika dilakukan atas dasar kepemimpinan yang Anda berikan kepadanya adalah tabungan dosa buat Anda yang telah memilihnya. Menjaga amanat yang dibebankan kepada Anda adalah kejernihan pikir dan hati Anda di saat memilih dengan tidak terpengaruh oleh rupiah, hadiah, dan janji jabatan yang diberikan kepada Anda atau hubungan persaudaraan atau organisasi dan partai.

Hadirkan di hati Anda kejayaan Islam dan umat Islam di saat hendak memilih. Jauhkan kepentingan-kepentingan yang tidak karena Allah Subhanahu Wata’ala,” wejangnya panjang lebar.*

Sumber : Hidayatullah.com

Anis Matta: Kombinasi Dahsyat 4 Elemen Kemenangan Erdogan

Anis Matta: Kombinasi Dahsyat 4 Elemen Kemenangan Erdogan


Oleh: Anis Matta

Pemilu Turki tahun ini bersejarah karena merupakan titik perubahan sistem pemerintahan dari parlementer ke presidensial.. Perubahan ini merupakan kehendak rakyat yang dinyatakan lewat Referendum..

Erdogan menjadi presiden eksekutif pertama di Turki dengan legitimasi yang kuat karena meraih lebih dari 50% suara..

Erdogan terpilih kembali di tengah semua konspirasi internasional untuk menjatuhkannya, termasuk menggunakan 'currency war' dengan menjatuhkan nilai Lira hingga 21% sebelum pemilu..

Ketika terkonfirmasi Erdogan menang, mata uang Lira langsung menguat lebih dari 2% dalam hitungan hari..

Kemenangan ini adalah kombinasi dahsyat dari 4 elemen: 1) kinerja pemerintahan selama 15 tahun, khususnya di bidang ekonomi; 2) kharisma Erdogan; 3) mesin partai AKP; dan 4) dukungan internasional dari umat Islam dunia..

Pertumbuhan ekonomi Tukri 2017 mencapai 7,4%, melampaui target dan tercepat di Eropa..

Erdogan dicintai rakyat Turki karena berhasil membangkitkan negeri itu menjadi salah satu pemain penting di Eropa dan dunia..

Turki juga “pasang badan” dalam isu Suriah.. Termasuk bersedia menerima 2,2 juta pengungsi, ditambah pengungsi dari dunia islam lainnya..

Dalam pemilihan parlemen yang dilaksanakan bersamaan, Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) pun unggul, meraih lebih dari 40% suara untuk duduk di Parlemen..

Tidak ada calon presiden di dunia yang kemenangannya begitu banyak didoakan oleh warga dunia seperti umat muslim dunia mendoakan kemenangan bagi Erdogan..

Tidak ada calon presiden di dunia yg kemenangannya begitu banyak didoakan oleh warga dunia seperti umat muslim dunia mendoakan kemenangan bagi Erdogan..

— Anis Matta (@anismatta) 26 Juni 2018

(Dari twit @anismatta 26 Juni 2018)

Sumber :Portal Islam 

Benarkah Polri (akan) Netral dalam Pilkada?

Benarkah Polri (akan) Netral dalam Pilkada?



10Berita, JAKARTA - Aparat kepolisian nampaknya saat ini betul-betul sedang diamati profesionalitasnya sebagai institusi Negara, terlebih terkait sikap Polri atas Pilkada serentak yang akan digelar pada tanggal 27 Juni nanti. “Benarkah Polisi netral dalam Pilkada DKI yang lalu? Pilkada Maluku? Pilkada Sumut? Pilkada Jabar? Dan lain-lain.

Publik tidak bisa dibodohi. Mata publik terlalu banyak sekarang. Maka, bangkitlah wahai bhayangkara-bhayangkara sejati. Banyak masalah pelik integritas dikepolisian yang belum tuntas. Sekarang Politik,” kata Ketum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, Ahad (24/6/2018), di akun Twitter pribadi miliknya.


Adanya kepercayaan yang disebut juga mulai tergerus di mata masyarakat, Polri juga seharusnya dijadikan perhatian. Anekdot-anekdot tentang Polisi banyak sekali, sebagai bentuk kritik dan rendahnya kepercayaan publik terhadap Polisi. 

Misal: Lapor hilang 1 Kambing, bisa ikut hilang kerbau. Kita paham betul beban kepolisian yang teramat banyak, maka jangan biarkan ditambah upaya politisasi terhadap Polisi.”

Dahnil berharap Polri dengan segenap perwiranya dapat menunjukkan bahwa tetap berdiri di atas semua golongan, termasuk tidak masuk ke ranah politik. “Semoga, ada sikap terang dan berani dari perwira-perwira polisi yang lurus untuk bersuara dan bergerak menyelamatkan institusi kepolisian agar tidak terus diseret menjadi alat politik dan kehilangan tempat di hati publik.” (Robi/)

Sumber :voa-islam.com

[PilGub Jabar] MANTAP! Ratusan Jenderal Ikut Menangkan ASYIK

[PilGub Jabar] MANTAP! Ratusan Jenderal Ikut Menangkan ASYIK


10Berita, Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR) telah menerjunkan sebanyak 101 purnawirawan perwira tinggi TNI ke Jawa Barat untuk memperjuangkan kemenangan pasangan Sudrajat-Syaikhu (Asyik). Yakni, terhitung sejak tanggal 18 Juni 2018.

Menurut Ketua Umum PPIR Mayjen (purn) TNI Musa Bangun, sebanyak 101 purnawirawan jenderal ini disebarkan ke 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Para jenderal tersebut bertugas menghimpun kekuatan bersama ribuan purnawirawan lain dan masyarakat di Jawa Barat untuk memenangkan pasangan Sudrajat-Syaikhu.

Musa mengatakan, selain menghimpun kekuatan suara, pihaknya juga memastikan tidak terjadi kecurangan.

“Kami ingin demokrasi berjalan baik dan tidak ternodai oleh praktik-praktik tak terpuji,” ujar Musa, Senin 25 Juni 2018

Menurut Musa, para singa-singa tua ini seharusnya beristirahat menikmati hari tua bersama anak cucu di rumah. Namun, dia menolak diam karena janji mengawal dan menjaga NKRI telah terpatri di dalam hati hingga tembakan salvo mengiringi ke liang lahat.

Dia berpendapat, pasangan Asyik adalah figur yang layak diperjuangkan dan dimenangkan. Karena, pasangan ini tidak sekadar saling melengkapi, tetapi juga berpengalaman dan tidak memiliki cacat korupsi.

Selain itu, keduanya juga merupakan pribadi yang sangat nasionalis dan religius. “Karena itu, kami menyerukan kepada para senior dan adik-adik purnawirawan, mari kita berjuang bersama memenangkan Sudrajat-Syaikhu,” katanya.

PPIR, kata dia, sebagai sayap Partai Gerindra saat ini telah menghimpun ribuan purnawirawan TNI dan Polri dalam struktur organisasi sampai ke kabupaten/kota, kecamatan, dan desa bersama sama rakyat untuk berjuang merebut kembali Indonesia raya.

Sumber: Republika