OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Kamis, 19 Juli 2018

IPW Akui Ganjil-Genap Anies-Sandi Kurangi Macet Jakarta Hingga 50%

IPW Akui Ganjil-Genap Anies-Sandi Kurangi Macet Jakarta Hingga 50%

10Berita – Penerapan genap ganjil (Gega) bagi mobil di jalanan Jakarta menjelang Asian Games adalah blessing ini disguise (berkah di tengah masalah) bagi warga ibukota. Terbukti, selama uji coba tingkat kemacetan lalu lintas kota Jakarta berkurang hingga 50 persen.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane menilai penerapan Gega (genap-ganjil) adalah salah satu solusi dalam mengatasi kemacetan lalulintas Jakarta.

Dari pantauan IPW, dijelaskan Neta, sejak dimulainya uji coba Gega, arus lalu lintas kota Jakarta relatif lancar. Simpul simpul kepadatan dan kemacetan berkurang drastis. Masyarakat merasa nyaman saat berkendaraan di jalanan. Aparatur Polisi lalu lintas semakin mudah mengendalikan dan merekayasa lalu lintas Jakarta.

“Untuk itu Polda Metro Jaya dan Pemprov Jakarta perlu mencermati dan mengevaluasi secara menyeluruh tahapan Penerapan Gega tersebut,” ujar Neta, di Jakarta, Kamis (19/7).

Yakni mulai dari Tahap Uji Coba tanggal 2 hingga 31 Juli 2018, yang terdiri dari Tahap Sosialisasi penerapan Gega pada 2 hingga 17 Juli, tahap Teguran dan Mengeluarkan Pelanggar dari Jalur Gage pada 18 hingga 31 Juli, Tahap Pemberlakuan Gega dalam rangka Asian Games dari 1 Agustus hingga 4 September 2018 .

Dalam proses itu, kata Neta, banyak hal yang patut dicermati Polda Metro Jaya, misalnya pemasangan rambu rambu yang belum ada di pintu pintu masuk Jakarta, baik dari arah Bekasi, Bogor, Depok maupun Tangerang yang memberitahukan bahwa Jakarta sudah memberlakukan Sistem Gega.

Selain itu, ditambahkan Neta, jajaran Polisi Lalulintas harus berani bersikap tegas, konsisten dan tidak diskriminatif dalam menindak pelanggar Gega, terutama terhadap aparatur TNI Polri pengguna nomor kendaraan khusus yang melanggar Gega dan mobil mobil mewah sipil yang menggunakan nopol dinas TNI Polri. Jajaran polisi lalu lintas jangan mentolerir kendaraan yang melanggar aturan Gega.

“Masyarakat harus menghormati Sistem Gega dan jangan egois mau menang sendiri, dengan berbagai alasan menerobos Sistem Gega. Kendaraan yang bebas melintas Gega hanya plat nomor merah, mobil dinas tni polri, ambulance dan pemadam kebakaran. Sikap tegas Polisi Lalulintas ini menjadi kunci suksesnya penerapan Gega di ibukota,” ujar Neta.

Melihat besarnya manfaat Gega dalam mengurangi kemacetan lalulintas di ibukota sudah saatnya Gega diterapkan di semua jalanan Jakarta. Selain mobil, penerapan Gega perlu diberlakukan bagi sepeda motor. Dengan demikian lalulintas Jakarta akan lebih tertib. Sebab saat tanggal ganjil semua kendaraan bermotor dengan nopol genap akan “beristirahat”.

“Sebaliknya, jika tanggal genap, nopol ganjil yang “beristirahat”. Namun Pemprov Jakarta perlu meningkatkan kualitas dan kuantitas angkutan umum, sehingga masyarakat Jakarta tetap bisa beraktivitas,” pungkas Neta. (swa)

Sumber : swa,Eramuslim.com 

Tanggapan Dr. Abdul Chair Terhadap Pencalonan Kapitra Ampera Sebagai Bacaleg PDI-P

Tanggapan Dr. Abdul Chair Terhadap Pencalonan Kapitra Ampera Sebagai Bacaleg PDI-P

10Berita - Surat tanggapan ini tidak dimaksudkan untuk mendukung atau tidak mendukung Sdr. Kapitra Ampera yang diberitakan oleh sejumlah media “dicalonkan sebagai Bacaleg DPR-RI” dari PDI-P. Adalah hak konstitusional yang bersangkutan, terlepas dari makna-makna simbolik yang disampaikan.

Namun, ada beberapa hal yang harus diketahui publik tentang mekanisme pencalonan setiap warga negara Indonesia untuk menjadi Bacaleg pada Pileg tahun 2019 yang akan datang.

Merujuk kepada pemberitaan media dan pernyataan resmi yang bersangkutan, terlihat secara jelas bahwa Sdr. Kapitra Ampera mengetahui secara pasti bahwa sebelumnya ada sejumlah orang yang menginginkan dirinya agar bersedia dicalonkan sebagai Bacaleg. Terlepas dari apapun partainya, orang lain atau suatu kelompok yang mencalonkan seseorang sebagai Bacaleg dapat saja terjadi. Namun demikian, apabila setelahnya orang yang dicalonkan tersebut telah masuk “bursa Bacaleg” apalagi telah ditentukan oleh partai Daerah Pemilihannya, maka sudah dapat dipastikan bahwa orang tersebut telah melengkapi sejumlah persyaratan sebagai Bacaleg sebagaimana ketentuan yang telah ditetapkan oleh KPU.

Lebih lanjut, menjadi aneh apabila PDI-P secara resmi telah menyatakan pencalonan atas diri Sdr. Kapitra Ampera sebagai Bacaleg Dapil Riau, sementara yang bersangkutan menyatakan tidak tahu atas pencalonannya tersebut.

Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa periode pendaftaran Bacaleg adalah sebagai berikut:

1. Tanggal 4 Juni – 17 Juli 2018 mengupload berkas/data Caleg DCS dalam bentuk PDF ke Sistem Informasi Pencalonan (Silon), website KPU.

2. Tanggal 4 – 17 Juli 2018 mengajukan Caleg DCS beserta persyaratan ke KPU.

Memperhatikan penjadwalan di atas dan adanya inkonsistensi pernyataan baik pihak PDI-P maupun Sdr. Kapitra Ampera, maka persoalannya adalah jika memang benar yang bersangkutan telah didaftarkan sebagai Bacaleg, maka dipastikan dirinya sudah melengkapi semua persyaratan sebagai Bacaleg dan sudah terinput dalam Silon KPU sebelum batas waktu berakhir, yakni tanggal 17 Juli 2018, Jam: 24.00 WIB.
Di sisi lain, apabila yang bersangkutan memang tidak pernah sama sekali menyerahkan dokumen persyaratan, maka dipastikan bahwa dirinya tidak mungkin terdaftar sebagai Bacaleg.

Jika benar Sdr.Kapitra Ampera belum pernah sama sekali menyerahkan dokumen dimaksud, bermakna pernyataan resmi PDI-P patut dipertanyakan. Mengapa diberitakan Sdr. Kapitra Ampera sebagai salah satu Bacaleg PDI-P?

Sebaliknya, jika memang benar Sdr. Kapitra Ampera telah menyerahkan dokumen aquo, maka pernyataan tentang ketidaktahuannya telah dicalonkan oleh PDI-P adalah suatu kebohongan besar yang menyangkut integritas dirinya.

Berdasarkan keterangan resmi pihak PDI-P yang diberitakan oleh detik (18-7-2018), diketahui bahwa dokumen persyaratan Bacaleg atas nama Sdr. Kapitara Ampera telah diserahkan secara resmi kepada KPU oleh PDI-P pada tanggal 17 Juli 2018 kemarin. Menjadi sangat aneh pernyataan Sdr. Kapitra Ampera bahwa dia akan istikharah dulu, disisi lain akan diupayakan komunikasi intens antara PDI-P dengan dirinya. Tidak masuk akal, logikanya bagaimana mungkin komunikasi dilakukan setelah dokumen secara resmi telah diserahkan ke KPU.

Kemudian tentang istikharah, adalah tidak tepat, seyogyanya dilakukan sebelum penyerahan dokumen persyaratan Bacaleg. Dengan demikian, dapat dikatakan istikharah telah kehilangan obyeknya, sepanjang tidak dimaknai yang bersangkutan mengundurkan diri sebelum ditetapkan Daftar Calon Tetap oleh KPU.

Inkonsistensi pernyataan antara PDI-P dengan Sdr. Kapitra Ampera akan terjawab ketika KPU menetapkan Daftar Calon Tetap (DCT), pada tanggal 21-23 September 2018. Sebelum itu, sulit untuk memastikannya. Apa yang diberitakan sekarang sebagai bagian “manuver atau over” itu sah-sah saja, bagi saya biasa saja, walaupun terkesan mengandung apa yang seharusnya tidak dikandung!

Saya pribadi sebagai kawan seperjuangan dalam setiap Aksi Bela Islam – khususnya ketika kasus Ahok diperiksa di Pengadilan – tidak bermaksud mempermasalahkan. Jika memang benar adanya pencalonan yang bersangkutan itu terjadi, maka itu adalah hak konstitusional dirinya, apapun pilihan partainya. Hanya saja, jika sudah menjadi pilihan untuk maju sebagai Bacaleg via PDI-P, saya dan kawan-kawan mantan seperjuangan dengan ini menyatakan keprihatinan yang mendalam. Sungguh, hati kecil kami sedih, kawan telah mengambil posisi yang sulit bagi kami untuk saat ini menerimanya.

Semoga pada saat KPU menetapkan Daftar Calon Tetap DPR-RI nama kawan tidak ada. Kalaupun ada, semoga kita ketemu di Senayan sama-sama mengingat perjuangan yang lalu dan bersama-sama pula untuk memperjuangkan apa yang kita dan umat Islam harapkan. Untuk yang tersebut terakhir ini, saya pribadi meragukannya, sungguh sulit terwujud sinergitas, apabila kita berbeda identitas dan kualitas.

Saya di PBB, partai yang konsisten berjuang menerapkan syariat Islam secara legal-konstitusional. Kita berbeda kutub. Imam kami adalah lelaki nan istiqamah dalam perjuangan Habibana Muhammad Rizieq Syihab.

Penulis: Dr. H. Abdul Chair Ramadhan, SH, MH, Ahli Hukum Pidana Aksi Bela Islam 212

Sumber : Kiblat.

5 Inspirasi Desain Ruang Keluarga Keren, No 3 Bikin Betah

5 Inspirasi Desain Ruang Keluarga Keren, No 3 Bikin Betah

 

10Berita, Apakah anda sedang mencari informasi tentang desain ruang keluarga yang bagus dan keren ?

Jika iya, silakan simak artikel ini hingga rampung karena di akhir post akan dicantumkan beberapa gambar ruang keluarga yang bagus dan bikin betah di rumah.

Dikutip dari laman arsitag.com (05/07/2018) ruang keluarga adalah jantung rumah yang menjadi pusat kehidupan. Agar senantiasa betah tinggal di rumah, tentu kamu ingin memiliki ruang keluarga yang bagus dan nyaman.

Yuk intip desain ruang keluarga super keren di bawah ini!

1. Ruang sempit bisa disulap jadi ruang keluarga yang keren

(foto : idntimes.com)

2. Desain minimalis

(foto : idntimes.com)

3. Dekorasi ruang keluarga dengan furnitur serba putih

(foto : idntimes.com)

4. Karpet bulu dan karpet motif tribal membuat ruang keluarga semakin indah

(foto : idntimes.com)

5. Serba putih

(foto : idntimes.com)

Sumber :UC News 

HRS: Kita Jadi Tahu Kemana Kapitra Berpihak…

HRS: Kita Jadi Tahu Kemana Kapitra Berpihak…


10Berita, Habib Rizieq Shihab (HRS) ikut mengomentari rencana Kapitra Ampera mendaftar bakal calon legislatif (bacaleg) lewat PDIP.

Pesan dari Imam Besar FPI tersebut disampaikan melalui Ketua Divisi Hukum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Damai Hari Lubis.

“Bagus, Kapitra telah memilih serta menentukan hak pilihannya sesuai HAM dan UUD 1945 serta Undang-undang Pemilu,” kata Damai menyampaikan pesan HRS kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (19/7).

Selain itu, HRS menambahkan, keputusan tersebut menunjukkan ke arah mana keberpihakan Kapitra yang sesungguhnya.

Khususnya terhadap PA 212 mau pun Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) tempat dirinya menaikkan pamor selama ini.

“Kalau untuk kami para aktifis muslim yang tergabung di PA 212, malah jadi  jelas terang benderang secara perjuangan. Mana yang kawan, serta mana yang lawan politis,” papar HRS melalui Damai.

HRS juga mempertanyakan sikap Kapitra selaku ulama yang bersama-sama ikut berjuang saat Aksi Bela Islam beberapa waktu lalu. Untuk itu, HRS menyerahkan sepenuhnya kepada umat muslim untuk menilai apa yang telah dilakukan Kapitra terkait rencananya mendaftar Bacaleg via PDIP.

“Selanjutnya terserah umat memilih sesuai UU yang berlaku. Mana yang setia kepada ulama, mana yang telah berhianat,” tutupnya.

Kapitra dikabarkan ikut meramaikan bursa Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 dari PDI Perjuangan.(kl/rakyatmerdeka)

Sumber : eramuslim.com

Tokoh Islam Jadi Cawapres Disebut Strategi Jokowi Karena Jauh dari Umat

Tokoh Islam Jadi Cawapres Disebut Strategi Jokowi Karena Jauh dari Umat


Ketua MUI KH Maruf Amin bersama Ketua Wantip MUI Din Syamsuddin

10Berita, SUKOHARJO  Aktifis Muda Muhammadiyah Mustofa Nahrawardaya ikut berkomentar atas isu munculnya nama ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kyai Ma’ruf Amin yang disebut bakal jadi Cawapres Presiden Jokowi.

Menurut Mustofa, Kyai Ma’ruf Amin akan digunakan untuk meraih simpati suara umat Islam.

“Ada saatnya umat Islam itu di Bully sebagai umat Islam yang bermasalah tapi ada kalanya dipuji karena dibutuhkan sebagai pemecah masalah. Maka saat ini kemungkinan diusulkan nama itu sebagai pemecah masalah, karena sedang dibutuhkan oleh calon presiden tertentu, yang sedang butuh suara umat Islam,” katanya kepada Jurnalislam.com di Masjid Baitul Makmur, Solo Baru, Ahad, (15/7/2018).

“Maka ketika pak Ma’ruf Amin dianggap sebagai representasi umat Islam, karena ketua MUI dianggap orang dan pihak yang pas sebagai Cawapres, kenapa, karena mungkin calon Presiden tersebut sedang bermasalah dengan umat Islam,” imbuhnya.

Menurut Mustofa, presiden Jokowi ingin meniru keberhasilan pasangan Ganjar-Yasin di Jawa Tengah, namun Mustofa tidak yakin keberhasilan di Jawa Tengah bisa ditiru di Jakarta.

“Dalam rangka ‘Menaklukan dan menggalang suara umat Islam’ dan itu sukses di Jawa Tengah meskipun suaranya juga tidak terlalu besar, hanya ada perbedaan berapa persen dengan pak Sudirman Said, oleh karena itu belum tentu pola di Jawa Tengah ini bisa ditiru di Jakarta,” ujarnya.

“Karena bagaimanapun yang disebut ketua MUI itu tidak rekapabilitas keahlian tertentu untuk jadi Cawapres yang diperlukan bangsa ini bukan doa, bukan ngaji dan hanya pintar baca Al-Quran tapi juga punya keahlian,” tandas Mustofa.

Sumber :Jurnal Islam 

MUI; Bilang Perda Syariah Radikal, Itu Pikiran Sesat dan Gagal Paham

MUI; Bilang Perda Syariah Radikal, Itu Pikiran Sesat dan Gagal Paham

10Berita – Beredar video Mahfud MD yang menyebut seruan Komite Persiapan Pemberlakuan Syariat Islam (KPPSI) Sulawesi Selatan terkait perda syariah sebagai radikal.

Video yang diambil dari tayangan program ILC TVOne pada Selasa (5/6) malam menuai beragam tanggapan, termasuk dari kalangan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI Pusat).

“Kalau kata-kata syariah dinilai radikal lalu bagaimana dengan bank syariah. ekonomi syariah, fitness syariah, hotel syariah dan sebagainya itu?” kata pengurus MUI Pusat sekaligus anggota dewan pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Brigjen (Purn) Pol. Anton Tabah Digdoyo kepada redaksi, Kamis (19/7).

Apalagi perda syariah secara empiris teruji sangat membantu keamanan dan ketertiban masyarakat jadi kondusif. Anton yang purnawirawan polisi ini menceritakan, berkali-kali dirinya menjadi komandan kewilayahan justru merasakan sangat besar manfaat perda syariah.

“Contoh maraknya kejahatan minuman keras (miras) atau minuman beralkohol (minol) karena hukum tentang miras minol tinggalan Belanda sangat sekuler,” terang Anton.

Dengan adanya perda syariah, pemerintah setempat bisa menekan kasus-kasus miras/minol tersebut. Bandingkan dengan daerah-daerah yang tidak buat perda syariah, ia yakin kewalahan mengatasi korban-korban berjatuhan akibat miras oplosan. 

“Contoh lain lagi Walikota Tangerang melihat banyak kasus wanita-wanita pekerja pabrik yang pulang jam 22 ke atas, banyak yang jadi korban kejahatan bahkan diperkosa dan dibunuh,” lanjutnya.

Pemkot Tangerang akhirnya membuat perda syariah agar wanita-wanita yang terpaksa masih di luar rumah jam 22 ke atas tidak boleh sendirian.

“Itu contoh-contoh perda syariah dan itu sangat membantu kamtibmas. Apa itu radikal?” tutur Anton.

Menurut dia, perlu ada definisi yang jelas dan tegas tentang radikal, sehingga orang tidak mudah main tuduh.

“Saya ingatkan dengan tegas, jangan mudah nuduh radikal. Jangan-jangan yang suka nuduh radikal itulah pelaku radikal,” imbuhnya. ()

Sumber : rmol, Eramuslim.com

Beda Jokowi dan Prabowo Saat Jenguk SBY di RSPAD, AHY Sampai Doakan Ketum Gerindra

Beda Jokowi dan Prabowo Saat Jenguk SBY di RSPAD, AHY Sampai Doakan Ketum Gerindra

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono tengah dirawat di RSPAD, Jakarta, Selasa (17/7/2018)

10Berita - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta sejak selasa (17/7/2018).

Sejumlah tokoh pun telah menjenguk SBY di RSPAD.

Belum lama ini, Ketua Umum Partai Gerindra prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo turut menjenguk SBY di RSPAD.

"Betul. Pukul 10.00 tadi, Pak Jokowi datang ke RSPAD. Bersama RI 2," kata Ketua DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean seperti dikutip dari Kompas.com.

Foto-foto ketika prabowo dan Jokowi menjenguk beredar.

Dari foto-foto tersebut tampak kondisi SBY dan ruangan tempatnya dirawat.

Prabowo

Prabowo tiba di RSPAD pada Rabu (18/7/2018) sekitar pukul 18.30 WIB.

Prabowo datang mengenakan stelan jas warna gelap dipadu dasi merah.

Prabowo datang didampingi oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sugiono.

Ketua Umum Partai Gerindra <a href='http://bogor.tribunnews.com/tag/prabowo?utm_source=ucnews_app&utm_content=bogor'>prabowo</a> Subianto ketika menjenguk Presiden keenam RI yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (18/7/2018). Ikut mendampingi SBY, istrinya Ani Yudhoyono dan dua putranya Agus Harimurti dan Edhie Baskoro.(Anung Anindito)

Di ruangan tempat SBy dirawat, tampak pula istri, Ani Yudhoyono, serta dua putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

Mereka juga berpenampilan rapi.

AHY dalam balutan kemeja putih, jas hitam, dan celana hitam. Sedangkan, Ibas dalam balutan batik merah dan celana hitam.

Di foto lain, prabowo dan SBY tampak berbincang.

Ketua Umum Partai Gerindra <a href='http://bogor.tribunnews.com/tag/prabowo?utm_source=ucnews_app&utm_content=bogor'>prabowo</a> Subianto ketika menjenguk Presiden keenam RI yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (18/7/2018).(Anung Anindito

Melansir Kompas.com, Mantan Danjen Kopassus itu mengaku kunjungannya ke rumah sakit juga untuk menjalin komunikasi politik.

"Ya ini kan musim politik ya, jadi saya kira wajar kalau kita menjalin komunikasi," tutur dia.

Namun, saat ditanya apakah nanti akan membahas mengenai koalisi partai politik dalam Pilpres 2019 mendatang, prabowo tidak menjawab secara jelas.

• Subianto : Dulu Kami sangat Dekat

"Ini menjenguk, masa ngomongin koalisi di rumah sakit," ujarnya.

Akun Instagram terverifikasi Agus Yudhoyono juga turut mengunggah foto bersama Prabowo.

AHY dan prabowo tampak bersalaman.

"Terima kasih Pak @prabowo telah menjenguk Pak SBY yang sedang dirawat di rumah sakit. Semoga bapak juga sehat selalu..." begitu tulis akun AHY di postingan.

agusyudhoyono

Presiden Jokowi

Jokowi datang ke RSPAD pada Kamis (19/7/2018).

Menurut Ferdinand Hutahaean, Jokowi datang sekitar pukul 10.00 WIB.

Dalam kesempatan itu, Jokowi didampingi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

• Diundur

Tak hanya JK, hadir pula Ibu Negara Iriana Jokowi dan istri Wapres, Mufidah Kalla.

Sementara SBY juga didampingi oleh Ani Yudhoyono.

Di foto, Jokowi dan JK berbincang dengan jarak cukup jauh.

Jokowi, JK dan ibu negara tampak berdiri di ujung tempat tidur SBY.

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menjenguk Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (19/7/2018).(Anung Anindito)

Foto ini juga diposting oleh akun Ani Yudhoyono.

"Terima kasih atas kunjungan Bapak Jokowi dan Ibu Iriana, Bapak JK dan Ibu Ida; Bapak prabowo Subianto; Bapak Djoko Suyanto, Pak Sudi Silalahi, dan para sahabat.

Kehadiran dan dan do’a dari seluruh rakyat Indonesia menambah kekuatan kami. Alhamdulillah Pak SBY semakin sehat." begitu tulis akun @aniyudhoyono yang sudah terverifikasi centang biru.

Sumber : TRIBUNNEWSBOGOR.COM

Ditanya Kaitan Bom Molotov dan #2019GantiPresiden, Ini Jawaban Mardani

Ditanya Kaitan Bom Molotov dan #2019GantiPresiden, Ini Jawaban Mardani


10Berita, Rumah Mardani Ali Sera dilempari dua bom molotov, Kamis (19/7/2018) dini hari. Anggota DPD RI Fahira Idris menyebut teror itu sebagai “main kasar”.

“Astagfirullah.. Sudah mulai main kasar rupanya.. Semoga Bang @MardaniAliSera dan seluruh keluarga selalu dalam lindungan AllahSWT..” kata anggota DPD RI Fahira Idris melalui akun Twitter pribadinya @fahiraidris, Kamis (19/7/2018).

Astagfirullah.. Sudah mulai main kasar rupanya.. Semoga Bang @MardaniAliSera dan seluruh keluarga selalu dalam lindungan AllahSWT.. https://t.co/6ZtRRDmW7v

— Fahira Idris DPD RI (@fahiraidris) 19 Juli 2018


Ada wartawan yang bertanya kepada Mardani apakah teror itu ada kaitannya dengan gerakan #2019GantiPresiden. Mardani menegaskan dirinya tidak ingin berspekulasi.

“Ada wartawan bertanya apakah ini teror #2019GantiPresiden ?, saya jawab: kami tidak mau berspekulasi, yang pasti gerakan itu akan terus jalan dengan santun dan mendidik,” katanya melalui akun Twitter pribadinya, @MardaniAliSera, Kamis (19/7/2018).

Seperti diberitakan sebelumnya, menurut Mardani, satpam lingkungan mengatakan sejak dini hari ada doa motor mondar-mandir tanpa plat nomor. Namun saat itu tidak dianggap mencurigakan karena mereka tidak terlihat membawa sesuatu yang aneh.



Pada dini hari, terdengar bunyi suara benda jatuh yang keras.

“Keluarga kami pada dini hari terdengar bunyi suara benda jatuh agak keras. Anak2 berpikir itu buah mangga yg jatuh di awning di atas garasi mobil, sehingga tidak sempat melihat keluar. Hampir tiap hari awning terkena mangga jatuh,” kata penggagas gerakan #2019GantiPresiden itu melalui akun Twitter pribadinya, @MardaniAliSera, Kamis (19/7/2018).

Ternyata suara itu berasal dari bom molotov yang dilempar. Itu diketahui setelah petugas yang membersihkan taman menemukan dua bom molotov tersebut. Satu pecah berantakan berbau bensin sedangkan satu lagi tidak pecah karena tersangkut di tanaman.

Mardani bersyukur tidak ada yang terbakar, hanya ada sedikit bekas api. Petugas kepolisian pun sigap datang ke rumahnya pagi ini.

“Alhamdulillah tidak ada yang terbakar, hanya bekas api sedikit di samping teras rumah. Bersyukur api tidak menyulut bensinnya. Petugas kepolisian alhamdulillah sigap sudah datang di tempat kami. Terimakasih,” lanjut Mardani.

4. Alhamdulillah tidak ada yg terbakar, hanya bekas api sedikit di samping teras rumah. Bersyukur api tidak menyulut bensinnya. Petugas kepolisian alhamdulillah sigap sdh datang ditempat kami. Terimakasih pic.twitter.com/dfeG9QoJyf

— Mardani Ali Sera (@MardaniAliSera) 19 Juli 2018

Sumber : Tarbiyah 

Dahnil: Jangan Pilih Capres yang Asal Ngomong “Saya Anti Korupsi”

Dahnil: Jangan Pilih Capres yang Asal Ngomong “Saya Anti Korupsi”

10Berita , Jakarta – Kasus korupsi menjadi persoalan penting yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini. Mengingat, kerugian yang ditimbulkan sangat berdampak pada kehidupan masyarakat.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, menjelaskan bahwa yang paling efektif dalam memberantas korupsi bukanlah KPK dan jajarannya, melainkan seorang presiden.

“Kenapa kasus Novel terhambat, menurut saya karena ada miskin komitmen terhadap upaya pemberantasan korupsi,” ungkapnya saat diskusi Madrasah Anti Korupsi Seri XXII dengan tema ‘Capres Anti Korupsi’ di Gedung PP Muhammadiyah, Jl. Menteng Raya, Jakarta Pusat, Selasa (17/07/2018).

Dahnil menyebut isu anti korupsi sangat penting dalam proses Pemilu dan Pilpres 2019 nanti. Menurutnya, penting sekali mencari calon presiden yang anti korupsi tidak sebatas ucapan. Kasus korupsi dinilai tidak hanya sebatas mencuri uang negara, tetapi dalam hal penegakan hukum dan keadilan.

“Itulah kita butuh capres yang punya komitmen tinggi terhadap pemberantasan korupsi, bukan yang cuma ngomong berantas korupsi,” jelas Pendiri Madrasah Antikorupsi ini.

Senada dengan Dahnil, Direktur Lokataru Foundation Haris Azhar menjelaskan pentingnya mengenal latar belakang dan menyeleksi calon-calon presiden yang diusung pada Pilpres 2019 nanti.

“Lihat latar belakangnya, jangan yang bisa ngomong ‘saya anti korupsi’. Semua capres pasca reformasi ngomongnya begitu. Tapi semakin dia banyak bicara korupsi makin banyak. Saya mengamati sama polanya,” terangnya.

Ia kemudian berpesan kepada masyarakat agar tidak mudah menerima janji-janji calon presiden.

Sumber :Kiblat.

Rumah Mardani Ali Sera Dibom Molotov

Rumah Mardani Ali Sera Dibom Molotov

10Berita , Bekasi- Rumah politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mendapat teror dari orang yang tidak dikenal menggunakan bom molotov. Menurut keterangan saksi mata, Eprada Sandyaka, kejadian berlangsung pada pukul 03.00 WIB dini hari.

“Kejadian semalam jam 03.00 WIB pagi saat saya sedang berjaga. Ada dua orang, paksi helm full face nggak kelihatan mukanya,” katanya kepada Kiblat.net di Rumah Mardani, Jatimakmur, Pondok Gede, Kota Bekasi pada Kamis (19/07/2018).

Saat itu, kata dia, Prada melihat dua orang pelaku hendak melempar bom molotov. Seketika itu juga, ia meneriaki pelaku.

“Saat saya teriak, satu orang kaget dan tidak jadi melempar botol. Satu orang berhasil melempar botol namun tidak terbakar,” ucapnya.

Kemudian, pada pagi hari pukul 06.00 WIB, pembantu rumah tangga Mardani menanyakan botol pecah ke Prada. Ia pun menceritakan kejadian yang ia saksikan semalam.

“Pagi tadi jam 06.00 WIB saya ditanya pembantu rumah pak Mardani. Dia tanya ada botol pecah di dalam rumah, lantas saya bilang semalam ada orang yang lempar botol ke rumah,” tukasnya.

Sumber : Kiblat