OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Minggu, 29 Juli 2018

RESMI! Ijtima Ulama Rekomendasikan Prabowo Capres, Cawapres Habib Salim Segaf dan Ustad Abdul Somad

RESMI! Ijtima Ulama Rekomendasikan Prabowo Capres, Cawapres Habib Salim Segaf dan Ustad Abdul Somad


10Berita, JAKARTA -  Ijtima Ulama yang digelar Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-Ulama) sejak Jumat (27/7/2018), telah selesai digelar.

Di antara hasilnya yang ditunggu-tunggu adalah terkait pasangan capres cawapres yang diusung ulama untuk maju di Pilpres 2019.

Rekomendasi Ijtima Ulama yang diusung sebagai capres adalah Prabowo Subianto. Sedangkan untuk posisi cawapres ada dua: Al Habib Dr. H. Salim Segaf Al-Jufri (Ketua Majelis Syuro PKS) dan Ustadz Abdul Somad.

"Untuk kepemimpinan nasional, peserta Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional sepakat untuk merekomendasikan: Letjen TNI (Purn) H. Prabowo Subianto - Al Habib Dr. H. Salim Segaf Al-Jufri dan Letjen TNI (Purn) H. Prabowo Subianto - Ustad Abdul Somad Batubara, Lc., MA sebagai calon presiden dan calon wakil presiden untuk didaftarkan ke KPU oleh Partai Koalisi Keumatan dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2019," demikian bunyi penggalan rekomendasi Ijtima Ulama yang dibacakan dalam konferensi pers hari ini, Ahad (29/7/2018).

Hasil rekomendasi Ijtima Ulama ini sesuai arahan yang disampaikan Imam Besar Habib Rizieq Syihab saat menyampaikan sambutan di acara Pembukaan Ijtima Ulama. Habib Rizieq menyampaikan agar pasangan yang diusung adalah pasangan yang mewakili Nasionalis-Agamis.

Link video konpers: https://www.facebook.com/zaitunrasmin/?hc_ref=ARRJIppChWPLQpdOMYSZ6sXuNEuij24nx_nKhDcu_e_6PmjZeHOWOToJ5L2wlZrfeQ0

Berikut video konperensi pers Ijtima Ulama.

[video]

Sumber : PORTAL ISLAM

Bagaimana Nasib Koalisi PKS-Gerindra? Tunggu 30 Juli

Bagaimana Nasib Koalisi PKS-Gerindra? Tunggu 30 Juli


10Berita, Direktur Pencapresan DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Suhud Alynudin menyatakan nasib koalisi PKS-Gerindra jelang pendaftaran Pilpres 2019 ditentukan pada 30 Juli nanti. Hubungan koalisi yang dijalin kedua partai sejak Pilpres 2014 bisa kandas bila tidak ada kesepakatan soal capres-cawapres.

"Tanggal 30 nanti akan ditentukan terkait nasib koalisi PKS dan Gerindra," kata dia usai menghadiri agenda diskusi publik di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu 28 Juli 2018

Suhud tidak menjelaskan secara gamblang apa saja indikator yang bisa membuat hubungan PKS dan Gerindra retak. Namun, dia menjelaskan, salah satu indikatornya terkait sembilan nama kader PKS yang diajukan ke Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto agar diusung sebagai cawapres.

"Ya itu salah satulah. Proses ini kan sudah panjang, dan bukan hanya faktor itu. Juga ada faktor lain. Ya jangan sampai pacarannya dengan siapa, nikahnya dengan siapa," kata dia.

Suhud mengakui, PKS memang belum pasti berkoalisi dengan Gerindra. Partainya menyiapkan beberapa opsi untuk menghadapi kemungkinan terburuk jelang pendaftaran peserta Pilpres 2019.

Kendati demikian, Suhud memastikan PKS tidak akan mendukung bakal capres pejawat Joko Widodo (Jokowi). Sikap ini juga telah ditunjukkan sejak Pilpres 2014 yang lalu dengan memosisikan diri sebagai parpol oposisi pemerintah bersama Gerindra.

"PKS yang pasti tidak dengan Pak Jokowi," tutur dia.

Sumber: TS

Soal Penghadangan Neno, Ratna: Rakyat Indonesia Jadi Tahu Harus Selamatkan Indonesia #2019GantiPresiden!

Soal Penghadangan Neno, Ratna: Rakyat Indonesia Jadi Tahu Harus Selamatkan Indonesia #2019GantiPresiden!


10Berita – Penghadangan terhadap gerakan aktivis gerakan #2019GantiPresiden, Neno Warisman yang terjadi di Bandara Hang Nadim, Batam, telah menyempurnakan perjuangan untuk mengganti pucuk pimpinan negeri ini.

Begitu kata aktivis perempuan Ratna Sarumpaet menanggapi penghadangan Neno Warisman oleh sekelompok orang yang berlangsung hampir delapan jam.

Kepada Neno, Ratna meminta untuk mengalah demi menghindari terjadi perang saudara antar rakyat Indonesia.

“Dear Neno dan kawan-kawan, dengan sangat aku memohon, mengalahlah,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (29/7).

Bagi Ratna, penghadangan di Batam telah menyempurnakan perjuangan Neno dalam menyuarakan pergantian presiden. Sebab, tindakan anarkis penghadang itu sudah tersiar hingga ke pelosok negeri dan membuat rakyat paham bahwa negeri ini harus diselamatkan.

“Dengan peristiwa Batam, seluruh Indonesia sudah tersapa dengan baik, paham negeri tercinta ini harus diselamatkan dari rezim yang buruk dengan #2019GantiPresiden,” jelasnya.

Neno Warisman baru bisa keluar dari Bandara Hang Nadim setelah dihadang puluhan orang selama hampir delapan jam.

Neno dihadang oleh sekelompok massa saat dia tiba di Bandara Hang Nadim sekitar pukul 17.00. Massa mengepung di pintu kedatangan sehingga membuat Neno dan rombongan tidak bisa keluar.(kk/)

Sumber : rmol

PUAS-kan RAKYAT INDONESIA

PUAS-kan RAKYAT INDONESIA


PUAS-kan RAKYAT INDONESIA

by Azwar Siregar*

Hasil Ijma Ulama GNPF dari Menara Peninsula Jakarta tadi malam yang secara resmi dibacakan hari ini benar-benar mengguncang Indonesia.

Munculnya nama UAS atau Ustadz Abdul Somad benar-benar diluar banyak perkiraan banyak orang.

Beliau Ulama bukan cuma sejuta umat, tapi seratus juta umat. Ceramahnya dimana-mana membeludak.

Beberapa hari yang lalu beliau datang dan berceramah di Islamic Center Kota Samarinda, jadwalnya subuh tapi areal Komplek Islamic Center yang begitu luas dipenuhi umat yang tumpah sampai ke jalan raya yang jadi padat merayap.

Padahal biasanya subuh-subuh begitu, jalanan masih lengang dan bisa dipakai untuk latihan sepak bola.

Tapi beliau ini UAS, Ustadz kesayangan umat lintas ormas dan Partai.

Beliau dicintai TNI, dihormati Polisi dan dielu-elukan masyarakat.

Saya saksi hidup ketika beliau ceramah di Masjid Al-Markaz Kota Makassar selalu diapit dan "dikawal" Kapolda Sulawesi Selatan.

Pak Kapolda bahkan tidak mau duduk dan memilih berdiri disamping mimbar Pak Ustadz sepanjang beliau berceramah. Tentu saja kalau takdir Allah kedepan beliau jadi Wapres mendampingi Pak Prabowo dan mereka memenangkan Pilpres 2019, saya berharap Pak Kapolda Umar Septono jadi Kapolri.

Allahu Rabbi..., sepertinya saya mencium wanginya Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghofur di Udara Nusantara kita sekarang.

Luar biasanya, kalau pasangan PUAS (Prabowo-UAS, meminjam istilah Bang Asyari) maju ke Pilpres 2019, harapan rakyat dan umat jadi kenyataan. Pak Prabowo tokoh Nasionalis Pancasilais berpasangan dengan Tokoh Religius Pancasilais.

Inilah Indonesia baru yang akan menyatukan kita semua.

Kedua tokoh ini juga jauh dari ambisi politik pribadi, saya catat dan bold-kan lagi, AMBISI POLITIK PRIBADI.

Pak Prabowo sudah selesai dengan kepentingan pribadinya, hartanya tujuh turunan tidak akan habis.

Sedangkan UAS sosok sederhana yang ceramah ke sekeliling Indonesia tanpa tarif, andai beliau pasang tarif misalnya 100 juta sekali ceramah dengan jadwal ceramahnya yang padat bahkan hingga dua tahun kedepan, beliau akan menjadi salah-satu orang terkaya di negeri ini.

Tapi tidak, kedua tokoh luar biasa ini sudah selesai dengan kepentingan pribadinya. Mereka hadir, datang dan menyapa rakyat serta umat untuk kebangkitan bangsa besar ini. Bangsa yang sedang tertidur pulas sebagian karena kekenyangan dan sebagian karena pingsan kelaparan, tapi semuanya tidak sadar kekayaan alam kita dicuri oleh bangsa asing.

Terakhir munculnya nama UAS adalah berkah yang seharusnya bisa menjembatani kepentingan aliansi Parpol-parpol koalisi keumatan plus Demokrat. PKS, PAN, PBB, Berkarya plus Demokrat sama-sama tidak merasa ditinggalkan karena UAS adalah miik semua PKS, PAN, PBB, Berkarya dan Demokrat.

Tanyalah semua konstituen Partai-partai diatas, saya yakin banyak pendukung UAS.

Saya bahkan yakin pendukung UAS bertebaran di Golkar, Nasdem, PDIP, Hanura, PPP bahkan PSI sekalipun.

Jadi bisa saja mereka akan memilih partai-partai di atas tapi untuk Presiden akan memilih "PUAS" untuk Indonesia.

Kalau UAS yang akan mendampingi Pak Prabowo terpaksa analisa saya bahwa Pak Prabowo akan menang mudah jadi saya rubah menjadi MENANG SANGAT MUDAH !

Menangnya berapa persen...?
Insya Allah 88,89 %

Ahlan wa sahlan PUAS untuk Indonesia ...

Note :
Kita akan lihat partai yang selama ini getol menyuarakan koalisi keumatan tapi justru tidak setuju dengan UAS mendampingi Pak Prabowo sesuai hasil ijma Ulama hanya karena kadernya gagal jadi Cawapres.
Ingat, berarti mereka munafik dan tidak layak mengatas-nama kan Umat.
Jangan dipilih Partai Munafik !!!!

___
*Sumber: dari fb penulis

DPD RI: Kalau Ustaz Abdul Somad Anti-NKRI, Mana Mungkin Diundang Ceramah di Depan Wapres

DPD RI: Kalau Ustaz Abdul Somad Anti-NKRI, Mana Mungkin Diundang Ceramah di Depan Wapres



10Berita, JAKARTA -Ada saja rintangan yang harus dihadapi Ustaz Abdul Somad (UAS) dalam menyebarkan pesan bahwa Islam adalah agama rahmatan lil 'alamin dan pesan persatuan umat yang hampir selalu menjadi tema sentral dalam setiap tabligh akbar di mana UAS menjadi penceramahnya. 

Rintangan kali ini datang dari ormas bernama Patriot Garuda Nusantara (PGN) yang bersikeras menolak dakwah UAS di Kota Semarang, Jawa Tengah. Bahkan surat edaran yang melarang tabligh akbar ini sudah beredar luas. 

Ketua Komite III DPD RI yang membidangi persoalan keagamaan Fahira Idris mengaku heran dan tidak habis pikir dengan adanya penolakan kehadiran UAS di Kota Semarang. Terlebih alasan yang dikemukan sangat tidak berdasar, keliru, dan mengada-ngada karena menuduh UAS dengan berbagai label yang tidak benar mulai dari radikal, (corong) HTI (Hizbut Tahrir Indonesia), bahkan anti NKRI, dan tuduhan tidak berdasar lainnya. 

“Mohon maaf saja, ormas yang nolak UAS itu kudet atau kurang update. Kalau UAS radikal mana mungkin diundang ceramah di depan Wapres, Wakapolri, Kepala BIN. Kalau UAS Anti NKRI mana mungkin diundang banyak institusi pemerintahan dan militer bahkan banyak kepala daerah,” tegas Fahira di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (26/7).

Bahkan pada Awal Juni 2018 lalu, UAS, lanjut Fahira, diundang khusus KSAD untuk mengisi kajian di depan jajarannya. Ceramah UAS mendapat sambutan antusias bahkan KSAD menegaskan, UAS terbukti sangat cinta NKRI. Hal itu dibuktikan dengan tausiyah ustaz alumnus Universitas al-Azhar, Kairo, ini yang mengajak prajurit TNI AD untuk mencintai negeri ini. 

“Jangan lupa, UAS juga pernah satu panggung dan berdiskusi dengan Kapolri di sebuah acara kajian di stasiun TV swasta. Menuduh UAS radikal, sama artinya ormas tersebut menafikan dan tidak menganggap tokoh dan institusi negara yang pernah mengundang UAS. Saya berharap surat penolakan tersebut ditarik saja,” tukas Fahira. 

Apa yang terjadi di Bali, sambung Fahira, harus menjadi pelajaran bagi ormas yang menolak kehadiran UAS di Semarang. Paska penolakan UAS di Bali, ormas yang menolak, beberapa hari kemudian, meminta maaf atas penolakan dan kejadian yang kurang menyenangkan itu. 

Fahira juga sangat mengapresiasi sikap tegas Polri yang menyatakan surat penolakan Tabligh Akbar UAS tersebut tidak mempunyai kekuatan hukum yang tetap. Sebab yang berhak melarang sesuai amanat UU adalah Polri. Sikap tegas Polri yang akan melakukan penegakan hukum apabila nanti terjadi tindakan fisik atau perbuatan pidana terkait penolakan tabligh akbar ini menjadi dasar bagi umat agar tidak ragu menghadiri dan mengawal tabligh akbar ini.

“Sudah jelas ormas yang menolak ini kurang update perkembangan isu terkait UAS. Saya sangat apresiasi sikap tegas Polri terkait penolakan ormas ini,” pungkas Fahira.*[Syaf/]

Sumber :voa-islam.com

Anton Tabah Minta Kepolisian Penjarakan Pelaku yang Membubarkan Pengajian

Anton Tabah Minta Kepolisian Penjarakan Pelaku yang Membubarkan Pengajian


10Berita, Majelis Ulama Indonesia menyayangkan aksi penolakan ceramah Ustadz Abdul Somad di Semarang, Jawa Tengah yang rencananya digelar pekan depan.

Penolakan dilakukan oleh kelompok yang menamakan diri Patriot Garuda Nusantara (PGN) dengan menuding Ustadz Abdul Somad intoleran.

"Menuduh Ustadz Abdul Somad tidak toleran itu dasarnya apa. Yang berhak memvonis seseorang tidak toleran atau radikal itu undang-undang atau hukum, berdasar fakta bukan persepsi. Dibuktikan dalam persidangan yang fair dan adil," jelas pengurus MUI Pusat Anton Tabah Digdoyo kepada redaksi, Sabtu (28/7).

Dia mengatakan, kelompok ormas manapun tidak boleh memvonis apalagi melarang digelarnya pengajian. Karena hal itu sangat bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

"Tidak ada yang boleh melarang-larang pengajian atau ustadz berceramah dalam majelis ilmu. Polisi pun tak boleh melarang," kata Anton.

Menurutnya, polisi hanya boleh melarang atau menghentikan sebuah kegiatan pengajian jika materi kajiannya bertentangan dengan ajaran agama atau Pancasila dan UUD 45.

"Itupun dilakukan secara de facto setelah dengar atau saksikan materi ceramahnya benar-benar bertentangan dengan ajaran agama, ideologi negara Pancasila dan konstitusi negara UUD 45," papar Anton yang juga purnawirawan Polri.

Sedangkan, secara de jure, larangan diatur oleh undang-undang, seperti larangan penyebaran ideologi komunisme yang diatur UU 27/1999 junto pasal 107 a, 107f KUHP. Dan larangan menafsirkan agama sekehendaknya atau menghina agama. Kemudian menista kitab suci, Tuhan, nabi dan lainya sesuai UU 1 PNPS 1965 dan KUHP pasal 156a

"Bukan dilakukan sebelum kajian dimulai tanpa bukti. Dan itu hanya tugas dan kewenangan Polri, bukan induvidu maupun kelompok," kata Anton.

Dia pun mempertanyakan ulah PGN yang mau membubarkan pengajian dan menentukan siapa ustadz yang boleh mengisi ceramah.

"Kalau begini yang tidak toleran siapa. MUI yang jadi payung seluruh umat Islam di Indonesia saja tidak berwenang seperti itu," jelas Anton.

Untuk itu, dia mendesak kepolisian mengambil tindakan tegas terhadap ormas maupun kelompok yang bertindak sewenang-wenang.

"Penjarakan pelakunya," tegas Anton.

Sumber : b-islam24h.com, rmol.co


Rombongan Neno Diadang di Bandara Sore, Masih ‘Tersandera’ Malam ini

Rombongan Neno Diadang di Bandara Sore, Masih ‘Tersandera’ Malam ini

Kepada aparat keamanan, Neno mengkritisi, seharusnya mereka bisa menyelesaikan masalah tersebut, misalnya dengan membubarkan massa di bandara.

,

Massa yang mengadang kedatangan Neno Warisman dan rombongannya, membentangkan spanduk di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepri, Sabtu ( 28/07/2018).

10Berita – Inisiator gerakan #2019GantiPresiden Neno Warisman dan pencipta lagu #2019GantiPresiden, John Sang Alang, bersama rombongan relawan gerakan tersebut, diadang di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (28/07/2018) sejak sore.

Hingga Sabtu malam sampai berita ini diturunkan, rombongan Neno masih tertahan di ruang tunggu Bandara Batam. Neno mengaku mereka seperti disandera.

“‘Disandera’ nih di dalam bandara,” tutur Neno saat ditelepon hidayatullah.com, Sabtu, sekitar pukul 22.14 WIB. Suaranya terdengar parau, dari nadanya ia seperti sedang letih.

Rupanya, mantan artis yang kini jadi ustadzah tersebut mengaku, ia dan rombongannya hingga saat ini belum makan malam. Sebab, ia mengaku kondisi mereka yang “tersandera” memaksa mereka tak bisa mendapatkan makanan.

“Bandara sudah tutup sejak jam 7 (malam) tadi,” terangnya, sehingga mereka tak bisa membeli makanan di bandara.

Neno mengaku terakhir makan pada siang hari tadi.


Ia menuturkan, kejadian pengadangan tersebut bermula saat rombongannya, sebanyak 8 orang, keluar dari pesawat setelah melalui penerbangan dari Jakarta.

Begitu keluar dari pesawat sekitar pukul 17.00 WIB, Neno menyaksikan suatu pemandangan tak biasa di bandara.

Misalnya banyak orang berkumpul dan memfoto-foto rombongannya. “Agak janggal gitu,” imbuhnya.

Lalu, tuturnya, “tiba-tiba ada orang yang menendang apa bunyi keras gitu menendang kayaknya tempat sampah yang besar itu. Terus (terjadi) keributan-keributan itu di dekat pengambilan bagasi.”

Ia juga menyaksikan ada orang yang diamankan petugas.

“Kemudian petugas Polda dan lain sebagainya itu meminta saya untuk tidak keluar gitu,” tuturnya.

“Terus di luar terdengar teriakan-teriakan apa ‘anti’ apa, macam-macamlah teriakannya gitu. Teriakannya kayaknya ‘pengkhianat NKRI’ atau apa gitu,” lanjutnya.

Massa yang mengadangnya tersebut juga membawa spanduk-spanduk, “yang mengatakan ini dan itu,” tuturnya.

Neno mengaku pihak aparat masih meminta rombongan relawan #2019GantiPresiden agar bertahan di bandara.

Hingga malam ini massa masih berkumpul di lokasi bandara mengadang dan menolak kedatangan Neno dan rombongannya.

Atas kejadian itu, Neno pun menghubungi Wakil Ketua DPR RI yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, agar bisa membantunya keluar dari bandara.

Kepada aparat keamanan, Neno mengkritisi, seharusnya mereka bisa menyelesaikan masalah tersebut, misalnya dengan membubarkan massa. “Apa susahnya membubarkan gitu, tapi enggak dibubarin,” ketus Neno kritis.

Kedatangan rombongan Neno ke Batam dalam rangka menghadiri acara deklarasi #2019GantiPresiden besok pagi, Ahad (29/07/2018) di salah satu masjid di Batam.*

Sumber :Hidayatullah.com 

Inilah 8 Langkah Menghindarkan Batita dan Balita dari Bahaya

Inilah 8 Langkah Menghindarkan Batita dan Balita dari Bahaya



Oleh: Surya Dewi* 

Berita tentang lalainya ibu dalam menjaga anak muncul di beranda media sosial. Seorang batita yang ditinggal mencuci piring meninggal dunia karena tersengat colokan listrik (kumpulberita.site/08/06/2018). Setali tiga uang, anak kakak dari seorang teman juga meninggal dunia. Anak malang itu terapung di kolam penampungan air belakang rumahnya 2 tahun lalu pada usia 3 tahun.

Kaget, sedih, tidak percaya, menyesal, merasa bersalah bahkan marah pada diri sendiri adalah perasaan yang pasti dirasa semua ibu. Dalam hal ini, tak hanya kelalaian ibu dalam mengasuh anak yang menjadi masalah. Di usia dini, rasa ingin tahu anak yang besar membuatnya butuh perhatian lebih. Anak yang sudah mulai merangkak sampai usia prasekolah butuh perhatian dan pengawasan ekstra. Disini ibu dituntut untuk selalu waspada dan berhati- hati ketika beraktifitas bersama buah hatinya, karena anak pada usia itu masih belum memiliki ketajaman berpikir. Mereka masih sulit membedakan apakah ini berbahaya, aman, baik atau buruk.

Sayangnya, di negeri ini untuk menjadi ibu kita dilepas begitu saja tanpa bekal yang memadai. Kaum ibu hanya mampu mencari ilmu dari masyarakat, media sosial, teman dan pengalaman. Semoga saja sedikit tips di bawah ini bisa membantu para ibu agar tidak mengalami kejadian yang sama dengan kisah tragis di atas. Setidaknya ada beberapa hal yang bisa dilakukan ibu agar ia tidak lalai dalam menjalankan kewajibannya sebagai pengasuh anak.

Pertama, jangan terlena dengan gawai. Gunakanlah untuk hal- hal yang bermanfaat seperti  mencari ilmu untuk menjadi ibu terbaik bagi anak -anak kita. Mencari cara mendidik anak agar menjadi generasi cinta Alquran. Ajak anak dalam kegiatan ini pula agar anak menjadi cinta pada pengetahuan misalnya sekadar melihat video pendidikan.

Kedua, saat beraktivitas dengan anak, jangan meninggalkan anak tanpa pengawasan sama sekali. Artinya jika kita tidak berada dekat sekali dengannya pastikan bisa melihat apa yang dilakukan si kecil. Atau bisa juga meminta bantuan pada orang lain untuk menjaganya sementara waktu.

Ketiga, jauhkan anak dari hal-hal yang berbahaya seperti listrik, api, air panas, kolam, tebing, benda- benda tajam.

Keempat, bekali mereka dengan iman dan takwa serta doa terbaik dari kita. Saat bersama dengan anak inilah kita tanamkan pada mereka mana yang boleh dan mana yang tidak boleh, mana yang berbahaya dan aman.

Kelima, ajari mereka untuk percaya bahwa kita adalah ibu yang terbaik untuk mereka. Anak harus yakin bahwa mereka aman bersama kita. Sehingga anak akan berusaha mengatakan pada kita saat anak berada dalam bahaya.

Keenam, percayalah tidak akan ada yang terjadi di dunia ini tanpa seizin Allah SWT. Apabila kita sudah berusaha sebaik mungkin menjaga anak kita tapi masih saja anak terbentur atau tersandung dan lainnya adalah hal yang wajar. Percaya dan yakin bahwa Allah tidak akan menguji kita melebihi kemampuan kita.

Ketujuh, ambil hikmah dari apa yang sudah terjadi dan jangan biarkan terulang lagi. Setiap apa yang terjadi harus menjadi pelajaran yang penting bagi kita untuk menjadi ibu terbaik. Jangan patah semangat dan terlalu menyalahkan diri sendiri saat telah terjadi kelalaian.

Terakhir, berdoalah pada Allah agar Dia memudahkan kita menjadi ibu terbaik yang mampu mencetak generasi gemilang. Generasi yang akan memuliakan Islam dengan segenap kemampuan optimal yang ia miliki. Insya Allah. (rf/voa-islam.com)

*Penulis adalah Pemerhati Anak Kota Batu

Ilustrasi: Google

Sumber :Voa-islam.com 

Banser Bantah Ikut Penghadangan Neno Warisman di Batam

Banser Bantah Ikut Penghadangan Neno Warisman di Batam


10Berita, BATAM - Barisan Ansor dan Banser Provinsi Kepulauan Riau khususnya Kota Batam membantah terlibat dalam aksi penolakan atau penghadangan kedatangan Neno Warisman di Bandara Hang Nadim, Kota Batam, Ahad (29/7/2018) sore. Dalam surelnya ke redaksi, Banser provinsi Kepri dengan tegas menolak tudingan bahwa mereka ikut terlibat, berikut pernyataan resmi mereka.

Dengan adanya pemberitaan yang menyatakan Banser menghadang atau menolak kedatangan Neno Warisman yang dimuat di website www.voa-Islam.com, pukul 20.04 WIB, dengan judul "Wawancara Video Neno Warisman Usai Diserang di Bandara Batam", sangat disayangkan.

Tanpa ada konfermasi kembali kepada PW Ansor Provinsi Kepri, berita tersebut sudah melanggar ketentuan yang diatur dalam UU No.40 tahun 1999 tentang Pers.

"Kami mewakili seluruh Jajaran PW Ansor Kepri sampai ke tingkat ranting, menyatakan sikap tentang penolakan Neno Warisman di Bandara Hang Nadim Batam. Neno Warisman yang di hadang Banser sama sekali tidak benar. Satupun kami tidak ada menginstruksikan kepada anggota untuk mengikuti kegiatan tersebut. Untuk itu kami nyatakan berita itu fitnah besar terhadap Ansor dan Banser se Kepri," kata Ketua Wilayah Gerakan Pemuda ansor Kepulauan Riau Nur Haryanto.

Nur Haryanto mengatakan, terkait pemberitaan itu, seolah-olah masyarakat Batam dan Kepri menganggap benar adanyan Banser ikut melakukan penghadangan kedatangan Neno Warisman.

"Kami minta, kepada redaksi www.voa-Islam.com untuk menyampaikan berita yang benar sesuai dengan fakta dilapangan sesuai dengan kode etik jurnalis Indonesia yang sudah diatur dalam UU No.40 tahun 1999," katanya.

Sebelumnya perwakilan FPI Batam mengungkapkan ada 80 orang pendemo dari unsur Projo dan Banser yang menghadang pintu keluar area Bandara Batam.

"Sekitar 80 orang yang menghadang dari Banser dan Projo," ujar perwakilan FPI Batam, Sabtu malam (28/7/2018) kepada voa-islam.com di areal Bandara Hang Nadim.[red]

Sumber :Voa-islam.com 

Survei LIPI: Pendukung Jokowi Berpendidikan Rendah

Survei LIPI: Pendukung Jokowi Berpendidikan Rendah


10Berita – Survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebutkan sebanyak 12,7% masyarakat menginginkan Prabowo Subianto menjadi calon wakil presiden Joko Widodo dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

“Pertanyaan terbuka terkait dengan cawapres, sebanyak 12,7% responden menginginkan cawapres Jokowi adalah Prabowo,” kata peneliti LIPI Wawan Ichwanuddin dalam pemaparan survei bertajuk “Partisipasi Politik, Kepemimpinan Nasional, dan Masa Depan Demokrasi” di Jakarta, Kamis (19/7).

Nama-nama lain yang dinilai layak mendampingi Jokowi adalah Anies Baswedan dengan persentase 11%, Gatot Nurmantyo 10,2%, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 8,1%, dan Jusuf Kalla 7,2%.

Sementara itu, tokoh-tokoh yang dinilai dekat dengan kalangan santri, seperti Muhaimin Iskandar dan Mahfud Md., hanya memperoleh 4,7% dan 3,3%.

Untuk cawapres Prabowo Subianto, nama teratas adalah Anies Baswedan dengan persentase 23,1%, Gatot Nurmantyo (20%), AHY (15,7%), TGB Zainul Majdi (5,9%), dan Wiranto (3,8%).

“Nama Jokowi pun muncul sebagai pilihan cawapres Prabowo. Namun, angkanya hanya 2,5 persen,” ujarnya.

Dalam simulasi dua nama capres, Jokowi dan Prabowo, ditemukan bahwa makin tua usia pemilih dan makin rendahnya tingkat pendidikannya, makin besar dukungan terhadap Jokowi.

Di sisi lain, menurut Wawan, makin tinggi tingkat pendidikan pemilih, makin besar dukungan terhadap Prabowo Subianto.

“Makin tidak puas terhadap kinerja pemerintah, makin cenderung mendukung Prabowo. Namun, hubungan variabel-variabel tersebut dengan pilihan capres lemah,” katanya.

Ia juga memaparkan tingkat keterpilihan Jokowi di perdesaan unggul dibandingkan Prabowo, yaitu sebesar 60 persen, sementara Prabowo 24,7%.

Di kalangan masyarakat perkotaan, Jokowi juga lebih unggul dengan 52,2 persen, sedangkan Prabowo 33,3 persen.

Survei tersebut dilakukan pada tanggal 26 April s.d. 9 Mei 2018 di seluruh provinsi dengan responden sebanyak 2.100 orang yang telah memiliki hak pilih.

Metodologi survei menggunakan “multistage random sampling” dengan “margin of error” 2,14%.

(kk/)

Sumber :Antara