OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Kamis, 03 Agustus 2023

Impor Pangan dan Kelangkaan Pupuk, Anies: Sudah Cukup Petani Bergerak Sendirian

Impor Pangan dan Kelangkaan Pupuk, Anies: Sudah Cukup Petani Bergerak Sendirian



 

10Berita - Bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), Anies Baswedan, menyerukan dukungan kepada para petani dalam menghadapi tantangan yang ada.

Anies menuturkan sudah saatnya seluruh elemen bergerak aktif dalam mendukung para petani. “Sudah cukup rasanya kita membiarkan petani bergerak sendirian,” ujar Anies.
 
Dia menuturkan hal itu karena petani menghadapi tantangan yang sama setiap tahunnya, yakni antara lain impor beras dan persoalan kelangkaan pupuk serta mahalnya harga pupuk.

“Kita menemukan fenomena yang hampir sama. Kita tahu berapa luas lahan sawah, berapa produksi dan berapa yang harus diberi nasi. Tapi setiap tahun, kita menghadapi siklus yang sama,” jelas Anies Baswedan.

Anies menuturkan saat ini rantai pasok pangan juga panjang yang menyebabkan inefisiensi di tahap distribusi dan perdagangan, sehingga menyebabkan petani mendapat harga rendah, sementara konsumen menanggung harga tinggi.

Anies menuturkan hal ini harus diubah dengan adanya intervensi negara untuk memperkuat desa. “Kami melihat dalam jangka pendek harus memperkuat desa. Dalam jangka menengah, memandirikan desa. Kita ingin desa yang kuat, dan untuk itu ada 4 hal yang harus diperhatikan yaitu undang-undang perlu direvisi (UU Desa), pengelolaan desa yang partisipatif, kesejahteraan pekerja di desa, dan dana desa yang ditingkatkan,” tambah Anies.

Lebih lanjut, Anies mengatakan desa juga harus diberi otoritas, termasuk terkait anggaran, dalam melakukan pembangunan di wilayahnya sendiri.

Melalui kemandirian, diharapkan desa dapat semakin maju dan menjalankan peran dalam mendukung Indonesia sebagai lumbung pangan Asia.

“Bagaimana kita memajukan desa supaya Indonesia jadi lumbung pangan Asia,” ungkap Anies Baswedan.

Upaya Anies mendukung para petani ini disambut baik oleh petani di Brebes, Jawa Tengah.

Ratusan petani di Brebes mendeklarasikan dukungan kepada Anies Baswedan sebagai capres Indonesia 2024. Deklarasi berlangsung di Desa Siasem, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Minggu 30 Juli 2023. Deklarasi ini difasilitasi Laskar Angkatan Muda Anies Baswedan (Laskar AMAN).

Koordinator Petani Brebes Duklas mengatakan persoalan penting yang dihadapi para petani antara lain kelangkaan pupuk.

“Kami berharap ketika Pak Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia persoalan seperti ini diperhatikan secara maksimal. Sehingga para petani bisa mendapatkan pemerataan pembagian pupuk dan bibi yang bisa digunakan oleh petani,” ujarnya.

Firnanda, seorang petani dari Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan sekaligus Juru Bicara Muda Anies Baswedan, mempertanyakan komitmen pemerintah yang sejak awal menjanjikan untuk tidak impor pangan, bahkan sebaliknya menargetkan ekspor. Namun, menurutnya, kenyataan yang terjadi di lapangan justru terus melakukan impor pangan.

“Misalnya bawang putih dan bawang merah kan sangat cocok dibudidayakan di Indonesia. Tinggal pemerintah mau atau tidak membantu petani, itu saja permasalahannya. Pangan menjadi kebutuhan pokok dan rutin oleh semua lapisan masyarakat. Akan tetapi, saat ini konsumsi makanan menjadi pengeluaran terbesar bagi masyarakat kelompok menengah ke bawah,” tuturnya.

Menurutnya, para bakal capres harus memahami bahwa Indonesia merupakan negara agraris sehingga sudah seharusnya mampu memproduksi pangan sendiri tanpa harus impor. “Saat ini kita ini kekurangan anak muda yang mau terjun ke pertanian sehingga regenerasi petani makin lama akan hilang karena belum melihat petani itu adalah pekerjaan yang memiliki masa depan.”

Di sisi lain, petani menghadapi berbagai persoalan seperti harga pupuk yang tinggi, risiko gagal panen, dan anjloknya harga ketika panen. Oleh sebab itu, kata Firnanda, para calon presiden harus mampu membuat program petani muda yang mampu berdaya saing global dengan memberikan kemudahan akses pupuk dan menjamin stabilitas harga saat panen, misalnya dengan membentuk koperasi.

Firnanda menegaskan, pemerintah jangan melakukan impor pada saat petani sedang panen raya. Hal ini bertujuan agar harga produk pertanian tidak anjlok.

Sumber: kba


Related Posts: