OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Selasa, 15 Agustus 2017

Ramai Tolak Perppu 2/2017, Bukti Rakyat Masih Sadar

Ramai Tolak Perppu 2/2017, Bukti Rakyat Masih Sadar



Masa berdemo menuntut penolakan Perppu Ormas di Jakarta

Oleh: AB Latif (Direktur Indopolitik Watch)

Sejak dikeluarkannya Perppu nomor 2 tahun 2017 tanggal 10 Juli 2017 oleh pemerintahan Joko Widodo, terjadi protes dan penolakan yang luar biasa dari sebagian besar warga Indonesia. Kini protes itu kian kuat dan menjadi gerakan nasional. Dari berbagai daerah semua bersuara satu yaitu tolak dan batalkan Perppu yang tak berkeadilan. Dalam satu hari saja terdapat banyak aksi di berbagai daerah. Aliansi Pemuda dan Mahasiswa (APMI) Jakarta turun ke jalan untuk tolak Perppu di depan DPR RI Jakarta. Dihari yang sama 45 ormas islam Banten  datangi DPRD Banten untuk menyampaikan aspirasinya tolak Perppu. Tak ketinggalan di Jatim dari Forum Komunikasi Ulama Aswaja juga menggelar aksi serupa di depan gedung DPRD Jatim menuntut untuk dicabutnya Perppu nomor 2/2017.

Forum Ulama dan Tokoh Jabar juga menggelar aksi tolak Perppu didepan gedung sate Bandung. Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Solo juga turun jalan tuntut cabut Perppu ormas di gedung DPRD Solo. Gerakan Pemuda Jakarta juga menggelar aksi yang sama dan menuntut hal yang sama. Di daerah lain pun demikian, di Aceh, Sumatra, Sulawesi dan bahkan hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Dari sekian banyak aksi dan dari berbagai kalangan rakyat, sebagian besar dari mereka sudah faham betul bahwa Perppu ini hanyalah cara tidak bijak untuk mempertahankan hegomoninya hingga periode berikutnya. Ditengarai dalam Perppu ini subtansinya mengandung sejumlah poin yang membawa ke era otoriter dan diktator. Ada penghilangan proses pengadilan dalam mekanisme pembubaran ormas sebagaimana tercantum dalam pasal 61. Artinya bahwa pemerintah bisa berbuat dan bertindak semaunya sendiri dalam menilai, menuduh, dan menindak ormas tanpa ada ruang bagi ormas itu untuk membela diri. Dengan demikian setiap ada ormas yang berseberangan dengan kebijakan pemerintah sudah dapat dipastikan akan dibubarkan sebagaimana yang sudah terjadi dan menimpa ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). HTI korban pertama dan akan disusul oleh korban-korban berikutnya jika Perppu ini tidak segera dicabut atau dibatalkan.

Sedihlah Diprotes Rakyat

Kebijakan Perppu 2/2017 bisa berimplikasi penyesalan mendalam. Sikap menindak dan membidik kelompok yang bersebrangan menunjukan sikap yang tidak bijak. Rakyat saat ini masih waras dan sadar. Ke depan penentang dan penggugat Perppu ini kian hari kian ramai. Dari para pemuda hingga para kiai sudah mulai kompak untuk menolak perppu ini. Bahkan sebagian besar dari anggota legeslatif pun sudah mulai berani lantang bersuara. Artinya ini akan menjadi bom waktu bagi pendukung rezim jika tidak bisa menangkap ungkapan hati rakyat.

Seandai dari berbagai akasi ini tidak ada sambutan, maka sudah dapat dipastikan kekecewaan mereka akan ditumpahkan saat pemilu 2019. Artinya suara pendukung status quo akan menurun drastis dikarenakan kepercayaan rakyat sudah luntur. Mereka sudah tak akan mau lagi dipimpin oleh orang-orang yang dianggap otoriter. Belum lagi kenaikan harga-harga bahan pangan, listrik, BBM, dan lain sebagainya turut menambah hilangnya kepercayaan rakyat. Hutang yang semakin menggunung, proyek-proyek chinaisasi juga akan menambah raport merah. Inilah yang akan membawa pada kisis kepercayaan.

Cabut dan Batalkan

Perjuangan Perppu masih di MK dan menunggu sidang anggota DPR RI. Jika Perppu 2/2017 ini sudah membawa korban dan akan membawa korban lainnya, maka harus dicabut dan dibatalkan. Madharatnya jauh lebih besar dari pada maslahatnya.

Jangan sampai ada persepsi liar dari rakyat terhadap pemerintahan saat ini. Rakyat sesungguhnya manusia yang mampu berfikir waras dan cerdas. Jika Perppu 2/2017 bukanlah sebagai permainan alat politik, tentu tidak akan ada penolakan dan judicial review.

Perppu 2/2017 akan menjadi penyesalan bagi yang mengeluarkannya. Maksud hati ingin menyingkirkan lawan, tapi keadaan sungguh tak pernah mereka pikirkan. Sebuah analisa politik yang amat dangkal yang hanya didasarkan pada sentiment dan kepentingan sesaat, sehingga tidak mampu menjangkau kedepan. Bagaimana implikasinya dan bagaimana kesudahannya. Sungguh keadaan ini sangatlah tidak menguntungkan lagi bagi pertahanan 2 periode. Bagaikan buah simalakama dimakan akan mati tidak dimakan juga akan mati, artinya Perppu dicabut menujukkan lemahnya rezim dan kebodohannya sementara kalau tetap dipertahankan akan menimbulkan kebencian rakyat yang semakin dalam dan akhirnya suara dukungan akan turun.

Marilah berkaca dari fakta sejarah fir’aun. Sebesar kerajaan Fir’aun dapat dikalahkan oleh Musa yang hanya bersenjata tongkat. Tidakkah kita berkaca pada Namrud yang begitu kuat kerajaannya dan mati hanya karena seekor nyamuk. Dan masih banyak kisah-kisah orang-orang yang melawan dan menentang dakwah. Akankah nasib ini akan terjadi pada masa-masa ini? Tunggu saja nanti.*

Sumber: jurnalislam

Unik….Coba Ketik Kata Kunci Aneh Ini di Google

Unik….Coba Ketik Kata Kunci Aneh Ini di Google


10Berita- Pencarian Google dikenal sebagai mesin pencari nomor satu. Hampir setiap orang di seluruh dunia mencari informasi atau apapun itu lewat mesin pencarian ini. Namun, apakah Anda tau jika ada kata kunci (keyword) rahasia di mesin pencarian Google?

Jika kita mengetik kata kunci itu maka akan ada kejadian unik di antar muka atau tampilan website tersebut. Entah apa yang dimaksud dari si pembuat kata kunci ini, jadi anggap saja hanyalah sebuah hiburan semata.

Penasaran? berikut 5 kata kunci unik yang bisa Anda coba untuk melihat semua hal aneh yang bisa ditemui di Google:

Google Gravity

Coba Anda ketik di pencarian Google dengan kata kunci “Google Gravity”. Lalu klik “I’m Felling Lucky”. Nanti tiba-tiba kamu akan dikejutkan dengan sesuatu yang unik. Yaitu, bar pencarian, tombol dan logo akan otomatis jatuh ke bawah laman, dan kamu bisa memporak-porandakan tampilan sesukanya.

Do a Barrel Roll

Penasaran bagaimna rasanya seseorang salto sembari mencari sesuatu di Internet? Coba ketik “Do a Barrel Roll”, maka hasil pencarian akan menampilkan layar tampilan browser yang berputar 360 derajat.

Askew

Ternyata tampilan Google bisa miring kebawah. Coba kamu ketik dengan kata kunci “Askew”, maka kamu akan dapati tampilan browser miring kebawah.

Kalkulator

Ketika Anda bingung menghitung bilangan saat berinternet. Anda gak usah repot-repot nyari kalkulator, cukup ketik kata kunci “Kalkulator” maka Google akan otomatis menampilkan kalkulator virtual yang siap pakai.

Zerg Rush

Ketika Anda mengetik kata kunci tersebut, Google akan menampilkan sebuah mini game yang bisa kamu mainkan. Permainannya cukup mudah, kamu hanya perlu menembak huruf O di sepanjang laman. Namun, hasil pencarian yang ditampilkan akan hilang seketika.

Bagimana, unik bukan? Selamat mencoba.

 

 

Reporter: Furqon Amrullah
Editor: Syafi’i Iskandar

Sumber: Kiblat.


Malam Kesaksian: Mengurai Benang Kusut Tragedi Pencurian Amplifier

Malam Kesaksian: Mengurai Benang Kusut Tragedi Pencurian Amplifier

10Berita– 13 hari lamanya, Mushola Al-Hidayah tidak mengumandangkan azan. Sejak kasus pengeroyokan yang berujung pada pembakaran seorang pria di Pasar Muara Bakti, Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, pada Selasa, 1 Agustus 2017 lalu, perangkat pengeras suara (amplifier) di musholla tersebut jadi barang bukti di Mapolres Bekasi.

Sebagaimana ramai diberitakan, seseorang bernama Muhammad Al-Zahra (MA) alias Zoya dikeroyok dan dibakar warga di depan sebuah mushola dekat Pasar Muara Bakti. Lokasinya sekitar 5 kilometer dari Mushola Al-Hidayah yang jadi tempat peristiwa.

Kiblat.net berupaya mengurai benang kusut dan simpang siur opini yang bertebaran di media sosial. Namun upaya itu tak mudah. Para saksi mata di sekitar tempat kejadian perkara tidak ada yang mau buka mulut. Alasannya beragam. Ada yang tak mau lagi berurusan dengan polisi, ada pula yang tak mau kasus ini terus berkepanjangan.

Kiblatnet menghubungi seorang kawan yang tinggal di Babelan dan memintanya agar bersedia mengantar untuk menjumpai saksi kunci kasus ini. Ialah Rojali, marbot Mushola Al-Hidayah. Sang kawan pun mengaku tak tahu pasti di mana alamat Al-Hidayah sehingga harus menghubungi kawan-kawannya di daerah Bekasi ‘bawah’.

“Temen abang ini wartawan ya. Kalo saya kagak kenal abang dan tau dia wartawan tadinya mah saya gak berani nganterin,” kata sang pengantar kepada kawan saya. Maklum, beberapa hari belakangan, penyidik dari Polres Bekasi tengah gencar mencari sejumlah orang yang diduga menjadi pelaku pengeroyokan dan pembakaran almarhum MA. Sejumlah gawai para remaja sekitar kampung Muara pun diperiksa untuk mencari video rekaman kejadian naas itu.

Rumor dan Opini Sesat

Ketika langit telah gelap, bintang gemintang nampak sebagian. Akhirnya, Kiblatnet berhasil tiba di Mushola Al Hidayah, Kampung Cabang 4, Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan pada Ahad, 13 Agustus 2017. Meski berjalan malam hari, perjalanan ke lokasi masih memakan waktu sekitar 40 menit dari Pondok Pesantren Attaqwa Ujungharapan. Sebuah pesantren tradisionalis yang sangat popular di wilayah Bekasi Utara.

Kepada Kiblat.net, Rojali menuturkan belakangan ini situasi agak mencekam. Sejak kasus pembakaran menjadi viral di media sosial, ia jadi terpojok. Beredar sebuah gambar yang menuding bahwa Rojali-lah provokator yang menyebabkan almarhum MA dikejar dan dikeroyok warga.

Sebuah gambar yang meresahkan dan menyudutkan saksi kunci tragedi pencurian amplifier beredar di media sosial.

Ia juga mendengar desas-desus bahwa akan ada serangan dari orang Cikarang ke wilayah Babelan. Almarhum MA memang berasal dari Cikarang, sekitar belasan kilo dari lokasi kejadian. Kendati demikian, ia tetap sepenuhnya menyerahkan diri kepada Allah SWT. “Saya tawakkal saja sama Allah, bisa apalagi saya?”

Kabar burung akan adanya serangan itu sampai juga ke telinga tokoh masyarakat Babelan, Ustadz Aang Khunaefi. Menurutnya, banyak informasi yang masuk dari para laskar santri dan masyarakat. Namun, ia berupaya untuk menenangkan warga agar tak mudah termakan rumor yang meresahkan. “Saya yakin warga Babelan tak mudah termakan isu semacam itu. Kita sampaikan lewat pengajian kepada masyarakat bahwa situasi sudah kondusif. Yang kita ingin kan begitu.”

Sumber:  Kiblat

Alquran Menggetarkan Hati Catherine Houlihan

Alquran Menggetarkan Hati Catherine Houlihan

10Berita, JAKARTA -- Membaca Alquran menjadi hal biasa bagi setiap Muslim. Kitab itu berisikan firman Allah tentang berbagai hal.

Ada konsep ketuhanan yang berintikan tauhid atau keesaan Tuhan. Ada juga kisah para nabi dan masih banyak lagi. Semua itu merupakan ajaran dan pedoman hidup yang mengarahkan manusia kepada kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Hal biasa itu ternyata sangat menyentuh hati wanita keturunan Irlandia yang tinggal di Miami Amerika Serikat, Catherine Houlihan (Cat). Pada mulanya dia mendapatkan compact disk(CD) tentang Islam berupa tayangan keagamaan oleh pendakwah Syekh Hamza Yusuf. CD itu dia dapatkan dari wanita yang mengajarkan tentang Islam.

Tayangan tentang tilawah Alquran sangat disukainya. Dia menyaksikan tayangan video itu setiap hari. Ketika Alquran dibacakan, jantungnya berdetak luar biasa. Dia kemudian mempelajari bagai mana cara membaca kitab tersebut.

Ketika sudah bisa, dia mencoba membaca Alquran sendiri. Saat itu dia merasakan seperti sedang berkomunikasi dengan Allah.

Selain membaca Alquran, dia mulai mempraktikkan shalat dan berpuasa selama Ramadhan. Ketika itu, dia merasa ketenangan luar biasa yang belum pernah dialaminya. Rasanya sangat bahagia. Saat itu dia siap menerima Islam sebagai keyakinannya yang dipilih sendiri.

Sumber: Republika

Unsur Indonesia di Masjid Istiqlal Bosnia

Unsur Indonesia di Masjid Istiqlal Bosnia

10Berita,  JAKARTA -- Penamaan masjid itu merupakan bentuk penghormatan kepada Presiden Soeharto yang menggagas berdirinya rumah ibadah tersebut pada medio 1997.

Masjid Istiqlal ini bukanlah yang ada di Indonesia. Lokasinya pun bukan di Jakarta, melainkan Sarajevo, ibu kota Bosnia Herzegovina. Namun, inspirasi dan sejarah pembangunannya tidak lepas dari kerja sama bilateral antara kedua negara tersebut.

Bahkan, nama lain Masjid Istiqlal Bosnia adalah Masjid Soeharto. Penamaan masjid itu merupakan bentuk penghormatan kepada Presiden Soeharto yang menggagas berdirinya rumah ibadah tersebut pada medio 1997.

Republika pada 13 September 1997 silam mengutip keterangan ketua Majelis Ulama In donesia (MUI) kala itu, KH Hasan Basri. Ia me nyebut, persiapan pembangunan mas jid dua lantai itu sudah mendapatkan perse tujuan baik dari Presiden Soeharto maupun Presiden Bosnia Herzegovina Alija Izetbegovic.

Setidaknya, sejak tahun 1995 sudah ada pem bicaraan mengenai perlunya pendirian mas jid raya di ibu kota Bosnia Herzegovina itu.

Dana pembangunan Masjid Istiqlal Bosnia mencapai tiga juta dolar Amerika Serikat (AS). Sebelumnya, Panitia Nasional Soli daritas Muslim Bosnia sudah menghimpun uang untuk membantu korban perang Bosnia.

Ternyata, uang tersebut masih tersisa sebanyak satu juta dolar AS sehingga diperuntukkan bagi dana pembangunan Masjid Istiqlal. Kemudian, lanjut Hasan, sisa dua juta dolar AS lagi dipenuhi dari sum bangan para konglomerat Indonesia. Tujuan nya agar tidak memberatkan masyarakat Bosnia sendiri.

Rancangan Masjid Istiqlal Bosnia merupakan karya arsitek Institut Teknologi Bandung (ITB), yakni Prof Achmad Noe'man dan putranya, Ir Fauzan Noe'man. Gaya bangunannya mengikuti corak khas dua negara, Indonesia dan Bosnia Herzegovina.

Namun, seperti tampak dari namanya, unsur Indonesia cenderung dominan.

Rencananya, pembangunan rumah ibadah ini memakan waktu 1,5 tahun. Akan teta pi, masjid tersebut baru tuntas diselesaikan secara sempurna pada 2001. Menteri Agama RI saat itu, Said Agil al-Munawar ikut meresmikannya.

Luas bangunan Masjid Istiqlal Bosnia mencapai 2. 500 meter persegi. Masjid ini berkubah tunggal dengan diameter dan tinggi yang sama, yakni 27 meter. Ada dua menara di sebelah kiri dan kanan pintu utama.

Tiap-tiap menara setinggi 48 meter itu menyimbolkan persahabatan erat dan setara antara Indonesia dan Bosnia Herzegovina.

Sumber: Republika

Senin, 14 Agustus 2017

Sisa-Sisa Kemegahan Mughal

Sisa-Sisa Kemegahan Mughal

10Berita, JAJKARTA --  Selain Ottoman, Dinasti Mughal juga tercatat sebagai salah satu kerajaan yang memiliki peradaban megah dalam sejarah dunia Islam. Hari ini, sisa-sisa kemegahannya tersebut masih dapat kita jumpai di sejumlah wilayah anak benua Asia, seperti Pakistan, Bangladesh, dan India.

Dinasti Mughal atau juga dikenal dengan sebutan Mogul, merupakan dinasti Islam yang menguasai sebagian besar kawasan utara India sejak 1526-1857. Pada masa-masa selanjutnya, eksistensi kerajaan ini terus menyusut dan semakin melemah pengaruhnya hingga pertengahan abad ke-19.

Kerajaan Mughal menjadi masyhur lantaran kemampuannya mempertahankan pengaruh di tanah Hindustan selama dua abad lebih. “Di samping itu, dinasti ini juga terkenal karena keberhasilannya mempersatukan masyarakat Hindu dan Muslim di bawah naungan satu negara India,” tulis Ensiklopedia Britannica.

Kemegahan peradaban Dinasti Mughal tidak terbatas pada Taj Mahal, Taman Shalimar, dan Masjid Agung Delhi saja. Masih banyak peninggalan lainnya dari kerajaan itu yang dapat kita saksikan sampai hari ini. Sebagian di antaranya bahkan masuk dalam daftar World Heritage Sites (Situs Warisan Dunia) UNESCO.

Benteng Lahore (Lahore Fort) yang terletak di Punjab, Pakistan, termasuk salah satu mahakarya arsitektur Dinasti Mughal. Bangunan kuno yang didirikan semasa pemerintahan Sultan Akbar ini memiliki panjang 426,7 meter dan lebar 340 meter.

Beberapa situs terkenal yang berada di dalam kompleks benteng ini, antara lain Sheesh Mahal, Gerbang Alamgiri, Paviliun Naulakha, dan Masjid Moti. Benteng Lahore ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada 1981.

Peninggalan lainnya yang tidak kalah pentingnya adalah Benteng Merah (The Red Fort) yang menjadi kediaman sultan-sultan Mughal selama hampir 200 tahun (sampai 1857). Bangunan dengan luas total 103,06 hektare ini terletak di pusat Kota Delhi, India.

Selain menampung sultan dan anggota keluarganya, Benteng Merah juga menjadi pusat kegiatan pemerintahan Mughal. Istana ini pertama kali dibangun oleh Syah Jehan pada 1648. “Dinamai Benteng Merah karena dinding bangunan ini dilapisi oleh batu pasir merah,” tulis laman UNESCO.

Sumber: Republika

Sang Penakluk Dirikan Dinasti Mughal

Sang Penakluk Dirikan Dinasti Mughal

10Berita, JAKARTA --  Kesultanan Mughal didirikan oleh seorang pangeran Chagatai (Turko-Mongol) bernama Zahiruddin Babur yang memerintah India sejak 1526-1530. Dari kedua orang tuanya, Babur mewarisi darah penakluk.

Ayahnya merupakan keturunan Timur Lenk (Tamerlane), sang penakluk Asia Tengah yang juga pendiri Dinasti Timurid. Sementara, ibunya mewarisi silsilah penguasa Mongol yang melegenda, Jengis Khan.

Sejak kekuasaan leluhurnya di Asia Tengah runtuh, Babur mengalihkan ambisi penaklukannya ke India. Dari Kabul (Afghanistan), ia mulai mengarahkan ekspansinya ke Punjab. Selanjutnya, ia berhasil pula menduduki sebagian wilayah utara India menyusul kemenangan tentara di Panipat pada 1526.

Ketika Babur mangkat pada 1530, wilayah kekuasaan Mughal semakin meluas; membentang dari Sungai Indus di sebelah barat sampai ke Bihar di sebelah timur, dan; dari Himalaya di utara hingga Gwalior di selatan.

Sumber: Republika

Timuriyah, Dinasti Besar Islam di Asia Tengah

Timuriyah, Dinasti Besar Islam di Asia Tengah

10Berita,  JAKARTA --  Kekaisaran Timuriyah adalah dinasti besar Islam yang muncul di Asia Tengah sejak abad ke-14 hingga awal abad ke-16. Dinasti ini didirikan oleh Timur Lenk (Tamerlane), seorang penakluk yang berasal dari keturunan suku Turko-Mongol.

Setelah menguasai Transoksiana pada 1370, Timur Lenk lantas mendirikan kerajaannya dengan Samarkand (kota yang terletak di Uzbekistan sekarang) sebagai pusatnya.

Sebagai seorang pemimpin, Timur Lenk memiliki minat yang tinggi terhadap seni. Bahkan, semasa hidupnya, sang raja kerap membawa sejumlah perajin atau seniman dari berbagai daerah yang ditaklukkannya ke ibu kota Samarkand. Karenanya, tidak mengherankan bila pada kemudian hari Dinasti Timuriyah juga tercatat sebagai salah satu kerajaan yang paling cemerlang dalam sejarah seni Islam.

“Kesenian dan arsitektur Timuriyah memberikan inspirasi kepada daerah-daerah yang membentang dari Anatolia sampai ke India,” ujar Yalman.

Meski usia Kekaisaran Timuriyah yang luas itu sendiri relatif singkat, kata dia, namun keturunan dinasti tersebut tetap memainkan peranan penting sebagai penyokong utama kesenian Islam di kawasan Transoksiana. Ketika ibu kota dipindahkan ke Herat (Afghanistan sekarang) pada 1505, kerajaan ini berhasil menjadi pusat kebudayaan Islam terkemuka di Asia Tengah.

Para penguasa Timuriyah menaruh perhatian besar terhadap budaya Persia. Mereka membujuk para seniman, arsitek, dan sastrawan untuk berkontribusi membentuk peradaban megah. Tidak sedikit pula kalangan pejabat Timuriyah memesan salinan naskah tentang seni dan arsitektur Persia untuk dijadikan sebagai koleksi di perpustakaan-perpustakaan milik mereka.

Sepanjang era kejayaannya, banyak pangeran Timuriyah membantu pembangunan berbagai lembaga keagamaan, seperti masjid, madrasah, dan tempat perkumpulan sufi atau tarekat. Beberapa bukti peninggalannya masih dapat kita saksikan sampai hari ini. Antara lain, Madrasah Ulugh Beg yang dibangun pada 1417-1420 dengan gaya arsitektur Islam yang khas.

Kompleks Madrasah Ulugh Beg berada di kawasan situs kota tua Registan, Samarkand. Sekolah ini diapit oleh sejumlah menara tinggi. Di halamannya yang berbentuk persegi berdiri sebuah masjid dan ruangan kuliah yang dibatasi oleh asrama tempat para siswa tinggal selama menjalani pendidikan.

Madrasah Ulugh Beg menjadi salah satu perguruan tinggi terbaik pada abad ke-15. Kampus ini berhasil mencetak sejumlah sarjana terkenal pada zamannya. Di antaranya adalah filsuf dan penyair besar Persia, Abdul Rahman Jami.

Warisan Dinasti Timuriyah lainnya yang masih dapat dijumpai di Samarkand adalah Masjid Bibi Khanym. Nama tempat ibadah yang selesai dibangun pada 1404 ini diambil dari nama istri Timur Lenk, Bibi Khanym.

Dinding luar masjid ini memiliki panjang 167 meter dan lebar 109 meter. Sementara, tinggi kubah utamanya mencapai 40 meter, dan pintu masuknya setinggi 35 meter. Ada marmer besar dengan kaligrafi Islam yang berdiri anggun di tengah-tengah halaman. Sayangnya, gempa besar yang terjadi pada 1897 merusak sebagian besar bangunan ini.

Selain Madrasah Ulugh Beg dan masjid, masih banyak lagi peninggalan megah Dinasti Timuriyah di Samarkand. Ini menjadi salah satu alasan ditetapkannya kota tersebut sebagai “World Heritage City” (Kota Warisan Dunia) oleh UNESCO pada 2001.

Sumber : Republika

Panglima TNI: Awas Ada Udang Dibalik Isu Toleransi

Panglima TNI: Awas Ada Udang Dibalik Isu Toleransi

10Berita – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyebut isu intoleransi sengaja dihembuskan belakangan ini untuk memecah belah Indonesia. Menurutnya, bukan tanpa alasan intoleransi dimainkan, jika melihat kekayaan alam Indonesia yang sangat berlimpah.

Gatot menuturkan, Indonesia merupakan negeri yang kaya, mulai dari sumber daya alam (SDA), jumlah penduduknya, keragaman suku dan bahasa hingga wilayah yang membentang dari Sabang sampai Merauke.

“Intoleransi ini yang kita hadapi, karena Indonesia sangat kaya, mereka mau kuasai,” kata Gatot dalam acara ‘Simposium Nasional’ Taruna Merah Putih di Balai Kartini, Jakarta, Senin (14/8).

Selain soal intoleransi yang menguat belakangan ini, ancaman global seperti persaingan antar negara juga perlu diperhatikan pemerintah Indonesia. Mengingat, semakin bertambahnya penduduk di dunia.

Jenderal bintang empat ini mengingatkan, konflik-konflik yang terjadi di belahan dunia lain, terutama di Timur Tengah dan Afrika, lantaran adanya kebutuhan energi. Banyak negara bersaing untuk memperebutkan kebutuhan energi.

Menurut Gatot, kondisi bumi yang semakin tua, ditambah pemanasan global, persaingan hidup antar manusia dalam bertahan hidup akan semakin kuat. Pada 2043 akan banyak manusia dari bangsa lain, yang ingin menguasai wilayah ekuator, termasuk Indonesia.

Sebab, lanjut Gatot, di wilayah ekuator ini tanah masih subur lantaran daerah tersebut merupakan garis peredaran matahari.

“Pasti nanti seratus persen konflik berlatar energi, pangan, ekonomi. Semua pindah ke ekuator,” ucapnya.

Gatot berkata, untuk semua pihak harus sama-sama menjaga agar Indonesia tak didera konflik berlatar belakang agama atau kelompok suku dan etnis tertentu. Dia menyebut, para pemuda harus berperan menjaga keberagaman ini dengan Pancasila sebagai tamengnya.

“Kebhinekaan harus dijaga dan dibina, kuncinya ada di Pancasila sebagai dasar negara,” pungkasnya. (MA/Ram)

Sumber: eramuslim

Peringati Tahun ke-4 Peristiwa Raba’a, Ikhwanul Muslimin Bertekad Lanjutkan Perjuangan Damai

Peringati Tahun ke-4 Peristiwa Raba’a, Ikhwanul Muslimin Bertekad Lanjutkan Perjuangan Damai

10Berita~KAIRO – Ikhwanul Muslimin Mesir bersumpah untuk tetap berpegang pada aktivisme damai saat kelompok muslim tersebut memperingati  tahun keempat dari sebuah aksi pendudukan massa besar (Raba’a) di Kairo dimana ratusan penduduk Mesir direnggut nyawanya oleh rezim militer dalam kudeta berdarah 2013.

Dalam sebuah pernyataannya, Mahmud Ezzat yang bertindak atas nama “Brotherhood Supreme Guide” menegaskan bahwa dengan mempertahankan perjuangan damainya, “ini akan menjadi jaminan untuk tidak lagi menjadi korban kekerasan dan keputusasaan”.

Pada tanggal 14 Agustus 2013, pasukan keamanan Mesir melancarkan operasi berdarahnya saat berupaya membubarkan sebuah aksi sit-in (pendudukan) yang dipentaskan untuk mendukung mantan Presiden Mohamed Morsi di alun-alun Rabaa al-Adawiya di Kairo Timur.

Sementara pihak berwenang Mesir mengatakan hanya 623 orang tewas dalam aksi pembubaran militer tersebut, pihak Ikhwanul Muslimin mencatat korban tewas berada di angka hampir 2.600 jiwa.

Pembubaran massa dengan moncong senjata tersebut terjadi beberapa pekan setelah faksi militer, yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan Jenderal Abdel-Fattah al-Sisi, menggulingkan Mohamed Morsi, Presiden Mesir pertama yang terpilih secara bebas, dalam sebuah kudeta militer berdarah tahun 2013.

Aksi pendudukan massal di Rabaa al-Adawiya itu hanya dilakukan selama enam minggu setelah Morsi digulingkan dalam sebuah kudeta militer, setelah ia hanya sempat memegang amanah presiden selama satu tahun.

“Kami akan mengingat Raba’a karena telah menjadi simbol kebebasan, kehormatan dan martabat,” kata Mahmud Ezzat.

Dalam waktu hampir empat tahun sejak insiden itu, pihak berwenang Mesir telah melakukan tindakan keras terhadap para pendukung Morsi dan anggota kelompok Ikhwanul Musliminnya yang saat ini dinyatakan sebagai organisasi terlarang oleh rezim As-Sisi.

Ratusan Warga Divonis Hukuman mati

Ratusan warga Mesir telah divonis hukuman mati sejak 3 Juli 2013, saat Mohamed Morsi, Presiden pertama yang terpilih secara bebas dan juga merupakan pemimpin senior Ikhwanul Muslimin, digulingkan dan dipenjarakan dalam sebuah kudeta militer berdarah.

Salah satu vonis hukuman paling terkenal yang dikeluarkan oleh Pengadilan Pidana pada bulan Maret 2014, adalah ketika 529 orang – termasuk pemimpin tertinggi Ikhwanul Muslimin Mohammed Badie – dijatuhi hukuman mati secara massal.

Banyak dari vonis hukuman ini kemudian dibatalkan oleh Pengadilan Tinggi Mesir setelah upaya-upaya banding oleh pengacara para terdakwa.

23 orang, diantara mereka bagaimanapun, masih divonis hukuman mati, dan apabila Presiden Abdel Fattah al-Sisi menyetujui hukuman tersebut, mereka akan segera dieksekusi dengan cara digantung.

Namun, banyak pengamat mengatakan Presiden As-Sisi tidak akan memberikan grasi. Abdel Fattah al-Sisi sebelumnya merupakann Menteri Pertahanan, dan aktor intelektual yang mempelopori kudeta militer berdarah Mesir.

Ezzet Ghoneim, Direktur Jaringan Hak dan Kebebasan Mesir, mengatakan bahwa kecenderungan rejim al-Sisi untuk mengeluarkan hukuman mati sepertinya tidak akan berubah jika tidak ada reorientasi kebijakan yang dramatis, jelasnya saat berbicara dengan Anadolu Ajensi.

Dari 23 orang yang sekarang menunggu eksekusi mati, 2 diantaranya dijatuhi hukuman mati karena dituduh memicu tindak “anarki dan kekerasan” selama aksi demoinstrasi pro-Morsi pada pertengahan 2013; 4 orang lainnya karena diduga melakukan serangan bom mematikan; 6 orang karena diduga membunuh seorang perwira polisi dan hakim pada tahun 2014; 1 orang karena diduga terlibat dalam “tindakan kekerasan” setelah kudeta; Dan 10 orang karena diduga terlibat dalam perkelahian mematikan saat pertandingan sepak bola di Port Said pada tahun 2012.

Sejak kudeta di pertengahan 2013, total 8 hukuman mati telah dilaksanakan oleh pihak berwenang.

1 orang dieksekusi Desember lalu karena diduga membunuh 25 tentara, sementara 6 orang lainnya digantung pada Mei 2015 karena diduga membunuh tentara dan menjadi anggota kelompok teroris dengan dugaan hubungan dengan Islamic State (IS).

Kasus terakhir mendapat kritik luas, namun, karena beberapa dari mereka yang dituding melakukan aktivitas teroris, dilaporkan berada di dalam tahanan Kementerian Dalam Negeri pada saat kejadian tersebut.

Hukuman mati pertama yang dilakukan di masa rejim al-Sisi berlangsung pada bulan Mei 2015, ketika Mahmoud Ramadan, anggota Ikhwanul Muslimin, dieksekusi mati karena diduga melemparkan seorang pemuda dari sebuah atap di Alexandria setelah kudeta berdarah.

Selain 23 orang yang sekarang berada di deretan daftar tunggu hukuman mati, tidak ada angka resmi berapa hukuman mati yang dikeluarkan secara keseluruhan oleh Pengadilan Tinggi Mesir. Namun kelompok hak asasi manusia mengatakan ratusan orang telah dijatuhi hukuman mati sejak kudeta militer berdarah tersebut.

ini masih menunggu pengadilan meninjau kembali tuntutan banding yang diajukan oleh pengacara mereka.

Pada bulan Juli tahun ini, Pengadilan Pidana Kairo menjatuhkan hukuman mati yang diajukan terhadap 20 orang yang dituduh terlibat dalam pembunuhan seorang petugas polisi pada tahun 2013.

Dalam 4 tahun sejak penggulingan Morsi, pihak berwenang Mesir telah melakukan tindakan kekerasan tanpa henti terhadap aktifitas protes massa, hingga menewaskan ratusan pendukungnya dan memenjarakan puluhan ribu warganya di balik jeruji besi.[IZ]

Sumber: Panjimas