OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Selasa, 27 Februari 2018

Prediksi Mufti Al Quds Jika Amerika Tetap Nekat Pindahkan Kedubes AS ke Al Quds

Prediksi Mufti Al Quds Jika Amerika Tetap Nekat Pindahkan Kedubes AS ke Al Quds

10Berita, Mufti Umum al-Quds dan Wilayah Palestina, Syaikh Muhammad Syaikh Husain, memperingatkan dampak bahaya dari keputusan Trump yang akan memindahkan kedubes AS dari Tel Aviv ke al-Quds, yaitu tragedi prahara Nakba Palestina.

Dalam pernyataan yang dirilis hari Minggu (25/2/2018) malam, Syaikh Husain mengisyaratkan sikap bias para pendukung penjajah Zionis Islam yang terus melakukan kedzaliman terhadap rakyat Palestina dan tempat-tempat sucinya, termasuk Yahudisasi tanah Palestina dan Al Quds.

Syaikh Husain menegaskan bahwa kesewenang-wenangan adalah tindakan ilegal dan akan berdampak bahaya yang dosanya akan ditanggung oleh pemerintah Amerika.

“Pemindahan kedubes AS ke al-Quds bukan hanya akan menjadi serangan terhadap Palestina saja, namun terhadap Arab dan kaum muslimin di seluruh dunia,” ujar Syaikh.

Mufti Palestina mengingatkan bahwa pemidahan yang dilakukan Trump hanya akan menyeret wilayah Kawasan ke dalam bencana perang, kekacauan dan ketidakstabilan. Karena warga al-Quds, Palestina, Arab dan seluruh kaum muslimin tidak akan tunduk oleh serangan ini. Mereka akan mengerahkan segalanya untuk melawan keras kepala Amerika.

Kepada para pemimpin Arab dan umat Muslim diseluruh dunia, Syaikh Husain menyerukan untuk bersatu melawan sikap Amerika yang memihak kepada penjajah Zionis Israel.

sumber: eramuslim

Penyebab Roma Selamat dari Amuk Mongol

Penyebab Roma Selamat dari Amuk Mongol

Paus Gregory IX sempat memaklumkan Perang Salib atas pasukan Mongol itu.

10Berita , JAKARTA --  Meskipun terkenal kejam--lebih dari 40 juta orang tewas akibat ekspansi Mongol-- kekaisaran ini tidak jauh dari nilai-nilai spiritualisme. Manz (2011) menjelaskan, keyakinan terhadap eksistensi tuhan dan karunianya atas penguasa merupakan ideologi sentral Imperium Mongol.

Selain itu, para kaisar Mongol juga toleran terhadap banyak umat agama yang menjadi rakyatnya. Mereka antara lain orang Kristen Nestorian, Buddha, dan Islam. Genghis Khan menganut Tengrisme, suatu kepercayaan yang sampai sekarang masih dipeluk segelintir penduduk Asia Tengah. Seorang Tengris meyakini ke hidupan berasal dari dewa langit dan dirawat dewi bumi.

Dua tahun sejak kematian Genghis Khan, keempat horde telah menjadi wilayah mandiri. Di antara mereka, horde milik anak sulung Genghis Khan, Jochi, merupakan yang paling dipengaruhi kebudayan Turki Islam.

Nama Turki di sini tidak identik dengan negara yang sekarang beribu kota di Ankara, melainkan kelompok bangsa penghuni stepa Asia Tengah yang akrab dengan ajaran Samawi. Untuk diketahui, Jochi wafat enam bulan sebelum Genghis Khan mangkat. Oleh karena itu, horde yang menjadi haknya kemudian dipimpin anak keduanya, Batu Khan.

Nama Batu Khan tercatat sebagai penakluk Eropa. Pada 1240-an, balatentara cucu Genghis Khan ini sudah mencapai perbatasan Imperium Romawi Barat. Paus Gregory IX sempat memaklumkan Perang Salib atas pasukan Mongol itu tetapi tidak jadi lantaran situasi politik Eropa yang tidak memungkinkan.

Belakangan, penyebab Roma selamat dari amuk Mongol justru kebetulan belaka. Pada 1241, Batu Khan harus menghentikan ekspansi yang sudah direncanakannya atas Austria, Italia, dan Jerman. Dia kembali ke Mongolia begitu mendengar kabar kematian pamannya, Qaghan Ogedei.

Il'nur Mirgaleev dalam artikelnya, The Is lamization of the Golden Horde: New Data (2016), menjelaskan, horde yang dipunggawai Batu Khan kerap disebut sebagai negeri Islam (Dar al-Islam).

Alasannya, horde inilah, di antara keempat lainnya, yang cukup terbuka terhadap Islam. Mirgaleev menandaskan dua penyebabnya, yakni peran kaum sufi dan hubungan diplomatik dengan Dinasti Abbasiyah, penguasa Irak saat itu.

Sumber :Republika.co.id 

Ahok Ajukan PK, Ini Tanggapan Saksi Pelapor Kasus Penistaan Agama

Ahok Ajukan PK, Ini Tanggapan Saksi Pelapor Kasus Penistaan Agama

10Berita, Bogor  - Ustaz Wilyudin Abdul Rasyid Dhani, salah satu saksi pelapor kasus penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahja Purnama alias Ahok angkat bicara terkait adanya Peninjauan Kembali (PK) oleh tim hukum Ahok atas kasus tersebut.

Menurut Ustaz Dhani, Ahok sudah resmi (inkrah) diputuskan oleh pengadilan sebagai terpidana, dimana proses persidangan dan pengadilannya berjalan berbulan bulan, dan menghabiskan anggaran biaya negara yang tidak sedikit. 

"Maka sungguh naïf dan tidak berkeadilan jika putusan hakim dalam sidang-sidangnya tersebut yang sempat membuat gaduh tatanan sosial kemasyarakatan, dan negara ini menjadi terkoyak rasa keadilannya, kemudian bisa dianulir oleh Mahkamah Agung, hanya karena ada gugatan PK. Apalagi jika didasari dengan manufer-manufer politik yang dapat menciptakan kegaduhan yang lebih besar." ujar Ustaz Dhani melalui keterangan tertulisnya, Senin (26/2).

Ahok sendiri sebagai terpidana, kata Ustaz Dhani, selama ini sudah menerima putusan hukum tersebut dan tidak pernah mengajukan banding. 

"Oleh karena itu, sebagai salah satu penggugat yang melaporkan pelaku kriminal penistaan agama tersebut, kami meminta kepada yang terhormat para hakim di MA untuk bertindak professional, berlaku adil, tidak mencederai dan menghianati hakekat keadilan yang diketahui dan diyakininya, yang selama ini menjadi amanah dan tanggung jawabnya, hanya karena ada indikasi untuk meramaikan situasi dan manufer-manufer politik. Kami memohon jangan sampai kasus hukum tersebut diintervensi, dicampur aduk dan dibiaskan dengan manufer politik," ungkapnya.

Menurut Ustaz Dhani, putusan pengadilan terhadap Ahok yang hanya berdasarkan pasal 156 tentang penodaan agama dan memberikan hukuman penjara selama 2 tahun tersebut, sebenarnya juga belum memenuhi rasa keadilan dan sebanding dengan hukuman yang seharusnya diputuskan berdasarkan pasal 156.a juga. "Tapi secara psikologi kami harus berlapang dada, melihat dan berempati adanya situasi tekanan yang sangat luar biasa yang mungkin diterima oleh para majelis hakim yang mengadilinya pada saat itu," tuturnya.

"Namun kami sangat tidak bisa terima jika putusan hakim yang yang cukup ringan tersebut, kemudian karena tekanan politik dan adanya gugatan PK, kemudian harus dibatalkan oleh Mahkamah Agung," tandas Ustaz Dhani.

Seperti diketahui, Ahok melalui kuasa hukumnya yaitu Josefina A. Syukur dan Fifi Lity Indra pada Jumat, 2 Februari 2018 mengajukan PK terhadap putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor: 1537/Pid.B/2016/PN.Jkt.Utr yang telah berkekuatan hukum tetap.

Ahok kini masih mendekam di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat untuk menjalani hukuman atas kasus penistaan agama.

Ia divonis dua tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara atas pernyataannya soal Surat Al-Maidah Ayat 51. Ahok pun tidak mengajukan banding dan mulai menjalani hukuman penjara di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat sejak Mei 2017.

red: adhila

Sumber : SI Online

Senin, 26 Februari 2018

Ternyata ini Pemaki FPI Yang Dilaporkan Tokoh Tionghoa Ke Bareskrim Polri

Ternyata ini Pemaki FPI Yang Dilaporkan Tokoh Tionghoa Ke Bareskrim Polri


10Berita, Tokoh Tionghoa, Lieus Sungkharima telah resmi melaporkan pemilik akun Facebook atas nama Johnny Baan dan Leo Sadewo ke Bareskrim Polri.

Keduanya dilaporkan Liues, kemarin pagi (Minggu, 25/2) pukul 9 WIB atas dugaan tindak pidana konflik Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) sebagaimana dimaksud dalam pasal 28 ayat (2) UU 11/2008 tentang ITE.

Dalam laporan polisi nomor LP/278/II/2018/Bareskrim yang diterima redaksi, tertulis lokasi kejadian di sebuah rumah ibadah di Sungguminasa, Sulawesi Selatan dan Hongkong negara RRC.

Dikonfirmasi, Lieus membenarkan laporannya tersebut. “Orang beda pendapat sah, boleh, tapi kalau terus fitnah orang, memaksa kehendak, merintah-merintah Kapolri itu enggak boleh. Bawa-bawa Tuhan, wah itu berbahaya sekali,” kata Lieus saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, pagi ini (Senin, 26/2).

Lieus menilai pernyataan Johnny masuk kategori ujaran kebencian (hate speech) dengan meminta penangkapan Rizieq Shihab.

“Dia minta Habib Rizieq ditangkap. Kalau entar bener ditangkep, Kapolri diatur dia itu nggak boleh. Apalagi dia harus paham betul, Habib Rizieq sudah dianggap sebagian umat Islam, pendukung dia sebagai imam besar kok bisa-bisanya dia ngomong seperti itu,” jelas koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi ini.

Tak jauh berbeda dengan Johnny, kata Lieus, Leo juga diduga melakukan pelanggaran UU ITE dengan memaki-maki Front Pemuda Islam (FPI) kemudian direkam dan disebarluaskan di jejaring sosial.

“Dia tinggalnya di Hongkong. Dia lupa ngomong begitu, maki-maki disebar lewat video ada hukumnya,” tegas Lieus.

FPI, lanjut Lieus, punya hak untuk mengemukakan aspirasinya melalui demonstasi di jalanan dan tidak bisa dilarang-larang. Apalagi sudah mendapat izin. “Saya berkeyakinan kalau rusuh juga ditangkap. Bukan tidak pernah FPI ditangkap. Demo itu hak setiap warga negara,” tegasnya.

Begitu pula terpidana kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berhak mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Konstitusi. “Yang penting demo tidak anarki. Yang kemarin-kemarin ditunjukkan demonstran semua damai, dan saya ikut,” ujarnya.

Di satu sisi, ia bisa paham luapan yang dilontarkan baik Johnny maupun Leo itu karena emosi sebagai pendukung. “Ini yang mesti kita luruskan,” imbuhnya.

Lieus pun mengingatkan semua pihak yang suka memaki-maki orang itu musti berpikir tindakannya bisa menggoyahkan sendi-sendi persatuan bangsa. Kerukunan yang terjaga selama ini semestinya dijaga. Sebab di antara negara-negara di dunia, Indonesia termasuk paling sukses menjaga kerukunan umat beragama.

“Sebelum Pilkada DKI hampir nggak ada isu SARA yang begitu dahsyat seperti 2017. Setelah Pilkada selesai kita harus rajut kembali menjadikan pembelajaran jangan suka nyinggung agama orang lain, karena kita tidak paham betul. Saya yang Budha paling tidak mau nyinggung agama-agama Islam, Hindu, Kristen. Kita fokus saja di agama kita,” imbaunya.

Namun begitu, ia tidak mau menuding tindakan Jhonny maupun Leo itu sebagai provokasi.

“Inilah tugas polisi untuk segera memeriksa, supaya masyarakat umum merasa adanya keadilan, ini yang paling penting. Itulah yang menyebabkan orang tenang, manakalah aparatnya adil, begitu ada kasus diperiksa, diselesaikan dan dipublish. Orang Indonesia ini pemaaf,” tukasnya.[wid]

Sumber : dakwahmedia.co

  

Inspirasi Desain Tiny House Ramah Kantong, Hunian Minimalis Saat Harga Tanah Bikin Meringis

Inspirasi Desain Tiny House Ramah Kantong, Hunian Minimalis Saat Harga Tanah Bikin Meringis

Desain tiny house Indonesia

Impian untuk memiliki rumah tinggal yang nyaman di masa depan dewasa ini, terhambat oleh harga tanah maupun cicilan rumah yang nggak manusiawi. Sekalinya murah, lokasinya antah berantah. Itulah sebabnya, banyak pasangan menikah yang terpaksa harus mengontrak rumah atau tinggal di rumah susun lantaran belum sanggup memiliki rumah sendiri. Nah, di sinilah konsep tiny housing layak dipertimbangkan. Tiny housemerupakan rumah tinggal yang terbilang mungil. Tren perkembangan arsitektur yang sudah berkembang di negara-negara besar ini menggabungkan konsep gaya hidup sederhana dan modern. Karena nggak terlalu luas, setiap ruangannya jadi lebih fungsional, bermanfaat dan efisien.

Nah, jika kamu tertarik untuk memiliki rumah mungil yang nggak menguras kantong namun tetap nyaman untuk ditinggali, berikut Hipwee berikan inspirasi desain tiny house yang bisa kamu tiru.

1. Begini tampilan rumah mungil secara keseluruhan. Memang nggak seberapa luas, tapi desainnya nggak kalah indah dari hunian pada umumnya

Tampak kecil dari luar via www.instagram.com

2. Kursi tamu akan menjadi item pertama yang terlihat saat memasuki tiny house, kamu bisa mengatur letaknya agar menghadap ke pintu utama

Kursi tamu menghadap ke pintu via www.instagram.com

3. Pemandangan kedua adalah dapur dan toilet, bagian atasnya dimanfaatkan sebagai kamar tidur yang dihubungkan oleh tangga. Konsep ini biasanya digunakan untuk rumah yang dibuat agak tinggi atapnya

Kamar tidur berada di atas dapur dan toilet via www.instagram.com

4. Nggak harus dapur atau toilet, kamar tidurmu bisa juga disusun di atas ruang bersantai

Ruang bersantai di bawah tangga via www.instagram.com

5. Nggak perlu khawatir bau menyengat saat memasak, karena kamu bisa menyekat bagian kamar tidurnya. Agar nggak terlihat dari arah ruang tamu juga

Kamar tidur diberi sekat via www.instagram.com

6. Atau, jika kamu terganggu dengan tangga yang berada di tengah ruangan, buatlah berada di pojok ruangan seperti ini …

Tangga diletakkan di pojok ruangan via scontent-sin6-2.cdninstagram.com

7. Penasaran seperti apa kamar tidurnya? Nggak seburuk prasangkamu kok. Cukup nyaman meski dalam keterbatasan tempat

Penampakan kamar tidur via scontent-sin6-2.cdninstagram.com

8. Kamu bisa pasang kaca bening di bagian atap kamar tidur. Selain jadi terang, kamu juga bisa melihat pemandangan di luar rumah, ‘kan?

Beri kaca agar bisa melihat ke luar ruangan via scontent-sin6-2.cdninstagram.com

9. Buatmu yang suka baca buku, kamu bisa mendesain ruang tidur dengan sekat yang bisa digunakan sebagai rak. Multifungsi!

Ranjang sekaligus rak via www.instagram.com

10. Nah, jika rumah mungilmu nggak begitu tinggi atapnya dan cenderung dibuat memanjang, kamu bisa sisipkan kamar tidur di bagian ujung ruangan seperti ini …

Kamar tidur tanpa tangga untuk rumah memanjang via www.instagram.com

11. Agar lebih rapi dan nggak berserakan, kamu pun bisa memanfaatkan bagian atas pintu utama sebagai tempat penyimpanan minimalis. Kreatif, bukan?

Tempat penyimpanan di atas pintu utama via www.instagram.com

12. Penggunaan tangga dalam hal ini sangat penting mengingat sela ruangan di bagian atas selalu bisa dimanfaatkan untuk menaruh keperluan apapun yang dibutuhkan

Tangga sangat dibutuhkan via www.instagram.com

13. Kamu bisa mengakali ruangan dengan membuatnya sedikit lebih tinggi sebagai pengganti sekat. Gunakan rak, cermin, kursi atau benda apapun untuk membantu memisahkan kedua ruangan tersebut

Tempat yang sedikit lebih tinggi sebagai pemisah ruangan via www.instagram.com

14. Jika kamu merasa ruang tamumu kurang bisa menampung lebih banyak orang, tambahkan kursi gantung yang artistik dan bisa melengkapi kebutuhanmu

Kursi gantung sebagai aksesori tambahan via www.instagram.com

15. Atau, manfaatkan halaman rumahmu yang cukup luas untuk menjamu tamu. Malah lebih akrab dan menyatu dengan alam

Menjamu tamu di halaman via www.instagram.com

Advertisement

Konsep tiny house memang belum sepenuhnya diaplikasikan di Indonesia sebagai rumah tinggal. Namun, beberapa desain rumah mungil di atas bisa kamu jadikan inspirasi siapa tahu kamu dan pasanganmu kelak berencana untuk hidup minimalis, hangat, dan hemat pengeluaran.

Sumber : Hipwee

Hati-Hati Dengan Budaya Kuliner !!!

Hati-Hati Dengan Budaya Kuliner !!!

10Berita – Menjadi istilah baru di Indonesia, kuliner kini menjelma sebagai sebuah kebiasaan masyarakat. Sehingga kini bertaburan pojok-pojok jajanan hingga cafe tempat hang out dengan teman-teman dan keluarga.

Terus mengapa harus berhati-hati. Di mana masalahnya? Bukankah justru bisa menambah akrab anggota keluarga. Bahkan ajang pendekatan bagi ayah yang super sibuk dengan anak dan istri yang mulai merasa terdzalimi karena tidak mendapatkan hak waktu mereka.

Saya jawab ya. Banyak manfaat yang bisa diambil oleh keluarga. Bukan hanya itu. Menghilangkan sekadar kejenuhan adalah hal yang penting. Karena rutinitas yang membosankan membuat suram suasana rumah.

Saya pun tidak melarang dan memang tidak boleh melarang sesuatu yang halal.

Tetapi saya di sini hanya mengingatkan bahaya kuliner jika dijadikan budaya. Apa arti budaya di sini? Yaitu ketika anggota keluarga mewajibkannya. Ah… rasanya tidak ada keluarga yang mewajibkan.

Eittt… tunggu dulu. Kalau dalam satu pekan wajib keluar untuk kuliner. Atau ada anggota keluarga yang menuntut dan menganggapnya sebagai hak yang jika tidak terpenuhi merasa terdzalimi haknya. Atau merasa ada untaian kebahagiaan yang putus jika kuliner tidak dijalankan. Atau seorang ayah yang merasa bersalah hingga perlu minta maaf ketika minggu itu tidak keluar kuliner.

Bukankah saat seperti ini keadaannya, kuliner telah menjadi wajib?

Baiklah, apa masalahnya jika ia telah menjadi kebiasaan bahkan dirasa sebagai sebuah kewajiban. Bukankan manfaatnya begitu besar dan mahal bagi keluarga.

Mari kita simak pola makan Nabi teladan kita bersama keluarganya.

عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا، قَالَتْ: قَالَ لِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ذَاتَ يَوْمٍ «يَا عَائِشَةُ، هَلْ عِنْدَكُمْ شَيْءٌ؟» قَالَتْ: فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، مَا عِنْدَنَا شَيْءٌ قَالَ: «فَإِنِّي صَائِمٌ»

Dari Aisyah Ummul Mu’minin radhiallahu anhaberkata: Rasulullah shalallahu alaihi wa sallamberkata kepadaku suatu hari, “Hai Aisyah, apakah kamu punya sesuatu?” Aisyah menjawab: Ya Rasulullah, kami tidak punya apapun. Rasul menjawab, “Kalau begitu, aku puasa.” (HR. Muslim)

Ini bukan masalah kemiskinan atau kekurangan. Tapi ini masalah menyederhanakan urusan makan dan minum. Karena ini dilakukan juga oleh para sahabat lain. Sebagaimana yang disampaikan oleh Al Bukhari dalam salah satu judul babnya di dalam Kitabnya Shahih,

وَقَالَتْ أُمَّ الدَّرْدَاءِ: كَانَ أَبُو الدَّرْدَاءِ يَقُولُ: «عِنْدَكُمْ طَعَامٌ؟» فَإِنْ قُلْنَا: لاَ، قَالَ: «فَإِنِّي صَائِمٌ يَوْمِي هَذَا» وَفَعَلَهُ أَبُو طَلْحَةَ، وَأَبُو هُرَيْرَةَ، وَابْنُ عَبَّاسٍ، وَحُذَيْفَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ

Dan Ummu Darda’ berkata: Abu Darda’ berkata: Apakah kamu mempunyai makanan?Jika kami jawab: Tidak ada, dia berkata: Kalau begitu aku puasa hari ini. Hal ini juga dilakukan oleh Abu Thalhah, Abu Hurairah, Ibnu Abbas dan Hudzaifah radhiallahu anhum.

Nah, ternyata ini merupakan kebiasaan yang diajarkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa ssalam kepada keluarga para sahabat. Dan diterapkan dengan baik di rumah para sahabat Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Apa hubungannya dengan budaya kuliner kita?

Ada kekhawatiran. Kebiasaan kuliner yang nyaris dianggap kewajiban membuat pola makan dan minum kita menjadi rumit dan sulit. Karena orang yang berkuliner biasanya cenderung mencari yang baru dari makanan dan minuman. Bahkan bukan hanya menunya. Tetapi cara makan dan cara minumnya. Tak hanya itu, suasana pun termasuk yang  dicari dan dikejar. Ketika makan di taman, pinggir kolam air sudah dianggap biasa, sebuah rumah makan menawarkan makan bersama singa.

Akhirnya, makanan dengan menu dan suasana ‘biasa’ di rumah menjadi sulit dinikmati.

Bukankah orangtua sering kesulitan membangkitkan selera makan anak-anaknya? Orangtua sering tidak sadar bahwa salah satu sebabnya adalah pola makan yang dibiasakan. Kalau kebiasaan itu tidak dilakukan, maka anak ngambek tak mau makan.

Suatu pagi menjelang siang, saya melihat seorang anak yang usianya baru sekitar lima tahun. Dia terlihat marah. Duduk dengan wajah lesu dan kecewa. Saya mendekatinya dan bertanya ingin tahu apa yang tengah terjadi. Sambil menunjuk-nunjuk makanan di meja dia tumpahkan kemarahannya, “Nggak begitu makanannya. Harusnya roti, susu, nugget….(dia terus menyebut daftar menu).”

Saya pun merengkuhnya dan saya katakan, “Nak, kalau kamu tidak mau makan makanan yang sudah tersedia, ya sudah tidak usah kamu makan. Ditinggal saja tapi tidak usah dihina makanannya. Sebab Rasul dulu kalau tidak suka sebuah makanan, tidak memakannya tapi tidak menghinanya.”

Begitulah dialog ringan saya dengan anak kecil itu.

← Halaman sebelumnya Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3 4

Saya hanya khawatir, mengapa anak seusia itu terlihat begitu marahnya hanya karena masalah menu makanan. Jangan-jangan ini bukan hanya masalah selera. Tetapi masalah budaya makan yang rumit karena kuliner.

Silakan anda dan keluarga menikmati makanan dan minuman lezat. Tapi sudah waktunya kita membuat pola makan di keluarga kita sesederhana pola makan Rasulullah dan keluarganya.

Nikmati yang ada.

Jika tak suka, tidak usah dimakan tapi tanpa menghinanya.

Sederhana…

Oleh; Ustadz Budi Ashari, Lc

Sebelum Tutup Akun, Komikus Jepang Onan Hiroshi Tinggalkan Pesan ini untuk Indonesia

Sebelum Tutup Akun, Komikus Jepang Onan Hiroshi Tinggalkan Pesan ini untuk Indonesia


10Berita, Usai bersujud meminta maaf dan memutuskan menghapus akun twitter dan facebook-nya, komikus Jepang Onan Hiroshi meninggalkan saran untuk Indonesia.

Saran itu sendiri diunggahnya di akun twitter miliknya, @hiroshionan pada Senin (26/2/2018) sekitar pukul 00.17 WIB.

Ada tiga cuitan berupa saran yang disampaikan Onan yang kesemuanya berisi saran agar Indonesia menjadi negara yang lebih baik.

“Jika Anda ingin mengubah Indonesia ke arah yang lebih baik, kecuali Anda keluar dari sikap yang lucu dan memperdebatkan hal yang salah, maka Anda tak akan pernah bisa berubah selamanya,”

“Dengan hanya mengandalkan kekuatan orang lain, maka hal itu akan gagal seperti kereta cepat. Sayangnya, saya bukan orang Indonesia,” cuitnya.

Empat menit berselang, ia kembali melanjutkan cuitannya.

“Jika Anda tidak mencoba mengubah dunia dengan kekuatan Anda sendiri, semua tidak akan berubah,”

“Dengan semua orang mengharapkan bahwa ‘seseorang akan melakukannya’, tidak ada yang melakukannya,” sambung Onan.

Lalu, empat menit kemudian, Onan kembali bercuit melengkapi dua cuitan sebelumnya.

“Tugas Anda sebagai orang Indonesia untuk mengubah Indonesia,”


“Bukan orang Jepang seperti saya yang tidak memiliki hak untuk memilih, tapi hanya orang Indonesia yang lahir dan besar di Indonesia,”

“Berantas korupsi dan ketidakadilan, saya mohon berubahlah jadi negara yang lebih baik lagi,” tutupnya.

Tak berselang lama kemudian, berdasarkan penelusuran pojoksatu.id, akun twitter dan facebook Onan pun sudah tak ada lagi.

Karya komikus Jepang, Onan Hiroshi terus menuai kecaman di Tanah Air. Di komik tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) digambarkan sebagai pengemis.

Mengetahui komiknya mendapat reaksi keras dari Indonesia, Onan Hiroshi langsung menyampaikan permintaan maafnya.

Permintaan maaf itu disampaikannya melalui akun twitter-nya, @hiroshionan pada Minggu (25/2/2018) sekitar pukul 17.00 WIB.

“Saya minta maaf. Pengemis itu ekspresi yang sangat berlebihan,” tulisnya.

Onan menjelaskan, saat itu dirinya terlalu bersemangat dan akhrinya menyadari kesalahannya.

“Bapak Presiden Jokowi dan semua rakyat Indonesia, pejabat pemerintah, saya sangat menyesal,” sambungnya.

Selanjutnya, Onan mengaku malu dengan perilakunya yang ceroboh dan apa yang sudah diperbuatnya.

“Saya sangat menyesal, saya malu, saya menarik kembali foto (komik) itu. Maafkan saya,” tekan Onan Hiroshi.

Berselang sekitar lima jam kemudian, Onan Hiroshi kembali bercuit.

Kali ini, ia mengungkap bahwa dirinya mendapat sejumlah tindakan tidak menyenangkan berupa ancaman.

Sayangnya, tak dijelaskan dari mana ancaman tersebut ia dapatkan.

“Anda harus berhenti mengancam untuk membunuh,” demikian cuitnya.

Nah, baru sekitar dua jam setelah, ia kembali bercuit melalui akun twiternya.

Kali ini ia memutuskan melakukan ‘harakiri’ terhadap akun-akun media sosialnya, twitter dan facebook.

“Maaf akun FB TW segera tutup ..,” tulisnya.


Dalam cuitan itu, Onan Hiroshi kembali menyatakan permintaan maafnya sekaligus berterimakasih kepada rakyat Indonesia yang memberikan dukungan kepadanya.

“Tapi karena pelecehan dan ancaman (yang) sangat mengerikan dan ada bahaya dan gangguan bagi teman-teman saya, setelah semua saya menghapus akun saya dan benar-benar menghilang dari dunia,” lanjutnya.

“Saya akan pergi ke tempat yang aman. Aku akan pergi ke bawah tanah untuk sementara waktu. Saya minta maaf,” tutupnya.

Sumber : b-islam24h.com

Awal Mula Islamisasi Mongol

Awal Mula Islamisasi Mongol

Seorang anak Jochi mengawali Islamisasi Mongol.

10Berita ,  JAKARTA -- Pada abad ke-12 , Kekaisaran Mongol telah mencakup Mongolia, Cina utara, Siberia selatan, seluruh Asia Tengah, dan Hindustan. Wilayah seluas ini lalu terbagi menjadi empat khanate atau horde (harfiah:`gerombolan'), sesuai dengan jumlah anak laki-laki yang diperoleh mendiang dari istri resminya, Borte.

Mereka adalah Jochi, Chaghadai, Ogedei, dan Tolui. Chaghadai dan Tolui masing-masing mendapat Asia Tengah dan Mongolia. Sementara itu, yang terunggul di antara anak-anak Genghis Khan, Ogedei, melanjutkan ekspansi imperium ini secara signifikan. Tidak seperti ayahnya, Ogedei memakai gelar qaghan yang khas Turki.

Hal ini menunjukkan besarnya pengaruh non-Mongol di lingkaran elite kekaisaran tersebut. Jochi wafat sebelum Genghis Khan tiada. Karena itu, hak-haknya kemudian diambil anak-anaknya yang mengua sai wilayah utara (sekitar Siberia selatan). Kelak, seorang anak Jochi mengawali Islamisasi Mongol.

Sumber :Republika.co.id 

Seni Kaligrafi Utsmaniyah Bertahan Lima Abad

Seni Kaligrafi Utsmaniyah Bertahan Lima Abad

Dalam perkembangannya, muncul gaya-gaya seni kaligrafi lain.

10Berita ,  JAKARTA -- Berawal dari masa kejayaan Syekh Hamdullah, kaligrafi Turki Utsmani terus bertahan dalam rentang waktu yang panjang, yakni lima abad. Kaligrafi Turki Utsmani mencapai titik keemasannya pada abad ke-19 dan 20.

Meski Syekh Hamdullah dipuja sebagai bapak kaligrafi Turki, namun ranah kaligrafi di negeri itu tak melulu tampil dengan gaya Hamdullah. Dalam perkembangannya, muncul gaya-gaya lain.

Di antaranya, gaya jeli, syikastah, syikastah-amiz, diwani, dan diwani jali. Syikastah (bentuk patah) adalah biasanya digunakan untuk keperluan praktis.


Sementara gaya diwani dikembangkan oleh Ibrahim Munif pada akhir abad ke-15. Gaya ini didominasi oleh garis-garis melengkung dan bersusun. Belakangan, gaya diwani dikembangkan lagi dan lahirlah gaya diwani baru.

Gaya diwani baru itu disebut juga dengan diwani jali atau humayuni (kerajaan). Gaya ini dikembangkan sepenuhnya oleh Hafidz Usman dan murid-muridnya.

Ketika Sultan Bayezid II wafat, kejayaan Syekh Hamdullah pun meredup. Kaligrafer yang sepanjang hayatnya telah menulis 47 salinan Alquran itu pun memutuskan angkat kaki dari Istanbul dan pulang ke kota asalnya di Anatolia Utara, Turki bagian barat.

Sumber :Republika.co.id 

Tragedi Ghuota Fakta Tak Terbantahkan PBB Kalah Melawan Negara bahkan Organisasi

Tragedi Ghuota Fakta Tak Terbantahkan PBB Kalah Melawan Negara bahkan Organisasi


10Berita, Ghouta timur lebih mirip dengan apa yang Kofi Annan sebut sebagai kejahatan terburuk yang dilakukan di tanah Eropa sejak tahun 1945 di Srebrenica. Pembantaian Srebrenica beralih ke Ghouta Timur di Suriah.

Seperti daerah kantong Muslim Bosnia pada tahun 1995, Ghouta timur, di pinggiran kota Damaskus, telah dikepung oleh pasukan rezim sejak tahap awal perang Suriah. Tahun-tahun awal pergolakan, rezim gagal mengusir faksi pejuang yang mengendalikannya.

Seperti yang terjadi di Srebrenica, persediaan makanan, bantuan dan bantuan medis telah diputus. Pada tahun 1993, PBB menunjuk Srebrenica sebagai sebuah “daerah aman”. Tahun lalu, sebagai bagian dari proses perdamaian Kazakhstan yang gagal, orang-orang Rusia mengumumkan Ghouta bagian timur sebuah “zona de-eskalasi,” artinya Ghouta juga masuk daerah aman.

Namun ada yang berbeda dengan Ghouta dibanding Bosnia. Di Ghouta tidak ada yang mencoba melindungi penduduk sipil ketika sebuah serangan ofensif dimulai di sana pada bulan Desember setelah negosiasi gagal. Serangan udara dan pemboman membabi buta yang sekarang menelan korban mengerikan dilakukan dengan kekebalan hukum oleh pasukan Suriah dan pendukung Rusia mereka.

PBB terlihat seperti mengemis ke koalisi pro-Assad yang mencakup milisi yang dipimpin Iran, untuk menyetujui sebuah gencatan senjata kemanusiaan segera. Namun bandingnya diabaikan, permintaan akses lembaga bantuan juga tidak terjawab.

Kekuatan-kekuatan besar – AS, Rusia dan Turki- hanya fokus pada permainan strategis besar yang dimainkan di atas mayat setengah juta orang Siria. Mata mereka berada pada kontrol masa depan sebuah negara yang pada dasarnya dipartisi menjadi zona yang berpengaruh.

Bagi politik Trump, ini berarti jalan bagi Iran menciptakan “jembatan darat” ke Mediterania, atau “bulan sabit Syiah” yang membentang dari Herat di Afghanistan ke lembah Bekaa di Lebanon. Bagi orang-orang Turki, ini semua tentang menghancurkan orang-orang Kurdi. Bagi Vladimir Putin, ini tentang kekuasaan. Semua dari kaca mata mereka, tidak ada yang memandang dari kaca mata kepedihan warga sipil Suriah.

Tapi bagi penduduk Ghouta timur, ini tentang kelangsungan hidup. Jumlah korban yang meninggal dalam 36 jam terakhir sama dengan jumlah korban tewas keseluruhan sejak 2011 di daerah yang sama.

Lebih dari 100 orang tewas, lebih dari 500 orang terluka dan lima rumah sakit dibom. Kekerasan itu tanpa henti dan kekejaman yang tak tertahankan.

Di Srebrenica, sekitar 8.000 pria dan anak laki-laki Muslim dibantai dalam beberapa hari. Antara 25.000 dan 30.000 wanita Bosnia, anak-anak dan orang tua mengalami pemindahan paksa dan pelecehan. Pengadilan pidana internasional untuk bekas Yugoslavia kemudian memutuskan bahwa kejahatan tersebut merupakan genosida.

Pada saat itu, dunia berdiri kembali dan menyaksikan tentara paramiliter Serbia Ratko Mladic Serbia dan tentara paramiliter Scorpion mengalahkan pasukan penjaga perdamaian Belanda. Komunitas internasional tahu betul apa yang mungkin dilakukan Mladic, bahwa pembantaian sudah dekat itu terlihat sebaliknya.

Penderitaan Ghouta timur, yang sudah terkenal sebagai tempat serangan senjata kimia 2013 dengan menggunakan gas sarin, juga akan diabaikan sedikit demi sedikit. Sekali lagi warga sipil, termasuk sejumlah besar anak-anak, terbunuh. Sekali lagi, kekuatan barat, dengan pasukan yang dikerahkan di negara tersebut, menolak untuk campur tangan. Sekali lagi, PBB tidak berdaya, dewan keamanan dianggap tidak berdaya oleh veto Rusia.

“Ini bisa menjadi salah satu serangan terburuk dalam sejarah Suriah, bahkan lebih buruk daripada pengepungan di Aleppo … Untuk secara sistematis menargetkan dan membunuh warga sipil akibat kejahatan perang dan masyarakat internasional harus bertindak untuk menghentikannya,” kata Zaidoun al-Zoabi dari Uniindependen dari Medical Care and Relief Organizations.

Tapi setidaknya untuk saat ini, presiden Suriah, Bashar al-Assad – seperti Mladic pada tahun 1995 – tampaknya tidak tahan terhadap tekanan penalaran atau tekanan luar. Bukti yang melibatkan Assad dalam kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan berlimpah. Sejauh ini tidak ada tuduhan yang diajukan, dan dia terus melakukan apapun.

Hari ini, di Ghouta timur, seperti Srebrenica pada tahun 1995, kejahatan keji yang bisa merupakan genosida telah dilakukan. Pada bulan November, Mladic akhirnya dihukum karena genosida di Den Haag. Itu butuh waktu 22 tahun. Berapa banyak lagi anak yang akan mati sebelum keadilan ditegakkan di Suriah?

Apa yang terjadi di Ghuota Timur adalah Fakta Tak Terbantahkan PBB Kalah Melawan Negara bahkan Organisasi.

sumber: seraamedia