OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Senin, 09 April 2018

Fenomena Kaos #2019GantiPresiden di MarketPlace Ini Bikin Merinding

Fenomena Kaos #2019GantiPresiden di MarketPlace Ini Bikin Merinding


10Berita, Kaos memang tidak bisa mengganti presiden. Namun jika kaos #2019GantiPresiden ada di mana-mana hingga membanjiri marketplace ternama seperti Bukalapak, Tokopedia dan Shopee, pertanda apakah ini?




Seperti diberitakan sebelumnya, di depan relawan di Bogor, Presiden Joko Widodo menyatakan kaos tidak bisa mengganti Presiden.

“Masa kaos bisa ngganti Presiden? Yang bisa ngganti Presiden itu rakyat. Kalau rakyat itu berkehendak ya bisa. Kalau rakyat nggak mau ya nggak bisa. Yang kedua, ada kehendak dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Masa pakai kaos bisa ngganti Presiden, nggak bisa” kata Jokowi.

Mengapa Jokowi sampai menyinggung kaos #2019GantiPresiden dengan nada tinggi dan serius di depan para relawannya? 

Agaknya, persebaran kaos #2019GantiPresiden yang cukup masif menunjukkan perkembangan gerakan itu semakin serius. 

Hasil pencarian Tarbiyah.net di tiga marketplace ternama menunjukkan kaos #2019GantiPresiden telah membanjiri Bukalapak, Tokopedia dan Shopee.



Berikut ini screenshoot aneka Kaos #2019GantiPresiden di Bukalapak, Tokopedia dan Shopee.

Kaos #2019GantiPresiden di Bukalapak
Kaos #2019GantiPresiden di Shopee

Sumber : Tarbiyah

Ketika PDIP Sebut Jokowi Seprti Umar, Maka Sayyidina Umar bin Khattab Itu Seperti Ini

Ketika PDIP Sebut Jokowi Seprti Umar, Maka Sayyidina Umar bin Khattab Itu Seperti Ini


10Berita, Sayyidina Umar Ibn Khattab itu :

1. Marah jika islam, al qur’an, Allaah & Rasulullah dihina.

2. Sayyidina Umar Ibn Khattab pernah berkata “jika rakyatku kenyang, maka biarlah aku orang terakhir yang merasakan kenyang. Namun jika rakyatku kelaparan, aku lah orang pertama yang harus merasakan lapar”.

3. Sayyidina Umar Ibn Khattab itu pernah memanggul sendiri makanan untuk diberikan kpd janda tua miskin yang sedang memasak air untk mengelabui anaknya yang kelaparan sampai si anak tertidur krn lelah menangis & beliau sendiri yg memasakkan untk wanita janda tsb. Shahabat yang mengawal beliau berkata ” ya amirul mukminin, biarlah aku yang membantumu menggotong sekarung gandum ini”. Tapi jawab beliau “apa kamu sanggup memikul beban dosaku di akhirat nanti? Biar lah aku yang menggotong sendiri gandum ini”.

4. Pernah suatu kali, saat pembagian harta zakat, putri beliau yg bernama Hafshah (yg merupakan salah 1 istri Rasulullah) berkata pada beliau. ” ayah, kita lah duluan mengambil pembagian zakat tersebut. Nanti baru dibagikan kepada rakyat “. Mendengar itu, beliau langsung marah. Lalu beliau berkata ” kau ingin jatah ini?? Bagianmu nanti belakangan, KALAU ADA SISANYA”. Artinya beliau tak mementingkan diri beliau ataupun keluarga beliau.

5. Pernah beliau memarahi putra beliau Abdullah bin Umar karena sang putra memiliki sapi yang gemuk2. Lalu menyuruh menjual sapi2 tsb & menyuruh putra’a mengambil modal pembelian sapi, sedang keuntungan’a disuruh masukkan ke baitul maal.

6. Ketika beliau bermain ke rmh putra beliau Abdullah bin Umar, beliau melihat putra beliau makan roti yang enak, beliau langsung marah.

6. Ketika ada seorang yahudi melapor atas penggusuran tanah yang dilakukan gubernur mesir, ‘Amar bin ‘Ash, beliau membela si yahudi & mengancam tindakan ‘Amar bin ‘Ash.

7. Beliau 1-1nya amirul mukminin yang meninggal karena memiliki hutang untuk menghidupi keluarganya. Bayangkan! Seorang amirul mukminin punya hutang untuk menghidupi keluarganya. Pdhal kas baitul maal ada di tangan beliau. Tapi beliau tidak gunakan posisi beliau yg sbg pemimpin untuk mengambil uang dr baitul maal.

8. Pernah ada shahabat yang mengusulkan pd salah 1 putri beliau, agar gaji beliau ditambahkan. Yang terjadi, beliau marah besar & memarahi putrinya.

9. Sayyidina Umar Ibn Khattab ketika pertama kali diangkat mjd khalifah, pidato pertama beliau yang sampai skrg menjadi catatan sejarah

“Hai orang banyak semuanya
Aku diangkat mengepalai kalian
Dan aku bukanlah yang terbaik diantara kalian
Jika aku membuat kebaikan
Maka dukunglah aku
Jika aku membuat kejelekan
Maka luruskanlah aku
Kebenaran itu suatu amanat
Dan kebohongan itu suatu khianat
Yang terlemah diantara kalian aku anggap yang terkuat sampai aku mengambil dan memulangkan haknya.
Yang terkuat diantara kalian aku anggap yang terlemah sampai aku mengambil hak si lemah dari tangannya.
Janganlah seorangpun diantara kalian meninggalkan jihad
Kaum yang meninggalkan jihad akan ditimpakan kehinaan oleh Allah
Patuhilah aku selama aku mematuhi Allah dan Rasul-Nya.
Bila aku mendurhakai Allah dan Rasul-Nya tidak ada kewajiban patuh kepadaku
Kini marilah kita melakukan sholat
Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada kalian”

Masih banyak kisah2 teladan tentang beliau yang tak sanggup sy ceritakan smua.

itulah Sayyidina Umar Ibn Khattab RadhiAllahuanhu

Sumber: beritaterkinionline

Gegara Ulah Partai Baru, Presiden Disarankan Minta Maaf ke Rusia

Gegara Ulah Partai Baru, Presiden Disarankan Minta Maaf ke Rusia

10Berita – Presiden Joko Widodo (Jokowi) diimbau untuk minta maaf kepada Presiden Vladimir Putin dan Negara Rusia terkait pernyataan partai pendukungnya Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang dianggap merendahkan pemerintahan negara tersebut.

“Sebaiknya Presiden Jokowi melakukan inisiatif, dan mengambil langkah elegan dengan menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Putin dan pemerintah Rusia,” ujar Pengamat Politik Igor Dirgantara di Jakarta, Senin (9/4)

Menurut dosen politik Universitas Jayabaya itu, langkah elegan seperti itu penting dilakukan pemerintahan Jokowi, karena salah satu petinggi partai pendukungnya telah menyampaikan pernyataan yang bernada fitnah dan merendahkan pemerintahan negara tersebut.

“Hubungan baik yang terjalin selama ini, antara Indonesia dan Rusia jangan sampai terganggu oleh elit politik yang tidak memahami pentingnya hubungan bilateral,” catus Igor.

Igor menjelaskan, hubungan kedua negara sudah berjalan sangat baik dan sudah mencapai usia lebih dari 65 tahun.

Menurutnya, Rusia adalah negara yang mendukung penuh pemerintah Jokowi, baik soal Poros Maritim, terorisme, narkoba, alutsista (modernisasi TNI), penenggelaman kapal asing pencuri ikan di wilayah Indonesia, dan sebagainya.  

Bahkan, di sela pertemuan Putin-Jokowi APEC di China 2014, misalnya, kedua negara telah sepakat meningkatkan kerjasama sosial, budaya, tehnologi, dan energi.

Presiden Jokowi dan Putin menegaskan pentingnya hubungan kedua negara tanpa ada akar masalah yang bisa merusak hubungan tersebut.

Saat ini, kata Igor, Putin sudah menjadwalkan untuk mengunjungi Indonesia pasca terpilih kembali sebagai Presiden Rusia 19 Maret 2018 lalu, menunggu pelantikan bulan Mei ini.

Kedatangan Putin ke Indonesia nanti dipastikan fokus kepada target peningkatan perdagangan bilateral di angka 5 milyar US Dollar.

“Indonesia membutuhkan Rusia tidak hanya soal pembelian alusista dan kenaikan investasi bilateral, tetapi juga dalam konteks Eurasian Economic Union, dimana Rusia adalah negara anggota yang berpengaruh dan dihormati,” kata Igor.

Igor yang juga Direktur SPIN menuturkan, semoga dengan adanya manuver diplomatik seperti itu, hubungan Indonesia-Rusia tidak terganggu.

“Yang tidak kalah penting lagi, sebaiknya Jokowi memanggil semua jajaran pimpinan partai pendukung, terutama PSI agar dalam berkomentar berdasarkan data-data, dan tidak ngawur, apalagi fitnah terhadap negara sahabat yang sejak awal kemerdekaan mendukung penuh NKRI” pesab Igor.

Seperti diketahui, pernyataan Ketua PSI Tsamara Amany yang menyinggung soal kondisi politik, kebebasan pers dan tingkat korupsi di Rusia, ditanggapi serius oleh pihak Rusia.

Media negeri beruang merah, Russia Beyond The Headline (RBTH), langsung meminta supaya Kedutaan Besar Rusia di Jakarta mengajak Tsamara berdiskusi.

Hal itu diketahui dari cuitan akun Twitter @RBTHIndonesia, pada Jumat (6/4/2018). Mereka menyatakan video pernyataan Tsamara sudah dibicarakan dengan Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobyeva.

RBTH bahkan sudah meminta Kedubes Rusia di Jakarta mengundang Tsamara dalam acara jumpa pers pekan depan.

Menurut RBTH Indonesia, mereka sudah menyampaikan undangan dan mengontak Tsamara. (tsc)

Sumber : tsc,Eramuslim.com 

Bantah Tudingan Media Soal Syeikh Shuraim, Syeikh Sudais; Imam Masjidil Haram Tak Punya Medsos

Bantah Tudingan Media Soal Syeikh Shuraim, Syeikh Sudais; Imam Masjidil Haram Tak Punya Medsos

Imam Masjid Nabawi
Imam dan khatib masjid Haram dan Nabawi, Imam Besar Seikh Abdurrahman Bin Aziz Assudais

10Berita – Kepresidenan untuk urusan Dua Masjid Suci yang dikepalai oleh Syaikh Abdurrahman As-Sudais menegaskan bahwa para Imam Haramain tidak memiliki akun di media sosial, seperti Twitter dan Facebook.

Kepresidenan juga menegaskan bahwa akun-akun di media sosial yang mengatasnamakan nama mereka adalah “akun palsu”.

“Para Imam Haramain tidak memliki akun di media sosial untuk menjaga status, martabat, dan kebaikan mereka dalam melayani dua masjid Suci,” tegas Syaikh Muhammad bin Mohammed Al Mansouri, Juru Bicara Kepresidenan Syaikh Abdurrahman As-Sudais, seperti dilansir Aram News, Ahad, (8/4).

Al-Mansouri menambahkan bahwa adanya akun palsu di media sosial yang mengatasnamakan para Imam Haramain sengaja dibuat oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab untuk menciptakan kebingungan dan diisi postingan yang kontroversial untuk menciptakan efek negatif terhadap kerajaan.

Al-Mansouri kemudian menegaskan bahwa untuk menjaga kepentingan umum dan melindungi kehormatan para Imam Haramain dan status para Imam Haramain di hati kaum muslimin, kepresidenan menegaskan bahwa tidak ada akun para Imam di media sosial. Dan akun yang ada adalah akun palsu.

Sebelumnya umat Islam dikejutkan dengan berita bertema “Arab Saudi tutup akun Twitter imam Masjidil Haram karena kritik pemerintah” yang diviralkan oleh Middle East Monitor yang dikutip dari situs alkhaleejonline.com.

Setelah redaksi Eramuslim mengecek langsung ke sumber situs alkhaleejonline.com, ternyata situs tersebut menjual pipa dan keperluan bahan bangunan. (mt/ram)

Sumber :Eramuslim 

Bolehkan Wanita Tak Berjilbab, Ini Alasan Pejabat Arab Saudi

Bolehkan Wanita Tak Berjilbab, Ini Alasan Pejabat Arab Saudi

10Berita – Dalam upaya mewujudkan Visi 2030 yang diluncurkan Putra Mahkota Muhammad bin Salman, Kerajaan Arab Saudi kini sedang memasuki era modernisasi di hampir seluruh sisi kehidupan.

Visi tersebut menegaskan keinginan Arab Saudi untuk menjadi pusat dunia Arab dan Islam, kekuatan investasi dunia, dan pusat yang menghubungkan tiga benua, yakni Asia, Afrika dan Eropa.

Sejumlah langkah telah dan akan diambil oleh Pemerintahan Raja Salman guna mewujudkan misi tersebut, yang juga mempengaruhi perubahan budaya di negeri ini.

Salah satu langkah itu yang cukup mengejutkan dunia adalah diberikannya kesempatan yang luas kepada para wanita untuk turut serta menyukseskan program-program pembangunan di segala bidang, termasuk langkah-langkah modernisasi di mana para perempuan bisa bekerja dengan memakai busana yang disukai selama mereka tetap menjaga kesopanan.

Sebelumnya, para perempuan di Arab Saudi wajib mengenakan jilbab yang menutupi seluruh bagian tubuh mereka ketika beraktivitas di luar rumah. Bahkan, gerak kaum wanita di tempat-tempat umum, termasuk di tempat kerja, juga sangat dibatasi.

Aturan tersebut sesungguhnya sejalan dengan Syariat Islam yang juga mengatur busana perempuan Muslim dan bagaimana mereka beraktivitas di luar rumah, serta berinteraksi dengan lawan jenis yang tidak memiliki hubungan darah dengan mereka atau yang bukan mahram.

Dalam ajaran Islam, perempuan Muslim yang telah dewasa wajib mengenakan jilbab dan kerudung yang menutup seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan. Busana Muslim itu harus terbuat dari bahan yang tebal dengan ukuran yang besar sehingga tak akan menampakkan warna kulit dan bentuk atau lekuk tubuh orang yang mengenakannya.

Para wanita juga wajib mengenakan busana tertutup itu saat keluar rumah dan ketika bertemu dengan lawan jenis yang tidak memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dengan mereka.

Namun, Pemerintah Arab Saudi kini tak mewajibkan penerapan peraturan mengenai busana Muslim dan aktivitas para perempuan tersebut. Bahkan, tidak ada larangan bagi wanita di Arab Saudi soal bagaimana mereka berpakaian dan mereka boleh tidak mengenakan busana Muslimah, seperti hijab, cadar, nikab atau burka, termasuk di tempat kerja mereka.

Salah seorang pejabat yang bertanggung atas media internasional pada Kementerian Budaya dan Informasi Pemerintah Arab Saudi Khaleed A.A. Al Ghamdi, baru-baru ini di Riyadh mengatakan, adalah hak para wanita Saudi untuk mengenakan busana yang mereka sukai.

Khaleed menambahkan Majelis Ulama dan komunitas agama di negara itu dapat menerima cara bagaimana wanita berbusana karena hal ini tidak bertentangan dengan program modernisasi pemerintah.

“Di antara para ulama yang setuju dengan modernisasi Saudi tersebut adalah (Sheikh Abdur-Rahman) As-Sudais (Presiden Masjidil Haram) dan Sheikh Saleh Al-Talib (salah seorang imam di Masjidil Haram,” kata Khaleed.

Mengenai ulama yang tidak setuju dengan kebijakan pemerintah Saudi tentang modernisasi itu, dia mengakui bahwa memang ada ulama yang berbeda pendapat dengan pemerintah karena masyarakat Arab Saudi memiliki hak mereka masing-masing untuk berpendapat selama mereka tidak menyakiti orang, namun mereka bisa mengkritisi sistem yang dijalankan pemerintah.

“Ulama besar Islam seperti Imam Hambali dan Imam Syafi?ie juga memiliki perbedaan pandangan dalam beberapa hal, namun mereka tidak bisa memaksakan pendapat mereka mengenai suatu hal kepada orang lain,?” kilah Khaleed, seraya menambahkan bahwa para ulama yang mereka anggap terlalu konservatif tidak mewakili kebijakan pemerintah.

Oleh karena itu, aturan mengenai busana perempuan Muslim yang berkaitan dengan bentuk dan warana juga tak bisa dipaksakan kepada kaum wanita di negara tersebut.

Salah seorang pegawai Departemen Teknik TV Saudi Ghozal Alqabbani, adalah satu contoh perempuan Saudi yang mengenakan busana sesuai keinginannya, tanpa ada paksaan dari pihak mana pun karena tidak ada lagi peraturan pemerintah yang mengatur hal tersebut.

“Jadi, kerja saja, jangan takut dengan apa yang Anda lakukan,” kata lulusan Universitas Alfaisal itu seraya mengungkapkan kegembiraannya dapat bekerja sebagai insinyur di TV Saudi.

Modern

Sebagai bagian dari pengembangan budaya menuju Visi Kerajaan 2030, pemerintah Saudi memiliki Otoritas Budaya Umum yang berurusan dengan pengembangan bioskop, teater, musik, seni visual, dan sastra.

Otoritas Kebudayaan Umum bertanggung jawab untuk mengembangkan industri sinema, seni teater, seni musik tradisional dan modern, seni visual dan sastra, kata Pemimpin Eksekutif Otorita, Ahmed F. Almaziad, di Riyadh baru-baru ini.

“Peran kami adalah menciptakan ekosistem di mana orang-orang, terutama yang berasal dari generasi muda menyukai kegiatan budaya semacam itu dan mereka didorong untuk mengembangkan kreativitas mereka sendiri,” kata Ahmed yang mencoba untuk menggabungkan bakat anak muda dari komunitas lokal, regional dan global.

Dalam upaya untuk mengejar perkembangan seni modern, pihaknya diharapkan membuat program pertukaran internasional di bidangg budaya guna menciptakan persepsi mengenai Arab Saudi yang modern. (antr)

Sumber : Antara

Penting! Data Facebook Kamu Bocor Jika Dapat Notifikasi Seperti Ini

Penting! Data Facebook Kamu Bocor Jika Dapat Notifikasi Seperti Ini


10Berita, Kasus kebocoran data yang dialami Facebook masih menjadi sorotan publik dunia. Tidak hanya publik di Amerika, belakangan pengguna Facebook di tanah air juga kena imbasnya. Bukan tanpa alasan, Indonesia pun masuk dalam statistik angka kebocoran data Facebook.

Setelah mengungkap angka kebocoran data yang belakangan ini hanya menjadi rumor, raksasa media sosial yang digawangi Mark Zuckerberg itu akan memberikan notifikasi atau pemberitahuan. Notifikasi akan disampaikan perihal kebocoran data pengguna.

Mengutip laman NewsroomFacebook, Senin (9/4), Facebook akan mengungkap dan memberikan notifikasi apakah akun kamu sebagai pengguna Facebook menjadi korban kasus penyalahgunaan data oleh Cambridge Analytica atau tidak.

Lainnya, Facebook juga akan menampilkan informasi seputar aplikasi yang terhubung dengan akun pengguna di bagian paling atas News Feed. Dengan begitu, pengguna dapat tahu informasi apa saja yang diketahui aplikasi itu.

“Pada 9 April, kami akan beri tahu aplikasi apa saja yang mengambil data dari Facebook. Mereka bisa menghapus aplikasi yang tidak diinginkan,” tulis Facebook dalam newsroom-nya. Itu artinya, Facebook akan mengungkap siapa saja yang menjadi korban kebocoran data hari ini.

Tadinya, skandal kebocoran data ini hanya menimpa publik di Amerika Serikat (AS), namun siapa menduga bahwa hal ini turut menyebar ke negara lain termasuk Indonesia. Indonesia sendiri ada di urutan ketiga dengan jumlah mencapai sekitar 1 jutaan pengguna yang terdampak penyalahgunaan data oleh Cambridge Analytica. Menyusul di urutan kedua, ada Filipina dengan jumlah pengguna 1,7 juta pengguna.

Terkait notifikasi kepada pengguna terdampak juga sempat disinggung perwakilan Facebook Indonesia yang hadir memenuhi panggilan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pada Kamis (5/4) lalu.

Ruben Hattari sebagai Public Policy Lead Facebook Indonesia menyebut bahwa pemberitahuan akan disebarkan pada akun Facebook yang menjadi korban kebocoran data pada tanggal 9 April ini. “Kita akan memberikan notifikasi kepada pengguna terdampak,” jelas Ruben di gedung Kemenkominfo.

Sayangnya, kedatangannya bertemu dengan Menkominfo Rudiantara belum mampu memberikan sesuatu yang melegakan pengguna Facebook di Indonesia. Dia menyebut bahwa masih ada serangkaian proses yang harus dilakukan dan dikomunikasikan dengan Facebook pusat di AS hingga semuanya terang benderang.

Hal tersebut berkaitan dengan tujuan penggunaan data beserta dampaknya bagi pengguna Facebook Indonesia, dan bentuk pertanggungjawaban atas kerugian kebocoran data yang menimpa pengguna Facebook di tanah air.

Sumber: jawapos

IDI Akhirnya Tunda Pemceatan Dokter Terawan

IDI Akhirnya Tunda Pemceatan Dokter Terawan



10Berita , Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menunda pemecatan sementara yang diberikan kepada dokter Terawan Agus Putranto oleh MKEK IDI. Hal ini membuat dokter Terawan masih menjadi anggota IDI.

Keputusan tersebut diberikan usai rapat Majelis Pimpinan Pusat (MPP) pada 8 April 2018 kemarin yang dihadiri oleh seluruh unsur pimpinan pusat yaitu Ketua Umum PB IDI, Ketua MKEK, Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia (MKKI), dan Majelis Pengembangan Pelayanan Kedokteran (MPPK).

“Rapat MPP memutuskan bahwa PB IDI menunda melaksanakan putusan MKEK karena keadaan tertentu. Oleh karenanya, hingga saat ini dokter Terawan masih berstatus sebagai anggota IDI,” ujar Ketua Umum PB IDI, Prof. Dr. Ilham Oetama Marsis, Sp.OG, dalam Jumpa Pers PB IDI, di Kantor PB IDI, Jakarta, Senin 9 April 2018.

Dilanjutkannya, penundaan tersebut dilakukan sehubungan dengan terjadinya kegaduhan di masyarakat dan kalangan dokter akibat tersebarnya keputusan MKEK yang harusnya bersifat rahasia. Sehingga, ini berdampak pada keresahan masyarakat dan merugikan berbagai pihak.

“Ketimpangan informasi terkait kode etik kedokteran dan tidak fahamnya masyarakat terhadap internal profesi kedokteran. Kedua, terapi DSA (Digital Substracion Angiography) atau brain wash menimbulkan kebingungan di masyarakat. Maka, kami merekomendasikan tim Health Technology Assessment (HTA) Kemenkes RI untuk memberi penilaian yang menjamin terapi itu aman untuk digunakan masyarakat luas,” terang Prof Marsis.

Tak hanya itu, PB IDI juga telah melaksanakan forum pembelaan terhadap dokter Terawan terkait haknya untuk mendapatkan pembelaan sebagai anggota IDI. Adapun, proses penundaan ini dilakukan untuk kembali menggodok bukti-bukti terkait metode dokter Terawan tersebut.

“Maka, keputusan final MKEK selanjutnya direkomendasikan kepada IDI. Kami juga menyerahkan penilaian metode brain wash ke tim HTA Kemenkes RI. Penundaan ini bisa menghasilkan pembebasan atau melakukan yang direkomendasikan IDI, semuanya tergantung bukti,” tegas Prof Marsis.

Sumber: viva

Gerakan #2019Ganti Presiden, Amien Rais: Dengan Senjata Doa, Salat Malam, Puasa Senin-Kamis

Gerakan #2019Ganti Presiden, Amien Rais: Dengan Senjata Doa, Salat Malam, Puasa Senin-Kamis


10Berita, Tokoh Reformasi Prof. Dr. Amien Rais mengajak untuk memasyarakatkan Gerakan #2019GantiPresiden.

Dalam video berdurasi 4 menit 20 detik yang viral di media sosial, Amien mengimbau kepada masyarakat untuk menyuarakan sebuah semboyan di tahun 2019, yakni Gerakan 2019 Ganti Presiden.

Dirinya juga mengingatkan agar umat tidak lupa menjalankan kewajiban ibadah sebagai senjata.

Ibadah yang disebut Amien antara lain; doa, shalat malam, hingga puasa Senin dan Kamis.

Dirinya optimis jika kekuatan umat dapat bersatu, maka 2019 akan melihat presiden baru.

"Saya hari-hari ini sangat berbahagia, dan bersyukur pada Allah SWT bahwa ada angin puritan yang menyapu Nusantara ini yaitu berbagai kelompok anak bangsa sepertinya makin sama menyuarakan sebuah semboyan yaitu di tahun 2019 nanti Insyallah ganti Presiden.

Jadi Insyaallah dengan senjata doa, salat malam semampu kita, syukur-syukur dengan puasa Senin dan Kamis kemudian kita betul-betul menggalang apa kekuatan bangsa ini, ya ukhwah islamiyah tapi juga ukhwah wathoniyah.

Jadi ini legitimate, ini legal, ini sah, tidak ada sedikit pun pasal UUD yang dilanggar.

Apalagi kalau kita bicara Alquran memang kalau kekuasaan sudah cenderung menjadi lupa daratan, sedikit agak zalim dan lain-lain maka tiba waktunya melihat pergantian."

[Selengkapnya simak Video]

Sumber : PORTAL ISLAM

Bagaimana Mungkin Aku Lakukan yang Tidak Pernah Dilakukan Rasulullah

Bagaimana Mungkin Aku Lakukan yang Tidak Pernah Dilakukan Rasulullah?

10Berita, ADA keraguan yang cukup kuat pada diri Zaid bin Tsabit ketika Umar bin Khattab mengusulkan sesuatu: Alquran harus dibukukan. Saat itulah Zaid bin Tsabit berucap, “Bagaimana mungkin aku melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan Rasulullah?”

Umar pun akhirnya menjelaskan. “Perang Yamamah telah banyak menewaskan banyak penghafal Alquran. Aku khawatir, peperangan lain juga akan mengurangi jumlah penghafal Quran di daerah-daerah. Sehingga, banyak bagian Alquran yang menghilang.”

Khalifah Abu Bakar pun setuju. Ia meminta Zaid sebagai koordinator. “Demi Allah,” kata Zaid. “Sekiranya mereka menyuruhku untuk memindahkan sebuah gunung, tidaklah lebih berat bagiku daripada perintah mengumpulkan Alquran.”

Penggalan kisah di atas memberikan dua pelajaran. Pertama, ide perubahan bukan sesuatu yang tabu. Selama bukan persoalan prinsip, perubahan sangat terbuka lebar. Di pintu inilah, muncul banyak mujtahid Islam. Dari pintu ini pula, Islam menelurkan banyak ahli di bidang pengetahuan.

Pelajaran kedua, perubahan kadang seperti yang dialami Zaid bin Tsabit. Berat dan meragukan. Tapi, di sinilah tantangan sebuah perubahan. Perubahan yang baik justru butuh paksaan. Bisa berupa mengikis halangan psikologis, tradisi, dan doktrin yang belum berdasar.

Saat ini, Indonesia bisa dibilang negeri seribu satu tradisi, kebiasaan, dan doktrin. Ada yang positif. Ada juga yang negatif jika dilihat dari sudut pandang Islam.

Masalahnya, tidak sedikit imbas kebiasaan negatif yang meresap dalam diri orang sekitar. Lama, biasa, dan akhirnya jadi budaya. Tanpa sadar, ada kebiasaan buruk yang terus terjaga dan lestari dalam diri.

Budaya mistik misalnya. Tidak sedikit generasi berpendidikan saat ini yang masih takut dengan gelap. Padahal, gelap cuma soal cahaya. Karena matahari berada di sisi lain dari bumi, suasana pun menjadi gelap.

Lebih aneh lagi jika takut gelapnya masih dalam ruangan rumah. Tidak ada binatang buas, tidak ada orang jahat. Orang yang tinggal tidak berubah, benda-benda pun masih itu-itu juga. Jika takut jenis ini membudaya, kita sebenarnya sudah terjebak pada budaya klenik bin mistik. Takut yang disebabkan karena kepercayaan munculnya makhluk halus yang menakutkan.

Allah swt. berfirman, “Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya, karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS. 3: 175) []

Sumber: jalansirah.com,   Islampos.

Lumbung Suara Jokowi Bisa Tergerus Gatot Nurmantyo

Lumbung Suara Jokowi Bisa Tergerus Gatot Nurmantyo


10Berita, Nama Gatot Nurmantyo menyusul masuk daftar peserta pemilu presiden tahun 2019. Mantan panglima TNI itu resmi masuk kandidat calon presiden setelah namanya dideklarasikan oleh komunitas relawan Gatot Nurmantyo untuk Rakyat atau GNR pada 6 April 2018.

Selain relawan GNR, relawan yang menamakan diri Relawan Selendang Putih Nusantara (RSPN) bahkan menyatakan optimis bisa memenangkan mantan Panglima TNI di wilayah-wilayah yang jadi lumbung kemenangan Presiden Joko Widodo.

Lebih detil, Ketua Bidang Media dan Informasi RSPN, Ahmad Ahyar menyebut empat wilayah yaitu Jawa Barat, Bali, Jawa Tengah, dan Papua.

“Kami optimis bisa memenangkan Pak Gatot di wilayah Jawa Barat, Bali, Jawa Tengah, dan Papua yang menjadi lumbung kemenangan Pak Jokowi pada Pilpres 2014 lalu,” ujar Ahmad Ahyar di Jakarta, Senin (9/4/2018), seperti dilansir Tribunnews.

Ahmad Ahyar menegaskan bahwa RSPN kini telah bergerak di sekitar 135 kabupaten dan desa untuk memenangkan Gatot Nurmantyo di Pilpres 2019.

Oleh karena itu Ahmad Ahyar optimis RSPN bisa menyumbangkan 10 persen nasional atau sekitar 15 juta suara untuk Gatot Nurmantyo di Pilpres 2019.

“Selain itu potensi pemilih pemula bagi Gatot Nurmantyo sangat besar atau sekitar 1 juta suara. Relawasan RSPN beserta jaringannya semakin merapatkan barisan untuk kemenangan Gatot Nurmantyo,” pungkasnya.

Sumber:Portal Islam