OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Sabtu, 28 April 2018

Heboh !, Kampus Unpad Dijaga Brimob, Pengamat: Seperti Zaman Orba

Heboh !, Kampus Unpad Dijaga Brimob, Pengamat: Seperti Zaman Orba


10Berita, Kampus Universitas Padjadjaran (Unpad) Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat kini dijaga personel Brigade Mobil (Brimob) Polri. Pengamat pendidikan menilai ini adalah dekadensi.

“Kampus yang mengundang aparat keamanan untuk masuk itu saya kira kemunduran besar, kembali pada masa rezim Orde Baru,” kata pengamat pendidikan, Darmaningtyas, kepada detikcom, Sabtu (28/4).

Dia menjadi ingat soal kebijakan Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan (NKK/BKK) pada 1978-1979. Saat itu kampus ditekan pemerintahan Orde Baru. Kejadian itu sudah lama berlalu dan Indonesia sudah memasuki demokratisasi. Namun ternyata ada gejala di Unpad.

“Itu dulu yang ditolak mahasiswa tahun 1978 karena masuknya aparat keamanan ke kampus. Menurut saya tidak tepat bila Brimob menjaga kampus,” kata Darmaningtyas.

Menurutnya, kampus adalah dunia yang bebas bagi pedebatan pemikiran. Tak seharusnya dinamika intelektual di kampus terganggu oleh kehadiran aparat.

“Kalau ini didiamkan, maka ini akan menjadi role model (contoh) bagi kampus-kampus lain dalam menjaga keamanan,” kata dia.

Sebenarnya ini adalah perkara peralihan vendor pengamanan yang mengalami masa jeda. Untuk mengisi kevakuman penjaga keamanan, maka pihak kampus mengundang Brimob untuk masuk. Darmaningtyas menyarankan agar kampus tak lagi menerapkan sistem alih daya (outsourcing) untuk memenuhi kebutuhan penjaga keamanan kampus, supaya tak terjadi kekosongan personel dan akhirnya malah mengundang aparat untuk masuk kampus.

“Lebih baik untuk menjaga keberlanjutan penjagaan kampus, mestinya satpam-satpam ini menjadi karyawan organik kampus, bukan menjadi outsourcing,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, mahasiswa Unpad mengeluhkan keberadaan personel Brimob di kampusnya. Mahasiswa bernama Viona Mahardika mengatakan keberadaan Brimob sudah sejak Januari 2018. Kondisinya, terjadi peralihan agensi keamanan dari PT Sentinel ke PT Kartika.

Keberadaan Brimob dirasakannya sampai mengawasi kegiatan mahasiswa. “Paling terasa dalam beberapa bulan ini tindakan dari petugas Brimob itu bukan cuma menjaga (keamanan) tapi aku rasakan bebearpa kalau bikin acara di kampus selalu diawasi,” tutur mahasiswa jurusan Sastra Jerman ini.

Rektor Unpad Tri Hanggono menjelaskan bahwa keberadaan Brimob di kampusnya untuk melakukan kontrol mutu dan standarisasi Satpam kampus. Dia menjamin tak ada pembatasan demokrasi kampus akibat keberadaan Brimob ini.

“Saya kira aparat keamanan di manapun tidak akan membatasi demokrasi. Saya tanya demokrasi seperti apa yang dibatasi? Kalau ada sampaikan,” ujar Tri, Jumat (27/4) kemarin.

Bahkan Tri mengatakan keberadaan Brimob telah terbukti mengurangi angka kehilangan barang di Kampus. Dia belum memastikan sampai kapan Brimob tetap bersiaga di Unpad. Bahkan dia membuka opsi untuk mempertahankan Brimob di Kampus.

“Ya selama dibutuhkan. Tanya vendor kebutuhannya. Bagi kami kalau dipandang perlu, nggak ada salahnya. Saya kira itu fungsi-fungsi keamanan seperti itu, hal yang wajar,” kata Tri. 

Sumber : detik

Relawan Jokowi Gelar Pelatihan Anti Hoaks, Warganet: Tukang Bohong Mau Ngajari Cara Supaya Gak Bohong

Relawan Jokowi Gelar Pelatihan Anti Hoaks, Warganet: Tukang Bohong Mau Ngajari Cara Supaya Gak Bohong


10Berita,   Seknas Jokowi menggelar pelatihan anti hoaks.Pelatihan yang diikuti sekitar 150 relawan itu digelar dalam rangka gerakan sosialisasi door to door melawan hoaks

"Sebagai organisasi relawan Jokowi kita berkewajiban melawan hoax yang bertebaran di media massa dan medsos," tegas Muhammad Yamin, Ketua Umum Seknas Jokowi, saat membuka pelatihan di markas Seknas Jokowi, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat 28 April 2018.

Untuk angkatan pertama ini, pelatihan diikuti relawan Seknas dari seluruh kelurahan dan kecamatan di wilayah Jakarta Timur. Selanjutnya, para relawan itu akan diterjunkan untuk mengkampanyekan anti-hoaks ke setiap rumah di wilayah mereka masing-masing.

"Kita akan terus melakukan pelatihan dan gerakan seperti ini di Jakarta dan seluruh wilayah Indonesia, karena berita-berita hoax itu sudah sampai tahap meresahkan masyarakat. Kalau tidak kita lawan nantinya akan memecah persatuan bangsa," kata Yamin lagi.

Para peserta pelatihan terlihat antusias mendengarkan arahan dari fasilitator yang sudah berpengalaman. Selain untuk melawan hoaks, para relawan itu juga akan mensosialisasikan berbagai kesuksesan pembangunan yang telah dilakukan semasa pemerintahan Jokowi-JK.

Warganet pun heboh.

Tukang Bohong mau mengajari cara supaya tidak bohong...😂😂😂😂

— #RepublikOrangGila (@jibilii) April 28, 2018

Tukang hoax buat anti hoax ,geblek

— Negri Diatas Awan (@agusboy_1973) April 28, 2018

Haha.... Penjahat yang berpura2 jd polisi

— Basmi Kaum Penista (@izzaq24) April 28, 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Bantah Spekulasi, Mantan Presiden Turki Sebut Tak Niat Maju Pilpres

Bantah Spekulasi, Mantan Presiden Turki Sebut Tak Niat Maju Pilpres


Mantan Presiden Turki, Abdullah Gul. (Aljazeera)

10Berita – Ankara. Mantan Presiden Turki, Abdullah Gul, akhirnya buka suara soal spekulasi pencalonan dirinya dalam Pemilihan Presiden Turki 24 Juni mendatang. Menurutnya, mencalonkan diri adalah opsi apabila terdapat konsensus besar terkait hal itu.

Gul menambahkan, dirinya juga tidak pernah menawarkan diri kepada Partai Saadet seperti yang ramai diperbincangkan. Menurut Gul ada beberapa orang yang tahu kualitasnya dalam mengelola negara, dan mereka mengajukan permintaan agar ia maju pilpres.

“Aku katakan pada mereka, apabila ada konsensus besar dalam pencalonanku, maka aku dan para sahabat akan memikul tanggung jawab tersebut, dan tidak akan menghindar,” imbuhnya, dalam konferensi pers di Istanbul, Sabtu (28/04/2018).

Sementara terkait kabar pertemuannya dengan Partai Saadet, seperti dilansir Aljazeera, Gul menyebut tidak ada kesepakatan besar di dalamnya. Dengan begitu, lanjutnya, prospek pencalonannya hampir pasti tidak ada lagi.

Spekulasi

Sebelumnya, pertemuan Abdullah Gul, Partai Saadet dan Mantan PM Turki Ahmet Dovutoglu, menimbulkan spekulasi luas terkait pencalonan dirinya menghadapi Erdogan.

Sementara itu, Ahmet Dovutoglu juga telah menyatakan dukungannya kepada Erdogan dalam pilpres 24 Juni mendatang. Bahkan, Mantan PM Turki itu menyebut tidak melakukan manuver politik apapun, dan tunduk sepenuhnya kepada putusan AKP.

Dengan bantahan Abdullah Gul terhadap spekulasi pencalonan dirinya ini, maka sejauh ini baru ada satu kandidat yang menyatakan siap menghadapi Erdogan. Ia adalah Meral Akşener, politisi wanita yang juga ketua dan pendiri Partai Baik (GP).

Sedangkan kandidat Recep Tayyip Erdogan telah resmi mencalonkan diri dengan dua partai koalisi yaitu AKP dan MHP.

Sejauh ini, partai-partai oposisi di Turki masih berusaha menyatukan barisan untuk mengalahkan Erdogan dan AKP. Persatuan mereka berarti mengesampingkan segala perbedaan tentang ideologi, visi dan arah partai.

Beberapa pekan lalu, 15 anggota parlemen dari Partai CHP yang merupakan oposisi terbesar dan utama, bergabung ke dalam GP. Hal ini semakin membuktikan adanya upaya kelompok oposisi untuk bersatu melawan Erdogan.

Pemilihan Presiden Turki akan dilaksanakan pada 24 Juni 2018, bersamaan dengan pemilihan parlemen. Sebelumnya dua partai yaitu AKP dan MHP mengajukan draf percepatan pemilu dari Februari 2019 menjadi 24 Juni 2018, dan telah disetujui parlemen. (whc/)

Sumber :dakwatuna

Acara ‘Untukmu Indonesia’ di Monas Berlangsung Ricuh dan Dikeluhkan Masyarakat

Acara ‘Untukmu Indonesia’ di Monas Berlangsung Ricuh dan Dikeluhkan Masyarakat

10Berita – Acara yang bertajuk ‘Untukmu Indonesia’ di kawasan silang Monas, Jakarta Pusat berlangsung ricuh. Warga yang hadir berebut untuk mendapatkan sembako gratis yang dibagikan. Padahal, Pemprov DKI melalui Dinas Pariwisata dan Budaya sudah melarang pembagian sembako tersebut.

Salah satu warga yang datang mengungkapkan, banyaknya orang tua yang pingsan dan anak-anak yang hilang dari pengawasan orang tuanya dalam acara yang diklaim sebagai ‘Pesta Rakyat’ itu.

“Banyak orang tua pingsan karena pengambilan sembako nggak bisa diwakilkan,” ujar seorang warga di lokasi, Sabtu (28/4).

Sementara akun Twitter TMCPoldaMetro menginformasikan seorang anak yang terpisah dari orang tuanya.

“Telah di temukan seorang anak Laki Laki umur 5 th a/n Fadli Terpisah dg Orang Tuanya di Festival Budaya dan Pesta Rakyat di kawasan Monas , Saat ini di amankan di pos Pengamanan depan Istana Negara,” tulis TMCPolda.

Keluhan warga lainnya sangat beragam, mulai dari pembagian sembako yang ricuh dan saling berebut hingga acara yang membuat macet parah di sekitar lokasi.

“Bus parkir dari gambir sampe pintu air. gila,” ujar warga lainnya.

“Ini gambir macet total karena di monas ada bagi2 sembako sejabodetabek. Sy dari pk 9 di gambir. Angkutan nggak bisa masuk stasiun. Sy jalan kaki sampe pintu air. Gojek pun nggak dapat. Orang-orang di sepanjang jalan banyak yg mendamprat. Katanya ini bukan pesta rakyat, tapi menyiksa rakyat,” keluh seorang bapak.

Seorang warganet mengeluhkan layanan bus Transjakarta yang tidak mau menurunkan penumpang di halte Monas karena padat dengan manusia.

“Efek acara pesta rakyat di monas busway pun tdk mau turunin penumpang harus di halte gambir padahal dkt sdh 1/2 jam di dalam nih,” cuit akun @akangei. ()

Sumber :swamedium

Inilah Hukuman bagi Penghina Nabi Muhammad SAW

Inilah Hukuman bagi Penghina Nabi Muhammad SAW

10Berita, MENGHINA nabi merupakan perbuatan tercela yang mendatangkan dosa serta hukuman. Apa hukuman bagi penghina  Nabi Muhammad SAW?

Ulama sepakat, orang yang menghina Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berhak mendapat hukuman mati.

Keterangan Syaikhul Islam al-Harrani dalam kitabnya as-Sharim al-Maslul menyebutkan, Abu bakr al-Farisi, salah satu ulama syafiiyah menyatakan, kaum muslimin sepakat bahwa hukuman bagi orang yang menghina Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah bunuh, sebagaimana hukuman bagi orang yang menghina mukmin lainnya berupa cambuk.

Selanjutnnya Syaikhul Islam menukil keterangan ulama lainnya. Al-Khithabi mengatakan, “Saya tidak mengetahui adanya beda pendapat di kalangan kaum muslimin tentang wajibnya membunuh penghina Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Sementara Muhammad bin Syahnun juga mengatakan, “Para ulama sepakat bahwa orang yang mencela Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menghina beliau statusnya kafir. dan dia layak untuk mendapatkan ancaman berupa adzab Allah. Hukumnya mennurut para ulama adalah bunuh. Siapa yang masih meragukan kekufurannya dan siksaan bagi penghina Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, berarti da kufur.” (as-Sharim al-Maslul).

Keteragan lain juga disampaikan as-Syaukani. Ketika menjelaskan hadis yang menyebutkan hukuman bunuh bagi penghina Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau mengatakan, “Dalam hadis Ibnu Abbas dan hadis asSya’bi terdapat dalil bahwa orang yang menghina Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dihukum bunuh. Ibnul Mundzir menyebutkan bahwa ulama sepakat, orang yang menghina Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan kalimat teas, wajib dibunuh.”  (Nailul Authar, 7/224).

Diantara dalil yang secara tegas menunjukkan hukuman mati bagi penghina Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hadis dari Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu. Beliau menceritakan, “Ada seorang wanita yahudi yang menghina Nabi  Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan mencela beliau. Kemudian orang ini dicekik oleh seorang sahabat sampai mati. Namun Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menggugurkan hukuman apapun darinya.” (HR. Abu Daud 4362 dan dinilai Jayid oleh Syaikhul Islam)

Hadis di atas semakna dengan hadis dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma.

“Dulu ada sahabat buta yang memiliki seorang budak wanita, yang suka menghina dan mencela Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sahabat buta inipun melarangnya dari perbuatan itu. Namun dia tetap terus menghina beliau. Sang sahabat kembali melarangnya dengan keras, tapi dia tidak mau berhenti.

Di suatu malam, budak wanita ini kembali mencela dan menghina Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Akhirnya sang sahabat buta ini mengambil pisau, kemudian ditusukkan ke perut budak wanita itu, kemudian dia tindih sampai mati.

Pagi harinya, berita ini sampai kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu beliau kumpulkan para sahabat, dan bertanya, “Saya jadikan Allah sebagai saksi, jika benar ada orang yang melakukan pembelaan kepadaku, tolong dia berdiri.”

Kemudian berdirilah lelaki buta itu, dan dia ceritakan kejadian yang sebenarnya. Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Saksikanlah bahwa darah wanita itu tidak bisa dituntut.”  (HR. Abu Daud 4363, ad-Daruquthni 3242 dan dishahihkan al-Albani).

 

Ketentuan ini, hanya khusus untuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jika yang dihina selain Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat tidak memberlakukan hukuman bunuh. Hanya saja kebijakan hukumannya dikembalikan kepada pemerintah.

Abu Barzah al-Aslami menceritakan, ada orang yang menghina Abu Bakr as-Shiddiq. Lalu saya bertanya, “Boleh saya membunuhnya?”

Beliaupun memarahiku, dan mengatakan, “Pembelaan ini tidak boleh untuk seorangpun selain Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Ahmad 55, Nasai 4071 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Siapa Pelaksana Hukuman Ini?

Yang berwenang melaksanakan hukuman ini hanyalah pemerintah. Selain mereka tidak berhak, kecuali tuan kepada budaknya. Karena seorang tuan, berhak memberikan hukuman had kepada budaknya, sebagaimana yang dilakukan sahabat buta di atas kepada budaknya.

Terlebih, jika pelakunya warga negara kafir yang bisa jadi mereka akan melakukan pembalasan lebih kejam kepada kaum muslimin. Sehingga tidak dibenarkan melakukan tindak pembunuhan secara ilegal semacam ini. []

SUMBER: KONSULTASI Syariah,  Islampos.

BEDA ADAB dengan Jokowi, Video Kim Jong Un dan Moon Jae-in TAK LEMPAR SEKOP Bikin HEBOH Warganet

BEDA ADAB dengan Jokowi, Video Kim Jong Un dan Moon Jae-in TAK LEMPAR SEKOP Bikin HEBOH Warganet


10Berita,   Pertemuan pertama pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, dan pemimpin Korea Selatan, Moon Jae-in, menggegerkan seluruh dunia.

Pertemuan dua pemimpin Korea yang diharapkan bisa membawa perdamaian dan kesatuan bagi warga semenanjung Korea tersebut diamati secara serius. Terutama pada saat kedua pemimpin tersebut berada di lokasi penanaman pohon perdamaian.

Pohon perdamaian yang ditanam pada tahun 1953,  menandai ditandatanganinya gencatan senjata untuk perang Korea, menjadi salah satu lokasi pertemuan kedua pemimpin Korea pada Jumat, 27 April 2018 yang berhasil mencuri perhatian seluruh warga dunia, termasuk warga Indonesia.

Kedua pemimpin tersebut menggenggam sekop dan saling bertukar tanah. Tanah yang dibawa Kim Jong Un berasal dari pegunungan di bagian selatan Pulau Jeju. Sementara Moon Jae-in menggunakan tanah yang berasal dari gunung Paektu.

Di lokasi bersejarah itu pun akhirnya terpancang sebuah plakat bertulis "peace and prosperity planted",  nama kedua pemimpin Korea tersebut dan tanggal bersejarah yang disebut-sebut akan menjadi tonggak baru perdamaian Korea.

Video kedua pemimpin Korea yang memindahkan tanah dengan sekop tadi menjadi perbincangan warganet Indonesia setelah sebuah akun mengunggah video tersebut ke Twitter.

— ㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤ (@RajaPurwa) April 27, 2018

Dalam video tersebut, nampak baik Kim maupun Moon sebagai pemimpin dari 2 negara yang disegani dunia, menancapkan sekop setelah usai digunakan.

Hal ini berbeda jauh dengan adab Jokowi saat menggunakan sekop beberapa waktu lalu.

Tak seperti Kim Jong Un maupun Moon Jae-in yang menancapkan sekop, Jokowi malah melemparkan sekop tersebut usai menggunakannya.

Akibatnya, Jokowi pun banjir kecaman publik yang menganggapnya tak mampu menunjukkan adab yang baik sebagai seorang kepala negara.

Video adab kedua pemimpin Korea dalam menggunakan sekop tersebut akhirnya menggelitik seorang warganet yang mencoba membandingkan Jokowi dengan Kim Jong Un dan Moon Jae-in.

Ia pun mengunggah video singkat saat Jokowi melemparkan sekop usai menggunakannya.

— Taqwa budi aji (@YaTaqwa83) April 27, 2018

Perbedaan yang mencolok itu pun akhirnya memicu komentar geli warganet.

Pemimpin Negara otoriterpun masih punya adab atas sekop ya , 😀😀😀

— Heru Catur (@Heru_Catur) April 27, 2018

Komen...
Jangan..
Komen...
Jangan...
Tapi pingin komen...
Tahan....tahan...
Dikit aja..pingin komen
Taahaaaan....tahaaan...
Ituu....
Tahaaan...
Itu sekoooopnyaaa...
Huss.... tahaan..
Sekopnyaaa kok ga dibuang.....??
Cukup..!!

— yusuf afandi (@m4s_yusuf) April 28, 2018

Udh fokus nungguin sekop dilempar ... ternyatahh kurang ndesoh mrk 😊😊

— Lubis (@devieta) April 27, 2018

hrap maklum 2 orng ini baru aja berdamai, jd kurng ngeh ssuatu yg baru...secara lempar skop itu kekinian bngt loh...😁😁😁

— Arifianti (@arifianti93) April 27, 2018

Duh, endingnya mengecewakan.

Gak ada lempar SEKOPNYA.!

— #2019GantiPresiden (@GarudaNangkuti) April 27, 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Percakapan Menteri Rini-Bos PLN Beredar Dicurigai Bagian Operasi Intelijen

Percakapan Menteri Rini-Bos PLN Beredar Dicurigai Bagian Operasi Intelijen



10Berita, Otak di balik peredaran rekaman percakapan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno dengan Direktur Utama PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero, Sofyan Basyir sepatutnya diusut tuntas.

Sebab, isi percakapan kedua orang itu sempat diduga membahas fee proyek sebelum akhirnya diklarifikasi oleh pihak Kementerian BUMN.

“Ini kok bisa ada sadapan yang sudah diedit dan keluar dan lalu dipelintir, apakah ini bagian dari operasi intelijen?” kata Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman dalam keterangannya, siang ini (Sabtu, 28/4).

Yusri mengaku cukup paham soal pembagian kepemilikan saham saham proyek terminal pengelolaan LNG di Bojonegara, sebagaimana pokok percakapan Menteri Rini dan bos PLN dimaksud, yang rencananya dibangun oleh PT Bumi Sarana Migas (BSM) milik keluarga Jusuf Kalla.

Proyek ini bekerja sama dengan Mitsui dan Tokyo Gas.

“PLN sebagai oftaker gas minta saham 15 persen, bukan hanya beli saja tetapi ingin juga punya saham. Tapi BSM dan partnernya (Tokyo Gas Mitsui) hanya bisa menawarkan 7,5 persen,” ulas Yusri.

Dalam perkembangannya, lanjut Yusri, proyek receiving terminal LNG di Merak, Banten oleh PT BSM dengan Pertamina telah dihentikan pada kuartal ke tiga tahun 2017.

“Sehingga potongan rekaman yang sudah diedit dan tidak utuh itu memang diduga upaya pembunuhan karakter terhadap Menteri BUMN Rini Soemarno dan Dirut PLN Sofyan Basyir, akan berpotensi merusak kinerja pemerintahan JKW-JK,” terangnya.

Sebagai informasi, Yusri menambahkan, sejak April 2016, lembaga CERI yang pertama memprotes rencana kerja sama itu. Tujuannya agar Pertamina dan PLN tidak dirugikan.

Oleh karena itu, hemat dia, Presiden Jokowi harus menugaskan Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk membongkar otak di balik peredaran potongan rekaman yang diduga hasil sadapan.

“Termasuk harus diungkap siapa yang menyadapnya,” tegasnya.

“Kegiatan ini sangat berbahaya bagi keamanan negara kalau ada oknum intelijen bermain dengan pihak-pihak yang ingin mengacaukan pemerintahan, bila perlu Presiden mengevaluasi jabatannya,” sambung Yusril.

Sumber: rmol, dakwah media 

Banjir TKA China, Sosiolog Musni Umar: Dari Aspek Keamanan Mengerikan! Siapa yang Awasi Mereka?

Banjir TKA China, Sosiolog Musni Umar: Dari Aspek Keamanan Mengerikan! Siapa yang Awasi Mereka?


10Berita – Berdasarkan hasil investigasi Ombudsman yang dilakukan pada Juni-Desember 2017, ditemukan ketidaksesuaian data tenaga kerja asing (TKA) antara yang dimiliki Pemerintah dan temuan di lapangan.

Ombudsman  juga menemukan sejumlah kebijakan pemerintah justru memicu banjirnya TKA baik legal maupun ilegal ke Indonesia.

Seperti diungkapkan Komisioner Ombudsman Laode Ida, TKA yang paling banyak masuk ke Indonesia berasal dari China. Mereka bekerja di proyek investasi yang dibawa negeri tirai bambu tersebut ke Indonesia.

“Ada kondisi arus TKA khususnya dari Tiongkok deras sekali tiap hari masuk ke negara ini. Sebagian besar mereka unskilled labor,” kata Laode seperti dikutip kompas (26/04).

Sosiolog Musni Umar turut mengkhawatirkan membanjirnya TKA dari RRC. “Sebagai sosiolog saya amat khawatir membanjirnya Tenaga Kerja Asing dari RRC.  Saya saksikan sendiri sewaktu pulang lebaran ke Kendari tahun lalu mayoritas penumpang Garuda adalah TKA RRC.  Menurut warga tiap hari penuh pesawat di isi TKA,” tulis Musni di akun Twitter @musniumar.

Rektor Universitas Ibnu Chaldun ini mengingatkan, dari aspek keamanan banjirnya TKA asal China sangat mengerikan. “Dari aspek tenaga kerja sejatinya investasi asing membuka lapangan kerja bagi kita.   Realitas, investasi RRC semua dibawa dari China termasuk buruh.  Dari aspek alih teknologi mustahil terjadi karena tenaga kerja kita tidak dapat tempat. Dari aspek keamanan mengerikan, siapa yang awasi mereka?” tegas @musniumar.

@musniumar  juga menambahkan: “Bangsa Indonesia dapat apa dari investasi RRC di Indonesia?” (kl/)

Sumber :itoday

Ketum MUI Setuju Pengajian Disisipi Politik, Asal…

Ketum MUI Setuju Pengajian Disisipi Politik, Asal…


10Berita, Imbauan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amin Rais agar pengajian disisipi politik mendapat respon berbagai pihak.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin tak sependapat jika pengajian disisipi politik praktis untuk jangka pendek.

“Kalau politik keagamaan, politik kebangsaan dan kenegaraan harus,” kata Ma’ruf Amin usai menjadi pembicara di Forum Group Discussion yang diselenggarakan PDI P di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta, Jumat (27/4).

Pasalnya jika pengajian disusupi oleh politik praktis maka hanya bicara soal dukung mendukung.

Jika berpolitik tidak didasari oleh agama, katanya, akan timbul sikap politik yang tidak santun dan yang menghalalkan segala cara termasuk money politic.

Ma’ruf juga berharap agar tempat ibadah, kantor pemerintah dan forum-forum pengajian jangan dijadikan sarana untuk melakukan politik praktis, terlebih berkampanye.

Sumber: rmol

MUI: Acara ‘Untukmu Indonesia’ di Monas Adalah Pemurtadan Terselubung

MUI: Acara ‘Untukmu Indonesia’ di Monas Adalah Pemurtadan Terselubung


10Berita, Ketua Komite Dakwah Khusus Majelis Ulama Indonesia (KDK MUI), Ustadz Abu Deedat Syihabuddin meminta umat Islam agar tidak menghadiri acara Untukmu Indonesia yang bakal digelar Sabtu (28/4) di Monumen Nasional (Monas) Jakarta.

Menurut Ustadz Abu Deedat, acara tersebut adalah pemurtadan yang dikemas kegiatan sosial. Seperti diketahui pada acara yang digagas Forum Untukmu Indonesia ini akan ada pembagian sembako dan hadiah bagi masyarakat yang hadir.

“Ya ini acara pemurtadan dilakukan kaum Nasrani yang dikemas acara sosial. Mereka mendompleng acara kebangsaan untuk misi pemurtadan,” ungkap Ustadz Abu Deedat, Jumat (27/4).

Ilustrasi merpati yang tertera pada kupon makan, sembako, dan hadiah adalah salah satu bukti yang paling sederhana bahwa acara tersebut ada misi pemurtadan.

“Gambar merpati itu berarti ruh kudus. Dari sini saja sudah kebaca misi mereka,” jelas pakar kristologi ini.

Dikatakan Ustadz Abu Deedat, pasar murah, pengobatan gratis, serta pembagian sembako adalah hal yang sering dijadikan topeng untuk misi tersembunyi pemurtadan.

Lebih lanjut, Ustadz Abu Deedat memaparkan bahwa aksi pemurtadan dengan kemasan kegiatan sosial ini sering terjadi.

Sumber: eramuslim