OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Jumat, 11 Mei 2018

Survei IDM, Deddy-Dedi & Asyik Bersaing Ketat di Pilgub Jabar

Survei IDM, Deddy-Dedi & Asyik Bersaing Ketat di Pilgub Jabar

Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (Foto: Dok Okezone)

10Berita, BANDUNG – Lembaga survei Indonesia Development Monitoring (IDM) merilis hasil surveinya terkait Pilgub Jawa Barat 2018.

Survei dilakukan pada 15-31 Maret 2018 dengan jumlah responden 2.178 orang di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat. Metode survei menggunakan multistage random sampling dengan margin of error sebesar 2,1 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasil survei dibagi kedalam pengelompokan tiga teritorial. Pertama adalah Pantura yang meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan dengan responden 21,3 persen.

Kedua adalah Priangan yang meliputi Kabupaten Sumedang, Kabupaten Subang, Kota Bandung, Kabupaten bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, dan lain-lain. Jumlah responden di kawasan ini mencapai 51,8 persen.

Ketiga adalah kawasan Pamalayon yang merupakan daerah penyangga DKI, yaitu Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi. Jumlah responden di kawasan ini 26,9 persen.

Hasilnya, pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi memiliki popularitas tertinggi dibanding kandidat lainnya. Di tiga wilayah teritorial, Deddy-Dedi menempati urutan teratas.

()

Di Pantura, pasangan nomor urut empat tersebut popularitasnya mencapai 83,2 persen, di Priangan 87,1 persen, dan di Pamayon 82,1 persen. Sedangkan Asyik dan Rindu saling berebut di posisi kedua di tiga wilayah.

"Secara popularitas, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi memang sangat tinggi," kata Direktur Eksekutif IDM Bin Firman Tresnadi dalam konferensi pers di Kota Bandung, Jumat (27/4/2018).

Sementara kandidat lain popularitasnya di bawah Deddy-Dedi. Di Pantura, popularitas kedua ditempati Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) dengan 80,5 persen. Di Priangan, posisi kedua popularitas ditempati Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) dengan 81,6 persen. Sedangkan di Pamayon, popularitas tertinggi kedua ditempati Asyik dengan 80,2 persen.

Dari tingkat kepemimpinan, IDM menempatkan Asyik atas di posisi teratas di tiga wilayah. Di Pantura, Asyik meraih 78,5 persen, di Priangan 80,5 persen, dan di Pamayon 78,5 persen.

Secara umum, IDM juga mayoritas menempatkan Asyik di posisi teratas dari berbagai aspek, mulai dari akseptabilitas dan kapabilitas. Begitu juga dengan elektabilitas, Asyik ada di urutan teratas di tiga wilayah teritorial.

Dengan pertanyaan tertutup, Asyik ada di posisi teratas elektabilitas dengan 31,2 persen disusul Deddy-Dedi dengan 26,3 persen di kawasan Pantura.

Di Priangan, Asyik meraih 35,6 persen dan posisi kedua ditempati Rindu dengan 25,3 persen. Sedangkan di Pamayon, Asyik tetap teratas dengan 33,3 persen dan kedua ditempati Deddy-Dedi dengan 21,6 persen.

Firman sendiri membantah jika lembaga surveinya berafiliasi dengan pasangan Asyik atau parpol pengusung Asyik. Ia menegaskan bahwa lembaga surveinya independen.

Hasil survei IDM sendiri berbanding terbalik dengan lembaga survei lain. Lembaga lain mayoritas menempatkan Rindu dan Deddy-Dedi yang bersaing ketat dalam berbagai aspek. Sedangkan IDM mayoritas menempatkan Asyik di posisi teratas.

"IDM ini tidak berafilisi terhadap satu calon pun atau kepada satu partai pun. IDM bukan lembaga baru. Di Pilgub DKI lalu kami juga berbeda hasil surveinya dengan lembaga survei lain," ungkap Firman.

Menurutnya, saat di Pilgub DKI, hasil survei IDM menempatkan Anies Baswedan-Sandiaga Uno di posisi teratas dengan tingkat keterpilihan 52 persen. Hasilnya, Anies-Sandi keluar sebagai pemenang.

Firman mengatakan, jika hasil surveinya berbeda dengan lembaga survei lain, itu dikarenakan pendekatan metode surveinya berbeda. "Pendekatan kami berbeda, pendekatan kami lebih kepada politik identitas," ucapnya.

"Analisa kami yang berbeda dengan mayoritas lembaga survei itu bukan hal aneh karena pendekatan kami agak berbeda, kedalaman pertanyaan kami juga jauh lebih dalam. Kami juga mengamati, menganalisa pergerakan dari para calon," jelas Firman.

Soal tingginya raihan Asyik dalam berbagai aspek, hal itu salah satunya dikarenakan kerja mesin politik PKS dan Gerindra. Mereka bisa memaksimalkan kerja politiknya untuk mendongkrak popularitas, elektabilitas, dan berbagai aspek lain dari pasangan Asyik.

Ketua Tim Media Center Asyik Rony Kusuma menyambut positif hasil survei IDM yang menempatkan Asyik mayoritas di urutan pertama dalam berbagai aspek. Tapi, ia menegaskan hasil survei itu bukan patokan.

Untuk upaya pemenangan, Asyik bersama seluruh mesin partai, simpatisan, dan relawan, akan terus bergerak ke seluruh Jawa Barat. "Kami percaya blusukan itu akan lebih berarti. Kami akan terus blusukan," tandas Rony.

(erh)

Sumber : Okezone

[PILGUB Jateng] PERTARUNGAN Fine 4 C VS (Money Politic + Intimidasi Preman)

[PILGUB Jateng] PERTARUNGAN Fine 4 C VS (Money Politic + Intimidasi Preman)


10Berita, Ganjar berusaha menjadi alter ego-nya Ahok. Pemarah, kasar, sok tegas, gaul dan social-media freak. Begitu ketauan publik ngga suka, Ganjar buru-buru obah taktik. Sekarang dia pake peci dan sok ramah. Tapi kesan 'kemlinthi'-nya tetep ada. Ngga bisa hilang.

Sudirman-Ida lebih berkualitas. Punya chance menumbangkan Ganjar-Yasin. Apatisme rakyat dan popularitas Ganjar membuat kubu ganjaran-yasinan percaya diri. Padahal, popularitas tidak berarti elektabilitas. Popularitas sering identik dengan 'infamous'; terkenal tapi dibenci.

Rakyat Jawa Tengah tidak punya hubungan batin yang serius dengan Ganjar dan Yasin. He is not the governor of the peoples.

Tidak ada orang yang bakal menangisi kekalahan Ganjar-Yasin. Termasuk mereka yang dapet proyek selama Ganjar berkuasa. Paling-paling bandar yang nangis; karena sudah abis duit eh ternyata kalah.

Indikator "jarak batin" itu bisa dilihat dari besarnya "undecided voters". Mereka silent majority yang belum memutuskan. Bisa jadi karena mereka takut. Ngga berani speak out their mind. Pastinya, mereka enggan pilih Ganjar-Yasin.

Petani, buruh, nelayan, akademisi, student, NuMu, budayawan, pesantren dan perempuan tertindas akan menjadi full-frontal demographic supporters Sudirman-Ida.

Kekuatan Sudirman-Ida, secara singkat disebut F4C: Fine culture, capitalism, class dan communication.

Keduanya punya langgam budaya. Lebih Njawani. Suka wayang. Bangga dengan batik daripada heavy metal dan "uassu kabeh...!!"

Fine capitalism berarti bisa mensinergikan semua potensi ekonomi. Ngga dagang slogan "marhaenisme" tapi kongkalikong dengan bos gede. Ngga ngomong pro buruh tapi UMR 1,5 juta. Menurut Sekjen Buruh Rusdy, UMR Jateng terendah di seluruh planet.

Mind-drill mantra sebagai "gubernur millenial" ngga punya efek terlalu penting bagi kesejahteraan orang banyak. Gaya komunikasi Ganjar-Yasin terkesan dibuat-buat. Sok menggunakan diksi sophisticated. Padahal ngawur dan tidak intelek. Publik sulit memahami omongan mereka soal desil-desil, comparable, pengangguran hanya ada di desa, kandang banteng, sekolah tanpa sekat, rumah sakit tanpa dinding dan sebagainya.

Ganjar-Yasin tidak punya apa yang disebut "Trump's Entertaining Personality". Semakin dipaksakan jadinya semakin ngeselin.

Saat Ganjar asyik nge-vlog dan selfie, jalanan masih banyak lobang. Petani dipersulit Kartu Tani. Kemiskinan bertengger di angka 12,23%. Banjir rob tidak bisa diatasi. No solution di masalah pabrik semen.

Satu-satunya ancaman (threat) bagi kemenangan Sudirman-Ida adalah money politic dan intimidasi preman.

Penulis: Zeng Wei Jian

Sumber :Portal Islam 

TEGAS! Gabungan Outlet Seluler Semarang NYATAKAN Tak Akan Pilih Jokowi. Ini Alasannya!

TEGAS! Gabungan Outlet Seluler Semarang NYATAKAN Tak Akan Pilih Jokowi. Ini Alasannya!


10Berita,   Kisruh registrasi prabayar makin runyam. Tuntutan penghapusan pembatasan registrasi prabayar 1 Nomor Induk Kependudukan atau NIK, untuk tiga nomor operator untuk para pedagang pulsa, belum dikabulkan Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Badan Regulasi dan Telekomunikasi Indonesia.

Mereka menuntut penghapusan pembatasan sebab aturan itu mengancam bisnis para pedagang kartu perdana telpon seluler. Dengan aturan itu, kartu perdana yang selama ini dimiliki pedagang terancam hangus tak bisa terregistrasi.

Pedagang pulsa sudah dua kali turun dalam aksi nasional menuntut penghapusan pembatasan tersebut. Pertama pada Senin 2 April 2018 dalam aksi serentak secara nasional di beberapa kota di Indonesia. Aksi kedua yang lebih besar, dipusatkan di Jakarta pada Kamis 9 Mei 2018.

Pada aksi kedua, lantaran tak ada kejelasan, pedagang pulsa menambah tuntutan mereka, yakni pecat Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Bahkan, sebagian pedagang pulsa, yang tergabung dalam Outlet Seluler Semarang, sampai marah dan menyatakan sikap tidak akan memilih Jokowi sebagai presiden pada Pemilu 2019.

Sebab, sampai aksi Kamis kemarin, pemerintah dinilai menutup mata dan buta dengan tuntutan pedagang pulsa. Outlet Seluler Semarang menyatakan Kominfo telah berani membuka konfrontasi dan menginjak harga diri outlet seluler di indonesia.

“Kita rakyat mandiri, dari bangsa yang terhormat, tidak selayaknya bersikap lemah saat penguasa sudah berani berkhianat. Ingat, tidak ada satu pemimpin pun, yang bisa naik tanpa ada mandat dari rakyat,” ujar mereka.

Sumber: VIVA

Tuntutan Umat Islam Indonesia dalam Aksi 115

Tuntutan Umat Islam Indonesia dalam Aksi 115

Umat Islam menggelar aksi ini dengan damai.

10Berita , JAKARTA -- Ribuan umat Islam Indonesia mengikuti Aksi Solidaritas Bela Baitul Maqdis Palestina atau Aksi 115 di Lapangan Monas, Jakarta, Jumat (11/5). Umat Islam menggelar aksi ini dengan damai dan menyampaikan beberapa tuntutan aksi.

Tuntutan tersebut dibacakan Sekjen Koalisi Bela Baitul Maqdis Ustaz Syaefudin Ahmad Syuhada. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 6 Desember 2017 telah mengklaim Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Kemudian, 128 negara dalam sidang darurat majelis umum PBB mendukung resolusi menolak keputusan Trump yang provokatif tersebut.

Namun, Trump sama sekali tidak mengindahkan penolakan dunia atas sikap provokatifnya itu. Amerika tetap akan tetap memindahkan kedutannya pada 14 Mei mendatang. "Hal ini sangat jelas menggambarkan sikap jahat Trump yang menantang dunia Islam dan dunia secara keseluruhan. Oleh karena itu, kami rakyat Indonesia mengajukan tuntutan-tuntutan sebagai berikut," ujar Ustaz Syuhada saat membacakan tuntutan Aksi 115 bersama sejumlah tokoh yang hadir.

Pertama, massa Aksi 115 menuntut majelis umum PBB bersikap tegas atas pelanggaran Donald Trump yang bertentangan dengan sembilan resolusi dewan keamanan PBB. Kedua, massa Aksi 115 menuntut Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) bersatu dan menentang keras keputusan Trump tersebut serta menggelar sidang darurat sebagai suara aspirasi umat Islam global.

Ketiga, massa Aksi 115 menuntut Pemerintah Amerika Serikat membatalkan pengakuan terhadap eksistensi negara Israel dan rencana pemindahan kedutaan AS di Yerusalem, serta keputusan provokatifnya yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Keempat, massa Aksi 115 menuntut kepada pemerintah RI berjuang keras menggunakan haknya dengan menekan, mengarahkan OKI dan PBB bersama melawan keputusan Trump sebagaimana janji pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri selama ini Palestina di jantung hati kebijakan luar negeri Indonesia.

Kelima, massa Aksi 115 meminta seluruh rakyat Indonesia terus bersatu dalam memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina hingga mencapai kemerdekaan yang sesungguhnya dari penjajah zionis Israel. "Khususnya kepada umat Islam Indonesia memperkukuh Ukhuwah Islamiyah dan tetap berada di bawah bimbingan ulama kami agar tercapainya tujuan seluruh perjuangan Baitul Maqdis kembalinya Masjid Al Aqsa ke pangkuan kaum Muslimin," kata Ustaz Syuhada.

Sumber :Republika.co.id 

Begini Penampakan Monas Sebelum Shalat Jumat Aksi 115 Bela Baitul Maqdis

Begini Penampakan Monas Sebelum Shalat Jumat Aksi 115 Bela Baitul Maqdis

10Berita, Sungguh pemandangan yang mendebarkan jiwa dada umat Islam pagi ini, lautan putih manusia memenuhi lapangan Monumen Nasional Jakarta demi untuk membela saudaranya yang terjajah di Palestina.

Penampakan aksi 115 Bela Baitul Maqdis dari atas drone

Begini penampakan ribuan umat dari atas panggung utama aksi 115 Bela Baitul Maqdis.

Kemeriahan lantunan nasyid dan syair-syair penyemangat aksi siang ini.

Terlihat di sisi utara Monas sudah padat oleh lautan manusia.

Ribuan jamaah sudah memadati Monas dengan aktivitas menunggu shalat Jumat yaitu dzikir dan membaca Quran.

Aksi Bela Palestina nanti diakhiri dengan salat Jumat berjemaah. Selain itu, nantinya perwakilan ulama akan menyerahkan surat aspirasi umat Islam ke Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jalan Merdeka Selatan. Aksi ini digelar sebagai protes atas pemindahan Kedubes AS di Tel Aviv ke Yerusalem.

Sumber :Ngelmu.co 

Rusia Ke AS: Jangan Cengeng Bila Disergap! Salah Sendiri Berani Tantang Kami

Rusia Ke AS: Jangan Cengeng Bila Disergap! Salah Sendiri Berani Tantang Kami

 

Ilustrasi sumber: https://theaviationist.com/2017/06/06/a-russian-su-27-flanker-has-intercepted-a-u-s-b-52-strategic-bomber-over-the-baltic-sea/

10Berita, Dua pesawat mata-mata AS terlihat di Laut Baltik dekat perbatasan Rusia. Salah satu pesawat itu dilaporkan dicegat oleh jet tempur Su-27 milik Rusia, dalam pertemuan terbaru yang menegangkan di perairan strategis yang sensitif.

Pesawat AS diketahui terbang mendekati wilayah dan pangkalan angkatan laut Rusia di Kaliningrad pada hari Sabtu, menurut Mil Radar dalam akun Twitter (8/5/2018) @MIL_Radar yang memantau operasi Angkatan Udara dan Angkatan Laut AS di seluruh dunia.

https://twitter.com/MIL_Radar

"US Navy P-8A 168998 LANCR88 berangkat Amari pada 0716z - misi Baltik dan dihadang oleh RuAF Su-27" ujar pernyataan Mil Radar.

9news (8/5/2018) melaporkan bahwa pesawat pengintai elektronik RC-135V Angkatan Udara AS dan pesawat patroli P-8A Poseidon milik Angkatan Laut AS terlibat dalam insiden itu.

https://www.stripes.com/news/russian-jet-performs-unsafe-intercept-of-us-navy-plane-1.499761

P-8A Poseidon dilaporkan "disergap" oleh jet tempur Su-27 Rusia, tetapi para pejabat Rusia atau AS belum berkomentar.

RC-135V diperkirakan telah terbang dari pangkalan NATO di Inggris sementara Poseidon beroperasi dari sebuah lapangan terbang di Estonia.

http://www.burbuja.info/inmobiliaria/temas-calientes/887657-republica-arabe-siria-simbolo-de-resistencia-basta-de-manipulaciones-no-olvidamos-kosovo-baghdad-libia-19.html

Beberapa saat yang lalu CNN (8/5/2018) juga melaporkan bahwa jet tempur Su-27 Rusia telah melakukan pencegatan "tidak profesional" namun masih dalam kategori aman terhadap pesawat intai P-8 milik Angkatan Laut AS yang terbang di atas Laut Baltik.

Jauh-jauh hari The Drive (8/5/2018) melaporkan bahwa militer Rusia menganggap penerbangan pengintaian yang dilakukan AS menghasilkan penyadapan yang benar-benar "standar, benar-benar legal dan benar-benar aman".

https://www.youtube.com/watch?v=HUCpPKdT7j8

Rusia juga telah berulang kali merekomendasikan agar Pentagon menghentikan kegiatan mata-matanya ribuan mil dari wilayah AS atau, setidaknya, berhenti mengeluh dan merengek meski bagaimanapun tidak profesional atau tidak amannya penyergapan yang dilakukan oleh Rusia.

Intinya bila tidak ingin 'diberi pelajaran' oleh lain, sebaiknya kita jangan mengusik ketentraman orang tersebut, bukan begitu sob?

Sumber:

twitter.com/MIL_Radarwww.9news.com.au/world/2018/05/07/17/29/russian-fighter-intercepted-us-spy-plane-in-latest-baltic-encounteredition.cnn.com/2018/05/01/politics/russian-jet-intercept-us-navy-plane/index.htmlthedrive.com/the-war-zone/18164/now-russia-is-demanding-us-stop-spying-near-its-borders-after-buzzing-navy-plane, UC News

Malaysia Sudah, Indonesia Tahun Depan

Malaysia Sudah, Indonesia Tahun Depan


10Berita – Dibilang senja, ya memang senja usianya, tapi nampaknya tak menghalangi rakyat Malaysia untuk menentukan pemimpin barunya, Mahathir Mohamad politisi gaek berusia 93 tahun kembali terpilih sebagai perdana menteri Malaysia pada pemilu ke-14 kemarin, setelah meletakkan jabatannya sebagai penguasa selama 22 tahun sejak 1981-2003 lalu.

Memang beberapa tahun terakhir ini Malaysia sedang dihantam isu korupsi yang luar biasa, bagaimana tidak pasalnya diduga ada sejumlah uang yang nilainya kurang lebih setara dengan hampir sepuluh trilyun rupiah masuk ke rekening pribadi perdana menteri Najib Razak yang sedang menjabat.

Yang menarik bila kita lihat sejarahnya, Najib Razak ini merupakan ‘anak didik emas’ nya Mahathir Mohamad, bahkan Najib Razak menjadi pemimpin partai yang didirikan oleh Mahathir Mohamad, Partai United Malays National Organisation (UMNO), yang pada akhirnya UMNO lebih memilih berpihak kepada pemimpinnya, ketimbang pada yang mendirikannya.

Kasus yang menggoncang kepemimpinan Najib Razak, membuat gerah Mahathir Mohamad sang guru politiknya Najib, kasus ini tidak main-main, karena diketahui 1Malaysia Development Berhad (1MDB), badan investasi negara yang didirikan oleh Najib Razak, sebagai bagian dari Program Transformasi Ekonomi, selama enam tahun beroperasi, 1MDB dilaporkan memiliki utang hingga 42 miliar ringgit atau setara Rp149 triliun, memberikan gambaran buruk pertumbuhan ekonomi Malaysia.

Hingga akhirnya, pada 2 Juli 2015, Wall Street Journal merilis berita yang mengindikasikan ada aliran dana sebesar Rp9,5 triliun dari 1 MDB ke rekening pribadi Najib. Dan itulah awal yang membuat Mahathir Mohamad geram terhadap kondisi bangsanya. Tentu geram juga ingin menghentikan langkah anak didiknya tersebut, sekalipun Najib Rajak merupakan darah biru politik Malaysia, karena ayah dan pamannya merupakan mantan perdana menteri malaysia juga. Tapi, Bukan Mahathir Mohamad namanya bila dia tinggal diam.

Berkali-kali dipersekusi saat melakukan orasi, tapi tak menghentikan langkah Mahathir Mohamad untuk menyelamatkan negeri, berkolaborasi dengan mantan rivalnya Anwar Ibrahim, yang memimpin gerakan oposisi di negeri jiran itu, akhirnya, bisa meruntuhkan koalisi Barisan Nasional (BN) yang sudah bertengger menjadi penguasa selama lebih dari lima puluh tahun terakhir.

Banyak pelajaran dari pemilu Malaysia yang baru saja selesai dihelat, diantaranya, jadi petahana itu tak perlu jumawa. Lalu, usia tak dapat menghalangi siapa pun orang baik yang siap menyelamatkan keterpurukan bangsanya, oposisi yang berpihak pada rakyat pada akhirnya akan diberi mandat oleh rakyat, dan tentu saja yang perlu sangat kita perhatikan juga, bagaimana publik Malaysia dewasa dalam menentukan pilihan terhadap pemimpin harapan mereka. Sekalipun melawan petahana, pada akhirnya, mandat rakyat juga yang utama.

Nah, Itu malaysia, tahun depan giliran kita, Indonesia. Menentukan pemimpin terbaik bangsa, jangan lihat usia, tapi lihat komitmennya memajukan bangsa! []

Penulis: Kawendra Lukistian

Sumber :swa medium, Eramuslim.com

Pemuda Malaysia Pilih Kakek Mahathir: Yang Penting Ganti Pemimpin

Pemuda Malaysia Pilih Kakek Mahathir: Yang Penting Ganti Pemimpin

10Berita Mahathir Mohamad kembali menjadi perdana menteri Malaysia di usia 92 tahun, setelah 15 tahun “pensiun” dari panggung politik dan pernah memimpin negeri jiran itu selama lebih dari 20 tahun. Kemenangan koalisinya dalam pemilu 2018 ini diyakini karena dukungan suara anak-anak muda.

Dr. Mahathir Mohamad diambil sumpahnya sebagai perdana menteri yang baru hari Kamis (10/5/2018) oleh raja Malaysia Sultan Muhammad V. Perdana menteri tertua di dunia itu mengucapkan sumpah jabatan didampingi istrinya, Siti Hasmah Mohammed Ali.

“Ya, ya, saya masih hidup,” katanya di hadapan banyak orang dalam konferensi pers menyusul kemenangannya dalam pemilu yang yang digelar hari Rabu kemarin.

Meskipun nampak masih bugar di usia 92 tahun, kondisi kesehatan pemimpin Malaysia itu sebenarnya tidak terlalu bagus. Dia pernah mengalami dua kali serangan jantung.

Lantas kenapa banyak anak muda, yang diyakini sebagai kunci kemenangan koalisi Mahathir dalam pemilu bersejarah yang menyingkirkan Barisan Nasional dari kekuasaan setelah 60 tahun berkuasa, memilih kakek tua ini?

Anak muda mencakup 40 persen dari pemilih terdaftar di Malaysia. BBC mewawancarai beberapa anak muda yang ditemui di jalan, untuk mengetahui mengapa mereka memilih Mahathir sebagai pemimpin.

“Dia semacam figur orangtua di Malaysia. Jadi kami melihatnya seperti sosok kakek,” kata seorang gadis berambut panjang dan berbaju kuning.

“Saya kira usia tidak terlalu bermasalah. Saya lebih khawatir dengan rekam jejaknya. Ketika dulu dia (Mahathir) menjabat perdana menteri,” kata seorang lelaki muda bertopi. “Dia dulu otoriter … merontokkan sistem hukum, menangkap banyak disiden,” imbuhnya.

Jika Mahathir dulu begitu kontrovesial dalam memimpin, mengapa sekarang dia dipilih kembali?

“Keadaan semakin lama semakin memburuk. Dan ini benar-benar saatnya untuk berubah. Bagi kami kebanyakan generasi muda, kami ingin suara kami didengar,” kata seorang gadis berambut pendek yang tampaknya keturunan etnis Tionghoa.

“Ini saatnya melakukan hal yang berbeda. Kita tidak tahu dia akan [memimpin dengan] baik atau buruk. Namun, yang paling penting adalah sekarang akan ada perubahan,” tegas gadis berambut panjang dan berbaju kuning, sementara dua temannya berbaju hitam (seorang perempuan dan seorang laki-laki) mengangguk-angguk menyetujui perkataannya.

“Dia tahu dia sudah tua dan melewati banyak hal (berpengalaman), saya merasa ada agenda pribadi sangat kecil yang harus dibuktikannya,” kata pemuda berbaju hitam teman gadis berbaju kuning.

“Menurut saya dalam artian semangat timnya, skuatnya, dia sangat sangat muda dan penuh semangat,” kata pemuda berkacamata teman pemuda bertopi.

“Menurut saya perubahan tidak akan langsung nampak, tetapi memerlukan waktu. Ini merupakan langkah awal menuju ke sana,” kata wanita muda berkaos hitam teman pemudi berbaju kuning.

“Saya mengharapkan Malaysia baru yang modern. Malaysia yang seperti menjalani pernikahan yang benar-benar bersatu. Malaysia yang seperti apa yang seharusnya dan yang menjadi keinginan rakyat,” pungkas gadis keturunan Tionghoa.

Dalam wawancara itu terselip beberapa komentar “nakal” soal Mahathir.

“Dia seperti god father di Malaysia,” ujar si gadis berbaju kuning seraya diiringi tawa bersama teman-temannya.

“Dia akan melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang dia mau,” kata seorang pemuda yang fisiknya seperti keturunan Hindustan, seraya tersenyum.

Misi besar Mahathir maju dalam pemilu 2018 ini adalah untuk merontokkan pemerintahan anak didik politiknya, Najib Razak, yang terkontaminasi skandal korupsi miliaran dolar. Dan itu berhasil dilakukannya lewat koalisi bersama partai politik yang dibentuk oleh bekas anak didiknya, Anwar Ibrahim, yang dipenjarakannya dengan tuduhan sodomi setelah menyerukan reformasi di Malaysia.*

Sumber : Hidayatullah.com

PAHAM: Teror di Mako Brimob tak Ada Hubungannya dengan Ajaran Islam

PAHAM: Teror di Mako Brimob tak Ada Hubungannya dengan Ajaran Islam

10Berita, JAKARTA—Terkait kerusuhan di Mako Brimob Depok, Sekretaris Jenderal Pusat Advokasi Hukum dan HAM (PAHAM Indonesia) Rozaq Asyhari menyatakan, teror tersebut bukan bagian dari ajaran agama tertentu termasuk Islam.

“Gak bener kalau kemudian ada yang menghubungkan tindakan teror dengan ajaran agama tertentu, misalkan saja mencatut nama Islam,” papar doktor lulusan Universitas Indonesia tersebut kepada Islampos.commelalui pesan tertulis, Jumat (11/5/2018).

Rozaq menjelaskan bahwa ajaran Islam itu mengajak kepada perdamaian dan saling menyayangi.

“Jika sekarang yang kita lihat adalah penyiksaan dan pembunuhan, jelas ini sangat bertolak belakang dengan ajaran Islam,” jelas Rozaq.

Lebih lanjut, Rozaq Asyhari mencermati SOP yang ada di dalam rutan Mako Brimob.

“Bagaimana bisa, para napi merebut senjata para polisi, ini kan kemudian menjadi pertanyaan publik. Selain itu, bagaimana bisa rutan yang selama ini dipandang paling aman bisa dikuasai total oleh para warga binaan.”

Perlu dilakukan investigasi oleh Komisi III atau pihak lain, lanjut Rozaq, terutama dengan membuka CCTV yang ada di rutan Mako Brimob.

“Sehingga akan terbukti, apa yang sebenarnya menjadi pemicu insiden tersebut,” papar aktifis tersebut.

Selain itu, Rozaq Asyhari menilai perlu ada penjelasan mengenai kewenangan pengelolaan rutan mako Brimob. Apakah ini domain Densus 88, apakah kewenangan Mako Brimob, ataukah malah kewenangan Dirjen PAS.

‘Hal ini menjadi pertanyaan publik yang seharusnya di jawab oleh pihak yang berwenang. Pihak kepolisian dan Menkumham perlu duduk bersama untuk menjelaskan hal ini kepada masyarakat.”

Rozaq pun menyampaikan duka atas insiden yang terjadi di Mako Brimob (10/5) tersebut.

“Gugurnya lima anggota kepolisian membawa duka yang mendalam untuk kita semua. Kami berharap hal ini tidak terulang kembali. Seharusnya penanganan kejadian seperti ini dapat dilakukan dengan lebih cepat dan proporsional, sehingga bisa dicegah timbulnya banyak korban,” ujar pengacara publik dari PAHAM Indonesia tersebut. []

Sumber : Islampos.

Anwar Ibrahim-Erdogan, Dua Sahabat Seperjuangan Yang Alami Nasib Sama, Dipenjara dan Menang

Anwar Ibrahim-Erdogan, Dua Sahabat Seperjuangan Yang Alami Nasib Sama, Dipenjara dan Menang

(Anwar Ibrahim dan Istrinya Wan Azizah, serta Erdogan)

10Berita, Pada 9 Mei 2018 Malaysia baru saja melalui salah satu hari yang paling bersejarah sejak kemerdekaannya pada 1957. Untuk pertama kalinya, Barisan Nasional dibawah kepemimpinan Najib Razak tumbang oleh Pakatan Harapan yang dipimpin oleh Anwar Ibrahim.

Melalui koalisi yang ia bina dengan rival lamanya Mahathir Mohamad, Anwar sukses membawa koalisinya meraih lebih dari 55% kursi di parlemen.

Bila -seperti yang dijanjikan Mahathir Mohamad- pemerintahan sementaranya berhasil mendapatkan amnesti bagi Anwar dari Yang Dipertuan Agong, maka larangan politik Anwar akan dicabut dan ia berkemungkinan menjadi Perdana Menteri memimpin Malaysia menuju pemerintahan reformasi yang dinanti-nanti rakyat.

Kegemilangan Anwar Ibrahim ini jelas menakjubkan, namun hal menakjubkan lain adalah salah satu cerita dibalik perjuangan Anwar.

Cerita perjuangan Anwar ini mirip dengan perjuangan yang dialami Erdogan di Turki. Baik Anwar dan Erdogan sama-sama tumbuh dari akar perjuangan Islam politik yang terinspirasi oleh Imam Hasan al-Banna, dimana sedari muda keduanya memiliki karir yang meroket didalam tubuh gerakan Islam di negara mereka masing-masing; Erdogan bersama dengan gerakan Milli Gorus yang dibina oleh hoca Necmettin Erbakan, dan Anwar bersama dengan Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM), gerakan terbesar pemuda yang dekat dengan kelompok Muslim Demokrat di Malaysia. Keduanya pernah menjadi bagian dari “establishment” dan memegang jabatan tinggi di usia yang relatif muda, yakni Erdogan terpilih menjadi Walikota Istanbul pada usia 40 tahun dibawah pemerintahan Erbakan dan Anwar menjadi Deputi Perdana Menteri Malaysia di usia 46 tahun semasa Perdana Menteri Mahathir.

Namun keduanya pun juga sama-sama mengalami persekusi dari negara, dimana Erdogan didepak dari kedudukannya dan dipenjara atas tuduhan palsu radikalisme anti-negara, serta Anwar dipecat dan kemudian dipenjara atas dakwaan menjadi seorang gay (sodomi) dan lainnya.

Keduanya sama-sama merasakan dinginnya tembok penjara, dicabut hak politiknya, serta disebut-sebut telah habis karir politiknya.

Namun lagi-lagi, keduanya memiliki kepribadian yang sama dimana keduanya gigih untuk tidak membiarkan penjara menghalangi perjuangan mereka; dari penjara, Erdogan merancang pendirian Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) dan Anwar merancang pendirian Parti Keadilan Rakyat (PKR). Dan seperti kita tahu, keduanya sukses memenangkan pemilu disaat masing-masing dari mereka secara hukum masih dilarang untuk berpolitik.

Kesamaan antara Anwar dan Erdogan ini rupanya tidak sebatas pada kisah perjuangan mereka, karena mereka juga kenal dengan satu sama lain. Bahkan faktanya, Anwar dan Erdogan merupakan sahabat lama.


Persahabatan mereka mengemuka pada 2004, pasca Anwar dibebaskan dari tuduhan sodomi oleh pengadilan Malaysia. Dalam beberapa kali kunjungannya ke Turki, baik Anwar dan Erdogan terkesan pada satu sama lain. Anwar terkesan dengan cara Erdogan yang berhasil membawa Islam politik keluar dari kungkungan di tepi spektrum politik dan membuatnya lebih diterima oleh masyarakat sekuler, sedangkan Erdogan terkesan dengan pengetahuan Anwar mengenai pelaksanaan reformasi ekonomi dan seluk-beluk program IMF, dimana Turki saat itu masih dibawah warisan hutang IMF. Tak lama, Anwar diangkat menjadi penasehat ekonomi bagi pemerintah Turki, ia menjadi konsultan mengenai isu-isu tersebut dan sering bepergian ke Turki hingga akhir dekade 2000an, dimana pertemanan mereka sempat diuji.

Pada Juni 2008, Anwar secara mengejutkan kembali dituduh melakukan sodomi oleh bekas anak buahnya. Berbagai tindakan pemerintahan Barisan Nasional beserta pendukungnya membuat Anwar khawatir akan keselamatan diri dan keluarganya, lalu ia memutuskan untuk meminta suaka politik pada Duta Besar Turki di Kuala Lumpur yang kemudian mengizinkannya untuk berlindung didalam area kedutaan, yang dalam hukum internasional merupakan wilayah kedaulatan Turki.

Keputusan Turki ini dianggap buruk oleh pemerintah Malaysia saat itu. Menteri Luar Negeri Rais Yatim menyebut bahwa Anwar tak berhak mendapat suaka politik dan memanggil duta besar Turki.

Sejalan dengan sang menteri, media Malaysia ramai berspekulasi bahwa permintaan suaka politik di  sebuah kedutaan tak mungkin dikabulkan dalam tempo kurang dari satu hari bila tidak ada intervensi dari pimpinan tertinggi pemerintahan yang memberi suaka (Turki).

Pemerintah Malaysia lalu mengingatkan bahwa bila Anwar tak segera diusir dari kedutaan, hubungan diplomatik antara Turki dengan Malaysia akan terusik.

Namun selama hari-hari selanjutnya, Anwar tetap berada didalam kedutaan Turki dan keluarganya bebas keluar-masuk kedutaan. Anwar sendiri baru meninggalkan kedutaan Turki pasca ia mendapat jaminan verbal dari pemerintah Malaysia bahwa keselamatannya dan keluarganya akan dijamin.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa Erdogan tidak mengusir sahabatnya itu saat kesulitan, dan mempersilahkan Anwar untuk berlindung di wilayah kedaulatan Turki (Kedubes) hingga ia tak lagi merasa keselamatannya terancam.

Namun pasca insiden ini, keterlibatan Anwar didalam pemerintahan Turki berhenti. Selain sibuk menghadapi tuduhan sodomi, tekanan pemerintah Malaysia ditengarai ikut berperan.

Media Malaysia pro-pemerintah banyak menuding bahwa raihan besar (47,5 % suara) koalisi Anwar pada pemilu Maret 2008 (3 bulan sebelum ia mendapat tuduhan sodomi) sebagian adalah akibat bantuan konsultan-konsultan politik partai AKP dalam membentuk arah kampanye.

Terlepas tudingan ini, gaya kampanye Anwar dan Pakatan Rakyat (PR) memang mirip dengan Erdogan dan AKP. Kampanye militan door-to-door di tingkat akar rumput yang diikuti kampanye besar di lapangan-lapangan dengan Anwar sebagai tokoh sentral serta isi kampanye yang menyeimbangkan antara sentiment identitas dan pragmatisme kebutuhan hidup sehari-hari dengan narasi reformasi negara merupakan hal yang juga akan ditemui pengamat bila mereka memperhatikan kampanye-kampanye Erdogan dan AKP.

Meski tak lagi bertemu sesering dulu, persahabatan mereka tak pernah luntur. Pasca ia dibebaskan dari tuduhan sodomi 2012, Turki menjadi negara pertama dalam kunjungan luar negeri Anwar.


Lalu, pasca kemenangan Erdogan dalam referendum konstitusi April 2017, Wan Azizah Wan Ismail, istri Anwar dan salah satu pemimpin Pakatan Harapan memberi selamat pada Erdogan atas kemenangan tersebut, walaupun Wan Azizah mendapat kritik karenanya.

Kini, sang sahabat Erdogan ini berhasil memenangkan pemilu. Jerih payahnya selama ini terbalas, rakyat Malaysia telah mempercayakan kehidupan dan masa depan mereka padanya. Seseorang yang dulu meringkuk dibalik penjara, kini menjadi seseorang yang memegang takdir Malaysia.

(Oleh Mohamad Radytio Nugrahanto)

Sumber :Portal Islam