OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Minggu, 03 Juni 2018

Yusril: Di Era Jokowi, Pancasila Lebih Banyak Dibenturkan Dengan Umat Islam

Yusril: Di Era Jokowi, Pancasila Lebih Banyak Dibenturkan Dengan Umat Islam


OLEH: YUSRIL IHZA MAHENDRA
Pakar Hukum Tata Negara/Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB)

10Berita, Sengaja saya menuliskan artikel ini sehari setelah Pemerintahan Jokowi merayakan Hari Lahirnya Pancasila. Alasannya, saya tidak ingin menambah materi perdebatan di tengah publik yang memang sedang riuh di tengah terjadinya degradasi makna Pancasila dalam tataran implementasi, namun sangat subur dan surplus dalam tataran kata-kata serta simbol-simbol yang sesungguhnya tak berguna sama sekali karena justru mendegradasi Pancasila itu sendiri.

Perdebatan tentang mengapa Hari Lahir Pancasila ditetapkan 1 Juni pun belum usai, meski Presiden Jokowi telah menetapkanya lewat sebuah keputusan, bahkan menetapkan 1 Juni sebagai hari libur Nasional. Maka Pancasila semakin kehilangan makna karena jejaknya pun mulai dihapus dan diganti di tengah perjalanan sejarah bangsa.

Memang bila kita telusuri sejarah dengan hati yang jernih, tentu akan menjadi pertanyaan yang tidak akan terjawab secara tuntas, mengapa Pemerintahan Jokowi memilih menetapkan 1 Juni sebagai Hari lahir Pancasila. Belum lagi bicara pada rumusan Pancasila yang disampaikan oleh para pendiri bangsa saat sidang BPUPKI tahun 1945 yang dimulai dari tanggal 29 Mei hingga 1 Juni yang memang khusus merumuskan tentang bahan konstitusi dan rencana cetak biru bangsa Indonesia.

Rumusan-rumusan yang disampaikan oleh para pendiri bangsa seperti Moh Yamin, Soepomo, dan Soekarno hingga ke Piagam Jakarta dan Rumusan Pancasila dalam UUD 1945 yang ditetapkan 18 Agustus 1945. Rumusan Yamin, Soepomo dan Soekarno serta Piagam Jakarta adalah rumusan yang berbeda dan tidak sama Pancasila yang sekarang kita jadikan ideologi dan falsafah bangsa.


Rumusan yang dibacakan oleh Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945 juga adalah rumusan yang tidak sama dengan Pancasila sekarang. Lantas menjadi tepatkah 1 Juni disebut Hari lahir Pancasila dengan semua rumusan yang tidak sama dengan Pancasila dalam UUD 1945 yang ditetapkan tanggal 18 Agustus 1945?

Semua boleh menjawab dengan menggunakan nalar masing-masing, namun bagi saya 1 Juni tidaklah tepat disebut sebagai hari lahir Pancasila dan tidak juga boleh dijustifikasi bahwa Pancasila sebagai produk tunggal Soekarno. Namun Pancasila lebih tepat disebut lahir tanggal 18 Agustus 1945 seiring perumusan bersama oleh para pendiri bangsa.

Dalam sejarah perjalanan hidup Taufik Kiemas, sewaktu masih menjabat sebagai Ketua MPR, beliau pernah mengajukan surat permohonan kepada Presiden RI Ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono untuk menetapkan 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila. Namun karena SBY paham dan mengerti sejarah perjalanan Pancasila, ditambah pengalaman SBY sewaktu masih menjabat Menkopolhukam era pemerintahan Megawati, beliau tidak serta merta merestui dan menyetujui permohonan tersebut. Meski hampir setiap tahun SBY semasa pemerintahannya selalu memperingati 1 Juni sebagai tonggak awal lahirnya Pancasila

Sejarah telah mencatat, ketika pada suatu perayaan Hari Kesaktian Pancasila, dan upacara secara militer telah disiapkan dengan rencana inspektur upacara Presiden, ternyata Megawati urung menjadi Irup (inspektur upacara) dan digantikan SBY yang saat itu menjabat sebagai Menkopolhukam. Pertanyaannya mengapa Presiden urung menjadi Irup kala itu? Mari kita tanya kejujuran ibu Mega.

Hal itu sangat mungkin bukan terjadi begitu saja. Mungkin saja dan menjadi patut diduga bahwa Megawati tidak senang dengan perayaan Kesaktian Pancasila 1 Oktober karena identik dengan titik awal kejatuhan kekuasaan Soekarno sebagai Presiden pasca kudeta gagal oleh PKI. Secara psikologis itu menjadi masuk akal sehingga sejarah harus diganti karena perasan traumatik atau memang sama sekali tidak suka dengan 1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila.

Maka untuk menggantikan itu, diupayakanlah tanggal lain yang menjadi lebih besar dan menutupi Peringatan Kesaktian Pancasila 1 Oktober dengan 1 Juni. Sah saja andai sejarah tidak menjadi kehilangan jejak karena bangsa ini tidak akan pernah menjadi bangsa besar jika sejarahnya tidak lurus.

Kembali kepada peringatan hari lahir Pancasila yang kemarin 1 Juni diperingati secara besar-besaran oleh penerintah ini. Ada yang mengganggu dari slogan petingatan kemarin yaitu kalimat 'SAYA PANCASILA'. Hal ini bagi saya adalah mendegradasi makna Pancasila itu sendiri karena kita sebagai warga negara mensejajarkan diri dengan Pancasila.

Dengan menyebut 'SAYA PANCASILA' artinya perbuatan yang belum tentu sesuai dengan Pancasila menjadi dianggap pancasilais. Contohnya, pencabutan subsidi terhadap rakyat itu tidaklah Pancasilais karena subsidi itu adalah bentuk kecil dari upaya negara mewujudkan keadilan sosial.

Pemungutan pajak secara ugal-ugalan itu juga tidaklah Pancasilais. Penggusuran rakyat miskin itu juga tidak Pancasilais. Lantas di mana persamaan perilaku pemerintah ini dengan Pancasila hingga berani menyebut dirinya dengan kalimat 'Saya Pancasila'?

Pancasila 18 Agustus 1945 itu adalah kompromi dari kelompok Nasionalis dengan kelompok Agamis terutama kelompok Islam. Pancasila itu lahir dari kesepakatan bersama antara paham Nasionalis dengan paham Agamis Islam.

Tapi saat ini seolah Pancasila hanya menjadi milik kaum yang merasa dirinya Nasionalis. Bahkan Pancasila digunakan sebagai alat pembenaran untuk menggebuk, dan yang digebuk justru dari kalangan agamis yang dulunya adalah bagian dari kompromi lahirnya Pancasila.

Era Soeharto, Pancasila digunakan sebagai pembenaran menggebuk yang berbau Komunis.

Sekarang di era Jokowi, Pancasila lebih banyak dibenturkan dan dihadap-hadapkan dengan kaum Agamis Islam. Ini tidak sehat dan tidak baik. Yang merasa dirinya nasionalis tidak boleh merasa bahwa dirinyalah Pancasila.

Pancasila semakin terdegradasi jauh. Bagi rejim ini, yang tidak sepaham dengan dirinya dianggap tidak Pancasilais, dianggap tidak toleran, dianggap tidak berbhineka. Ini perusakan nilai ruh Pancasila yang sesungguhnya.

Presiden harus melakukan upaya-upaya yang benar dan tepat dalam menangani masalah ini sebelum menjadi membesar. Presiden harus mengerti dan memahami sejarah supaya tidak mudah diatur kelompok lain untuk menciptakan sejarah baru terkait sejarah Pancasila seperti penetapan 1 Juni itu sebagai Hari Lahir Pancadila dan sebagai hari libur.

Pancasila itu bukan Soekarno, Pancasila bukan golongan tertentu saja, tapi Pancasila itu adalah hasil kompromi besar para pendiri bangsa yang harus dijaga kelurusan sejarahnya, dikawal penerapannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta diamalkan nilai -nilainya dalam menyelenggarakan negara.

Berhentilah siapapun yang ingin menciptakan sejarah dengan memodifikasi sejarah bangsa, terutama sejarah Pancasila agar Pancasila tidak kehilangan jejak dan tidak terdegradasi makanya jadi sebatas simbol-simbol semata.[]

Sumber: RMOL

THR dan Gaji 13 Yang Diumumkan Jokowi... Ternyata Disuruh Bayar Pemda Masing-masing Pakai APBD

THR dan Gaji 13 Yang Diumumkan Jokowi... Ternyata Disuruh Bayar Pemda Masing-masing Pakai APBD


10Berita,  Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Pemerintah No 19/ 2018 tentang Tunjangan Hari Raya Pegawai Negeri Sipil, Prajurit Tentara Nasional Indonesia, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pejabat Negara, Penerima Pensiun, dan Penerima Tunjangan.

Presiden Jokowi juga langsung mengumumkan sendiri perihal pemberian THR dan Gaji ke-13.

NAMUN ternyata... THR dan Gaji ke-13 untuk PNS Daerah dibebankan pada APBD masing-masing daerah.

Hal ini terungkap dalam SURAT EDARAN MENTERI DALAM NEGERI yang ditujukan kepada Bupati/Walikota seluruh Indonesia tertanggal 30 Mei 2018.


Point 1 berbunyi:
"Bupati/Walikota dan Wakil Bupati/Wakil Walikota, Pimpinan dan Anggota DPRD, serta Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD), pada Tahun Anggaran 2018 diberikan THR dan Gaji Ketiga Belas yang dananya dibebakan pada APBD."

Point 6 berbunyi:
"Bagi daerah yang belum meyediakan/tidak cukup tersedia anggaran THR dan Gaji Ketiga Belas dalam APBD TA 2018, Pemerintah Daerah segera menyediakan anggaran THR dan Gaji Ketiga Belas dimaksud dengan cara melakukan penggeseran anggaran yang dananya bersumber dari Belanja Tidak Terduga, penjadwalan ulang kegiatan, dan/atau menggunakan kas yang tersedia."

***

Akibat kebijakan Jokowi ini, salah satu contoh untuk provinsi Banten kudu rogoh APBD hingga Rp 118 Milar

[detikcom]
THR dan Gaji Ke-13 PNS Banten Rogoh APBD Rp 118 Miliar

https://news.detik.com/berita/d-4047125/thr-dan-gaji-ke-13-pns-banten-rogoh-apbd-rp-118-miliar

Tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 di Provinsi Banten membutuhkan anggaran sekitar Rp 118 miliar.

"Kira-kira keuangan daerah stabil nggak, mengganggu nggak," kata Sekda Banten Ranta Soeharta di pendopo gubernur, Jl Syekh Nawawi Al Bantani, Serang, Kamis (31/5/2018), seusai rapat dengan gubernur.

Dgn terbitnya Surat Mendagri No. 903/3387/SJ tgl 30 Mei 2018 perihal Pemberian THR, maka terbukti sdh bahwa THR ini SAMA SEKALI TIDAK TERENCANA, MENDADAK DAN MENJADI SARAT KEPENTINGAN POLITIS.

Terlebih surat tersebut menyuruh Kpl Daerah merubah APBD tanpa persetujuan DPRD. pic.twitter.com/Y3BvYNFxUy

— FERDINAND HUTAHAEAN (@LawanPoLitikJKW) 3 Juni 2018

THR dan Gaji ke 13 ternyata disuruh bayar pemda masing2 (pakai APBD) hahahahhahasuha... Lucu-lucuan mas Jokowow pic.twitter.com/SKiUrrAJdo

— Presiden Lucu-lucuan (@fadreee) 2 Juni 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Akhirnya Ahokers Terbungkam! BUKTI VIDEO Omongan Ahok "AIR TINJA Kita Olah untuk DIMINUM"

Akhirnya Ahokers Terbungkam! BUKTI VIDEO Omongan Ahok "AIR TINJA Kita Olah untuk DIMINUM"


10Berita,  Pendukung Ahok nyinyir habis-habisan Anies-Sandi yang meluncurkan Alat Pengolah TINJA menjadi AIR BERSIH produk anak bangsa.

"Sabar sabar... Rumah DP 0 persen masih belum jadi. Sementara minum air tinja dulu ya..." -- Dennysiregar7.

"Usul aja nih pak @sandiuno , apa tdk lebh baik disurvey dulu masyarakt mau gak minum air yg diproses dr tinja? Biar gak mubazir nanti mesin2 dah diinstall sementara masyarakt TDK mau , kecuali memang dr awal warga OKOC dengan ide ini. Mhn dipertimbangkan" -- dr_tompi.

"warga jabar dapat bandara baru, warga DKI dapat air sulingan dari Tinja 🤣
#HaturNuhunJokowi" -- permadiaktivis.

DAN TERNYATA... yang mau mengolah AIR TINJU UNTUK AIR MINUM, justru junjungan mereka sendiri Ahok.

Hal itu dinyatakan Ahok saat acara Debat Cagub DKI di NET TV pada 12 Desember 2016.

"Jakarta nanti paling tidak akan punya 89 waduk dihubungkan dengan semua rumah, sampai AIR TINJA nya pun akan kita olah jadi air baru, untuk DIMINUM," kata Ahok.

BUKTI VIDEO ini sontak bikin Ahokers Terbungkam!

[video]

— Topelucky #JanganDiam (@TopeRendusara) 2 Juni 2018


Sumber :Portal Islam 

Derita Muslim Uighur Di Bawah Pemerintahan Komunis China

Derita Muslim Uighur Di Bawah Pemerintahan Komunis China

“Ketika saya mendengar berita bahwa ibu saya ditahan di kamp re-edukasi, saya sangat terpukul. Saya tidak bisa mengungkapkan rasa sakit dan ketidakberdayaan yang saya rasakan karena tidak bisa kembali untuk membantunya. Dia hanya seorang wanita berusia 60 tahun yang tidak bisa berjalan tanpa bantuan orang lain karena sakit yang dideritanya. Saya tidak dapat membayangkan apa yang telah dialaminya di kamp tersebut,” ungkap Nurtay.

Nurbiye Nurtay adalah seorang Muslim Uighur yang berasal dari Daerah Otonomi Xinjiang di barat laut China (XUAR). Dia telah tinggal di Malaysia selama tiga tahun terakhir dengan bekerja sebagai tabib tradisional. Dia telah satu kehilangan kontak dengan keluarganya yang berada di daerah Ghulja (Yining), di Prefektur Oton Ili Kazakh atau yang dalam bahasa China disebut Yili Hasake.

Nurtay baru mengetahui bahwa ibunya yang berusia 60 tahun, Elenur Eqilahun, telah ditahan di salah satu “kamp re-edukasi” pemerintah di Xinjiang, di mana di tempat tersebut banyak masyarakat Uighur yang dituduh menyembunyikan pemahaman “ekstrim” dan “menyimpang dari tatanan politik pemerintahan” ditahan.

Meskipun dia tidak tahu dengan pasti di kamp mana ibunya ditahan, namun dia yakin bahwa polisi menahan ibunya untuk memaksanya kembali dari Malaysia, sebagaimana yang dikatakannya kepada petugas RFA yang berada di Uighur.

Berikut ini cerita yang dituturkan oleh Nurtay:

Saya telah kehilangan kontak dengan keluarga saya selama hampir satu tahun. Dan saya belum pernah kembali ke rumah dalam tiga tahun terakhir. Baru-baru ini saya meminta teman saya untuk mengunjungi keluarga saya dan mencari tahu bagaimana keadaan mereka, karena saya khawatir dengan kondisi mereka. Dua atau tiga hari yang lalu dia pergi ke rumah saya dan mendapati bahwa ibu saya tidak berada di sana. Teman saya mendapat kabar dari tetangga bahwa ibu saya ditahan di “kamp re-edukasi” milik pemerintah dan tidak tahu kapan dia akan dibebaskan. Ketika saya mendengar berita itu, saya sangat terpukul. Saya tidak bisa mengungkapkan rasa sakit dan ketidakberdayaan yang saya rasakan karena tidak bisa kembali untuk membantunya.

Ibu saya telah berusia 60 tahun dan mengidap penyakit osteoartritis yang parah. Dia hampir tidak bisa berjalan tanpa bantuan orang lain, jadi saya tidak bisa membayangkan apa yang dia alami di sana.

Saya bertanya kepada teman saya, apakah ibu sya diizinkan untuk pulang ke rumah setelah “belajar” hariannya, tetapi teman saya menjawab tidak, dia ditahan di “kamp re-edukasi”. Teman saya juga mengatakan bahwa tidak ada yang tahu di kamp mana ibu saya ditahan. Semua anggota keluarga, teman-teman, dan kenalan saya telah menghapus nomor saya dari WeChat mereka karena alasan keamanan. Jadi saya sama sekali tidak memiliki kontak dengan orang-orang yang ada di rumah saya.

Ibu saya ditahan di “kamp re-edukasi” karena panggilan yang dia terima dari saya di Malaysia. Terakhir kali saya berbicara dengannya, ibu saya berkata, “Saya diminta untuk pergi ke kantor polisi setempat, tapi saya katakan ke mereka bahwa saya tidak bisa berjalan ke sana dan saya meminta mereka untuk datang menemui saya”. Percakapan itu terjadi pada bulan Oktober tahun lalu.

Ibu saya juga pernah berkata, “Hubungi saya kapan saya kamu mau, karena saya ingin mendengar suaramu setidaknya setiap dua atau tiga hari sekali. Jangan khawatir tentang peringatan mereka, biar saya yang menghadapi mereka”. Dia juga pernah bertanya, “Mengapa saya dilarang berbicara dengan putri saya sendiri? Saya telah menjalani hidup saya dan jika saya tidak memiliki kebebasan untuk berbicara dengan kamu maka apa gunanya hidup!”.

Saya tidak tahu apakah apa yang telah dikatakan ibu saya itu dijadikan bukti ketidaktaatannya atas perintah mereka. Namun dalam percakapan terakhir kami, ibu memberitahu saya bahwa mereka sangat memperhatikan panggilan di teleponnya, terutama panggilan dari luar negeri.

Tapi saat saya mengatakan bahwa mungkin saya harus berhenti meneleponnya agar dia tidak berada dalam kesulitan, dia berkata, “Saya ingin mendengar suaramu, terutama di saat kondisi saya kurang sehat seperti sekarang.” Saya tahu bahwa ibu saya menangis saat saya gagal meneleponnya selama beberapa hari.

Dia sering diinterogasi karena mendapat telepon dari saya. Mereka juga memaksanya agar memberikan alamat saya kepada mereka. Ketika situasinya semakin memburuk, ibu saya mengatakan kepada saya untuk tidak kembali. “Tetaplah di tempatmu sekarang, di sana lebih aman,” desaknya. (Rafa/)

Sumber : arrahmah

Rusia Tetap Pasok Sistem Pertahanan S-400 ke Qatar Meski Saudi Mengancam

Rusia Tetap Pasok Sistem Pertahanan S-400 ke Qatar Meski Saudi Mengancam


Sistem pertahanan udara Rusia ‘S-400’. (Aljazeera)

10Berita – Moskow. Rusia menegaskan, ancaman Arab Saudi tak akan mempengaruhi rencana pasokan sistem pertahanan S-400 ke Qatar. Hal ini disampaikan oleh Alexei Kondratiev, Wakil Ketua Komite Pertahanan di Dewan Federasi Rusia.

Seperti diwartakan sebelumnya, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud mengancam akan melakukan serangan kepada Qatar. Serangan militer akan dilancarkan jika negara beribu kota Doha itu resmi memiliki sistem rudal milik Rusia, ‘S-400’.

Menanggapi hal itu, Kondratiev menyebut pihaknya punya kepentingan di balik pasokan ke Qatar tersebut. Menurutnya, salah satu kepentingan itu ialah untuk mendukung anggaran negara. Ia juga menyebut tidak ada hubungan Arab Saudi dengan rencana tersebut.

Terkait ancaman Riyadh, Kondratiev menilainya sebagai upaya ‘pemerasan’. Ia juga menyebut Saudi terlalu memerankan hegemoninya di Kawasan.

Lebih lanjut, Kondratiev menyebut pemasokan sistem pertahanan S-400 kepada Qatar akan memberi manfaat yang jelas bagi Doha. “Inilah yang menyebabkan ketegangan di Arab Saudi,” imbuhnya.

Kondratiev menuding sikap Saudi tersebut atas koordinasi dengan Washington. AS tidak ingin kehilangan pasar senjatanya di Kawasan, sehingga terus menekan Riyadh, jelasnya.

Awal tahun lalu, Dubes Qatar di Rusia Fahd bin Muhammad al-Attiyah mengatakan kemungkinan pembelian sistem pertahanan rudal Rusia. Bahkan ia menyebut sistem tersebut yang paling modern di dunia saat ini.

Menurut Fahd, pembicaraan negara dengan Rusia terkait pembelian itu dalam tahap lanjutan.
Satu bulan setelah pernyataan Fahd, Saudi juga menyampaikan keinginannya untuk membeli sistem tersebut. (whc/)

Sumber :dakwatuna

Tokoh PDIP Ancam Ratakan Kantor Media dengan Tanah, Sudirman Said Tegaskan Pers Tak Boleh Takut

Tokoh PDIP Ancam Ratakan Kantor Media dengan Tanah, Sudirman Said Tegaskan Pers Tak Boleh Takut

Cagub Jateng, Sudirman Said (tengah), saat berada di Tegal, Jumat (1/6 - 2018). (Semarangpos.com/tim media Sudirman Said)

10Berita , SEMARANG – Anggota DPR dari Fraksi PDIP mengancam akan meratakan dengan tanah kantor media massa di Jateng yang mengkritik gaji pimpinan BPIP. Calon gubernur Jateng Sudirman Said meminta pers untuk tidak takut.

Calon gubernur nomor urut dua dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) atau tepatnya Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah (Jateng), Sudirman Said, menilai intimidasi dengan kekerasan merupakan indikasi rendahnya moral dan bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, terutama sila kelima.

Pernyataan itu disampaikan Sudirman menanggapi ucapan anggota DPR dari Fraksi PDIP, Bambang Wuryanto, yang menyatakan akan meratakan dengan tanah kantor media massa di Jateng yang mengkritik gaji pimpinan Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP).

Menurut Pak Dirman, Pancasila yang menjadi ideologi negara mengajarkan musyawarah dan mufakat untuk menyelesaikan masalah. Bukan dengan kekerasan dan menebar-nebar ancaman.

“Apalagi jika ancaman itu diucapkan seorang pemimpin. Pemimpin semestinya bersikap bijak. Mencari solusi terbaik. Bukan malah memanasi orang-orang yang dipimpin,” ujar Sudirman dalam siaran pers yang diterima Semarangpos.com, Jumat (1/6/2018).

Sebelumnya, diberitakan beberapa media online nasional, Bambang yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Jateng menyatakan bahwa kantor media massa di Jateng bakal rata dengan tanah jika mengkritik gaji pimpinan BPIP, yang juga Ketua Umum DPP PDIP.

Pernyataan itu disampaikan Bambang kepada awak media massa di kompleks Senayan, Jakarta, Kamis (31/5/2018), menanggapi insiden yang terjadi di Kantor Radar Bogor. Kantor Radar Bogor didatangi massa PDIP, Rabu (30/5/2018), setelah memberitakan gaji Megawati sebagai pimpinan BPIP dengan judul “Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp112 Juta”.

“Kalau pemberitaan kayak begitu, Radar Bogor memberitakan kayak gitu di Jawa Tengah, saya khawatir itu kantornya rata dengan tanah. Kenapa begitu? Karena Megawati Soekarnoputri bagi PDIP bukan sekadar ketum,” ujar Bambang dikutip dari laman berita okezone.com.

Sudirman berharap peristiwa yang dialami Radar Bogor tak membuat insan media menjadi takut menyampaikan kritik dan kebenaran, karena masyarakat membutuhkan pers yang berani menyuarakan hati nurani.

"Kalau pers menjadi takut menyampaikan kritik, itu tanda-tanda demokrasi kurang sehat. Demokrasi dalam bahaya," ujar pasangan Ida Fauziyah di pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018.

Sumber : Solopos

Barat Konfirmasi Kudeta Melawan Putra Mahkota pada 21 April di Istana Saudi


Barat Konfirmasi Kudeta Melawan Putra Mahkota pada 21 April di Istana Saudi

10Berita, RIYADH – Harian Arab terkemuka yang mengutip sumber-sumber Barat menjelaskan bahwa aksi tembak 21 April di istana kerajaan ialah kudeta, dan menekankan bahwa Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman amat ketakutan seusai kudeta.

Surat berita al-Rai al-Youm mecatat bahwa penasihat barat sudah merekomendasikan bin Salman guna menghindari kemunculannya di publik dan berhenti membikin keputusan provokatif dalam usaha guna bertahan hidup sampai dia sebagai raja.

Menurut sumber barat, “bin Salman sudah ketakutan setengah mati oleh serbuan 21 April” sebab dia ndak berpikir bahwa istana kerajaan yang merupakan tempat paling sensitif di Arab Saudi bisa sebagai sasaran serbuan semacam itu.

Sumber itu menambahkan bahwa bin Salman sudah mengganti pasukan Saudi dengan penjaga barat, dan menulis bahwa hidupnya sudah berubah dan dia jarang berbicara di telepon sebab takut dilacak oleh lawan-lawannya.

Para pejabat barat juga menyarankan pangeran mahkota Saudi guna ndak bertindak semisal raja dan menanti sampai kematian ayahnya naik ke tahta.

Sebuah outlet media Arab mengutip sumber-sumber AS yang menjelaskan akhir bulan lalu bahwa bin Salman cedera dalam kudeta dan aksi tembak April 21 di istananya.

Situs kabar Sawt al-Arab mengutip sumber-sumber Amerika yang menjelaskan bahwa putra mahkota Saudi sudah cedera selama insiden aksi tembak di wilayah al-Khazami, dan menambahkan bahwa ia dibawa keluar dari tempat kejadian dengan helikopter.

Menurut situs web tersebut, walaupun media Saudi sudah mengumumkan sejumlah gambar bin Salman seusai insiden yang tanggalnya ndak bisa dikonfirmasi, belum terang apakah dia sudah dirawat atau masih dirawat di RS sebab luka-lukanya.

Sementara itu, whistle-blower Saudi Mujtahid, yang dipercayai anggota atau mempunyai sumber yang terhubung dengan baik di keluarga kerajaan, mecatat di halaman twitternya bahwa rumor sudah meningkat soal cedera bin Salman selama insiden al-Khazami, dan menekankan bahwa rencana guna mengumumkan gambar putra mahkota guna membuktikan kelangsungan hidupnya sudah gagal.

Surat berita Inggris, Observer, mengumumkan laporan yang meningkatkan keraguan soal kelangsungan hidup bin Salman selama kudeta 21 April, dan menekankan bahwa media sekarang fokus pada keboleh-jadian cedera atau bahkan kematiannya.

Bin Salman yang juga menteri pertahanan Saudi belum muncul di publik seusai kudeta 21 April di istananya dan terus absen dalam perjumpaan publik, serta menekankan bahwa dia ndak kelihatan di antara sejumlah pejabat Riyadh di upacara kelulusan kadet di Perguruan angkatan bersenjata King Abdolaziz pada 19 Mei lalu.

Kementerian pertahanan Saudi mengumumkan dalam sebuah pengumuman terbuka pada 19 Mei bahwa penguasa Riyadh, Faisal bin Bandar bin Abdolaziz, menghadiri upacara tersebut, bukan bin Salman.

Pengumuman terbuka itu menolak komentar soal alasan ketidakhadiran bin Salman sementara semestinya menteri pertahanan wajib berpartisipasi dalam upacara tersebut. [ARN]

Sumber : Islam-institut

Sombong! Kadernya Lakukan Teror Radar Bogor, Politisi PDI-P Ini Justru Bilang Begini

Sombong! Kadernya Lakukan Teror Radar Bogor, Politisi PDI-P Ini Justru Bilang Begini

Referensi pihak ketiga

10Berita, Aksi geruduk kantor Radar Bogor yang dilakukan oleh kader dan simpatisan PDI-P pada Rabu (30/05/2018) lalu ternyata tak membuat para elit partai ini rikuh. Pernyataan-pernyataan yang berisi pemakluman justru keluar dari mulut mereka.

Referensi pihak ketiga

Sekretaris Fraksi PDI-P di DPR, Bambang Wuryanto adalah salah satunya. Menurutnya aksi anarkis yang dilakukan kadernya adalah hal biasa dan menunjukkan rasa kedekatan emosional para kader terhadap Megawati.

“Megawati Soekarnoputri bagi PDI-P bukan sekedar ketum, itu ibu kami,” ujarnya (cnnindonesia.com/31/05/2018).

Lebih lanjut Bambang bahkan menyatakan seandainya Radar Bogor ada di Jawa Tengah maka kantornya akan rata dengan tanah. Jawa Tengah adalah lumbung suara PDI-P.

“Kalau pemberitaan kaek gitu, Radar Bogor memberitakan di Jawa Tengah, saya khawatir itu kantornya rata dengan tanah,” cetusnya lagi

Referensi pihak ketiga

Lihatlah, betapa arogannya. Bukannya meminta maaf dan menyeru pada kedamaian, justru mencari pembenaran dan menyulut aksi lanjutan.

Referensi pihak ketiga

Laku anarkis yang berulangkali dilakukan kader dan simpatisan PDI-P ini semestinya dihentikan. Polisi harus bertindak tegas dengan mengusut peristiwa tersebut tanpa menunggu adanya laporan.

PDI-P mungkin lupa, pemilu sudah makin dekat dan masyarakat akan terus mencatat.

Sumber : UC News

Istana Bagi-bagi Sembako Malam Hari, Tanda Kepanikan dan Kekalahan Jokowi

Istana Bagi-bagi Sembako Malam Hari, Tanda Kepanikan dan Kekalahan Jokowi

Istana bagi-bagi sembako di kawasan Pademangan, Jakarta Utara

10Berita - Meski menuai kritikan, bagi-bagi sembako dengan embel-embel Istana Kepresidenan kembali terjadi. Kali ini, pembagian sembako ini terjadi di kawasan Jakarta Utara, salah satu RW 04 Kelurahan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.

Pembagian sembako ini berlangsung Sabtu, (3/5) malam ini langsung menuai kecaman dari Gerakan Pribumi Indonesia (GEPRINDO). Organisasi ini menyatakan, aksi bagi-bagi sembako ini menjadi bukti pemerintah gagal mengatasi kemiskinan. Pandangan ini datang dari Presiden Geprindo, Bastian P. Simanjuntak.

"Tanda kepanikan, kegagalan, dan kekalahan Jokowi," cetus Bastian.

Bastian menegaskan, Jokowi menggunakan cara jujur dalam berkompetisi, fokus saja menepati janji-janjinya dimasa lalu. "Kalau merasa gagal dan tidak bakal dipilih lagi, sebaiknya Jokowi mundur, jangan menyuap rakyat dengan sembako."

Dia mengungkapkan, pembagian sembako oleh Jokowi mengingatkan publik pada cagub DKI Basuki T. Purnama alias Ahok pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta. "Ahok juga membagikan sembako agar dipilih dalam pilkada DKI Jakarta, fakta kemudian Ahok malah kalah."

Bastian secara tegas mendesak kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan jajaran seperti panwas agar menghentikan kegiatan yang cenderung mencuri start kampanye. "Harus ada tindakan tegas dari Bawaslu dan jajarannya, siapapun pelakunya harus diberi sanksi. Indonesia adalah negara hukum, semua sama dihadapan hukum walaupun sering beda dihadapan hakim," ujar Bastian menambahkan.

(dil)

Sumber : Indopos

Inilah Proyek Penggalian Rusia ke Inti Bumi! Ternyata Ini yang Ditemukan

Inilah Proyek Penggalian Rusia ke Inti Bumi! Ternyata Ini yang Ditemukan

kompas.com

10Berita, Apa yang kamu lihat dan bayangkan setelah melihat foto diatas, tentu kamu berfikir hanya sebuah besi rongsongan yang berkarat. Namun yang tidak kamu ketahui ternyata dibalk besi tersebut terdapat sebuah lubang terdalam yang pernah ada di muka bumi. loh kok bisa? mari kita ulas....

Namanya Kola Superdeep Borehole, lubang dengan diameter kurang dari 23 sentimeter di Murmansk, Rusia ini mencapai kedalaman 12 kilometer ke kerak bumi, sekitar dua kilometer lebih dalam dari Palung Mariana yang merupakan bagian terdalam dari lautan.

Lubang tersebut diketahui merupakan hasil dari penelitian Uni Soviet. Dimulai pada tahun 1960 oleh tentara Uni Soviet yang kala itu Perang dingin melawan Amerika Serikat. Uni Soviet dan amerika berlomba-lomba dalam hal kemajuan teknologi, persenjataan dan bidang penelitian.

Referensi pihak ketiga

Amerika serikat pun pernah mengebor laut dengan kedalaman 3600 meter, dan berhasil membuktikan bahwa pengeboran minyak dilautan dapat dilakukan. namun proyek tersebut di hentikan pada 1966 dikarenakan kekurangan dana.

Tak mau kalah dari amerika serikat Uni soviet kemudian membuat proyek penggalain terdalam dimuka bumi yang dikenal Kola Superdeep Borehole pada tahun 1970-an.

Referensi pihak ketiga

Dari penelitian tersebut peneliti menemukan beberapa hal menarik dibaawah bumi seperti tidak adanya transisi dari granit ke basalt dari tiga ke enam kilometer di bawah permukaan bumi.

Sebelumnya, para ilmuwan geologi yang menggunakan gelombang seismik untuk menganalisa kerak bumi menduga adanya jenis batu baru pada kedalaman tersebut. Namun, para peneliti proyek Kola hanya menemukan lebih banyak granit pada kedalaman tiga hingga enam kilometer. Ternyata, perubahan yang dideteksi sebelumnya bukanlah perubahan jenis batu, tetapi perubahan susunan kimia dan mineral (metamorfik) pada granit.

boombastis.com

Lebih mengejutkannya lagi, para peneliti juga menemukan air di dalam Kola Superdeep Borehole. Berbeda dengan air tanah, air tersebut berasal dari atom hidrogen dan oksigen yang dikeluarkan oleh batu granit karena tekanan yang luar biasa. Penelitian tersebut kemudian di hentikan tanpa di ketahui penyebabnya.

boombastis.com

Namun, pada tahun 1994 terungkap kenapa proyek tersebut di hentikan oleh para peneliti. hal ini dikarenakan saat pengeboran mencapai kilometer ketiga di bawah tanah, perubahan temperatur meningkat secara tiba-tiba dan pada titik terdalamnya di kilometer ke-12, temperatur mencapai 180 celcius.

Temperatur tersebut melebihi perkiraan para peneliti dan membuat mesin pengebor rusak. Akhirnya, proyek ini resmi ditutup pada tahun 2005 dan kini yang tersisa dari lubang terdalam di dunia hanyalah tutup besi karatan yang tak bernama. 

Dilansir dari www.sains.kompas.com(15/06/2017)

Sumber : UC News