OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Jumat, 20 Juli 2018

Nggak Nyangka, Kota Paling Bebas Polusi ini Ternyata di Indonesia, Pernah Kesana?

Nggak Nyangka, Kota Paling Bebas Polusi ini Ternyata di Indonesia, Pernah Kesana?

10Berita, Jaman makin maju dan modern. Polusi juga semakin banyak berada dimana-mana. Apalagi polusi dari kendaraan bermotor sungguh tiada terkira. Udara yang ada pun tak sesehat yang dulu.

sumber:boombastis.com

Banyaknya polusi, sungguh bertolak belakang dengan kota satu ini. Dilansir dari hipwee.com, ada sebuah kota yang bebas dari polusi di Indonesia. Penasaran kota apa? Kota Agats yang ada di Papua Indonesia.

sumber;grid.id

Di Papua memang masih banyak terdapat hutan. Namun berbeda dengan Agats, meskipun bebas dari polusi, kota ini tidak terdiri banyak hutan. Agats merupakan kota yang berada di atas rawa dan tanah berlumpur. Nah kok bisa ya?

Jadi penduduk Agats membangun peradaban dengan memanfaatkan papan kayu. Rumah-rumah mereka berasal dari papan kayu yang berdiri di atas rawa-rawa. Jalananpun juga demikian. mereka menghubungkan satu tempat dengan tempat lainnya dengan membangun jalan berupa papan kayu.

sumber: indonesiakaya.com

Di Agats, UCers tak akan pernah menemukan yang namanya kendaraan bermotor. Mereka pergi dari satu tempat ke tempat lainnya dengan jalan kaki atau sepeda listrik sehingga tak ada sedikitpun polusi udara. Oleh karena itu kota Agats diklaim sebagai kota bebas polusi sedunia lho. Nggak nyangka kan?

Mungkin ada yang bertanya, dengan tanah rawa dan lumpur, mereka mendapat air dari mana? Tuhan memang Maha Baik, manusia dianugerahi insting untuk dapat bertahan hidup. Di kota Agats, masyarakat memanfaatkan air hujan sebagai sumber air kehidupan mereka. Air hujan mereka tampung dalam tandon-tandon yang besar.

Nah bagaimana UCers? Ada yang pernah main-main kesana?

Sumber:

hipwee.com/travel/kenalan-dengan-kota-agats-kota-bebas-polusi-di-papua-yang-mengapung-di-atas-papan/?ref=artikel_menarik

Wajah -Wajah Pembakar Rumah Dakwah

Wajah -Wajah Pembakar Rumah Dakwah


Photo by John Ruddock on Unsplash

10Berita, Mereka dalam barisan umat Islam tapi keberadaannya mengacak-acak. Dalam bahasa Alquran mereka disebut Munafiqun.

Man hum? Supaya kita tidak menuduh orang lain kita cek jangan-jangan kita bagian dari “hum” itu.

Annifaq adalah mustholahun jadiid fil Islam. Istilah baru dalam Islam. Mengapa disebut demikian? Karena fenomena nifaq dan istilah nifaq baru ada di zaman Mekkah atau Madinah. Karena sebelumnya hanya ada dua istilah kalau tidak mukmin ya kafir. Saat di Madinah kepemimpinan Rasulullah SAW. makin tidak diragukan dan makin kuat. Massa semakin solid dan banyak. Orang kafir yang di Madinah mau melawan Nabi takut. Akhirnya agar dianggap bagian dari kaum muslimin, mereka pura-pura bersatu dalam barisan.

Nafiqa alyarbu’ artinya lubang hewan sejenis tikus. Lubang ini ada dua; bisa masuk ke lubang satu lalu keluar lewat lubang yang lain. Demikian gambaran keadaan orang-orang munafik, satu sisi menampakkan Islamnya, namun di sisi lain ia amat kafir dan menentang kepentingan Islam juga gerakan-gerakan Islam.

Nifaq tak lain merupakan perbuatan menyembunyikan kekafiran dalam hatinya dan menampakkan keimanannya dengan ucapan dan tindakan. Aktornya disebut munafik.

“Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman.” Dan bila mereka kembali kepada setan-setan, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok olok”. (QS. al-Baqarah :14)

Syeikh Abdul AzizThuraify mengungkapkan batin adalah standar lahir. Batinnya baik, lahirnya akan baik. Batinnya rusak, kebaikan yang tampak secara lahir adalah nifaq.

Jika ada yang menjadikan tuduhan terhadap tokoh muslim yang dikenal kebaikannya sebagai senjata untuk pojokkan gerakan Islam, ada nifaq dalam hatinya.

Nifaq atau munafik diulang-ulang penyebutannya di dalam Alquran dalam surat Madaniah. Di Al-Baqarah adalah kisah munafikin, Surat An-Nisa, Surat Al-Maidah, Surat Al-Anfal, Surat At-Taubah, Surat An-Nur, Surat Al-Ahzab bahkan ada surat khusus yakni Surat Al-Munafiqun.

Saat Allah berbicara tentang orang beriman, hanya dua atau tiga ayat dalam Surat Al-Baqarah. Ketika Dia berbicara tentang orang-orang kafir, hanya dua ayat di Surat Al-Baqarah. Begitu bicara soal sifat-sifat orang munafik, dari ayat 8 hingga ayat 20 di Surat Al-Baqarah. Ya, sebanyak 13 ayat.

Apakah itu sebuah kebetulan? Tidak! Banyaknya peringatan Allah di atas, sebagai pelajaran bagi umat Islam bahwa bahaya kaum munafik lebih banyak dari bahaya kaum kafir.

Lalu bagaimana sifat para penyusup dakwah?

Pertama, penyusup dakwah yang cirinya dijelaskan oleh Abu Hurairah RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW. bersabda,

مِنْ عَلاَمَاتِ الْمُنَافِقِ ثَلاَثَةٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا ائْتُمِنَ خَانَ

“Di antara tanda munafik ada tiga: apabila berbicara, dusta; apabila berjanji, tidak menepati; jika diberi amanat, ia khianat.” (HR. Muslim)

Yang kedua, apabila kita memiliki organisasi masyarakat Islam atau partai berlabel Islam tapi mendukung pendukung orang-orang yang memusuhi Islam atau gerakan Islam. Wala’uhum lil kuffar. Loyalitas atau kepemimpinan mereka serahkan kepada yang kafir.

“(yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah. (QS. Annisa: 139)

Orang-orang munafik mendukung orang kafir, mendukung orang-orang yang memusuhi gerakan Islam bukan tanpa maksud, tak gratis begitu saja. Ada imbalan yang bagi mereka menggiurkan dan bisa tamasya sepanjang masa.

Yang ketiga, para penyusup menghalang-halangi (perjuangan) di jalan Allah SWT. Menghalangi Alquran dan Assunnah. Menghalangi perjuangan gerakan dakwah. Orang yang perlu kita “tuduh” adalah diri kita sendiri tanpa harus menunjuk orang lain lebih dahulu.

Orang yang beriman sangat takut dirinya tertimpa sifat munafik. Para sahabat Rasulullah SAW pun takut tertimpa kemunafikan. “Ibnu Abi Mulaikah pernah berkata: Aku telah mendapati 30 orang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, semuanya khawatir pada dirinya tertimpa kemunafikan.” (HR. Bukhari)

Puncak kebahagiaan orang munafik, para penyusup dakwah adalah ketika kaum muslim atau gerakan Islam lemah dan bercerai-berai dan puncak kesedihannya saat kaum muslimin bersatu dan kokoh. Jika Islam atau gerakan Islam adalah rumahnya, maka munafik bahagia karena berhasil “membakar rumah” sendiri. Atau pelan-pelan berlaga bak rayap, menggeroyoti tiang pelan-pelan agar rumahnya ambruk.

[@paramuda/]

Sumber: Ngelmu.co

Ombudsman Selidiki Dugaan Mal-administrasi Jabatan Ngabalin

Ombudsman Selidiki Dugaan Mal-administrasi Jabatan Ngabalin


10Berita  – Ombudsman Republik Indonesia berencana menyelidiki rangkap jabatan Ali Mochtar Ngabalin sebagai Anggota Dewan Komisaris PT Angkasa Pura I (Persero). Politikus Partai Golkar itu diketahui masih menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Kepresidenan.

“Sekarang ini, kan, ada tren semacam penempatan rangkap jabatan untuk mengisi komisaris negara. Ini yang akan kami cek ke depan dan apa ada administrasi yang dilanggar. Kan, enggak boleh dong orang rangkap jabatan,” ujar Komisioner Ombudsman Adrianus Meliala di gedung Ombudsman, Jakarta, Jumat (20/7).

Adrianus tak menjelaskan lebih jauh terkait dugaan pelanggaran administrasi jabatan Ngabalin. Namun ia memastikan akan segera memanggil pemerintah untuk mengklarifikasi hal tersebut.

“Kami akan buat semacam kajian, jadi ketika kami panggil pemerintah ada saran yang bersifat jelas gitu,” katanya.

Kementerian BUMN sebelumnya telah mengumumkan perubahan susunan komisaris PT Angkasa Pura I (Persero).

Terdapat tiga nama baru yang menduduki posisi komisaris yakni Djoko Sasono, Tri Budi Satriyo, termasuk Ngabalin. Politikus Golkar itu menggantikan Selby Nugraha Rahman yang menjabat sebagai anggota dewan komisaris sejak 25 Oktober 2015.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Jabatan baru Ngabalin juga mendapat kritik dari Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Ia menilai penunjukan Ngabalin sebagai Anggota Dewan Komisaris Angkasa Pura I sebagai hadiah karena menjadi tim sukses Joko Widodo di Pilpres 2019.

“Iya mungkin ini hadiah. Saya kira tepat, lah, istilah itu,” ujar Fadli di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (19/7).

Fadli mengaku tidak terkejut Ngabalin mendapat jabatan tersebut. Ia menyebut sudah banyak tim sukses Jokowi yang duduk sebagai komisaris BUMN sebelum ngabalin.

Politikus Gerindra itu bahkan menilai BUMN sebagai tempat penampungan bagi tim sukses Jokowi.

“BUMN menjadi tempat penampungan bagi tim sukses, eks tim sukses,” ujarnya.


Fadli menilai pemberian jabatan strategis BUMN kepada Ngabalin dan sejumlah tim sukses Jokowi berdampak buruk pada kinerja BUMN. Kerja BUMN disebutnya bisa tidak optimal karena diisi oleh kalangan yang tidak ahli di bidangnya.

“Harusnya (BUMN) lebih banyak dari orang-orang yang profesional di bidangnya. Sekarang ini BUMN kita amburadul jadinya karena mereka bukan orang-orang yang profesional. Jadi saya kira ini harus dikoreksi ke depan,” ujar Fadli. [cnn]

Sumber : Eramuslim 

Tiga Masjid Tua di Bangkok

Tiga Masjid Tua di Bangkok

Suasana Kota Bangkok, Thailand. Bangkok menjadi destinasi terfavorit turis internasional.

Foto: flickr

10Berita , JAKARTA -- Ibu Kota Thailand, Bangkok, terkenal sebagai Kota Seribu Kuil. Ini karena hampir di seluruh penjuru kota berdiri kuil sebagai tempat ibadah penganut Buddha yang merupakan mayoritas di negeri tersebut.

Namun, ternyata di Bangkok juga berdiri banyak masjid. Bahkan, di antaranya sudah berusia tua alias ratusan tahun. Ini membuktikan Islam sudah berkembang di Bangkok sejak ratusan tahun lalu. Kini, perkembangan Islam makin menggembirakan. Berbagai komunitas Muslim tumbuh subur di Bangkok.

Keberadaan masjid-masjid tua tersebut menambah semarak syiar Islam di Bangkok.  Setiap hari, berduyun-duyun kaum Muslimin menunaikan ibadah di sana. Begitu penting dan strategisnya keberadaan masjid-masjid tersebut. n

Masjid Tonson

Masjid ini dibangun sebelum pemerintahan Raja Song Tham pada awal abad ke-17, yaitu pada masa Ayutthaya. Renovasi terakhir masjid ini dilakukan pada 1954 untuk mempertahankan keaslian arsitekturnya. Di halaman masjid itu juga terdapat beberapa makam pemuka agama Islam di Thailand.

Masjid Tonson


Beberapa tahun ini Masjid Tonson juga sudah selesai diperbarui lagi. Khotbah Jumat di masjid itu menggunakan bahasa Thai. Masjid tersebut terletak di posisi N13.73993 E100.48881 Arun Ammarin Road, Anuthin Sawat Bridge, Wan Arun, Bangkok. N

Masjid Haroon

Masjid Haroon cukup besar. Menurut cerita, masjid ini dibangun pada abad ke-19 oleh pemuka agama Islam keturunan Arab yang berasal dari Indonesia. Dinamakan Masjid Haroon sesuai dengan nama pendirinya, yaitu Haroon Bafadel. Yang menarik dari masjid ini adalah banyaknya ukiran ayat suci Alquran yang diukir pada kayu Jepara.

Masjid Haroon, Bangkok, Thailand


Pada waktu didirikan masjid tersebut letaknya persis di tepi Sungai Chao Praya dan dinamakan Masjid Ton Samrong. Masjid aslinya terbuat dari kayu dengan arsitekrur campuran Jawa dan Ayuthaya. Namun, pada 1899 tempat tersebut dijadikan kantor Bea Cukai dan masjid dipindahkan ke lokasi yang sekarang.

Awalnya, interior dan eksterior masjid ini didominasi kayu. Namun, setelah mengalami pembangunan ulang, akhirnya diubah menjadi beton berwarna merah bata. Ukuran masjidnya tidak terlalu besar, namun cukup terlihat dari arah sungai. Kubah-kubahnya kental dengan warna hijau dan dari luarnya terdapat tulisan dengan bahasa Thailand tertulis di pintu masuk. n

Jawa Mosque

Jawa Mosque atau Masjid Jawa terletak di Jalan Soi Charoen Rat 1 Yaek 9, Sathorn, Bangkok, Thailand. Disebut Masjid Jawa karena yang membangun adalah orang-orang  Jawa yang sudah menetap di Bangkok. Masjid tersebut selesai dibangun pada 1906 di atas tanah wakaf milik orang Jawa bernama Haji Muhammad Saleh.

Masjid Jawa di Bangkok, Thailand


Arsitektur Jawa Mosque sangat kental dengan gaya masjid di Jawa. Ada yang menyebutnya mirip Masjid Demak. Ada juga yang menyebutnya sebagai versi mini Masjid Agung Kauman di Yogyakarta. Dari luar pengunjung bisa melihat atap limas berundak tiga yang biasa ditemui di masjid-masjid tua Indonesia. Saat memasukinya, bisa  menyaksikan saka guru—empat pilar yang biasa menyangga bangunan Jawa.

Sumber : Republika.co.id

Kwik Kian Gie Sebut BPS Sebar Data HOAX Soal Jumlah Penduduk Miskin

Kwik Kian Gie Sebut BPS Sebar Data HOAX Soal Jumlah Penduduk Miskin


Ekonom senior Kwik Kian Gie menyebut data angka kemiskinan di Indonesia pada Maret 2018 sebesar 9,8% yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) penuh dengan kebohongan alias hoaks.

Data yang diklaim sebagai angka terendah sejak era reformasi itu, menurut Kwik, merupakam pembodohan dan masuk kategori kebohongan publik.

“Bohong itu, karena tak sesuai realita. Jangan begitulah sama rakyat, mereka (rakyat) sudah tau apa yang terjadi saat ini,” kata Kwik di acara diskusi Sekber Gerindra-PAN-PKS di The Kemuning Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/7) malam.

Kwik mengaku, dirinya menyangsikan capaian ini lantaran terdapat indikasi manipulasi dalam indikasi standar kemiskinan.

Menurutnya, dalam penelitian BPS, standar kemiskinan yang digunakan adalah pendapatan Rp12.900 atau kurang dari 1 dolar AS per hari (kurs dolar AS saat ini lebih dari Rp14.000).

Seharusnya, kata dia, dalam standar Bank Dunia, orang miskin adalah orang yang memiliki pendapatan 2 dolar per hari, atau hampir dua kali lipat dari standar kemiskinan yang digunakan BPS. Sehingga pemerintah sekarang menggunakan data statistik untuk melakukan kebohongan.

“Makanya ada buku sangat terkenal berjudul How to Lie With Statistic (karangan Darrel Huff), yakni bagaimana berbohong lewat data statistik. Dan itu sudah lama banyak dilakukan di sejumlah negara,” ungkap Kwik.

Kritik ini disampaikan Kwik bukan tanpa alasan. Bahkan, dia mengaku paham soal bagaimana membuat data agar terkesan pemerintahan menjalankan perekonomian baik pada saat menjabat sebagai Kepala Bappenas pada era 2001-2004.

“Jangan dilihat di kota ya, kalau di kota, di mall ya pasti (orang-orang) kaya, itu cuma berapa persen saja. Tapi lihat (orang miskin) di desa,” tandasnya. (tsc)

Sumber : eramuslim.com

Janjinya Besarkan Pertamina, Tapi Sekarang Asetnya Malah Mau Dijual

Janjinya Besarkan Pertamina, Tapi Sekarang Asetnya Malah Mau Dijual



Akuisisi anak perusahaan Pertamina, Pertagas, oleh PT PGN ditentang banyak pihak. Mengingat 82% saham PT PGN sudah jatuh ke tangan investor asing.

Mantan Kasum TNI Letjen (Purn) Suryo Prabowo mempertanyakan janji-janji Presiden Joko Widodo yang akan membesarkan Pertamina, tetapi di sisi lain melego Pertagas yang merupakan aset Pertamina. “Janji besarkan Pertamina. Koq malah jual aset pertamina?” tanya Prabowo di akun Twitter @marierteman.

@marierteman melampirkan tulisan bertajuk “Janji Jokowi-JK Besarkan Pertamina Kalahkan Petronas”.

Sebelumnya, dalam konferensi pers di Jakarta (19/07), Ketua Umum Serikat Pekerja Pertamina Geothermal Energy (SPPGE), Bagus Bramantio menegaskan, pihaknya menolak akuisisi Pertagas oleh PGN karena PT Pertamina Gas (Pertagas) adalah anak perusahaan Pertamina yang kepemilikan sahamnya 100% milik Pemerintah.

Hal ini berbeda dengan PT PGN yang 43% sahamnya dimiliki publik, dan 82% di antaranya sudah jatuh ke tangan investor asing. “Oleh karenanya 35% saham PGN milik asing!,” tegas Bagus seperti dikutip bisnisjakarta (19/07).

Menurut Bagus, kondisi tersebut bakal mengancam kedaulatan energi nasional. “Jadi kami menolak akuisisi dan lebih memilih sinergi antar kedua perusahaan yang bergerak di gas tersebut,” ujar Bagus.

Hari ini (20/07) ribuan pekerja yang tergabung dalam FSPPB (Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu) menggelar aksi demo di Kantor Pusat Pertamina.

Dalam aksi itu FSPPB mengajukan lima tuntutan, yakni:

1. Menolak akuisisi Pertagas oleh PGN
2. SK Menteri BUMN No. 39/2018.
3. Menolak Permen ESDM No. 23/2018.
4. Menolak Perpres No. 43/2018 (Revisi PP 191/2014).
5. Menuntut Menteri BUMN mundur dari jabatanya. (it)

Sumber : eramuslim.com

9 Foto Bersejarah Yang Sempat Dirahasiakan Namun Akhirnya Beredar Di Internet

9 Foto Bersejarah Yang Sempat Dirahasiakan Namun Akhirnya Beredar Di Internet



10Berita, Sejarah adalah kajian tentang masa lampau, terutama berkaitan dengan manusia. Mempelajari sejarah sangat penting untuk pengetahuan di masa mendatang. Terkadang dibalik beberapa sejarah selalu tersimpan misteri.

Beberapa foto berserjarah berhasil diabadikan. Namun ternyata beberapa pihak sempat menyembunyikannya tanpa sebuah alasan. Melansir dari laman kaskus.co.id (28/08/2017), simak beberapa potret bersejarah yang sempat dirahasikan namun tersebar di internet.

1. Beberapa tawanan perang Nazi meluapkan kegembiraannya setelah lolos dari kereta kematian. Foto jadul ini dipotret pada 13 April 1945 silam.

rarehistoricalphotos.com

2. Gadis bernama Dorothy Counts diejek bahkan dibully oleh semua murid ras kulit di sekolah Charlotte’s Harry Harding High School, Amerika Serikat. Kala itu pada tahun 1957 terjadi diskiriminasi besar-besaran terhadap ras kulit hitam.

kaskus.co.id

3. Tahun 1967 juga terjadi diskriminasi tentang wanita derajatnya dibawah laki-laki. Seorang wanita bernama Katherine Switzer mendadak dihentikan oleh salah satu panitia maraton di Boston, Amerika Serikat, namun beberapa orang disekitarnya mencoba melindungi wanita tersebut.

wbrur.org

4. Seorang bocah bernama Harold Whittles yang menderita tuna rungu rupanya begitu terkejut ketika mencoba sebuah alat bantu dengar pada tahun 1974.

rarehistoricalphotos.com

5. Ternyata susahnya mencari pekerjaan tidak dirasakan pada masa sekarang. Seorang pria memasang papan iklan pada tubuhnya untuk mencari sebuah pekerjaan. Foto ini diambil pada tahun 1930-an.

kaskus.co.id

6. Ilmuwan jenius bernama Nikola Tesla berhasil menciptakan elektromekanik tanpa kabel dan daya listrik. Awalnya foto penemuan ini sempat dirahasiakan oleh beberapa pihak.

Referensi pihak ketiga

7. Dalam sebuah acara pembabtisan Adolf Hitler pada 13 Juni 1936, salah satu anggotanya menolak untuk melakukan salam nazi. Pria yang diketahui bernama August Landmesser dikabarkan hilang pada perang dunia.

terselubung.in

8. Pada tahun 1967 kekacauan lalu lintas terjadi di beberapa jalan raya di negara Swedia. Hal ini terjadi lantaran cara mengemudi diubah dari kiri ke kanan. Peristiwa bersejarah itu akhirnya dikenal dengan “H-Day”.

urbandemographics.blogspot.com

9. perang saudara antara Jerman Barat dengan Jerman Timur membuat kedua kubu membuat pagar pembatas. Suami istri ini menggendong anaknya tinggi-tinggi untuk diperlihatkan kepada orang tuanya yang ada di Jerman Timur.

terselubung.in

Beberapa orang menganggap jika foto-foto tersebut sengaja disembunyikan karena faktor politik dan keamanan negara. Namun zaman sudah berubah, foto-foto tersebut kini sudah bukan menjadi sebuah rahasia lagi.

Sumber :


www.kaskus.co.id/thread/59a31f1256e6af71378b4568/foto-bersejarah-ini-dilarang-terbit-tapi-malah-bocor-di-internet


www.urbandemographics.blogspot.co.id/2014/02/a-historic-traffic-jam-h-day-in-1967.html


www.kathrineswitzer.com/about-kathrine/1967-boston-marathon-the-real-story/


Pengacara Asli Habib Rizieq: Kapitra Sudah Lama Dicoret Dari Daftar Pengacara HRS

Pengacara Asli Habib Rizieq: Kapitra Sudah Lama Dicoret Dari Daftar Pengacara HRS

10Berita, JAKARTA  – Terkait pencalonan Kapitra Ampera dari DPIP, anggota tim kuasa hukum Habib Rizieq Syihab mengungkapkan sebenarnya Kapitra sudah bukan anggota GNPF Ulama sekitar 4 bulan yang lalu serta tidak lagi tercatat ikut dalam tim pengacara HRS.

Hal tersebut disampaikan Ketua Divisi Hukum PA. 212 Damai Hari Lubis Rabu 18/9/2018).

Akan tetapi, lanjut Lubis, pihak-pihak yang memusuhi perjuangan ulama, walau sudah tahu tentang keanggotaannya, tidak memperdulikan kebenaran tentang keanggotaannya yang sudah tidak berlaku lagi.

Menurut Lubis, perihal klarifikasi Kapitra tentang dirinya masih menghendaki HRS untuk calon presiden, maka itu menambah daftar kebohongan atau kelicikannya, karena Kapitra memasang serta mempublikasikan dirinya sebagai For Presiden RI

“Menjawab pertanyaan Kapitra yang dilontarkan kepada publik melalui pers perihal dirinya benar menjadi anggota PDIP untuk itu apakah dianggap berkhianat? Maka jawabannya adalah dia telah berkhianat. Karena para ulama telah menginstruksikan untuk menjauhi dan memutus hubungan dengan partai-partai ( Nasdem, Perindo,  Hanura, PPP, Golkar, PKB dll ) pendukung penista agama,” tegasnya.

(ameera/)

Sumber : arrahmah.com

PEDAS! Aset Pertamina Dijual, Suryo Prabowo: Apa Sih yang Belum DIJUAL?

PEDAS! Aset Pertamina Dijual, Suryo Prabowo: Apa Sih yang Belum DIJUAL?


10Berita, Penjualan beberapa aset Pertamina yang diteken oleh Menteri BUMN Rini Soemarno membuat munculnya gerakan Aksi Bela Pertamina yang digelar oleh Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu, Jumat 20 Juli 2018.

Mantan Kepala Staf Umum TNI, Letjen (Purn) Johannes Suryo Prabowo, memberikan komentar melalui akun twittenya, @marierteman, Kamis 19 Juli 2018.

Suryo pun menyindir dengan memberikan pertanyaan mengenai aset apa yang belum dijual. Ia juga menambahkan, dulu provider Indosat dan kapal tanker VLCC Pertamina juga telah dijual.

Suryo mengatakan kata leluhurnya, jika bukan milikmu atau bukan kamu yang membeli, maka jangan sekali-kali untuk menjualnya.

"Apa sih yang belum DIJUAL ?

Dulu mamak jualan indosat dan jualan kapal tanker VLCC PERTAMINA.

Sekarang jualan aset dan infrastruktur kata leluhurku, kalau bukan punyamu, atau bukan kamu yang beli, jangan sekali-kali kamu jual @KemenBUMN." cuit Suryo Prabowo.

Ia pun juga mentautkan video aksi bela Pertamina oleh sejumlah pegawainya.

— J.S. Prabowo (@marierteman) July 19, 2018


Seperti diketahui, Aksi Damai Bela Pertamina digelar Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu, Jumat 20 Juli 2018 mulai pukul 08.00 WIB di halaman kantor Pertamina Pusat Jl.Medan Merdeka Timur. No.1A Gambir, Jakarta Pusat.

Massa yang berjumlah sekitar 1000 orang dari Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) yang dipimpin Ari Gumilar itu menyampaikan sejumlah tuntutan.

Tuntutan yang disampaikan massa FSPPB antara lain:

1. Tolak Akuisisi Pertagas oleh PGN
2. Tolak SK Menteri BUMN No. 39/2018.
3. Tolak Permen ESDM No. 23/2018.
4. Tolak Perpres No. 43/2018 (Revisi PP 191/2014).
5. Menuntut Menteri BUMN mundur dari jabatanya.

Dari kantor Pertamina, secara bersama-sama mereka melakukan long march menuju Kementerian BUMN.

Sumber :Portal Islam 

Hantaman Bertubi Menimpa KOALISI KEUMATAN

Hantaman Bertubi Menimpa KOALISI KEUMATAN


Oleh: Hersubeno Arief
(Wartawan senior)

Dalam dua pekan terakhir kelompok oposisi dan embrio Koalisi Keumatan mengalami pukulan beruntun yang sangat telak. Pukulan beruntun tersebut, dan belum adanya kesepakatan kandidat capres-cawapres diantara partai-partai yang digadang-gadang menjadi koalisi keumatan –Gerindra, PAN, dan PKS– memunculkan sebuah pertanyaan besar “Masih adakah koalisi keumatan itu?”

Pukulan telak pertama adalah “menyeberangnya” Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi ke kubu Jokowi. Pukulan kedua tak kalah telaknya adalah pencalegan Kapitra Alamsyah salah seorang pengacara Habib Rizieq Shihab oleh PDIP.

Dengan menjadi caleg dari PDIP, maka Kapitra bersama TGB dipastikan akan memperkuat skuad Jokowi dalam menghadapi Pilpres 2019.

Keberhasilan kubu Jokowi melakukan akuisisi terhadap TGB, levelnya bisa disamakan dengan keberhasilan Juventus mentransfer Ronaldo dari Real Madrid, namun dalam skala lokal. Cukup mengagetkan. Salah satu capres rekomendasi Persaudaraan Alumni (PA) 212, malah memilih menjadi pendukung Jokowi. Sementara Kapitra levelnya tidak setinggi TGB, namun tetap bisa menjadi pemain penting yang ikut menentukan jalannya permainan.

Benar seperti kata Kapitra, bahwa dia bukan siapa-siapa. Bukan pentolan atau tokoh penting dalam Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) MUI yang telah berubah nama menjadi GNPF Ulama. Namun jangan lupa bahwa dia adalah (mantan) pengacara Habib Rizieq. Tokoh yang menjadi simbol perlawanan kelompok oposisi dan keumatan.

Kapitra dipastikan banyak mengetahui pembicaraan rahasia dan strategi perlawanan yang dibahas di seputar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) tersebut. Dia bisa menjadi senjata mematikan, yang dapat dimanfaatkan oleh koalisi partai pemerintah dalam mematahkan perlawanan terhadap rezim pemerintah.

Keputusan TGB mendukung Jokowi, dan kepastian Kapitra mengenakan seragam merah dengan logo moncong putih, jelas merupakan sebuah ironi besar. TGB adalah salah satu tokoh Islam yang diharapkan bisa menjadi penantang Jokowi. Sebagai gubernur, Ketua Alumni Universitas Al Azhar, Kairo Cabang Indonesia, dia punya gerbong panjang di belakangnya. Sementara Kapitra, pasti sangat paham sikap politik Habib Rizieq. Bersama kelompok keumatan Habib Rizieq selama ini menyerukan umat agar tak memilih partai-partai yang mendukung penista agama Ahok. Lha kok Kapitra malah menjadi caleg PDIP?

Tidak penting apakah nantinya Kapitra bisa melenggang ke Senayan atau tidak. Apalagi dia ditempatkan di daerah pemilihan Sumatera Barat yang secara tradisi sulit ditembus PDIP. Agak naif bila seperti dikatakan Kapitra dengan bergabung ke PDIP, dia bisa ikut mewarnai dan menjadi jembatan kepentingan umat. Lebih naif lagi penjelasannya, bahwa capresnya tetap Habib Rizieq.

PDIP bagi kelompok keumatan dianggap sebagai musuh besar. Begitu pula sebaliknya. Mega misalnya secara tegas meminta agar kader PDIP mewaspadai para pengusung idiologi tertutup yang anti persatuan. Secara sinis Mega menyebutnya sebagai peramal masa depan. “Mereka dengan fasih meramalkan yang akan pasti terjadi di masa yang akan datang, termasuk dalam kehidupan setelah dunia fana, yang notabene mereka sendiri belum pernah melihatnya,” kata dalam HUT PDIP ke 44 di Jakarta (10/1/2017).

Dari sisi pembentukan publik opini, bergabungnya TGB dan Kapitra merupakan kemenangan besar bagi poros pendukung pemerintah. Tidak perlu waktu lama bagi TGB untuk bertansformasi menjadi pendukung setia Jokowi yang agresif.

Di tengah aktivitas kerjanya sebagai gubernur, TGB justru sering wora-wiri di Jakarta. Dia melakukan serangkaian safari media di Jakarta. TGB juga aktif mengunggah aktivitas dan ceramahnya yang mendukung Jokowi. Targetnya jelas untuk memenangkan pertarungan opini.

Salah satu ceramah TGB yang cukup viral adalah peringatannya agar para ulama dan ustad tidak lagi mengutip ayat-ayat perang dalam kontestasi politik. Pernyataan TGB ini jelas sangat menohok. Sebagai seorang doktor ahli tafsir Al Quran, jelas dia punya otoritas untuk menyatakan hal itu.

TGB juga buka kartu bahwa dia sebenarnya sudah menyatakan dukungan kepada Jokowi sejak 2016. Dukungan tersebut sudah disampaikan secara personal kepada Jokowi ketika bertemu di Mataram. Jadi koalisi keumatan dan khususnya PA 212 salah membaca, siapa TGB sesungguhnya.

Kalah jauh

Ibarat sebuah perlombaan lari, Jokowi saat ini sudah jauh meninggalkan lawannya. Dia tinggal menimbang dan memilih siapa cawapres pendampingnya. Sementara kubu koalisi hingga kini belum mempunyai kesepakatan apapun. Jokowi sudah menatap garis finis, kubu oposisi masih berselisih siapa jagoan yang akan diajukan untuk menantangnya.

Prabowo sebagai pemilik kursi terbesar oposisi di DPR hingga kini belum memutuskan dengan siapa dia akan berkoalisi, dan siapa cawapres yang akan digandengnya. Dia masih enggan menerima tawaran PKS untuk memilih salah satu cawapres, Ahmad Heryawan, atau Salim Segaf Al Djufri. Prabowo lebih menginginkan Anies Baswedan sebagai pendampingnya. Usulan yang ditolak PKS, dan juga tidak dikehendaki Anies. PAN juga tampaknya memilih wait and see. Elektabilitas Prabowo yang rendah, dan ketiadaan logistik membuat calon mitra koalisi enggan mendukungnya.

Di tengah ketidakpastian tersebut Prabowo malah membuat manuver yang tidak perlu. Dia bertemu SBY, namun yang agak mengherankan dia juga melakukan pertemuan “rahasia” dengan Puan Maharani.

Pertemuan dengan Puan ini tidak hanya membuat PKS dan PAN bertanya-tanya, tapi juga membuat Demokrat menjadi ragu. Untuk apa Prabowo bertemu Puan yang nota bene salah satu petinggi PDIP? Apakah ada opsi lain yang tengah dia siapkan bila gagal membentuk poros sendiri melawan Jokowi?

Dengan kondisi semacam itu besar kemungkinan koalisi keumatan mengulang kesalahan seperti terjadi di Pilkada Jawa Barat 2018. Mereka kalah, bukan karena musuh yang kuat. Namun kalah karena terpecah belah dan salah memilih kandidat.***

Sumber: https://www.hersubenoarief.com/artikel/koalisi-keumatan-masih-adakah/