OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Selasa, 24 Juli 2018

Hasil Survei Pilpres Terbaru, Prabowo Menang Jika

Hasil Survei Pilpres Terbaru, Prabowo Menang Jika

Jokowi dan Prabowo (mojok.com)

10Berita, Lagi-lagi Jokowi memenangkan hasil survei. Kali ini, tingkat elektabilitas Jokowi sebesar 46 persen. Prabowo Subianto masih mengekor di posisi kedua dengan perolehan 17 persen. Sedangkan untuk nama-nama lain masih cukup jauh karena hanya berkisar 1-3 persen (detik.com, 19/07/2018).

Sebenarnya masyarakat kita agak bosan dengan polarisasi ini. Kesannya, kalau tidak pilih Jokowi, pasti pilih Prabowo. Padahal nggak kan? Bisa saja memang tidak pilih dua-duanya.

Mungkin bisa pilih dua-duanya. Lho kok bisa? Bisa dong. Kalau Pak Prabowo mau jadi cawapres. Sudah selesai pertikaian ini. Pendukung Jokowi bisa bergabung pendukung Prabowo.

Asumsinya begini, kalau Jokowi 46 persen ditambah Prabowo 17 persen maka hasilnya adalah 63 persen. Sudah cukup banyak dan optimis pasti menang.

Kalau Jokowi dan Prabowo berpasangan, semoga saja lawannya kotak kosong. Dan semoga, bukan kotak kosong yang menang. Hehe.

Jadi, hasilnya adalah Prabowo yang akan menang jika mau jadi Cawapresnya Jokowi.

Kita sebagai masyarakat, lebih baik jangan bertengkar dan saling ejek. Siapapun yang menang, pastinya rakyat yang menjadi pemenang utama.

Mari kita sukseskan pileg dengan damai dan sejuk. Beda itu Biasa.

Salam Indonesia!

Sumber:

detik.com/berita/4122877/survei-lipi-jokowi-46-prabowo-17


Ini Dua Kesalahan SBY Pada TGB Hingga Ia Mundur Dari Demokrat

Ini Dua Kesalahan SBY Pada TGB Hingga Ia Mundur Dari Demokrat


Tuan Guru Bajang (kompas.com)

10Berita, Kabar terkini, Tuang Guru Bajang (TGB), menyatakan mundur dari Partai Demokrat. Dua hal bisa disebut sebagai kesalahan SBY kepada TGB sehingga Ia mundur meninggalkan SBY untuk kemudian mendukung Jokowi.

Pertama, SBY terlalu mengagung-agungkan anaknya sendiri,yakni SBY dalam tubuh Demokrat dan meninggalkan kader yang lain termasuk TGB. Seolah Demokrat sebagai layaknya kerajaan.TGB tidak pernah disebut sebagai sosok Cawapres oleh SBY padahal reputasi dan surveinya sering berada di atas AHY yang baru kemarin sore terjun di dunia politik. Hanya AHY yang selalu disebut dan dipromosikan sebagai Cawapres Demokrat.

tribunnews.com

Kedua, SBY menutup akes komunikasi dan pertemuan dengan TGB untuk yang diajukan oleh TGB sendiri untuk membicarakan masalah Pilpres. Tentu ini semakin membuat TGB tersinggung karna merasa tidak dianggap sebagai orang penting di Demokrat. Padahal semua tau TGB masuk dalam daftar tokoh populer yang banyak digadang publik untuk maju dalam Piplres 2019.

Oleh karna itulah wajar dan tidak salah bahkan sebuah keputuan yang tepat jika TGB menyatakan mundur dari Demokrat. Demokrat telah kehilangan jutaan suara pendukung dari orang-orang yang berada di barisan TGB.

indonesiayes.com

Sebagaimana dilaporkan kompas.com, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zainul Majdi yang dikenal dengan sebutan Tuan Guru Bajang ( TGB) resmi mengundurkan diri sebagai kader Partai Demokrat.

"Benar. Saya sudah mundur sejak beberapa hari lalu," ujar TGB seperti dikutip Kompas.com, Senin (23/7/2018). Menurutnya, surat pengunduran diri sudah dikirim ke Amir Syamsuddin selaku Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, beberapa hari lalu. **

 

 

 Sumber :UC News 

  

Buzzer Ahok pada Media Inggris: “Saya Merasa Jijik dengan Diri Sendiri” [2]

 Buzzer Ahok pada Media Inggris: “Saya Merasa Jijik dengan Diri Sendiri” [2]



Sambungan artikel PERTAMA

Sumber Masih dalam artikel The Gurdian, Tim Alex, yang terdiri dari pendukung Ahok dan mahasiswa yang terpikat oleh bayaran yang menguntungkan sekitar $ 280 atau sekitar Rp 4 juta sebulan, diduga bekerja di “rumah mewah” di Menteng, Jakarta Pusat.

Mereka masing-masing diberitahu untuk mengirim 60 hingga 120 kali sehari di akun Twitter palsu mereka, dan beberapa kali setiap hari di Facebook.

Di Indonesia – yang menduduki peringkat di antara lima pengguna Twitter dan Facebookteratas secara global – Mereka adalah apa yang dikenal sebagai “Tim buzzer ” – kelompok yang memperkuat pesan dan menciptakan “buzz” di jejaring sosial. Meskipun tidak semua tim buzzer menggunakan akun palsu, ada yang melakukannya.

Alex mengatakan timnya yang terdiri dari 20 orang, masing-masing dengan 11 akun media sosial, akan menghasilkan hingga 2.400 posting di Twitter sehari.

Operasi ini dikatakan telah dikoordinasikan melalui grup WhatsApp bernama Special Forces, yang berarti “pasukan khusus” dalam bahasa Indonesia, yang diperkirakan Alex terdiri dari sekitar 80 anggota. Tim itu memberi makan konten dan hashtag harian untuk dipromosikan.

“Mereka tidak ingin akun menjadi anonim sehingga mereka meminta kami untuk mengambil foto untuk profil, jadi kami mengambilnya dari Google, atau kadang-kadang kami menggunakan foto dari teman-teman kami, atau foto dari grup Facebook atau WhatsApp,” kata Alex. “Mereka juga mendorong kami untuk menggunakan akun wanita cantik untuk menarik perhatian pada materi; banyak akun yang seperti itu. ”

Baca: ‘Diusir’ Dimana-Mana, Ahok Minta Penolak Kampanye Diproses


Di Facebook mereka bahkan membuat beberapa akun menggunakan foto profil aktris asing yang terkenal, yang entah kenapa tampak seperti penggemar berat Ahok.

Ilustrasi: Foto Jokowi Ahok Social Media Volunteer atau sering disingkat Tim JasMev, semacam pasukan cyber bayaran  

Tim cyber itu diduga mengatakan “aman” untuk memposting dari kediaman Menteng, di mana mereka beroperasi dari beberapa kamar.

“Ruang pertama untuk konten positif, di mana mereka menyebarkan konten positif tentang Ahok. Ruang kedua adalah untuk konten negatif, menyebarkan konten negatif dan pidato kebencian tentang oposisi,” kata Alex, yang mengatakan ia memilih kamar yang positif.

Banyak akun hanya memiliki beberapa ratus pengikut, tetapi dengan membuat tren hashtag mereka, sering setiap hari, mereka secara artifisial meningkatkan visibilitas mereka di platform. Dengan memanipulasi Twitter, mereka memengaruhi pengguna nyata dan media Indonesia, yang sering mengacu pada hashtag yang sedang tren sebagai barometer suasana nasional.

Pradipa Rasidi Aisyah, yang pada waktu itu bekerja untuk sayap pemuda Transparency International di Indonesia, memperhatikan fenomena ketika dia sedang meneliti media sosial selama pemilihan umum (Pemilu).

“Pada pandangan pertama mereka tampak normal tetapi kemudian mereka kebanyakan hanya tweet tentang politik,” katanya.

Baca: MUI Ingatkan Fatwa terkait Media Sosial


Rasidi mewawancarai dua buzzer  Ahok yang berbeda, yang dirinci menggunakan akun palsu dengan cara yang sama seperti yang dijelaskan oleh Alex. Keduanya menolak berbicara dengan Guardian.

Seorang ahli strategi media sosial yang bekerja di salah satu kampanye lawan Ahok mengatakan bahwa “buzzing” adalah industri besar.

“Beberapa orang dengan akun berpengaruh dibayar sekitar 20 juta rupiah ($ 1.400 / £ 1.069) hanya untuk satu tweet. Atau jika Anda ingin mendapatkan topik yang sedang tren selama beberapa jam, itu harganya antara 1-4 juta rupiah,” kata Andi, yang hanya ingin dikenal nama depannya saja.

Berdasarkan penelitian tentang industri buzzer di Indonesia, peneliti dari Pusat Penelitian Inovasi dan Kebijakan (CIPG) mengatakan semua kandidat dalam pemilihan Jakarta 2017 menggunakan tim buzzer  – dan setidaknya satu dari lawan Ahok dengan terampil menciptakan “ratusan bot” yang terhubung untuk mendukung portal web.

Tim Kampanye Anies Baswedan menampik menggunakan akun palsu atau virus. Seorang juru bicara Yudhoyono mengatakan mereka tidak melanggar peraturan kampanye.*/Sirajuddin Muslim


Pengakuan Buzzer Ahok pada Media Inggris: “Saya Merasa Jijik dengan Diri Sendiri” [1]

Pengakuan Buzzer Ahok pada Media Inggris: “Saya Merasa Jijik dengan Diri Sendiri” [1]



10Berita Alex, nama samaran, salah satu anggota dari tim buzzer  Ahok baru-baru ini mengaku kepada media Inggris, The Guardian tentang “pekerjaan” mereka ketika Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 lalu. Salah satu “pekerjaan” mereka adalah menciptakan akun-akun palsu di media sosial.

Tapi akun palsu ini bukan untuk bersenang-senang; Alex dan timnya diberitahu ini adalah “perang”.

“Ketika Anda sedang berperang, Anda menggunakan apa saja yang tersedia untuk menyerang lawan,” kata Alex dari sebuah kafe di Jakarta Pusat, “tapi kadang-kadang saya merasa jijik dengan diri saya sendiri.”


Artikel The Guardian yang dilansir pada Senin (23/07/2018) itu menyebutkan selama beberapa bulan di tahun 2017, Alex mengaku dia adalah salah satu dari 20 lebih orang di dalam ‘pasukan maya rahasia’ yang tugasnya memompa pesan dari akun media sosial palsu untuk mendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, yang dikenal sebagai “Ahok”, saat ia berjuang untuk pemilihan kembali.

“Mereka mengatakan kepada kami bahwa Anda harus memiliki lima akun Facebook, lima akun Twitter dan satu Instagram,” katanya kepada Guardian.“Dan mereka mengatakan kepada kami untuk merahasiakannya. Mereka mengatakan itu adalah ‘waktu perang’ dan kami harus menjaga medan perang dan tidak memberi tahu siapa pun tentang tempat kami bekerja. ”


Pemilihan Jakarta – yang melihat petahana Ahok, seorang Kristen China, bersaing dengan putra mantan presiden Agus Yudhoyono, dan mantan menteri pendidikan, Anies Baswedan – mengaduk-aduk wilayah agama dan rasial yang sangat buruk. Ini memuncak dalam demonstrasi besar massa Islam atau dikenal Aksi Bela Islam  yang mendesak Ahok dipenjara atas tuduhan penodaan agama.

Salah satu “kerja” mereka adalah menyebarkan gerakan online rahasia yang dikenal sebagai Muslim Cyber Army, atau MCA, yang mempekerjakan ratusan akun palsu dan anonim untuk menyebarkan konten Islam rasis dan garis keras yang dirancang untuk mengubah pemilih Muslim lebih memihak Ahok.

Alex mengatakan timnya dipekerjakan untuk melawan ‘banjir’ sentimen anti-Ahok, termasuk hashtag yang mengkritik kandidat oposisi, atau menertawakan sekutu Islam mereka.* (BERSAMBUNG)

baca juga: Tersangka “MCA” yang Ditangkap Diduga Ahokers


Sumber : Hidayatullah.com

6 Kesepakatan Jokowi dan Ketum Parpol Koalisi di Istana Bogor, Warganet: Istana Kok Dipakai Kepentingan Parpol

6 Kesepakatan Jokowi dan Ketum Parpol Koalisi di Istana Bogor, Warganet: Istana Kok Dipakai Kepentingan Parpol


10Berita, Kemarin, Senin 23 Juli 2018, digelar pertemuan koalisi pengusung Jokowi 2019, yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan enam ketua umum partai politik di Istana Bogor.

Mereka adalah Megawati Soekarnoputri (Ketum PDIP), Airlangga Hartarto (Ketum Golkar), Muhaimin Iskandar (Ketum PKB), Surya Paloh (Nasdem), Oesman Sapta Odang (Hanura) dan M. Romahurmuziy (PPP).

Pertemuan berlangsung sejak pukul 19.00 sampai dengan 22.30 WIB di dua tempat. Diawali makan malam di teras belakang Istana Bogor dengan aneka menu, mulai sup tomyam sampai gurame kipas, sebagaimana foto yang beredar.

Ketua Umum PPP, M. Romahurmuziy menyampaikan ada 6 poin kesepakatan:

Pertama, koalisi sepakat mengusung kembali Jokowi sebagai capres 2019 tanpa reserve.

Dua, koalisi menyepakati enam parpol sebagai formasi solid pengusungan. Dalam hal masih ada parpol lain yang dalam perundingannya di tempat lain tidak berakhir happy ending, koalisi tidak membatasi hanya pada enam parpol saja. Namun, tambahan anggota koalisi harus disepakati seluruh anggota yang enam secara mufakat.

Tiga, koalisi sepakat bahwa dukungan parpol-parpol kepada pemerintahan Jokowi harus dilandasi itikad baik, mengedepankan disiplin berkoalisi, konsistensi dalam berkomunikasi di dalam dan di luar ruang rembug koalisi, dan prinsip saling memahami kelebihan dan kekurangan setiap pemerintahan yang harus dikawal dan dikoreksi terus-menerus secara santun, terukur, dan menjunjung tinggi etika politik.

Empat, koalisi menyepakati secara bulat satu nama cawapres warga terbaik Indonesia untuk mendampingi Jokowi. Adapun kapan penyampaian namanya kepada publik, koalisi memberikan kehormatan tertinggi kepada Presiden Jokowi untuk mengumumkan pada saatnya.

Lima, koalisi juga menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi untuk menentukan hari baik pendaftaran pada hari-hari terakhir pendaftaran Pilpres 4-10 Agustus 2018, menyesuaikan juga dengan kesibukan tugas-tugas negara yang dia emban.

Enam, koalisi sepakat untuk memerangi digunakannya hoax, fitnah, dan insinuasi kebencian berlatar SARA sebagai sarana pemenangan kontestasi politik. Seraya mengingatkan penegakan hukum tanpa pandang bulu atas digunakannya hal-hal tersebut dalam pilkada yang telah berlalu maupun pilpres dan pileg tahun depan.

"Mengingat, hal tersebut berpotensi memecah-belah sesama anak bangsa dan mengusik kerukunan umat beragama yang mencederai nasionalisme kita," kata Rommy.

Dia menambahkan, koalisi yang enam sepakat akan bertemu kembali selambat-lambatnya pekan depan, untuk membicarakan langkah-langkah lanjutan yang dianggap perlu dalam rangka pemenangan Presiden Jokowi dalam Pilpres 2019.

Link: https://www.viva.co.id/berita/politik/1057143-6-kesepakatan-jokowi-ketum-parpol-koalisi-di-istana-bogor

***

APA KOMENTAR warganet?

"Istana Bogor adalah Istana Kepresidenan, dan itu dibiayai oleh uang rakyat, mulai tempat, listrik, makanan, minuman dll,

Tidak selayaknya pembicaraan kepentingan kelompok walau pun melibatkan pribadi presiden dilakukan ditempat itu

Gtu aja sich!

#2019GantiPresiden," ujar @RajaPurwa.

Belum apa-apa sudah salah gunakan fasilitas negara? Gitu mau 2 periode? Gak malu sama rakyat?

Katanya mirip Khalifah Umar?

Khalifah Umar mah gak pake fasilitas negara untuk kepentingan pribadinya. [www.tribunislam.com]

Istana Bogor adalah Istana Kepresidenan, dan itu dibiayai oleh uang rakyat, mulai tempat, listrik, makanan, minuman dll

Tidak selayaknya pembicaraan kepentingan kelompok walau pun melibatkan pribadi presiden dilakukan ditempat itu

Gtu aja sich! #2019GantiPresiden pic.twitter.com/5hFjjdV3El

— ㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤ (@RajaPurwa) 23 Juli 2018


Sumber : b-islam24h.com

Jokowi: Gubernur Maju Pilpres Harus Seizin Presiden (Isyarat Jegal Anies?)

Jokowi: Gubernur Maju Pilpres Harus Seizin Presiden (Isyarat  Jegal Anies?)



10Berita, JAKARTA - Presiden Joko Widodo secara resmi telah menandatangani aturan mengenai tata cara pengunduran diri dalam pencalonan anggota DPR, DPD, DPRD, Presiden, dan Wakil Presiden, permintaan izin dalam pencalonan presiden dan wakil presiden, serta cuti dalam pelaksanaan kampanye pemilihan umum.

Dikutip dari Tempo.co, selain pengunduran diri, aturan yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2018 itu juga memuat tentang permintaan izin dalam pencalonan presiden dan wakil presiden.

"Gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, walikota atau wakil walikota yang akan dicalonkan oleh partai politik peserta pemilu sebagai calon presiden atau calon wakil presiden harus meminta ini kepada presiden," demikian bunyi Pasal 29 ayat (1) PP Nomor 32 Tahun 2018.

Ayat selanjutnya dalam pasal itu juga menyatakan bahwa presiden memberikan izin atas permintaan gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, walikota atau wakilnya, dalam waktu paling lama 15 hari setelah menerima surat permintaan izin.

Selanjutnya, dalam hal presiden belum memberikan izin dalam waktu 15 hari, izin dianggap sudah diberikan. Surat permintaan izin kepala daerah yang mencalonkan diri sebagai capres atau cawapres juga harus disampaikan kepada Komisi Pemilihan Umum oleh partai politik sebagai dokumen persyaratan.

Aturan tersebut ditandatangani Jokowi pada 18 Juli 2018, dan diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly pada 19 Juli 2018.[fq/]

Sumber :voa-islam.com

Anies: Kita Enggak Punya Warisan Kali Item Jika Dulu Sudah Dibersihkan

Anies: Kita Enggak Punya Warisan Kali Item Jika Dulu Sudah Dibersihkan

10Berita , JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, Kali Item yang berada di belakang Wisma Atlet Kemayoran, sudah menimbulkan bau sejak dahulu.

“Problem ini bukan munculnya bulan lalu. Ini adalah masalah yang sudah menahun dan di masa-masa lalu tidak diselesaikan. Jadi, kami terima warisan masalah ini,” ujar Anies di Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (24/7/2018).

Ia menyesalkan mengapa pemerintah sebelumnya tidak membersihkan Kali Sentiong (Kali Item) yang saat ini diributkan, karena mengelurkan bau tidak sedap.”Kali yang hitam, kotor, bau. Itu kenyataan yang kita terima, bukan kita yang membuat. Jadi, kalau dulu sudah dibersihkan, kita enggak nerima masalah ini,” katanya.

“Kali itu bukan item sejak tiga bulan lalu, kali itu sudah item sejak tahun-tahun lalu. Jika yang mengelola Jakarta dulu memperhatikan ini, kita enggak punya warisan Kali Item. Ini karena dulu enggak diperhatikan, jadi kita punya warisan Kali Item,” papar Anies.

Menjelang Asian Games 2018, Anies terus berusaha meminimalisir bau yang keluar dari kali agar tidak mengganggu para atlet yang singgah di wisma tersebut.”Kita buat langkahnya. Satu, dengan melakukan penutupan untuk mengurangi pemandangan, yang kedua adalah utamanya evaporasi, penguapan,” pungkasnya.

Sumber : Ngelmu.co

Waring dan Bambu Disorot Media Asing, Ini Kata Gubernur Jakarta

Waring dan Bambu Disorot Media Asing, Ini Kata Gubernur Jakarta


Eramuslim – Waring penutup Kali Item hingga bendera negara peserta Asian Games bertiang bambu disorot media asing. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut hal itu merupakan efek pemberitaan media lokal.

“Tentu, karena diberitakan oleh media nasional. Jadi, media internasional itu hanya mengambil dari media lokal. Pilihan kita saat ini, ketika Asian Games, teman-teman media punya pilihan, mau angkat sisi apa dari Indonesia. Teman-teman media yang menentukan,” kata Anies saat dimintai tanggapan di Taman Marga Satwa Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (24/7).

“Bila teman-teman mengambil sisi suram, maka itulah yang akan diikuti, diambil oleh media internasional juga. Bila media lokal ambil sisi cerah, itu pula yang akan diambil,” imbuhnya.

Anies pun mengajak semua pihak bekerja sama dalam memberitakan persiapan Indonesia menggelar Asian Games.

“Karena itu kita kerja sama-sama nih. Kita mau tunjukkan sisi mana. Kalau saya, mari kita tunjukkan Indonesia yang positif, Indonesia yang baik,” ujar Anies.

Channel News Asia, memang mengulas soal penutupan Kali Item dengan waring dalam artikel berjudul ‘Jakarta covers up ‘stinky, toxic’ river near Asian Games village‘. Artikel itu membahas penutupan Kali Item yang berada tak jauh dari Wisma Atlet untuk Asian Games, guna menghambat bau tak sedap.

Sementara itu, South China Morning Post, mengulas penggunaan tiang bambu untuk bendera negara peserta Asian Games dalam artikel berjudul ‘Asian Games 2018: Jakarta governor orders residents’ flags be re-erected after Asiad gesture initially falls flat’. Media asal China itu menuliskan tentang Anies yang menginstruksikan agar bendera-bendera yang diikat bambu dipasang kembali, setelah sebelumnya sempat dicopot. (dtk)

Sumber : detik,

Fahri Tantang KPK Bongkar Sel Mewah di Mako Brimob, Berani?

Fahri Tantang KPK Bongkar Sel Mewah di Mako Brimob, Berani?


10Berita, KPK menemukan fasilitas sel mewah di Lapas Sukamiskin yang dilengkapi dengan mesin pendingin udara (AC), kulkas, dan televisi dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Menanggapi temuan lembaga antiraush tersebut, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menantang KPK untuk membongkar adanya sel mewah dilapas-lapas lainnya, termasuk di Lapas Mako Brimob Kepala Dua, Depok.

“KPK RI berani ya sama Sukamiskin. Nggak berani sama Mako Brimob, padahal di sana itu lebih empuk dan mewah,” sindir Fahri lewat pesan singkatnya, Selasa (24/7).

Sebab menurut Fahri, fasilitas-fasilitas yang disediakan di Lapas Sukamiskin, bukanlah fasilitas mewah melainkan manusiawi.

Dirinya mengatakan ini karena telah berkeliling ke lapas-lapas seluruh Indonesia.

“Lapas selain Sukamiskin itu antah berantah kayak zaman Belanda. Orang ditahan bertahun-tahun butuh hiburan juga,” ucapnya.

Karena itu, anggota DPR asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu, tidak sepakat dengan program revitalisasi lembaga permasyarakatan atau lapas dan rutan.

“Lapas Sukamiskin itu sudah yang paling manusiawi di Indonesia ini. Enggak perlu itu (program revitalisasi),” tegas Fahri.

Sebelumnya, Kalapas Sukamiskin Wahid Husen diciduk KPK bersama tiga orang lainnya pada Sabtu (21/7) dinihari. Setelah menjalani pemeriksaan, Kalapas yang baru menjabat sejak Maret lalu itu ditetapkan sebagai tersangka penerima suap terkait pemberian fasilitas mewah dan rekomendasi izin luar biasa kepada narapidana korupsi tertentu di dalam Lapas Sukamiskin.

Dalam OTT kali ini, KPK menemukan fasilitas sel yang cukup mewah. Ada sel di Lapas Sukamiskin yang dilengkapi dengan mesin pendingin udara (AC), kulkas, dan televisi.

Salah satunya adalah sel yang dihuni oleh Fahmi. KPK menyebut seorang narapidana harus membayar biaya Rp 200-500 juta untuk fasilitas itu.[jpnn]

Sumber : eramuslim.com

Unik, Masjid Ini Berada di Perut Bumi

Unik, Masjid Ini Berada di Perut Bumi

10Berita, PAPUA—Masjid Baabul Munawwar bisa disebut sebagai ‘terdalam’ di dunia. Pasalnya, masjid yang dibangun perusahaan pertambangan PT Freeport ini terletak di 1.760 meter di bawah tanah.

Masjid unik ini berhias dinding perut bumi dan penambahan lampu-lampu gantung yang menerangi tempat shalat.

PT Freeport yang memiliki 32 ribu karyawan ini sengaja membangun masjid untuk mengakomodir kebutuhan karyawan Muslim dan mengefisienkan waktu antara bekerja dan shalat, maka PT Freeport membuat sebuah masjid.

BACA JUGA: Shalat di Masjid, Ini Dia Hikmahnya

Pembuatan masjid Baabul Munawwar di arsiteki oleh Alexander Mone yang merupakan alumnus Bina Nusantara. Sedangkan strukturnya dikerjakan oleh Andrew Parhusip yang merupakan lulusan ITB.

Setelah jadi, masjid tersebut kemudian diresmikan pada Juni 2016 lalu yang ditandatangani oleh Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen Fransen G. Siahaan dan dinamai Masjid Baabul Munawwar. Walaupun berada di dalam tanah, nyatanya kapasitas tampung masjid tergolong banyak, yakni mencapai 250 orang.

Bahkan pembangunan kedua tempat ibadah ini sudah mendapatkan piagam rekor dari Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) sebagai masjid terdalam di Indonesia bahkan dunia.

Di samping masjid Baabul Munawwar, juga ada tempat ibadah bagi umat pemeluk Nasrani yakni Gereja Oikumene Soteria.

Dua tempat ibadah itu memang sengaja berdampingan sebagai wujud toleransi agama walaupun berada di nun jauh di perut bumi. []

SUMBER: COVESIA,  Islampos.