OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Jumat, 16 Maret 2018

Gunakan Dana Optimalisasi Haji, Pengamat Ini Takut Penyelenggaraan Haji Indonesia Seperti Kasus First Travel

Gunakan Dana Optimalisasi Haji, Pengamat Ini Takut Penyelenggaraan Haji Indonesia Seperti Kasus First Travel

10Berita – Penggunaan dana optimalisasi haji yang berlebihan berpotensi menjadi problem besar di kemudian hari. Pasalnya, pemerintah dan DPR tidak realistis dalam penetapan komponen BPIH di tahun 2018.

“Ini akan menjadi problem besar di kemudian hari,” ujar ketua Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) Syamsul Maarif kepada Republika.co.id, Kamis (15/3).

Penegasan KPHI itu berkaitan dengan penetapan indirect cost 2018 sebesar Rp 6,33 triliun. Namun, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) hanya sanggup membantu Rp 5 triliun dari dana optimalisasi haji tahun ini.

Artinya masih ada kekurangan sebesar Rp 1,33 triliun. Namun, Ketua Panitia Kerja (Panja) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), Noor Achmad mengatakan, masih ada sisa dana optimalisasi haji dari tahun-tahun sebelumnya sebesar Rp 3,3 triliun sehingga masih aman.

Syamsul mengatakan, pemerintah dan DPR memaksakan diri sehingga menghabiskan dana optimalisasi tahun ini. Sayangnya, dana optimalisasi tahun ini masih kurang.

“Kekurangan tersebut terjadi karena kecilnya BPIH. BPIH realnya sekitar Rp 60 juta sampai Rp 65 juta,” katanya.

KPHI juga sebelumnya telah memberikan masukan kepada pemerintah dan DPR agar BPIH diubah sehingga menjadi lebih realistis. Karena ongkos haji sebenarnya Rp 60 juta, maka setidaknya BPIH menjadi Rp 40 juta.

“Sejak awal saya mengatakan, jauh-jauh hari, pemerintah dan DPR harus realistis bahwa biaya realnya adalah Rp 60 juta sampai Rp 65 juta, maka pemerintah bersama DPR harus merubah (BPIH), paling tidak Rp 40 juta, itu realistis,” ujarnya.

Menurut Syamsul, kalau sekarang dipaksakan menggunakan dana optimalisasi, maka terlalu besar penggunaan dana optimalisasinya. Kalau penggunaan dana optimalisasi terlalu besar atau dihabiskan, maka dampak buruknya di kemudian hari akan terjadi lonjakan yang luar biasa.

“Dampak buruknya nanti akan ditanggung oleh jamaah paling akhir. Nanti kasusnya sama dengan First Travel. Tapi kalau pemerintah uang pokoknya aman, sementara First Travel uang pokoknya hilang. Nanti kalau lama kelamaan pemerintah menggunakan uang pokok, maka bagaimana jadinya,” katanya.

Sekarang hasil dana optimalisasinya saja yang dipakai, padahal dana tersebut milik semua calon jamaah haji. Katakanlah BPKH memiliki Rp 5 triliun dari dana optimalisasi. Dana optimalisasi tersebut merupakan hak seluruh calon jamaah haji yang jumlahnya jutaan dan sedang antri.

“(Dana optimalisasi semua calon jamaah haji-Red) digunakan oleh orang yang mau berangkat itu saja sudah salah. Apalagi mau mengambil sisa dana optimalisasi tahun-tahun sebelumnya, itu kan milik jamaah yang belum berangkat,” ujarnya.

Syamsul menyampaikan, sisa dana optimalisasi memang ada, tapi tidak bisa digunakan karena sisa dana tersebut juga hak jamaah yang belum berangkat. Tahun ini menggunakan dana optimalisasi sebesar Rp 5 triliun dari BPKH.

“Penggunaan dana optimalisasi sebesar Rp 5 triliun sudah maksimal, walau sebenarnya tidak boleh menggunakan dana sebesar itu. Karena dana optimalisasi itu sebagiannya masih hak jamaah yang belum berangkat. Mereka punya hak walau pun kecil,”  tandasnya. (rol/Ram)

Sumber : Eramuslim

Bahaya, Segera Hapus 10 Hal Ini Dari Facebook Anda

Bahaya, Segera Hapus 10 Hal Ini Dari Facebook Anda


10Berita, Facebook kini memiliki lebih dari 1,49 miliar pengguna di seluruh dunia. Meski menggembirakan, hal ini patut membuat kita waspada terhadap keamanan sebagai pengguna Facebook.

Sebab, sadar atau tidak, segala aktivitas dan informasi pribadi yang kita tampilkan pada laman jejaring sosial besutan Mark Zuckerberg itu bisa memberikan risiko bagi kita.

Untuk itu, Tekno Liputan6.com seperti dilansir Mirror, Senin (6/6/2016) menyarankan Anda segera menghapus informasi ini dari akun Facebook. Apa saja? Berikut ulasannya.

1. Nomor Telepon
Jangan pernah menaruh informasi nomor telepon pada laman Facebook Anda. Sebab, jika Anda menampilkannya, Anda bisa jadi sasaran para penguntit.

2. Tanggal Lahir
Tanggal lahir bisa menjadi gerbang pembuka bagi penjahat siber yang ingin mengetahui informasi finansial, seperti rekening Anda di bank. Karena itu, jangan sekalipun memajang informasi tanggal lahir Anda di Facebook jika tak ingin uang Anda melayang.

3. Berteman dengan Orang-orang Terdekat
Seorang profesor psikologi dari Oxford Robin Dunbar mengemukakan, seseorang hanya bisa berinteraksi secara aktif dengan 150 orang saja.

Merujuk pada 3.375 pengguna Facebook, ia menemukan bahwa sebagian besar teman di Facebook bukanlah teman dekat.

Bahkan, hanya 4,1 persen yang memiliki hubungan saling membutuhkan. Sementara 13,6 persen teman yang ada di Facebook menunjukkan simpati saat pengguna dirundung masalah.

Karena itu, pastikan Anda hanya berteman di Facebook dengan teman-teman yang Anda kenal baik sekaligus Anda percayai.

4. Status Hubungan
Status hubungan merupakan salah satu hal yang tak perlu diumbar di Facebook. Sebab, rupanya hal tersebut bisa mengganggu Anda, terutama jika ada orang yang tiba-tiba mengiklankan gaun pengantin atau gedung pernikahan melalui Facebook. Tentu sangat mengganggu bukan?

5. Infomasi Kartu Kredit
Jangan pernah Anda tampilkan informasi mengenai kartu kredit Anda di Facebook apa pun alasannya.

6. Pekerjaan dan Atasan Anda
Berteman dengan atasan atau manajer Anda di Facebook rupanya bukan hal yang terlalu baik. Mirror mengungkap, jika mereka melihat aktivitas Anda seperti hangout malam atau status konyol yang Anda unggah, pasti bakal sangat memalukan.

Karenanya, disarankan untuk menggunakan Facebook secara santai dan menenangkan serta bebas dari pekerjaan.

7. Berhenti Unggah Lokasi Anda
Kapan pun dan di mana pun Anda berada, jangan pernah mengunggah lokasi Anda di Facebook. Kenapa? Orang asing yang memiliki niat buruk bisa saja berbuat jahat kepada Anda. Hanya dengan melihat ke Facebook, mereka bisa menemukan Anda. Berbahaya bukan?

8. Jangan Unggah Tempat dan Waktu Liburan Anda
Mirror menyarankan Anda tak perlu mengunggah lokasi saat Anda sedang berlibur. Lebih baik jika Anda mengunggah foto-foto liburan setelah Anda sampai di rumah.

Sebab, jika Anda melakukannya kemungkinan orang asing mengetahui bahwa Anda sedang tak berada di rumah. Bisa jadi, rumah Anda akan menjadi sasaran kejahatan.

9. Jangan Unggah Foto Anda atau Anggota Keluarga
Tak sedikit orang yang gemar mengunggah foto anak-anaknya di Facebook. Padahal, jika Anda berteman dengan banyak orang yang tak begitu Anda kenal, mengunggah foto sang anak bisa sangat membahayakan keselamatan mereka.

10. Jangan Unggah Alamat Sekolah Anak
Serupa dengan informasi di atas, jangan pernah unggah informasi kegiatan yang sedang dilakukan anak-anak Anda di Facebook. Hal ini juga bisa membahayakan mereka, sebab bisa saja ada orang yang hendak berbuat jahat memanfaatkan lokasi anak Anda.

Sumber: liputan6.com

Dua Tahun Kematian Siyono, Apa Kabar Pelakunya?

Dua Tahun Kematian Siyono, Apa Kabar Pelakunya?

10Berita , Jakarta – Ketua Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa proses hukum Densus 88 yang membunuh Siyono masih belum jelas. Padahal, kasus sudah berjalan dua tahun

“Kemarin tim hukum, Pak Trisno menemui keluarga Suratmi. Jadi bicara tentang proses hukum selanjutnya, karena sampai dua tahun ini proses hukum masih gelap,” katanya saat ditemui Kiblat.net di Gedung Pusat Muhammadiyah, Jakarta pada Jumat (16/03/2018).

Ia juga menolak jika Densus 88 yang membunuh Siyono hanya diberi sanksi disiplin. Sebab, ini terang tindak pidana yaitu pembunuhan.

Dahnil juga menilai, hukuman sanksi disiplin sebenarnya sudah menjelaskan bahwa polisi mengakui ada kesalahan dalam proses penangkapan Siyono. Sehingga, kata dia, terjadi kematian terhadap Siyono.

“Kalau polisi punya komitmen terkait dengan kasus Siyono tersebut, maka harus ada hukum pidana, sanksi yang berat. Karena ini bersangkutan dengan nyawa orang,” tegasnya.

Pria yang akrab dengan sapaan Anin ini menjelas akan, peristiwa Siyono bukan justru melakukan pemberantasan terorisme. Tapi meradiklisasi ulang, karena muncul dendam.

“Itulah kenapa sebenarnya upaya Muhammadiyah mencari keadilan supaya mereka mengubur dendam tapi mencari keadilan melalui proses hukum,” tukasnya.

Sumber :Kiblat.

Romo Syafi’i; Statement Tito Tidak Bisa Hapus Dugaan Penyerangan Orang Gila di Koordinir

Romo Syafi’i; Statement Tito Tidak Bisa Hapus Dugaan Penyerangan Orang Gila di Koordinir

10Berita – Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Syafi’i meyakini penyerangan terhadap ulama dan aktivis Islam di beberapa daerah beberapa waktu lalu ada yang mengkoordinir.

“Penyerangan ini pasti ada yang mengkoordinir. Kalau Kapolri belum menemukan siapa yang mengkoordinir, itu soal lain. Ya, bisa jadi dia jujur belum menemukan. Tetapi statemen Kapolri itu tidak menghapus stigma bahwa ini tidak ada yang mengkoordinir,” ungkapnya di depan Ruang Rapat Panja, Gedung Nusantara II, DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (15/03).

Alasan yang mendasari keyakinan itu, menurut Ketua Panja RUU Terorisme ini, kenapa yang diserang hanya tokoh agama dan semua penyerang orang gila. Para penyerang tidak memiliki sasaran lain.

“Dipastikan itu ada yang mengkoordinir tetapi kita tidak bisa mengatakan Kapolri bohong, bahwa dia belum menemukan, bisa saja. Tetapi bahwa statemen Kapolri belum menemukan itu tidak menafikan bahwa penyerangan ulama ini dikoordinir,” ungkapnya.

Kordinator dari penyerangan ulama ini disebutnya memiliki kepentingan, yang ingin dicapai. Pertama, imbuhnya, untuk mengadu domba supaya agar terjadi saling tuduh terhadap penyerangan tokoh dan ulama.

“Ini merupakan isu sensitif di Indonesia. Adu domba ini tujuannya adalah ingin chaos, dan ketika sudah terjadi chaos, dia ingin kedaulatan kita diambil alih,” ungkapnya.

Namun, siapa yang mengkoordinir, siapa perpanjangan tangan, dan di instansi mana para koordinator penyerangan ulama ini, Romo menyebut bahwa mungkin saja Kapolri jujur belum menemukannya.

“Tetapi kajian politik kajian sosiologi dan kajian hukum itu pasti ada yang mengkoordinir dengan tujuan tujuan yang jelas untuk membuat Indonesia chaos,” tukasnya. (ki/ram)

Sumber : Eramuslim

Karikatur Tempo, Etika Jurnalistik Tempo dipertanyakan

Karikatur Tempo, Etika Jurnalistik Tempo dipertanyakan


Gemas” Karikatur Tempo”
Oleh: Ahmad Rizal – Dir. Indonesia Justice Monitor

Karikatur pria yang duduk dan bersorban dengan balon teks yang berbunyi, “Maaf… Saya tidak jadi PULANG” dengan gambaran di depan seorang wanita yang duduk pula dengan balutan busana yang tak islami dengan balon teks, “Yang kamu lakuin itu JAHAT….” diprotes oleh massa FPI karena dianggap telah menghina Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab.

Detik.com memberitakan bahwa Massa Front Pembela Islam (FPI) mendatangi kantor Majalah Tempo untuk memprotes karikatur yang dimuat majalah tersebut. Massa aksi menganggap karikatur itu menghina Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab.

“Tempo harus minta maaf karena karikatur yang melecehkan ulama dan cucu Nabi Muhammad SAW,” ucap orator tersebut. (https://m.detik.com/news/berita/d-3920124/tiba-di-kantor-tempo-massa-fpi-orasi-protes-karikatur-pria-bersoban)

Masih Punya Etika?

Bagaimanapun, karikatur tersebut memang terkesan tendensius. Sesungguhnya pertanyaannya adalah untuk apa Tempo menerbitkan karikatur tersebut? Apa tujuannya? Apa motifnya?

Apapun jawaban yang dikemukakan Tempo nantinya tetap saja penerbitan karikatur tersebut tak bisa dianggap sebagai produk jurnalistik yang beretika dan bijaksana. Pasalnya gambar yang dibuat jelas menunjukkan busana seorang ulama yang duduk berdua berhadapan dengan seorang wanita tak berbusana islami. Kita coba bertanya ulang, untuk apa karikatur itu dibuat?

Itu dari segi pembuatan sketsa karikatur. Belum kemudian dengan adanya balon teks bertuliskan, “Maaf… Saya tidak jadi PULANG”. Tentu saja bayangan publik tertuju kepada imam besar FPI Habib Rizieq Shihab. Dengan sketsa busana sedemikian rupa dan balon teks yang menunjukkan peristiwa tidak jadinya HRS kembali ke tanah air beberapa waktu lalu. Siapa lagi kalau bukan HRS yang ada dalam benak publik melihat karikatur tersebut?

Begini, ulama merupakan panutan dan simpul umat Islam di Indonesia, siapapun sosoknya. Apa yang digambarkan oleh Tempo telah jelas menunjukkan bahwa pria bersorban setidaknya menggambarkan gambaran seorang ulama jika konteksnya di Indonesia. Dengan balon teks yang terkesan dibuat “guyon” atau main-main telah menunjukkan ketidakhormatan Tempo kepada sosok ulama, setidaknya pada gambar tersebut.

Terlepas siapapun yang dimaksud oleh Tempo pada karikatur tersebut, sketsa tersebut jelas telah menjadikan gambaran ulama sebagai bahan “begejekan” (main-main). Dengan demikian tentu etika Tempo perlu ditanyakan, apalagi kepada sosok ulama. Masihkah Tempo memiliki etika?

sumber: justicemonitor

Terungkap, Aqua dan Nestle Pure Life Mengandung Mikroplastik

Terungkap, Aqua dan Nestle Pure Life Mengandung Mikroplastik

10Berita, NEW YORK – Investigasi terhadap berbagai merk minuman kemasan mengungkap bahwa air di dalam botol Aqua Danone dan Nestle Pure Life mengandung partikel plastik.

Dilansir laman BBC, kedua merek itu hanyalah sebagian dari 11 merek minuman kemasan taraf dunia dan lokal yang diuji. Bahkan, merek Evian dan San Pellegrino tak luput dari temuan partikel plastik tersebut.

“Kami menemukan (plastik) di dalam botol demi botol dan merek demi merek,” kata Sherri Mason, profesor kimia dari State University of New York yang dilibatkan dalam investigasi, kepada BBC.

“Ini bukan soal mencari kesalahan merek tertentu. Ini benar-benar ingin menunjukkan bahwa hal tersebut ada di mana-mana, bahwa plastik menjadi materi yang menyebar di masyarakat kita dan bisa menembus air. Semua produk ini adalah yang kita konsumsi pada level mendasar,” sambungnya.

Saat ini, tidak ada bukti bahwa mencerna plastik dalam wujud sangat kecil (mikroplastik) dapat menimbulkan penyakit pada tubuh. Namun, memahami potensi dampaknya adalah bidang yang dikaji dalam sains.

“Yang kita tahu adalah beberapa dari partikel ini cukup besar sehingga, ketika dicerna, partikel itu mungkin dikeluarkan dari dalam tubuh. Tapi sepanjang perjalanan di dalam tubuh mereka bisa melepaskan zat kimia yang menyebabkan dampak bagi kesehatan manusia,” papar Prof Mason.

“Sebagian partikel ini luar biasa kecil sehingga mereka bisa masuk usus di perut, menyusurinya, dan dibawa ke seluruh tubuh. Kami tidak tahu implikasinya atau apa artinya bagi berbagai organ tubuh kita,” lanjutnya.

Investigasi terhadap berbagai merek minuman kemasan dipimpin oleh organisasi jurnalisme (Orb Media). Untuk meneliti kandungan plastik di dalam botol air, organisasi itu menggandeng State University of New York di Amerika Serikat.

BBC menghubungi beragam merek yang disebutkan dalam investigasi tersebut. Nestle menyatakan telah memulai uji mikroplastik secara internal sejak dua tahun lalu dan hasilnya plastik tidak dideteksi di atas level pendeteksian.

Seorang juru bicara Nestle menambahkan bahwa kajian Profesor Mason meluputkan beberapa langkah kunci untuk menghindari ‘hasil positif yang salah’. Dia juga mengatakan pihaknya mengundang orb Media untuk membandingkan metode.

Secara terpisah, Danone mengatakan tidak bisa mengomentari kajian tersebut karena ‘metodologi yang digunakan tidak jelas’. Danone menegaskan botol yang mereka gunakan untuk menampung air masuk kategori ‘kemasan yang sesuai untuk makanan’.

Perusahaan itu menambahkan bahwa tidak ada aturan pasti mengenai mikroplastik atau konsensus dalam sains untuk mengujinya.

Metode pengujian

Untuk menguji partikel plastik, ilmuwan dari State University of New York mendatangkan 250 air kemasan dari 11 merek di sembilan negara yang dipilih atas dasar besarnya populasi atau konsumsi air kemasan yang relatif tinggi.

Merk-merk itu mencakup merek taraf internasional:

Aquafina
Dasani
Evian
Nestle Pure Life
San Pellegrino
Adapun merk taraf nasional meliputi:

Aqua (Indonesia)
Bisleri (India)
Epura (Meksiko)
Gerolsteiner (Jerman)
Minalba (Brasil)
Wahaha (Cina)

Pengujian kandungan plastik melibatkan bahan pewarna bernama Nile Red yang dimasukkan ke setiap botol, sebuah teknik yang dikembangkan baru-baru ini oleh sejumlah ilmuwan Inggris untuk melacak keberadaan plastik di air laut.

Kajian sebelumnya menemukan bahwa bahan pewarna itu melekat pada partikel plastik dan membuatnya menjadi berpendar di bawah sorotan cahaya tertentu.

Profesor Mason dan beberapa peneliti  kemudian menyaring sampel partikel plastik dan menghitung setiap kepingan berukuran di atas 100 mikron—kira-kira setara dengan diameter sehelai rambut manusia.

Beberapa partikel tersebut cukup besar untuk diambil dan dianalisa menggunakan alat inframerah. Hasilnya, partikel-partikel itu teridentifikasi sebagai plastik.

Sebagian besar partikel lainnya yang berukuran di bawah 100 mikron dihitung menggunakan teknik dalam ilmu astronomi.

Jenis partikel-partikel kecil ini tidak dapat dikonfirmasi sebagai plastik, namun Profesor Mason menyebutnya “secara rasional disebut sebagai plastik”.

Pasalnya, meski pewarna Nile Red bisa melekat pada bahan selain plastik seperti kepingan kerang atau alga, namun kemungkinan ini kecil ditemukan di air kemasan.

Setelah melakoni tes, Profesor Mason menemukan hanya 17 dari 259 botol air kemasan yang tidak mengandung partikel plastik.

Adapun jumlah partikel plastik di botol-botol air kemasan cukup beragam. Aqua Danone dari Indonesia, misalnya, memiliki 4.713 partikel plastik per liter. Kemudian, Nestle Pure Life mengandung 10.390 partikel plastik per liter. Evian memuat 256 partikel plastik per liter, San Pellegrino mempunyai 74 partikel plastik per liter.

Bagaimana komentar para ahli?

Karena kajian ini tidak melewati sorotan ilmuwan lain atau publikasi dalam jurnal ilmah, BBC meminta tanggapan para ahli.

Dr Andrew Mayes dari University of East Anglia dan salah satu pionir teknik Nile Red, mengatakan teknik yang digunakan merupakan ‘kimia analisis berkualitas sangat tinggi’ dan hasilnya ‘cukup konservatif’.

Michael Walker, konsultan Badan Ahli Kimia Pemerintah Inggris dan pendiri Badan Standar Pangan mengatakan penelitian tersebut ‘dilakukan dengan baik’ dan penggunaan Nile Red menunjukkan ‘jejak rekam yang sangat baik’.

Keduanya menekankan bahwa partikel di bawah 100 mikron tidak diidentifikasi sebagai plastik. Namun, karena bahan lainnya sangat tipis kemungkinannya untuk berada di dalam botol air kemasan, mereka menyebut itu ‘kemungkinan plastik’.

Sumber: Viva.co.id

Bukan Makanan, Ternyata Ini Penyebab Utama Kolesterol Tinggi yang Tidak Kita Sadari

Bukan Makanan, Ternyata Ini Penyebab Utama Kolesterol Tinggi yang Tidak Kita Sadari


10Berita, Salah satu masalah kesehatan yang sering diderita oleh masyarakat modern adalah kolesterol tinggi. Jika sampai kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam tubuh berlebihan, maka risiko untuk terkena penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke akan meningkat dengan signifikan.

Biasanya, penyebab dari masalah kolesterol tinggi ini adalah kebiasaan mengkonsumsi makanan tidak sehat seperti makanan berlemak. Padahal, dalam realitanya ada hal lain yang bisa memicu masalah kolesterol.

Pakar kesehatan saraf bernama Rocksy Fransisca menyebutkan bahwa ada banyak orang gemuk yang tidak mengalami masalah kolesterol tinggi. Bahkan, sebuah penelitian menyebutkan bahwa makanan hanya mempengaruhi sepertiga kadar kolesterol dalam tubuh.

Sisanya, yakni dua per tiganya justru dipengaruhi oleh pikiran, khususnya stress. Saat kita terkena stress, maka otak akan memproduksi hormon kortisol dalam jumlah yang banyak. Padahal, keberadaan hormon kortisol ini bisa memberikan dampak berupa meningkatnya kadar kolesterol jahat dalam tubuh.

Dr. Rocksy menyebutkan bahwa dengan adanya fakta ini, anggapan bahwa orang gemuk pasti mengalami masalah kolesterol dan orang kurus tidak akan mengalami masalah yang sama tidak lagi relevan.

Jika seseorang dengan tubuh yang kurus sering terkena stress, maka Ia pun akan rentan terkena masalah kolesterol tinggi yang bisa membahayakan jantung, pembuluh darah, dan otak.

Demi mencegah datangnya masalah kolesterol tinggi, pakar kesehatan menyarankan kita untuk menjaga pola makan yang sehat dan menghindari makanan yang digoreng atau berlemak.

Selain itu, pastikan untuk rajin berolahraga dan lebih baik dalam mengelola stress. Tak perlu dengan sering berekreasi, stress bisa dihilangkan dengan berolahraga di bawah hangatnya sinar matahari pagi atau melakukan latihan pernafasan secara turin.

Bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan masalah kolesterol tinggi, pastikan untuk rutin memeriksakan kadar kolesterol tubuh 3-6 bulan sekali.

Sumber: jadzab.com, islamidia.com

Keindahan Kota-Kota Islam di Mata Penulis Barat

Keindahan Kota-Kota Islam di Mata Penulis Barat

karakteristik seni masyarakat Muslim Arab pada era keemasan begitu imajinatif.

10Berita ,  JAKARTA -- Betapa indah dan berbudayanya kota-kota Islam di masa lalu juga digambarkan oleh David Talbot Rice dalam Islamic Art, Thames and Hudson. Pada masa kejayaan periode Samara (836 M - 883 M), umat Islam sangat menyukai seni. “Masa itu merupakan masa paling brilian dalam sejarah Islam,” katanya. Rumah, masjid, istana, dan taman pada masa itu berdiri dengan megah dan indah.

“Masyarakat Muslim Arab suka sekali menghiasi lingkungannya,” imbuh Gustave Le Bon dalam La Civilisation des Arabes. Menurut dia, karakteristik seni masyarakat Muslim Arab pada era keemasan begitu imajinatif, cerdas, dan megah dalam dekorasi. Selain itu, detail-detailnya begitu fantastis. Hal itu bisa dilihat dari taman-taman yang dibangun pada masa itu.

Masjid Cordoba di Spanyol.


Kini, mari kita tengok Malaga, sebuah kota pelabuhan di Andalusia, Spanyol. Kota ini tak pernah kehilangan pesonanya. Dilihat dari Velez hingga Fuengirola yang berjarak lebih dari 64,36 km, pantai Malaga menampakkan perkebunan daun ara yang begitu indah dan memesona.

Peradaban Islam pada era keemasan memang sangat memberi perhatian yang besar pada tumbuh-tumbuhan. Tak heran jika Felipe Fernandez-Armesto,  guru besar sejarah lingkungan global dari Universitas London, mengatakan, peradaban Islam di masa kejayaan begitu memperhatikan kehadiran taman. “Pada dasarnya taman atau kebun merupakan suatu seni yang mulia,” papar Armesto.

Festival Budaya Islam ke-18 di kota Almonaster La Real, Provinsi Huelva, Daerah Otonom Andalusia. Spanyol.


Kota lain yang tak kalah memesona adalah Sevilla. Penulis sejarah Minhaju Fakar menyebut, sungai yang membelah kota di Andalusia itu melampaui keindahan sungai Eufrat, Tigris, dan Nil. Tepian sungai di Sevilla diteduhi pepohonan buah sehingga orang yang berlayar terlindungi dari terik sinar matahari.

Tentang Sevilla, Al-Shaqundi dalam sebuah risalahnya menulis, “Saya mendengar tentang kemegahan dan desain yang indah dari bangunan-bangunan di kota ini. Sebagian besar bangunan itu dilengkapi dengan lapangan luas yang ditanami pohon buah-buahan.”

Sumber : Republika.co.id

Yusril: Kami Tidak akan Dukung Jokowi

Yusril: Kami Tidak akan Dukung Jokowi


10Berita – Partai Bulan Bintang (PBB) membuka pintu seluas-luasnya bagi aktivis Front Pembela Islam (FPI) dan eks anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) untuk menjadi bakal calon anggota legislatif (bacaleg).

Berikut penjelasan Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra.

Betulkah PBB membuka pintu seluas-luasnya bagi ak­tivis FPI dan eks HTI menjadi bacaleg PBB?

Betul. Selama ini kan kami bantu mereka, dan mereka mem­bantu kami. Jadi saling memban­tulah. Karena itu kalau dari ka­langan HTI dan FPI mau masuk PBB silakan, kami siap meneri­ma. Tapi kami tidak terbatas pada merekrut dari kedua ormas ini, dari ormas lain juga. Misalnya kalau anggota NU (Nahdlatul Ulama), Muhammadiyah, HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), Kahmi (Korps Alumni HMI) dan ormas lainnya mau gabung, kami terbuka buat mereka.

Jadi siapa saja yang mau gabung jadi caleg PBB silakan, kami membuka peluang buat mereka. Hanya ada tiga golon­gan yang kami tidak terima.

Golongan apa saja itu?

Pertama PKI, kedua kelom­pok penista agama, dan ketiga kelompok pendukung LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender). Ketiga golongan itu kami enggak terima. Kalau yang lainnya oke, oke saja, sepanjang memenuhi persyara­tan yang diatur undang-undang, kami membuka kesempatan untuk bergabung. Siapa saja yang bergabung nanti kami seleksi, kami berikan pembeka­lan dan lain-lain, dengan hara­pan PBB bisa jadi partai yang mencakup segala segmen dalam masyarakat, dan berperan aktif dalam keragaman. Karena kami ingin PBB memperoleh keme­nangan yang lebih besar.

Selama ini kan banyak ka­langan menganggap kedua ormas itu radikal. PBB tidak khawatir dicap menganut pa­ham radikal?

HTI sih tidak. HTI itu sebe­narnya cara-caranya damai. Tapi siapapun yang gabung ke PBB pasti akan kami bekali, dan kami berikan training soal ideologi, agar pemikirannya sejalan dengan PBB. PBB ini kan dikenal sebagai partai yang moderat, partai yang modernis yang menjunjung tinggi ajaran Islam. Dalam berpolitik PBB melakukan ijtihad, dalam arti membuka pikiran seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya, serta berupaya menerapkan Islam da­lam rangka menyelesaikan perso­alan yang dihadapi bangsa ini.

Selama ini yang dilihat dari saya kan pendekatan yang ra­sional. Jadi enggak usah ada kekhawatiran PBB akan berubah menjadi kelompok radikal. PBB itu bukan radikal, bukan ekstri­mis, tetapi partai yang moderat. Sepanjang sejarahnya PBB tidak pernah terlibat dalam kejahatan, tidak pernah terlibat dalam konflik, dan tidak pernah terlibat korupsi.

Tidak ada satupun pimpinan PBB yang pernah ditangkap gara-gara korupsi. Jadi PBB betul-betul partai yang menjan­jikan, karena PBB adalah partai yang Islami sekaligus partai ke­bangsaan. Jadi tegas pembelaan kami terhadap Islam, tapi juga tegas pembelaan kami terhadap bangsa.

Persepsi masyarakat kan tidak bisa diatur, sehingga bisa jadi masyarakat justru berpersepsi negatif karena hal ini?

Enggaklah, menurut saya orang justru akan berpikir positif. Karena kan kesan orang HTI itu didzolimi pemerintah, dan kami membela yang didzolimi itu. Dan sikap kami itu jelas sekali dalam membela Islam. Kami tidak hanya membantu HTI, tapi kami juga membela tokoh-tokoh Islam yang dikriminalisasi dan aktivis-aktivis yang dituduh makar. Jadi jelas PBB itu partai yang membela rakyat, mem­bela mereka yang ditindas dan didzolimi. Kami membantunya juga tanpa kekerasan, melainkan dengan cara-cara damai.

Kami mendukung HTI kar­ena ada dugaan kuat mereka didzolimi oleh pemerintah, kar­ena ada kepentingan asing. Jadi sebetulnya kami membela bangsa, membela Islam. Tidak ada pikiran untuk makar dan se­bagainya. Jadi jangan ada-adain yang enggak ada. Sekarang siapa yang berani lawan penguasa ketika Islam didzolimi? Cuma PBB.

PBB sampai hari ini alhamdu­lillah tegas terhadap pendirian. Kami sudah menyatakan bahwa tidak mendukung pencalonan Jokowi lagi. Jadi kalau misal­kan nanti ternyata calon tung­gal, ya kami akan pilih kotak kosong.

Tadi Anda bilang akan ada pembekalan terhadap semua bacaleg yang daftar ke PBB. Seperti apa pembekalannya?

Betul. Jadi bagi yang mau jadi anggota PBB itu kami kasih pembekalan dan kaderi­sasi. PBB itu seperti pelangi, karena merekrut dari berbagai komponen masyarakat. Di tahun awal politik ini PBB membuka diri terhadap semua golongan. Mulai dari yang moderat sampai yang bicara keras itu kami re­krut. Makanya butuh pembeka­lan guna menyamakan ideologi dengan PBB.

Sejauh ini apa sudah ada anggota FPI dan eks HTI yang daftar?

Saya belum tahu ya, karena sa­ya belum bisa cek. Pendaftaran itu dilakukan melalui cabang-cabang partai. Kami punya 560 cabang, kami punya 36 wilayah. Tapi saya dengar di beberapa daerah sudah ada yang daftar. Tapi saya tidak tahu persisnya, karena belum memonitor. Yang jelas kami membuka kesem­patan bagi siapa saja, kecuali tiga golongan tadi. Dan saya ingin sampaikan juga kalau PBB ini partai ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Artinya bukan Syiah dan bukan Wahabi. Saya ingatkan supaya jangan sampai pelecahan di masa lalu kembali terjadi. [rmol]

Sumber : Eramuslim

Vonis Asma Dewi, Salah Karena Pakai Kata Koplak dan Edun, Warganet: SARACENNYA MANA?

Vonis Asma Dewi, Salah Karena Pakai Kata Koplak dan Edun, Warganet: SARACENNYA MANA?


10Berita, Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memvonis terdakwa Asma Dewi bersalah karena menggunakan kata "koplak" dan "edun" dalam postingannya di Facebook.

Dalam surat putusan, majelis hakim menjelaskan pertimbangannya.

Kata-kata yang digunakan Asma Dewi melanggar Pasal 207 KUHP terkait penghinaan kepada penguasa atau badan hukum.

Majelis hakim tidak menerima alasan Asma Dewi yang menyebut frase dan kata tersebut digunakan sebagai bentuk kritik kepada pemerintah.

"Kritik yang baik dan sifatnya membangun bukanlah dengan kata-kata koplak atau edun yang dapat dikategorikan menghina dari pasal ini (Pasal 207 KUHP)," ujar Ketua Majelis Hakim Aris Bawono dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis 15 Maret 2018.

Ia mengatakan, kata "koplak" dan "edun" tidak ada dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Majelis hakim berpandangan kedua kata itu berkonotasi negatif dan bentuk penghinaan. "Koplak bisa mempunyai banyak arti, dapat diartikan bodoh, dungu, aneh, otak miring sebelah. Sedangkan edun menurut hemat majelis, plesetan dari kata edan," katanya.

Oleh karena itu, majelis hakim memvonis Asma Dewi dengan hukuman 5 bulan 15 hari, dikurangi masa tahanan yang dia jalani sebelumnya.

Vonis majelis hakim tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa, hukuman 2 tahun penjara dan dan membayar denda Rp 300 juta subsider 3 bulan penjara.

Adapun Asma Dewi pernah menjelaskan makna frase "rezim koplak" yang diunggah di akun Facebook-nya saat membacakan nota pembelaan.

Menurut Dewi, "rezim koplak" merupakan ungkapan kekecewaannya karena harga daging mahal dan pemerintah tidak memberikan solusi.

Sumber: KOMPAS
--------

Vonis ini membuat warganet heran. Sebab, seperti diketahui, Asma Dewi ditangkap karena disebut terlibat jaringan SARACEN. Akibatnya, Asma Dewi dihujat habis-habisan oleh para pendukung Ahok.

Namun kini, tudingan tersebut hilang dan Asma Dewi divonis hanya jarena menggunakan dua kata yang tak tercantum di KBBI.

Berikut tanggapan warganet.

Asma Dewi awalnya ditangkap karena diduga terlibat kelompok Saracen, ternyata cuma soal pemakaian kata tidak pantas di medsos yang juga dilakukan banyak orang, baik yang kontra penguasa maupun yang mendukung. Lalu kasus Saracennya bagaimana..?😯😯 https://t.co/3S8C8JMW2N

— Arda Chandra (@archabandung) March 16, 2018

— Dr.Gunawan (@dr_gundi) March 16, 2018

Alhamdululillah perjuangan ACTA... Asma Dewi di putus Hakim 5 bln 15 hari... jd zero dgn potg tahanan👏

— Habiburokhman (@habiburokhman) March 15, 2018

Alhamdulillah... Dan ternyata gak ada ya dalang seracen

— Mr Smoke and Mirrors (@surodilagan) March 15, 2018

Di zaman yg penuh fitnah & ketimpangan hukum seperti skrg, mendapatkan vonis yg tdk menambah ms hukuman itu sdh bersyukur om.

— mya-Reta (@SammyAreta) March 15, 2018


Sumber :Portal Islam