OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Selasa, 22 Mei 2018

Munarman Ungkap Agenda Terorisme Amerika dalam Cuitan Mike Pence

Munarman Ungkap Agenda Terorisme Amerika dalam Cuitan Mike Pence

10Berita , Jakarta – Ketua Pansus RUU Terorisme ‘Romo’ Muhammad Syafii menyatakan RUU Terorisme yang tengah dibahas oleh DPR tinggal menyisakan satu poin saja, yakni soal definisi terorisme.

“Saya informasikan bahwa RUU yang sedang dibahas ini menyisakan satu poin soal definisi,” kata Romo Syafii dalam serial diskusi bertajuk bertajuk “Terorisme Politik dan Sekuritisasi Kebijakan” yang digelar Pushami pada Selasa sore (22/05) di Jakarta.

Menurutnya, definisi terorisme yang diinginkan pihak pemerintah, sama halnya dengan tindak kriminal biasa. Sehingga tarik ulur antara keinginan pemerintah yang awalnya tidak ingin ada definisi sama sekali dengan pihak DPR yang menghendaki ada batasan yang jelas terkait definisi terorisme menyebabkan rapat seringkali berakhir di jalan buntu (deadlock).

Dilanjutkannya, pemerintah yang pada dasarnya tidak setuju ada definisi kemudian mengajukan rancangan definisi terorisme versinya sendiri. Tetapi di dalamnya sama sekali tidak memuat motif dan tujuan.

“Mohon maaf ini, saya seperti berjuang sendirian di sini. Perlu dicatat, aparat tidak memiliki kewenangan apapun kecuali atas dasar hukum,” tandas politisi Gerindra ini.

Terkait hal itu, sebenarnya sejumlah pihak telah memberikan masukan dan bahan kajian kepada pemerintah terhadap RUU Terorisme ini. Direktur An-Nasr Institute Munarman mengungkapkan pihaknya telah memberikan masukan secara kritis terhadap draft RUU Terorisme yang tengah digarap oleh Pansus di DPR.

Munarman menegaskan sebaiknya perdebatan definisi terorisme dalam RUU tersebut seyogyanya harus dituntaskan. Namun, umat Islam harus memahami akar persoalan dalam wacana terorisme yang sedang berkembang.

“Perang melawan terorisme itu sebenarnya perang terhadap jihad. Kalau memang terorisme itu didefinisikan kepada semua yang menggunakan kekerasan, seharusnya kasus Bom Alam Sutera juga disebut sebagai aksi terorisme karena sama-sama menggunakan bom,” sebut mantan aktivis YLBHI ini.

Ia juga menyebut sejumlah dokumen yang diulas lembaga think tank RAND Corporation yang menguak agenda Barat dalam memusuhi Islam dan kaum muslimin.

Melawan jihad

Terakhir, ia juga menyinggung cuitan Wapres Amerika Serikat Mike Pence yang telah berkunjung ke Indonesia dan menyatakan ungkapan terima kasihnya kepada salahsatu ormas Islam atas perannya memperjuangkan kebebasan beragama dan melawan jihad.

“Ini adalah bukti yang sangat jelas dari agenda polisi global,” ungkapnya.

Sumber : Kiblat.

Cina, Elit Yahudi Di Tengah Pusaran Pemerintahan Joko Widodo

Cina, Elit Yahudi Di Tengah Pusaran Pemerintahan Joko Widodo

 

10Berita - Hubungan Cina, komunisme dan illuminati (Yahudi) sudah dimulai sejak 1898, Inggris dan Cina membuat perjanjian bahwa Hong Kong pada tahun 1997 akan diserahkan kepada pemerintah Cina. Komunisme disadari kelahirannya disponsori oleh Yahudi, karena Karl Marx didukung oleh pengaruh dan bantuan finansial dari sahabatnya yang Yahudi. Komunisme bisa juga dikatakan sebagai ciptaan illuminati, agar kapitalisme berdialektika dengan komunisme sebagai keseimbangan dalam kehidupan global (demokrasi dan komunisme dalam bidang politik, serta komunisme dan kapitalisme dalam bidang ekonomi).

Elite di Cina dalam sejarahnya adalah kolaborasi antara komunis, triad di Hong Kong dan para taipan. Inilah kunci rahasia kenapa Cina bisa mengadopsi kapitalisme tanpa mengurangi dominasi komunisme. Kita mengenalnya sebagai State Capitalism, di mana politik negara diatur dengan sistem komunisme sementara ekonomi menggunakan kapitalisme. Terkesan, Cina lebih unggul dari Jepang dalam menyiasati keperkasaan kapitalisme.

Jepang setelah bom atom di Hiroshima dan Nagasaki tahun 1945 tunduk pada kapitalisme secara mutlak dan berwujud menjadi negara maju. Namun Jepang cenderung di bawah “ketiak” Amerika Serikat dalam hal politik. Jangan heran, Jepang lebih diterima di perdagangan global sementara Cina dikucilkan dari pergaulan internasional. Namun elite Cina, Deng Xiao Ping menyadari bahwa jika komunisme bertahan di Cina, nasibnya akan seperti Uni Soviet karena sistem ekonomi dan keuangan global dikuasai oleh elite Yahudi, dan kapitalisme sangat perkasa.

Cina pun belajar dari perkembangan dunia, bahwa sistem global dikuasai elite Yahudi, mulai dari politik global didirikannya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai inisiasi keluarga Rockefeller, JP Morgan, Rothschild dan keluarga Wielderberger. PBB yang didirikan di New York Amerika Serikat (AS) dengan berbagai pertimbangan, ditetapkan sebagai lokomotif global.

Kiprah elite Yahudi kemudian mendirikan The Fed sebagai bank sentral Amerika Serikat (AS). Semenjak itu, AS menjadi operator utama bagi Yahudi menguasai dunia (New World Order). Sedangkan untuk negara-negara berkembang didirikanlah IMF (International Monetary Fund/Dana Moneter Internasional)/Bank Dunia, untuk mengendalikan, khususnya negara yang sumber daya alamnya potensial, dengan jebakan utang. Para pengamat di dunia menganggap IMF/Bank Dunia telah gagal menjalankan misinya. Maka jadilah AS sebagai operator elite Yahudi, penguasa politik dan ekonomi dunia pasca Perang Dunia II. Sebab itu, hegemoni Cina saat ini, bakal hancur di tahun 2030 karena elite Yahudi punya skenario dengan menjadikan energi dan pangan sebagai sarana menghancurkan negara itu, karena penduduk Cina pada tahun tersebut akan mencapai 1,8 miliar jiwa.

The Currency War: “Elite Yahudi Menguasai Global”

Perang konvensional pasca perang dingin diubah oleh elite Yahudi dengan sistem yang lebih canggih, yaitu ‘Proxy War’ atau Perang Asimetris. Pertempuran non-militer seperti; currency war (perang mata uang asing) seperti yang terjadi di era Soeharto pada tahun 1998. Berikutnya, narkoba (di Amerika Latin), terorisme (Arab Spring), komunisme ideologi (Uni Soviet), budaya (penghancuran negara melalui suatu budaya sehingga generasi mudanya mengalami disorientasi (Harajuku di Jepang dan K-Pop di Korea Selatan), sehingga mereka lupa tentang masa depan, dan menghancurkan kultur kerja keras generasi sebelumnya.

Indonesia berpotensi dihancurkan melalui terorisme (ideologi), narkoba dan korupsi. Setelah tahun 1998 kita dipaksa oleh Yahudi melalui IMF/Bank Dunia (yang juga mereka ciptakan untuk menguasai aset negara berkembang) untuk mengadopsi politik liberal, dan ekonomi neoliberalisme. Kita lihat dan rasakan eksesnya bagi rakyat Indonesia selama 20 tahun terakhir ini.

Sebab itu, mengherankan jika Sri Mulyani Indrawati (SMI) mencoba untuk kembali ke IMF/Bank Dunia dalam mengatasi krisis moneter Indonesia setelah 20 tahun tidak menemukan solusinya. Kegagalan Indonesia dalam hal ini SMI dengan skema utang melalui Surat Utang Negera (SUN) karena memutus JP Morgan (salah satu elite Yahudi) pada tahun 2015 sebagai dealer utama SUN kita, lalu beralih ke Standard & Poor’s Financial Services (S&P) yang levelnya di bawah JP Morgan, SUN Indonesia tidak laku seperti yang diharapkan, lalu pemerintah meminta kembali JP Morgan hadir, ini sangat memalukan kehormatan dan kedaulatan Negara.

Sesungguhnya JP Morgan adalah cara IMF/Bank Dunia agar Indonesia masuk skema currency war, dan gagal, kemudian “kemoterapi” (IMF/Bank Dunia). Seharusnya, SMI berkaca bahwa ekonomi fundamental kita memang bermasalah. Seluruh indikator utama yang menjadi indikator utama investor asing saat ini dalam posisi negatif sehingga posisi Rupiah selalu dalam keadaan melemah (lihat skema Rizal Ramli yang viral di lini massa media sosial). Mata uang Dollar Amerika Serikat (USD) akan terus menguat karena The Fed (elite Yahudi) akan terus menaikkan suku bunga, sementara Bank Indonesia menaikkan suku bunga dan mengintervensi pasar Rupiah terus melemah. Penyakitnya sudah bersifat fundamental, tidak bisa lagi berobat jalan, harus ada tindakan signifikan. Pada Oktober tahun ini, SMI malah menyiapkan diri dengan menjadi penyelenggara pertemuan tahunan IMF/Bank Dunia. Bangsa Indonesia harus menolak hal ini, karena sudah pernah merasakan resep IMF/Bank Dunia selama 20 tahun ke belakang, dan kita menderita. SMI, dan khususnya Joko Widodo sebagai Presiden tidak akan bisa menghentikan seruan #Ganti Presiden 2019 karena kesulitan ekonomi dirasakan langsung oleh rakyat paling bawah. Bukan lagi soal politik yang hanya dirasakan oleh para elite, tapi masalah ekonomi kesulitan yang merasuk ke jantung rakyat, khususnya para ibu rumah tangga. Tidak heran Asmawati (The Power of Emak-emak) dan Neno Warisman (artis lawas) lekas populer dengan inisiatif kaos ‘#Ganti Presiden 2019’.

Menteri Agama Melakukan Blunder (Kesalahan Besar)

Kebijakan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin mengumumkan daftar ulama (mubalig) yang direkomendasi, tanpa memasukan nama-nama Ustadz Abdul Somad UAS), Ustadz Adi Hidayat, Habib Rizieq Shihab, Ustaz Bachtiar Nasir, yang saat ini justru menjadi magnet umat Muslim, adalah blunder (kesalahan besar) politik. Kepanikan Presiden Joko Widodo diantisipasi oleh pembantunya dengan solusi yang justru berdampak men-downgrade elektabilitas Joko Widodo sendiri.

Pembatasan tersebut, khususnya pada UAS adalah bumerang, karena figur ini tidak saja “radikal” (istilah yang diberikan “cebongers” untuk UAS), tapi juga lahir dari kultur Nahdlatul Ulama (NU). Pendidikannya yang lahir dari Pesantren Musthafawiyah Purba Baru (Sumatera Utara) dan ilmu yang diperolehnya dari Al-Azhar (Mesir) telah menempatkan posisi UAS menjadi Ustaz puluhan juta umat di Indonesia. Insiden tidak hadirnya UAS pada Harlah Nasional NU di Pekanbaru (domisili UAS) menolak hadir karena Presiden Joko Widodo hadir, dan tentu menyakitkan bagi orang-orang sekitar Joko Widodo, khususnya yang suka “cari muka” terhadap Presiden. Pertanyaan besarnya, kenapa takut dengan eksistensi UAS, yang secara fenomenal juga ikut melemahkan posisi Ahok dengan pernyataan viralnya: “Jangan pilih pemimpin yang tidak mendukung Islam”.

Apakah Presiden Joko Widodo, dalam hal ini, takut dan panik, dan menganggap UAS sebagai ancaman, lalu Lukman Hakim Saifuddin mengantisipasinya dengn mengumumkan daftar mubalig yang “legal” dari Kementerian Agama RI. Justru, yang akan terjadi sebaliknya, karena UAS populer tidak hanya hadir langsung (secara tatap muka) tapi secara viral lewat media Youtube dan media sosial lainnya.

Lalu, bagaimana mencegahnya? Diancam juga tidak bergeming. Ditangkap? Atau cari-cari unsur kriminalitasnya (kriminalisasi)?

Masyarakat Islam kemudian membalas daftar dari Menteri Agama tersebut dengan membuat daftar mubalig yang menurut mereka lebih berkualitas dan layak diterima publik, seperti UAS dan nama-nama yang tidak termasuk di daftar Kementerian Agama. Daftar tersebut juga kemudian viral, dan kembali Joko Widodo dipermalukan.

Seharusnya, Joko Widodo belajar dari kasus Ahok yang “memusuhi” Islam, karena hal itu mustahil sebab realitas pemilih 85% adalah Muslim. Penguasaan Muslim tidak cukup melalui oknum di NU atau Muhammadiyah. Umat Islam semakin dewasa sebagai pemilih, belajar dari kasus Ahok. Hal substantif yang harus diingat adalah keinginan mengganti Presiden pada 2019 adalah menyangkut “rasa” secara rasional, karena ada realitas kegagalan pengelolaan ekonomi Negara, bukan karena UAS atau umat Muslim tertentu. Joko Widodo seperti menepuk air di dulang, tidak bisa menari menyalahkan lantai yang tidak rata.

Keberadaan Yahudi di Indonesia

Beberapa tahun lalu, kita dikejutkan oleh kehadiran Rothschild di Indonesia. Sebagai soko guru elite Yahudi, ini keluarga terkaya di dunia dengan masuk pada Grup Bakrie sebagai pemegang saham di Bumi Plc dari bursa di London (holding company batubara dan migas Grup Bakrie). Namun, di tengah jalan terjadi sengketa karena Bakrie dianggap gagal bayar dan menggunakan dana perusahaan dari salah satu anak perusahaan secara ilegal. Hal ini digugat oleh Rothschild di Pengadilan Niaga di Singapura. Bakrie akhirnya sadar bahwa elite dunia Yahudi dengan Rothschild memanfaatkannya sebagai pintu untuk menguasai ekonomi secara korporasi melalui skema multinational corporations (corporate capitalism), lalu melawan, dan ternyata menang. Bravo Bakrie!

Elite Yahudi selanjutnya masuk melalui Gita Wiryawan, sehingga yang bersangkutan diangkat menjadi Menteri Perdagangan pada Kabinet Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), karena Gita adalah pendiri JP Morgan Indonesia di awal kiprah bisnisnya di Indonesia yang bernama Ancora Capital (bagian dari Goldman Sachs dan JP Morgan).

Kiprah elite Yahudi global di Indonesia semenjak pintu modal asing dibuka oleh Soeharto pada tahun 1967, tercatat Freeport McMoRan di Papua untuk tambang emas, tembaga, dan perak; Caltex dan Chevron, serta beberapa perusahaan seven sisters company milik Yahudi global penguasa minyak dunia di Riau, di saat boom minyak Indonesia telah menguras sumber daya alam kita. Lalu keberadaan multinational corporations (MNC) di Indonesia lewat berbagai sektor: selain migas dan ESDM (Energi Sumber Daya Mineral), pangan, hiburan, restoran cepat saji, dan lain-lain telah menguasai ekonomi sehingga PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia membesar.

Menjadi catatan kita bahwa besarnya PDB Indonesia, tapi siapa yang punya? Berapa persen milik pribumi dan UMKM (Usaha Kecil, Mikro dan Menengah), sehingga ekonomi dalam konteks kesejahteraan (ketimpangan, kemiskinan, dan keadilan sosial) menjadi tidak relevan menjadikan PDB sebagai ukuran. Jika PDB yang menjadi ukuran utamanya, parameter yang diciptakan rezim kapitalisme ini membodohi publik secara tidak langsung, karena hal ini sering dibanggakan oleh SMI dan kroninya (ekonom neolib).

Bagi pemerintahan bahaya kehadiran elite Yahudi melalui Amerika Serikat (AS) adalah karena rezim Joko Widodo dianggap bandulan ekonominya lebih condong ke Cina. Kenaifan Joko Widodo berlanjut dengan mengganggu elite Yahudi di Freeport Indonesia. Kita mengetahui bahwa pemilik Freeport adalah keluarga Rockefeller dan JP Morgan, Carl Icahn (Koordinator Staf Khusus Donald Trump), dan merupakan elite Yahudi di belakang pemerintahan Presiden AS, Donald Trump. Bagi mereka Freeport adalah hak milik seperti kontrak kerja samanya dengan pemerintahan Soeharto (1967), karena merasa telah mendukung pemerintahan Indonesia menumbangkan Soekarno. Freeport dan Caltex di Riau adalah semacam “fee” bagi AS, dan makna kontraknya hanya mereka yang tahu bersama Soeharto dan orang-orang dekatnya.

Joko Widodo yang tidak mengerti geo-politik, lalu dengan gagah berani memutus kontrak Freeport yang seharusnya diperpanjang pada tahun 2021. Lalu ditanggapi oleh AS pada tahun 2015; AS, Singapura, Israel, Inggris, menanggapi negara-negara Melanesia untuk menuntut Papua merdeka ke PBB, dan menjadi blunder dalam pemerintahan Joko Widodo. Tuntutan konstitusi Indonesia mengharuskan Freeport menjual sahamnya (divestasi 51%), dan tentu pemegang saham pengendali akan beralih pada Indonesia, lalu dari mana uangnya? Elite global dan kita tahu bahwa APBN tengah kesulitan likuiditas, lalu AS memperoleh data bahwa ada Cina di balik pembelian saham Freeport atas hak pemerintah Indonesia?

AS berang dalam hal ini, jelas menyulitkan posisi Joko Widodo untuk memperoleh dukungan Trump pada Pilpres 2019 mendatang. Gerakan Ganti Presiden 2019, tidak akan membesar isunya jika sinyal AS diindahkan oleh Joko Widodo.

Spekulasi berjalan bahwa AS melalui SMI akan kembali berkuasa lewat IMF/Bank Dunia, dan Indonesia kembali pada utang konvensional seperti tahun 1998, kemudian elite global Yahudi berkuasa kembali di Indonesia.

Joko Widodo terjebak pada Proxy War AS vs Cina di Indonesia. Indonesia harus memahami posisi geo-strateginya, karena bagi Cina adalah bagian dari food security (ketahanan pangan), dan bagi AS adalah sarana penguasaan geo-strategis di Asia Tenggara untuk mengimbangi keberadaan Cina.

Isu paling strategis adalah keberadaan uranium di tambang Freeport, tentu tidak akan dilepas oleh AS kepada Cina apapun bayarannya, termasuk memerdekakan Papua atau menggagalkan Joko Widodo di Pilpres 2019 sekalipun.

Sayangnya, dilema bagi AS, karena tidak berkenan dengan Prabowo Subianto dan PKS (Partai Keadilan Sejahtera) jika kelak berkuasa, karena nasionalisme yang tinggi dan Islam garis keras dan anti AS bergabung.

Patut diduga isu poros ketiga yang dimotori SBY adalah kebutuhan AS terhadap politik Indonesia. Solusi terbaik AS adalah berkuasa melalui IMF/Bank Dunia, walau Cina juga salah satu pemegang saham terbesar di lembaga dunia yang telah dianggap “Jurassic Park” itu, karena gagal sebagai pembina negara berkembang. Tapi SMI adalah operatornya di Indonesia dan Joko Widodo yang naif akan masuk pada jebakan “Batman” dari IMF/Bank Dunia (baca: elite Yahudi-AS).

Dunia dengan globalisasinya sudah dikuasai oleh elite Yahudi, termasuk Cina karena sudah masuk pada sistem keuangan dunia dengan konteks currency war karena bagi Cina adalah hal baru.

Puncaknya akan terjadi strategi Energy and Food Security (Ketahanan Pangan dan Energi) di tahun 2030, yaitu momentum bagi AS memukul Cina (yang juga terjadi seperti Uni Soviet) adalah karena komunisme dan kapitalisme di Cina merupakan binaan elite Yahudi global. Cina mengantisipasi hal ini dengan skema OBOR (One Belt One Road) dengan anggaran USD1,5 triliun untuk pengamanan energi dan pangan tahun 2030. Selain itu Presiden Cina, Xin Ji Ping mengubah konstitusi agar dirinya menjadi Presiden Cina seumur hidup.

Indonesia dengan Presiden Joko Widodo berada di tengah-tengah Proxy War AS dan Cina, sayangnya, Joko Widodo tidak cerdas menggunakan momentum ini karena keterbatasan kapasitas dan kapabilitasnya. Kata kuncinya, bagi AS adalah uranium di Papua; dan bagi Cina adalah pangan dengan memanfaatkan kesuburan alam Indonesia. Jika dia berkomitmen akan didukung, dan negara adidaya ini sebagai sekutu menghadapi krisis di tahun 2030, yang disampaikan Prabowo Subianto negara Indonesia akan hilang dari peta dunia. [KONF/NUSANTARANEWS]


 Sumber :Konfrontasi, UC News

Koruptor Masuk Mubaligh 200, Itulah Hebatnya Pak Menteri

Koruptor Masuk Mubaligh 200, Itulah Hebatnya Pak Menteri

10Berita, Meskipun menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sudah minta maaf ihwal rilis 200 mubaligh yang direkomendasikan, masih ada yang mempersoalkan mengapa mantan nara pidana korupsi masuk jadi mubaligh yang direkomendasikan.

Said Agil Husin Almunawar dan Fathurin Zen (dok).

Dia adalahmantan Menteri Agama Said Agil Husin Al Munawar dalam urutan nomor 160. Seperti diketahui, pada 7 Februari 2006, Said Agil Husin divonis hukuman 5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat karena dinyatakan terbukti melakukan korupsi dana Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dan Dana Abadi Umat (DAU) pada tahun 2002-2004.

Menurut wartakotalive (21/5/2018), penyelewengan BPIH oleh Said Agil mencapai Rp 35,7 miliar, sedangkan DAU yang diselewengkan mencapai Rp 240,22 miliar.

Selain terpidana korupsi, rilis itu juga mencantumkan mubaligh yang sudah meninggal, yakni Dr. Fathurin Zen, dan tokoh Jarinagn Islam Liberal (JIL) pendukung LGBT (Lesbian Gay, Biseksual dan Transgender) bernama Abdul Moqsith Ghozali.

Menteri Agama Lukman hakim Saifuddin kembali menegaskan bahwa rilis 200 mubaligh ini bukan untuk memilah-milah dai, melainkan hanya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang sering bertanya dai siapa yang direkomendasikan. Kalaupun ada yang belum masuk tidak perlu dimasalahkan karena hal ini sifatnya dinamis.

Jika ada yang keliru Lukman minta maaf dan ia menegaskan tidak ada motif politik dalam hal ini. Pihaknya menerima masukan masyarakat.

"Atas nama Kementerian Agama, selaku Menteri Agama, saya memohon maaf kepada nama yang ada dirilis yang merasa tidak nyaman namanya ada di sana," tandasnya seperti dikutip Nusanews (21/5/2018).

Kita apresiasi permintaan maaf Menteri Agama yang peduli dengan kritik masyarakat, dan berharap apa yang disuarakan masyarakat juga didengarkan, yakni agar dicabut saja rekomendasi itu, karena tak ada manfaatnya.

Kalaupun di sana sini ada yang keliru dan tidak teliti, ya itulah hebatnya Kementerian Agama dalam merespon kebijakan Presiden mencegah radikalisme. Kalaupun memasukkan mantan terpidana korupsi mungkin dengan maksud agar publik menerimanya karena dia sudah menjalankan hukuman dan sudah tobat (barangkali). Dan publik diminta bijak dengan tidak memberi hukuman sosial tambahan kepada yang bersangkutan. Wallahu a’lam (fur/22/5/2018).

Sumber :UC News 

Masa Depan Politik AHY Tersandera, SBY Ajak Gerindra, PKS, PAN, dan PKB Lawan Jokowi?

Masa Depan Politik AHY Tersandera, SBY Ajak Gerindra, PKS, PAN, dan PKB Lawan Jokowi?



10Berita, Nama Boediono dan Bank Century kembali terdengar, setelah pengadilan Jakarta Selatan memerintahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera menetapkan Mantan Wapres Boediono (yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia) dan beberapa rekan lainnya menjadi tersangka.

Persoalan hukum yang melibatkan skandal Bank Century begitu terasa rumit ketika harus dikaitkan dengan persoalan politik. Semua ini bisa terjadi karena kasus yang melibatkan Boediono ini akan ikut "menyeret" Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Hal ini seperti yang dikatakan Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantono bahwa pertemuan SBY-Wiranto terkait kasus Century yang belakangan menyeret eks Gubernur BI Boediono. Wiranto disebut Ferry menyandera SBY agar merapat mendukung Joko Widodo di Pilpres 2019, seperti dilansir Detik.com(20/04/2018). Namun, pernyataan Ferry Juliantono itu langsung mendapat bantahan dari Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP PD Ferdinand Hutahaean.

Selanjutnya, bantahan Demokrat tersebut diperkuat oleh pernyataan Presiden Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) Sohibul Iman, dimana SBY mengundang dirinya untuk membicarakan kemungkinannya membentuk poros ketiga dalam Pilpres 2019.

SBY Gabung ke Gerindra untuk Melawan Jokowi?

SindoNews.com

Apa tujuan SBY mengajak PKS untuk membicarakan kemungkinanya membentuk poros ketiga? Bukankah PKS sudah punya dukungannya sendiri pada Gerindra yang mengusung Prabowo sebagai Capresnya. Ataukah ini upaya SBY merapat ke Gerindra dengan PKS sebagai pintu masuknya.

Jika SBY berkoalisi dengan PKS dan Gerindra, ini akan mengundang dua partai lainnya yang belum memiliki dukungan Capres, yaitu PAN dan PKB, dimana ketua umum kedua partai tersebut pernah menjadi bawahannya SBY di pemerintahan. Akhirnya Koalisi Jokowi akan melawan koalisi Gerindra, PKS, PAN, Demokrat, dan PKB.

Kasus Bank Century ikut Menyeret SBY dan Demokrat

Jokowi dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab atas munculnya perintah pengadilan kepada KPK untuk menyeret nama Boediono. Selain itu, bila Boediono berhasil diseret, maka berikutnya tidak menutup kemungkinanakan menyeret SBY dan Partai Demokrat.

Wasekjen Partai Hanura Tridianto/Viva.co.id

Hal ini diakui sendiri oleh mantan kader Partai Demokrat Tridianto yang kini menjadi Wasekjen Partai Hanura. Menurut Tri, seperti dikutip Viva.co.id (19/04/2018), sejak dulu ketika kasus Century dibuka dan ramai di Pansus, banyak yang ketar-ketir di Demokrat.  Dengan kata lain, bila akhirnya Kasus Bank Century ini berhasil menyeret SBY, maka karier politik AHY pun akan ikut terjegal, dan elektabilitas yang coba ditingkatkan itu tak akan banyak berubah. Namun, akan lain soalnya bila koalisi antara Gerindra, PKS, PAN, PKB dan Demokrat itu bisa terwujud dan memenangi kontestasi Pilpres 2019 melawan koalisi Jokowi, maka bukan tidak mungkin kasus yang melibatkan SBY juga akan ikut terhenti.

Wasekjen Partai Hanura Tridianto

Sumber :Viva.co.id, UC News 

 

 

 

 

Aktivis HMI Korban Represif Aparat Saat Demo 'Jokowi Pemimpin Haram', Ngadu Ke Komnas HAM

Aktivis HMI Korban Represif Aparat Saat Demo 'Jokowi Pemimpin Haram', Ngadu Ke Komnas HAM


10Berita, Puluhan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Jakarta mendatangi kantor Komnas HAM di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (22/5).

Mereka mengadukan tindakan represif aparat kepolisian saat menggelar demonstrasi di depan Istana Negara, Senin kemarin (21/5). Aksi itu mengusung tema Refleksi 20 Tahun Reformasi: 'Jokowi Pemimpin Haram'.

Aksi tersebut diwarnai bentrokan dengan pengaman dari polisi dan mengakibatkan tujuh aktivis HMI mengalami luka-luka.

"Kami ditendang, dipukul sampai berdarah. Padahal kami hanya menyuarakan aspirasi dari rakyat. Seharusnya aparat penegak hukum yang menjadi garda terdepan negara ini harus netral kepada rakyat," ujar salah seorang orator aksi di halaman kantor Komnas HAM, Selasa (22/5), seperti dilansir RMOL.

Sehari setelah kejadian itu, mereka mendatangi kantor Komnas HAM untuk menuntut Komnas HAM menindak oknum aparat yang melakukan kekerasan.

Salah satu korban luka-luka yang juga Ketua HMI MPO Cabang Jakarta Al Azhar Musa terlihat ikut ke kantor Komnas HAM.

Meski kepala masih diperban dan mata kiri merah sisa bentrokan kemarin, tidak mengurungkan niat Al Azhar dan teman-teman untuk terus menuntut keadilan.

(Al Azhar Musa) 

Seperti diberitakan. massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Jakarta menggelar aksi di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (21/5/2018) kemarin. Aksi ini berakhir ricuh. Tujuh aktivis HMI mengalami luka-luka.

Di sosial media viral rekaman video detik-detik terjadinya kericuhan. Dalam video tampak aparat menendang dan memukul peserta aksi.

Berikut video yang beredar di sosial media yang diunggah akun twitter @Nr_shint.

[video]

— NurShinta (@Nr_shint) 21 Mei 2018


Sumber :Portal Islam

Pemimpin PKS Dipolisikan Faizal Assegaf, Fahri: Coba-coba dia ganggu PKS, saya akan ringkus intel kampungan itu!

Pemimpin PKS Dipolisikan Faizal Assegaf, Fahri: Coba-coba dia ganggu PKS, saya akan ringkus intel kampungan itu!


10Berita, Para elite PKS dilaporkan Faizal Assegaf ke Polda Metro Jaya. Fahri menanggapi dengan ancaman.

"Coba-coba dia ganggu PKS, saya akan ringkus intel kampungan itu. Saya punya banyak bukti dia agen," tanggap Fahri dalam pesan singkat kepada detikcom, Selasa (22/5/2018).

Fahri tak menjelaskan lebih lanjut soal tudingannya kepada Faizal Assegaf. Dia hanya menyebut Faizal sebagai intel kampungan.

"Lihat saja. Sebentar lagi dia yang akan diringkus polisi," kata Fahri yang juga Wakil Ketua DPR ini.

Faizal mempolisikan Presiden PKS Sohibul Iman, mantan Presiden PKS Anis Matta, Fahri Hamzah, dan kader PKS lainnya. Dia melaporkan para elite PKS atas dugaan pencemaran nama baik dan/atau fitnah melalui media elektronik, Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (3) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU RI No 11 Tahun 2018 tentang ITE dan/atau Pasal 310 KUHP dan/atau Pasal 311 KUHP.

Faizal mempolisikan para elit PKS ini setelah sebelumnya PKS melaporkan Faizal Assegaf ke polisi terkait dugaan fitnah.

"Mereka mengatakan saya melakukan fitnah keji, atas dasar kalimat fitnah keji itu saya melapor mereka perbuatan tidak menyenangkan, ujaran kebencian," kata Faizal di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (21/5) kemarin.

Selain itu, Faizal juga menduga sejumlah elite PKS mendukung terorisme di Indonesia. Dia menyebut tiga calon presiden dan wakil presiden PKS yang mendukung secara terbuka radikalisme dan terorisme.

Sebelumna, pada Rabu (16/5/2018) pekan lalu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi melaporkan Faizal Assegaf.

Faizal Assegaf dilaporkan ke Polda Jawa Timur terkait kicauannya pada akun @faizalAssegaf atas fitnah yang disebarkannya di media sosial terhadap PKS.

"PKS secara resmi melaporkan akun @faizalassegaf ke pihak yang berwenang dalam hal ini Polda Jawa Timur atas fitnah yang disebarkannya di media sosial terhadap PKS. Rabu (16/05/18)

Semoga kita bijak dan bertanggungjawab dalam menyebarkan informasi," demikian disampaikan akun resmi PKS (@PKSejahtera).

PKS secara resmi melaporkan akun @faizalassegaf ke pihak yang berwenang dalam hal ini Polda Jawa Timur atas fitnah yang disebarkannya di media sosial terhadap PKS. Rabu (16/05/18)

Semoga kita bijak dan bertanggungjawab dalam menyebarkan informasi. pic.twitter.com/TUbSetZDul

— DPP PKS (@PKSejahtera) 16 Mei 2018

Sebelumnya beberapa kali akun @faizalassegaf menuding dan memfitnah PKS pasca Bom Gereja Surabaya hari Minggu (13/5) lalu.

Mestinya Polri & pemerintah bertindak tegas, awasi kantor PKS di seluruh Jawa Timur.

Selidiki dugaan keterlibatan kader & loyalis PKS atas teror bom Gereja di Surabaya.

Jgn lengah, sikap nyinyiran mrk di medsos telah memicu aksi teroris makin agresif bertindak biadab !

*FA*

— Faizal Assegaf (@faizalassegaf) 13 Mei 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

WADUH.... Ruhut Sitompul Serang PDIP?

WADUH.... Ruhut Sitompul Serang PDIP?


10Berita, Ruhut Sitompul: Mereka yang Mengatakan Teror Sebagai Pengalihan Isu Lebih Sangat Biadab

Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ruhut Sitompul memberikan tanggapan terkait isu-isu yang beredar pasca kejadian terorisme yang melanda tanah air.

"Presiden RI, Polisi, TNI, BIN, BNPT & Rakyat Indonesia dengan semangat kebersamaan memerangi para pelaku teror yang sangat biadab. Mereka-mereka yang mengatakan ini pengalihan isu jauh lebih sangat biadab dari para teroris. Kami tidak pernah takut. MERDEKA," tulis Ruhut di akun twitternya seperti dilansir Tribunnews.

Link: http://www.tribunnews.com/nasional/2018/05/15/ruhut-sitompul-mereka-yang-mengatakan-teror-sebagai-pengalihan-isu-lebih-sangat-biadab

***

Sontak pernyataan Ruhut yang kini merapat ke PDIP ini mendapat tanggapan dari warganet.

"Mas @ruhutsitompul mohon hati2 kalau bicara," komen Mustofa Nahrawardaya (@NetizenTofa).

Aktivis sosmed ini melampirkan berita pernyataan PDIP dulu yang menyatakan Teror Bom sebagai pengalihan isu SBY.

[Tribunnews]
PDIP: Teror Bom Pengalihan Isu Reshuffle Kabinet
http://m.tribunnews.com/nasional/2011/03/16/pdip-teror-bom-pengalihan-isu-reshuffle-kabinet

"Hati2 kalo ngomong mas @ruhutsitompul, soalnya ada yg pernah ngomong kek gtu tapi gk di tangkap 😂," timpal akun @bisrisohibul.

— MUSTOFA NAHRAWARDAYA (@NetizenTofa) 22 Mei 2018


hati2 kalo ngomong mas @ruhutsitompul, soalnya ada yg pernah ngomong kek gtu tapi gk di tangkap 😂

— obi (@bisrisohibul) 22 Mei 2018


Si poltak harus hati2... Nanti bisa di tolak gabung partai...

— Ricky ali (@Rickyali013) 22 Mei 2018


Sumber :Portal Islam

ProDem Kecam Keras Tindakan Represif terhadap Aksi HMI MPO

ProDem Kecam Keras Tindakan Represif terhadap Aksi HMI MPO

10Berita, JAKARTA Jaringan Aktivis  Pro Demokrasi (ProDEM) mengecam keras tindakan represif aparat Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terhadap aksi mahasiswa HMI MPO saat memperingati 20 Tahun Reformasi di depan Istana Negara, Senin (21/5/2018), hingga para pimpinan organisasi mengalami luka parah dan dirawat intensif di RS Tarakan.

“Aksi damai HMI MPO adalah hal konstitusional di era demokrasi. Seharusnya Polri menangani dengan bijak tanpa harus ada pemukulan dan pembubaran secara brutal. Kemandirian Polri agar humanis profesional hingga lepas dari militer Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) adalah buah perjuangan mahasiswa dan rakyat saat Reformasi 1998 dulu,” ujar Ketua Majelis ProDEM, Syafti Hidayat kepada media, Selasa (22/5).

Ucok, sapaan akrab Syafti Hidayat, menilai bahwa rezim Jokowi-JK memang telah salah mengelola negara dan melupakan janji kampanye Pilpres 2014 lalu. Kritik yang kian marak di berbagai media hingga viralnya tagar #2019GantiPresiden adalah bukti nyata keresahan rakyat atas berbagai persoalan kesejahteraan ekonomi yang kian buruk, serta kegaduhan politik yang kerapkali malah berasal dari lingkungan Istana Negara.
“Segera bebaskan tanpa syarat dan obati para aktivis HMI MPO hingga pulih. Sebaiknya Jokowi dan para elite penguasa legawa atas gelombang protes mahasiswa dan rakyat dengan cara mewujudkan janji Nawacita dan Trisakti. Kalau tak sanggup lebih baik mundur saja,” kecam dia.

ProDEM menegaskan akan terus mendukung perjuangan gerakan mahasiswa untuk selalu menjadi penjaga moral bangsa di tengah gempuran neoliberalisme yang semakin menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tercinta. (*)

Sumber :Salam Online.

Gubernur Anies Mendapat Apresiasi Para Ulama, Mau Menerima Masukan dan Nasihat

Gubernur Anies Mendapat Apresiasi Para Ulama, Mau Menerima Masukan dan Nasihat


10Berita, JAKARTA - Rencana Pemprov DKI melaksanakan Shalat Tarawih Akbar di Monas pada 26 Mei mendatang menuai kritik dari berbagai ulama. Akhirnya rencana salat berjemaah tersebut dialihkan, dari Monas ke Masjid Istiqlal.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, keputusan tersebut diambil guna mengakomodir masukan dari ulama. Sehingga, dia memastikan, Salat Tarawih Akbar tetap akan digelar.

"Kita mendengar yang disampaikan para ulama, kita dalam urusan ibadah ya merujuk pada para ulama. Karena itu kemudian rencana Salat Tarawih akan tetap diadakan pada 26 Mei dan InsyaAllah di Masjid Istiqlal," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Senin (21/5/2018), seperti dikutip merdeka.com.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menyebut sudah berkoordinasi dengan para ulama termasuk MUI dan juga pengurus masjid Istiqlal terkait rencana Tarawih Akbar itu.

"Sudah koordinasi dengan pengelola Istiqlal, pada waktu yang sama," jelasnya.

Dia mengungkapkan, Masjid Istiqlal dipilih karena kemungkinan akan banyak jemaah yang hadir dalam Salat Tarawih Akbar ini. Kemudian lokasi masjid yang berada di Jakarta Pusat akan mempermudah jemaah untuk berpartisipasi.

Anies menegaskan, Pemprov DKI akan taat pada ulama bila terkait kegiatan ibadah. Selain itu, faktor keamanan menjadi pertimbangan lain mengapa Salat Tarawih Akbar digelar di Masjid Istiqlal.

"Jadi kita taat pada apa yang menjadi pandangan para ulama, apalagi menyangkut urusan ibadah. Ini bukan urusan lain, kalau urusan ibadah kita ikut pada pedoman yang digariskan ulama," tutupnya.

Respon bijak pemimpin DKI ini mendapat apresiasi dari para ulama.

"Terima kasih Bapak Gubernur DKI Jakarta, @aniesbaswedan telah memindahkan rencana tarawih bersama dari Monas ke masjid Istiqlal. Anda telah mendengar suara kami. Beginilah pemimpin umat adalah yang mengerti denyut hati rakyatnya. Mudah-mudahan Allah merahmati," ujar KH Cholis Nafis, Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Pusat.

"Tradisi Pemimpin yang mendengarkan aspirasi positif dari Rakyat seperti ini, bagus sekali kalau diikuti oleh Pimpinan Negara yang lain. Misalnya oleh pak Menag, dengan kontroversi rekomendasi 200 nama Mubaligh itu, musyawarah lagi dengan pimpinan Umat Islam & buat rekomendasi baru yang tak kontroversial," kata Ustadz Hidayat Nur Wahid, yang juga Wakil Ketua MPR RI.

Terima kasih Bapk Gubernur DKI Jkt, @aniesbaswedan telah memindahkan rencana tarawih bersama dari Monas ke masjid Istiqlal. Anda telah mendengar suara kami. Beginilah pemimpin umat adlh yg mengerti denyut hati rakyatnya. Mudah2-an Allah merahmati. https://t.co/2ML7iUYptr

— cholil nafis (@cholilnafis) 21 Mei 2018

Tradisi Pemimpin yg mendengarkan aspirasi positif dari Rakyat spt ini, bagus sekali kalau diikuti olh Pimpinan Negara yg lain. Misalnya olh pak Menag, dg kontroversi rekomendasi 200 nama Mubaligh itu, musyawarah lagi dg pimp Umat Islam&buat rekomendasi baru yg tak kontroversial. https://t.co/QFKVmxdaSQ

— Hidayat Nur Wahid (@hnurwahid) 22 Mei 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Inilah 2 Tingkatan Orang yang Berpuasa di Bulan Ramadhan

Inilah 2 Tingkatan Orang yang Berpuasa di Bulan Ramadhan

10Berita, MASING-MASING orang itu berbeda-beda, termasuk amalan dan pahala yang diperolehnya. Nah, bagaimana dengan kualitas amalan orang yang berpuasa di bulan Ramadhan?

Biasanya amal ibadah meningkat di bulan Ramadhan. Namun, kadarnya berbeda-beda. Ada orang yang taat pada Allah saat Ramadhan saja. Ada pula orang yang taat pada Allah sepanjang waktu. Keduanya sama-sama baik. Namun yang disebutkan terakhir itu lebih baik.

Ibnu Rajab Al-Hambali menyebutkan dua tingkatan orang yang berpuasa.

Tingkatan pertama: Orang yang menjalankan puasa dengan menjauhi larangan saat puasa yaitu makan, minum, hubungan intim dan menghindarkan diri dari berbagai perkara yang diharamkan juga meninggalkan berbagai maksiat. Ketaatan tersebut hanya dilakukan saat puasa. Puasa tingkatan pertama ini akan mendapatkan karunia dan pahala yang besar.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengatakan pada seseorang, “Jika engkau menjaga diri dari sesuatu karena Allah, maka tentu Allah akan memberimu yang lebih baik darinya.” (HR. Ahmad 5: 78. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

Karena orang yang berpuasa meninggalkan makan, minum, dan hubungan intim karena Allah, maka Allah akan menganti dengan kenikmatan di surga.

“(kepada mereka dikatakan): “Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.” (QS. Al Haqqah: 24).

Mujahid mengatakan bahwa ayat ini turun kepada orang-orang yang berpuasa (Lihat Lathoif Al-Ma’arif, hal. 21)

Selain itu, khusus bagi orang yang berpuasa disediakan pintu Ar Rayyan sebagaimana disebutkan dalam hadits yang muttafaqun ‘alaih, dari Sahl bin Sa’ad, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya di surga terdapat pintu yang disebut “Ar Rayyan”. Di dalamnya masuklah orang-orang yang berpuasa pada hari kiamat. Tidak ada orang lain yang memasuki pintu tersebut bersama mereka. Nanti akan dipanggil, “Di mana orang yang berpuasa?” Lalu mereka memasuki pintu tersebut. Jika orang terakhir telah memasukinya, pintu tersebut tertutup dan tidak satu pun yang bisa memasukinya lagi.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 1896 dan Muslim no. 1152).

Tingkatan kedua: Berpuasa atau menahan diri dari berbagai hal yang Allah haramkan baik di bulan Ramadhan, juga bulan-bulan lainnya. Ketaatan yang dilakukan bukan saat puasa saja namun sepanjang waktu. Ia terus konsisten dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Ia pun tidak melampaui batasan Allah. Ia meninggalkan kenikmatan dunia dan mengharap balasan di akhirat kelak. Sehingga hari berbukanya yaitu waktu merasakan nikmat ketika berjumpa dengan Allah di akhirat.Tingkatan kedua ini lebih tinggi daripada tingkatan pertama.

Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan, “Siapa yang berpuasa menahan syahwatnya di dunia, ia akan dapati kenikmatan tersebut di jannah (surga). Siapa yang meninggalkan ketergantungan pada selain Allah, maka ia akan menantikan balasannya ketika berjumpa dengan-Nya.

“Barangsiapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu, pasti datang.” (QS. Al ‘Ankabut: 5). (Lathoif Al-Ma’arif, hal. 285). []

SUMBER: RUMAYSHO, Islampos.