OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Selasa, 03 Juli 2018

BBM kembali Naik jangan Dikritik, yang Tidak Suka, 2019 Pilih Penguasa Baru

BBM kembali Naik jangan Dikritik, yang Tidak Suka, 2019 Pilih Penguasa Baru


10Berita, JAKARTA - Kemarin, Ahad, tanggal 1 Juli 2018, di awal bulan paska Idulfitri, pemerintahan Joko Widodo kembali menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan jenis Pertamax. Kisaran naiknya dari Rp600-900. 

Melihat kondisi kenaikkan BBM ini, yang entah sudah berapa kali rezim Jokowi menaikkan BBM, membuat Wasekjen MUI Pusat angkat suara. Adalah ustaz Tengku Zulkarnain yang nampak menyindir bahwa kenaikkan BBM kemarin sebagai bentuk kenaikkan ekonomi masyarakat sehingga takkan berpengaruh ke kehidupan sehari-hari.

“Harga Pertalite naik Rp200, dan Pertamax naik Rp600. Ini pertamda bagus karena duit rakyat sudah dianggap berlebih dari keperluan pokok sandang, pangan, papan,” katanya, Ahad (1/7/2018), di akun media sosial, Twitter probadi miliknya.


Bagi siapa pun yang kurang senang dengan kenaikkan yang ditetapkan oleh pemerintah ini, beliau mengusulkan agar tahun depan sebaiknya ganti Presiden. “Siapa tidak senang silahkan pilih penguasa baru tahun 2019 nanti. 

Sekarang jangan coba kritik, cacian, makian akan menderu.”

Walau demikian, dengan kenaikkan BBM ini, tentu menurutnya akan mempengaruhi segala kebutuhan rakyat yang ada. “BBM naik, semua harga keperluan rakyat naik.”

Belum lagi, lanjutnya, impor yang semakin menggila. Ekspor lesu.

“Tapi utang negara terus bertambah juga. Sementara rakyat merasakan ekonomi bertambah berat dan kehidupan semakin payah.”

Lantas ia pun seperti mempertanyakan slogan yang kerap dipakai Jokowi kemudian menghiasi layar kaca: kerja, kerja, kerja. “BUMN rata-rata rugi. Terus yang sibuk kerja sebenarnya siapa dan untuk apa, ya?!” 

Sebelumnya Pertamina menaikkan lagi harga bahan bakar minyak nonsubsidi atau alias bahan bakar khusus (BBK), di antaranya Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, per Minggu, 1 Juli 2018.

Kenaikan harga itupun berlaku se-Indonesia, namun besaran kenaikannya memiliki variasi, menyesuaikan dengan provinsi masing-masing. (Robi/)

Sumber :voa-islam.com

Faktor Uang Sudirman Ida by Zeng Wei Jian

Faktor Uang Sudirman Ida by Zeng Wei Jian


10Berita, Suatu sore di RUMAH MATARAM, kediaman musisi genius Ahmad Dhani, "Di Jawa Tengah, kita nggak kalah Ken. We did a good job there," kata Fadli Zon.

Maksudnya, Sudirman-Ida menang secara kualitas. Kalah di atas kertas tapi menang secara esensi. I totally agree with it.

Jawa Tengah kandang banteng. Basis utama PDIP. Petanya merah. Ngga ada warna lain. Wajar bila Ganjar-Yasin menargetkan menang 80%. Menang mutlak. Cukur abizz.

Bambang Pacul punya target menang 65-72%. Lebih moderat. Mereka optimis. Semua ruang dikuasai. NU telah dipecah. Sudirman-Ida dinyatakan "paslon-underdog".

Saiful Mujani berkata, "Berani-beraninya Pa Dirman berlaga di Jateng". Yes, it is a dry hard battle ground.

Modal elektabilitasnya 0,7% tahun lalu. Kerja mesin politik Gerindra, PKB, PKS, PAN, relawan mandiri dan cyber squad menaikan prosentase itu menjadi 42%. Naik sekitar 6000% atau 60 kali lipat.

Tempo merilis laporan Ganjar-Yasin mengantongi 10,2 juta suara. Sedangkan Sudirman-Ida menyabet 7,1 juta. Terpaut 3 juta suara. Tipis. Fantastik.

Sudirman-Ida menang di Kabupaten Tegal, Kebumen dan Brebes. Amazing. Bahkan mereka berhasil menang tipis di Purbalingga, basis PDIP tempat kelahiran Wagub Heru Sujatmoko dan istri Ganjar Pranowo.

Bambang Pacul mengaku Tim Sudirman-Ida menggerus suara Ganjar-Yasin di 36 jam terakhir sebelum pencoblosan. Ganjar menyatakan bila bukan di "Kandang Banteng", mereka pasti kalah.

Momentum 36 jam terakhir tercipta setelah video dangdut "halal-bi-halal" kampanye Ganjar-Yasin merebak di media sosial.

Cyber squad dan tim darat memaksimalkan blunder ini. Di hari terakhir, berita soal Kantor PDIP diserbu Banser, FPI dan Kokam mengharuskan Cyber Pro Ganjar menumpas banyak akun Pro Dirman.

Satu-satunya faktor terlemah Sudirman-Ida adalah uang. Money is their Achilles' heel.

Bambang Pacul mengindikasikan faktor defisit keuangan ini dengan menyatakan, "Mungkin aktor dan tools mereka kurang". Sehingga Sudirman-Ida hanya sanggup main di tiga kabupaten.

Pabrik polling memperparah situasi ini dengan merilis survei-survei. Moral donatur runtuh. Ada lembaga survei beri angka 10,5% di bulan Desember 2017. Angkanya tetep sama di rilis bulan April. Seolah Sudirman-Ida, partai pengusung dan relawan tidak bergerak.

Saya curiga ini bukan angka survei. Tapi target dan harapan si pabrik polling sewaan.

Sampai bulan Mei 2018, menurut Charta Politika, popularitas Sudirman Said hanya 41,2%. Ida Fauziyah lebih parah. Hanya 27,9%.

Sekali lagi, faktor uang menyulitkan Sudirman-Ida menjangkau banyak daerah. Plus, KPUD gagal lelang APK. Berkali-kali. Sampe ada yang curiga ini sengaja. Supaya popularitas Sudirman-Ida mandek. Sampai pilkada selesai, spanduk-spanduk minim di Jawa Tengah.

Ketiadaan budget pula yang membuat Sudirman-Ida ngga sanggup bentuk tim antisipasi kecurangan.

Penulis: Zeng Wei Jian

Sumber : PORTAL ISLAM

KPU Tak Belajar dari Pengalaman ketika Ancaman Situs Diretas di Pilkada DKI

KPU Tak Belajar dari Pengalaman ketika Ancaman Situs Diretas di Pilkada DKI


10Berita, JAKARTA  Komisi Pemilihan Umum (KPU) dianggap lemah dalam penanganan peretasan yang terjadi pada situsnya paska Pilkada serentak lalu. Bahkan KPU dianggap tidak mempunyai skenario untuk mengatasinya jauh sebelum Pilkada dilangsungkan.

“Mestinya KPU punya skenario canggih, baik mencegah maupun mengatasi kasus semacam ini. Kita bisa lihat bagaimana dunia perbankan relatif bisa bertahan dari serangan siber dan aman dari retasan,” demikian kata politisi Gerindra, Fadli Zon, Senin (2/7/2018), di Twitter pribadi miliknya.


Dengan anggaran yang cukup besar, menurut Fadli harusnya KPU memaksimalkan kinerja (baca: antisipasi peretasan). “Anggaran @KPU_RI kan sgt besar, mestinya dgn anggaran besar itu KPU bisa membangun sistem keamanan siber ‘ultra secure’. 

Dalam APBN 2018, anggarannya Rp26 triliun untuk pesta demokrasi 2018, baik pelaksanaan Pilkada serentak maupun persiapan Pemilu 2019.”

KPU, lanjutnya, tercatat merupakan lembaga kedua sesudah kepolisian yang mendapat alokasi anggaran terbesar pada APBN 2018, yaitu sebesar Rp12,5 triliun. Apalagi, KPU sebenarnya sudah punya pengalaman dengan ancaman peretasan, seperti pernah terjadi pada awal Februari 2017, pada saat penghitungan suara Pilkada DKI putaran pertama.

“Sehingga, kasus semacam ini seharusnya bisa lebih diantisipasi. Kenyataan bahwa hal ini kembali terulang menunjukkan pertahanan siber pemerintah sangat lemah.”

Padahal, sejak 2017 kita sudah membentuk Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). “Untuk menghadapi Pilkada 2018, saya baca BSSN juga sebenarnya sudah membentuk Crisis Centre Siaga 24 jam, bekerja sama dengan tim IT KPU dan Direktorat Siber Bareskrim Polri untuk bersiaga menghadapi serangan peretas.

“Jadi, mestinya kasus semacam ini tak boleh terjadi. Kalaupun sampai terjadi, mestinya bisa lebih cepat ditangani.” (Robi/)

Sumber :voa-islam.com

Kasus Peretasan harus Ditangani seperti Kasus Teror

Kasus Peretasan harus Ditangani seperti Kasus Teror



10Berita, JAKARTA - Kasus peretasan yang dialami oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) ternyata dianggap dapat pengaruhi psikologi masyarakat. Pun termasuk kredibilitas KPU yang dianggap tak mengantisipasinya lebih awal.

“Harus dipahami, kasus peretasan semacam ini bukan hanya merusak kredibilitas KPU, tapi juga bisa merusak psikologi publik. Kita jadi sulit untuk meninggalkan praktik Pemilu berbasis pencoblosan dan pencontrengan, karena publik kemudian tak percaya terhadap jaminan keamanannya,” kata Fadli Zon, Senin (2/7/2018), di akun Twitter pribadi miliknya. 


Itu sebabnya menurut Fadli, aparat keamanan harus pula segera mengusut kasus ini. “Jika tidak, tingkat kepercayaan masyarakat bisa runtuh dan sikap saling curiga bisa meluas.”

Jelas ini tak kondusif, karena menurut Fadli, kita sedang menghadapi tahun politik. Kasus peretasan situs KPU harus ditangani sama seperti kasus teror. 

“Ini teror siber yang bisa mengancam demokrasi. Saya yakin aparat keamanan bisa segera mengungkap dan menangkap pelaku kejahatan siber ini.”

Selain KPU, kasus ini menurutnya juga menjadi catatan atas keberadaan dan kinerja Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Indonesia saat ini masih rentan terhadap serangan siber.

“Sepanjang 2017, misalnya, ada lebih dari dua ratus juta serangan siber. Berdasarkan riset badan PBB, Internasional Telecommucation Union (ITU), pada 2017 tingkat keamanan siber Indonesia hanya menempati peringkat ke-70 di dunia.”

Padahal, pengguna internet di Indonesia telah mencapai sekitar 132 juta orang. Hampir semua transaksi perbankan, pajak, listrik, serta transaksi komersial lainnya, kini dilakukan via internet. (Robi/)

Sumber : voa-islam.com

Jokowi Tidak Nyaman dengan Puan Maharani. Begini Cara Mega Merayunya

Jokowi Tidak Nyaman dengan Puan Maharani. Begini Cara Mega Merayunya

Referensi pihak ketiga

10Berita, Diam-diam hubungan Presiden Joko Widodo dan Ketum PDIP Megawati mulai retak. Kabarnya, salah satu pemicunya terkait nama Puan Maharani dipaksakan sebagai cawapres Jokowi di Pilpres 2019.

Selama ini, Jokowi terlihat mengambil sikap dalam memimpin pemerintahan tidak ingin direcoki urusan elektabilitas termasuk soal cawapres. Di sisi lain, sebagai petugas partai (kader PDIP), Jokowi sulit menghindar dari permintaan Megawati yang berusaha memuluskan putri kesayangannya sebagai RI 2.

Mengapa harus Puan? Sebagai partai pemenang pemilu, Mega tidak ingin memberikan kekuasaan kepada kader partai lain. Jika, Puan naik sebagai wapres, Pilpres 2024 akan menjadi milik PDIP. Selain itu, Puan adalah sosok penerus trah Soekarno di pemerintahan setelah Puti Guntur Soekarnoputri kalah di Pilgub Jatim.

Renggangnya hubungan Jokowi-Mega juga dipicu pilihan PDIP di Pilgub Jawa Barat dan Jawa Timur. Seperti dikutip Tempo, Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengungkapkan Jokowi lebih mendukung Khofifah di Pilgub Jatim. Pernyataan itu langsung mendapat respons keras Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Ahmad Basarah.

Referensi pihak ketiga

Ketua Tim Pemenangan PDIP untuk pilgub Jatim ini menyebut Airlangga tengah mengadu domba Jokowi dan Mega. "Pernyataan itu menyinggung perasaan dan mengarah pada upaya adu domba antara Bu Mega dengan Pak Jokowi," kata Basarah dikutip tempo.co, Selasa (26/6/2018).

Kini, hubungan keduanya kembali pasang surut mendekati waktu pendaftaran Capres/Cawapres 2019 pada tanggal 4-10 Agustus 2018. Namun, Mega memiliki jurus ampuh untuk merayu Jokowi. Caranya dengan mengajak makan bersama dengan menu makanan kesukaan Bung Karno, seperti ayam goreng bumbu lajak, sayur lodeh, rendang ikan, ikan cue goreng, tempe goreng, dan bubur jagung.

Referensi pihak ketiga

Makanan spesial ini selalu disajikan Mega ketika ingin mengambil keputusan penting bersama Jokowi. Apakah kali ini Jokowi akan luluh?

Sumber : UC News

Senin, 02 Juli 2018

KACAU! Jurnalis PROTES Dilarang Liput Pleno Rekapitulasi Suara, KPU: Mestinya Protes ke Polisi Jangan ke KPU

KACAU! Jurnalis PROTES Dilarang Liput Pleno Rekapitulasi Suara, KPU: Mestinya Protes ke Polisi Jangan ke KPU


10Berita, Komisi Pemilihan Umum (KPU) angkat bicara terkait larangan wartawan meliput pelaksanaan perhitungan suara pemilihan wali kota dan wakil wali kota (Pilwalkot) Makassar. Ketua KPU Arief Budiman tidak setuju jika pelaksanaan perhitungan suara Pilwalkot Makassar disebut tertutup.

"Siapa yang bilang tertutup? KPU lakukan sendirian enggak di situ," kata Arief Budiman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 2 Juli 2018.

Dia mengatakan proses pelaksanaan perhitungan suaraPilwalkot Makassar disaksikan sejumlah pihak, seperti panitia pengawas pemilu (Panwaslu) dan saksi.

"Pertanyaan saya KPU melarang media masuk enggak? Kan enggak, terus kamu jangan bilang KPU lakukan tertutup," tuturnya.

Dia kembali menegaskan bahwa pleno KPU dalam Pilwalkot Makassar dilakukan secara terbuka. Dia pun mengatakan bahwa seharusnya protes dilayangkan ke polisi.

"Yang menutup siapa? Mestinya protes ke polisi, jangan ke saya karena perintah kami jelas, rekap harus jelas. Kalau tertutup dilakukan sendirian, kan ada saksi, pemantau, lho kok dibilang tertutup," paparnya.

Dia menduga larangan wartawan meliput perhitungan suara Pilwalkot Makassar itu disebabkan kapasitas ruangan.

"Kalau ada larangan tertutup, tanya dilarang masuk kenapa? Jangan-jangan ruangan cuma cukup 10 orang, lalu yang mau masuk 20 orang, ya pasti yang 10 dilarang karena ruangan enggak cukup. Tanya dulu ruangannya berapa, jangan langsung klaim KPU tertutup," ujarnya.

Sumber :Portal Islam 

Shalat ini Tidak Akan Pernah Dilakukan Lagi, Setelah Lebih dari 500 Tahun

Shalat ini Tidak Akan Pernah Dilakukan Lagi, Setelah Lebih dari 500 Tahun

Referensi pihak ketiga

10Berita, Tahukah kita, bahwa ada shalat yang sudah tidak pernah lagi dilakukan kaum muslimin selama lebih dari 5 abad lamanya?

Namanya صلاة الفتح (Shalat Futuh), shalat yang dilaksanakan sebanyak 8 rakaat dengan satu kali salam. Shalat ini dilakukan oleh Nabi SAW setelah Penaklukan Kota Makkah (tahun 6 hijriyah). Semenjak itu shalat ini disyariatkan bagi Pasukan Penakluk dari kaum muslimin.

Referensi pihak ketiga

 Terakhir, shalat ini dilakukan oleh Sultan Muhammad Al Fatih (Sultan Mehmed II) usai menaklukkan Konstantinopel (sekarang dikenal sebagai Istanbul, ibukota Turki). Sultan Utsmaniyyah ini menaklukkan benteng terakhir kekaisaran Romawi Timur itu pada Selasa 20 Jumadil Awal 857 H/29 Mei 1453 M, atau sekitar 562 tahun lalu.

Shalat ini juga dilakukan usai penaklukkan beberapa kota di bawah kekhalifahan Islam di antaranya:

Oleh Sa’ad Bin Abi Waqosh Setelah Menaklukkan Qodisiyyah (13 H/636 M).Oleh Abu Ubaidah Setelah Menaklukkan Yarmuk (5 Rajab 15 H /Agustus 636 M)Oleh Umar Bin Khattab Setelah Pembebasan Baitul Maqdis, Jerusalem (15 H / 636 M)Oleh Amr Bin ‘Ash Setelah Menaklukkan Alexandria, Iskandariyah, Mesir (20 H/640 M)

Tentang Shalat Futuh-Kemenangan Rasulullah. Beberapa peristiwa terjadi sebelum dan setelah memasuki Makkah:

Referensi pihak ketiga

1. Hathib bin Abi Balta’ah (seorang sahabat yang pernah turut serta dalam perang Badr dan memiliki keluarga di Makkah) berusaha memberitahukan keberangkatan Rasulullah ini kepada Quraisy Makkah, dengan berkirim surat yang dibawa oleh seorang wanita, namun Rasulullah dapat mengetahui hal ini dan memerintahkan Ali bin Abi Talib dan al-Miqdad untuk mengejar dan menangkap wanita tersebut.

2. Dalam perjalanan menuju Makkah, ketika di al-Juffah beliau bertemu dengan paman beliau al- Abbas dan keluarganya yang telah masuk Islam dan ingin berhijrah

3. Ketika tiba di al-Abwa Rasulullah bertemu dengan anak paman beliau Abu Sufyan bin al-Harits dan anak bibi beliau Abdullah bin Abi Umayyah yang telah masuk Islam dan bermaksud untuk Hijrah ke Madinah

4. Setelah membersihkan ka’bah dan waktu sholat tiba, Rasulullah memerinta Bilal agar menaiki Ka’bah dan menyerukan adzan.

5. Rasulullah melakukan shalat kemenangan atau shalat syukur sebanyak delapan rakaat di dalam rumah Ummu Hani’ binti Abu Thalib.

Sumber: www.panggilandarisurau.co

Tak Perlu Malu Kalau Selepas Kuliah Mengganggur Dulu. Karena 6 Keistimewaan Ini Ada Pada Dirimu

Tak Perlu Malu Kalau Selepas Kuliah Mengganggur Dulu. Karena 6 Keistimewaan Ini Ada Pada Dirimu

10Berita, Banyak hal yang bikin hidup menjadi tak semenyenangkan dulu ketika kecil. Salah satunya adalah anggapan orang tentang apapun yang tengah kamu jalani. Seperti, saat kamu dipandang sebelah mata hanya karena selepas kuliah kamu tak lantas mendapat pekerjaan. Kamu harus menganggur duluselama beberapa bulan, berbeda dengan saudara atau teman yang bahkan sejak dari kuliah aja udah bekerja duluan. Karena menganggur ini, kamu jadi dianggap kurang berkompeten sebagai pribadi. Pun kamu juga dianggap akan seret jodoh karena tak kunjung menghasilkan dengan alasan

Siapa coba yang mau sama pengangguran?


Advertisement

Anggapan orang-orang tentang menganggur ini memang kadang buatmu sakit hati dan menyerah. Namun sebelum menyerah, coba renungi baik-baik beberapa hal di bawah ini. Sebab yang selepas kuliah masih menganggursama sekali pecundang, kamu justru punya keistimewaan ini dalam dirimu.

1. Kamu yang tak langsung bekerja termasuk sosok yang lebih selektif. Terbukti dengan tak asal memilih pekerjaan setelah lulus kuliah

Kamu selektif via www.unsplash.com

Bagimu bekerja tak boleh asal-asalan. Sebab kamu bukan penganut ‘kerja apa aja asal bisa menghasilkan’. Kamu takut kalau nanti tak betah dan malah mengotori riwayat hidupmu sendiri. Pun ada beberapa pertimbangan ketika kamu melamar sebuah pekerjaan. Inilah yang menyebabkan kamu mau tak mau harus merasakan nggak enaknya jadi pengangguran selama beberapa waktu. Sebenarnya tak perlu malu ketika harus menganggur dulu. Toh ini membuktikan kamu orang yang selektif ketika dihadapkan dengan pilihan, termasuk perihal pekerjaan.

2. Sebab menganggur adalah masa transisi. Pilih bekerja kantoran atau buka usaha sendiri bisa kamu pikirkan matang-matang dari sini

Kamu bisa memikirkan langkahmu yang selanjutnya via www.unsplash.com

Dalam hidup ini kamu akan mengalami beberapa masa transisi. Dan itu tak bisa kamu hindari. Seperti untuk mencapai dewasa, kamu perlu melewati masa remaja alay meskipun kalau diingat lagi malu sekali rasanya. Sama halnya dengan mengganggur. Kamu perlu melewati masa ini dulu sebagai transisi. Dengan mendapatkan kesempatan untuk menganggur dulu, kamu jadi punya banyak waktu untuk memikirkan ke mana langkah kakimu yang selanjutnya. Apakah akan bekerja kantoran seteperti teman-teman, membangun usaha, atau malah melanjutkan apa yang udah dirintis orangtua?

3. Kenapa harus malu kalau kamu justru bisa mengistirahatkan sejenak pikiran dari drama skripsi dan wisuda yang ribet itu?

Akhirnya bisa bebas dari skripsi dan bapak judes akademik~ via www.unsplash.com

Advertisement

Sepertinya semua mahasiswa pasti tahu bagaimana rasanya menjalani masa skripsi. Peluh keringat dan air mata jelas turut mewarnai di samping coretan dosen yang hampir tak terbaca itu. Pun ketika wisuda, jalan menuju ke sana juga tak semudah tinggal memakai toga. Kamu perlu minta surat keterangan bebas lab meski kamu sama sekali tak memakai lab dan yang menguras hati adalah berhadapan dengan petugas akademik yang gahar-gahar tapi pada akhirnya baik hati. Perjalanan dari masa skripsi ke wisuda memang melelahkan. Kamu yang belum mendapat pekerjaan ini setidaknya perlu bersyukur dulu. Sebab pikiranmu bisa beristirahat sejenak dari tekanan yang dulu ingin kamu lompati itu.

4. Kamu jadi punya banyak waktu untuk quality-time dengan keluarga sebelum merantau. Hitung-hitung menimbun energi biar tak mudah rindu

Bisa peluk-peluk Ayah dulu~~ via www.crosswalk.com

Selepas wisuda, tak ada lagi yang tersisa di tanah perantauan. Hanya kenangan dan beberapa tempat makan murah tapi enak yang masih menyangkut di pikiran. Sebab mau tak mau kamu harus pulang ke kampung halaman dan mencari pekerjaan dari sana. Meski harus menjadi pengangguran sementara, kamu justru bisa memanfaatkannya dengan banyak-banyak quality time dengan keluarga. Hitung-hitung menyicil modal biar nanti pas dapat pekerjaan di perantauan, kamu tak mudah rindu seperti zaman kuliah dulu.

5. Kamu juga bisa terlepas dari cibiran ‘kerja tak sesuai jurusan’ atau perasaan saat tak sesuai dengan passion dirimu. Ya meskipun akan ada banyak pertanyaan lain sebagai penggantinya~

Senyumin aja dulu~ via www.unsplash.com

Anak pertanian kok kerja di bank sih? Trus dulu ngapain panas-panas nyilangin jagung di lahan?


Kamu mungkin sering mendengar tentang kerja yang tak sesuai jurusan kuliah. Apalagi ketika makin banyak Dengan menjadi pengangguran (sementara) ternyata bisa terhindar dari pertanyaan super menyebalkan ini. Kamu bisa sedikit kipas-kipas ketika teman-temanmu terpantik emosi saat disinggung soal pekerjaan ini. Namun meski terhindar dari pertanyaan memojokkan, kamu tetap masih akan dihadapkan pada pertanyaan lainnya. Tapi lumayanlah bisa beberapa saat terhindar dan tak uring-uringan.

6. Perihal masa depan, kamu jelas punya. Bahkan di masa pengangguran ini kamu bisa menyusun kuda-kuda yang lebih mantab untuk menapaki fase hidup lainnya

Kamu juga seperti mereka. Punya masa depan nantinya via www.unsplash.com

Orang-orang yang menganggur sering diibaratkan dengan tak punya masa depan. Padahal setiap orang jelas punya masa depannya masing-masing. Termasuk kamu yang saat ini belum dipertemukan dengan pekerjaan. Kamu jelas punya masa depan. Selain itu, kamu juga punya kesempatan lebih panjang untuk mengambil kuda-kuda yang lebih mantap untuk hidupmu. Seperti dengan memantapkan renjana dan tujuan kemana kakikmu akan melangkah.

Kalau keistimewaan ini yang kamu miliki, masih malu dengan kenyataan harus menganggur dulu? Toh setiap orang memiliki kesepatan untuk merasakan nggak enaknya menganggur. Hanya saja waktunya berbeda-beda. Namun jangan keterusan menganggur juga. Sayang kalau potensi dirimu tak digunakan untuk apa-apa.

Sumber : Hipwee

Istanbul: Kota Ribuan Kucing Liar. Jangan Kaget Kalau di Pinggir Jalan Banyak Kandang Berjejer

Istanbul: Kota Ribuan Kucing Liar. Jangan Kaget Kalau di Pinggir Jalan Banyak Kandang Berjejer

10Berita, Mungkin sebagian dari kamu mengira kalau kucing liar cuma banyak ditemui di Indonesia aja. Nyatanya ada kota di negara lain yang jadi rumah bagi ribuan kucing liar. Iya, jangan kaget kalau waktu berkunjung ke Istanbul, Turki, kamu akan menemui kucing bertengger di jendela, bersantai di atap, berkeliaran di gang sempit, atau keluar masuk toko makanan. Lain halnya kayak di Indonesia yang kebanyakan orang pasti bakal mengusir kucing liar kalau ketahuan masuk pertokoan.

Ternyata ada keyakinan tertentu yang dipercaya penduduk Turki soal binatang berbulu ini. Mau tahu apa? Simak bareng yuk ulasan Hipwee News & Feature berikut ini.

Kucing jadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Istanbul. Mereka terbiasa membiarkan kucing liar keluar masuk rumah, toko, atau restoran di sana

Tak seperti di Indonesia yang lebih sering diusir daripada disambut baik via www.winnipegfilmgroup.com

Sekalipun ada kucing masuk ke bar dan tidur di salah satu kursinya, mereka tidak akan mengusirnya

Bebas berkeliaran meskipun di dalam toko makanan, kafe, atau restoran via www.dailydot.com

Para pemilik toko atau warga di sekitarnya sampai hafal nama-nama kucing yang berkeliaran di lingkungan mereka

Kalau ada yang datang, mereka akan menceritakan asal usul kucing di sana. Layaknya menceritakan temannya sendiri via widerimage.reuters.com

Pecinta kucing di Istanbul juga sering membeli kandang-kandang atau atap-atap untuk diletakkan di pinggir jalan, biar jadi tempat berteduh kucing-kucing liar

Rumah-rumah kucing liar di Istanbul via www.dw.com

Advertisement

Ada juga yang dibuat dari kotak styrofoam bekas seperti di bawah ini… Yang penting kucing-kucing lucu itu tidak kehujanan dan kepanasan.

Pemandangan yang biasa di jalanan Kota Istanbul via www.istanbulinspired.com

Kalau udara terlalu dingin, mereka juga tak segan membawa kucing-kucing jalanan menghangatkan diri di rumah mereka

Mereka dibiarkan masuk ke dalam rumah atau toko agar tak kedinginan via widerimage.reuters.com

Saat ada kucing terlihat sakit, penduduk Istanbul tak ragu mengeluarkan uang buat membawanya ke klinik hewan

Sekalipun itu sakit parah kayak patah tulang, matanya buta, atau muntah-muntah. Yang penting mereka bisa sembuh via www.vulture.com

Menurut Ozan, seorang pekerja di toko hewan, seperti dilansir Reuters, mengatakan kalau banyak orang Turki tak pernah perhitungan dengan kucing-kucing liar di sana

Tak pernah perhitungan via www.dw.com

Necati, jadi salah satu orang Istanbul yang rela mengukus ayam tiap pagi untuk ia bawa berkeliling kota dan diberikan ke kucing-kucing liar

Seorang pekerja mengelus kucing saat sedang berangkat kerja via www.dw.com

Kecintaan warga Turki pada kucing berakar dari agama. Hewan berkaki empat ini memang diketahui jadi binatang kesayangan Nabi

Berakar dari kepercayaan agama via widerimage.reuters.com

Mereka sangat percaya kalau kucing bisa menjaga dari petaka. Seperti yang pernah dikisahkan dulu, saat Nabi umat Islam akan digigit ular, kucinglah yang menyelamatkan

Pantas kalau mereka jadi menganggap kucing sebagai hewan suci yang seharusnya dirawat via widerimage.reuters.com

Perbedaan yang begitu signifikan jelas bisa dilihat kalau dibandingkan dengan kota-kota di Indonesia, apalagi di kota-kota besar. Orang lebih banyak menyibukkan diri dengan pekerjaan dan kegiatannya, sehingga tak punya waktu memperhatikan kucing-kucing di sekitar. Bahkan sering kita lihat video-video kelakuan usil dan kejam orang-orang yang mempermainkan kucing liar, mulai dari dilempar ke sungai, diputar-putar, sampai ditembak! Miris sih…

Sumber : Hipwee

226 Warga Kalbar Mengungsi, Polri Sebut Ricuh Itu Hoaks. Andai Saja Pelakunya FPI

226 Warga Kalbar Mengungsi, Polri Sebut Ricuh Itu Hoaks. Andai Saja Pelakunya FPI



 

Referensi pihak ketiga: analisapublik.com

10Berita, Pilkada telah usai, akan tetapi ternyata 226 warga kalbar mengungsi ke Barak Yon Zipur 6. Kapolda Kalimantar Barat Irjen Pol Didi Haryono mengatakan kepada para pengungsi bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Bahwa unjuk rasa memotong babi itu sebenarnya merupakan ritual tolak bala. Para pengungsi itupun sudah kembali ke rumah masing-masing. Dikutip dari Harian Terbit 2 Juli 2018 harianterbit.com/m/daerah/read/2018/07/02/99381/0/20/-226-Pengungsi-di-Kalbar-Telah-Kembali.

Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan bahwa isu ricuhnya Kalimantan Barat akibat pilkada adalah Hoaks. Apalagi sampai beredar kabar bahwa situasi ditingkatkan menjadi siaga I. Polri meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan adanya kabar dari media sosial. Dikutip dari Pos-Kupang.com 30 Juni 2018 kupang.tribunnews.com/2018/06/30/soal-hoaks-rusuh-di-kalbar-polri-imbau-tokoh-masyarakat-tak-terprovokasi.

Referensi pihak ketiga: thetanjungpuratimes.com

Ada 2 kemungkinan dari kasus tersebut:

Masyarakat semacam menerima teror dengan adanya unjuk rasa besar-besaran di muka umum. Apalagi unjuk rasa tersebut dengan membakar ban dan menyembelih babi. Sebenarnya memang acara adat, tapi karena dilakukan di terminal, kemudian disalah pahami oleh masyarakat yang lain.Sebenarnya memang beredar hoaks, sehingga masyarakat mengungsi ke Barak Yon Zipur 6.

Referensi pihak ketiga: pontianakpost.co.id

Jikalau FPI Dalangnya

Untung saa para pengungsi telah dipulangkan. Akan tetapi bagaimana jika pelakunya FPI?

Besar kemungkinan jika sebuah konflik dilakukan oleh FPI, atau FPI melakukan ritual besar-besaran tolak bala. Bisa jadi masyarakat sekitar juga akan merasa diteror, dan bisa saja memilih untuk mengungsi.

Benarkah jika FPI yang berada di balik kerusuhan akan diberitakan lebih heboh?

Sumber : UC News