OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Sabtu, 28 Juli 2018

Ngebet Jadi Cawapres, AHY Ditolak PKS! Begini Reaksi SBY

Ngebet Jadi Cawapres, AHY Ditolak PKS! Begini Reaksi SBY
 

Foto: www.liputan6.com

10Berita, Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY selaku Ketua Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat sepertinya harus menerima penolakan halus dari Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid terkait niat AHY yang ingin maju dalam pilpres 2019. Seperti dilansir LIPUTAN6 (27/7/2018), Hidayat kembali menelaah posisi yang paling pas untuk AHY. Menurutnya, AHY lebih cocok menjadi menteri terlebih dahulu dibandingkan sebagai capres atau cawapres yang menurutnya terlalu terburu-buru. "Mungkin Beliau jadi menteri dulu, itu kan hal yang lebih mungkin," kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (27/7/2018), dilansir Liputan6.

Foto: www.liputan6.com

Hidayat sangat yakin bahwa Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak akan memaksakan kehendak AHY untuk menjadi cawapres bagi pendamping Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. "Tapi yang utama adalah kami mempertimbangkan pernyataan SBY sendiri yang Beliau katakan tidak memaksakan atau tidak harus Pak AHY," ungkap Hidayat kepada Liputan6.

Foto: www.liputan6.com

Menurut Hidayat, AHY masih muda sehingga perjalanan politiknya masih panjang. Apalagi SBY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat yang adalah ayah AHY juga pasti sudah mengetahui seperti apa karakter dan sikap putranya. Sebelumnnya, SBY menyatakan tak memaksakan nama AHY menjadi calon wakil presiden. Hal ini disampaikan saat bertemu Ketum Gerindra, Prabowo Subianto pada Rabu 24 Juli 2018 lalu.

Foto: www.liputan6.com

Lagi menurut dugaan Hidayat, hal ini dikarenakan kesempatan AHY maju sebagai cawapres bisa terganjal undang-undang, terutama syarat usia bagi capres dan cawapres. Seperti dilansir Liputan6 (27/7/2018), Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu Pasal 169, huruf q tentang persyaratan capres dan cawapres menyebutkan bahwa capres dan cawapres harus berusia paling rendah 40 tahun.

Sumber: www.liputan6.com/news/read/3602055/pks-ahy-sebaiknya-jadi-menteri-saja-dulu?medium=Headline&campaign=Headline_click_1

Cerita Petugas Bersihkan Kali Item: Sampah Berkurang, Bau Masih

Cerita Petugas Bersihkan Kali Item: Sampah Berkurang, Bau Masih

10Berita, Jakarta – Petugas yang kerap membersihkan Kali Item bercerita tentang kondisi kali sebelum dipasangi waring dan sesudahnya. Kata mereka yang membersihkan, bau kerap menyengat ke sekitaran area dekat kali sewaktu waring belum dipasang.

Silitonga (52) petugas UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup mengatakan, dirinya bekerja membersihkan Kali Item sampai aliran Kali Sentiong sejak 2014. Aroma yang tidak sedap dari kali selalu menemaninya sehari-hari.

Kali Item Foto: Eva Safitri/ detikcom

“Sudah dua tahun di sini, ya begini lah namanya kali pasti bau,” ujarnya ketika di temui detikcom di ujung Kali Item Jubilee School, Jalan Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (23/7/2018).

Menurutnya, bau Kali Item kini tidak terlalu menyengat seperti dua tahun lalu. Kini bau hanya muncul ketika ia membersihkan di bawah terik matahari.

“Kalau dulu bau banget, waktu saya pertama kali kerja di sini. Tapi sekarang-sekarang mah sudah nggak terlalu, cuma kalau lagi musim kemarau kaya sekarang nih pasti bau, kalau sore mah biasa,” ucapnya.

Kali Item. Foto: Eva Safitri/ detikcom

Silitonga menjelaskan ia tidak pernah menemukan sesuatu yang aneh ketika bertugas. Namun, terkadang ia mengeruk lumpur yang sangat tebal dan memunculkan bau yang menyengat.

“Nggak pernah sih, saya kan ngambil sampah yang ngambang-ngambang aja yang di permukaan kali doang nggak pernah yang sampai ngeruk ke dalam (kali), paling ya kalau lagi dapet lumpur tebal aja, nah itu suka muncul bau tuh,” tuturnya.

Begitu pun dengan petugas lain Didi mengatakan masih tercium bau di Kali Item. Bau itu hilang ketika pompa air Kali Item digunakan.

“Masih baunya mah, kan saya kerjanya di dalam. Tapi kalau pompa airnya nyala nggak begitu bau sih,” ucapnya.

Kini jelang Asian Games Kali Item ini dipasang waring dari Jembatan Marto sampai Jubilee School. Mereka tidak mengalami kesusahan dalam membersihkan Kali Item meski dipasang waring.

“Enggak

Kali Item. Foto: Eva Safitri/ detikcom

sih, malah enak jalannya kita tinggal tarik doang,” ujar Didi.

Menurut Didi pemasangan Kali Item ini sangat efektif untuk mengurangi sampah. Sampah setelah dipasangkan waring sudah berkurang saat ini.

“Berkurang banget, biasanya kita dapet satu mobil yang ukurannya 3/4 sehari, itu sampe penuh, sekarang ini paling kita dapet dua keranjang, nggak sampai penuh mobilnya,” jelasnya.

Biasanya sebelum dipasang waring jelas Didi orang gampang melempar sampah ke kali. Tapi kini sampah yang dibersihkan hanya berasal dari saluran limbah warga.

“Ya kalau dulu sebelum dipasang (waring) banyak yang asal lempar aja ke kali, sekarang sampahnya cuma dari saluran warga aja,” kataya.

Saat ini jelang Asian Games mereka ditugaskan untuk membersihkan Kali Item secara rutin. Didi dan Silitonga membersihkan Kali Item dijadwalkan pada shift 2.

“Selama Asian Games kita rutin bersihin, biasanya kan kalau lagi banyak aja barubkita bersihin. Saya tiap hari shift dua, dari pukul 12.00- 18.00 WIB,” ujar Didi.
(nkn/nkn)

Sumber :UC News 

Masih Ada Waktu 3 Minggu, Yuk 7 Juta Ummat 212 Bungkam Media Asing Dengan Gotong Royong

Masih Ada Waktu 3 Minggu, Yuk 7 Juta Ummat 212 Bungkam Media Asing Dengan Gotong Royong

www.tempo.co

10Berita, Media asing memang selalu tidak suka dengan Anies Baswedan dan segala kebijakannya. Ketika Anies mengalahkan Ahok pada pilkada 2017 lalu, mereka beramai-ramai memberitakan bahwa banyak unsur sara dalam pilkada tersebut.

Nah, sudah sembilan bulan lebih Anies naik tahta di Jakarta. Secara kebetulan pula Jakarta dan Palembang ditunjuk menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Selama 9 bulan itu pula sesungguhnya Anies punya waktu untuk mempersiapkan agar tidak ada lagi celah bagi media asing untuk menyatakan ketidaksukaan mereka.

www.nst.com.my

Namun ketika ada berita tentang penutupan Kali Item dengan jaring untuk mengurang bau kalai yang kebetulan dekat dengan perkampungan Asian Games ketika pesta olah raga tersebut hanya kurang satu bulan lagi diadakan, berita viral segera merambah ke seantero dunia.

New Strait Times dari Malaysia misalnya saja memberikan judul yang provokatif, yaitu, Jakarta covers up 'stinky, toxic' river near Asian Games village. Mengerikan sekali, kali itu disebut bau dan beracun loh.

Demikian pula Channel News Asia dari Singapura yang konon paling pedas berkomentar.

Bahkan Hawaii Public radio juga ikut menyoroti soal kali yang bau dan banyak kena polusi ini. Disebutkan bahwa sejak awal tahun lalu, Jokowi didampingi gubenur Anies Baswedan sudah mencium bau tak sedap Kali Item ini ketika meninjau pembangunan Kampung Atlet di Kemayoran.

www.tribunnews.com

Namun pertanyaannya, kemana saja kita semua selama 8 bulan atau bertahun-tahun sebelumnya sejak 2014?

Jawabannya mungkin selama ini kita hanya sibuk dengan politik. Yang satu pihak ingin ganti presiden 2019. pihak yang lain juga ingin dua periode.Sehingga masalah kali berbau busuk dan beracun terabaikan selama bertahun-tahun.

Dan yang paling menyedihkan juga adalah ketika komentar banyak datang dari media asing, Anies juga berkilah bahwa masyarakat dan rakyat memang kurang disiplin membuang sampah di kali serta banyak perusahaan yang membuang limbah ke kali.

Bukankah sebagai gubernur, Anies juga memiliki kekuasaan untuk menutup perusahaan atau pabrik yang membuang limbah tersebut kalau memang ada bukti. Hal ini sudah dibuktikan dengan menutup Alexis.

Untung ada Sandiaga yang mengajak warganet untuk membungkam media asing. Sandi memberi contoh Russia yang banyak dikritik media asing namun sukses menggelar Piala Dunia.

Sementara itu, masih ada waktu 3 minggu buat Anies untuk mengerahkan tujuh juta ummat yang mendukungnya agar gotong royong membersihkan kali .

Tahun lalu kita kompak mendukung Anies dengan demo berjilid-jilid, Yuk kita buktikan bisa membantu Anies membersihkan kali dan menutup perusahaan yang membuang limbah .

Kita akan buka jaring penutup pada 16 Agustus 2018 .ketika kali tersebut sudah bersih seperti sungai di Singapura?

Sumber: www.nst.com.my

Gawat Diam-Diam BPJS Mulai Tidak Cover Biaya Persalinan

Gawat Diam-Diam BPJS Mulai Tidak Cover Biaya Persalinan



Sumber ; rumahbpjs.com

 

10Berita, BPJS Kesehatan kini mengalami deficit parah dalam neraca keuangan yang dialami Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJSKes) . Tentu hal ini membuat lembaga BPJS KES melakukan penghematan sana sini yang tentu saja berefek bagi masyarakat miskin.

 Kondisi neraca keuangan BPJS saat ini memang sangat parah dimana dalam situasi keuangan BPJS yang terus merugi. Menurut data laporan keuangan BPJS Kesehatan jika pada tahun 2017 BPJS harus merugi Rp183,3 miliar. Bahkan lebih parah di tahun ini Defisit BJPS, Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar, sampai Mei 2018 saja mencapai Rp4,8 triliun.

Untuk itu Dilansir Tribunnews.com, BPJS mulai mencanangkan untuk berupaya memangkas biaya yang harus ditanggung untuk persalinan. Ketika di tanyakan langsung malah dijawab diplomatis dan terkesan menggantung.Pihak BPJS sendiri memberi keterangan yang menggantung terkait jaminan biaya melahirkan.

Kepala Humas BPJS Kesehatan Nopi Hidayat menyatakan kami tidak membatasi kewenangan fasilitas kesehatan dan profesi dalam memberikan pelayanan medis kepada pasien JKN-KIS. "Namun mempertimbangkan kondisi finansial saat ini, maka BPJS Kesehatan hanya akan menjamin sesuai dengan kemampuannya," demikian jawaban Nopi.

Sumber ;http://www.pasienbpjs.com

Dan penulis perpendapat dan juga sebagai masyarakat tentu membatasi layanan BPJS patut untuk dipertanyakan. Apalagi niat awal untuk mendirikan BPJS tentunya untuk menjamin kesehatan seluruh lapisan masyarakat, kenapa sekarang malah berhitung untung-rugi layaknya perusahaan profit oriented?

Dan hal ini telah menjadi menjadi bukti bahwa asuransi tidak bisa menjadi solusi. Untuk menjamin kesehatan dan kesejahteraan masyarakat pemerintah seharusnya tidak bersikap spekulatif. Negara harusnya hadir sebagai pengayom rakyat memberikan pelayanan terbaik tanpa pamrih.

Sumber : makassar.tribunnews.com/2018/07/19/bpjs-kesehatan-bakal-pangkas-biaya-persalinan-ini-kata-kacab-makassar

Alat Nano Bubble yang Digunakan di Kali Item Ternyata dari Singapura

Alat Nano Bubble yang Digunakan di Kali Item Ternyata dari Singapura

 

10Berita, Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta menjelaskan bahwa alat tersebut diperoleh dari sebuah perusahaan Singapura.

Foto Udara, Kali Item, Kemayoran

Teka-teki dari mana sebenarnya alat nano bubble yang digunakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membersihkan Kali Item akhirnya terjawab. Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Teguh Hendarwan, menjelaskan bahwa alat tersebut diperoleh dari sebuah perusahaan di Singapura.

Teguh menjelaskan, satu unit alat nano bubble dari perusahaan asal Singapura yang sedang digunakan di Kali Item itu bukan sudah dibeli, tapi dipakai secara gratis oleh Pemprov DKI. “Dia menawarkan kepada kami. Jadi itu sebagai sampling untuk promosi dia punya produk,” kata Teguh saat dihubungi kumparanSAINS, Kamis (26/7).

“Tiba-tiba pihak dari sana menawarkan. Dia pernah presentasi juga kepada kami. Nah kita uji cobakan di situ (Kali Item),” lanjut Teguh lagi.

Menurut Teguh, alat nano bubble itu akan dipakai oleh Pemprov DKI Jakarta sampai gelaran acara Asian Games 2018 di Jakarta berakhir. Dan sejauh ini, menurut Teguh berdasarkan hasil pantauan, alat nano bubble itu bersama aerator sangatlah membantu dalam membersihkan air Kali Item.

“Hanya saja memang saya sangat menyayangkan cuma satu alatnya (yang diberikan). Kalau ditaruh sepuluh, mungkin, wah signifikan sekali perubahannya.”

Kali Item, Drone

Di dalam negeri sebenarnya juga sudah ada lembaga yang membuat alat nano bubble seperti itu, yakni Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Sejak 23 Maret lalu, bertepatan dengan Hari Air Sedunia, LIPI sebenarnya telah mengajukan alat nano bubble buatan mereka sebagai alat yang bisa menjadi solusi untuk membersihkan danau atau sungai di Jakarta dengan cara membuat bakteri yang berada di dasar danau bekerja lebih aktif.

Alat ini LIPI namakan sebagai LIPI Ultrafine Bubble Generator (LUTOR). Sayangnya, Pemprov DKI Jakarta tidak mengetahui bahwa LIPI punya alat seperti itu.

“Kan kami ini kan tidak terinformasikan seperti itu. Saya jelaskan, kalau mengacu pada ketentuan, sebenarnya kami lebih mengutamakan komponen lokal dong daripada impor. Karena memang kita tahu sendiri kan apalagi Singapura pasti harganya sangat mahal ya. Nah ini kan baru uji coba. Kami belum ada ikatan kontrak atau apa, tapi secara umum kami lihat dia punya barang gitu,” jelas Teguh.

Teguh menambahkan, jika memang alat nano bubble buatan LIPI itu sudah dikomersialkan, pihak LIPI bisa mengajukannya ke Pemprov DKI Jakarta. “Kalau memang LIPI bisa memberikan kepada kita silakan, kasih surat ke kami, cari waktu, nanti silakan presentasi ke saya dan tim saya,” ujar Teguh.

sungai Sentiong, kali item, Jaring sungai, Wisma Atlet, Kemayoran

Dalam wawancara terpisah, Kepala Balai Pengembangan Instrumentasi LIPI, Anto Tri Sugiarto, mengatakan bahwa alat nano bubble yang dibuat LIPI telah dikomersialkan.

"Namanya LIPI Ultrafine Bubble Generator atau LUTOR, dan alatnya sudah dikomersialkan," ujar Anto kepada kumparanSAINS, Kamis (26/7). "Sebagai produk dalam negeri tentu saja harganya lebih murah dibanding produk luar," imbuhnya.

Anto mengatakan pihak LIPI memang belum pernah menawarkan LUTOR secara langsung kepada pihak Pemprov DKI. Namun menurutnya, alat tersebut sudah beberapa kali dipamerkan dalam acara-acara pameran di Jakarta.

"LUTOR juga sudah digunakan banyak pengusaha tambak di daerah, dan juga LIPI sudah kerja sama dengan KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) untuk memasang LUTOR di Danau Maninjau," tambah Anto.

LUTOR (LIPI Ultrafine Bubble Generator)

Selain cukup efektif untuk membersihkan sungai atau danau, cara penggunaan alat nano bubble juga cukup sederhana, yakni hanya perlu diletakkan pada bagian dasar sungai atau danau. Saat bekerja, alat itu akan mengambil oksigen dari atas permukaan air lalu menyuntikkannya ke dalam air dalam bentuk gelembung-gelembung kecil oksigen.

Keberadaan gelembung nano itulah yang akan membuat jumlah bakteri pengurai limbah di sungai atau danau bisa terus bertambah sehingga upaya pembersihan danau atau sungai, seperti Kali Item, bisa berlangsung lebih cepat.

Sumber : UC News, kumparan.com 

Ini Pesan Perjuangan Habib Rizieq di Pembukaan Ijtima Ulama

Ini Pesan Perjuangan Habib Rizieq di Pembukaan Ijtima Ulama


Habib Rizieq dalam Tabligh Akbar di Ponpes Miftahul Huda Utsmaniyah, Ciamis, Ahad (8/1/2017). Foto: Roman/Jurniscom

10Berita, JAKARTA—Habib Rizieq Sihab memberikan sambutan pada pembukaan ijtima ulama yang digelar GNPF Ulama di Jakarta, Jumat (28/7/2018). Melalui video jarak jauh, Habib menyampaikan apresiasi dengan adanya ijtima ulama.

“Secara khusus kita sampaikan apresiasi kepada GNPF Ulama,” kata Habib Rizieq. Ia menekankan bahwa ijtima ulama digelar untuk membahas persoalan bangsa di berbagai bidang seperti hUkum, politik, ekonomi dan keumatan.

“Melalui ijtima ini kita berharap memperkuat barisan umat menuju Indonesia berkah. Saya menyerukan agar ijtima mendorong sekuat tenaga untuk menyatukan partai- partai politik yang selama ini berjuang bersama umat melawan tirani kezaliman,” tambahnya.

Habib Rizieq berharap umat merangkul erat partai-partai pendukung umat dan terbuka kepada partai lain yang ingin bergabung memikirkan umat.

“Ayo kita satukan  koalisi umat untuk NKRI, Pancasila, dan UUD 1945.Ayo kita satukan mereka dalam gerakan perjuangan melawan komunisme, liberalisme, islam pobia. Ayo duduk bersatu, kedepankan kepentingan bangsa negara dan agama,” tegasnya.

Seperti diketahui, Ijtima Ulama digelar GNPF MUI di Jakarta selama 3 hari (27-29/7/2018). Nampak hadir ratusan tokoh agama dari berbagai daerah se-Indonesia dan juga tokoh politik seperti Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Habib Salim Segaf Al Jufri, Zulkifli Hasan, Yusril Ihza Mahendra, Fadli Zon, dll.

Rencananya, akan ada rekomendasi capres setelah musyawarah ijtima ulama.

Sumber :Jurnal Islam 

Anies Baswedan: Ijtima Ulama Akan Jadi Sejarah Baru Indonesia

Anies Baswedan: Ijtima Ulama Akan Jadi Sejarah Baru Indonesia

10Berita , Jakarta – Jakarta telah berulang kali menjadi saksi sejarah perjalanan bangsa. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional akan menjadi sejarah baru bagi Indonesia.

Anies menyampaikan kalimat sambutan dalam pembukaan Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional. “Sebagai kota yang ketempatan untuk Ijtima saya menyampaikan rasa syukur kota ini manjadi tempat di mana sejarah kembali akan terukir,” kata Anies di Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta, Jumat (27/07/2018).

Jakarta, kata Anies, telah berulang kali menjadi saksi sejarah Indonesia. Pada tahun 1928 dan 1945 tokoh-tokoh pendiri bangsa dari berbagai wilayah Indonesia berkumpul di Jakarta untuk memikirkan kehidupan bangsa.

Situasi itu hari ini kembali terulang di Jakarta, ketika ulama dan tokoh nasional berkumpul dalam Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional. “Semua datang untuk memikirkan masa depan Indonesia, seperti para pendiri bangsa ini,” kata Anies.

“Mudah-mudahan hari ini kita menyaksikan akan ada sejarah baru untuk Jakarta dan Indonesia,” imbuhnya.

Dia berharap apa sejarah yang tercipta dalam Ijtima ini akan dikenang oleh anak cucu di masa mendatang. Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional juga diharapkan akan membangkitkan persatuan bangsa dan umat.

“InsyaAllah Ijtima ini akan menghasilkan keputusan yang berharga untuk bangsa,” pungkasnya.

Ijtima yang diinisiasi oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF) akan berlangsung pada 27-29 Juli 2018 di Hotel Menara Peninsula. Acara itu akan diikuti oleh ratusan ulama dan tokoh nasional seluruh Indonesia

Sumber :Kiblat.

Mengupas TUNTAS Jawaban dari "Mengapa Harus Anies Baswedan?"

Mengupas TUNTAS Jawaban dari "Mengapa Harus Anies Baswedan?"


10Berita, Anies dianggap fenomenal. Mirip Jokowi di tahun 2012 saat cagub DKI. Hanya saja, Anies lebih alami dan track record-nya lebih terukur. Rektor, menteri, dan gubernur. Banyak pihak yang mengapresiasi kerja dan prestasi Anies ketika menduduki tiga jabatan itu.

Jika Jokowi di 2012 dianggap sebagai antitesa Fauzi Bowo yang terkesan elitis, maka Anies, Inisiator Indonesia Mengajar ini dikenal publik sebagai antitesa Jokowi. Pidato Anies tentang pribumi seolah menjadi kekuatan dan pilihan nasionalismenya. Ini posisi yang dipahami oleh publik berbeda, bahkan berseberangan dengan Jokowi yang cenderung diasumsikan proasing dan aseng.

Penyegelan reklamasi beberapa waktu lalu dianggap sebagai salah satu bentuk konsistensi Anies atas narasinya tentang pribumi. Reklamasi adalah proyek berbau aseng dengan semua proses hukum yang terbukti sarat manipulasi. Karenanya, proyek raksasa ini ditutup.

Anies semakin jelas posisinya sebagai ancaman bagi Jokowi ketika mengalami sejumlah sikap tidak elegan dari sekelompok orang yang diduga identitasnya sebagai para pendukung Jokowi. Mulai dari teriakan di pesta pernikahan putri Jokowi, penghadangan di GBK, sampai seruan huuuu di istana Bogor.

Puncaknya, lahir PP No 32 Tahun 2018 tentang syarat adanya izin presiden bagi kepala daerah (termasuk gubernur) yang ingin maju jadi capres atau cawapres. Terbit hanya beberapa minggu sebelum pendaftaran. Publik memandang, ini upaya nyata penjegalan terhadap Anies.

Anies berpotensi mengancam posisi Jokowi di pilpres 2019. Sejarah Jokowi nyapres saat menjabat gubernur DKI 2014 seolah memberi jalan lapang buat Anies untuk nyapres. Apalagi perolehan suara Anies di Pilgub DKI tahun 2017 3,3 juta. Lebih besar dari perolehan Jokowi di Pilgub DKI tahun 2012, yaitu 2,4 juta.

Apakah Anies akan nyapres di 2019 ini? Anies ingin fokus selesaikan tugas di Jakarta. Tapi, ada dorongan sedemikian kuat dari sejumlah ulama, akademisi, dan aktivis yang menginginkan Anies maju di pilpres 2019.

Sejumlah deklarasi di berbagai wilayah untuk dukung Anies nyapres adalah bukti adanya dorongan kuat itu. Fenomenannya mirip Jokowi di 2014. Jika kader PDIP membuat narasi Megawati Ketuaku, Jokowi Presidenku, maka para ulama, akademisi dan aktivis itu menyuarakan Prabowo Pahlawanku, Anies Presidenku

Kenapa harus Anies? Sebab, Anies dianggap sebagai jawaban alternatif terhadap kekecewaan rakyat terhadap Jokowi. Hanya 44,10 persen yang menginginkan Jokowi lanjut. 47,90 persen ingin presiden baru. Jauh lebih banyak.

Pertama, komitmen Anies untuk mengangkat martabat pribumi dalam program DKI, khususnya terkait Pasar tanah Abang, Abang Becak, dan Tukang Ojek di Jalan Tamrin dipandang sebagai harapan kembalinya keberpihakan terhadap orang-orang kecil yang selama ini terpinggirkan secara struktural. Ini sesuatu yang nampaknya remeh. Tapi, semangatnya memilih untuk bersama dengan kepentingan wong cilik tidak bisa dipandang sebagai sesuatu yang kecil.

Begitu juga dengan penjualan saham bir milik Pemprov DKI. Ini sebuah bentuk menunaikan aspirasi penduduk Jakarta yang hampir 90 persen punya agama yang mengharamkan bersentuhan dengan segala hal yang berkaitan dengan bir.

Contoh besarnya adalah penutupan reklamasi. Ini adalah bentuk nyata pembelaan terhadap para nelayan sebagai representasi masyarakat miskin dan pinggiran. Ini keputusan spektakuler karena high' risk. Langsung berhadap-hadapan tidak saja dengan taipan, tapi juga dengan penguasa.

Kedua, soal komitmen hukum. Anies adalah sosok yang dalam mengambil setiap keputusan mendasarkan kepada hukum yang berlaku. Karena itu, Anies tak ada beban masa lalu, karena semuanya dilakukan dalam koridor hukum.

Rahasia di balik keberhasilan Anies menghentikan Alexis dan menutup reklamasi, adalah karena keduanya sarat pelanggaran hukum. Penutupan sebagai langkah penegakan hukum yang selama ini tumpul terhadap orang-orang berduit yang punya akses kekuasaan.

Di sisi lain, penguasa saat ini "dikesankan" represif dan "diduga" menggunakan hukum sebagai alat mematikan lawan-lawan politiknya. Istilah kriminalisasi menjadi sangat populer di era kepemimpinan sekarang.

Status WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK yang didapat oleh Pemprov DKI dalam enam bulan pascapelantikan Anies adalah bukti nyata adanya komitmen hukum Anies. Di era Jokowi, Ahok, dan Djarot, Pemprov DKI belum pernah mendapatkan status WTP.

Ketiga, Anies diasosiakan publik sebagai sosok yang smart. Baik konsep, narasi, maupun kinerjanya. Identifikasi ini tidak melekat di diri Jokowi. Dalam konteks pendidikan, Anies lulusan S3 dengan gelar doktor, dan Jokowi lulusan S1 jurusan kehutanan. Tapi, bukan semata-mata faktor pendidikan seseorang teridentifikasi smart. Namun, pendidikan, selain pengalaman, memberi kontribusi signifikan terhadap kamampuan seseorang memimpin. Perbedaan ini bisa dibayangkan ketika ada debat antara Jokowi vs Anies di pilpres nanti.

Keempat, kesantunan dan sikap humble sebagai pola komunikasi politik Anies diprediksi mampu meredam konflik rakyat yang berlarut-larut selama ini. Dari 40 persen-an yang tidak memilih Anies di Pilgub DKI 2017, hanya tersisa 5-6 persen yang belum menerima kepemimpinan Anies. Ini bukti kemampuan Anies dalam komunikasi politik. Kemampuan Anies menyapa dan mengajak bicara lawan politik menjadi faktor penting untuk menyatukan keterbelahan sosial yang selama ini terjadi.

Setidaknya, empat faktor ini yang membuat panggung Anies semakin efektif dan mampu menjadi faktor magnetik rakyat mengapresiasi. Apresiasi itu bisa dilihat dari hasil survei. Median hanya mengangkat tiga sosok potensial untuk nyapres, yaitu Jokowi, Prabowo, dan Anies.

Anies benar-benar akan jadi alternatif jika Prabowo tak mendapatkan tiket partai untuk maju. Suara Gerindra tak cukup. Sementara, belum ada tanda-tanda keseriusan partai yang bersedia koalisi jika calonnya masih tetap Prabowo. Di tengah kebuntuan koalisi ini, Anies paling potensial jadi alternatif. Prediksi survei, hanya Anies yang diprediksi paling berpotensi dan berpeluang jadi lawan seimbang Jokowi. Tidak yang lain.

Jakarta, 27 Juli 2018

Penulis: Tony Rosyid

Sumber :PORTAL ISLAM 

Hamas Bersumpah Akan Balas Kematian Tiga Pejuangnya

Hamas Bersumpah Akan Balas Kematian Tiga Pejuangnya

 Pemakaman pejuang Hamas di Jalur Gaza. Nampak Pemimpin Hamas Ismail Haniyah turut menggotong pejuang Al-Qassam yang gugur oleh tembakan penjajah Zionis pekan ini. (Foto: Mohammed Asad/Middle East Monitor)

10Berita,  GAZA  Hamas bersumpah akan membalas kematian tiga pejuangnya. Tiga pejuang Brigade Izzuddin Al-Qassam—sayap militer Hamas—jadi sasaran pembunuhan penjajah Zionis “Israel” di Jalur Gaza yang terkepung pekan ini.

“Kami akan membalas darah para syuhada kami,” kata anggota senior Hamas Fathi Hammad dalam pidato saat pemakaman pejuang Al-Qassam tersebut, lansir Middle East Monitor, Jumat (27/7/2018).

“Kami memberitahu negara-negara Arab dan Islam, jangan tinggalkan Gaza sendirian. Kami tidak ingin air mata dari negara-negara Arab dan Islam, kami ingin senjata Anda,” katanya.

Pada hari Rabu (25/7/2018) lalu, tiga anggota Brigade Al-Qassam gugur oleh tembakan artileri pasukan penjajah “Israel” di timur Kota Gaza. (S)

Sumber: Middle East Monitor, Salam Online.

Jumat, 27 Juli 2018

Mesir Gagal di Piala Dunia Lalu, Mengapa Ikhwanul Muslimin yang Disalahkan?

Mesir Gagal di Piala Dunia Lalu, Mengapa Ikhwanul Muslimin yang Disalahkan?

10Berita,
As-Sisi (berjas) berjabat tangan dengan bintang sepak bola Mesir, Mohamad Salah. (Aljazeera)dakwatuna.com – Kairo. Tampil mengecewakan di ajang Piala Dunia 2018 lalu, Presiden Asosiasi Sepak Bola Mesir (EFA) Hany Abo Rida menangkis kritikan terhadap permainan buruk timnya dengan menyalahkan Jamaah Ikhwanul Muslimin. Tim Firaun tak dapat berbuat banyak dalam ajang tersebut, dan mengalami tiga kekalahan pada fase grup.

Melalui komentarnya di surat kabar Al-Watan, Abo Rida enggan menjelaskan bagaimana organisasi Islam itu berperan dalam kekalahan 3-1 Mesir atas Rusia, atau merinci bagaimana organsasi yang tengah dilarang itu berkomplot untuk kekalahan melawan Arab Saudi di pertandingan terakhir fase grup.

Sejak Abdul Fattah As-Sisi merebut kekuasaan di Mesir melalui kudeta militer 5 tahun lalu, ketidakmampuan menstabilkan negara dan serangkaian kegagalan dalam kebijakan mewarnai negara tersebut. Komentar lucu Abo Rida terhadap kinerja timnya yang mengecewakan sejalan dengan rezim As-Sisi yang selalu menjadikan para lawan politiknya sebagai kambing hitam dalam setiap kegagalan yang ia buat.

Segera setelah kekalahan tim mereka di Rusia, Mesir diam-diam memperingati lima tahun kekerasan untuk mengakhiri masa revolusi menggulingkan Presiden Husni Mubarak 2011 silam. Didukung dengan demonstrasi massa, As-Sisi memimpin kudeta militer pada Juli 2013 untuk menggulingkan pemerintahan Ikhwanul Muslimin.

Berikutnya, pembunuhan massal, pemenjaraan puluhan ribu warga sipil dan penghilangan ratusan orang mewarnai hari-hari di Mesir. Situasi ekonomi Mesir juga semakin memburuk sejak kudeta, di tengah korupsi yang meluas, pencabutan subsidi krusial, dan inflasi besar-besaran.

Kebebasan pers dan hak bagi aktivis masyarakat sipil untuk menyuarakan oposisi benar-benar padam. Hukum bahkan diloloskan untuk melarang kegiatan pendukung klub sepakbola, yang sekarang dianggap sebagai kelompok teroris.

Mohamed Aboutrika, pemain legendaris dan pemenang dua gelar Piala Afrika untuk Mesir, menjadi salah satu target As-Sisi. Pejabat Rezim menyita aset Aboutrika dan menambahkannya ke daftar teroris karena diduga mendukung Ikhwanul Muslimin.

Di tengah krisis ekonomi yang tak tertahankan dan penindasan yang berkelanjutan, lolosnya Mesir ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1990 adalah kesempatan langka dan kebahagiaan nasional. Bisa ditebak, As-Sisi berusaha mengeksploitasi penampilan timnya di panggung global untuk meningkatkan dukungan bagi rezim. Namun, tampaknya ia tak dapat mewujudkan ambisinya tersebut. (whc/)

Redaktur: William Ciputra

Sumber : dakwatuna