OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Senin, 12 Maret 2018

Belajar Ketahanan Pangan Dari Nabi Yusuf as

Belajar Ketahanan Pangan Dari Nabi Yusuf as


10Berita -“Yusuf berkata: Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan.” (QS. Yusuf: 47)

Penjelasan Ayat ini adalah bagian dari kelebihan Nabi Yusuf AS yang mampu menakwilkan mimpi sang raja, dimana akan datang masa paceklik panjang selama 7 tahun, maka untuk menghadapi itu kalian agar bertani gandum selama tujuh tahun berturut-turut dan sungguh-sungguh. Kemudian, ketika menuai hasilnya, simpanlah buah itu bersama tangkainya. Ambillah sedikit saja sekadar cukup untuk kalian makan pada tahun-tahun itu dengan tetap menjaga asas hemat.”

Ayat Al Quran ini sejalan dengan apa yang ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern bahwa membiarkan biji atau buah dalam tangkainya saat disimpan akan mampu mengawetkan dan mencegah kebusukan lebih lambat. Bahkan lebih dari itu, bulir dalam tangkainya itu akan tetap memelihara zat-zat makanan secara utuh dan lebih tahan lama
Dan ternyata dengan cara inilah leluhur bangsa kita bisa memiliki kekuatan kedaulatan pangan. Di kampung adat Ciptagelar, saya sempat disuguhi makan dengan beras dari gabah yang sudah berusia lima tahun, ungkap Kang Eep dalam sebuah blog nya.

Dahulu sewaktu saya kecil, ayah saya memanen padinya dengan cara menggunakan étém (ani-ani). Saya paling suka melihat saat ayah saya “mangkek” (mengikat) tangkai-tangkai padi dengan tali bambu. Sayangnya kami saat itu tidak punya leuit (lumbung) padi, jadi ayah saya menyimpannya di goah (gudang pangan) di rumah.

Namun sekarang tidak demikian, padi dirontokkan langsung jadi gabah, dijemur, dan kemudian digiling jadi beras. Prosesnya tidak terlalu lama dari sejak dipanen (kang eep).


Beras kemudian disimpan di gudang. Tak lama kemudian, kutu dan jamur mulai hadir, setelah 6 bulan, beras yang digudang pun dibersihkan kembali, disemprot pengusir kutu, dan diputihkan kembali. Sangat jauh kualitasnya dibandingkan beras yang baru digiling, sambung kang eep,

Tukang Dongeng Pertanian.

Bila kita tarik pembahasan ini dalam forum kajian Geopolitik, maka ayat Al Qur’an Surah Yusuf diatas seolah membedah informasi bahwa ada tata kelola pangan kita yang salah, yang menyebabkan kita terjebak menjadi negara yang tak memiliki kedaulatan pangan.

Ketika kedaulatan pangan sebuah negara telah rontok, otomatis rakyat telah tergadai. Inilah potret kolonialisme gaya baru yang berjalan senyap.

Kendalikan minyak, maka anda akan mengendalikan negara, kendalikan “pangan” (food) maka anda akan mengendalikan rakyat”. Tutur Henry Kissinger, mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat.

Hari ini yang terjadi adalah gabah dari petani langsung dijual, dikeringkan, digiling jadi beras, agar cepat dijual, dapat uang, beli motor, beli ponsel, beli pulsa, beli quota internet, yang mahalnya ga ketulungan.

Alangkah sedihnya, jika saya ingin membeli sebuah iPad, saya harus menjual hasil singkong saya tidak kurang dari 1 hektar setelah saya tanam selama 9 bulan jelas kang eep, pemilik situs “ciletuhpalabuhanratugeopark” ini.

Asas berhemat, mungkin saat ini sudah sulit ditemukan, belum lagi adanya sistem Greedy (memilahkan jenis beras berdasarkan grade) yang menyebabkan hancurnya nilai spiritual dan nilai-nilai kearifan leluhur (Kang Eep).
Indonesia ini sejatinya memiliki peluang besar menjadi pemain handal di kawasan Asia Pasifik bahkan dunia. Mengapa?

Karena Indonesia memiliki peluang sebagai negara lumbungnya raw material dunia, syurga investasi di segala bidang. Semua sarana dan prasarana power ekonomi ada di Indonesia,

Namun sayang, karena kita telah terjebak mekanisme ekonomi liberalisme, maka kita justru terjebak dengan tata kelola aturan yang secara tidak sadar menghancurkan food security [kedalatan pangan]dan energy security [jaminan pasokan dan ketahanan energi]bangsa kita sendiri (M Arief Pranoto)

Ada pergeseran bentuk penjajahan baru dari era militer ke penjajahan terselubung yang berjalan senyap di negara ini tetapi kita tak menyadarinya.

Bulog misalnya, seperti telah di-“mandul”-kan sehingga hampir tidak ada kedaulatan pangan, buktinya? Apa yang dibeli oleh Bulog dari petani berupa gabah, namun ketika Pemerintah mengambil kebijakan Impor dari luar negeri, ternyata Bulog malah belinya beras, hal yang sangat menyakitkan hati kaum petani.

Sistem yang dikendalikan sepenuhnya oleh kebijakan ekonomi Liberal Asing ini hanya menciptakan ketergantungan negara kita kepada negara lain dalam hal food and energy security”. Inilah agenda Silent invansion. Penjajahan gaya baru melalui penjajahan ekonomi.

Uniknya kolonialisme gaya baru ini tanpa letusan peluru, namun negara dan rakyat telah tergadai oleh sistem global, dan kita tak menyadari bahwa kita telah terjajah (M Arief Pranoto).

Bahkan bukan hanya beras, berbagai kebutuhan pokok sembako semacam singkong, kedelai, tembakau, ikan asing, garam, jagung, dll pun kian meluas kuota impornya, padahal note bene bahan-bahan dimaksud sangat berlimpah di negeri ini. Hingga kita ibaratnya tikus mati di dalam lumbung padi

Seolah-olah mengikuti aturan-aturan main serta mekanisme yang berlaku di dunia Internasional, sementara skema ekonomi neoliberalisme semakin kuat tertancap di Negeri ini.

Pertanyaan sederhananya,” siapa yang diuntungkan dengan mekanisme aturan tersebut?” Siapa lagi kalau bukan para cukong dan korporasi pemegang kendali kapitalisme global (M Arief Pranoto).

Berkaca dari uraian surah Yusuf tersebut diatas, bahwa “apa yang kita tuai hendaknya di biarkan dalam dibulirnya kecuali sedikit untuk kita makan”. Hal ini mengingatkan kita, bahwa ada mekanisme yang salah dalam tata kelola kita selama ini.

Kebijakan membeli beras lalu menyimpannya dalam bentuk beras seperti yang umumnya dilakukan oleh Bulog bukan hanya merugikan petani, tetapi lebih dari itu, kebijakan itu juga berdampak mengkerdilkan kedaulatan pangan di negeri kita sendiri.
Salam..

Penulis: Bakar Bamuzaham, Reearch Associate Global Future Institute (GFI)

Sumber : Eramuslim

BUKAN HOAX, Ust Abdul Rahman Ceritakan Detik-detik Penyerangan Atas Dirinya

BUKAN HOAX, Ust Abdul Rahman Ceritakan Detik-detik Penyerangan Atas Dirinya


10Berita, Ustadz Abdul Rahman (53) menceritakan detik-detik dirinya ditusuk oleh perempuan inisial V di Masjid Darul Muttaqin, Sawangan, Depok. Dia ditusuk setelah selesai mengucapkan takbiratul ihram.

Awalnya, Abdul didatangi oleh perempuan itu pada malam hari sebelumnya. Saat itu pelaku masuk ke rumah Abdul namun pintu tak dibuka.

“Jam setengah 12 masuk ke rumah, sampai depan pintu, ngetuk. Sama istri saya nggak dibukain, orang nggak Assalamualaikum, nggak apa. Akhirnya keluar lagi (pelakunya),” kata Abdul saat ditemui di rumahnya, di Sawangan, Depok, Minggu (11/3/2018).

Abdul lalu dibangunkan oleh istrinya karena ada yang mengetuk pintu. Dia langsung keluar mengecek untuk memastikan kondisi rumahnya aman.

“Istri saya bangunin, pak ada orang, saya masuk. Tapi pintu depan nggak ditutup. Jangan-jangan orang jahat, pikiran saya. Saya susul keluar, lihat sepi nggak ada apa-apa, aman,” ujarnya.

Tak lama berselang, pelaku kembali mendatangi rumah Abdul. Dia sempat mengatakan ada keperluan untuk bertemu dengan Abdul. Namun tak digubris sebab waktu telah menunjukkan larut malam.

“Kira-kira setengah, jam 12 lewat dikit. Saya ngggak lihat jam lagi. Dia ngomong ‘Pak saya ada perlu,’ (saya jawabI) ‘ah nggak usah. Datang dari luar gerbang. Kan nggak bisa masuk dia ngomong ‘pak saya ada perlu’. Berarti dia kan sadar. Memang tujauannya ngancam. Sadar. Ya sudah pulang-pulang, saya suruh pulang. Saya tutup pintu,” ujarnya.

Saat waktu salat subuh tiba, Abdul bergegas ke masjid bersama anaknya. Abdul tak berpikir sama sekali soal kejadian yang dialaminya pada malamnya.

“Saya berangkat bangunin anak saya Kiki, ‘bangun salat’. Begitu sampai ke masjid anak saya ke tempat wudhu, saya langsung masuk shaf pertama, barisan pertama di pojok,” imbuhnya.

Salat subuh saat itu baru dimulai. Saat Abdul mengucapkan takbiratul ihram, dia mendengar teriakan anaknya yang baru keluar dari tempat wudhu.

Abdul langsung menengok ke arah belakang dan pisau sudah berada di depan mukanya. Seketika pisau itu melukai bagian rahangnya.

“Memang sengaja mau ke leher. Saya nggak tahu dia rencana apa. Pas saya belok gini. Dia meletot,” tuturnya.

Sadar dirinya sedang diserang, Abdul kemudian membela diri. Dia mencoba untuk melumpuhkan perempuan tersebut.

“Saya pukul dia, saya berantem, saya jatuhin, bagaimana dia supaya jatuh, saya nggak kasih kesempatan dia buat melawan soalnya dia bawa pisau. Kalau saya diemin, dia malah berleluasa. Saya pukul mukanya badannya. Seadanya saya mukul, saya mukul. Saya ngyak kasih kesempatan,” ucapnya.

Abdul yang saat itu salat di pojok kanan barisan pertama memukul mundur V sampai ke tengah masjid. V akhirnya jatuh dan pisaunya bisa diamankan.

“Kira-kira 5 menit, baru jatuh, saya jatuh dia jatuh, baru pisaunya keluar. Lalu saya ambil,” paparnya.

Jemaah yang sedang salat subuh seketika berhenti. Mereka kaget melihat darah bercucuran dan perempuan tersebut membawa pisau.

Abdul akhirnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Sementara pelaku saat itu langsung diinterogasi oleh warga.

“Kejadian di dalam masjid saya nggak tahu lagi. Mungkin jemaah yang lain tahu. Saya di rumah sakit sudah, saya minta ke rumah sakit,” terangnya.

Pelaku saat ini telah dibawa polisi ke RS Polri untuk menjalani tes kejiwaan. Polisi juga telah menggeledah rumah pelaku dan mengamankan sejumlah barang bukti

“Tadi pagi langsung kita geledah rumah pelaku kemudian kita temukan beberapa catatan-catatan,” ujar Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana kepada detikcom, Minggu (11/3).

Sumber: detik.com

Postingan ust Salim A Fillah dihapus Instagram, Ternyata isinya begini

Postingan ust Salim A Fillah dihapus Instagram, Ternyata isinya begini

10Berita, Postingan ustadz Salim A. Fillah mendadak dihapus oleh instagram padahal baru kemarin sore diunggah 11/3/2018.

ust Salim sebelumnya juga sudah menyinggung dan menduga kalau postingan tersebut bakal dihapus, bahkan ia memention ustadz Felix Siauw yang juga pernah mengupload gambar serupa.

“Postingan seperti ini biasanya dihapus pemilik media, seperti pada unggahan shifu @felixsiauw misalnya, tapi baiklah kita tungg saja” tulisnya.

Inilah postingan ust Salim yang dihapus itu:

Sayangnya kemarin moslemcommunity belum sempat mengcopy tulisan yang diunggah ustadz Salim.

Tapi tak mengapa, screenshot tersebut diunggah kembali oleh beliau di instagram.

simak baik-baik ya…

Nah kalau kalian mau lihat komentar-komentar warganet bisa langsung saja lihat di sini, semoga yang ini juga gakdihapus ya hehehe.

Sumber: moslemcommunity

Auratmu Dosaku

Auratmu Dosaku


Foto: Aldi/Islampos

Oleh: Ustaz Felix Y Siauw

10Berita, SEBEBAS-bebasnya manusia, pasti akan ada batasnya, artinya kita tidak bisa bebas sebebas-bebasnya. Malah sebenarnya kebebasan itu pasti ada aturannya

Misal seseorang mengatakan, “Saya bebas, saya boleh berbuat apa saja, tidak boleh ada aturan melarang saya”, dengan bilang begitu, dia sudah melanggar dua kebebasan

Yang pertama, dia melanggar kebebasan orang lain. Yang kedua, dia membuat aturan, agar kebebasan tidak dilarang. Artinya kebebasan pun harus punya aturan

Misalnya, seorang karyawan bebas melakukan apa saja, asal diluar jam kantor. Atau seorang Muslimah bebas membuka aurat, asal di depan mahramnya, atau yang berhak

Jadi tidak ada kebebasan sebebas-bebasnya. Artinya kalau ada yang mengatakan, “Aurat-aurat saya, dosa-dosa saya, maka bebas saya umbar”, ini pun aneh

Mengapa? Karena yang lain juga punya mata, bebas untuk mengarahkan pandangan, juga punya lisan, bebas untuk memberi masukan ataupun nasihat

Dan masalahnya lagi, bila semua orang dibiarkan membuat aturan untuk melindungi ‘kebebasan’ dirinya sesuai tafsirnya masing-masing, maka kacaulah kehidupan

Maka aturan ini harusnya bukan datang dari manusia, tapi dari yang Mahatahu, yakni Allah. Itulah logika sederhana di dalam Islam, Allah Mahatahu, Allah tentukan aturan

Bila sudah berada dalam aturan Allah, dalam ketaatan, itulah kebebasan hakiki. Karena mau tidak mau kita itu terikat dengan konsekuensi dalam kehidupan

Bagi yang meyakini hidup selepas mati, dan meyakini Allah. Inilah kebebasan. Maka Muslimah yang sejati, merasakan kebebasan sekaligus kebahagiaan dalam hijabnya

Menjadi wanita berkelas tidak ditandai dengan mengumbar aurat, kalau mengumbar aurat tanda berkelas, maka di Taman Safari kelasnya paling tinggi, begitu kiranya

Jadi dalam Islam, auratmu bisa jadi dosaku. Maka tugasku untuk memuliakan dirimu dengan memintamu menutup aurat. Ini kemuliaan dalam Islam yang tak diatur yang lain

Islam memuliakan wanita sesuai fitrahnya, sementara yang namanya feminisme itu malah menjauhkan wanita dari fitrahnya, alhamdulillah Islam cukup bagi kita. []

Sumber :Islampos 

SPN akan Segera Deklarasikan Gatot Nurmantyo sebagai Capres

SPN akan Segera Deklarasikan Gatot Nurmantyo sebagai Capres


Foto: Rakyat Jakarta

10Berita, JAKARTA—Ketua Relawan Selendang Putih Nusantara Rama Yumatha mengatakan akan mendeklarasikan Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai calon presiden yang akan berlaga dalam Pilpres 2019 mendatang.

“Insya Allah (akan segera deklarasi),” ujar Rama, Sabtu (10/3/2018).

Rama menuturkan tim relawan masih belum menetapkan tanggal pasti pendeklarasian itu.

Mereka pun masih belum memastikan lokasi deklarasi itu, tapi kegiatan tersebut akan dilakukan di Jakarta.

“Setelah (Gatot) pensiun, kami akan bahas deklarasi secepatnya dan kami integrasikan,” kata Rama. Ia pun menyebut gerakan SPN masih gerakan senyap.

Saat ini, kata dia, relawan tengah menjalin komunikasi dengan sejumlah partai politik mengenai peluangnya mengusung Gatot.

“Dua partai yang sudah berkomunikasi adalah PKS dan PAN. Dalam waktu dekat ini akan bertemu Demokrat dan PKB,” ujarnya.

Rama menuturkan, selain dengan relawan, dia berharap deklarasi pencapresan Gatot nantinya bisa dihadiri partai-partai yang sepakat mencalonkan Gatot.

“Kalau sudah sepakat nanti bersama partai, besar-besaran di Jakarta,” ujarnya.

Relawan Selendang Putih Nusantara adalah kelompok relawan yang mendukung Gatot Nurmantyo untuk maju sebagai capres. Mereka mengklaim sebagai tim yang beroperasi secara mandiri. []

SUMBER: TEMPO

Gerindra: Rakyat Sendiri Banyak Yang Nganggur, Ngapain Permudah Pekerja Asing?

Gerindra: Rakyat Sendiri Banyak Yang Nganggur, Ngapain Permudah Pekerja Asing?


10Berita – Anggota Komisi IX DPR RI Putih Sari Taslam mengkritik kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) ke Indonesia.

Kemudahan masuknya TKA ini tak ubahnya seperti menggelar karpet merah untuk menyambut kedatangan tamu istimewa.

Politisi dari Fraksi Partai Gerindra ini mengatakan, bahwa kebijakan Pemerintah bagi TKA ini sangat kontraproduktif dengan kondisi tenaga kerja nasional yang masih tinggi tingkat penganggurannya. Belum lagi keberadaan TKA khususnya asal China dapat mengancam tenaga kerja lokal.

“Alih-alih penyederhanaan izin TKA akan memperlancar investasi dan menciptakan lapangan kerja, yang terjadi justru bisa sebaliknya menjadi masalah baru,” ujar Putih Sari, di Jakarta, Ahad (11/3).

Seperti diketahui, Presiden Jokowi meminta agar izin pekerja asing yang hendak masuk ke Indonesia dipermudah. Tak hanya itu, sebuah Peraturan Presiden (Perpres) akan disiapkan untuk menyederhanakan aturan-aturan mengenai TKA di semua kementerian dan lembaga. Artinya, tak ada lagi kerumitan saat TKA hendak mengurus izin bekerja di Indonesia.

Putih Sari pun mempertanyakan teguran Presiden Jokowi yang terlalu berlebihan terhadap Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dan Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM lantaran beberapa kali melakukan sweeping terhadap TKA. Dengan alasan hal tersebut menimbulkan ketidaknyamanan dari para pengguna TKA.


“Sudah seharusnya Kemenaker dan Dirjen Imigrasi melakukan sweeping karena dari pengalamaan selama ini, itu cara pengawasan yang paling efektif untuk mengetahui keberadaan TKA. Apakah sesuai dengan jabatan keahliannya atau tidak, dokumen kerjanya legal atau tidak dan sebagainya,” tegas Anggota DPR dari daerah pemilihan Jawa Barat ini.

Menurutnya, sejak tahun 2015, Pemerintahan Presiden Jokowi telah mempermudah TKA bekerja di Indonesia. Di antaranya dengan menghilangkan syarat kemampuan berbahasa Indonesia dalam proses perizinannya, serta menghilangkan syarat rasio jumlah TKA dengan tenaga kerja lokal.

Berikut juga dengan alasan untuk memudahkan investasi sudah ada ketentuan yang mengatur bahwa TKA bisa masuk ke Indonesia untuk keahlian tertentu dan posisi-posisi tertentu di jajaran manajerial.

“Kenyataannya apa? Permasalahan yang kerap muncul adalah tidak digunakannya izin kerja dan izin tinggal sesuai dengan peruntukannya. Sudah banyak temuan-temuan TKA yang bekerja sebagai buruh kasar. Penemuan TKA asal China tanpa dokumen resmi di sejumlah daerah seperti Bogor, Gresik, Konawe-Sulewesi Tenggara, Morowali Sulawesi Tengah dan daerah lainnya mengindikasikan keberadaan TKA ilegal asal Tiongkok telah menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia,” paparnya.


Dirinya mengaku, masuknya TKA ke Indonesia memang suatu keniscayaan di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan liberalisasi pasar ASEAN dengan China, serta meningkatnya investasi China di Indonesia di sektor pertambangan dan infrastruktur.

Hal itulah yang membuat Pemerintah merasa tak perlu khawatir atas keberadaan mereka. berdasarkan data resmi, jumlahnya dianggap masih kecil. Alasan Menaker, Hanif Dhakiri, paling lama bekerja 6 bulan dan tidak ada yang jadi buruh kasar.

Namun, Putih Sari melanjutkan, Pemerintah tak bisa hanya berdasar data resmi untuk membantah keberadaan banyaknya pekerja China. Karena kalau dasarnya yang mengurus ijin resmi di Kemenaker atau Dinas Imigrasi, pasti tidak akan mengkhawatirkan.

Faktanya, kata Putih Sari, terjadi berbagai pelanggaran terkait penyalahgunaan izin kerja mereka modusnya cantumkan posisi tenaga ahli, seperti Mechanical Engineering atau manajer Quality Control, meski kenyataannya tidak sesuai dan ilegal. Sebagian besar masuk pake visa turis secara berkelompok. Begitu ada kesempatan, akan bekerja.

“Selama ini, banyak permasalahan yang dialami tenaga kerja kita di dalam negeri yang tidak tertangani dengan baik karena minimnya tenaga pengawas di dinas-dinas tenaga kerja. Dengan keterbatasan itu, bagaimana mungkin mereka bisa menjangkau pengawasan terhadap penggunaan TKA. Apalagi untuk memantau pekerja asing ilegal yang tanpa dilengkapi dokumen kerja,” terangnya.

Dengan akan dikeluarkannya Perpres untuk memudahkan masuknya TKA seiring dengan meningkatnya investasi asing di Indonesia, Putih Sari menjelaskan, hal itu akan membuka celah masuknya TKA ilegal semakin meluas. Hal tersebut akan terjadi jika pengawasan terhadap TKA masih lemah dan Pemerintah pun mengabaikannya.

Karena itu dirinya mengingatkan, Pemerintah harus melakukan sejumlah upaya untuk memperbaiki keberadaan TKA supaya pekerja lokal tetap terlindungi. Di antaranya dengan merevisi Peraturan Menaker yang menghilangkan kewajiban bagi TKA untuk bisa berbahasa Indonesia. Juga merevisi kebijakan rasio 1:10 untuk jumlah TKA dibanding jumlah pekerja lokal di satu badan usaha.

“Selama kebijakan tersebut tidak diperbaiki, masalah TKA ilegal khususnya asal China akan selalu muncul. Alih-alih memberi kemudahan kepada pekerja asing yang berkapasitas ahli atau setingkat manajer ke atas dan terjadi alih teknologi, yang terjadi justru sebaliknya. Banjirnya tenaga kerja teknis di lapangan,” jelasnya.

Kendati demikian, Putih Sari mengaku bahwa tidak anti terhadap TKA, melainkan dengan sistem pengawasan ketenagakerjaan yang masih lemah dan kepemimpinan negara yang tak berdaya dalam menghadapi investor asing.

“Itu sangat membahayakan bagi kelangsungan dan masa depan bangsa kita,” pungkasnya. (kk/sw)

Sumber:Garudayaksa

Kasus-kasus Hoax yang Dilaporkan Fadli Zon Diakui Tak Ada Kejelasan

Kasus-kasus Hoax yang Dilaporkan Fadli Zon Diakui Tak Ada Kejelasan

"Sampai kapanpun akan saya kejar, karena kita kan sama kedudukannya di mata hukum."

zakhi hidayatullah

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon pada diskusi bertema 'War on Hoax' di Aula Masjid Abu Bakar Ash Shidiq, Jakarta, Sabtu (10/03/2018).

10Berita – Instrumen hukum menjadi koridor untuk mengatasi produksi dan penyebaran hoax. Hanya saja, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menilai, ada masalah dalam penegakan hukum itu sendiri.

Fadli mengungkapkan, persepsi tidak adil dalam penegakan hukum terhadap kasus hoax oleh aparat tidak hanya ada di masyarakat. Tetapi juga dialami oleh dirinya sendiri.

Politisi Partai Gerindra ini bercerita, ia kerap melaporkan akun-akun yang menyebarkan hoax atau fitnah terhadap dirinya ke aparat kepolisian, tetapi hingga saat ini laporan itu tidak ada kejelasan.

Baca: ‘Harus Dibedakan, Antara Mengkritik Penguasa dan Menyebarkan Hoax’


“Saya termasuk yang melaporkan sejumlah hoax. Saya tidak ada masalah sebetulnya secara pribadi, tetapi kalau kita mau berantas hoax lebih baik kita berantas sekalian semuanya.

Tapi keliatannya dari beberapa insiden yang terjadi, misalnya saya melaporkan ada yang namanya Nathan Suwanto tahun lalu bulan Mei, mengancam pembunuhan, fitnah crowdfunding, dan sebagainya, saya laporkan tidak ada tidak lanjut. Begitupun dengan laporan-laporan lainnya,” tuturnya dalam diskusi bertema ‘War on Hoax’ yang diselenggarakan Jurnalis Islam Bersatu (JITU) di Aula Masjid Abu Bakar Ash Shidiq, Jakarta, Sabtu (10/03/2018).

Baca: Fadli Zon Bersyukur Wakapolri Serukan Tak Sebut “Muslim Army” terkait Hoax


Tetapi, lanjut Fadli, contoh lain dimana Ketua PPP Romahurmuziy yang melaporkan jurnalis senior Asyari Usman dan langsung direspons aparat, kemudian yang bersangkutan didatangi dan dibawa ke Jakarta untuk diperiksa.

“Ini contoh bagaimana penindakan yang dilakukan kepada mereka yang dianggap mengkritisi pemerintah berjalan begitu cepat. Sementara sebaliknya yang saya lakukan sendiri pelaporan itu tidak ditindaklanjuti,” jelasnya.

Sehingga, menurutnya, ada upaya tebang pilih dalam menegakkan hukum dan menjadikan hukum sebagai alat politik.

“Sampai kapanpun akan saya kejar, karena kita kan sama kedudukannya di mata hukum. Tapi kita melihat proses penegakan hukum ini tidak adil, dan ini yang menjadi masalah,” pungkasnya.*


Sumber :Hidayatullah.com 

Membaca Sinyal Politik SBY



Membaca Sinyal Politik SBY



Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono

Pimpinan partai koalisi agaknya juga membuka pintu bagi Demokrat untuk bergabung.

10Berita , Oleh: Rangga Pandu Asmara Jingga*)

Ketua Umum DPP Partai Demokrat yang juga Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono menebar sinyal dukungan politiknya terhadap Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2019, melalui pidato politik pada Rapat Pimpinan Nasional Demokrat di Sentul International Convention Center, Sabtu (10/3).

Dalam pidatonya SBY memang menyatakan Demokrat belum menentukan Capres dan Cawapres yang akan diusung pada Pilpres 2019. Tapi, ia berulang kali menampilkan sinyal dukungan terhadap Jokowi.

Sedikitnya ada lima sinyal dukungan politik yang diutarakan SBY secara lugas dalam forum yang terbuka bagi media massa itu. Pertama, SBY menekankan bahwa suksesnya Pemilu merupakan tanggung jawab moral dan politik Presiden Jokowi. Oleh karenanya, Demokrat akan membantu Jokowi menyukseskan Pemilu yang adil dan jujur. 

Kedua, SBY menyatakan, Jokowi adalah Pemimpin bangsa. Sehingga, dalam etika yang dipahami Partai Demokrat, wajib hukumnya bagi Demokrat memberikan penghormatan yang tinggi bagi Jokowi.

Ketiga, SBY memahami Pemerintahan Jokowi tengah berjuang mengatasi tekanan ekonomi global dan regional yang dapat berdampak pada ekonomi nasional. Ia mendoakan sekaligus meyakini Pemerintahan Jokowi dapat sukses menjawab tantangan yang ada dan mengakhiri masa bakti lima tahun periode pertama dengan gemilang.

Keempat, SBY menyatakan harapan dan doanya agar Jokowi sukses pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2019 sesuai harapan dan keinginan Jokowi. Kelima, yang paling lugas dan benderang, SBY menyatakan Demokrat bisa mendukung Jokowi jika takdir Tuhan sudah memutuskan.

Namun khusus sinyal yang terakhir ini, SBY menekankan, kebersamaan Demokrat dengan Jokowi hanya mungkin tercipta jika dilandasi dengan rasa saling percaya dan saling menghargai.

Sebab, kata SBY, koalisi adalah masalah hati. Maka dari itu, SBY jelas menyebut Demokrat ingin diikutsertakan dalam penyusunan landasan koalisi dan agenda-agenda ke depan. 

Pengamat politik dari "The Indonesian Institute" Fadel Basrianto mengatakan saat ini Jokowi merupakan tokoh yang memiliki tingkat elektabilitas tertiggi dibandingkan kandidat lain yang pernah disebut dalam sejumlah survei selama ini. 

Sinyal politik SBY, menurut dia, adalah bentuk strategi SBY memanfaatkan momentum tingginya elektabilitas Jokowi untuk menjajaki kemungkinan dipasangkannya Jokowi dengan putra SBY Agus Harimurti Yudhoyono dalam Pilpres 2019.

Selain itu, kata dia, dengan adanya sinyalemen dukungan Demokrat kepada Jokowi dalam Pilpres nanti, dapat dibaca sebagai strategi SBY untuk mengamankan pemilih potensial Demokrat yang secara figur lebih memilih Jokowi dibandingkan Agus Harimurti Yudhoyono.

Pengamat politik dari Universitas Padjajaran Yusa Djuyandi mengatakan sinyalemen politik yang dilontarkan SBY memang kontras dengan sikap Demokrat diawal pemerintahan Jokowi.

Awalnya ada cukup banyak hal yang berseberangan antara SBY dengan Jokowi. Tetapi, menurut dia, tidak bisa dipungkiri masih tingginya elektabilitas Jokowi dan ketiadaan alternatif calon lain yang bisa mengimbangi Jokowi membuat SBY dan Demokrat kemungkinan pada akhirnya secara rasional mendukung Jokowi.

Apalagi posisi Demokrat selama empat tahun ini tidak berpihak pada kubu manapun. Maka sinyal politik SBY bisa dikatakan sebagai strategi untuk menentukan posisi politik di 2019. 

Yusa memandang Demokrat tengah memetakan pihak yang memiliki potensi besar untuk menang, apakah Jokowi, Prabowo, atau justru ada calon alternatif lain.

Pengamat politik dari "Indonesian Public Institute" Jerry Massie melihat sinyal politik SBY sudah terbaca sejak jauh-jauh hari. Misalnya dengan kehadiran Agus Harimurti Yushoyono ke Istana Negara. 

Walaupun dibalut dengan maksud menyampaikan undangan Rapimnas untuk Presiden Jokowi, tetapi diutusnya Agus Harimurti ke Istana itu boleh jadi ada maksud tersendiri.

Bagi Jerry, ini adalah manuver politik Demokrat di bawah kepemimpinan SBY. Menurut Jerry, sejatinya ini adalah seni politik yang sedang dimainkan SBY.

Jerry menilai SBY memahami tipisnya peluang Agus Harimurti Yudhoyono untuk menang dalam Pilpres. Maka satu-satunya jalan adalah dengan masuk ke gerbong pemerintahan dengan mendukung Jokowi.

Dia mengatakan SBY sudah lama dikenal sebagai ahli strategi politik. Mantan Menkopolhukam itu dinilainya lihai membaca peta dan konstelasi politik, bahkan matematika politik.

Jerry pribadi mengaku sudah menduga Demokrat akan mendukung Jokowi, namun seiring dengan itu ia meyakini Demokrat tetap akan menampilkan figur Agus Harimurti Yudhoyono agar elektabilitas Agus naik. 

Jerry menekankan politik kadang kala tak ubahnya sebuah permainan. Kadang seseorang harus menyerang, kadang pula harus bertahan. Strategi politik SBY saat ini, lebih cenderung bermain aman.

Jerry menekankan keberhasilan koalisi Demokrat dengan Jokowi akan ikut ditentukan oleh komunikasi politik Demokrat dengan PDI Perjuangan yang dipimpin Megawati Soekarnoputri. 

Pintu bagi Demokrat

Pimpinan partai koalisi agaknya juga sudah membuka pintu bagi Demokrat untuk bergabung. Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam pernyataannya kepada wartawan mengatakan PDI Perjuangan selaku partai pengusung utama Presiden Jokowi menilai semua partai, tak terkecuali Demokrat, mendapat tempat sangat penting dalam hal koalisi.

Menurut Hasto, akan sangat baik apabila semua partai ikut mendeklarasikan mendukung Jokowi 2019 layaknya yang dilakukan PDIP, Golkar, PPP, NasDem, Hanura, PSI, dan Perindo.

Sementara itu, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto menyampaikan harapannya agar Demokrat mendukung Presiden Jokowi pada Pilpres 2019.  

Namun ia menyatakan dukungan yang diberikan harus diikuti dengan adanya persamaan landasan berpolitik sehingga dapat tercipta kerja sama yang erat antara partai-partai pendukung Jokowi

*) Pewarta Antara

Sumber :Republika.co.id 

Politikus PKS Tolak Rencana BPKH Kelola Wakaf Aceh

Politikus PKS Tolak Rencana BPKH Kelola Wakaf Aceh

10Berita , JAKARTA -- Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil menegaskan penolakan rencana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang ingin berinvestasi di tanah wakaf milik rakyat Aceh di Makkah, Arab Saudi. Menurut dia, investasi yang dilakukan oleh BPKH adalah membangun hotel di atas tanah wakaf tersebut.

"Pastinya ini adalah isu yang sensitif bagi rakyat Aceh. Saya kira kalau rencana itu benar maka Gubernur Aceh harus menolaknya," kata legislator asal Aceh tersebut, saat dikonfirmasi, Ahad (11/3).

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI itu menyatakan, BPKH harus bisa memahami sejarah dan peruntukkan tanah wakaf ini sebelum mengajukan rencana investasi. Nasir beralasan, tanah wakaf di kota suci memiliki sejarah dan hubungan emosional yang sangat kuat dengan rakyat Aceh.

Nasir melanjutkan selama ini jamaah asal Aceh memperoleh hadiah berupa uang dari hasil pengelolan tanah wakaf tersebut. Apabila rencana BPKH tersebut tak sesuai dengan ikrar wakaf dan peruntukannya, rakyat Aceh berhak menolaknya.

"Dalam berbagai sumber dapat kita pahami bahwa ikrar wakaf Baitul Asyi ini yang dilakukan pada tahun 1224 H/ 1809 M di hadapan Mahkamah Syariyah jelas diperuntukkan untuk jamaah haji asal Aceh. Namun jika tidak ada orang Aceh bisa digunakan untuk pelajar dari Nusantara," kata dia.

Nasir pun meminta BPKH agar lebih sensitif terhadap perasaan masyarakat Aceh. Dia mengatakan, dalam sejarahnya, rakyat Aceh kerap merasa kecewa ketika pemerintah pusat mengelola wakaf atau sumbangan milik masyarakat di Negeri Serambi Makkah itu.

"Jangan sampai nantinya investasi terhadap tanah wakaf milik Aceh menjadi sebab lahirnya kekecewaan yang baru karena tidak adanya ruang keadilan atau keuntungan secara materi dan immateri bagi rakyat Aceh," tuturnya.

Selain itu, Nasir juga meminta Pemerintah Aceh untuk membentuk tim kerja. Hal itu, menurut Nasir, untuk melakukan antisipasi rencana BPKH tersebut. Nasir menambahkan, sebenarnya, investasi itu boleh saja di atas tanah wakaf itu, tetapi Aceh yang harus mengendalikannya dan bukan BPKH. 

Sumber : Republika.co.id 

Mencari Teman

Mencari Teman

Memilih teman bukan perkara gampang.

10Berita , JAKARTA — Bait itu adalah penggalan senandung terkenal yang dirangkai oleh penyair terkemuka di abad kelima Masehi Addi bin Zaid al-'Ibadi. Sosok pendeta itu boleh saja hidup prarisalah Islam, tetapi petuah-petuah bijaknya masih terekam apik di khazanah sastra klasik pra-Islam.

Mencari teman, bukan hal yang mudah. Tetapi, tak berarti perkara rumit pula. Teman, seperti penegasan 'Addi adalah cermin bagi sahabatnya. Intensitas komunikasi dan pergumulan keduanya itulah yang membantuk karakter, seiya sekata. 

Dalam Islam, seperti dijelaskan oleh Syekh Hayat 'Iyadi pada makalahnya yang berjudul as-Shadaqah fi al-Islam, teman memiliki peran krusial di perjalanan hidup seseorang. Teman menjadi penentu saleh tidaknya kehidupan seseorang.

Sebuah riwayat dari Ahmad, mengibaratkan posisi seorang teman. Teman menjadi tolok ukur guna menakar sejauh mana tingkat kesalehan atau kualitas keagamaannya. “Seseorang itu ditentukan oleh agama sahabatnya,” demikian sabda Rasulullah SAW. 

Atas dasar inilah, hendaknya tidak sembarang memilih teman. Bergaul dengan para penjual minyak wangi maka aroma harum semerbak akan menempel. Berteman dengan peniup di dapur pandai besi maka bau asap menyengatlah yang akan didapat. Demikian titah Rasul.

Salah pergaulan hanya akan menyisakan duka dan penyeselan mendalam kemudian hari. Bila berkawan di koridor negatif, berpotensi pula menjerumuskan di jurang yang sama. Jika bersahabat dengan para saleh, atmosfer kebaikan yang sama akan kita raih

Sumber : Republika.co.id